[Freelance] that’s right My type #2

dzmcq2xvn2

Voyezkaa │ Oh Sehun & Im Nayeon , Kim Jongin │ Romance , Marriage Life , Sad │PG-16

 

Disclaimer : Fiksi ini sepenuhnya milik Voyezkaa, kecuali cast milik Tuhan . Bila ada kesamaan itu tidak disengaja. Sorry for typo!

 

Story & Cover : Voyezkaa

Don’t be a silent readers

Happy Reading . . .

 

 

“ahjussi, apa kau sudah melakukannya?” tanyanya dengan seseorang disebrang sana.

 

“……”

 

“baik terimakasih ahjussi” senyumnya mengambang mendengar jawaban dari Kang ahjussi. Ia kembali duduk di meja kerja di dalam kamarnya.

 

Tak bisa membayangkan bagai mana senangnya perasaan seorang Oh Sehun saat ini. Ia dengan segera akan mendapatkan apa yang menjadi keinginannya saat ini.

“Im Nayeon tunggu lah sebantar lagi, kau akan bersama ku”

 

─────

 

Matahari bersinar cerah di pagi hari ini. Sinarnya sangat menyilaukan. Burung – burung berkicau dan berterbangan kesana – kemari. Dan mulai mencari makan untuk anak – anak mereka.

Nayeon terusik dari tidurnya. Sinar matahari yang cerah masuk melalui fentilasi kamar. Menganggu mimpi indahnya. Menggeliat untuk meregangkan otot – otot nya. Menggerjap kan matanya.

Nayeon melihat jam di Handphonenya menunjukkan pukul 06:00 KST. Melirik pesan. Terdapat tiga pesan. Dan ketiganya dari Jongin.

Kim Jongin ; 22:50 KST

Jaljayo Mrs Kim

 

Kim Jongin ; 05:35 KST

Morning Mrs Kim, selamat beraktifitas. Jangan kelelahan arrachi? Hari ini aku tidak ke kampus. Aku akan ke Busan untuk membantu pekerjaan Appa. Aku merindukan mu :*

 

Kim Jongin ; 05:37 KST

Ah!! Satu lagi. jangan melirik pria lain. Okey?

Nayeon tersenyum membaca pesan Jongin. Selalu saja seperti ini setiap hari. Jongin selalu memberi kabar kepada Nayeon. Begitu juga sebaliknya.

Hmm.sesungguhnya Nayeon sangat merindukan Jongin. Terlebih karna kemarin ia juga tak bertemu Jongin. Apakah Jongin juga merindukannya? Itu pasti.

Nayeon membalas pesan Jongin.

Im Nayeon ; 06:04 KST

Arraseo. Aku juga merindukan mu. Jangan melirik wanita lain juga!!

 

Setelah sibuk dengan Hp Nayeon segera bergegas untuk berangkat ke Kampus. Walau hari ini ia masuk pukul 08:00 KST . ia tak boleh terlambat. Terlebih jarak Panti ke kampus lumayan jauh. Sekitar tiga puluh lima menit. Ia ia harus menaiki bus dua kali.

─────

Lain halnya dengan Sehun. Di kamarnya yang sangat luas ini ia masih tertidur pulas. Akibat semalam ia mengerjakan beberapa pekerjaan kantor yang lumayan banyak. Sehun merasa terganggu dengan bunyi alaram sialannya ini. Sesegera ia melihat jam.

“masih jam enam lewat” ucapnya lirih, seraya memejamkan matanya kembali dan bermesraan dengan kasur, selimut, bantal nya.

Sebenarnya Sehun bisa saja berangkat ke kantor sesuka hatinya, jikalau tak ada rapat penting. Dan hari ini tak ada rapat. Tetapi ia harus disiplin seperti karyawan nya yang lain. Kalau Sehun telat bisa – bisa karyawannya juga ikutan telat.

Dua puluh menit kemudian ia terbangun. Merenggangkan otot – ototnya. Ia merasa lehernya sangat sakit. Akibat pekerjaan semalam. Ia melihat ada sesosok orang di tepi ranjangnya. Kang ahjussi.

“Selamat pagi tuan” Kang Ahjussi menunduk 90 derajat kepada Sehun. Ia melakukan ini setiap pagi. Membangunkan dan menyiapkan kebutuhan Sehun saat hendak kemana pun.

Sehun hanya menggumam sapaan pagi Kang ahjussi.

“kenapa tak membangunkan ku ajhussi” tannyanya seraja beranjak dari tempat tidur King Size nya.

“maaf tuan . tapi anda terlihat kelelahan tuan. Jadi saya tak berniat membangunkan anda”

Hanya dijawab dengan anggukan oleh Sehun. Ia kemar mandi segera membersihkan diri. Dan Kang ahjussi menyiapkan keperluan Sehun.

─────

Sehun menuruni anak tangga. Ia sebenarnya tak berniat sarapan. Tapi ia dari semalam belum makan. Jadi tak ada alasan untuk menolak sarapan pagi ini. Beberapa pelajan dapur membungkuk memberi salam kepada tuan mereka.

Hanya ada sandwich dan susu putih dimeja makan. Itu adalah salah satu dari sekian makanan kesukaan Sehun. Ia memberi jadwal makanan apa saja yang ia inginkan. Dan setiap harinya tentu berbeda.

Hari ini tak ada rapat atau pun pekerjaan yang berat untuknya. Sehun mempunyai keinginan untuk betemu dengan gadis itu. Gadis yang sudah membuat tergila – gila dan nyaris mati. Tapi ia mengurungkan niat nya karna ia berfikir ini terlalu cepat.  Disisi lain ia begitu merindukan sosok Nayeon. Ia ingin segera Nayeon menjadi miliknya sepenuhnya.

Dimeja makan yang terbilang luas ini Sehun hanya makan sendiri.  Ya beginilah Sehun setiap harinya. Tinggal di mansion seorang diri, hanya ada beberapa pelayan,tukang kebun, satpam dan sekitar sepuluh bodyguard dirumahnya. Kekuasaan lah bisa membuat sehun seperti ini.

“Kang ahjussi, tolong kirim dua bodyguard kita untuk melindungi Nayeon.” Ucap Sehun kepada Kang ahjussi yang sedari tadi hanya menatap sehun  makan. “Dan suruh mereka mengabari ku bagaimana keadaannya, apa saja yang dia lakukan, setiap dua jam sekali” lanjutnya seraya meminum  susu  putih kesukaannya. Kali ini ucapannya tak begitu dingin.

“baik tuan akan saya lakukan” Kang ahjussi mengangguk mantap. Segera ia mengambil Handphone di saku celananya dan menelpon seseorang disana. Sedikit menjauh dari tempat ia berdiri, agar tak menganggu kegiatan tuannya.

Setelah sarapan Sehun segera berangkat ke kantornya. Disusul oleh Kang ahjussi dibelakangnya.

─────

Seorang wanita berjalan seorang diri menuju halte bis. Im Nayeon , gadis itu duduk di bangku paling pinggir, tempat kesukaannya. Tak perlu menunggu lama bis pertama sudah datang ia segera beranjak dan memasuki bis. Bisa dilihat keramaian di dalam bis ini, beberapa anak sekolah dan pekerja kantor. Untungnya Nayeon masih mendapat tempat duduk. Ia tersenyum kepada seseorang yang duduk di sebelahnya.

Perjalanan menuju halte ke dua sekitar sepuluh menit. Nayeon melihat seorang nebek – nenek yang sedang mencari tempat duduk. Dilihatnya tempat duduk sudah penuh. Merasa iba Nayeon mempersilahkan Nenek tersebut untuk duduk di tempatnya.

“Nek, silahkan duduk disini” sapanya ramah kepada nenek tersebut.

“tapi bagaima–“ belum sempat nenek itu berbicara sudah di sanggah oleh Nayeon.

“Tak apa nek, saya bisa berdiri saja” Nayeon berdiri dan nenek tersebut duduk di tempat dimana Nayeon duduk. Nayeon tersenyum ramah kepada nenek tersebut. Begitu juga sebaliknya.

Sungguh baik anak ini, siapa pun yang mendapatkannya sungguh beruntung. Ucap nenek tersebut dalam hatinya.

Bis sudah sampai di pemberhentian kedua. Nayeon melihat jam tangannya masih menunjukkan pukul 07:21 KST. Masih ada setegah jam untuk ia berangkat ke kampusnya.

Nayeon hendak pergi ke sebuah supermarket didekat halte tersebut. Karena ia belum mengisi perutnya dari pagi tadi. Ibu Han belum menyiapkan makanannya, karna itulah Nayeon tak sempat sarapan.

Setelah menjalani waktu yang panjang untuk sampai disekolah Nayeon akhirnya sampai. Ia segera masuk kelas. Hari ini ia berada di kelas sastra Korea. Ini adalah mata kuliah kesukaannya. Karna itu ia bersemangat pagi ini. Kalau saja belajar sastra Korea di siang hari. Sungguh ia ingin sekali tidur.

Nayeon duduk di bangku nomor tiga dekat jendela di pojok. Ini menjadi tempat kesukaannya.

Jika saja boleh jujur. Nayeon di Seoul University ini ia tak memiliki teman. Bukan ia tak mau hanya saja tak ada yang ingin berteman dengannya. Kenapa? Karna menurut mereka Nayeon tak cocok masuk di Universitas ini. Universitas terbaik di Korea Selatan. Biaya yang cukup besar agar bisa masuk kesini. Dan mereka kira Nayeon hanyalah gadis miskin, yang hidupnya bergantung pada Jongin. Jika mereka tahu Nayeon bekerja keras untuk bisa masuk di sini. Mengumpulkan uang dari hasil kerja kerasnya.

─────

Kim Jongin. Pria kaya – tetapi lebih kaya Sehun, Pewaris Kim’s Family perusahaan yang tak kalah terkenal di Seoul ini.Kim Jongin, hidupnya diatas dari kata cukup. Ia ingin sekali membantu Nayeon. Tapi Nayeon selalu saja menolak dengan alasan ia tak ingin menyusahkan orang lain. Bahkan dengan Jongin membantu Nayeon dengan mengeluarkan uang beberapa juta won saja ia tak akan jatuh miskin. Bukannya sombong. Tetapi ini lah kenyatannya.

Bayak siswa yang iri dengan Nayeon. Banyak juga berita buruk seperti Nayeon yang merayu Jongin, padahal itu tidak benar. Kenapa ia bisa memikat hati seorang Kim Jongin. Pria kaya dan berbaik hati. Hati Nayeon. Itulah alasan kenapa ia bisa terpikat kepada Nayeon.

─────

Kelas telah selesai beberapa menit yang lalu. Tapi Nayeon tak memiliki keinginan untuk ke kantin. Karna saat ini Jongin tak ada di sampingnya.

Drtt

Drtt

Ponsel Nayeon bergetar. Nayeon tau siapa yangg menghubunginya. Kalau bukan Dahyun ya kekasihnya. Karna tak banyak yang tahu nomor HP nya, terkecuali dewan sekolah.

Kim Jongin ; 10:07 KST

Bagaimana kuliah mu?kesepian ya tak ada aku? Jangan lupa makan. Fighting Mrs Kim. Aku akan cepat pulang. Tunggu aku, aku akan segera pulang. Aku merindukanmu.

Nayeon tersenyum membaca pesan dari Jongin. Bahkan Nayeon lebih merindukan Jongin. Ia merasa kesepian tanpa Jongin.

Im Nayeon ; 10:08 KST

Lumayan baik. Cepatlah pulang, aku merindukan mu. Sangat!

─────

CEO Oh’s Corp. Sedang menatap pesan yang dikirim oleh bodyguardnya tadi untuk mengawasi Nayeon.

Park Chanyeol ; 10:15 KST

Hari ini nona Nayeon terlihat tak bersemangat. Tetapi saat jam istirahat tadi nona terlihat tersenyum melihat layar Handphone nya. Yang saya dapat info dari seorang teman dikelasnya hari ini Kim Jongin kekasih Nayeon tak hadir, karna ada urusan di Busa tuan. Ini ada beberapa gambar nona Nayeon tuan.

Sehun mengersakan rahangnya saat mendapat pesan dari pesuruhnya tadi.

“sial!!! Jadi benar gadis itu sudah memiliki kekasih” umpatnya seraya menepuk meja kerjanya. Sehun menjadi emosi, ketika memaca pesan dari Chanyeol tadi yang mengatakan bahwa Nayeon tersenyum saat melihat layar ponselnya. Dan itu benar adanya karna Chanyeol juga mengirim gambar saat Nayeon tersenyum. Sungguh manis senyum gadis ini. Senyum ini bisa membuat hati Sehun kembali mencair sedikit.

Oh Sehun ; 10:20 KST

Kau awasi dia terus. Aku tak ingin dia terluka barang sedikit pun. Kalau saja terjadi apa – apa padanya, aku akan menghabisi kalian.

Park Chanyeol ; 10;21 KST

Baik tuan. Kami akan berusaha yang terbaik

Chanyeol langsung membalas pesan Sehun. Karna ia tahu pasti tuannya ini sangat marah, bisa dilihat dari pesannya tadi. Dan Sehun juga tak suka menunggu. Kecuali menunggu gadis itu untuk hidup bersamanya.

Sehun tak memiliki niat untuk menanggapi pesan Chanyeol. Karna ia sudah tahu apa balesannya. Dan pastinya mereka akan menurut saja. Sehun segera mengklik panggilan cepat nomor dua – Kang ahjussi. Tak menunggu lama langsung di angkat olehnya.

“ada ap–“ belum lagi Kang ahjussi berbicara. Sehun sudah memotong kalimatnya.

“Cepat keruangan ku sekarang juga!!” Ucapnya dengan nada yang emosi. Tanpa menunnggu jawaban Kang ahjussi Sehun sudah mematikan panggilan secara sepihak.

Tak menunggu lama Kang Ahjussi sudah ada dihadapannya sekarang. Ia mengangguk hormat kepada tuannya.

“ada apa tuan memanggil saya” tanyanya dengan lembut. Ia tahu tuannya ini sedang emosi.

Kalau kalian ingin tahu, Kang ahjussi ini adalah orang yang sangat di percaya oleh Oh Seo Jin – ayah Sehun. Ia telah bersama keluarga Oh saat usia Sehun satu tahun. Disitulah Oh Seo Jin mempercayakan Kang ahjussi. Dan Kang ahjussi juga suka terhadap keluarga ini. Ia sama sekali tak memiliki niatan untuk berhianat. Karna keuarga Oh sudah sangat membantu Keluarganya.

“aku mau kau mencari informasi lengkap siswa Seoul University bernama Kim Jongin. Segera kirim datanya ke meja saya sebelum makan siang” Sehun mengucapkan dengan nada dingin dan cepat yang lebih tepatnya memerintah. Yang membuat siapa saja takut. Tapi tidak untuk Kang ahjussi karna ia sudah terbiasa.

“baik tuan” ucapnya dengan memberi hormat.

“kalau begitu kau boleh pergi”

“saya permisi tuan, kalau ada yang tuan inginkan. Saya selalu ada untuk tuan” lagi – lagi Kang ahjussi membungkukan badannya. Tak mendengar respon dari Sehun, Kang ahjussi segera beranjak dari sana.

─────

Sehun menghabiskan waktunya dengan duduk di kursi kebesarannya. Ia kembali menatap layar Handphone nya. Sehun tersenyum melihat sosok Nayeon yang sedang tersenyum disana. Senyum yang membuat siapa saja menjadi meleleh. Tapi seketika ia ingat senyum itu tak untuknnya, raut wajahnya berubah menjadi dingin dan emosi.

“kau tahu, aku ingin senyummu itu hanya untukku Im Nayeon.” Sehun berbicara dengan Hand phonenya. Ia tersenyum miris. Ingin sekali ia mendapatkan Nayeon dengan segera. Ingin menjadikan Nayeon hanya miliknya seorang. Tak ada yang boleh mengambilnya. Siapa pun itu.

“andai saja aku bertemu denganmu lebih dulu. Mungkin saat ini aku menjadi pria yang sangat beruntung. Memiliki kekasih – ah bukan aku ingin langsung menjadikanmu istriku, yang baik,cantik,bibir,mata,hidung,dan kulit yang indah.” Lagi – lagi ia berbicara dengan Hand phoennya.”tak akan ku biarkan siapa pun menyentuh tubuhmu barang sedikit pun Im Nayeon, karna kau hanya untukku” lanjutnya dengan nada yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Sekarang terdengar sangat dingin.

─────

Hari ini Nayeon mempunyai dua mata kuliah. Dan ia baru saja selesai tepat pukul 02:25 KST. Hari ini terasa lama karna ia tak melewatkannya bersama dengan Jongin. Ia sangat merindukan Jongin.

Ia mengistirahatkan tubuhnya sejenak di kursi dibawah pohon dekat parkiran. Nayeon kembali melihat layar ponselnya.tak ada pesan dari Jongin. Ia sedih biasanya Jongin selalu memberinya kabar. Tetapi saat ini mungkin saja Jongin sedang sibuk, sampai – sampai ia tak memberinya kabar.

Setelah cukup mengistirahatkan tubuhnya. Nayeon bergesas pergi ke tempat ia bekerja. Hari ini ia bekerja hingga pukul 10 malam. Sebenarnya ia merasa tak enak dengan Ibu Han. Seorang wanita pulang hingga larut malam. Tapi jika ia tak bekerja maka ia akan membiayai kuliahnya pakai apa? Hanya Ini lah cara satu – satunya.

─────

Entah sudah pesan yang keberapa yang Chanyeol kirimkan kepada Sehun. Dan semua pesan itu membuat hati Sehun lagi – lagi sakit. Chanyeol emang bisa diandalkan

Park Chanyeol ; 12:03 KST

Tuan siang ini nona Nayeon hanya duduk di bawah pohon dekat parkiran. Ia belum terlihat makan siang. Nona Nayeon ada kelas pada pukul satu sampai dua lewat sepuluh. Ini kelas terakhirnya di hari ini.

Chanyeol memangcerdik. Ia meminta data kepada staff kampus seluruh jadwal kuliah Nayeon. Serta jam kerja Nayeon.

Sehun tentu saja tak membalas pesan chanyeol. Ia hanya membacanya saja

Park Chanyeol ; 02:20 KST

Setelah nona kuliah ia langsung bekerja hari ini tuan. Jam kerja hari ini hingga jam sepuluh malam

Sehun teramat menyayangi gadis ini. Ia mengkhawatirkan Nayeon berlebihan.

“Mungkin dengan rencana ku ini kau tak akan menyedihkan seperti ini lagi yeon-ah” lirihnya dengan nada selembut mungkin. Jarang sekali Sehun berkata demikian. Terkecuali di depan public.

─────

Nayeon sudah mulai bekerja hari ini. Menggantikan rekan kerjanya. Tapi hari ini ia tak bersama Dahyun. Karna Dahyun bekerja dari pagi. Dan lagi – lagi ia merasa kesepian.

Belum ada tanda – tanda Jongin akan menghubunginya atau pun memberinya kabar. Bertambah miris saja hidupnya.

Pelanggan tak henti – hentinya berdatangan. Membuat para pekerja terlihat sangat lelah. Nayeon yang tak bersemangat sering kali ia juga ditegur oleh ketuanya. Ia melamun lebih sering. Membuat rekan kerja yang lain merasa iba.

Jam menunjukkan pukul delapan lebih tiga puluh. Tetapi para pelanggan masih saja berdatangan. Walau pun hanya satu dua saja.

“ya tuhan!! Aku bahkan belum makan sedari tadi” Nayeon merutuki dirinya sendiri. Pantas saja dari tadi perutnya terasa perih. Terakir ia makan waktu sebelum pergi ke kampus tadi.

“Nayeon!” panggil seorang pekerja wanita dengan nada sedikit berteriak.

“ya?”jawabnya binggung.

“emm… kau dipanggil keruangan Manager sekarang” wanita ini berbicara dengan lembut. Bisa dilihat wajah Nayeon berubah seketika.

“ada apa aku dipanggil?apa aku membuat kesalahan?”ia berbicara sangat pelan. Tetapi wanita tadi bisa mendengar. Karna suasana sedang sepi. Tak ada suara.

“entahlah” jawabnya dan langsung pergi begitu saja.

Nayeon memiliki perasaan tak enak ketika ia berjalan keruangan Manager. Pertanyaan – pertanyaan terus saja bermunculan di kepalanya. Jantung nya berdetak sangat cepat ketika ia sudah tiba di depan pintu. Yang bertuliskan Manager. Nayeon memenan knop pintu. Dan membukanya. Sang manager langsung melihat kearah pintu. Dan ia tersenyum.

“siahkan duduk Nayeon-ssi” manager itu berbicara sangat lembut.

Nayeon tak menjawab. Ia mengikuti perintah Manager nya itu. Manager Lee.

“Nayeon-ssi, aku mendapat laporan dari ketua akhir – akhir ini kau terlihat tak bersemangat untuk bekerja. Apa kau memliki masalah?”tanya manager Lee dengan nada yang lembut.

“ti–tidak manager, aku baik – baik saja” ia menjawab dengan senyum yang dipaksakan.seakan memberi tahu bahwa ia memang benar baik –baik saja.

“aku berbicara padamu hanya ingin memberi ini.” Manager Lee memberi amplop coklat. Isinya sedikit tebal. Perasaan Nayeon saat ini sudah bercampur aduk. Ada rasa takut dan kecewa.”sepertinya kau membutuhkan istirhat Nayeon-ssi” lanjutnya dengan senyuman di akhir.

Deg.

Jatung Nayeon seakan berhenti berdetak. Ia tahu betul suasana saat ini. Apakah ia akan di pecat? Secepat ini kan?bahkan ia sudah hampir dua tahun bekerja disini.

Sesungguhnya manager Lee tak tega dengan keadaan Nayeon seperti ini. Tapi karna ini utusan atasannya jadi ia hanya mengikuti perintah saja.

 

FLASHBACK

Seseorang yang sangat dikenal oleh Lee Taemin – manager Lee menelfonnya pagi itu. Ia merasa bingung. Ada apa mereka menghubungi nya sepagi ini. Sepertinya sangat penting.

“Yeoboseo Kang ahjussi” sapanya dengan hangat. Ia tahu Kang ahjussi tak terlalu suka berbasa basi.

“Oh! Taemin-ah, apa kau ada diruanganmu?”

“Ne, aku sedang ada di Cofee ahjussi”

“baiklah aku kesana sekarang juga.” Tanpa menunggu jawaban Taemin Kang ahjussi sudah mematikan telfonnya terlebih dahulu. Dan ia segera meluncur ke Cofee bee.

Kang ahjussi sudah sampai di Cofee bee dengan waktu yang cukup sebentar.

“ah aku akan langsung saja Taemin-ssi.” Taemin hanya mengangguk. Menunggu ucapan Kang ahjussi selanjutnya.

“aku ingin kau memberhentikan pekerja yang bernama Im Nayeon, ini perintah dari Tuan muda” Kang ahjussi bisa meihat raut wajah Taemin berubah. Kecewa. Tak ada yang bisa menolak perintah Perintah Oh Sehun.

“baiklah” taemin menurut saja. Tapi dalam hatinya ia menaruh iba pada Nayeon. “Jika ku boleh tau ajasannya ahjussi?” taemin berkata sangat pelan. Kang ahjussi tak menjawab . dari wajah saja ia bisa menebak bahwa ini sangat rahasia.

“aku mengerti” Taemin menganggukkan kepalanya. Kang ahjussi menyodorkan Amplop berwarna coklat.

“Beri kepada Nayeon ini.” Setelahnya ia pergi.”aku permisi”

Taemin menatap binggung. Alhasil ia hanya menganggukkan kepalanya saja. Menatap Kang ahjussi hilang dibalik pintu

FLASHBACK END

 

─────

Setelahnya keluar dari ruangan tersebut. Para pekerja sudah diperbolehkan pulang. Begitu juga dengan Nayeon. Nayeon dengan berat hati meninggalkan tempat kerja yang sudah banyak membantunya.

Nayeon berjalan dengan perasaan kacau. Sungguh ini adalah hari yang sangat buruk. Nayeon masih saja berfikir tentang perkataan Taemin tadi. Ia binggung. Bisakah ini di jadikan alasan? Bahkan Nayeon bisa berjanji jika ia tak akan mengulanginya lagi.

Lalu dari mana ia akan mendapatkan uang lagi jika ia tak bekerja saat ini. Bahkan dalam dua hari kedepan uang kuliah harus dibayar. Sebenarnya gaji yang diberi Manager Lee tadi lebih dari cukup untuk membiayai kuliahnya. Hanya saja ia merasa tak enak jika tak bekerja.

“eotteoke… apa yang harus aku lakukan lagi” ucapnya lirih seraya berjalan lurus. Setiap pulang bekerja ia memang tak menggunakan bus.

Nayeon sudah tak memikirkan apa – apa lagi selain pekerjaan.pekerjaan.dan pekerjaan. Sungguh ini bukan terlihat seperti Nayeon yang sebenarnya. Nayeon yang selalu tersenyum dalam situasi apapun. Dan situasi kali ini berbeda. Ia terlihat seperti gadis menyedihkan.

Masih dengan perasaan kacau sehingga ia tak bisa berfikir dengan jernih. Sehingga sesuatu terjadi padanya.

BRAK!!!

Tubuh Nayeon terhempas oleh mobil dengan sangat kuat. Ia langsung terkapar lemah. Mencium bau amis. Dan tiba – tiba semuanya menjadi gelap.

─────

“BAWA DIA KERUMAH SAKIT  KU SEKARANG JUGA BRENGSEK!!!! BAGAIMANA INI BISA TERJADI. SUDAH KUBILANG TERUS AWASI DAN LINDUNGI DIA. KAU MASIH SAJA KURANG JELAS HAH!!!SIALAN!!”

Sehun sangat marah mendengar telfon dari Chanyeol bahwa Nayeon tertabrak mobil. Ia tak habis fikir dengan bodyguardnya ini.Bagaimana bisa ini terjadi. Sehun marah. Dia sangat marah untuk saat ini. Tanpa pikir panjang Sehun langsung pergi kerumah sakit. Yang alamatnya tadi sudah dikirim Chanyeol.

Chanyeol tak bodoh. Setelah melihat Nayeon terbrak tadi ia segera mengingat plat mobil si penabrak. Dan membawa Nayeon ke OSH Hospital. Rumah sakit yang berada di bawah Naungan Oh’s Corp. Diperjalanan Chanyeol menghubungi Sehun. Ia tahu bahwa nanti ia akan mendapatkan balasan yang setimpal. Ia dimaki Sehun. Itu sudah biasa menurutnya.

─────

Sehun tergesa – gesa memasuki lorong rumah sakit. Para pasien dan perawat menatap bingung bosnya ini. Dengan pertanyaan – pertanyaan bodoh. Kenapa Oh Sehun bisa disini?Apa yang dia lakukan?kenapa raut wajahnya terlihat emosi dan khawatir?

Di tempat duduk depan ruangan ICU, Chanyeol dan Baekhyun – partner Chanyeol sedang menunggu kehadiran Sehun dan Kehadiran dokter yang sedang memeriksa Nayeon dengan perasaan bercampur aduk.Sehun melihat kedua orang suruhannya pun makin emosi. Tetapi dengan segera Kang ahjussi menahan Sehun. Dan mengentikan langkahnya.

“Jangan membuat masalah dahulu, ini tempat umum. Bisa saja kau langsung mendapat berita heboh besok pagi”  Kang ahjussi menasehati Sehun.

Apa yang dikatakannya benar. Ia tak boleh terlihat bodoh. Terlebih ini tempat umum. Sehun hanya menganggukkan kepalanya. Emosinya sedikit mereda.

Melihat Sehun datang Chanyel dan Baekhyun segera menundukkan dan memberi hormat pada Sehun. Mereka segera ingin meminta maaf. Tetapi sebelumnya Sehun berbicaya terlebih dahulu.

“Jangan berkata apapun saat ini. Kalau saja terjadi apa – apa pada Nayeon aku akan menghabisi kalian saat ini juga.” Sehun memperingati mereka berdua . hanya melihat wajah mereka saja Sehun langsung ingin menghabisi mereka.

Chanyeol dan Baekhyun mengangguk saja. Mereka sudah kelewat takut dengan nada bicara Sehun.

─────

Pintu ruangan keramat itu terbuka menampakkan sosok dokter pria. Dokter Choi. Dokter pribadi keluarga Oh. Dokter Choi sangat mengenali Oh Sehun. Dan kebetulan saat Chanyeol dan Baekhyun datang ke Seoul Hospital, Dokter Choi lah yang menangani Nayeon.

“bagaimana keadaannya dok?” tanya Sehun panik. Sehun tak pernah seperti ini sebelumnya.

“Nyonya Im belum sadar saat ini tuan” ucap Dokter Choi, ucapan itu membuat hati Sehun seperti teriris pisau yang sangat tajam. Sakit. “untung saja Nyonya Im segera dibawa ke sini. Dan ia tak kehilangan banyak darah. Sebentar lagi Nyonya Im sudah bisa dibawa kekamar perawat.” Ucap Dokter Choi santai dan tersenyum kepada Sehun. Dokter Choi sangat mengerti keadaan Sehhun saat ini. ”jangan khawatir Tuan Oh, calon istri anda akan baik –baik saja, aku permisi” dokter Choi memegang pundah Sehun dan lagi – lagi tersenyum penuh arti sambil memberi hormat dan segera meninggalkan Sehun.

Sehun mersa lega mendengar perkataan Dokter Choi tadi. Dan yang membuat ia terkejut, bahwa tadi dokter Choi menyebut Nayeon calon istinya. Tapi Sehun tak memikirkan hal ini toh itu memang akan segera terjadi. Fikirnya.

Mereka menunggu cukup lama. Akhirnya Nayeon dibawa  keluar dari ruangan ICU itu . Bisa dilihat ada lilitan perban di kepalanya. Karna ia tadi terkena benturan hebat. Serta infus  di hidungnya , yang menandakan bahwa ia belum sadar. Sehun terlihat sangat panik.

Sehun memilih kamar VVIP  untuk Nayeon.tentu saja karna ini rumah sakit miliknya. Mereka mengikuti arah kamar untuk Nayeon. Saat ini Nayeon belum sadar. Chanyeol membawa barang – barang Nayeon . ia melihat Handphone Nayeon. Terdapat tiga panggilan dan sembilan pesan. Tapi ia menghiraukannya.

 

TBC

Ditungu chapt selanjutnya yaa^^ kunjungi juga yuk wp aku di >> http://Voyezkaaa.wordpress.com <<

Salam kangen dari Istri Jongin kkkkk~

17 responses to “[Freelance] that’s right My type #2

  1. Aku suka sama alur cerita ini. Apalagi watak oh sehun yang seperti ini. Wkwkwk. Tertawa jahat.
    Cerita ini daebak bgt deh. Thor.
    Tunggu nextnya.
    Salam kenal juga

  2. Nayeon bakal amnesia??
    atau baik2 aja?
    Walaupun sehun agak sedikit jahat tp kok aku pengen sehun sama nayeon ya hihi.. ditunggu banget nextnya

  3. Sehunn terobsesii sama im nayeon ampeee kayaa gituu diaa juga posesiff bngtt jagain nayeon ampe kaya gitu terluka sedikit aja ga blh deket sama cowok ga bolehh aaaaaa nayeonnn. Ditunggu kelanjutannya kak

  4. apa y bakalan terjadi sma nayeon entar ya???
    jd makin penasaran sma kelanjutanx,trus apa lagi yang bakalan dilakuin sama sehun agar dia bisa mendapatkan nayeon??

    kejam,sehun bisa terkadang kejam

    keep writing thor

  5. Ceritanya bagus…to asa yg ga pas yg bikin gmn gitu bcnya.itu thor soal infus…..Klo dihidung bukannya selang oksigen at selang NGT ya?
    Infus kn ditangan at kasus tertentu bisa di kaki at kepala.

  6. suka banget sama watak sehun yang kek gini, walaupun psycho tapi romantis, disini aku kasihan sama jongin entar dia kehilangan nayeon. nayeon beruntung banget yak dpet 2 namja tajir ganteng pula 😁.

  7. Jujur aku gk suka baca ff yg sehun dan jongin bakalan musuhan aku lebih suka kalau mereka itu sahabat, tapi krn ceritanya kayaknya menarik aku baca deh🙂

    Ditunggu next chapnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s