[FREELANCE] Autumn #14

20160425_201615

Puspita.desu’s present for Autumn

Cover by Alkindi

Byun Baekhyun and Kim Yoora’s stories

Romance • Sad • Angst • Idol Life • Complicated

PG15+ And this story Chaptered..

 Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4 | Chap 5 | Chap 6 | Chap 7 | Chap 8 | Chap 9Chap 10 | Chap 11 | Chap 12 | Chap 13 |

******

 

Byun Baekhyun masih merasa melayang diantara tangisannya, sepuluh menit berlalu dan tak ada yang dia lakukan. Hanya menangis sembari melamun.

Bukan tak peduli,

Bukan tak mau,

Bukan tak Cinta,

Hanya saja, perkataan dokter Lee terus saja terngiang diotaknya bagai episode yang terulang-ulang. Dia mengingat-ingat, dia menerka-nerka.

Bayi anda sepertinya terkena racun khusus untuk mengeluarkannya dari rahim Kim Yoora. 

Apa Yoora berniat membunuhnya? 

Atau seseorang berniat mencelakainya? 

Tangannya meraih selimut dan meremasnya keras, memikirkan hipotesa yang bahkan dia sendiri tak percaya. Jika itu dirinya, mana mungkin Baekhyun membunuh bayinya sendiri?

Sebaiknya kau cari segera inti masalahnya, selesaikan dan jangan sampai Yoora trauma akan hal ini. 

Maka tanpa berfikir lagi Baekhyun bangkit, meraih pakaiannya dan memakainya sembarangan. Ini memang tidak sepenuhnya benar, namun dia harus memastikan.

Kim Yoora,

Ayolah, lupakan sejenak tentang gadisnya. Yang Baekhyun yakini gadis itu baik-baik saja, Yoora tak mungkin mengakhiri hidupnya sendiri. Dia amat tahu bagaimana perangai gadis itu.

Elevator berdenting. Baekhyun memasukinya dan kemudian bersyukur karena tidak ada siapapun didalamnya. Lantas melirik arloji-nya dan jam menunjukkan pukul empat pagi.

Sialan! Dia membiarkan Kim Yoora tidak tidur lagi.

Meremas ponsel dalam genggamannya dan menelpon seseorang disana. Dia menunggu, untuk yang ketiga dalam panggilan itu. Emosinya kian meningkat, dia siap memaki siapapun.

“PARK CHANYEOL, KAU FIKIR APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEK? KAU MAU KUBUNUH HAH? SIALAN, DIMANA KAU? ”

Baekhyun menutup panggilannya paksa setelah mendapat apa yang jadi pertanyaannya, si brengsek Chanyeol adalah dalang dari semuanya. Dia memang belum sepenuhnya yakin, hanya berbekal dari apa yang dia lihat terakhir kali sebelum Yoora keguguran.

Park Chanyeol yang menghampiri Yoora di kursi VIP dan gadis itu meminum sesuatu dari Chanyeol.

Dia kembali berang, giginya bergemeletuk dengan sumpah serapah dalam hatinya. Melupakan cara menyetir dengan baik dan benar, menyalip setiap pengguna jalan dan berakhir dengan makian yang dialamatkan padanya.

Park Chanyeol aku akan membunuhmu.. 

Dia sampai,

Di tempat biasa agensi dan seluruh artisnya merayakan konser SMTOWN, seharusnya juga dia berada disini bersama Yoora. Memperkenalkan gadis itu pada semuanya dan menimbulkan rasa iri pada keduanya.

Lagi-lagi keinginan besarnya dengan Yoora harus tertunda, dia tak ingin menyebutnya terhapus atau selamanya akan seperti itu.

Baekhyun berlari, mengabaikan sapaan para penjaga dan teriakan beberapa orang yang terkejut mendapati dirinya berada disini bukan di rumah sakit.

Ya, berita keguguran Yoora bukan jadi rahasia lagi di agensi sekarang. Mungkin si Brengsek itu yang menyebarkannya.

Oh si Brengsek disana, duduk di pojok sembari melamun.

Maka Baekhyun berlari serampangan, beberapa orang mulai mengikutinya berlari.

Bugh

Bugh

Bugh

“BRENGSEK IDIOT KAU, IBLIS MACAM APA DIRIMU BRENGSEK? ”

BUGH

BUGH

Baekhyun menyingkirkan semua tangan yang menahannya sekuat tenaga, dia ingin membunuh Chanyeol. Tak terbantahkan.

Chanyeol terkejut, namun belum siap dengan serangan tiba-tiba dan bertubi-tubi. Pria itu tersungkur jauh dari sofa-nya, dia juga tak mengerti apa maksud dari ucapan Baekhyun. Sepuluh menit yang lalu Baekhyun menyumpahinya di telepon, lalu sahabatnya itu tiba-tiba datang secepat kilat dan meninjunya bak tiada hari esok.

Awalnya Chanyeol mengira Baekhyun becanda saat menelponnya, namun yang terjadi sekarang. Dengan mata menyalangnya, dan Baekhyun bahkan menangis.

Park Chanyeol tidak mengerti. 

Atau apakah ada hubungannya dengan Yoora?

Lantas apa salahnya?

Kim Yoora kehilangan bayinya, iya bahkan dia sendiri ikut menyaksikan gadis itu yang berdarah di kamar mandi.

Atau Kim Yoora yang sakit hati, dia lebih tahu karena Yoora tepat berada di pelukannya waktu itu.

“Apa maksudmu Baek? ”

Baekhyun yang kini di pegangi erat oleh beberapa temannya tertawa sinis, air matanya mengalir membuat setiap yang memandangnya merasa pilu.

Baekhyun kehilangan bayinya, 

Baekhyun kehilangan gadisnya, 

Baekhyun bahkan kembali memenuhi isi berita dengan dirinya dianggap pria brengsek karena membawa Yoora ke konser dan mencium Kim Taeyeon di atas panggung. 

Mencium,

Baekhyun melirik ke sekitarnya dan menemukan Taeyeon diantara kerumunan dan menatapnya cemas.

Namun karena tatapan Baekhyun padanya menajam, gadis itu menunduk takut. Maka Baekhyun kembali berontak tatkala perhatian mereka teralihkan, meraih kerah Chanyeol dengan gemetar dan kembali meninjunya.

“KAU ADALAH SATU-SATUNYA ORANG YANG YOORA TEMUI DI KONSER SELAIN AKU, DAN KAU TAHU?”

Baekhyun menjeda kalimatnya karena orang-orang itu kembali menahannya. Dia muak, meludah di wajah hancur Chanyeol namun tak sekalipun pria itu membalasnya.

Dia ingin tahu,

Biarlah setelah ini dia kritis.

“Bayiku meninggal karena kau membunuhnya brengsek, kau membunuhnya. Hiks hiks, kau pembunuh bajingan Chanyeol.”

Baekhyun berucap lirih, tenaganya habis sudah. Dia tak sanggup lagi, hatinya sakit tercabik-cabik dan yang tersisa hanya tangisannya yang kian mengeras. Suho mencoba menenangkan Baekhyun, dan kembali menahannya karena pergerakan pria itu mendekati Chanyeol.

Chanyeol terdiam, bersamaan dengan helaan kaget dari semua orang. Dia sekarang mengerti, namun mengapa dirinya yang menjadi tersangka?

Apa karena minuman itu?

Chanyeol terperanjat, seketika mengedarkan pandangannya mencari seseorang. Namun nihil karena mungkin dia sudah pergi.

Tapi demi Tuhan, Chanyeol tak tahu menahu akan racun yang berada dalam air yang dia berikan pada Yoora. Chanyeol menyayangi Yoora, namun mungkin setelah ini Yoora akan membencinya.

Mr. Lee So Man yang seperti baru mengetahui keributan itu menghampiri kerumunan dan menemukan Chanyeol yang babak belur dan Baekhyun yang menangis pilu. Beruntung tiga hari besok mereka diliburkan jadi tak perlu khawatir untuk menyembunyikan wajah buruk artisnya.

Namun tetap saja, dia marah luar biasa. Menatap tajam penuh tanya pada Baekhyun, dan Baekhyun menunduk.

“Bayiku meninggal Mr. Lee”

Dan fikiran Mr. Lee menerawang karena kemungkinan Baekhyun dan Yoora tak akan menikah.

“Lalu? ”

Tanyanya retoris, sedikit penekanan dan membuat semua yang ada disana mengkerut takut.

“Di dia di bunuh. ”

Baekhyun merasakan air matanya kembali mengalir. Mr. Lee menghela nafasnya lalu memerintah semua orang untuk meninggalkannya,  dan juga merawat Chanyeol. Dia perlu bicara dengan Baekhyun.

Baekhyun dan Mr. Lee duduk di kursi pojok, Baekhyun masih menunggu Mr. Lee berbicara. Dia khawatir, dia tak ingin jika atasannya itu membatalkan rencana pernikahannya dengan Yoora.

“Lalu bagaimana inginmu sekarang? ”

Baekhyun mengkerut, alih-alih mendapat kepastian dia malah ditanya tentang keinginannya.

Dia ingin menikahi Yoora, 

Itu terus terngiang di otaknya, namun Baekhyun hanya terdiam karena tentu saja itu permintaan yang konyol.

“Kau tetap ingin menikahinya? ”

Tanya Mr. Lee kembali, Baekhyun terperanjat dengan iris yang berbinar. Dia meneguk segelas wine yang disuguhkan Mr. Lee padanya, merasakan cairan itu menembus kerongkongannya dan kembali menatap Mr. Lee penuh harap.

Mr. Lee tersenyum,

“Cari alasan lain kau ingin menikahinya segera, atau tidak kau akan menikahi gadis itu setelah kontrakmu selesai. ”

Baekhyun tercenung,

Alasan lain?

Apa dia harus berpura-pura sakit jiwa? Atau percobaan bunuh diri saja?

Tidak, itu alasan gila.

“Kau tak perlu memikirkan Taeyeon karena kejadian tadi, aku akan membereskannya. Hanya dengan satu syarat.. ”

Lanjut Mr. Lee, Baekhyun merasakan kupu-kupu beterbangan diatasnya. Satu masalahnya selesai.

“Apapun itu.. ”

“Jaga gadis itu dengan baik, jangan sampai terjadi lagi hal seperti ini. Kau tahu? ”

Baekhyun bahkan belum berhasil menarik nafasnya, terlalu terkejut dengan perkataan terakhir Mr. Lee, haruskah Baekhyun mencium kakinya? Dia tersenyum haru, dan hanya bisa menunduk berterimakasih pada Mr. Lee diikuti tatapan penasaran orang disekitarnya.

Baekhyun berlari setelahnya, mencari Yoora dengan bekal ijin dari direkturnya.

Kim Yoora-mu berhasil mengambil hatiku, aku menyukainya. Aku bahkan ingin memiliki anak sepertinya. 

Haruskah Baekhyun melakukan ‘itu’ lagi agar Yoora kembali mengandung?

Bolehkah aku menganggap Yoora sebagai anakku? 

Dia lupa niatnya sendiri untuk menghabisi Chanyeol.

******

Baekhyun menghentikan kendaraannya sembarangan, dia bingung hendak mencari Yoora kemana.

Ke rumah orang tuanya?

Tidak, bagaimana jika Yoora tidak kesana dan Baekhyun akan dimarahi karena tidak menjaga gadis itu dengan benar.

Atau rumah orang tua Baekhyun?

Oh itu lebih mustahil lagi.

Maka Baekhyun memutar stirnya menuju apartemen dia dan Yoora. Mungkin gadis itu ada disana, hati kecilnya berteriak.

.

.

.

Satu langkah,

Dua langkah,

Tidak ada, Yoora tidak ada dimanapun. Bahkan Baekhyun sudah mencarinya di atap tempat mereka melihat bintang bersama.

Hanya saja kakinya melangkah ke kamar kecil bayinya, dia menggeleng namun itu satu-satunya tempat yang belum terjamah.

Baekhyun mengedarkan pandangannya, semua sama tak ada yang berubah. Namun lemari baju yang terbuka celahnya membuat Baekhyun melangkah ke arahnya.

Dia tercenung, hatinya kembali mencelos.

Kim Yoora disana, meringkuk dengan beberapa pakaian bayi di pelukannya. Gadis itu begitu terpukul melebihi siapapun.

Baekhyun meraih Yoora dan menggendongnya ke kamar mereka. Dia demam, dia sakit, dia hancur.

Baekhyun membaringkannya dan Yoora telah sadar atasnya. Matanya sayu kelelahan, dia bahkan tak bisa melawan saat Baekhyun menciumi keningnya. Atau saat pria itu membuka seluruh pakaiannya dan juga dirinya, kemudian berbaring memeluk Yoora yang sama-sama tak berbusana.

Baekhyun memejamkan matanya erat, merasakan panas tubuh Yoora yang merembet ke tubuhnya. Dulu jika dia sakit maka ibunya akan membuka seluruh pakaiannya dan memeluknya sampai panasnya reda.

Baekhyun tak sempat memikirkan solusi lain selain ini, otaknya buntu. Terlalu lelah dengan apa yang terjadi hari ini. Biarlah dia tertidur sejenak dan memeluk Yoora yang kembali menangis.

Pelan,

Teramat pelan sehingga mampu membuat hati Baekhyun ngilu kesakitan,

Ayo kita menangis bersama, setelah ini aku akan membuatmu tersenyum. 

******

Do Kyungsoo menunggu Taeyeon di tempat persembunyiannya, dia geram dengan penjelasan Chanyeol perihal minuman yang sengaja Taeyeon berikan karena tahu Chanyeol akan menghampiri Yoora. Dan bodohnya Chanyeol terperangkap rencana Taeyeon karena memberikan air berisi racun pada Yoora.

Atau lebih geram lagi karena yang dia lihat Kim Taeyeon berlari ke atas panggung dan mencium paksa Baekhyun yang sedang bernyanyi dan Yoora histeris setelahnya.

Iblis. 

Kyungsoo menyeret Taeyeon dan kembali memasuki kamar mandi lalu menguncinya. Taeyeon ketakutan melihat raut Kyungsoo yang siap menerkamnya.

Kyungsoo meraih kerah gadis itu dan menyudutkannya di dinding. Tak peduli Taeyeon yang mulai menangis.

“Apa kau iblis? Bagaimana bisa seorang wanita membunuh bayi tak berdosa hah? Apa kau tak punya hati? ”

Tanya Kyungsoo rendah, sarat ancaman. Dia mengeratkan cengkeramannya hampir mencekik.

“Kau tahu? Aku berhasil mengurung pria yang mencelakai Yoora dan Baekhyun kala itu. Apa kau mau aku melaporkanmu juga? ”

Taeyeon menggeleng dengan linangan air mata. Dia tak mau dipenjara, dihina atau penuh cacian.

Dia hanya ingin Baekhyun, mengapa sesulit ini?

“Apa menurutmu Baekhyun akan kembali padamu setelah kau melakukan rencana iblismu itu? Tidak Kim Taeyeon, bahkan dia akan memakimu.. ”

Ya, kau benar.

Taeyeon ingat tatapan membunuh Baekhyun padanya.

Dia sakit karena tak ada lagi ruang untuknya memiliki Baekhyun, pria itu telah sepenuhnya mencintai Kim Yoora.

Kyungsoo menghempaskan Taeyeon penuh emosi, gadis itu tersungkur namun tak ada niat sama sekali untuk membantunya bangkit.

“Cepat akui kesalahanmu, atau kau akan mendekam di penjara Kim Taeyeon. Aku tidak main-main..! ”

Kyungsoo pergi tanpa menoleh lagi, menyisakan teriakan Taeyeon yang penuh kesakitan. Tak ada lagi harapan untuknya, Baekhyun yang kehilangan apapun miliknya tak pernah segila ketika dia kehilangan bayinya.

Dan Kim Taeyeon yang membuatnya seperti itu.

Ya, dia seorang pembunuh.
******

Yoora tersadar, Baekhyun sudah tidak ada dan dia kini berpakaian lengkap. Dengan infus di tangannya,  oh atau Yoora berharap dirinya berada di syurga dengan bayinya. Meninggalkan dunia penuh kebohongan dan hinaan.

Yoora merenung, mengamati langit-langit kamarnya dan mencengkeram kepalanya yang pusing. Lalu menoleh pada derit pintu menampakkan Baekhyun dengan nampan ditangannya.

Baekhyun tersenyum, duduk di kursi dan mengusap dahi Yoora. Suhu nya turun, dia kembali mengembangkan senyumnya.

Yoora hanya terdiam, hatinya kosong dan hanya mengikuti apa yang Baekhyun lakukan padanya.

Menyuapinya, mengusap keringatnya bahkan terus menciumi keningnya.

Yoora bahkan tak merasakan apapun, dia tak benci sama pada Baekhyun. Hanya saja, hatinya belum pulih dengan benar.

“Kim Yoora, aku akan tetap menikahimu. Aku mencintaimu.. Dan juga aku tidak membunuh bayiku sendiri.. ”

Yoora tetap terdiam, menatap Baekhyun yang kini mengusap-usap kepalanya.

“Sebentar lagi orang tua kita kesini, aku akan melamarmu secara resmi. Ku tanya sekali lagi. Mau kah kau menikah denganku, Kim Yoora? ”

Maukah kau, 

Menikah denganku? 

Tbc.. 

3 responses to “[FREELANCE] Autumn #14

  1. Yes yes yes no bisajadi yeeesssss!!!
    Akkk sweet bgt Baek ngurusin yoora>< gemesss.
    Kalo bisa botakin pala taeyeon hhuuhhh jahat bgt!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s