[FREELANCE] Autumn #15 A

20160425_201615

Puspita.desu’s present for Autumn

Cover by Alkindi

Staring Byun Baekhyun and Kim Yoora

Romance • Sad • Angst • Hurt • Idol Life

15+ and Chaptered.. 

 Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4 | Chap 5 | Chap 6 | Chap 7 | Chap 8 | Chap 9Chap 10 | Chap 11 | Chap 12 | Chap 13 | Chap 14 |
******

Ada banyak alasan mengapa aku membenci seseorang, apa mencintai seseorang juga perlu alasan?

Seperti halnya aku menyukai musik dan kau menyukai sebuah tulisan, apa itu harus beralasan?

.

.

Apakah kau mau menikah denganku?

Sebenarnya apa itu sebuah pernikahan?

Apa itu hanya bertukar cincin lalu berciuman diatas altar dan tak ada yang tahu bagaimana selanjutnya maupun perasaan dari sepasang suami istri?

Suami,

Apa Baekhyun akan menjadi suami yang baik untuknya?

Atau dialah yang akan menjadi istri buruk dan pada akhirnya hanya membuat kerusakan dalam rumah tangga nya?

Rumah tangga,

Apa rumah tangga itu berarti bahwa dia harus melayani suami dan menjaga rumahnya saat suami bekerja?

Dan apa tugas suami hanya bekerja dan membahagiakan istri?

Itu alasan clise, atau memang semuanya sudah jelas. 

Jelas bahwa dia harus menjaga keharmonisan rumah tangganya dengan Baekhyun kelak,

Dia tak yakin,

Sepenuhnya tidak.

Alasan dirinya termangupun dia tak mengerti, semuanya terasa kosong dan yang dia ingat hanya apa yang dia alami sampai detik ini.

Bertemu Baekhyun adalah hal yang paling indah dalam hidupnya,

Mengandung janin Baekhyun,

Apa Kim Yoora harus berlaku jujur? Ya, dia bahagia luar biasa. Disaat dirinya harus kehilangan masa depan dan kepercayaan orang tuanya, disamping itu Yoora senang.

Menanti buah hatinya setiap hari, walau harus Yoora habiskan air matanya pun. Dia rela, hanya demi bayinya.

Kehilangan Jinki,

Di hujat penggemar Baekhyun,

Dan setelah apa yang dia perjuangkan mati-matian, bayinya tiada. Yoora bahkan tak bisa melihat pemakaman bayi yang bahkan belum memiliki nyawa.

Yoora tidak ingin lagi menangis, dia luar biasa lelah. Hanya menatap leher Baekhyun yang kini memeluknya erat, merasakan detak jantungnya yang saling berburu dengan milik Baekhyun.

“Seharusnya kau meninggalkanku.”

Yoora berhasil mengeluarkan suara seraknya, Baekhyun menghela nafasnya. Dia sudah memprediksikan jawaban Yoora, mungkin Yoora kini membenci dirinya.

Baekhyun menggeleng dan menciumi bahu Yoora.

“Itu tidak akan terjadi, sayang.. ”

“Aku ingin pulang.”

“Ini tempatmu pulang Yoora. ”

“Bukan. Bukan. Bukan. AKU INGIN PULANG BAEKHYUN..!!”

Yoora melepaskan pelukan Baekhyun, tangannya memukul-mukul dada pria itu sekuat tenaga.

Dia kesal, 

Dia lelah, 

Dia sakit, 

Sakit sampai rasanya hati Yoora patah, berdarah-darah dan semakin dalam saat melihat Baekhyun.

Baekhyun selalu mengingatkannya pada bayi kecil yang telah tiada.

Seberapa besar Yoora bertahan untuk tidak menangis, maka sebesar itu pula pertahanannya runtuh.

Maka Yoora ingin pulang. 

“Aku ingin pulang..! ”

Pintanya lagi, tangan Yoora kini digenggam erat Baekhyun yang tak mengeluarkan suara lagi. Terlalu bingung akan permintaan gadisnya.

Dan semakin menyesal atas apa yang dia ucapkan akhirnya, Baekhyun memang pria bodoh dan brengsek.

Baiklah, 

Apa kata mengiyakan akan selalu berakhir bahagia?

******

Baekhyun menjadi seperti pria duda kesepian, terhitung satu Bulan semenjak dia mengantar Yoora pulang dan berakhir dengan beberapa tinjuan dan sumpah serapah ayah Yoora karena tidak bisa menjaga anak gadisnya dengan benar, dan kini yang Baekhyun lakukan hanya melamun.

Tetap melakukan jadwal padatnya namun hati dan fikirannya hanya milik Yoora.

Gadis yang tidak bisa dia hubungi sampai sekarang.

Baekhyun tersenyum getir, menghabiskan sebotol mineralnya sembari menyaksikan rekannya yang kini sibuk latihan untuk album terbaru mereka. Chanyeol duduk disamping Baekhyun, kendati hubungan keduanya belum membaik namun Baekhyun juga sepenuhnya tidak percaya jika yang membunuh bayinya adalah sahabat dekatnya. Maka keduanya tetap bekerja sama walau tak lagi bertegur sapa.

Chanyeol melirik Baekhyun yang memang sudah kehilangan semangat hidupnya, dia tak tahan lagi.

Sungguh jika dia harus memilih maka dia memilih Baekhyun sebagai pria paling mengenaskan di dunia. Chanyeol tahu Yoora meninggalkan Baekhyun dan selama itu pula Baekhyun menginap di dorm kembali.

Tanpa sepatah katapun,

Tanpa satu senyumanpun. 

Yang dia lakukan hanya latihan seperti orang gila, pulang larut malam dan tertidur sambil menangis.

Baekhyun terpuruk,

Dia bahkan kerap kali melupakan perutnya yang kosong.

“Temui dia.. ”

Chanyeol bergumam pelan, namun mampu terdengar Baekhyun karena pria itu menoleh padanya. Matanya memerah karena tidak tidur semalaman.

“Kau begitu mengerikan Baek, temui Yoora dan mintalah dengan baik-baik. Itupun jika kau masih ingin Yoora kembali padamu.. ”

Chanyeol melanjutkan, menghiraukan rekannya yang kini menatap mereka penasaran. Chanyeol mengangguk, menyuruh mereka semua untuk melanjutkan latihan.

Tidak dengan Kyungsoo.. 

Pria itu dengan tergesa berlari keluar ruangan, entah untuk apa.

Maka Chanyeol kembali menumpukkan perhatiannya pada Baekhyun yang kini menunduk.

“Aku tidak bisa..”

Gumamnya tak yakin, membuat Chanyeol mengerut.

“Aku tidak baik untuknya Yeol, aku brengsek. Aku tak pantas mendapatkan Yoora.. ”

Lanjutnya frustasi, Chanyeol menggeleng tak mengerti.

Hubungan Baekhyun dan Yoora selalu berhasil membuatnya bingung bukan main, mereka yang saling mencintai namun ada saja hal yang membuatnya berpisah.

Dan fakta bahwa Chanyeol menyukai hubungan keduanya, membuat dia mati-matian ingin mempersatukan kembali mereka. Namun kini permasalahannya adalah si brengsek Baekhyun yang merasa dirinya hina.

Dia perlu membenturkan otaknya. 

Dan sebelum Chanyeol kembali bersuara, dia menemukan Kyungsoo yang menggiring paksa Taeyeon, dalang dari keretakan hubungan Baekhyun dan Yoora.

Semua rekannya kini berhenti, bergumam bingung dengan Kyungsoo dan Taeyeon yang menangis sesenggukan.

Baekhyun berdiri, rautnya menyalang pada wajah menunduk Taeyeon. Maka Kyungsoo mendorong tubuh Taeyeon hingga menghadap Baekhyun.

Tidak pernah menyangka pria sebaik Kyungsoo mampu berlaku demikian pada seorang wanita.

“Ma maaf Baek, a aku yang melaku-kan itu.. ”

Seru Taeyeon terbata, Baekhyun yang bingung kini terdiam dan melirik Chanyeol yang tersenyum sinis.

Chanyeol merasa bahwa semuanya usai jika Taeyeon mengakui kejahatan yang dia lakukan.

Dan satu hal yang pasti, Chanyeol membenci Kim Taeyeon. 

Seorang gadis yang tega menyakiti gadis lainnya, dan membuat pria yang dia cintai bak orang gila.

Baekhyun beranjak lantas meraih tangan Taeyeon menjauh dari kerumunan, dia setengah berlari menyeret Taeyeon membuat rekan lainnya hanya tersenyum dan membiarkan mereka sendiri yang menyelesaikan.

Dan apa yang di dapat Kyungsoo?

Hatinya kembali perih luar biasa. 

.

.

.

Beberapa bulan lalu, tempat ini adalah saksi mereka yang memadu kasih. Saling bercumbu atau hanya sekedar berbincang ringan di tengah padatnya jadwal mereka.

Lorong sempit lantai 5 gedung SM. Jarang orang melintas, sehingga Baekhyun dan Taeyeon menjadikan lorong ini bukti kisah cintanya.

Namun sepertinya semua harus sirna karena Baekhyun menyeret Taeyeon kesini.

Taeyeon berjengit saat merasakan punggungnya membentur dinding, didepannya Baekhyun menatap dengan nafas yang berburu.

Bukan untuk memeluknya atau menciumnya,

Mungkin dia akan membunuh Taeyeon.

“Jelaskan semuanya.! ”

Ujarnya penuh penekanan, membuat Taeyeon mengerut dan kembali menangis.

Baekhyun geram, tangannya meraih kerah Taeyeon sehingga tatapan mereka bertemu.

“Jangan menangis, KATAKAN SEMUANYA PADAKU BRENGSEK.!! ”

Baekhyun berteriak, suaranya mampu  menembus dinding dan membuat hati siapa saja bergetar ketika mendengarnya.

Ini menyangkut Kim Yoora dan Baekhyun akan melakukan apapun pada orang yang menyakiti gadis itu.

Faktanya seperti itu, dan Kim Taeyeon memang benar-benar telah di buang layaknya sampah.

“YA. AKU YANG MERACUNI KIM YOORA SAMPAI BAYINYA MENINGGAL DAN SENGAJA AKU MENCIUMMU AGAR GADIS SIALAN ITU MENINGGALKANMU. HAHAHA DAN KAU LIHAT? RENCANAKU BERHASIL KAN? KAU TERBUANG BYUN BAEKHYUN..!!”

Kim Taeyeon balas berteriak. Melepas paksa cekalan Baekhyun dan menghapus air matanya kasar.

Tidak ada gunanya karena Baekhyun tak akan menangisi Taeyeon sekalipun.

Yang dia ingat hanya Kim Yoora.

Sebenarnya apa yang ada pada gadis itu sampai semua orang menyukainya?

Hanya bermodal kecantikan ala bocah dan oh jangan lupa senyuman menjijikannya itu.

Taeyeon tidak habis fikir.

“Dan ini balasan dariku, kau dengan beraninya membuangku, menghinaku. Maka kau juga harus merasakan hal yang sama. Kim Yoora-mu kini membencimu Baekhyun..! ”

“Dan aku seribu kali lebih membencimu Kim Taeyeon. Kau puas?

“Kau bisa saja membuatku sengsara, tapi setelah ini apa yang kau dapat? Kau akan menyesal. Dan ku peringatkan agar menjauhi Yoora, atau semua orang tahu apa yang telah kau perbuat padanya..!”

“Kau tak akan bahagia sekalipun kau akan lupa cara untuk tersenyum. Aku pastikan itu kau menderita selamanya, jika kau menyakiti Yoora lagi..!”

Baekhyun merekatkan giginya marah,

“Lakukan itu jika kau mampu Baekhyun, aku tak akan membiarkan gadis itu lolos..”

Plak..

Baekhyun menampar Taeyeon, pertamakali dalam hidupnya menampar seorang wanita. Apa itu memang pantas?

Atau Baekhyun yang keterlaluan?

Dia menyesal, menatap tangannya yang tadi berhasil menyentuh pipi Taeyeon dengan kasar.

Aku tidak akan membiarkan Yoora lolos. 

Apa itu maksudnya?

Mengapa wanita yang dulu dia cintai berubah sebegitu banyaknya?

Apa benar dia terlalu mencintai dirinya sampai menjadi monster seperti ini?

Namun mengingat Kim Yoora yang mungkin kini berbaring sembari menangis membuat Baekhyun tersadar.

Sesuatu tidak akan dikatakan tulus jika kau menginginkannya secara paksa.

Maka Baekhyun mendongak, Taeyeon yang masih mengusap pipi merahnya disertai deraian air mata membuatnya terhenyak. Tapi sekali lagi, itu tidak sebanding dengan Kim Yoora yang kehilangan segalanya.

Hati

Mental

Fisik 

Kim Yoora mengalami itu semua sampai rasanya jika Baekhyun yang mengalaminya dia akan berakhir dengan leher yang tergantung.

“Aku tidak becanda Noona, kau simpan saja dendammu itu padaku. Jika perlu kau sakiti aku sepuasmu tapi jangan Yoora!! ”

Baekhyun berbalik dan menghentikan tumitnya sebelum benar-benar pergi.

“Aku mencintai Yoora, itu mutlak. Dan aku tak akan kembali padamu sekalipun kau bersujud padaku. Kau telah membunuh bayiku, renungkan itu baik-baik noona.. !”

******

Kim Yoora tersenyum menatap nyanyian idol grup dihadapannya, di televisi yang kini menyala-nyala heboh dengan suara yang lumayan keras.

Ada begitu banyak pria yang bernyanyi, namun matanya tak pernah lepas dari pria berambut hitam kelam yang sungguh sangat menghayati apa yang dia nyanyikan.

Ku ambil gitar tuaku, 

Aku akan melakukan pengakuanku padamu lewat lagu ini. 

Jadi dengarkan aku bernyanyi. 

Aku mendengarmu, aku melihatmu.

Kau yang terduduk sembari menunduk dengan raut yang memerah.

Caramu menangis, caramu tersenyum. Tahukah kau betapa berharganya dirimu bagiku? 

Aku mengerti dan mengapa kau hanya terdiam saja Byun Baekhyun?

Aku mungkin terlalu menyakitimu dan akan kusampaikan maafku lewat lagu ini. 

Apa dengan maaf segalanya berakhir?

Apa kau tak perlu memelukku atau menemaniku saat ini saja?

Caramu menangis, 

Aku menangis sekarang.

Caramu tersenyum, 

Aku juga akan tersenyum.

Tahukah kau betapa berharganya dirimu bagiku? 

Aku mengetahuinya sampai rasanya hatiku berjengit saking senangnya.

Kau adalah hadiah tuhan untukku. 

#Exo- Sing For You
******

Byun Baekhyun berbaring lesu diatas ranjangnya, sehabis menghadiri acara musik dengan album terbarunya. Dia melewati jadwal malam biasa yang dilakukan.

Menunggu Yoora. 

Mungkin hal bodoh namun setiap malam saat dia selesai melakukan jadwal padatnya, Baekhyun selalu menyempatkan waktu untuk mengirim pesan pada Yoora.

Kau baik-baik saja? 

Bagaimana kabarmu? 

Kau sudah makan? 

Kau lulus ujian? 

Aku menunggumu di sungai Han. 

Bisakah kau datang kesini? 

Aku mencintaimu. 

Baekhyun mengeluarkan foto x-ray kecil dari dompetnya. Photo bayi tiga bulannya. Namanya Byun Jihyun.

Baekhyun selalu menghayal jika anaknya adalah bayi perempuan cantik seperti Kim Yoora.

Perempuan yang mampu mematahkan hati banyak pria seperti ibunya.

Baekhyun tersenyum dan mencium photo bayinya, bergumam pelan sebelum tertidur.

Ayah mencintaimu. 

Namun bunyi klik di ponselnya membuat Baekhyun terperanjat, sebuah pesan dari Kim Yoora.

Iya, Yoora.

Baekhyun terperanjat dan bangkit, membuka pesannya dengan tangan bergetar.

Aku kedinginan. 

Kau butuh pelukan? Oh tidak apa maksudnya?

Baekhyun menyibak jendela dan salju dengan deras berjatuhan didepannya.

Aku kedinginan.

Apa dia?

Tanpa memikirkan apapun lagi Baekhyun meraih mantel dan kunci mobilnya, menghiraukan teriakan Suho atau dia tak tahu lagi siapa yang hendak menghadangnya yang dia tahu, Kim Yoora disana. Menunggunya.

Baekhyun berlari dan senyumnya tak pernah lepas.

Dia akan meraih kembali cintanya, sungguh.

.

.

.

Kim Yoora,

Kim Yoora.

Dia disana. Tersenyum di hadapannya.

Dibawah guyuran salju dan mereka satu-satunya manusia yang berada di sungai Han saat dingin seperti ini. Dan tengah malam.

Baekhyun mendekat dengan tergesa, takut jika Yoora menghilang begitu saja.

Satu bulan berpisah, rasanya satu-persatu organ tubuh Baekhyun menghilang dan mati perlahan.

Dia tak sanggup jika melebihi dari ini.

Dan fakta bahwa Yoora kini ada di hadapannya tak akan Baekhyun sia-siakan lagi.

Baekhyun membuka mantelnya dan dia berikan pada Yoora, walau gadis itu telah memakai mantel yang lebih tebal. Tak apa, dia rela asal Yoora tak boleh sakit.

Yoora hanya terdiam dan tersenyum.

Senyum yang sangat Baekhyun rindukan.

Baekhyun mengusap pipi merah Yoora, air matanya berhasil turun. Turun dengan mulus melewati wajahnya, dia lega luar biasa.

Rasanya semua beban fikiran sirna hanya dengan melihat senyuman Yoora.

“Aboji..”

Yoora berseru dan seketika Baekhyun memeluknya erat, dia nyata. Setiap saat Baekhyun selalu berkhayal bahwa Yoora ada dihadapannya dan kini menjadi nyata.

“Aku merindukanmu. Aku merindukanmu Yoora..”

“Ya Aboji.. ”

“Apa kau sehat? Apa ujianmu lulus? Kau tidak sakit kan? ”

“Aku sangat sehat dan ujianku lulus, nilaiku sempurna Aboji.. ”

Baekhyun sesenggukan sembari memeluk Yoora erat, namun Yoora mencoba melepas pelukannya membuat pria itu kesal.

“Maafkan aku.. ”

“Ya, Aboji.. ”

Baekhyun terbingung, ada yang salah dengan Yoora.

“Kenapa kau memanggilku seperti itu? ”

“Itu panggilanmu nanti. Emm, delapan Bulan lagi.. Aboji. ”

Baekhyun termangu dan Yoora kini telah berlari dan memasuki mobilnya, menyuruh Baekhyun menghampiri setelahnya.

Aboji?

Delapan Bulan?

Otaknya tak bisa berfikir.

Nah,  apa Yoora?

Baekhyun berlari menghampiri Yoora, memasuki kemudinya dengan sembarangan.

“Kau hamil?”

Dan sebuah anggukan tercipta dari gadis itu, Baekhyun luar biasa bahagia.

Benarkah? Kau akan menikah denganku? Kita menikah minggu depan!”

Yoora hanya terbahak mendengar ocehan Baekhyun. Lantas mengangguk setelahnya.

Baekhyun mendekat, meraih bibir plum Yoora dan mengecupnya lembut. Tangannya mengusap perut Yoora mencoba merasakan bayi keduanya.

Aku berjanji akan melindungi kalian.. 

 

To be continued..

6 responses to “[FREELANCE] Autumn #15 A

  1. Wahhh makin lama ceritanya makin rameee..

    Hai thor, sedikit masukan buat ffnya kayaknya lebih bagus “appa” daripada “aboji” kayak canggung gitu yah😁✌

    Aku tunggu chapter selanjutnyaa segeraaa ya authorr, gomawo❤

  2. Wahaaaaaaaaaaaaa. Suka banget chapter iniiiiiii..
    Wah gila lu thor. Keren beudh dah.

    Itu aboji diganti appa kali ya:v
    Aboji kayak kaku gituch.
    Aich.
    Luvluv
    Semangat thorrrrrr

  3. aku shock ada a sma b nya thor gila aku gk kuat ama autumn tiap chapter bikin addict.. ngeselin… oke keep writing and hwaiting thor!~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s