[FREELANCE] Morning Kiss

z1

Title :

Morning Kiss

Author :

Kusumaningpark99

Leght :

Drabble

Genre :

Romance, Comedy, Absurd, Marriage Life etc

Rating :

PG 17

Cast :

Park Chanyeol (EXO)

Han Jihye (OC)

Recomended Song :

EXO – My Lady

Disclaimer :

Kembali lagi dengan Drabble Buatan asli anak negeri. karya saya yang murni hasil pemikiran saya sendiri tanpa ada unsur plagiat.

Don’t Be A Plagiator~~

Don’t Be A silent Readers~~

 

Happy Reading~~

-JIHYE POV-

“Ji kau tahu tidak, kalau dilihat dari sini wajahmu terlihat semakin cantik?” aku menundukkan wajahku guna melihat wajah pria yang ada di pangkuanku. Aku tersenyum sinis, dasar gombal!

“kau pikir aku akan senang dan berbunga-bunga, jika kau memujiku dengan kata gombalanmu itu? Jangan harap!” aku kembali memfokuskan pandanganku pada layar televisi yang kini tengah menyiarkan film action kesukaanku.

“yak, kau ini sudah menghancurkan acara romantisku tahu! Kau tahu sudah berapa lama aku memepersiapkan ini semua?” ia terduduk dari pangkuanku dan menatapku kesal. Aku cekikikan dalam hati, namun wajahku masih datar.

“memang aku meminta hal romantis darimu?” aku masih fokus pada tayangan yang kini menampilkan adegan tembak-tembakan itu. Sebenarnya fokusku sudah tidak bisa dikatakan penuh terfokus pada film action itu. Aku kembali mengalihkan pandanganku, menatap laki-laki bersurai hitam dan matanya yang bulat memancarkan hal mencurigakan.

“Ji, aku sangaaaaaaaaaaaaaaaaaat mencintaimu.” Bibirku mencibik refleks, lihatlah alien satu ini benar-benar bisa diprediksi lewat kelakuannya.

“ya, kau sering mengatakan itu saat ada maunya.” Aku menatap lurus ke layar TV, mulai bosan dengan dia.

“Ji….” aku melonjak kaget saat tiba-tiba Chanyeol terbangun dari pangkuanku. Detik berikutnya, aku melotot. Ia menyudutkanku ke sofa yang kami duduki.

“apa?” aku melotot, menakut-nakutinya.

“aku ingin punya anak.” Tanganku tergerak untuk memukul kepalanya, sedetik kemudian aku mendorongnya menjauh dan berjalan meninggalkannya yang memberengut.

Langkah kakiku terseret menuju dapur, dan berakhirlah dengan tanganku yang membuka pintu kulkas. Mengambil sebotol air minum danmenegaknya hingga tersisa setengahnya. Aku berjingkat kala meraskan rengkuhan pada pinggangku. Untungnya aku telah menyelesaikan acara meneguk air sebelum aku berakhir mengenaskan karena tersedak.

Aku mengalihkan pandangan, menatapnya kesal sekaligus memicing. Aku sadar, inilah detik-detik yang aku takutkan jika terus berdekatan dengannya. Huh, nafasku terasa berat dan kerja jantungku bertambah cepat. Alangkah sialnya jika Chanyeol bisa merasakan keganjilan yang kurasakan.

“mwoya?”

“Ji, kenapa kau selalu menghindariku ketika aku menyinggung soal itu?” Ia menyenderkan kepalanya pada bahuku, sesekali mengendus kearah daerah leher yang menjadi salah satu titik sensitifku. Bahuku merosot seketika, menanggapi pertanyaan yang selalu membuatku bingung sendiri untuk menjawabnya.

“aku bukannya menghindar, aku belum siap, Yeol.” Nada suaraku melemah, aku semakin merasakan jika aku terlalu takut untuk bertindak terlalu jauh. Wajahku menunduk seiring eratan pada pinggangku.

“baiklah, aku akan menunggunya.” Tak lagi kurasakan tangannya melingkar di pinggangku. Namun, kini tangannya beralih memegang pundakku dan menuntunku untuk berbalik kearahnya.

“hem…” perlahan namun pasti, wajahnya kini mulai mendekat kearahku. Aku yang masih sadar sepenuhnya mulai melancarkan aksi jahil.

‘cuppp….’

“sudah, aku mau nonton film lagi.” Aku berjalan menjauh darinya yang mematung. Haha, tawa setan tercetak jelas, namun tanpa mengeluarkan suara. Aku kembali meletakkan bokongku pada sofa yang berada di depan TV. Dan yang paling menyebalkan, kini tayangan film kesukaanku mulai membosankan. Aku memeluk bantal sofa berbentuk persegi itu sambil mendumal, mataku mulai terasa berat dan menginginkan untuk dipejamkan.

Aku berjingkat, saat merasakan lendehan pada bahu kananku. Kantukku yang semula menyerang kini hilang sudah akibat perlakuan makhluk bertelinga lebar yang kini bergerak gusar di sampingku. Secepat itupun aku menoleh mendapatinya yang kini ikut mendongak, walaupun tak sepenuhnya mendongak karena tubuhnya yang tinggi tetap tak bisa menghalauku walaupun saat duduk. Aku tersenyum tipis, lalu satu tanganku terulur membelai rambut hitamnya. Bahkan aku bisa merasakan nafasnya yang hangat di sekitar leherku yang terekspos karena aku memakai kaos putih V-neck.

“Yeol, tahu tidak Eunbyul bercerita kalau Baekhyun melamarnya?” masih dengan kegiatan memainkan rambut Chanyeol yang halus dan menggemaskan.

“hem, sebenarnya Baekhyun yang bilang dan aku hanya meresponnya dengan wajah keheranan.”

“ya, dan kita harus mengucapkan selamat pada mereka.”

“besok ada Meeting?”

“sepertinya tidak. Aku sudah ngantuk, ayo tidur!” aku berdiri dan menungguinya mengikutiku, ia terlihat sangattak bersemangat alias malas.

“Ayo!” aku menarik tangannya dengan sekuat tenaga karena ia berjalan dengan lemas, dasar pemalas!
“aish, aku sangat lelah Ji.”

“iya-iya aku tahu, lebih baik kau cepat tidur.”

“hem….”

–Author POV—

 

Matahari telah terbit dari arah timur, terlihat seorang laki-laki masih bergumul manja dengan selimutnya. Perlahan, kelopak matanya bergerak-gerak akibat sinar matahari yang menyilaukan. Pandangannya masih mengabur, hingga kini sudah mulai terlihat jelas langit-langit kamarnya yang berwarna putih polos.

“Chan, bangun!”

“hem….” hanya sebuah gumaman tak jelas yang terdengar, seiring gerakan merenggangkan tubuhnya di atas ranjang yang terdengar gemeletuk dari tulang-tulangnya yang beradu.

Masih mencoba mengembalikan nyawanya dari alam sadarnya. Seketika ia menoleh kearah samping kiri, tepatnya meja rias bercermin besar. Tampaklah sosok wanita dengan setelan berbahan rajut berwarna pastel dan rok span hitam di atas selutut yang di dalamnya terbalut stoking hitam terawang  yang nampak ketat di tubuh rampingnya. Chanyeol menyangga kepalanya sambil memiringkan tubuhnya kearah kiri#ngertikan?#.

Menikmati pemandangan pagi yang begitu membuat matanya kembali segar bugar. Sebuah senyum tercetak jelas di bibir tebalnya, kala sang obyek masih sibuk mematut penampilannya pada cermin. Merubah posisi dari kiri ke kanan, depan ke belakang, mencoba menelaah bagaimana penampilannya pagi ini.

Setelah selesai dengan acaranya, ia berbalik dan menemukan seonggok laki-laki tengah memandang intens kearahnya dengan senyuman misterius. Ia mengernyit sesaat lalu berjalan menghampiri laki-laki tersebut dan berkacak pinggang.

Park Sajangnim yang terhormat, sudah waktunya anda mempersiapkan diri.” Memang nada formal khas seorang asisten kepada atasannya yang terdengar, namun gerak tubuhnya yang mencerminkan kekesalan tersendiri pada atasan sekaligus suaminya itu.

ne, Park Jihye-ssi, saya masih sangat sibuk sekarang ini.” Ucapan Chanyeol membuat Jihye merinding seketika, pasalnya bahasa formal itu terselip nada aneh yang terkesan mencurigakan di dalamnya.

ne? Bahkan anda tidak melakukan apa pun Sajangnim.”

“aku sibuk, sibuk memandangi istriku yang sexy ini.”

“yak, Park Chanyeol waktu kita hanya tinggal 20 menit. Cepat mandi!”

“iya, istriku yang paling sexy. Tidakkah kau berkeinginan untuk memandikan suamimu yang paling tampan dan mempesona ini?”

“tidak, cepat mandi!” Jihye mendorong tubuh tinggi Chanyeol menuju kamar mandi dan menutup pintunya kasar.

Jihye sibuk mengoleskan selai cokelat pada sisi roti bakar yang telah beberapa menit lalu ia angkat dari pemanggang. Terdengar derap langkah yang sedang menuruni tangga, menuju kearahnya. Chanyeol duduk di kursi dan meletakkan tas kerjanya pada kursi kosong. Masih sempat- sempatnya ia menyangga dagu dan memandang kearah istrinya yang masih sibuk mengoleskan selai pada beberapa lembar roti.

Yang dipandangi menunjukkan respon tak mengerti akan maksud perbuatan laki-laki bertelinga lebar dengan pakaian berbentuk formal, jas bewarna hitam dengan dasi berwarna putih bergaris hitam pula. Rambut hitamnya disisir ke atas hingga menampilkan dahinya, sosok dewasa dari Park Chanyeol membuat Jihye gagal fokus seketika.

Mwo?” pertanyaan Jihye tak membuat Chanyeol goyah sama sekali, malah membuat laki-laki bermarga Park itu makin betah memandangi wajah istrinya.

“tidak, kau cantik dan sangat sexy hari ini?”

“maksudmu, kemarin-kemarin aku tidak cantik dan sexy?”

“bukan, kau hari ini tampak 1000 kali lipat lebih cantik dan sexy dari kemarin-kemain.”

“dasar gombal! Cepat habiskan sarapanmu dan kita berangkat.”

Mereka memakan sarapan berbentuk roti itu dengan sesekali saling melirik. Yang sering memang Chanyeol karena ia tak sedikitpun melepaskan fokus matanya selain kearah Jihye yang nampak mulai salah tingkah. Memang siapa coba yang tidak salah tingkah jika dipandangi dengan intens plus raut mencurigakan seperti itu?.

“habiskan makananmu! Jangan menatapku seperti itu!”

“memangnya tidak boleh?”

‘tidak.”

“ah, wae?

‘karena aku jadi salah tingkah.’

“tidak apa-apa.”

“….”

“cepat habiskan sarapanmu!” jihye berucap sambil berdiri dan menenteng satu piring dan satu gelas kosong. Membawanya ke wastafel dan mencucinya.

Chanyeol menyusul, juga membawa satu piring kosong dan satu gelas kosong. Menaruhnya di samping wastafel, lalu tangannya beralih fungsi menjadi memeluk Jihye dari belakang, Back hug. Ia menelusupkan wajahnya pada leher Jihye yang tertutupi rambut cokelat di bawah bahu. Mengendusnya perlahan, mencium aroma shampoo Jihye yang begitu memabukkan.

Pergerakan tangan Jihye yang semula berkutat pada piring kotornya kini terhenti, merasakan sensasi geli yang diciptakan dari endusan Chanyeol pada lehernya, yang merupakan salah satu daerah ter-sensitif selain telinga.

Mengukung tubuh ramping Jihye di bawah kuasa tubuh tinggi tegapnya, tak membiarkan sedikitpun Jihye memberikan gerakan sekecil apa pun. Setelah puas dengan acara pada leher Jihye, tangannya secara otomatis menuntun untuk membalikkan tubuh Jihye menghadap kearahnya.

Tampaklah wajah cantik natural Han Jihye yang sekarang telah berganti marga menjadi Park Jihye, yang mendadak membuat jantung Chanyeol bergejolak hebat. Satu menit berlalu masih saling menatap satu sama lain tanpa adanya kedipan. Beberapa detik kemudian, masing-masing mulai memajukan wajahnya.

Jarak terkikis hingga terjadilah momen bibir kedua insan tersebut yang saling menempel. Saling melumat kemudian hingga menimbulkan decakan-decakan lirih yang menggema di dapur tersebut. Saling berpagutan, tangan Jihye telah mengalung dengan indah pada leher Chanyeol, sedangkan tangan Chanyeol memeluk sisi pinggang Jihye.

Beberapa menit berlalu dengan begitu cepat, namun tak menyadarkan kembali pasangan pengantin yang tengah dimabuk acara “Ciuman Pagi’ yang sangat menggairahkan itu. Nafas Jihye mulai habis, hingga membuatnya memukul-mukul dada Chanyeol. Berakhirlah ciuman panjang tersebut, namun tak sedikitpun menciptakan jarak yang begitu berarti.

Morning Kiss.”

‘Cuppp….’

“hadiah untuk istriku yang semakin hari semakin cantik dan sexy.”

—END—

Berakhirlah drabble abal ini, dengan segala kelegaan akhirnya dapat menyelesaikan dalam kurun waktu yang begitu lama. Padahal Cuma drabble tapi sukses terhenti sekian lama gara-gara ide yang tersumbat. Mohon komennya!

–Thank You—

–SEE YOU LATER–

9 responses to “[FREELANCE] Morning Kiss

  1. Ihihiii ini sweet banget si!!! Suami idaman dipagi hari wkwk
    Nyenengin banget ya idup mreka, moment romanticnya bikin irii, jd pen nikah ama Baekhyun dehh *ehh Chanyeol kan udah ada Jihye^^ *ngarep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s