[FREELANCE] Perfect or Pervert #1

z5

Title :

PerfectorPervert #1

Author :

Kusumaningpark99

Leght :

Chapter

Rating :

PG 17

Main Cast :

Oh Sehun

KwonYoora

Other

Genre :

Romantic, Schoollife, Comedy, Fluffetc

Disclaimer :

Storyismine, castbelongtoownerexcept OC. Pleasedont’tbe a plagiator.

My Blog :

https://Kusumaningpark99.wordpress.com
RecomendationSong :

EXO – PlayboyKorean Or ChinesseVer

Sumarry :

Lyric EXO Playboybykryptonexoplanet

Nujaeitdasipuelttaensseulsueopseuljeongdoronaegappajyetdago

(Ketika Kau pikir sudah terlambat, kau telah jatuh jatuh padaku, itu di luar kendalimu)

Angeurae?

(Bukan?)

Na hochingjeongnindwaesseoipmachumhanbeonThat’sall

(aku sudah memutuskan saat aku memanggilmu, hanya satu ciuman, itu saja)
Don’t Be A Plagiator~~

Don’t Be A silentReaders~~
Happy Reading~~


—PerfectorPervert #1—
—Author POV—

‘PLAAAAAAAAKKKKKKKKKK…………..’

“kau pikir kau siapa, huh? Hanya karena semua orang memujamu, mengatakan bahwa kau itu laki-laki tertampan dengan wajah malaikat, kau bisa berbuat seenakmu. Dasar laki-laki cabul! Dasar iblis terkutuk!” protes panjang kali lebar yang baru saja didengar telinga Sehun sungguh membuatnya gemas, tak segan-segan ia kembali melayangkan ciuman kilat pada bibir ranum gadis dengan sejuta emosi di depannya. Langsung saja, perbuatan Sehun membuat gadis itu terpaku, namun sedetik kemudian ia kembali menatap tajam ke arah Sehun yang menampilkan seringaian tampannya, yang menurut gadis di depannya itu sebuah seringaian iblis.

“KAU……….”

“BAJINGAN…………..”

“terima kasih atas panggilan sayang yang kau berikan untukku, sweetie. Kuharap kau tidak akan melupakan bagaimana kejadian ini, karena kujamin kau tidak akan bisa tidur malam ini karena ciuman gratis yang kuberikan secara cuma-cuma. Semoga harimu indah, My angel. Dan juga, ingat selalu kata-kata mutiara malaikat tampan ini, hem?”seriangaian itu semakin tercetak jelas diiringi kekehan kecil yang semakin membuat Yoora kehabisan kesabaran, tangannya mengepal hendak memukul wajah tampan Oh Sehun detik itu juga, namun urung karena tak mau lagi berurusan dengan iblis gila di depannya.

“KAU IBLIS TERKUTUK!!!!!!!!!!” tak mau menambah urusan panjang atau lebih bisa dikatakan dialog panjang bersama laki-laki iblis di depannya, Yoora segera berlalu dengan langkah seribunya, bersama juga emosi yang sudah mencapai ubun-ubun kepalanya.

“kau semakin menarik, KwonYoora.” Ucap Sehun pada dirinya sendiri, setelah sosok yoora menghilang di tikungan koridor sekolah.

Hari sudah sore, langit telah menampilkan semburat jingga bercampur sang mentari yang mulai menghilang di ufuk barat. Sehun melangkahkan kakinya masih dengan wajah menampilkan senyuman, yang bagi siapa saja melihatnya akan terjatuh pingsan detik itu juga.  Namun untuk pengecualian, KwonYoora. Tubuh bak model, kulit putih susu, dan jangan lewatkan wajah tampan yang banyak orang sangat mengaguminya, terutama para gadis-gadis, yang menyebutnya wajah malaikat.

Sekali lagi, hanya KwonYooralah yang dapat menjungkir balikkan semua fakta dari Oh Sehun. Ia gadis dengan sejuta kesan misterius, membenci manusia bernama Oh Sehun yang menurutnya suka tebar pesona sok perfect dan apa-apalah lainnya. Melangkah menyusuri setiap koridor sekolah dengan gaya mempesonanya. Sekolah telah sepi, karena beberapa jam lalu bel pulang telah berkumandang. Namun, apa yang membuat Oh Sehunbetah tinggal di sekolah hingga detik ini? Jawabnnya adalah KwonYoora, gadis yang telah lama menyita perhatiannya.

Seringaian yang tak pernah luput dari wajahnya kembali terpampang, kala otaknya mengingat bagaimana ia dengan lancangnya mencuri ciuman dari gadis yang telah menyita perhatian serta waktunya. Gadis dengan wajah datar, raut tegas dan juga aura misterius yang dipancarkannya. Namun ia suka, karena hanya gadis itulah yang telah menolak pesonanya secara terang-terangan. Perlu ditekankan, bahwa tidak ada gadis semenarik itu di mata Oh Sehun.

Ia mengenal dengan baik kelakuan para gadis, sudah tak terhitung jumlah gadis yang telah bersemayam di kehidupannya. Namun sampai detik ini juga ia tak pernah menemukan gadis yang menarik perhatiannya tanpa harus bersusah payah mengeluarkan rengekan manja untuk mengajaknya berkencan. Dan dialah KwonYoora, gadis yang telah memporak-porandakan hati Sehun hingga menjadi kepingan-kepingan kecil yang membentuk sebuah lambang bernama ‘cinta’.

Apakah kalian berpikir bahwa selama ia mengencani banyak wanita di luar sana, dengan berbagai kepribadian ia menggunakannya atas dasar cinta? Tentu saja jawabannya 100% tidak, karena ia tak pernah menemukan rasa cinta seperti yang tengah ia rasakan pada sosok gadis bermarga Kwon tersebut. Sebagai wujud pelampiasan saja, ketika ia dengan sukses merebut perhatian ratusan wanita di luar sana. Tapi tak cukup, karena hati kecilnya hanya menggumamkan nama gadis yang beberapa menit lalu meninggalkan bekas tamparan di pipi kirinya, yang hingga sekarang masih terasa begitu panas.

Ia memegangi bibirnya, rasa manis bibir yang beberapa menit lalu menjadi korban akan aksinya masih terasa begitu jelas. Bagaimana rasa manis sekaligus lembut menjadi satu hingga membuatnya mabuk kepayang, ia bahkan urung untuk melepaskan kontak dengan gadis itu jika saja gadis itu tidak memberikannya tamparan telak. Ia menggigit bibir bawahnya, rasanya ia benar-benar ingin terus menerus mencumbui bibir itu hingga hasratnya terbalaskan.

Rasa yang berbeda, saat bibirnya melumat bibir merah muda itu dengan intens, berbeda dengan bibir kebanyakan gadis-gadis yang selama ini selalu singgah di bibir tipisnya. Seperti ada magnet yang selalu membuatnya ingin dan ingin terus merasakan sensasi lembut serta manis bibir itu.

“shit! Kenapa bibir itu sungguh menggoda?” ia mengumpat, entah mengumpat kepada siapa kali ini. Halnya ia membayangkan bibirnya kembali melumat lembut bibir gadis bernama Yoora itu sampai sang gadis meronta-ronta minta dilepaskan.

Bibir itu sungguh sebuah candu bagi Sehun, candu yang membuatnya hilang akal detik ia merasakan sensasi kelembutan bibir tipis berwarna merah muda yang begitu menggodanya. Kala matanya menangkap siluet gadis itu, satu arah yang pertama kali menjadi titik fokusnya adalah bibir mungil nan tipis yang dari kejauhan sudah nampak sangat menggoda imannya. Bisa dikatakan apa lagi, ia bahkan sudah seperti orang overdosis yang jika tak merasakan bibir itu akan langsung sakau detik itu juga. Mengacak rambutnya hingga berantakan, pikirannya hanya dipenuhi satu nama ‘ KwonYoora’.

“itu dia.” Netranya menangkap sosok gadis yang berjalan di koridor, di depannya dengan jarak beberapa meter. Dari posisinya ia dapat melihat dengan jelas siluet gadis bertubuh ramping dengan rambut hitam sebahu. Hanya siluet, namun berhasil membangunkan naluri liarnya kembali.

Sosok itu tak merasakan kehadirannya, ia mengamati lamat-lamat serta intens setiap gerak gerik gadis itu. Bibirnya tak henti-hentinya menarik sebuah lengkungan yang tercetak begitu indah dan mempesona. Berbeda dengan kondisi gadis yang menjadi sosok yang saat ini dikuntitnya. Sejak kejadian beberapa menit lalu, bibirnya tak berhenti mengumandangkan sumpah serapah yang tertuju pada iblis berwujud malaikat bernama Oh Sehun itu. Kenapa dari sekian banyak laki-laki ia harus sebegitu bencinya pada laki-laki bermulut racun, yang sayangnya begitu dipuja banyak gadis. Tak hanya di sekolah mereka, namun dari luar sekolah pun banyak.

Menjadikannya terpanggil dengan sebutan Perfect Angel, cih Perfect Angel? Yoora bahkan yakin jika mata gadis-gadis itu sudah rabun atau bahkan buta sekalipun. Apa yang bisa dipuja dari laki-laki seperti itu? Tampang menyebalkan yang selalu tebar pesona dan laki-laki ter-mesum yang pernah ia temui, yang juga dengan lancangnya mencuri ciuman pertamanya beberapa menit lalu. Mengingat ciuman pertama, ia refleks langsung memegangi bibirnya, bibirnya sudah tidak suci lagi karena beberapa menit lalu telah menjadi sasaran kebejatan laki-laki ter-mesum yang pernah ia temui.

Siapa dia? Berani-beraninya berbuat menjijikkan itu kepadanya. Sialan, mimpi apa semalam hingga harus merelakan kesucian bibirnya direnggut oleh laki-laki iblis itu. Hantinya mencokol, sedari tadi ia terus menerus menghembuskan nafas kesal, ia tak akan mengampuni jika laki-laki itu berani berbuat macam-macam lagi padanya.

—Yoora POV—
Cih, apa ia sekarang kekurangan sasaran hingga menjadikanku pelampiasan. Sialan, aku harus menghapus bekas bibir laki-laki itu. Shit,kenapa semua ini harus terjadi padaku? Apa salahku hingga bibir suciku harus direnggut oleh laki-laki cabul itu?. Kesabaranku sudah habis, jika setelah ini dia masih menggangguku, lihat saja aku tak akan segan-segan untuk memberikan pelajaran kepadanya. Memang dia siapa? Dengan lancangnya berbuat seperti itu, rasanya rambut di kepalaku akan rontok semua karena sering ku acak-acak hingga berantakan.

Mungkin setelah ini aku akan gila, menjadi gadis gila hanya karena ciuman pertamanya dicuri dengan lancang oleh seorang laki-laki iblis. Eomma, anakmu sudah tidak suci lagi. Kalau tahu kejadiannya akn begini, aku lebih baik langsung pulang ke rumah dan tidak perlu kehilangan salah satu mahkota berharga yang sampai detik ini juga kujaga. Namun apa? Aku kehilangannya selama beberapa detik setelah usahaku mempertahankannya selama 17 tahun.

Kupegangi sekali lagi bibir malangku, aish sial. Bibir itu, bibir yang telah melumat bibirku dengan lancang, menekan-nekannya hingga membuatku ingin pingsan detik itu juga. Sial, kenapa aku harus membayangkan lagi kejadian menyebalkan itu? . lantas kenapa pula aku tidak mencoba melawannya, setidaknya tak membiarkan bibir laknat itu menyentuh setiap inchi bibirku. Ah, aku mungkin juga sudah gila. Kenapa, kenapa harus aku, kenapa bukan orang lain saja?.

Jika begini terus, aku lama-lama akan dijebloskan ke rumah sakit jiwa karena sering bereriak-teriak tak jelas. Menggigit bibir bawahku, memejamkan mata dan menghembuskan nafas pasrah. Mau bagaimana lagi? Mau di apa-apakan pun sudah terlanjur terjadi. Dan aku hanya bisa menyesalinya, andai aku punya mesin waktu, aku akan memundurkan waktu sebelum kejadian itu terjadi, agar kejadian itu tak terjadi.

Aduh kepalaku pusing, aku tidak bisa membiarkannya. Semakin lama aku memikirkannya, aku semakin tak rela bibirku disentuh begitu saja, tidak dan sangat tidak rela. Langkahku melemas, aku merutuki kebodohanku yang beberapa menit lalu hanya pasrah saat laki-laki itu dengan lancangnya menciumku. Aish aku ini kenapa? Apa otakku sudah error karena terlalu sering kujejali rumus-rumus menyebalkan itu? Atau mungkin aku harus segera ke psikiater untuk memeriksakan kondisi kejiwaanku yang mulai terganggu ini?. Tau ini semua sebuah karma, karma karena aku sangat membenci laki-laki itu?. Jika kupikirkan, tidak akan ada ujung yang akan kudapati.

Kupegangi kepalaku yang berdenyut nyeri, aku telah sampai di luar area sekolah lebih tepatnya di luar gerbang. Kulirik jam tangan di lengan kiriku, jam 6. Pantas saja langit sudah petang, apa aku terlalu lama di atap, acara membolos pelajaran yang kebablasan hingga sudah dua jam setelah jam pulang sekolah. Kutengok kanan-kiri, berharap akan ada bus atau taxi yang lewat. Namun nihil, harapanku pun musnah ditelan angin yang berhembus menerbangkan beberapa helai rambut pendekku.

Dan perlu kujelaskan kesialan lain yang hari ini menimpaku, sungguh malang nasibku karena aku harus naik kendaraan umum gara-gara motor sport-ku sedang di bengkel karena kemarin malam aku tak sengaja merusaknya dengan menabrakkannya ke sebuah pohon. Naasnya, setelah sampai di rumah aku harus menerima ocehan-ocehan menyebalkan dari kedua orang tuaku. Balapan liar dan kebut-kebutan di jalan adalah hobiku yang tidak bisa ditindak lanjuti. Bahkan kedua orang tuaku sudah angkat tangan, tak kuasa lagi untuk menangani anak satu-satunya ini.

Kenapa mereka harus menyalahkanku? Apa anak muda sepertiku tidak boleh bersenang-senang?. Hanya boleh belajar? Hell no. Mereka pikir aku robot yang bisa diatur-atur, tentu saja tidak. Oke kembali ke posisi sekarang, aku telah duduk termenung di halte bus, berharap besar akan ada bus yang lewat di depanku dan aku akan segera sampai di rumah lalu tidur pulas. Apalagi yang bisa kulakukan jika motor kesayanganku sedang sakit alias rusak? Ya tidur atau bermalas-malasan yang bisa kulakukan selain balapan.

Mengacak rambutku gusar, detik berikutnya menggembung-gembungkan pipi bosan. Harus berapa lama lagi aku menunggu harapan yang tak pasti?. Ataukah aku menelepon Kim Ahjussi untuk menjemputku, tapi mana mungkin aku kan sedang dihukum oleh Appa dan Eomma untuk tidak bisa memakai fasilitas apa-pun termasuk jemputan dari sopir. Kesialan macam apa yang begitu menyebalkan

Suara deru motor sport yang sejenis dengan motorku mengalihkan fokusku, yang kini menguliti sosok yang barus saja menghentikan laju motornya tepat di hadapanku duduk. Setelah tahu siapa sosok itu aku memalingkan wajah, ish kenapa dia lagi dia lagi.

“mau kobonceng?” ia membuka helm putihnya lalu meletakkan helm itu di atas tangki motor putihnya#kayakmotoryangdipakaiSehun waktu diMVLighsaber#. Aku menatapnya tanpa minat, lalu kembali melengoskan wajahku.

“tidak.” Dengan malas aku menjawab tanpa berniat menatap lawan bicara.

“serius? Em, gratis loh. Apalagi ini sudah malam, apa kau tidak takut jika ada setan atau laki-laki mesum yang akan menghampirimu?” ia menyahut hingga membuatku menoleh cepat ke arahnya yang menoleh-nolehkan keplanyakesana kemari.

“aku tidak takut setan, dan seorang laki-laki mesum telah menghampiriku, dan itu KAU.” Aku berteriak mempertegas siapa yang sebenarnya dimaksud laki-laki mesum. Apa dia tidak sadar jika dia itulah laki-laki mesumnya.
“tadi sih, aku ingin menyampaikan pesan dari KwonAhjumma, bahwa ia menitipkanmu padaku.” Dan sialnya lagi, dia tetanggaku, rumahnya persis di sebelah kiri rumahku. Bayangkan, apa yang bisa kulakukan setelah ini?. Dan untuk apa Eomma memberi kepercayaan pada laki-laki mesum itu?.

“pembohong, sudah sana pergi aku tidak butuh bantuanmu!” aku menggoyang-goyangkan tanganku mengusirnya, malas juga melihat wajah sok tampannya#padahalbenerantampanloh#.

“aku tidak berbohong. Apa perlu aku menelponKwonAhjumma agar kau percaya?” kuliriknya sebentar yang merogoh saku blazer sekolahnya. Ia mengambil benda persegi bernama ponsel yang berwarna hitam pekat.

‘yeoboseyo, Ahjumma. Ini aku sudah bersama Yoora, tapi dia tidak percaya jika Ahjumma menyuruhku memboncengnya.’

‘berikan telponnya pada Yoora, aku akan bicara padanya.’

‘ne.’

“ini KwonAhjumma.” Ia menyerahkan ponselnya ke arahku yang langsung kuambil dengan cekatan. Mungkin ia memang berbohong soal acara titip menitipkan, memang aku barang bisa dititip-titipkan?.

‘Eomma, kenapa aku harus pulang dengannya? Aku tidak mau, TITIK!”

‘tidak Yoora, kau harus pulang dengannya, TITIK!’

‘EOMMAAAA…………….’

‘tut………..tut………….’ sambungan telepon terputus, aku langsung bernafas lemah dan berjalan lemah ke arahnya yang menyeringai.

“hanya untuk hari ini, jika saja aku tidak ketiban sial, aku pastikan aku tidak akan pernah sekalipun mau kau boncengi Tuan Oh Sehun.” Aku berdiri dengan malas dan berjalan menuju ke arahnya yang menyeringai.

“tidak usah berkelit, kau tahu gadis-gadis di luar sana banyak yang mengantri untuk kuboncengi? Dan kau secara cuma-cuma kuboncengi dengan gratis tanpa imbalan. Kau adalah gadis terberuntung yang pernah ada.” Ucapan percaya dirinya membuatku berlagak sok muntah.

“cih, percaya diri sekali kau. Cepat jalankan motornya!” tak mau memperpanjang percakapan yang terdengar seperti omong kosong, aku yang sudah menaiki motornya segera mengajukan perintah.

“pegangan, jika kau tak mau terjungkal!” ia memperingatiku namun dengan keras aku menolaknya.

“shireo!”

“ya sudah.”

‘BROOOOMM………………BROOOOOMMMMMMMM……………..’ motor digas dengan kencang sebelum sepenuhnya dijalankan. Aish, padahal aku sudah sering menaiki bahkan mengemudikan motor seperti ini. Tapi kenapa aku malah refleks memegang pinggangnya karena kaget, dan jika saja aku tak memeluknya mungkin aku sudah benar-benar terjungkal kebelakang dan naasnya terjatuh menggelundung ke aspal.

“bagaimana?”

“kau menang kali ini Oh Sehun, tapi hanya untuk kali ini, camkan itu!” aku mengeratkan rengkuhanku pada pinggangnya, sialan aku dikerjai.

“HAHA.” Tertawa keras yang membuatku tak segan-segan mencubit pinggangnya.

“ish.” Aku mendecih, kenapa harus ada manusia sepertinya di dunia ini?”

“peluklah lebih erat, karena terasa ada yang mengganjal di punggungku.”mataku melotot mulutku menganga lebar, dasar manusia cabul.

“MWO?? Dasar byuntae!”

“keke, kau lucu sekali jika seperti itu.” Apa? Lucu? Lihatlah bagaimana menyebalkannya laki-laki ini.

“cih, dasar menyebalkan.”

“jadi kita pulang ke rumah atau mampir ke hotel terlebih dahulu?” apa katanya? Hotel? Apakah kalian tahu seberapa mesumnya otak laki-laki yang katanya malaikat ini?.

“untuk apa ke hotel?”

“kau tidak ingin menghabiskan malam yang indah ini bersamaku?” pertanyaan namun sebuah pernyataan otak mesumnya yang langsung membuatku naik pitam.

‘tukkkkkk………’ kupukul kepalanya yang berlapis helm dengan sadis.

“awwwwww…….. appo.” Ia meringis kesakitan dan malah membuatku terkekeh menang.

“rasakan itu! Singkirkan otak mesummu itu, atau aku akan memukul kepalamu hingga bonyok.”  Ancamanku tak dihiraukannya yang kini malah memasang wajah sok menantang.

“coba saja jika bisa, atau kau akan mendapatkan balasan yang setimpal akan perbuatanmu. Dan bisa kuprediksi, kau akan menyesalinya.” Aku meliriknya sinis yang juga melirikku dari kaca spion. Kulihat seringaian yang entah kenapa di mataku sangat menyebalkan dan membuatku ingin menyobek mulutnya.

Tak berselang lama, kami telah sampai di depan rumah besar berpagar hitam, yaitu rumahku. Aku dengan cekatan turun dari motornya lalu berjalan menju gerbang. Namun  langkah keduaku terhenti kala tangan kiriku ditahan. Aku menoleh mendapatinya menatapku aneh. Ada apa dengan laki-laki ini? Apa ia kerasukan setan?.

“Chamkkanman! Apa kau tidak mau mengucapkan terima kasih padaku karena sudah sudi memboncengmu?” ia menahan tangan kiriku, aku menatapnya tak mengerti lalu mendengus setelah mendengar penuturannya.

“tidak, minta saja pada Eomma. Bukankah dia yang menyuruhmu, jadi tidak ada hak bagimu untuk mendapatkan ucapan terima kasih dariku.” Aku langsung berbalik, namun lagi-lagi aku dibuat kesal olehnya yang kembali menahan tangan kiriku.

“apalagi?” aku berbalik dengan malas.

‘cupppp………….’ aku terdiam di posisiku yang membatu di tempat. Belum menyadari kejadian apa yang beberapa detik lalu terjadi. Ia telah mencuri ciuman dariku tiga kali. Dan aku dengan bodohnya mematung di tempat seperti orang gila.

“itu sebagai ucapan terima kasih juga sebagai imbalan karena aku sudah mengantarmu dengan selamat sampai ke rumah. Anyheong, Sweetie!” ia melambai-lambaikan tangannya setelah mengucapkan salam selamat tinggal yang diakhir kata tersemat pinggilan menjijikkan.

“HUH? YAK OH SEHUN SIALAN KAU!” setelah sadar dari acara bodohku, aku meneriakinya yang telah berbelok ke rumahnya yang tepat di sebelah kiri rumahku. Sial, ia telah mencuri ciumanku lagi, aku bisa gila detik ini juga, atau aku memang sudah gila?.

“Appa dan Eomma akan ke Jepang untuk perjalanan bisnis, jadi kau di rumah dan belajarlah bersama Sehun, Oke?” aku yang berada di ruang santai, lebih tepatnya sedang menikmati acara TV balap motor GP langsung menoleh ke arah wanita berumur 40 tahunan, yang merupakan Eomma-ku.

“Sehun?” aku mengajukan pertanyaan, kenapa harus bawa-bawa nama laki-laki iblis itu?.

“itu dia. Sehun-a kemarilah!” hah, jadi benar dia ke rumahku? Whatthehell?

“anyheongAhjumma, AnyheongYoora-ya!” kulihat wajah sok manisnya yang malah terlihat menyebalkan di mataku. Dasar bermuka dua, bisa-bisanya dia sok manis di depan Eommaku? Iblis terkutuk dia.

“nah sekarang Sehun-a kumohon ajari anak malas ini, Ahjumma pergi dulu. Dan jangan segan-segan untuk memberinya pelajaran jika ia malas, aratchi?” pesan Eomma kepada Sehun yang menurutku seperti sebuah pesan kematian untukku.

“ne, Ahjumma.” Ia membungkuk ke arah Eomma lalu kembali menegakkan tubuhnya.

“Eomma berangkat, jaga dirimu baik-baik.” Eomma mengusap kepalaku lalu berjalan menjauhiku dengan koper besarnya.

“ish, menyebalkan!” aku merutuk, kenapa hari ini begitu menyebalkan, sih?. Aku berbalik dan menemukan seonggok manusia tengah tersenyum ke arahku, alisku bertaut keningku berkerut. Ada apa dengan iblis berwujud manusia ini?

“kau kenapa?” langsung kulancarkan protes tak suka akan tatapannya yang tertuju padaku.

“tidak aku tidak kenapa-kenapa.” Lalu ia membalas santai.

“kau pulang sajalah! Aku sedang tidak ada nafsu untuk belajar.” Aku berjalan meninggalkannya menuju kamar setlah menyerukan kalimat pengusiran. Melangkah malas dengan segala beban berat yang kupikul di pundakku.

“tidak bisa, ini amanat dan tidak ada yang bisa membantahnya, termasuk kau KwonYoora.” Aku berbalik dengan kesal mengarahkan netra tajamku ke arahnya yang menyeringai.

“cih, kau jangan sok jadi pahlawan. Kau benar-benar iblis terkutuk!” aku bersedekap dada sambil menatap nyalang ke arahnya.

“aku malaikat, bukan iblis. Dan dengan beraninya kau menyebutku iblis, kita lihat dan aku akan membuktikan seperti apa iblis itu sebenarnya.” Dan kalian tahu apa yang ia lakukan setelahnya?.

“YAK! YAK!” aku berteriak kencang saat ia dengan lancangnya mendorongku menuju ke dalam kamar. Kusumpahi kau iblis terkutuk!. Ia masih mendorongku, mendorongku ke dinding kamarku.

Hingga punggungku menabrak dinding dengan telak, aku menatapnya nyalang. Ia tertawa melihatku yang hanya pasrah akan perbuatannya. Aku meronta-ronta di bawah kuasanya, ia menahanku kuat. Kenapa aku tidak bisa berbuat apa-apa? Apa yang sebenarnya terjadi padaku?. Aku bahakn tak bisa berkutik saat ia mulai memajukan wajahnya menuju ke wajahku yang termangu. Kenapa, kenapa wajah iblisnya berubah menjadi wajah malaikat jika kulihat dari sini?.

Sedikit demi sedikit jarak yang tercipta diantara kami mulai terkikis. Namun dengan bodohnya aku masih tak melakukan perlawanan, aku kenapa? Kenapa tubuhku terasa kaku untuk digerakkan?.

Terjadilah, tejadilah ciuman yang keempat. Ia menciumi bibirku dengan lembut, dan perasaan macam apa ini? Persaan apa yang berwujud seperti aku sedang melayang –layang di udara bersama ribuan kupu-kupu. Aku tak bisa memungkiri, ciuman ini terasa begitu memabukkan. Ada apa denganku? Apa yang terjadi padaku? Tuhan selamatkan aku!.

Bibirnya masih aktif melumat bibir bawah dan atasku bergantian, membuatku melenguh beberapa saat setelah ia memasukkan lidahnya untuk mengabsen setiap inchi dalam mulutku. Dan kenapa bibir biadab ini membalasnya dengan refleks tanpa aku menyuruhnya. Kebodohan macam apa yang semakin membuatku menggila?. Aku mengutuk diriku sendiri yang menerima perlakuannya bahkan membalas ciumannya.

Kenapa bibir sialan ini ikut mengimbangi permainannya? Kenapa?. Ia mengunciku, dengan menghalangi gerak tubuhku menggunakan kedua lengannya yang ia letakkan di sisi kepalaku. Kepala kami miring ke kanan dan ke kiri bergantian, mencari posisi yang nyaman untuk melanjutkan adegan yang sudah beberapa menit ini berlangsung. Saling melumat bergantian, membalas setiap aksi lawan dengan imbang. Tidak lagi ada penolakan, karena sepenuhnya aku telah terbuai, terbuai akan buaian iblis berwujud manusia di hadapanku ini.

Aku melenguh beberapa kali, saat tangannya mengelus pundakku seduktif. Tidak bisa, ini tidak bisa berlanjut, aku harus menghentikannya.

‘Lep-lepaskan oh Sehun!” aku mendorongnya hingga ia menjauh beberapa sekat. Aku bernafas ngos-ngosanbegitupun dengannya. Aku memejamkan mataku kuat-kuat, oksigen dalam tubuhku seperti telah menghilang akibat ciuman mendalam beberapa detik lalu.

—Sehun POV—

‘Lep-lepaskan oh Sehun!” ia mendorongku hingga aku menjauh beberapa sekat darinya. Netraku menangkap sosoknya yang bernafas terenggal di posisinya, seperti kehilangan pasokan oksigen karena ciuman beberapa detik lalu. Bibirku melengkung, membentuk sebuah senyuman yang kutujukan untuknya.

“bagaimana? Apa sekarang kau tahu bagiamana iblis itu sebenarnya?” pertanyaanku sukses membuatnya mengalihkan pandangannya ke arahku. Ia menatapku sebal, haha sudah kubilang jangan meremehkan seorang malaikat seperti Oh Sehun ini.

“NEO!!!!!!!! Berani-beraninya menciumku lagi.” Ia menjuk-nunjukku dengan muka garang. Hehe, aku tertawa dalam hati, namun bibirku nyata menampilkan seringaian.

“bukannya kau juga menikmatinya? Kau juga membalas ciumanku Nona Kwon.” Skak mat, ia termenung di tempatnya sambil menatapku tajam.

“aku, aku-“ ia tergagap, seperti tidak ada lagi ruang untuk menghardik pertanyaan yang sebenarnya sebuah pernyataan dariku.

“apa, jangan bilang kau mau yang lebih?” aku mencoba menggodanya, lihatlah, pipinya bahkan merah merona seperti tomat busuk.

Kau sangat lucu juga semakin cantik KwonYoora, apa kau tidak menyadari itu?. Dan jangan menampilkan wajah cengomu yang di mataku malam terkesaimut itu, atau aku akan menghabisimu malam ini juga. Tenang Oh Sehun, tenang. Belum saatnya kau melakukan itu, pendamlah hasrat nafsumu yang semakin bergelora itu. Sudah cukup ciuman panas beberapa menit lalu, yang bahkan hampir membuatku lupa dunia.

Bibir itu, bibir yang saat ini bungkam. Kenapa aku sangat ingin merasaknnya lagi? Akh, kenapa nafsuku selalu tidak bisa kutahan saat berhadapan dengan gadis ini. Dan sudah lama aku memperhatikan gadis berlesung pipi di depanku, sejak pertama kali aku menjadi tetangganya beberapa tahun lalu. Aku, aku seperti terhipnotis. Tapi aku harus menahannya, sampai waktunya tiba.

Aku menghampirinya yang masih mematung, kutarik tangan kanannya menuju sebuah meja yang terletak di sudut kiri ruangan ini. Meja belajar dengan beberapa tumpuk buku berantakan yang benar-benar membuat mataku sepet melihatnya. Kepalaku geleng-gelang, jadi ini maksud dari KwonAhjumma tentang gadis pemalas di sampingku yang hanya menurut perintahku.

“kau benar-benar gadis pemalas, ya?” aku mengutarakan argumen yang sejak beberapa detik lalu menggerogoti pikiranku. Ia menolehku sinis, sepertinya tidak terima dengan olokanku atau memang mungkin bukan sebuah olokan melainkan sebuah kenyataan.

Yah, walaupun aku termasuk siswa badung namun pintar, tapi aku menyukai kerapian. Jadi kala melihat pemandangan yang tersaji dengan tidak apiknya aku langsung gatal ingin menyingkirkannya. Aku melepaskan cekalan tanganku lalu beralih berjalan menuju tumpukan buku yang tidak tertata rapi di tempatnya. Aku mengambilnya satu persatu lalu mulai merapikannya, dan munumpuknya rapi.

Aku mangalihkan pandanganku dari buku-buku yang sudah rapi ke arah gadis yang berdiri tak jauh dariku. Aku menghembuskan nafas lalu menatapnya maklum. Tak segan menarik tangannya kemudian, menariknya duduk di kursi belajar. Aku ikut mendudukan tubuhku pada kursi di sebelahnya. Ia bersedekap dada sambil menenatap malas buku-buku fisika yang telah kupersiapkan untuk belajar kali ini.

“jangan hanya ditatap, kau harus belajar untuk memperbaiki nilaimu yang semakin merosot itu. Oh iya, aku akan jadi tutormu mulai sekarang, jadi kau harus menurut padaku.”

“APA? Shireo!” ia hendak berdiri dari duduknya, namun aku kembali menariknya duduk hingga ia mendengus kesal.

“nilaimu merosot dan KwonAhjumma menyuruhku untuk mengajarimu.”

“jangan bilang kalau kau yang mengadukannya pada Eomma?” aku  hanya mengangguk sebagai jawaban, selanjutnya aku membuka buku paket fisika yang setebal 200 halaman lebih itu.

“cha, kita mulai belajarnya. Jadi, dari mulai bab mana yang tidak kau mengerti?” aku mengajukan pertanyaan yang mendapat jawaban tak terduga.

“semua.”

“MWO?? Kwonyoora kau-“

“apa? Kau tidak sanggup? Sudah kubilangkan, kau tidak usah mengajariku karena aku sedang sangat malas.”

“siapa bilang, justru karena kau tidak mengerti semuanya, aku harus berlama-lama bersamamu. Oke, tidak masalah.” Aku beralih membuka halaman depan, mengabaikan ekspressi apa yang akan ia tunjukkan.

“aku tidak mau, aku tidak mau.”

‘Cupppp…………..’

“diam dan belajar, atau aku akan terus menciumimu sampai kau tidak bisa benafas, hem?” ia bergidik mendengar ancamanku, jadi ini jurus termanjur untuk membuatmu menurut? Oke kita mulai sekarang.
“kau hanya bisa mengancam. Arasseo, arasseo. Jadi kita belajar mulai dari mana?’ ia mengalihkan fokusnya pada lembar buku yang sudah kubuka. Lantas aku menunjuk halaman buku itu, ia meringis memperhatikan beberapa deret rumus yang langsung membuatnya mengacak rambut.

“kenapa?” satu pertanyaan meluncur dari mulutku saat melihatnya melakukan aksi mengacak rambutnya.

“kepalaku pusing saat melihat rumus-rumus sialan ini.” Aku terkekeh menanggapinya, lalu tanganku terulur untuk mengacak rambut sebahunya hingga terlihat sangat berantakan.

“apa sih?” ia yang tidak terima menyingkirkan tanganku yang bertengger di atas kepalanya.

“kita mulai sekarang. Ini adalah rumus mencari kecepatan…………”

“nah, sekarang kerjakan soal-soal ini berdasarkan rumus yang sudah kujelaskan!”

“bagaimana caranya?” aku merosotkan bahu setelahnya, gadis ini sunguh.

“bukannya aku sudah menjelaskannya? Jadi sekarang kau kerjakan soalnya berdasarkan rumus-rumus itu.”

“aku tidak bisa.”

‘Cupppp…………..’ aku menciumnya kilat sebagai hukuman.

“YAK!” ia mengajukan aksi protesnya.

“aku akan mengukummu dengan ciuman jika kau tidak bisa mengerjakannya, aratchi?”

“baiklah, aku akan mencoba mengerjakannya.”

“hem, cobalah!”

“……………………”

“sial, aku tidak bisa. Upsss…………”

‘Cupppp…………..’

“YAK!”

“sudah kubilang, aku akan menciummu jika kau tidak bisa mengerjakannya. Coba lagi!”

“ish…………”

“…………………”

“bagaimana? KwonYoora, KwonYoora.” Aku mengguncang-guncang tubuhnya, ia tertidur ternyata. Huh, sungguh gadis pemalas.

“Kwon-“ ucapanku terputus kala netraku kembali terfokus pada bibir merah jambu yang terpampang nyata di hadapnku. Aku menelan ludah susah, kenapa bibir itu sungguh menggoda?. Aku mendekatkan wajahku pada wajahnya yang tertelungkup di atas meja dengan posisi miring ke arahku. Aku tidak bisa menahannya lagi untuk tidak menciumnya, bibir itu terus menarikku untuku mendaratkan ciuman.

Bibirku hendak menjangkau bibir tipis nan mungilnya, namun……………

‘ceklek………….’

“Nona, Tuan minum-”

“Oh!”

—TBC/END—
Hai hai, aku kembali bawa ff baru loh#nggaknanya#. Oke oke, gini aku sebenernya lagi lari dari kenyataan, lari dari pervertSehun yang idenya tiba-tiba mogok. Padahal udah tinggal dikit, mungkin sekitaran 500 word tapi masih amburadul bahasanya. Jadi masih perlu pengembangan gitu ceritanya. Ff ini aku buat sekali jadi loh, walau ada sekat beberapa menit. Dari jam 5 sore sampai jam setengah 12 malem, kebayangnggakgimana aku maksanya.

Aku nunggurespon dari kalian, mau dilanjut atau berhenti sampai sini aja?. Plese beri aku saran, oke?

—Thank You—

—SEE YOU LATER—

31 responses to “[FREELANCE] Perfect or Pervert #1

  1. Hihihi seru ceritanya alurnya gak kecepatan, feel nya dapet. sehun mah mesum amat -_-. Yang sabar yah kwon yoora kkk😀. Tunggu waktunya? Emangkenapa, ada apa dengan mereka berdua? Atau mereka mau dijodohkan? Ditunggu next chapnya hihi

  2. Aaakkk bikin chapter donk, unnie 😂 ceritanya lucuuu ish si yoora ngegemeshin… Kl jd yoora tiap detik gue bakal bilang ‘tidak bisaaa’ lol lol hukumannya itulooh yg bikin nagih akakaka #pervertme

    ^.^

  3. wah debak,gokil banget ni ff,aku bakalan ikutin terus ni ff,lucu,ga kebayang bagaiman seterusx ff in

    maaf eon,aku ga ikutin lg ff author y judulx pervert,soalx kemaren agak susah bacanya,biasa terlahang kesibukan,tpi kalo y ini aku bakalan ikutin terus kalo ga sibuk

    keep writing thor

  4. Astagah sehun…. Kelakuan kok ya….. Itu apalah….. Anak orang di bikin keki sama aksi ciumannya… Satu hari ciuman berkali kali… Kampay menang banyak tuh anak… Hahahhahaa… Ngakak sumpah…

  5. wkwkwkwk ff pelarian toh… tapi suka ide ceritany ini school life… udh agk bosrn ma ff marriage life… semoga ff ini bisa lnjut trz… d tunggu chap slnjutny… keep writing ya…

  6. Hahahaha jadi sehun yg naksir duluan😄
    Yooraaa kau sudah terjebak pesona uri sehun…

    Btw, alurnya kecepetan kata aku mah😛 tapi penulisannya rapih kok eonn (y)
    Ditunggu nextnya😄 Keep writing~

  7. ceritanya seru,, g’ ngebosenin.. yoora & sehun lucu tingkahnya,
    cyaaa siapa tu yg gangguin??ART ya..
    d tunggu next chap.nya thor

  8. huuaaaaaa…. bagus nih.. keren thor
    tbcnya pas banget ya.. lagi kepergok wkwkw
    next chap ditunggu ya thor jan lama2 hhehehee..

    keepwriting^^

  9. Dilanjut please ceritanya, bagus. Sehun ternyata badung dan mesum tapi pintar dan rapi juga.sedangkan yoora yang bego,pemalas dan beeantakan.mereka dua orang yang berbeda tapi saling melengkapi, ehm…..jadi envy gue.sehun sudah menemukan cara terampuh untuk membuat yoora belajar,selamat.

  10. wah amazing, keren aku suka penggambaran ke-2 tokoh nya, sehun ama yoora ada POV masing” jd gk bingung hehe.. disini sehun byuntae bgt ya… gk nyangka, bad boy clever gtu (apa) kyknya mereka bakal cocok bgt… aku mah kalo jd yoora udh bahagia/? tapi gk jg sih mana mau ama playboy walau ganteng skalipun haha… keeo writing and hwaiting juseyo author~

  11. Wahh si sehun perfect .. hahah korbanx yah si yoora.. dasar yehett.. aku jg kw.. hahahaha
    Oh dijadiin chapter dong jgn berhenti…

  12. Waaahhhh seru nih kayaknya meskipun baru sempet baca satu chapter. Sehunnya gitu banget deh sama yoora. Main cium anak orang sembarangan. Semangat terus ya buat author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s