Taste the Feeling – Angelina Triaf

lu

Angelina Triaf ©2016 Present

Taste the Feeling

Luhan with Park Cheonsa (OC) | Fluff | G | Ficlet

“It feels good when your eyes are full of me.”

0o0

Langkah kakinya begitu cepat, namun sepertinya masih kalah cepat jika dibandingkan dengan garis senyuman Luhan yang semakin lebar. Dengan satu tangan menenteng sepasang sandal lucu berwarna rose pink dan tangan lainnya membidik kamera ke arah sang gadis, bahkan angin pun seakan membantu mereka untuk meningkatkan romantisme.

Rambut pirang si jelita beterbangan dengan cantiknya.

“Bagaimana fotonya?”

Setelah beberapa detik sibuk dengan angin nakal yang hampir menyingkap roknya, sepasang mata biru itu akhirnya bisa mengalihkan pandangannya pada Luhan. Jarak mereka terlampau beberapa meter, dan suara ombang tak menjadi alasan bagi Luhan untuk mengabaikan teriakan barusan.

Luhan tak langsung menjawab, dan si gadis kini sibuk mengikat rambutnya yang ikut tertiup angin. “Kak Luhan!”

“Cheon, diam di situ!”

Bahkan kini Luhan berlari, sesegera mungkin mencapai tempat di mana Cheonsa berdiri terdiam saat ini.

Satu langkah. Dua langkah.

“Sudah cukup main airnya, sekarang pakai sandalnya dan kita pulang.” Luhan berjongkok di hadapannya, memakaikan kedua kaki di hadapannya sandal yang telah ia bawa sedari tadi.

What?”

“Tidak ada bantahan, sayang.”

“Tapi―Kak Luhan!”

Percaya jika ucapan saja tak akan mempan, maka Luhan langsung saja menggendong tubuh mungil itu, yang nyatanya refleks membuat Cheonsa membulatkan mata karena kaget dan otomatis melingkarkan kedua tangannya di leher Luhan.

“Kenapa pulang? Bagaimana dengan foto untuk tugasmu?”

“Aku sudah dapat banyak foto bagus hari ini.”

“Tapi kan―”

“Ssstt … jangan membantah terus dan nikmati saja angin sorenya.”

Mengabaikan angin sore yang mengelitiknya, ternyata Cheonsa diam-diam menatap mata Luhan selama beberapa menit.

Dua hazel yang indah, dengan cerminan dirinya yang tersenyum manis serta banyak cinta tak kasat mata di dalamnya. Tentu saja, hanya Cheonsa yang bisa melihatnya, karena ia pun merasakan hal yang sama.

Selalu ada cinta di tiap tatapan mereka, dan menurut keduanya itu adalah hal yang sangat menyenangkan.

“Sudah kubilang nikmati saja angin sorenya, bukan memandangiku seperti itu.”

“Anginnya dingin.”

“Mau kuturunkan lalu kupeluk?”

“Kubilang dingin, bukan ingin dipeluk.”

“Kukira itu kode?”

“Kak Luhan!”

Menggoda Cheonsa merupakan hal kedua yang Luhan sukai. Sangat suka sampai terkadang membuat gadis itu ingin sekali mengubur dirinya di tanah ketimbang membiarkan Luhan merasa menang saat melihat semburat merah muda di pipinya.

FIN

4 responses to “Taste the Feeling – Angelina Triaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s