Wolf’s Eternal Love (Teaser)

img_7071

A collab fiction by Ferrina & Angelina Triaf

Wolf’s Eternal Love

(Teaser)

Cast:

Huang Zitao, Oh Sehun (EXO) with Park Cheonsa, Zhen Yilyn (OC) | Fantasy, School-life, Romance, Myth | PG-17 | Chaptered

0o0

Sore ini lapangan terlihat sangat sepi. Tak banyak juga orang yang berlalu-lalang di koridor sekolah. Terang saja, sekarang jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Semua murid mungkin lebih memilih untuk pulang ketimbang menghabiskan waktu istirahatnya yang berharga untuk terus menetap di sekolah.

“Ayo sini, kau tak akan bisa melawanku! Aku yang akan menang!”

Terdengar suara seorang pemuda bersamaan dengan suara debaman bola basket di lapangan. Pemuda tinggi dengan rambut hitamnya yang acak-acakan, menambah kesan memesona atas wajahnya yang ditimpa cahaya mentari senja.

“Tidak, aku yang akan menang darimu!”

Gadis yang lebih pendek beberapa senti darinya kini tengah mencoba untuk merebut bola yang terus dikuasai sang pemuda. Semangatnya sangat membara karena kesal melihat wajah meremehkan sahabatnya itu.

“Tao, bisakah kau mengalah pada seorang gadis?!”

“Memangnya kau seorang gadis?”

Suara tawa Tao menggelegar sampai terdengar ke segala penjuru, sedangkan gadis yang ditertawakan mengambil kesempatan itu untuk merebut bolanya. Namun sebelum sempat merebut bola itu, Tao sudah lebih dulu melempar bola basket itu ke ring.

Tapi naas, bola itu melambung lebih tinggi dari yang ia perkirakan. Melewati papan ring dan terus melambung jauh sampai…

“Aw!”

“Cheonsa, bagaimana itu?!”

Terdengar rintihan kesakitan seorang gadis di sisi lain lapangan. Hal itu membuat Tao syok dengan mulutnya yang menganga juga Cheonsa yang refleks menepuk keningnya sendiri, merasa malu memiliki sahabat ceroboh seperti Tao.

“Kenapa masih tanya? Cepat tolong dia!”

Tao langsung berlari ke tempat di mana gadis yang terkena bola basket tadi terduduk mengenaskan sambil memegangi pelipisnya. Buku yang ia bawa sudah tergeletak tak berdaya di sampingnya. Tao semakin merasa bersalah dan cepat-cepat membantu gadis itu berdiri, sampai melupakan bola basket milik Cheonsa yang hilang entah ke mana.

“Kau tidak apa-apa? Ada yang terluka? Maaf aku tidak sengaja.”

Setelah gadis itu berdiri sempurna, Tao kembali berlutut untuk mengambil buku-buku yang berserakan sambil terus meminta maaf. Gadis itu hanya tersenyum, menandakan dirinya baik-baik saja. Tapi melihatnya masih terus memegangi pelipisnya membuat Tao semakin merasa bersalah.

Hening. Tak ada di antara mereka berdua yang memulai pembicaraan. Gadis itu terlalu sibuk meredakan rasa kaget dan sakitnya sementara Tao terlalu sibuk memikirkan apa yang kira-kira gadis itu pikirkan. Apa jangan-jangan gadis itu tengah mengucapkan sumpah serapahnya dalam hati?

“Ah, eum―ya, aku Tao, murid kelas 11-1. Mungkin jika kau ingin menuntutku di kemudian hari, maksudku ya … Aduh, apa ya?”

“Hahaha, kau lucu. Aku Lyn, murid kelas 11-3. Jangan khawatir, aku tak akan menuntutmu.”

Lyn tersenyum lalu meninggalkan Tao, kembali melanjutkan jalannya menuju perpustakaan seperti tujuannya semula. Berbanding terbalik dengan Tao yang justru hanya terpaku menatapi punggung gadis itu yang perlahan menjauh. Entah mengapa ada perasaan aneh di dalam dadanya.

“Cantik…”

“Tao, mengapa lama sekali?!”

Kekaguman Tao pada gadis itu buyar oleh teriakan super keras Cheonsa. Gadis manis itu menatap Tao menelisik. Sepertinya ada yang aneh dengan sahabatnya itu. Apa jangan-jangan Tao kerasukan hantu penunggu sekolah?

“Tao, mana bola basketku?”

Berkali-kali Cheonsa mengguncang-guncangkan bahu Tao, namun pemuda itu tak berniat sedikitpun untuk meresponsnya. Cheonsa akhirnya menghela napas sebelum ia memulai aksi sadisnya.

“HEI! HUANG ZITAO, CARI BOLA BASKETKU ATAU KAU KUBUNUH!”

Tepat sasaran. Tao langsung memegang telinganya yang sakit akibat teriakan tujuh oktaf Cheonsa. akhirnya gadis itu tersenyum puas saat melihat Tao yang sedang mencari ke mana perginya bola basket menyebalkan itu. Namun sepertinya ada hal lain yang Tao pikirkan. Gadis yang tadi. Lyn.

Sepertinya Tao menyukainya.

0o0

Kelas 11-1 sedang heboh karena kedatangan murid baru yang sangat tampan juga menawan. Namanya Oh Sehun. Tinggi, putih dan segala bentuk kesempurnaan lainnya terukir pada fisiknya. Kini ia sedang memperkenalkan dirinya di depan kelas. Kebetulan saat ini pelajaran Pak Shin, wali kelas mereka.

“Nah Sehun, kau bisa duduk di samping Cheonsa. Yang itu.”

Sang empunya nama tersentak kaget dan langsung mengangkat tangannya. Sehun menatap Cheonsa agak lama, sampai sesuatu membuat Cheonsa kembali membulatkan matanya. Sehun, matanya itu … berubah warna menjadi merah darah. Benarkah yang Cheonsa lihat ini?

“Tao … Dia itu…”

“Jangan lihat matanya. Tenanglah, Cheon.”

Tao yang duduk di seberangnya memang sudah merasakan hawa aneh semenjak Sehun masuk tadi. Ia khawatir melihat Cheonsa yang sudah seperti orang yang habis melihat hantu tepat di depan matanya. Cheonsa benar-benar kesulitan mengatur napasnya saat ini.

Sehun kini tengah berjalan menuju tempat duduknya, di samping Cheonsa. Entah mengapa waktu terasa bergerak lambat bagi Cheonsa. Tatapan Sehun semakin menghujamnya, bahkan Cheonsa sedang berusaha keras untuk menunduk dan tak mau menatap bulatan merah darah itu.

Setelah Sehun duduk di kursinya, entah mengapa Cheonsa merasakan keheningan yang aneh. Semua murid tampak sangat memperhatikan penjelasan guru di depan kelas, namun tidak dengan Cheonsa. Dirinya tidak tenang.

“Santailah, Cheonsa. Aku tak akan menggigitmu. Mungkin menciummu jauh lebih menyenangkan.”

Lagi-lagi, Cheonsa membulatkan matanya mendengar kalimat kelewat pelan yang Sehun ucapkan. Cheonsa mendengarnya, sangat jelas.

Apa maksudnya ia bicara seperti itu? Siapa sebenarnya Sehun? Cheonsa akhirnya dengan segala keberaniannya yang tersisa menoleh ke arah Sehun yang kini juga tengah menatapnya.

“Akhirnya aku menemukanmu.”

Sehun menyeringai tipis, tak lupa dengan kilau merah matanya. Cheonsa yang syok hanya bisa diam mematung. Memikirkan kalimat ambigu Sehun dan mencoba menggali makna di dalamnya. Namun hanya satu kesimpulan yang Cheonsa dapatkan.

Bahwa Sehun bukan manusia biasa dan ia akan terikat bersamanya.

TBC

  • It’s my old collab fiction with Ferrina, thank you, Kak^^
  • Will be posted every Friday guys, so stay tune.

11 responses to “Wolf’s Eternal Love (Teaser)

  1. Sehun manusia serigala kah? Terus cheonsa sama tao tuh siapa? Manusia atau apa?
    Ah penasaran, ditunggu chapt 1 nya ^^

  2. Aaaaa keren nih .. cast utamamya sehun kan ???? Please harus dia hehehe . Atau mungkin tao ? … aku tunggu chap awalnya

  3. Annyeong! aku udh komen di chap 1! dan aku ingin memperkenalkan diri Adinda Namira imnida~ atau Nami Kim. izin membaca nde? hehe salam kenal author !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s