My Perfect Girl (Chapter 2) by Choi Yura

mpg-chap-1

Author: Choi Yura │ Cast: Oh Sehun, Park Jang Mi (OC) │Other Cast: Park Chanyeol, Kim Jong In, Lu Han │Genre: Romance, Drama │Rated: PG-17

****

Previous Chapter : Prolog │ Chapter 1

****

Malam hari ini, pesta perayaan ulang tahun Moon Group yang ke-30 tahun diselenggarakan di aula hotel Moon. Hotel Moon sendiri merupakan salah satu usaha yang berada di bawah naungan Moon Group, juga masuk dalam jajaran hotel termewah seKorea Selatan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ciri khas megah dan klasik selalu melekat pada pesta perayaan Moon Group. Meski sudah hampir tujuh tahun Jang Mi tidak pernah menginjakkan kakinya di pesta itu lagi, tapi setidaknya dia masih ingat betul bagaimana desain dan cara penataan pesta itu. Jang Mi yang tidak suka dengan suasana di pesta itu lebih memilih menyendiri di salah satu sudut ruangan bersama segelas wine di tangannya.

Gadis itu berdiri dengan perasaan gelisah karena gaun putih yang dikenakannya, membuatnya beberapa kali harus menggaruk-garuk baju lengan panjangnya. Padahal sebelumnya Jang Mi tidak pernah merasa risih saat sedang mengenakan gaun. Mungkin posisinya yang saat ini sedang berada di dalam pesta itu, maka itu dirinya merasa sangat risih. Jadi dia sama sekali tidak menyalahkan gaun pilihan Sehun. Ya, walaupun dia sempat menolak saat disuruh untuk mengenakannya.

mbc-entertainment-awards-2015-07

Tangan Jang Mi bergerak, meletakkan gelas wine miliknya di atas meja. Lalu melipat kedua tangannya di depan dada dan memandang Sehun yang sedikit jauh dari tempatnya dengan sinis. Pria itu mengenakan tuksedo berwarna hitam, yang sejak tadi tidak henti-hentinya bersikap ramah kepada orang-orang yang lebih dulu menghampirinya.

cfwtmm2viaa-99y

Apakah pria itu sebegitu terkenalnya, sampai-sampai banyak rekan kerja dan para tamu yang menyapanya. Ah, terserahlah. Itu bukan urusan Jang Mi. Yang terpenting sekarang, pria itu tidak di dekatnya serta tidak mengusik ketenangannya.

Namun tidak lama kemudian, Sehun pamit kepada orang-orang di dekatnya dan berjalan menuju Tuan Park Chun Sik yang baru saja memasuki aula hotel bersama bawahannya. Sehun langsung membungkuk memberi hormat lalu berjalan di samping pria tua itu.

Wajah Jang Mi berubah murung ketika menyadari kehadiran kakeknya. Tanpa ingin berlama-lama lagi, dia memutuskan untuk meninggalkan pesta itu. Namun tiba-tiba saja tangan seseorang memegang lengannya, membuatnya tidak dapat melanjutkan langkahnya. Sistematis gadis itu segera menggerakkan lengannya dengan kasar dan berbalik untuk melihat si pemilik dari tangan itu.

Ternyata si pemilik tangan itu adalah Oh Sehun. Dan anehnya lagi, bagaimana bisa pria itu mendekatinya dengan sangat cepat? Padahal posisi mereka sebelumnya terbilang cukup jauh.

“Mau ke mana kau?” tanya Sehun dengan ekspresi tak tertebak.

Jang Mi mendesah menahan tawa mengejeknya. “Ke mana aku pergi itu bukan urusanmu. Urus saja urusanmu sendiri,” ujarnya santai namun terselip nada mencemooh.

Sehun memejamkan matanya sejenak, mencoba menahan emosinya. “Malam ini kau harus tetap berada di sini. Kakekmu ingin mengenalkanmu pada teman bisnisnya,” jawabnya dengan tidak kalah santainya namun terdengar tidak ingin dibantah.

“Aku tidak mau. Memangnya siapa kau berani-berani mengaturku? Kau hanya seorang yang dipekerjakan kakekku, jadi jangan pernah berpikir kalau kau dapat mengendalikan hidupku. Kau bukan siapa-siapa meski kau seorang pengacara sekalipun.” Mata dan wajah Jang Mi memancarkan kebencian yang terlihat nyata.

Mata Sehun memandang lurus mata Jang Mi. Entah mengapa, ekspresi Sehun menjadi semakin sulit untuk ditebak. Seperti ada sisi gelap yang seolah bersembunyi dalam dirinya dan Jang Mi dapat merasakan itu. Namun persepsinya langsung hilang ketika Sehun mulai bersuara.

“Kau benar. Aku bukan siapa-siapa dan tidak ada apa-apanya. Namun permintaan kakekmu adalah perintah bagiku yang hanya ‘seorang pekerja’. Tentu kau boleh menganggapku apa saja. Tapi satu hal yang perlu kau tahu, sifat meremehkan dari dirimu sangat mirip dengan seseorang yang pernah kutahu.”

Sehun tidak mengulang permintaannya lagi kepada gadis itu untuk tetap berada di pesta. Sebaliknya, dia justru melangkah pergi dan berkeinginan kembali ke tempat Tuan Park Chun Sik yang kini tengah mengobrol bersama para rekan bisnisnya.

Apa yang baru saja dikatakan pria itu telah membuat Jang Mi bingung dan bertanya-tanya. Dengan cepat Jang Mi menyusul Sehun dan berdiri di depannya.

“Apa yang kau maksud dengan ‘sifat meremehkan dari dirimu sangat mirip dengan seseorang yang pernah kutahu’?” tanyanya curiga.

Sehun menghela napas pelan dan tidak merespon pertanyaan gadis itu, “Kalau kau tidak ingin berada di pesta ini. Maka kau boleh pergi, jadi pergilah.”

Kaki Sehun melangkah kembali, menghindari tubuh mungil Jang Mi. Tapi lagi-lagi Jang Mi menghalanginya dan berkata, “Sekarang kau bertingkah seakan aku adalah pengganggu dan penghalang bagimu. Apakah kau tidak sadar bahwa kau lah pengganggu dan penghalang di hidupku!”

Tidak ada tanggapan dari Sehun. Sekali lagi pria itu menatapnya dengan ekspresi seperti tadi, tidak dapat ditebak seolah sisi gelap sedang bersembunyi di balik tatapannya. Beberapa detik hanya dilalui dengan saling memandang. Jang Mi membalas tatapannya dengan dahi berkerut.

“Park Jang Mi?”

Sebuah suara berat dari seorang pria tiba-tiba saja terdengar, membuatnya mengedikkan bahu karena terkejut. Ditambah lagi pemilik suara itu berada tidak jauh di belakangnya dan Jang Mi kenal betul siapa pemilik dari suara itu.

Jang Mi melirik melalui ujung ekor matanya tanpa mau menoleh ataupun membalikkan badan. Ketakutan jelas terpancar di wajahnya dan hal itu tidak luput dari perhatian Sehun. Namun pria itu memilih untuk tidak menghiraukan apapun yang Jang Mi rasakan.

Sebenarnya, Jang Mi sudah mewanti-wanti dirinya bahwa pertemuan dengan pria itu tidak lama lagi akan terjadi. Tapi dia tidak pernah berpikir pertemuan mereka terjadi di saat seperti ini, saat dirinya sama sekali belum menyiapkan mental yang kuat.

Salah satu alasan mengapa dia selalu menghindari pesta perayaan Moon Group, karena dia tidak ingin bertemu dengan pria bersuara berat itu.

“Park Jang Mi?” panggilnya untuk memastikan sekali lagi.

Jang Mi memejamkan mata sambil menghela napas, mencoba menenangkan jantungnya yang mulai berdetak tak menentu. Kemudian membalikkan badan dan memasang wajah santai ketika memandang pria itu.

Pria itu tertawa pelan, “Jadi benar dugaanku, gadis cantik bergaun putih yang sejak tadi berdiri sendirian sambil meneguk segelas wine itu ternyata adalah Park Jang Mi, keponakanku yang paing kurindukan. Sudah lama kita tidak bertemu. Kurang lebih tujuh tahun, bukan?” sejak awal perhatiannya tidak pernah lepas dari wajah Jang Mi. Seulas senyum tipis terukir di wajahnya yang masih terlihat tampan walau usianya sudah menginjak tiga puluh tujuh tahun. Dan pria itu adalah adik kandung dari ayah Jang Mi, namanya Park Chanyeol. Yang berarti paman kandung Jang Mi.

alluring-prince

Bagi Jang Mi tatapan dan senyuman yang diberikan pria itu kepadanya seolah tengah mencemooh dirinya dan Park Chanyeol tidak lebih dari seorang bedebah.

“Kau sudah tumbuh dewasa rupanya, dan tentunya semakin cantik seperti ibumu.” Pujian Chanyeol terdengar menjijikkan di telinga Jang Mi, membuat alis gadis itu berkerut menunjukkan ketidak sukannya.

Sehun yang sejak tadi hanya memerhatikan mereka segera berinisiatif memberi hormat pada Chanyeol. Pria itu baru saja sadar ketika Chanyeol mengatakan bahwa Jang Mi adalah keponakkanya yang itu artinya pria bersuara berat itu adalah anak bungsu dari Tuan Park Chun Sik.

“Senang bertemu dengan Anda, Tuan Park Chanyeol. Saya Oh Sehun, pengacara pribadi keluarga kalian,” ucap Sehun dengan sikap dan nada yang sopan.

Chanyeol tersenyum ramah, “Senang juga bertemu denganmu Pengacara Oh. Sedikit banyak aku mendengar tentangmu dari ayahku ketika beliau sedang mengunjungiku di Italia,” balasnya sambil melirik Jang Mi dengan ekspresi penuh kemenangan.

Sementara yang dilirik hanya bisa menahan amarah. Cepat-cepat Jang Mi memalingkan wajahnya ke arah lain, muak akan kelakuan Chanyeol dan dia tidak ingin berbicara apa-apa lagi dengan pria itu.

“Ya, baiklah aku akan pergi. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Selamat menikmati pesta ini ya, Park Jang Mi. Dan kau Juga Pengacara Oh, nikmatilah pesta ini.” Sadar akan ketidaksukaan Jang Mi padanya, Chanyeol pun berpamitan sebelum akhirnya melangkah pergi sambil tersenyum miring.

Sehun maupun Jang Mi tidak melihat Chanyeol tersenyum miring, karena pria itu tersenyum saat sudah melangkah pergi.

Sejak tadi Sehun bertanya-tanya mengapa sepertinya Jang Mi merasa takut dan benci terhadap Park Chanyeol. Juga mereka tidak terlihat memiliki hubungan yang baik. Bahkan yang dia tahu, Park Chanyeol tinggal di Italia kurang lebih selama tujuh tahun. Bukankah seharusnya mereka  saling merindukan satu sama lain karena mereka memang memiliki ikatan persaudaraan. Tapi dari penglihatannya, semua perkataan Chanyeol sebelumnya tidak senada dengan tingkah lakunya. Senyum, tatapan dan gerak-geriknya sangat aneh menurut Sehun. Apa pria bersuara berat itu sedang berkamuflase?

Entahlah! Yang pasti Sehun tidak mau mencampuri konflik di antara mereka. Ditambah lagi Jang Mi memang pantas memiliki musuh, baik itu di dalam keluarga maupun di lingkungan dia berada, karena sifat buruknya selama ini yang mengantarkan musuh-musuh itu kepadanya.

Sehun yang memerhatikan Jang Mi sejak tadi pun memilih meninggalkan gadis itu tanpa berucap sepatah katapun. Sementara Jang Mi yang masih menatap ke arah lain mencoba menahan air matanya agar tidak menerobos keluar. Walau pada akhirnya air mata itu mulai mengaburkan penglihatannya, membuat matanya harus berkaca-kaca. Namun sebelum air mata itu melesat keluar, Jang Mi sudah lebih dulu pergi meninggalkan pesta itu dengan membawa kepedihan ikut bersamanya.

Karena ulah Park Chanyeol di masa lalu, masa depannya pun menjadi terasa pahit. Kehadiran pria itu juga semakin menambah luka di hatinya. Kebenciannya terhadap Park Chanyeol selama tujuh tahun ini tidak akan pernah dia lupakan, sekalipun itu.

***

Keesokan harinya, Jang Mi yang sudah mengenakan seragam sekolahnya langsung melangkah keluar kamar dan turun menuju ruang makan. Namun sesampainya di sana, dia terpaku ketika menemukan keberadaan kakeknya di meja makan. Pria tua itu tengah menyesap kopi hitamnya sebelum kemudian meletakkannya kembali di atas meja dan menyuruh Jang Mi segera duduk.

Dengan berat hati Jang Mi bergabung dengan kakeknya di meja makan itu. Padahal sesungguhnya dia sama sekali tidak menginginkannya.

Dan apa yang membuat kakeknya mau menyempatkan diri sarapan di rumah bersama dengannya? Karena biasanya, kakeknya akan sarapan di kantor. Pria tua itu selalu berangkat ke kantor tepat pukul lima pagi. Terkadang kakeknya lebih memilih menginap di kantor yang sudah menyediakan fasilitas kamar mewah untuknya. Hal itu membuat Jang Mi jarang bertatap muka dengan kakeknya di rumah.

“Apa sekolahmu lancar? Aku sudah mengecek nilai-nilaimu dan kau termasuk anak yang jenius karena tetap menjadi murid nomor satu di sekolah.” Kakeknya membuka pembicaraan dengan penuh perhatian.

Kedua tangan Jang Mi bersedekap sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. “Sepertinya bukan itu yang ingin kakek bahas,” ujarnya secara gamblang.

Ekspresi menyebalkan mulai Jang Mi perlihatkan di depan kakeknya. Dan pria tua itu cukup sabar menghadapi tingkah laku Jang Mi selama ini.

Tuan Park Chun Sik berdehem sebelum berkata, “Pasti tadi malam kau bertemu dengan pamanmu di pesta perayaan Moon Group.”

Alis Jang Mi berkerut, tidak suka dengan arah pembicaraan kakeknya.

“Ya, benar. Anak kesayangan kakek yang menghampiriku lebih dulu,” ketus Jang Mi sambil memutar bola matanya.

“Apa saja yang dia katakan?” tanya kakeknya khawatir. “Kau harus ingat, jangan pernah tersulut emosi hanya karena kau membencinya, terlebih lagi saat kau sedang bersamanya. Kau hanya akan kehilangan logika dan mengatakan semua yang kau tahu tentang kejadian tujuh tahun silam.” Wajah kakeknya terlihat cemas dan nadanya terdengar bergetar.

Jang Mi tersenyum kecut, kepedihan terpancar dari raut wajahnya. “Jangan pernah mengingatkanku tentang ini. Karena kakek bukan berniat untuk menjagaku, tapi berniat untuk tetap menjaga nama baik keluarga dan perusahaan,” gadis itu menjeda kata-katanya dengan cara menggigit bibir, coba menahan pilu di hatinya. “Dan kembalinya dia ke Korea hanya karena saham Moon Group. Dia hanya mementingkan harta dan tahta, tapi kenapa kakek tetap mempertahankan bedebah itu?!” teriak Jang Mi kalut.

Tentu saja Tuan Park memahami kepedihan Jang Mi saat ini, namun pria tua itu hanya terdiam dan membantu. Lalu setengah menit kemudian berkata, “Jaga dirimu baik-baik dan jangan sampai ceroboh. Kakek percaya pada Pengacara Oh, dia akan tetap menjaga dan mempertahankanmu berada di posisi yang aman sampai enam bulan ke depan, saat usiamu genap delapan belas tahun.” Sebelum kemudian meninggalkan ruang makan dan berangkat ke kantor.

Seketika itu juga Jang Mi tidak dapat menahan tangisnya. Air matanya mengalir bebas, namun dia mencoba meredam isakannya agar tidak ada yang tahu mengenai kerapuhannya di balik sifat angkuhnya.

***

Di saat jam makan siang kantor seperti ini, Sehun selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke kantor Lu Han yang letaknya tidak jauh dari kantor pusat Moon Group. Sehun dan Lu Han saling mengenal saat keduanya sama-sama berusia sembilan belas tahun dan sekarang persahabatan mereka sudah berjalan enam tahun.

Kantor Lu Han sendiri bernama Yin&Yang Motor Company yang kantor pusatnya berada di Beijing, Tiongkok. Alasan Luhan memilih berfokus di kantor cabangnya yang terletak di Gangnam, Korea Selatan karena memenuhi permintaan istrinya yang merupakan warga negara Korea. Istrinya bernama Choi Yura dan wanita itu tidak ingin mereka tinggal di negara Luh Han. Dengan berat hati pria itu memenuhi permintaan istrinya dan tetap memantau perusahaan miliknya walau hanya dari kantor cabang.

Perusahaan Lu Han adalah salah satu perusahaan terbesar dan berpengaruh di Tiongkok. Dan Lu Han sendiri termasuk dalam jajaran CEO termuda di Tiongkok.

Sekarang ini mereka berada di ruangan Lu Han dan duduk di atas sofa yang berseberangan.

“Semalam gadis itu menghinaku.” Sehun mengatakannya dengan wajah kaku dan nada gusar.

Lu Han yang duduk di depannya pun menghela napas, “Kau sendiri yang ingin masuk ke kehidupannya dan keluarganya. Jadi kau harus menerima segala perlakuan gadis itu kepadamu. Hanya karena keinginanmu itu, kau bahkan rela melepas jabatanmu sebagai Direktur di perusahaan pusat milikku. Dan otomotis aku memilih Zhang Yi Xing untuk mengendalikan kantor pusat.”

Mata Sehun menyalang seolah emosi sedang mendesak keluar, “Sudah tujuh tahun aku berpisah dari Semi. Semua ini karena keluarga mereka. Keluarga mereka selalu berhasil membuatku dan Semi mengalami masa-masa sulit. Aku tidak akan tinggal diam, apapun akan kulakukan agar Semi kembali. Hanya ini satu-satunya cara untuk mengembalikan adikku, keluargaku satu-satunya.”

Sebagai sahabat baik Sehun, tentu Lu Han dapat berempati mengenai kepedihan Sehun selama ini. Persahabatan mereka yang erat membuat Lu Han  mengetahui masa lalu Sehun dan semua masalah yang sedang dihadapi pria itu.

Pertemuan mereka bermula pada saat di mana Lu Han nyaris saja kehilangan nyawanya. Saat itu seorang pria berbaju serba hitam dan bertopi mencoba membunuh Lu Han dengan sebuah pisau di suatu tempat sepi di daerah Korea. Sehun yang tanpa sengaja melihat itu segera menolongnya dan membawanya kabur dari kejaran orang jahat itu. Setelah mereka berhasil bersembunyi dan merasa aman, di sanalah Lu Han mengatakan padanya bahwa pria yang mencoba membunuhnya tadi adalah orang suruhan dari bibinya yang ingin memiliki saham perusahaan miliknya. Ayahnya yang baru saja meninggal telah mewariskan saham perusahaan itu kepada Lu Han, anak semata wayangnya. Tapi banyak sekali keluarga ayahnya yang menginginkan saham itu, karena memang ayahnya lah pemilik saham terbesar di perusahaan Yin&Yang Motor Company.

Pada saat itu Lu Han berada di Korea karena dia sedang melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Dan Sehun sedikit terkejut ketika mendengar bahasa Korea Lu Han yang sangat fasih. Ternyata sudah sejak lama Lu Han mempelajari bahasa Korea dan sebelumnya juga sering mengunjungi negara Gingseng tersebut.

Karena rasa terima kasih Lu Han kepada Sehun, dia pun mencoba membantu ekonomi Sehun tapi sempat ditolak oleh Sehun sendiri, mengingat harga diri Sehun yang tinggi. Namun akhirnya Lu Han mendapatkan ide, dia menawarkan Sehun untuk mengikuti tes  beasiswa dari perusahaannya agar Sehun dapat melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi, dan tawaran Lu Han saat itu diterimanya. Sebab itu, Sehun dapat menyelesaikan pendidikannya. Kini dia dapat merasakan hidup mewah dan memiliki pekerjaan yang layak. Itu semua karena hasil kerja kerasnya.

Untungnya sekarang masalah Lu Han sudah terselesaikan. Atas nasihat cerdik dari Sehun, Luhan pun memberanikan diri unruk membeli saham milik paman dan bibinya dengan harga tiga kali lipat. Yang mana tawaran itu sangat menggiurkan bagi keluarga ayahnya, mengingat betapa tamaknya mereka. Saat ini Lu Han lah pemilik sah dari perusahaan tersebut dan di tangannya Yin&Yang Motor Company semakin jaya. Ditambah lagi sifat bijaksana yang dimiliki Lu Han menjadikannya seorang pemimpin yang sangat dihormati di Yin&Yang Motor Company. Lu Han juga sangat beruntung dapat bekerja sama dengan Sehun yang sangat piawai dan jenius. Bersama Sehun, Lu Han dapat mengembangkan perusahaannya dengan baik.

“Tapi kau masih memiliki aku dan Yura sebagai keluargamu. Jadi jangan pernah merasa sendiri. Aku akan tetap berusaha membantumu agar adikmu lekas kembali.” Lu Han mencoba menghibur Sehun dengan cara mengingatkan bahwa dirinya dan istrinya bukan hanya sekedar sahabat tapi juga keluarganya.

Sehun tersenyum kecut, “Terima kasih karena kau mau mendengar keluh kesahku dan selalu membantuku.”

“Hei, jangan suka berterima kasih kepadaku. Aku jadi merasa bersalah karena jarang berterima kasih kepadamu, padahal kau sudah banyak membantuku dalam membangun perusahaanku. Karena ide-ide cemerlang darimu akhirnya perusahaanku mulai berjaya.” Luh Han terkekeh sebelum berkata, “Nanti malam mari kita makan bersama dengan Yura di restoran hotel milik ayahnya,” saran Lu Han kemudian.

Tawa Sehun meledak melihat bagaimana semangatnya Luhan ketika menyebutkan istrinya. Sahabatnya itu benar-benar mencintai istrinya dan selalu mengeluh rindu ketika mereka sedang berada di Beijing.

“Begitu lebih baik. Kau harus sering-sering tertawa agar wajahmu semakin awet muda sepertiku. Aku yakin semua masalah ini akan cepat terselesaikan.” Lu Han pun ikut tertawa.

Keduanya saling melemparkan pandangan geli.

“Baiklah, Aku akan datang dan makan malam bersama kalian,” ujar Sehun ketika tawanya sudah mereda.

Takdirlah yang mempertemukan Luhan, Sehun dan Yura saat ketiganya masih menjadi mahasiswa semester pertama di Hanguk University. Walau ketiganya berada di jurusan yang berbeda; Lu Han berada di jurusan bisnis, Sehun di hukum sementara Yura di kedokteran. Tapi hal itu tidak menghalangi takdir untuk menjadikan ketiganya sahabat. Umur yang sama juga semakin menambah keakraban di antara mereka.

Tiga tahun kemudian, Lu Han dan Sehun telah menyelesaikan studinya lebih cepat. Keduanya mulai pergi ke Beijing untuk mengembangkan perusahaan milik Lu Han. Yura yang masih belum menyelesaikan pendidikannyapun harus rela menjalani hubungan jarak jauh dengan Lu Han sampai akhirnya dua tahun kemudian―setelah Yin&Yang Motor Company mengalami peningkatan―pria itu langsung melamar Yura dan menikah di Korea. Setelah pernikahan itu, Lu Han dan Yura memutuskan untuk menetap di Korea. Di waktu yang sama juga, Sehun memutuskan kembali dan menetap di negara asalnya.

Pernikahan Lu Han dan Yura baru berjalan enam bulan. Saat ini Yura sedang menjadi dokter residen di salah satu rumah sakit terbesar di Korea Selatan. Karena kesibukan masing-masing, akhirnya keduanya pun sepakat menunda momongan.

***

Sesekali Baekhyun melirik Jang Mi yang duduk di sampingnya. Saat ini keduanya berada di dalam taksi dan duduk bersebelahan di kursi penumpang. Keduanya berada di taksi yang sama hanya karena guru kalkulus. Perawan tua itu sepertinya sedang membuat Jang Mi berada dalam kesulitan. Bisa-bisanya guru itu membuatnya satu kelompok dengan Byun Baekhyun, si playboy cap kaleng.

Ketidak setujuan Jang Mi tentu sudah dideklarasikannya, Jang Mi mengatakan lebih baik dirinya mengerjakan tugas itu sendiri dari pada bersama pemuda seperi Byun Baekhyun. Namun  wanita perawan tua itu tidak setuju dengan usul Jang Mi. Dia mengancam tidak akan menerima tugas Jang Mi jika gadis itu hanya mengerjakan sendiri. Karena tugasnya adalah tugas kelompok, yang pastinya harus dikerjakan dan didiskusikan secara berkelompok.

Ini semua karena orang-orang di sekolah tidak tahu siapa sebenarnya Jang Mi. Sampai saat ini mereka semua belum tahu mengenai identitas Jang Mi yang merupakan cucu tunggal dari Tuan Park Chun Sik, pemilik sah sekolah itu sekaligus Moon Group. Namun Jang Mi memang sengaja membiarkan itu terjadi, karena dia tidak ingin menjadi pusat perhatian banyak orang.

Sejak tadi Baekhyun sudah membuka pembicaraan dan membicarakan apapun yang bisa dibicarakan, tapi gadis itu sama sekali tidak menghiraukannya, membuat Baekhyun hampir saja menjerit frustasi. Supir taksi yang sedang menyetirpun tak dapat menahan senyum gelinya ketika melihat keduanya melalui kaca kecil mobil. Supir taksi itu menertawakan tingkah konyol Baekhyun di dalam hati.

Sesampainya taksi itu di depan sebuah klub malam, Jang Mi pun segera turun dan meninggalkan Baekhyun yang sedang membayar biaya taksi. Sejenak gadis itu mendongak dan melihat langit mulai tampak gelap. Sementara Baekhyun dengan cepat turun dan berlari kecil mengejar Jang Mi yang sudah sampai di depan pintu klub. Sejak awal keduanya telah sepakat, sebelum benar-benar mengerjakan tugas itu, mereka akan singgah lebih dulu ke klub malam. Jang Mi hanya bertujuan untuk meredamkan rasa sakit hatinya karena Park Chanyeol.

Keduanya pun memasuki klub itu dengan memberikan kartu identitas palsu kepada seorang pria. Untungnya mereka sudah lebih dulu berganti pakaian di sebuah butik ternama. Jika mereka masih mengenakan seragam sekolah, tentu keduanya tidak akan diperbolehkan masuk walau sudah memberi kartu identitas, sebab mereka akan dinggap telah melakukan pemalsuan umur.

Jang Mi duduk di salah satu meja bar dan diikuti Baekhyun yang segera duduk di sampingnya. Pemuda itu mulai menopang pipinya dengan sebelah tangan, memerhatikan Jang Mi dengan pandangan terpesona. Senyum yang terukir di wajahnyapun tidak pernah hilang untuk Jang Mi.

Sebenarnya keberadaan Baekhyun sangat mengganggunya, namun Jang Mi mencoba mengabaikannya dan memesan satu gelas koktail kepada bartender. Lalu seorang bartender pria meletakkan gelas pesanannya di atas meja dan Jang Mi mulai menyesapnya sedikit-sedikit.

_timthumb-project-code-php

“Kau sangat cantik,” puji Baekhyun tiba-tiba sambil tersenyum menggoda.

Tidak sedikitpun Jang Mi menoleh, gadis itu malah membuang muka sambil mengetuk-ngetuk jari tangannya di atas meja, mengikuti irama musik yang berdentum di klub itu. Sifat cuek Jang Mi merubah ekspresi Baekhyun menjadi ekspresi tak tertebak. Tapi bukankah sifat cuek gadis itu yang sangat membuatnya tertarik dan ingin memilikinya?

Beberapa detik kemudian, Jang Mi pergi ke toilet tanpa mengatakan apa-apa kepada Baekhyun, membuat Baekhyun menjadi bingung, tapi pemuda itu meyakinkan diri bahwa Jang Mi hanya sedang ke toilet.

Dan tiba-tiba senyum licik terlukis di bibirnya. Pria itu mulai mengeluarkan plastik kecil dari kantong blazernya yang di dalamnya terdapat serbuk berwarna putih. Baekhyun pun menuangkan bubuk itu ke dalam minuman Jang Mi dan mengaduknya dengan jari tangannya. Senyumannya terlihat semakin licik ketika misinya terselesaikan.

Tak lama kemudian, Jang Mi kembali dan duduk di kursinya. Gadis itu langsung menenggak habis minumannya tanpa melirik Baekhyun sedikitpun. Tentu saja dia tidak tahu mengenai perbuatan licik Baekhyun. Dan sesaat kemudian entah mengapa kepalanya menjadi sangat pusing. Senyum Baekhyun pun semakin melebar ketika menangkap tubuh Jang Mi yang sudah lunglai karena pingsan.

***

Dahi Jang Mi mengerut ketika merasakan sinar matahari mencoba menerobos masuk ke matanya yang masih terpejam. Perlahan matanya terbuka dan mengerjap beberapa kali, menetralkan penglihatannya yang masih mengabur. Ketika sadar akan ruangan yang tidak dia kenal, cepat-cepat dia mendudukkan dirinya dan sakit kapalanya mendera kembali.

Jang Mi mengerang sambil memegang kepalanya yang sakit dan menilik setiap sudut ruangan itu. Sedang di mana dirinya? Gadis itu tidak dapat mengingat apapun mengapa dirinya bisa berada di kamar asing itu. Pintu kamar terdengar terbuka dan hal itu membuat Jang Mi terkejut sekaligus langsung bersiaga. Dan… betapa terkejutnya dia saat mendapati Sehun lah yang membuka pintu dan masuk ke kamar itu dengan ekspresi tenang yang sudah menjadi ciri khas dirinya. Baru lah Jang Mi sadar bahwa dirinya hanya mengenakan kemeja besar berwarna putih. Kemeja itu digunakan untuk menutupi tubuhnya yang hanya mengenakan pakaian dalam. Sebenarnya apa yang terjadi?!

“APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?!” teriak Jang Mi takut.

Secepat mungkin gadis itu turun dari tempat tidur, berjongkok dan menyembunyikan tubuhnya di samping tempat tidur. Matanya terus saja waspada ke arah Sehun, takut kalau-kalau pria itu menyerangnya.

Apalagi saat ini Sehun mengenakan pakaian santai. Apa ini kamarnya? Mata Jang Mi pun membelalak tak percaya.

“Tingkah dan ekspresi wajahmu seakan aku telah melakukan sesuatu yang tak pantas padamu,” ujarnya sambil tersenyum mengejek.

“Tentu saja aku curiga kepadamu. Bagaimana bisa aku berada di sini dan…” Jang Mi melirik tubuhnya, “bagaimana bisa aku mengenakan kemeja milikmu?” tanyanya curiga.

“Kau tidak ingat kejadian tadi malam?” Sehun mendengus, menahan tawa mengejeknya. “Tentu saja kau tak ingat. Obat perangsang yang diberikan pemuda itu sangat ampuh sampai-sampai kau sama sekali tak ingat dan malah mendesah saat dia mulai menyentuhmu.”

Alis Jang Mi berkerut, bingung dengan ucapan Sehun.

Sadar akan kebingungan Jang Mi, Sehun pun mulai menjelaskannya, “Dia membawamu ke hotel. Dan saat itu untungnya aku berada di sana dan tak sengaja melihatmu sedang dibopongnya masuk ke dalam hotel. Aku mencoba mengikuti kalian dan benar saja dia sudah mulai menciumimu secara membabi buta di lobi hotel yang sepi. Sepertinya saat itu kau mulai terangsang karena tak lama kemudian kau menurutinya ketika ingin di bawanya masuk ke dalam kamar hotel. Otomatis aku langsung mencegahnya.” Sehun bersedekap dengan ekspresi tidak tertarik.

Beberapa detik Jang Mi hanya bisa diam dan sama sekali tak merespon. Dicernanya baik-baik penjelasan Sehun di otaknya yang saat ini entah mengapa terasa membeku. Dan tak lama kemudian raut wajahnya berubah, “BYUN BAEKHYUN BERENGSEK!” teriaknya penuh dengan amarah.

Sementara Sehun hanya menunjukkan rasa ketidak pedulian dengan cara meninggalkan Jang Mi sendiri di kamar itu.

.

.

.

―TBC―

Halo, maaf kalo saya gak sesuai janji menyelesaikan FF ini dengan cepat dan tepat waktu. FF ini sudah terbengkalai selama dua bulan karena ada sesuatu yang mengharuskan saya untuk jangan dulu melanjutkan FF ini. Tapi saya tetap konsekuen akan melanjutkan FF ini selagi saya masih diberikan kesehatan🙂

Mungkin di chap 3 nanti bakal ada toko penting lagi yang muncul hehe. Oh ya, setiap narasinya di baca ya, apalagi waktu scene di mana Luhan sama sehun ngobrol. karena di sana sudah saya jelaskan mengenai  masa lalu sehun kenapa dia bisa jadi pengacara keluarga park. saya gak buat flashback karena bakal membuat alur menjadi boring. jadi cuma saya uraikan dalam bentuk narasi.

Dan seperti biasa, komen kalian sangat di perlukan. Karena sudah saya bilang sebelumnya, karena bakal ada chapter penting yang diprotect🙂

40 responses to “My Perfect Girl (Chapter 2) by Choi Yura

  1. Lah, si Baekhyun gitu amat -_-
    Niat tersembunyi Sehun yang menjadi misteri. Penasaran sama Chanyeol kenapa bisa dibenci Jangmi. Ditunggu next chapternya🙂

  2. Yeeyyy akhirnyaa di post jugaa, sampu lupa jalan ceritanyaa, sampe lupa juga udah pernah komen atau belum.

    Ishh bealhyun, diem-diem licik jugaa yaaa tapi untuk ada sehun yang nolongin jang mi, coba kalo gak ada sehun, udah abis aja jang mi sama bealhyun. Di tunggu nextnya ya kakk

  3. Hihh Baek diem2 nakal yaa! Gue kira cuma obat tidur doang ehh malah perangsang-_- aligg
    Semi ada hubungannya ama keluarganya Jangmi ya? Ko kayanya Sehun dendam banget sihh

  4. chanyeol jadi tua :v penasaran apa yg d perbuat chanyeol 7th lalu hingga jang mi benci banget sma dia,, semi kemana..???
    HunHan tak terpisahkan hhhh

  5. itu si baekhyun gilaa -_-” kenapa jangmi benci ama si ceye ? Penasarann… keep writing ya thor jan lama-lama😀

  6. itu si baekhyun gilaa -_-” kenapa jangmi benci ama si ceye ? Penasarann… keep writing ya thor jan lama-lama😀

  7. si bacon gilee -_-” itu kenapa ya si jangmi benci bnget ama si ceye? jadi sehun niat balas demdam nihh.. penasaran kelanjutannya. keep writing thor ^^ jan lama-lama ya😀

  8. Utukk utukkk sebenernya siapaa chanyeoll?? Dia ngapainn???
    Kesian jangmi hidupmu penuh drama
    Sehun ayolahh, betewe semi kemanaaaaa kemanaaaaa kemanaaa keharus mencari kemanaaaaa *nyanyi
    Au au pusyang aku :”))
    Baekhyun byuntae ewhh

  9. Hah sehun ada udang dibalik batu.. pux niat terselubung. Dendam!!!
    Oh chanyeol pst yg mngubah jang mi spert saat ini bad girl…
    Dan untuk baekyhun DASAR NAPEUM NAMJAAAA…….

  10. Hohoho….chanyeol trnyata kau sdh jadi om om #upss…
    Apa yg sbnarnya trjadii????huhh saya jadii kepo maksimal >.<
    O.M.G Baekhyun baru kalii ini ada yg ngga terpesona sma luu #ckckck

  11. Maaf baca ny telat juy, g tau km update
    Cerita ny semakin menarik byk bngt pertanyaan, kya knp sma Semi adik sehun, chanyeol yg jd paman ny jang mi ko pny hubungan g baik sm jang mi? Trz itu c baekhyun bakal d apain yah sama jangmi ?penasaran akut ini

  12. Mmg sena kmana ya???baek kok gitu bgt ya..lalu jangmi n chanyeol ada masalah apa???sehun terlalu buta buat liat perasaan jangmi sbnrnya….pdhal jangmi kecil gak tau apa2…

  13. Uri byunnie .. kok jd byuntae begindang yah??? Untung bang thehun sigap nylametin jang mi .. next chapt nya jan lama2 yah..

  14. Ow oww sehun kenapa tuh ? Siapa diri seseorang yang pernah diketahui sehun ? Jang mi, mulai merasa terabaikan ya haha, good job sehun wkwk ..
    OMG park chanyeol muncul dengan wajahnya yang super tampan dan ada apa dengan chanyeol juga jang mi ? kenapa jang mi ketakutan n marah ?
    Untuk baekhyun, omg dia jadi bad boy yaa rupanya haha ..
    Aku suka banget sama ff ini thor, entah kenapa banyak banget pertanyaan” yang membuat otak aku berpikir keras hehehe
    aku juga suka banget sama ff ini karna disetiap chapternya pasti diisi sama gambar” mereka hehe

  15. Baekhyun jahat y …
    untung aja sehun yg nolongin Jang mi kalo g hmmmm ….
    Jang Mi kok benci bgt sm Chanyeol y
    jd penasaran sm masa lalunya Jang Mi

  16. Duh ku lupa jalan ceritanya.
    Emg adek nya sehun kemana?? Dan pcy napa segitu dibencinya dia sama jang mi??
    Tayi ayangku kok gitu amat sih ke jangmi😑

  17. OH MY AKU BARU NYADAR KLO FF YG UDH AKU TUNGGU LAMA INI BARU NEXT LG ASTAGA… SEHUN… OKE AKU IZIN BACA DAN COPAS KE WORD YA ABIS AKU SUKA BACA KLO LG SENGGANG DAN GK ADA WIFI

  18. penasaran sama maksud ucapan sehun,jangmi kayaknya benci setengah mati sama chanyeol,makin penasaran sama jalan ceritanya

  19. ihh si baek otaknya omes bgt, lagiann mana adaa.. tuhh orang, kmna” bawa obat perangsang.. ckckc
    ,untung ajaa sehun liat, kirain tadii jang mi bakalan ga virgin lagi eohh..

    .knpa jang mi benci bgt sm yeol kk..?? ada masalh apa sih 7 thn lalu..?? trs kok bisa semi sehun pisah..?? semi kmna kk..

  20. AADC (Ada Apa Dengan Chanyeol?)
    Bhaks :v
    Si chanyeol di sni jdi ahjussi ahjussi jahat ya? Dia yg menyebabkan bapaknya jang mi metong ya kak?
    Kok bisa adiknya sehun ilang?
    Pasti sehun mau balas dendam kan kak? Sehun sama jang mi sama2 kehilangan dan menderita. Cuma sehun saja gak tau kalo jang mi juga menderita.
    Aigooo si baekhyun messuuummm. Untung ada sehun. Aigo aigo aigooo
    Makin syukak kak sama cerita nya. Neomu neomu neomu joha 😄
    Kakak daebak!

  21. adiknya sehun di tahan keluarga park? atau gmn? aku lebih penasaran sama nasib keluarga sehun setelah ayahnya meninggal.. aku tunggu kelanjutannya ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s