Love More ~Lh7Bii

picsart_10-19-01-03-47_14768570955621

 

Author : Lh7Bii

Cast : Lu Han – Evelyn Kim

Genre : Romance, School Life , Little bit Friendship

Rating : Teen

Length : One Shoot

 

NB: Gaes, ini author ohnajla. Maaf lagi hibernasi T^T Lagi kena writerblock, jadi aku di sini cuma mau mempostingkan punya temen. Itu tuh udah ada namanya. Dia bukan author tetap di sini dan ‘berdalih’ kalo dia ngga bisa kirim freelance, makanya aku menawarkan akunku untuk dipakai sementara. Harus kukatakan ini ff pertamanya gaes, jadi mohon dukungan ya buat dia ^^ Kalo kalian mau hubungin secara pribadi nih klik aja akun fb nya => Xiao Yue  Dia fans beratnya Luhan & NCT. 

 

Hi semuanya~ ^-^ ini ff pertama yang aku post disini kkk😀 aku bebener berterimakasiiiiiiiiiiiiiih banget sama temenku yang udah mau mosting ff alayku ini hhh😀 semoga kalian suka ya~ :* maaf juga kalo bertypo-typo, tulisan gak sesuai EYD, cerita kurang nyegerin atau mungkin ada sebagian referensi cerita yang salah T^T

btw, selamat membaca ya~ ^-^ dan jadilah readers yang baik, okay? Love yall~ ^-<

 

 

 

 

~

 

 

 

Rintik-rintik air hujan yang membanjiri Kota Seoul pagi ini membuat seorang gadis masih bermalas-malasan. Cuaca yang dingin membuatnya enggan untuk bergerak sesenti pun dari tempat tidur yang menurutnya sangat nyaman tersebut. Namun beberapa saat kemudian ia mengerang kesal kala mengingat tugas dari Mr. Ahn yang harus dikumpulkan pagi ini. Jika saja pria berkumis tebal itu berhati lembut, maka gadis itu tak perlu menyingkap selimutnya dan berlari menuju kamar mandi seperti ini.

 

 

Evelyn berjalan perlahan menuju lorong kampus yang nampak ramai. Hujan telah berhenti tepat saat ia tiba di halaman kampus. Oh, harusnya ia berangkat sedikit lebih siang.

 

“Lyn!” Teriakan seorang gadis membuatnya menoleh. Ia melambai saat seorang gadis bernama Shin Ahyoung berlari kecil menghampirinya.

 

Ahyoung tersenyum saat sampai di depan sang sahabat.

“Sepertinya ada sesuatu?” Evelyn menebak, saat Ahyoung tersenyum tanpa henti ke arahnya.

“Taeyong melamarku semalam! Aaaah~ aku sangat senang!” Gadis itu melompat-lompat bahagia di depan Evelyn.

“Astaga, Shin Ah-”

“Lee Ahyoung!” Ia memotong ucapan Evelyn, berniat menegaskan bahwa sebentar lagi ia akan menjadi Nyonya Lee.

“Gadis gila!” umpat Evelyn sebelum meninggalkan Ahyoung sendirian.

“Kau benar! Aku gila karena dilamar Lee Taeyong!” Teriakan Ahyoung membuat semuanya orang di samping mereka menoleh dengan tatapan iri.

Oh? Siapa yang tidak mengenal Lee Taeyong? Ia adalah captain Tim Basket sekolah, tentu saja hampir semua wanita di Hanyang University mengidolakannya, termasuk Ahyoung. Dan betapa beruntungnya gadis itu mendapatkan hati seorang idola kampus yang terkenal dengan sikapnya yang dingin. Namun pria dingin itu berubah menjadi ‘lunak’ saat di depan Ahyoung. Aigoo~ kekuatan cinta benar-benar dapat mengubah segalanya.

 

 

 

~

 

 

 

Evelyn mengulurkan tangan kanannya guna bermain dengan rintik-rintik hujan yang kembali menetes. Ia menoleh saat ekor matanya menangkap seorang pria yang melakukan hal serupa dengannnya. Meski jarak mereka terpaut lebih dari lima meter jauhnya, namun jantung gadis itu berdebar-debar seolah wajah mereka hanya berjarak dua senti saja.

 

Pria tampan dengan sejuta pesona itu tengah tersenyum sembari memainkan tangannya yang basah akibat bermain air hujan. Bibir Evelyn turut menyunggingkan sebuah senyum saat memandangi pria bernama Lu Han yang nampak sangat bahagia itu.

 

Lu Han menoleh saat merasakan ia tengah diperhatikan oleh seseorang. Tatapan mata mereka bertemu, namun pria tampan itu segera membalikkan tubuhnya sembari merendahkan ujung topi hitam yang selalu ia gunakan sebelum akhirnya melangkah menjauhi Evelyn.

 

~

 

“Untuk merayakan Dies Natalis Hanyang University yang ke-77 serta tugas rutin bulanan, kali ini adalah berduel dengan anggota kelompok untuk mempersembahkan sebuah lagu. Setiap kelompok berisikan dua orang. Silahkan mengambil undian kertas yang telah saya siapkan. Orang yang mendapat nomor yang sama, maka mereka akan menjadi partner. Cukup sekian pertemuan kita hari ini, sampai jumpa minggu depan” ucap Ms. Jung sebelum meninggalkan kelas.

 

Evelyn dan Ahyoung berjalan menuju meja dosen, mengambil kertas undian dari toples kaca yang telah dipersiapkan Ms. Jung. Mereka berdoa sejenak, berharap mendapat nomor undian yang sama.

“Lima.” Ahyoung berujar pelan membuat Evelyn menoleh.

Gadis itu menatap lipatan kertas kecil ditangannya, membukanya dengan sangat hati-hati.

“Sebelas.” Dua suara yang berbeda nada terdengar bersamaan. Kedua gadis itu menoleh mengikuti nada suara yang terdengar asing.

Tatapan mereka terfokus pada seorang pria yang berdiri di depan meja dosen sembari membawa lipatan kertas yang telah terbuka.

Ahyoung berlari mendekat ke arah pria tersebut, guna melihat nomor yang tertulis dalam undian kertas miliknya.

“Luhan akan menjadi kelompokmu, Ev.”

 

 

~

 

 

Menopang dagu pada tangan kiri sembari mengetuk-ketukkan jari telunjuk kanannya pada meja, mungkin dapat menghilangkan sedikit rasa bosan yang dilandanya. Jika boleh jujur, Evelyn benci menunggu. Sangat membosankan, juga membuang-buang waktu, bukankah waktu adalah uang?

 

“Maaf membuatmu menunggu.” Seorang pria datang menghampirinya. Tangan kanannya menyodorkan sekaleng soda Evelyn.

 

Gadis itu mendengus pelan, kemudian mengambil dan menengguk minuman berkarbonasi itu dengan cepat guna menetralkan rasa kesalnya.

 

“Kau yakin hanya akan membawakan sebuah lagu saja?” Luhan bertanya setelah mengambil duduk di depan sebuah Grand Piano tua.

 

Jari-jarinya perlahan menekan tuts-tuts piano hingga menciptakan sebuah melodi yang sangat familiar. Ya, itu ‘Canon in D’ karya seorang komponis terkenal asal Jerman, Johann Pachelbel.

 

Evelyn menganguk mantap, meraih sebuah gitar yang menyandar pada meja di sampingnya. Jari-jari kecilnya perlahan memetik senar gitar. Suara piano dan gitar yang berbenturan menciptakan sebuah bunyi yang lembut.

 

“Bagaimana jika kolaborasi antara piano dan gitar?” Luhan menghentikan permainannya, berpikir sejenak.

 

“Ide yang bagus. Tapi apa kau yakin kita hanya akan membawakan sebuah lagu saja?” Luhan kembali menyinggung masalah itu lagi.

 

Evelyn mendengus, entah sudah berapa kali ia mendengus dalam tiga minggu terakhir ini. “Ya, menurutku lagu Shi Jin saja sudah cukup. Apalagi dengan tambahan gitar, nada yang ditimbulkan akan semakin lembut.”

 

“Apa kau berniat ingin membuat penonton tertidur?” Gadis itu menggeram pelan. Ia tak menyangka jika ternyata ‘Pria Tampan dengan Sejuta Pesona’ dihadapannya ini adalah ‘pria yang sangat menyebalkan’. Harusnya jantung Evelyn tak perlu repot berdebar dengan kencang saat mereka berdekatan seperti yang sudah-sudah.

 

“Hari ini aku tidak ingin bertengkar lagi denganmu, Lu! Jadi tolong hargai pendapatku.”

 

“Kupikir kau yang tak pernah menghargai pendapatku, Lyn.” Luhan meraih tasnya kemudian pergi meninggalkan gadis itu sendirian di ruang musik.

 

“Apa lagi ini, Ya Tuhan~ mengapa setiap latihan selalu ada pertengkaran seperti ini?” Gadis itu menggumam sembari merapikan tasnya.  “Aku hanya berpendapat, apa aku salah?”

 

 

~

 

 

“Coba hargai pendapatnya, Ev. Dia hanya berusaha untuk menampilkan yang terbaik bagi kelompok kalian, ‘kan?” Ahyoung berbicara dengan mulut yang penuh pizza.

 

“Aku juga sedang mencoba semaksimal mungkin bagi kelompok kami. Mengapa ia tak pernah menghargai pendapatku sedikitpun?”

 

Ahyoung menengguk jus jeruknya. “Coba pikirkan kembali, apa benar ia tak pernah menghargai satu pun pendapatmu? Bukankah kau berkata bahwa kau yang mengusulkan untuk membawakan lagu Shi Jin? Dan Luhan menjawab ‘baiklah’, begitu ‘kan?”

 

Ahyoung mendekat ke arah Taeyong yang sibuk memakan pizzanya, kemudian duduk di samping pria itu sembari menyandarkan kepalanya pada bahu sang kekasih.

 

“Bukankah kau juga yang mengusulkan jika kalian akan menggunakan piano dan gitar? Dan Luhan menjawab ‘ide yang bagus’, bukankah begitu?” Taeyong ikut berujar setelah menengguk air putih di hadapannya.

 

Evelyn menghela napasnya pelan, wajahnya menyiratkan bahwa ia sedang berpikir keras.

 

“Kami sangat mengenalmu, Ev. kupikir kau sudah tahu siapa yang bersalah kali ini.”

 

Ahyoung berujar sembari menyuapkan pizzanya pada sang kekasih.

 

Evelyn menggumam pelan, “Eumm~ kurasa kalian benar.”

 

“Aku bingung, mengapa kalian selalu bertengkar seperti pasangan kekasih?” Kemudian Evelyn memukul-pukulkan boneka rusa yang ia peluk pada Taeyong dengan ganas.

 

 

~

 

 

“Lu Han!” Pria bertopi hitam itu menoleh saat indera pendengarannya menangkap suara seorang gadis yang memanggilnya. Pandangan pria itu tertuju pada seorang gadis yang tengah berjalan mendekat ke arahnya.

“Aku ingin mendiskusikan sesuatu”

 

 

 

“Jadi, kau mau membawakan lagu apa saja?” ucapan Evelyn memecah keheningan yang tercipta di antara mereka ketika memasuki ruang musik.

 

“Kau yakin ingin mendengar pendapatku?”

 

Gadis itu mendengus lagi. “Katakan saja”

 

Luhan tersenyum penuh makna, “Aku ingin kita membawakan lagu China. Eum … mungkin lagu Jay Chou? Atau JJ Lin?”

 

“Dan kita akan berakhir dengan bullyan ‘kelompok yang tidak mencintai tanah air’ dari para netizen.”

 

Luhan terkekeh pelan, “Bahkan kita bukanlah artis. Lagipula aku berkebangsaan China.”

 

“Tapi aku  orang Korea! Tunggu, apa kau berniat menjadikanku sebagai mangsa mereka, huh?!”

 

Dan pertengkaran pun kembali terjadi.

 

 

 

~

 

 

“Terimakasih bagi kelompok Byun Baekhyun dan Bae Suzy yang telah menampilkan sebuah lagu yang sangat fenomenal di tahun ini. Selanjutnya, mari kita sambut kolaborasi terakhir yang akan ditampilkan oleh Lu Han dan Evelyn Kim. Tepuk tangan yang meriah!”

 

 

Evelyn berdiri sembari memegang sebuah Guitar Acoustic, sedangkan Luhan menduduki kursi yang telah disediakan di depan sebuah Grand Piano. Tangannya mulai menekan tuts-tuts piano hingga menciptakan nada yang indah. The 5th Melody of The Night dari Shi Jin, itulah lagu yang kini dimainkan oleh Luhan selama kurang lebih 40 detik.

 

Evelyn mulai memetik senar gitarnya, ia bernyanyi mengikuti petikan serta suara piano dari Luhan yang mulai berubah nada.

 

“oh everytime i see you~

geudae nuneul bol ttaemyeon

jakku gaseumi tto seolleyeowa

nae unmyeong-ijyeo~ sesang kkeuchirado

jikyeojugo sipeun dan han saram~”

* Chen (EXO) ft Punch – Everytime

 

Luhan kembali mendominasi permainan pianonya, kini ialah yang bernyanyi.

 

“ai jiu shi Love More, ai bu jiu shi Love More~

bu luo suo, yi bai ge xing dong zhi wei ni yi ju ai wo

ke wang ni shou xin wen rou yu zhou~

wo yao ni, saranghae, i love you~

 

Love more silheunmar miunmar da naeilhae

Need more saranghandan mareun jigeumhae

geujeo naman mideo hangsang yeope isseulge

yeah~ geudaeman bolge!”

* Bii (Bi Shujin / Pil Seo Jin) – Love More

 

Suara gitar dan piano yang mereka mainkan terdengar menyatu dengan serasi, kemudian mereka berdua bernyanyi bersama.

 

“and if we had babies they would look like you

it’d be so beautiful if that came true

you don’t even know how very special you are

 

you leave me breathless~

you’re everything good in my life

you leave me breathless~

i still can’t believe that you’re mine

you just walked out of one of my dreams

so beautiful you’re leaving me, breathless~”

* Shayne Ward – Breathless

 

Luhan menutup penampilan mereka dengan akhir dari The 5th Melody of The Night karya Shi Jin.

 

 

 

~

 

 

“Huaaaah~” Evelyn mendesah lega. Akhirnya kolaborasinya bersama Luhan yang kerap kali menimbulkan beberapa perdebatan yang berujung pada pertengkaran itu, telah usai dan mendapat respon yang positif dari Ms. Jung juga seluruh penonton yang menghadiri acara tersebut.

 

Luhan tersenyum kemudian menyodorkan sekaleng soda pada Evelyn.

“Terimakasih.” Gadis itu menengguk minuman berkarbonasi itu sedikit, kemudian meletakkannya pada tembok pembatas. Pandangan matanya tertuju pada ribuan bintang-bintang di langit serta indahnya sinar rembulan yang seolah telah menghipnotis dirinya. Gadis itu tersenyum simpul saat matanya menangkap bintang yang jatuh.

 

“Akhirnya kita mendapat nilai yang bagus.” Pria itu berujar, kemudian menoleh pada Evelyn.

Ia memperhatikan rambut panjang gadis itu yang tertiup angin. Entah mengapa dari angle seperti ini, Evelyn terlihat sangat cantik. Oh? Apakah Luhan baru menyadarinya?

 

Entah darimana keberanian itu berasal, Luhan mendekatkan wajahnya pada gadis itu, berniat ingin mengecup pipinya sekilas. Namun siapa sangka? Evelyn malah menghadapkan wajahnya pada Luhan. Dan kini, jarak di antara mereka hanya terpaut lima senti saja. Entah mengapa itu membuat jantung Luhan berdebar. Oh … jadi ia sudah tertangkap sebelum mencuri?

 

Luhan memundurkan wajahnya perlahan. Pandangannya lurus ke depan, tak ada yang ia tatap, hanya berusaha menetralkan detak jantungnya yang berdetak abnormal.

 

Evelyn tersenyum penuh arti. Entah bagaimana, tangannya menarik lengan Luhan kemudian mengecup pipi kanan pria itu sekilas.

 

Luhan menoleh dengan tatapan tidak percaya, namun sedetik kemudian ia menyeringai.

“Kupikir kau bukanlah wanita yang agresif,” gumamnya.

 

Gadis menolehkan wajahnya ke samping, berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya.

“I-i-itu karena kau terlalu lamban.” Suaranya pun bergetar karena gugup.

 

Luhan menarik pinggang gadis itu dengan cepat.

“Kupikir kau belum mengenalku, Sayang.”

 

Luhan mendekatkan wajahnya pada gadis itu perlahan, hingga bibir mereka bertemu, hanya menempel. Namun saat Evelyn mengalungkan kedua lengannya pada Luhan, pria itu segera melumat bibir Evelyn seolah ia telah mendapat lampu hijau dari sang gadis.

 

Wo ai ni.” Luhan berucap saat tautan bibir mereka telah terlepas.

 

Evelyn tersenyum mendengar kata cinta yang terucap dari bibir sexy ‘Pria Tampan dengan Sejuta Pesona’ di hadapannya itu.

“Aku bahkan lebih mencintaimu, Lu~” Pipi gadis itu bersemu kemudian menenggelamkan wajahnya pada dada Luhan yang menurutnya sangat nyaman dan hangat.

 

~ The End ~

 

Makasih udah baca ff alay Lh7Bii :* maaf ya kalo typoan ugh~ maklum lah, aku kan The Princess of Typo, *uhuk ekhm ini gak penting~😀

Btw, ditunggu kritik dan sarannya ya~ ^-<

2 responses to “Love More ~Lh7Bii

  1. waduh luhan ucul ya.. bikin emesss banget deh
    Evelyn gampang ngambek ya.. dan ngambek nya slalu ama luhan
    curiga klo dari awal udah ada benih2 cinta deh wkwkwkw

    keepwriting^^

  2. Huuu cewe agresif 😎
    Jadi…intinya mereka itu emang udah pacaran tapi sering berantem” gak jelas gitu?? Merasa masih kurang nyambung 😥 tapi bagus kok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s