#3 Lie [Blood Sweat & Tears] ~ohnajla

2-begin

ohnajla | romance, school life, songfic, drama, friendship, family, brothership, teen | G | chaptered |

All member BTS

Oh Sena (OC)

Member EXO (cameo)

“Bayangan akan segelas wine, hancur sudah begitu pria itu menampakkan batang hidungnya. Oh bagus, bagus sekali, sepertinya ini tidak akan seindah yang ia bayangkan kemarin malam. Sial, setelah lolos dari kandang macan, kenapa ia bisa-bisanya tersasar ke kandang buaya? Oh sh*t!”

Blood Sweat & Tears concept

#1 Intro: Girl Meets Evil

#2 Begin

#3 Lie

Hari pertama sekolah telah berlalu. Hari kedua pun datang. Kali ini kegiatan belajar mengajar lagi-lagi belum bisa dilakukan. Karena sekarang adalah saatnya untuk memilih ekstrakulikuler. Poin ini penting, mengingat siswa juga perlu mengembangkan bakat diri selain nilai akademis. Tiap siswa diberi selembaran yang berisi tentang pilihan ekstrakulikuler. Satu siswa wajib hukumnya memilih setidaknya satu ekstrakulikuler.

Selembaran itu sudah terdampar ke tangan Sena. Melihat tulisannya saja dia sudah pusing duluan. Yang benar saja, kertas A5 itu hanya penuh dengan tulisan, sama sekali tidak bergambar. Membosankan. Belum lagi dia harus mendengarkan presentasi singkat dari para ketua tiap-tiap ekskul. Haduh … makin membosankan saja.

Ia tidak menaruh perhatian banyak pada presentasi ekskul lain. Karena perhatiannya hanya terpaku pada beberapa ekskul. Ekskul itu yang pertama adalah ekskul teater. Kim Seokjin. Dengan tubuh tinggi proporsional yang didukung wajah tampan bak pangeran, tampak sangat berwibawa ketika menjelaskan tentang klubnya.

“… singkat saja, klub ini adalah klub yang berfokus pada seni teater SMA Hanyang. Kalau boleh kubilang, klub ini termasuk jajaran klub paling favorit di Hanyang. Dan jika kalian penasaran, klub ini dipandu oleh lima orang guru yang sampai saat ini masih menggeluti dunia akting di Korea Selatan. Mereka adalah Park Chanyeolseonsaengnim, Do Kyungsoo seonsaengnim, Lee Hongbin seonsaengnim, Kim Tae Hee seonsaengnim dan wali kelas kalian Song Hye Kyo seonsaengnim. Jadi bagi kalian yang sangat ingin belajar tentang akting, silahkan centang kotak klub teater atau hubungi aku secara langsung. Ah ya, kalian juga bisa menemuiku kapan pun di kelas 2-1. Terima kasih.”

Sena memberikan applause yang keras untuknya. Kerja bagus, sunbaenim. Ia tersenyum ketika tak sengaja bertukar pandang dengan Seokjin.

Ekskul kedua tak lain adalah ekskul tari. Jung Ho Seok, mengambil posisi di tengah, membungkuk lalu menyapa. “Halo semuanya. Bagaimana kabar kalian?”

“Baiiiik!!” pekik Sena keras, diikuti Taehyung yang juga sama kerasnya. Jimin dan Jungkook hanya bisa tersenyum tipis, tidak seperti siswa lain yang jengah dengan tingkah mereka berdua.

“Wah … sisi yang sana sepertinya bersemangat sekali.”

Sena dan Taehyung terkekeh. Tentu saja mereka harus bersemangat. Dikenal oleh senior adalah sesuatu yang menjadi trend di antara para murid baru. Siapa yang mengenal senior di hari pertama sekolah, dialah yang terkeren di antara yang lain.

“Baiklah, sebelum kumulai ada baiknya aku memperkenalkan diri. Namaku Jung Hoseok, kelas 2-1. Kalau kalian penasaran, statusku sekarang ‘single’. Jadi tidak usah ragu kalau kalian, khususnya yang perempuan, ingin memberiku kado di hari valentine. Oppa ini akan sangat senang menerima kado dari kalian.”

Para siswi tampak tidak setuju dengan kalimat Hoseok. Beda lagi dengan para laki-laki. Hanya reaksi Sena dan Taehyung saja yang suka menyimpang dari yang lain.

“Baiklah, aku akan memberimu kado di hari Valentine. Tunggu saja!” pekik Taehyung tiba-tiba.

Sontak seisi kelas tertawa. Hoseok yang mendengarnya hanya tersenyum kecut. “Aku lebih baik menerima kado dari gadis di sebelahmu daripada kau.”

“Ah … kau sangat menyakiti hatiku….” Keluh Taehyung sambil memegangi dada kirinya.

“Baiklah hentikan. Aku akan mulai serius sekarang.”

“Ah jangan … tidak seru lagi kalau serius,” celetuk Sena tiba-tiba. Yang langsung diamini oleh Taehyung.

Dua gadis yang duduk dua bangku di depan Jimin dan Jungkook sama-sama menoleh ke belakang sambil pasang wajah sebal. Astaga, dua anak itu sejak kemarin heboh melulu. Apa tidak bisa diam sebentar saja? Rasanya mereka ingin sekali menyumpal dua manusia sama tipe golongan darah itu dengan kaos kaki butut.

“Aish, baiklah. Intinya begini, aku mau mengenalkan tentang ekskul tari. Semua jenis tari ada di klub ini, jadi jangan khawatir kalau kalian hanya bisa menguasai satu jenis tarian. Klub ini memang paling banyak diminati oleh para trainee. Kalian tahu, Taeyang Big Bang adalah alumni dari sekolah ini dan dia adalah mantan ketua klub tari sepuluh tahun lalu. Tapi kalau kalian bukan trainee juga tidak apa-apa ikut klub ini. Kami menerima semua orang, tanpa terkecuali. Sampai di sini ada pertanyaan?”

Jimin tiba-tiba mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

“Ya, Park Jimin.”

“Apakah dengan masuk klub tari aku bisa lolos audisi pencarian bakat?” tanyanya sambil menurunkan tangan.

Hoseok mengangguk tanpa pikir panjang. “Ya, itu bisa saja terjadi. Klub tari Hanyang selalu tampil di acara-acara besar, jadi besar juga kemungkinan kau bisa lolos audisi dengan mudah.”

“Ah baiklah. Aku akan memilih klubmu, hyung.”

Hoseok mengangkat ibu jarinya dengan bangga. “Kalau tidak ada yang mau ditanyakan lagi, presentasi klub tari akan kuakhiri sampai di sini. Terima kasih perhatiannya.”

“Sama-sama,” balas seisi kelas bersamaan.

Pria itu keluar seperti yang lain, menuju kelas 1-2 untuk memberi presentasi yang sama. Sementara itu kini giliran Kim Namjoon. Ia mengedarkan pandangannya dulu sambil menebar lesung di pipinya.

“Pagi semuanya.”

“Pagiiii!!” balas semuanya dengan Sena dan Taehyung yang lagi-lagi paling heboh.

Namjoon tersenyum pada dua anak itu. Membenarkan kacamata. “Namaku Kim Namjoon, dari kelas 2-1. Hari ini aku akan memperkenalkan organisasi kesiswaan sekolah. Singkatnya organisasi ini pernah kalian temui juga di SMP, dan akan kalian temui pula saat masuk universitas nanti. Khusus untuk tingkat menengah atas, organisasi kesiswaan lebih terpusat pada hal-hal yang bersifat mandiri. Siapa pun boleh masuk organisasi ini, tapi dengan syarat, kalian harus mau menghabiskan banyak waktu di sekolah lebih lama dari teman-teman kalian. Organisasi kesiswaan Hanyang memegang peran penting di sekolah ini. Jadi kumohon, jika kalian memilih organisasi ini, maka kalian harus memiliki tanggung jawab yang tinggi dan disiplin soal waktu. Sampai di sini ada pertanyaan?”

“…”

follow akun author => ohnajla blog

“Baiklah. Sekian penjelasanku hari ini. Kalau ada yang ingin ditanyakan datang saja ke kelas 2-1. Selamat pagi.”

“Pagiii.”

Dan tersisalah satu senior di sana. Dia tak lain tak bukan adalah Min Yoongi. Jeeezzz … mood Sena mendadak menguap ke udara. Apa-apaan? Yoongi menatapnya dingin ditambah seringaian yang aneh. Cih, apakah pria itu sedang mencoba menggodanya?

“Senang bertemu kalian lagi, para juniorku.”

“Aku juga, sunbaenim~~” balas Taehyung ceria. Entah kenapa kali ini tidak ada suara apa pun dari gadis di sebelahnya.

“Aku Min Yoongi, kelas 2-1. Di sini aku ingin mengenalkan pada kalian tentang klub basket dan musik klasik. Tahun ini dua klub ini diketuai olehku. Sebenarnya satu orang mengepalai dua klub itu tidak diperbolehkan, tapi karena memang kondisi yang mendesak, akhirnya aku pun terpaksa mengambil dua tanggung jawab ini. Tidak perlu kujelaskan panjang lebar soal klub basket. Aku yakin kalian semua sudah kenal dengan tim Red Dragon, jadi kali ini aku hanya akan menjelaskan tentang klub musik klasik.”

Sena menguap lebar. Ugh … membosankan.

“Apakah penjelasanku membuat kalian mengantuk?” seru Yoongi tiba-tiba.

Sena yang merasa tersindir pun tersentak. Kemudian segera membenarkan letak duduknya sambil menepuk-nepuk wajah. Aish, si Judes itu….

Sementara pria yang disebutnya si Judes hanya tersenyum tipis. “Baiklah akan kulanjutkan. Jadi….”

Meskipun Sena tampak serius mendengarkan, sebenarnya ia tidak benar-benar melakukannya. Bagaimana bisa dia mendengar suara Yoongi kalau suara gadis-gadis di sekitarnya jauh lebih mendominasi pendengaran? Kebanyakan dari gadis-gadis ini membahas sesuatu yang tidak penting. Seperti….

“Eh bukannya itu sunbae yang tadi?”

“Eum. Memang, wae?”

“Dia tampan sekali.” Gadis dengan jepit motif kupu-kupu putih memekik tertahan.

“Benarkah? Kalau menurutku cuma suaranya yang bagus.”

“Itu juga termasuk. Kau tahu tidak, tadi sewaktu tour dia mengajakku bicara. Oh astaga, dia benar-benar tampan. Tinggi pula.”

Sena menggeleng pelan sambil pasang wajah kecut. Tampan dari mananya? Tinggi dari mananya? Masih tampan dan tinggi juga orang di sampingnya ini. Ckckck, gadis itu buta apa bagaimana sih?

Beda lagi dengan yang ia dengar dari dua gadis yang duduk di depan bangku Jimin dan Jungkook.

“Red Dragon? Ah … aku ingat. Mereka pernah muncul di televisi nasional. Ah … benar juga, ini kan SMA Hanyang.”

Eoh Kau mengenalnya?”

Menggeleng. “Aku hanya pernah melihatnya saat diwawancarai TV. Kalau tidak salah saat Red Dragon dapat medali emas.”

“Wah … aku bahkan baru tahu kalau ada nama Red Dragon di negara ini.”

Pfft! Hampir saja tawanya meledak. Lucu, lucu sekali. Kau tidak sendirian nona, aku juga baru tahu kalau ada nama itu di dunia ini.

Saat melirik ke depan kelas lagi, ia terkejut ketika pandangannya langsung bertabrakan dengan pemilik mata sipit di sana. Oh astaga, ketahuan lagi. Mana si sipit itu menyeringai pula.

“Sepertinya sepuluh menitku di sini hanyalah sebuah kesia-siaan. Sebegitu tidak pentingnyakah klub musik klasik bagi kalian?”

Seketika ruangan gaduh. Semua kepala menoleh ke sana kemari. Mencari tahu siapa sebenarnya yang telah membuat Yoongi berpikiran begitu. Jimin, Jungkook dan Taehyung juga melakukan hal yang sama. Mereka juga tak habis pikir kenapa tiba-tiba Yoongi bicara seperti itu. Bukankah sejak tadi kelas hening karena fokus mendengarkannya?

Sementara itu di sudut sana Sena tampak tengah berusaha menyembunyikan wajahnya sambil menggigit bibir. Haduh, dia benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau orang-orang menyadari bahwa ini adalah ulahnya.

Yoongi tersenyum tipis. Ia pun mundur selangkah, membungkuk singkat. “Aku hanya bercanda. Nona di sana, lain kali kalau aku bicara tolong dengarkan dengan baik. Baiklah, sekian dariku. Terima kasih atas perhatian kalian. Sampai jumpa.”

Kepergian Yoongi dibarengi dengan tatapan bermacam-macam dari semua orang yang ditujukan pada Sena. Beberapa gadis tampak mengeluh, lagi-lagi Oh Sena. Sementara siswa pria hanya menatapnya sekilas lalu segera fokus mengisi selembaran di meja masing-masing.

Sena sendiri masih menunduk. Mengutuk seseorang bernama Min Yoongi. Gara-gara orang itu, dia lagi-lagi menjadi perhatian semua orang. Tahukah pria itu kalau dia sangat tidak suka menjadi perhatian banyak orang? Argh! Min Yoongi!!

Seseorang tiba-tiba meraih bahunya. Mau tak mau dia menoleh. Byun Taehyung, pria itu, menatapnya dengan matanya yang bulat.

“Kau baik-baik saja?”

Sena buru-buru menjauhkan wajah. Blush! Oh god! Tadi itu dekat sekali!!

“A-aku-”

Taehyung menahan dagu dengan tangannya di atas meja. “Kau tiba-tiba saja jadi pendiam saat Yoongi hyung bicara. Kau tahu tidak, aku khawatir karena kupikir kau sakit. Hm … padahal aku ingin sekali menyorakinya bersamamu.”

“Kau khawatir?”

Taehyung mengangguk. “Tentu saja. Kau yang awalnya berisik, tiba-tiba saja berubah diam seperti patung. Tapi, kau baik-baik saja ‘kan?”

“Ya, aku baik-baik saja. Aku hanya … hanya….”

“Hanya apa?” tanya pria itu tak sabaran.

Sena spontan menggeleng. “Ah tidak. Tidak apa-apa.”

Kekecewaan terbesit di wajah tampan Taehyung. Tapi itu tidak bertahan lama karena setelahnya dia berhasil membuat pipi Sena merona kembali.

“Oke, kalau ada apa-apa jangan ragu untuk memberitahuku. Aku pernah baca di suatu tempat, kalau memendam masalah sendiri itu tidak baik untuk kesehatan. Jadi, katakan saja semua masalahmu padaku. Kita kan teman.”

Sena mengangguk semangat. Teman. Ya, untuk kali ini mereka hanyalah teman. Tapi siapa tahu ke depannya nanti.

Ia pun menunduk, membaca ulang selembaran di hadapannya. Dan tanpa pikir panjang, dua kotak ekstrakulikuler dia centang.

(v) Organisasi Sekolah

(v) Musik Klasik

 

TBC

12 responses to “#3 Lie [Blood Sweat & Tears] ~ohnajla

  1. Haha sena malah jd patung wktu yoon gi ngmng. Whoaa jd sena milih musik klasik yaa? Ktmu lg dong sma yoon gi oppa.
    Kurang pnjang kk. Next chapt panjangin lg yaa kk. Dtggu bgt kelanjutan.a
    hwaiting^

  2. Serius, Sena sadar ga tuh centang musik klasih?? Wkwk intinya sama2 gabisa jauh2 satu sama lain, takdir^^
    Ihihii Tae suka ya ama Sena, ko kayanya ada ‘something’ khusus yg baunya ada manis2nya gitu *apasih(?) Hehe
    Next part banyakin wordnya dong ka, biar puassss bangetttt!!! Tengkyu ya ka^^

  3. Duuhhh kak, kok pendek banget kak? Gak puas kak. Aku tiap hari selalu ngecek di blog buat nyari ff ini loh kak 😀
    What? Sena milih music klasik? Gak salah? Itu si sena masuk kandang harimau itu. Ketuanya sii suga. Mungkin sena lagi khilaf pas centang selembaran itu. Bisa di pastikan si sena bakal ngomel2 trus nanti.
    Kak, SeHyung moment donk 😀. Mrka kencan kemana kek gitu. Wkwkwk.
    Semangat ya kak buat eps 4 nnti. Di panjangin lagi ya kak nnti hehe
    Hwaiting \^O^/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s