[Halloween Edition] You are….

14258338_914539231986142_8951922289636367398_o

 

You are….

by Seanaomi

“Aku suka warna itu karena sesuai dengan hatiku….. “

***

 

 

 

Jarum jam terus bergerak dengan tenang dan teratur menimbulkan suara yang khas di malam yang sepi ini. Jam yang menempel pada dinding putih itu menunjukkan pukul sepuluh malam. Suara lembaran kertas yang dibalik juga menemani kesunyian malam di akhir bulan November ini. Seorang pemuda tengah membaca sebuah buku yang baru saja dibelinya tadi sore di sebuah perpustakaan rumahnya. Duduk di atas matras dengan menyandarkan punggungnya pada rak – rak kayu yang berisi koleksi buku milik keluarganya.

 

Jimin, nama pemuda itu melipat bagian atas halaman buku yang tengah dibacanya. Menandainya agar ia bisa melanjutkan kembali kesenangannya itu. Buku yang berjudul “Psychology and Society” itu diletakkannya kembali pada salah satu rak. Pemuda itu kemudian beranjak pergi meninggalkan perpustakaan itu.

 

 

 

 

 

Siang harinya itu Jimin tengah berbincang – bincang dengan teman – temannya di sekolah saat waktu istirahat seperti biasanya. Membicarakan tugas, hobi, pertandingan, gadis – gadis dan juga kebribadian.

 

 

“Jimin Hyung!” panggil seseorang. Segera saja Jimin menolehkan kepalanya menatap seseorang yang tengah memanggil namanya. Dilihatnya teman sekelasnya itu tengah berlari kecil ke arahnya.

 

“Ada apa?” tanya Jimin. Jungkook tersenyun menatap Jimin.

 

 

“Hyung, ayo kita camping!” ajak Jungkook dengan senang. “Kita ajak Taehyung dan Hoseok hyung juga. Ini untuk mengisi liburan akhir tahun. Bagaimana?” ajak Jungkook. Tanpa basa – basi Jimin menerima ajakan sahabatnya itu. Ide yang bagus untuk mereka menghabiskan liburan musim dingin dengan camping.

 

 

Kemudian Jungkook dan Jimin beranjak ke halaman belakang sekolah. Duduk di pinggiran lapangan basket, sembari melihat ke arah senior mereka– Min Yoongi  yang tengah menampilkan aksi hebatnya menggiring benda bulat berwarna oranye itu ke dalam ring basket.

 

 

Jimin mengeluarkan buku miliknya itu dari balik saku jas sekolahnya. Membuka halaman yang sebelumnya ia tandai. “Kau sedang membaca apa?” tanya Jungkook penasaran. Jimin menunjukkan sampul buku itu kepada Jungkook yang berada di sampingnya.

 

 

“Buku ini baru kubeli kemarin. Bagus bukan? Ingin membaca?” tawar Jimin.

 

 

Namun lelaki di sebelahnya itu menatap aneh pemuda yang tadi menawarkan buku padanya. Ia merasa… Yah… Aneh dan bingung. “Buku apa itu? seperti apa isinya?” tanya Jungkook polos.

 

 

“Buku psikologi. Suga hyung merekomendasikanku buku ini padaku. Kau akan mengetahui kebribadian seseorang. Itu saja, lagipula aku juga belum selesai membacanya. Sejujurnya aku tidak mengerti apa isinya,” jawab Jimin sekenanya dengan menampilkan cengiran bodohnya.

 

 

“Aku tidak mengerti seleramu. Yah, oke. Nikmati waktumu. Jangan lupa ya, minggu depan kita camping!” ucap Jungkook. Setelah itu, pemuda bermarga Jeon itu melangkah meninggalkan Jimin disana sendirian.

 

 

“Hyung, persiapkan semuanya!”

 

 

 

***

 

 

Rumah kecil di pinggiran kota Seoul itu tengah ramai oleh sekumpulan pemuda dengan peralatan camping yang tergelatak di halaman depan rumah itu. Mereka berkumpul di kediaman keluarga Jung sebagai tempat berkumpul sebelum berangkat camping. Taehyung tengah mengangkat persediaan makanan ke dalam mobil, sementara tiga orang lainnya tengah mengecek jika tidak ada barang – barang yang tertinggal.

 

 

Semua sudah diletakkan pada bagasi mobil hitam merk Ford itu. Mereka berempat masuk ke dalam mobil. Hoseok lah yang mengemudi dengan di sampingnya adalah Jungkook. Sementara di kursi belakang adalah Jimin dan Taehyung. Berharap perjalanan ini lancar, karena mereka meminjam mobil milik teman mereka Jin. Jika pulang ada sedikit goresan saja, pemuda penyuka warna pink itu akan menjadi beringas.

 

 

“Kau sudah set GPS lokasinya bukan?” tanya Hoseok pada Jungkook yang dibalas anggukan dengan cepat oleh yang ditanya. Deru mesin mobil mulai terdengar dan mesin ber-roda empat itu melaju dengan tenang. Di sepanjang perjalanan hanya hening. Hoseok fokus mengemudi sembari memperhatikan arah gps, Jungkook hanya diam menikmati pemandangan pepohonan dan jalan – jalan yang mereka lalui sembari menahan kantuk. Bagaimana dengan manusia yang berada dibelakang?

 

 

Taehyung sudah setia dengan mimpi di alam bawah sadarnya, sedangkan Jimin sibuk melanjutkan bacaan nya yang belum selesai itu. Entah sadar atau tidak, mereka tengah asik dengan kesibukan masing – masing sampai tidak menyadari sesuatu hal yang ganjil hingga mereka sampai di lokasi camping.

 

 

Mobil hitam itu berhenti di lokasi parkir hutan camping itu. Tempat itu sepi, hanya ada beberapa pengunjung saja yang sedang camping di tempat itu. Jungkook dan Hoseok segera keluar dari mobil, mengeluarkan semua perabotan untuk mendirikan tenda.

 

 

Taehyung yang masih setengah sadar pamit pergi untuk mencari kamar mandi. Hanya mereka bertiga yang tersisa. Hoseok yang paling tua diantara mereka, dan dia mengambil alih untuk urusan camping disini.

 

 

“Baiklah, Jungkook, kau dan Jimin pergilah mencari air dan kayu bakar. Aku dan Taehyung akan mendirikan tenda dan menyiapkan makan malam. Jangan pergi terlalu jauh. Ini sudah sore.”

 

 

Kedua orang itu segera menyanggupi perkataan orang yang paling tua disini. Mereka masuk ke dalam pinggiran hutan untuk mencari kayu bakar. “Oi, kook, kau cari kayu bakar, aku akan ke sungai untuk mencari air.”

 

 

“Ya, hyung.”

 

 

Sudah beberapa menit berlalu, Jimin sudah berhasil memenuhi dua jerigen besar yang dibawanya. Jimin baru saja ingin beristirahat sejenak di bawah pohon namun semua itu digagalkan akibat suara teriakan Jungkook. Pemuda itu panik, ia tengah memikirkan hal – hal buruk yang mungkin akan terjadi kepada Jungkook. Segera saja Jimin berlari ke arah sumber suara.

 

 

“Oh, hai hyung,” sapa Jungkook dengan senyuman khas nya. Jimin yang hampir saja terkena serangan jantung seketika berubah ingin menghajar bocah Jeon itu. Laki – laki yang tengah membawa kayu bakar itu terlihat baik – baik saja dan tersenyum bodoh.

 

 

“Kau sudah membuatku terkena serangan jantung!! Ku kira kau bertemu binatang liar atau apa? Ada apa denganmu Jeon Jungkook!!” marah Jimin. Lelaki itu bersiap berbalik, namun berhenti ketika mendengar ucapan Jungkook.

 

 

“Hyung, kukira aku bertemu dengan seorang gadis di hutan ini. Ternyata itu khayalan.. Hehe.”

 

 

Ingin sekali bagi Jimin melemparkan bocah itu ke dalam jurang.

 

 

***

 

Malam ini begitu ceria, di bawah sinar rembulan dengan empat orang pemuda duduk berjajar mengelilingi sebuah api unggun yang berada di tengah. Satu orang tengah memainkan gitarnya dengan lembut menambah suasana cerah pada malam ini, sedangkan lainnya bernyanyi ceria dan memakan marshmallow bakar yang lezat.

 

 

“Hey, aku ingin menanyakan sesuatu,” ucap Jimin tiba – tiba. Semua pemuda yang ada disana segera memusatkan fokusnya pada lelaki berjari pendek itu. Taehyung menganggukkan kepalanya tanda menyuruh Jimin untuk melanjutkan.

 

 

“Apa yang kalian pikirkan dengan ini?” ucap Jimin sembari mengeluarkan sebuah cermin kecil di hadapan teman – temannya. Segera saja Taehyung merebut cermin itu dan menatap pantulan dirinya di balik cermin. “Wow, aku bahkan belum mandi namun masih tetap tampan rupanya,” ucap Taehyung sumringah yang hanya dibalas tatapan jengah dari Jimin. Taehyung ingin memberikan cermin itu ke Hoseok, namun Hoseok menatapnya dengan tatapan tajam seperti isyarat jangan ganggu aku, aku tengah bermain gitar.

 

 

Jungkook mengambilnya, ia menatap tampilan dirinya dari balik kaca itu dan tersenyum. “Aku rindu wajah lama ku yang babyface, kenapa sekarang wajahku terlihat tua? Ditambah noda pada kaca ini yang membuatku terlihat berkeriput, noda ini menganggu saja.” Kesal Jungkook lucu dengan membersihkan cermin itu dengan kaos berwarna putih yang dikenakannya, setelah itu ia kembalikan cermin itu kepada Jimin.

 

 

“Ada apa hyung kau menanyakan hal tersebut kepada kami?” tanya Jungkook. Jimin hanya menggeleng. “Iseng saja, bosan.”

 

 

“Oh iya, apa warna favorit kalian? Dan alasannya?” tanya Jimin lagi penasaran.

 

“Biru keunguan!” jawab Taehyung cepat. “Seperti warna… uhm… bagaimana ya. Haha. Tidak jadi. Suka saja. Apakah menyukai sesuatu harus ada alasannya?,” balas Taehyung gugup sambil menggaruk – garukkan kepalanya.

 

 

“Putih, karena putih itu suci,” sambung Hoseok.

 

 

“Aku juga, tapi bagiku warna putih itu unik, aku tidak bisa menjelaskan dengan kata – kata, karena aku sendiri bingung bagaimana mengatakannya, mungkin senada dengan Hoseok hyung” jawab Jungkook. Jimin yang mendengarnya mengangguk – angguk. “Kalau aku merah, karena merah itu darah,” jawab Jimin.

 

 

Malam semakin larut, angin berhembus dengan tenang membuat siapa saja akan terpesona dengan kesunyian itu. Ditambah bunyi – bunyi binatang malam yang membuat suasana hutan ini semakin asri. Hoseok tengah melihat dari luar, tenda di samping miliknya, sepertinya semua orang tengah tertidur, kecuali Taehyung yang tidak ada pada tendanya. Taehyung satu tenda dengan Hoseok. Pemuda itu tidak ada di tendanya. Hoseok berpikir, mungkin saja pemuda Kim itu tengah mencari kamar mandi, terhitung lelaki itu sudah bolak balik ke kamar mandi dengan alasan panggilan alam, mandi, ini, itu, dan entahlah.

 

 

“Hyung, tidak tidur?” tanya Jimin, pemuda itu keluar dari tendanya ketika menemukan Hoseok tengah sendirian berada di luar. “Belum, kau tahu dimana Taehyung?” tanya Hoseok. Jimin hanya menggeleng. “Tentu saja tidak, aku tidur dengan nyenyak di dalam karena bisa bebas menggerakkan tubuhku kemanapun. Tapi semua itu rusak karena panggilan alam yang mengganggu ini.”

 

 

“Hyung, aku ingin mencari kamar mandi dulu, aku sudah tidak bisa menahannya. Pinjam sentermu.” Jimin langsung merebut sebuah senter di tangan Hoseok dan langsung pergi begitu saja.

 

 

Jimin berlari di tengah malam demi mencari kamar mandi yang berada di samping pos keamanan hutan camping itu. Jimin berlari pelan sembari memegang perutnya yang merasa mulas.

 

 

 

 

“Oi!” panggil seseorang. Jimin baru saja ingin membalikkan badan, namun tubuhnya tiba – tiba saja jatuh tersungkur ke depan. Senter yang dibawanya jatuh beberapa meter dari dirinya. Kepalanya terasa sakit karena hantaman benda keras di kepalanya. Jimin merasakan ada cairan kental yang mengucur dari kepalanya.

 

 

“Merah seperti darah.”

 

 

Jimin mengenal suara itu, belum sempat ia ingin memastikan apakah orang itu benar seseorang yang dikenalnya atau tidak. Jimin merasa seluruh kehidupannya hampir habis. Dua tangan itu sudah berada di lehernya. Mencekik nya dengan kencang, hingga Jimin kesulitan bernafas. Jimin berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman kuat di lehernya. Lelaki itu berusaha memberontak. Jimin tidak bisa melihat wajah itu dengan jelas, tidak ada cahaya di hutan ini, sangat gelap.

 

 

“Ungu, seperti warna wajahmu yang berubah karena kekurangan oksigen, hmm..” Jimin merasakan tangan yang mencekik lehernya semakin kencang. Ia berusaha melepaskan diri, nihil. Hingga Jimin akhirnya merasa lemas dan tidak kuat lagi. Lelaki itu pasrah, mungkin inilah akhir hidupnya.

 

 

“Putih, kau suci karena kau sudah pergi ke surga sana bukan? Nikmati hari indah sucimu di surga Jiminie,” ucap pemuda itu puas karena melihat sosok korbannya sudah tergeletak tak bernyawa.

 

 

“Senang rasanya, akhirnya bisa menyingkirkanmu! Hatiku kosong tak ada perasaan. Ini benar – benar membuat diriku bahagia.” Gelak tawa muncul dari bibir lelaki itu. Segera saja pemuda yang menjadi pelaku pembunuhan itu meninggalkan sosok tubuh pucat berwarna putih itu di tengah hutan. Di bawah cahaya rembulan.

 

 

 

 

The End

 

 

Note: Ini ff Riddle pertamaku, maaf ya kalau masih banyak kekurangan. Karena masih belajar. Mungkin jika ada saran boleh bagi – bagi, agar bisa membuat ff lain dengan genre Riddle yang lebih baik ke depannya.

 

Menurutmu, siapa yang bunuh Jimin???

 

 

 

3 responses to “[Halloween Edition] You are….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s