[Halloween Edition] Prom Night

 

Prom Night Party Decor

 

Prom Night

By Seanaomi

“Alunan melodi ini membuatku semakin jatuh dalam berdansa.”

.

.

***

 

Aula besar itu tampak sesak dengan banyaknya mahasiswa baik laki – laki maupun perempuan yang berada di ruangan ini. Di sudut ruangan terlihat banyak pemusik yang tengah sibuk memainkan melodi lembutnya, piano, biola, harpa dan juga cello. Semua melodi dengan ciri khas suara yang berbeda itu beradu menjadi satu hingga menimbulkan alunan melodi yang sangat indah di telinga. Tak lupa dengan meja – meja panjang di pinggiran aula yang di atasnya terdapat berbagai jenis kudapan, kue dan juga minuman.

Di bulan November ini pihak universitas mengadakan acara Prom Night yang sebenarnya untuk merayakan perayaan Halloween pada akhir bulan Oktober lalu. Seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas berkumpul di tempat ini dengan pasangannya, ya karena acara Prom Night identik dengan berdansa bukan?

 

Seorang laki – laki tengah duduk di salah satu kursi dengan membawa secangkir cocktail di tangan kanannya. Mata lelaki itu menatap dengan jengah kesekelilingnya. Lelaki itu sangat membenci acara seperti ini. Oh salahkan karibnya yang bernama Kim Namjoon karena telah memaksanya untuk datang ke acara ini. Jika Namjoon tidak mengancamnya akan mengambil semua snack miliknya yang disimpan di kulkas, ia bersumpah tidak akan datang ke tempat ini.

 

Lalu dimana lelaki bernama Kim Namjoon itu? Lelaki itu tengah bergabung bersama dengan mahasiswa lainnya, berdansa dengan seorang gadis yang notabene adalah kekasihnya sendiri.

 

Kim Seokjin, nama pemudayang tengah duduk bersender itu memandang semua adegan itu dengan jengah. Seokjin hanya sendirian, tak memiliki pasangan sama sekali. Yah… sebenarnya banyak mahasiswi memang tidak ingin berdansa dengannya, bahkan Namjoon sudah mencarikan banyak gadis untuk Seokjin, namun semua gadis itu menolak.

 

“Tidak laku hmm?” tanya seseorang tiba – tiba yang membuat Seokjin dengan cepat mengarahkan pandangannya ke sumber suara. Dilihatnya seorang gadis berambut panjang dengan dress selutut berwarna peach tengah tersenyum pada Seokjin.

 

“Seperti itulah,” jawab Seokjin asal. Malas meladeni gadis yang tidak ia kenal itu.

 

“Mau berdansa denganku? Aku juga tidak punya pasangan,” tawar gadis itu malu – malu. Seokjin ragu sejenak, namun akhirnya ia meng-iyakan tawaran gadis yang baru dikenalnya itu. Mereka berdua kemudian menempatkan dirinya beserta para pasangan lain yang berdansa.

 

“Apakah tidak apa – apa? Siapa namamu?” tanya Seokjin hati – hati.

 

“Aku Park Soorin. Kau merasa malu? Kita bisa berdansa di dekat pintu keluar jika kau tidak nyaman,” balas gadis itu santai. Seokjin hanya mengangguk pasrah, Gadis itu menarik lengan Seokjin.

 

“Letakkan kedua tanganmu di pinggangku,” ucap Soorin dengan menarik tangan Seokjin dan meletakkannya pada pinggangnya, sedangkan gadis itu segera mengalungkan kedua tangannya pada leher Seokjin. Mereka berdua mulai berdansa dengan pelan, mengikuti irama musik.

 

Alunan melodi nan lembut itu benar – benar merasuk kedalam jiwa para pasangan dansa itu. Mereka semua terhanyut dalam alunan melodi itu, termasuk Seokjin dengan gadis itu.

 

Beberapa mahasiswa yang berada di dekat Seokjin melihatnya dengan aneh. Banyak dari mereka berbisik – bisik mengenai Kim Seokjin, setelah itu mereka akan menjauh dari tempat dimana Seokjin dan gadis itu berada. Seokjin yang mendengarnya merasa tidak nyaman, dia berusaha melepaskan tautan mereka dan berlalu pergi dari sini.

 

“Jangan pedulikan mereka Seokjin-a, mereka itu adalah tipikal manusia yang tidak bisa menghargai kelebihanmu,” bisik Soorin di telinga Seokjin. Seokjin hanya terdiam, tidak tahu harus berbuat apa selagi gadis di depannya ini semakin merapatkan dirinya pada tubuh Seokjin.

 

“Alunan musiknya benar – benar lembut bukan? Kau harusnya terhanyut dengan melodi ini, daripada mendengarkan ucapan – ucapan kotor mereka.”

 

“Ya, kau benar Soorin-a, selagi ada waktu, aku juga ingin menikmati malam ini seperti mahasiswa lainnya.”

 

Kim Namjoon berdiri menatap Seokjin dengan tatapan kosong. Ia benar – benar prihatin dengan laki – laki itu. Setidaknya, melihat Seokjin tersenyum dan terhanyut dalam melodi ketika berdansa membuat hatinya merasa sedikit lega, walaupun Namjoon juga merasa ingin segera membawa Seokjin pergi dari tempat itu. Ini adalah salahnya, Namjoon menyesal sudah mengajak Seokjin ke tempat ini.

 

“Maafkan aku. Ini salahku hingga kau menjadi bahan umpatan teman – teman.”

 

 

 

 

The End

Note: Ini FF Riddle ya, muehehehe… Maaf kalau masih busuk banget ini tulisan. Hope you enjoy it.

 

 

5 responses to “[Halloween Edition] Prom Night

  1. gaada yg mau dansa sama jin? kasihan..
    ohiya itu kan cewe nya hantu ya? terus si jin punya kelebihan bisa liat makhluk halus? nah berarti sbenarnya jin sadar kan kalo dia lagi dansa sama hantu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s