Namsan! I’m in Love #5 ~QueenX~

Namsan! I’m in Love #5

poster

Author

QUEENX

 

 

Genre : ROMANCE, FLUFF, SCHOOL LIFE

 

 

Main Cast :

OH SEHUN

KIM YOOJUNG (OC)

 

Length : Chaptered (Less than 2k Words)

 

Rating : Teen

 

Sebelumnya di Namsan! I’m in Love

 

 

 

.

 

Inspired By : Eiffel, I’m in Love

 

.

 

 

 

All in Author’s POV

 

.

Busan adalah kota yang indah. Meski dialek warga Busan sering ditertawakan orang Seoul, tetapi aku tetap bangga menjadi gadis Busan. Namaku Kim Yoojung. Dan ini… adalah kisah cintaku, kisah yang tak terduga, penuh kejutan dan… selamat membaca!

.

.

.

“Jangan-jangan perjodohan ini…”

“Ada apa dengan perjodohan ini?” tanya Sehun penasaran dengan apa yang Yoojung pikirkan kali ini.

“Kau tahu…seperti dalam drama-drama yang biasa aku dan eomma tonton, dua orang pengusaha melakukan perjodohan terhadap kedua anak mereka yang tidak saling mencintai, bahkan mereka saling bermusuhan, semua ini dilakukan hanya demi bisnis mereka agar lancar. Jangan-jangan perjodohan ini dilakukan hanya sebatas bisnis. Menjadikan anak mereka salah satu aset mereka unt—” ucapan Yoojung dipotong oleh Sehun tiba-tiba.

“Omong kosong macam apa lagi ini?” tanya Sehun sambil menggelengkan kepala, namun sambil mengendarai mobilnya ia mencoba untuk menahan tawa yang nyaris meledak ketika mendengar penuturan Yoojung barusan.

“Astaga… kau ini, siapa tahu saja cerita dalam drama-drama itu sebenarnya ada yang berdasarkan kisah nyata!” ucap Yoojung tidak mau disalahkan.

“Jika memang begitu menurutmu, bagaimana akhir dari drama yang kau tonton itu.”

“Hmm…” Yoojung tampak berpikir, “…ternyata mereka saling mencintai pada akhirnya dan—mwo? Apa yang aku katakan barusan? Mereka saling mencintai? Ah tidak, tidak, tidak. Itu tidak akan terjadi pada kita berdua, kan?” tanya Yoojung sambil mengerjapkan kedua bola matanya, membuat Sehun tertawa lalu mengacak gemas poni Yoojung.

“Jika itu terjadi, paling juga kau yang jatuh cinta duluan pada diriku.” Goda Sehun.

“MWO!? TIDAK MUNGKIN!”

“Heeey, bahkan pipimu mulai memerah sekarang. Jangan-jangan kau sudah jatuh cinta padaku, ya?” goda Sehun lagi.

Ih! Sehun! Pipiku memerah karena cuaca hari ini sangat panas!”

“Tapi kan kau berada di dalam mobil sekarang. Bahkan ACnya juga kunyalakan. Hahaha, dasar pendek.”

Ih! Kalau kau memanggilku pendek lagi maka aku akan…aku akan—”

“Akan apa? Kau bisa apa dengan tubuh pendekmu itu, huh?”

“YAK! OH SEHUN! BERHENTI MEMANGGILKU PENDEK!”

*

Sore itu, suasana kediaman keluarga Kim tampak sepi. Yoojung yang tengah bosan memutuskan keluar dari kamarnya, ketika ia keluar, melintas salah satu asisten rumah tangga di hadapannya.

“Bibi Yoon!”

“Ya, nona?”

“Kemana perginya semua orang?”

“Tuan Seokjinie dan Sehunie sedang berada di pekarangan rumah nona.”

“Sedang apa mereka?” tanya Yoojung penasaran.

“Sepertinya Tuan Sehun sedang membantu Tuan Seokjin membersihkan mobilnya.”

“Kan membersihkan mobil adalah tugas dari Paman Jung.”

“Pak Jung kan ikut keluar kota dengan ayah dan ibu nona.”

Yoojung lalu mengangguk dan menyuruh asisten rumah tangganya untuk pergi. Matanya langsung tertuju ke pintu kamar yang sedikit terbuka di depannya. Ia kemudian mencoba melirik ke dalam, pelan-pelan ia membuka pintunya sedikit lebar dan berjalan masuk.

“Pengap sekali, apakah ia tak pernah membuka jendela kamarnya?” lirih Yoojung lalu membuka salah satu tirai jendela di kamar milik Sehun.

Ia melihat ke sekeliling kamar tersebut dan tidak menemukan sesuatu yang menarik untuk dilihat, namun tiba-tiba saja matanya tertuju pada layar ponsel Sehun yang berkedip, ia kemudian mendekati nakas dan melihat apakah ada panggilan atau pesan di ponsel Sehun.

“Bae Suzy? Siapa dia?” ucapnya lalu mengangkat ponsel Sehun.

“Y-yeobse—”

Sehunaaaah!” pekik sebuah suara yang terdengar sangat nyaring di seberang telepon.

“Aku merindukanmu Sehun-ah! Kapan kau kembali? Mengapa kau betah sekali tinggal di Busan? Hun-ah, aku bosan setiap pulang kuliah selalu di rumah dan tidak melakukan kegiatan apapun, aku rindu pergi ke club malam denganmu. Ayolah Hun-ah, cepatlah pulang!” Yoojung hanya menyerngit mendengar suara genit gadis tersebut. Ekspresinya menunjukkan rasa ketidaksukaannya pada gadis dengan nama Bae Suzy itu.

“Apa yang kau lakukan di kamarku?” tiba-tiba berdiri Sehun di belakang Yoojung yang membuat Yoojung menggigit bibirnya pelan dan berbalik pada Sehun dan menyerahkan ponsel Sehun pada pemiliknya.

“I-ini…ada seseorang yang menelponmu.” Tutur Yoojung kemudian Sehun mengambil ponselnya dan melihat siapa si nama penelpon di layar ponselnya dan tak lama setelah itu ia keluar untuk melanjutkan pembicaraannya dengan si pemilik nama Bae Suzy di luar kamarnya.

“Mengapa harus di luar segala? Memangnya tidak bisa ia menerimanya disini saja? Apakah gadis itu sangat penting untuknya sampai aku tidak boleh tahu apa yang akan mereka bicarakan?” gerutu Yoojung lalu mendudukkan tubuhnya di kasur milik Sehun.

“Lama sekali sih, apa saja yang mereka bicarakan? Menyebalkan.” Yoojung masih terus menggerutu. Lama kelamaan, matanya mulai berat dan ia kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas kasur milik Sehun.

Saat kembali ke kamarnya, Sehun sudah menemukan Yoojung tertidur sambil memeluk guling dengan bibir yang sedikit dimajukan. Sehun kemudian tersenyum kecil dan mendekati sisi kasurnya dan mengamati wajah Yoojung dari dekat.

“Apa sebenarnya yang membuat dirimu menjadi begitu berharga untukku hingga detik ini? Kau bahkan jauh tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan gadis yang baru saja menghubungiku.” Lirih Sehun lalu tersenyum dan berdiri mengambil selimutnya kemudian menyelimuti tubuh Yoojung.

*

Yoojung terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berada di dalam ruangan yang gelap gulita. Ia melihat ke jendela dan melihat langit sudah mulai gelap. Ia menyerngit. Ada yang beda dengan kasur yang ia tiduri. Aroma kamar yang ia tempati juga tercium lebih maskulin. Ia menolehkan kepalanya dan melihat seisi kamar tersebut gelap sekali. Hanya ada pintu kamar mandi yang terbuka dengan penerangan di dalamnya.

“Mengapa lampu kamar mandi menyala? Setahuku sejak siang tad—” tiba-tiba kalimat Yoojung tertahan di tenggorokannya saat mendapati seseorang keluar dari dalam kamar mandi tersebut.

Dengan segera Yoojung kembali tidur dan menutup sekujur tubuhnya dengan selimut.

“S-siapa itu…” lirihnya ketika mendengar suara langkah kaki semakin mendekat ke kasur tempat ia berada.

“Dasar beruang, mau sampai kapan dia tidur disini? Menyebalkan.” Terdengar suara yang tidak asing di telinga Yoojung.

Seperti suara milik Se…astaga!—Yoojung langsung mengingat semuanya lagi, ia baru ingat kalau ia berada di kamar Sehun sekarang, saking lamanya ia menunggu Sehun kembali ke kamarnya setelah menerima telepon, ia akhirnya tertidur di kamar ini. Dan Yoojung sekarang tidak bisa berkata apapun selain menggigit bibirnya dan berharap Sehun segera keluar dari kamar tersebut agar ia bisa berlari ke kamarnya secepat mungkin.

Terdengar bunyi pintu lemari dibuka, pasti sekarang Sehun sedang mencari pakaian untuk dipakainya. Mata Yoojung langsung membulat, ia semakin panik karena pasti Sehun sekarang hanya menggantungkan handuk di pinggangnya saja tanpa mengenakan pakaian apapun.

Tiba-tiba saja ia merasakan suhu tubuhnya memanas, bahkan bulir-bulir keringat mulai membasahi kening dan lehernya. Dalam hati Yoojung terus berdoa agar Sehun segera menyelesaikan ritual setelah mandinya dan keluar dari kamarnya.

Yoojung tidak tahan juga, hampir lima belas menit ia menunggu dan ia tak mendengar sedikitpun suara langkah kaki Sehun meninggalkan kamarnya. Ia bahkan tak mendengar suara pintu ditutup. Akhirnya pelan-pelan Yoojung membuka selimutnya dan mendapati Sehun berdiri di hadapannya sambil melipat tangannya.

“K-kau…”

“Sampai kapan kau mau pura-pura tertidur, huh?”

“B-bagaimana kau bisa tahu?”

“Kupikir aku akan kecil yang bisa kau bohongi? Sejak tadi kau menggeliat tidak jelas dibalik selimutku. Cepat sana keluar! Hari sudah malam dan kau belum mandi juga.” Gertak Sehun kemudian.

Yoojung menatap kesal pada Sehun dan akhirnya berdiri dan berjalan keluar dari kamar Sehun sambil menghentakkan kakinya, membuat Sehun hanya bisa menggeleng melihat tingkah kekanakannya.

*

Suasana ruang makan keluarga Kim pagi itu cukup tenang. Yoojung yang biasanya cerewet menceritakan ini dan itu lebih memilih diam dan melirik sekelilingnya. Sehun tengah melahap rotinya dengan santai, sementara kakaknya Kim Seokjin asyik mengunyah kentang goreng sambil memandangi ponselnya, Nyonya Kim sudah pergi ke pasar tradisional ditemani asisten rumah tangganya sementara ayah Yoojung dan Sehun sedang membahas mengenai bisnis mereka. Dari pembicaraan mereka Yoojung mendengar sekilas kalau keduanya akan pergi lagi keluar kota padahal semalam mereka baru saja kembali dari Pulau Jeju.

Yoojung kembali mengamati Sehun, seperti biasa, terlepas dari sikapnya yang angkuh dan menyebalkan, Sehun memang adalah pemandangan terindah untuk dinikmati kesempurnaannya. Sebenarnya, kalau Yoojung bukan adik kandung dari Seokjin, Yoojung juga pasti akan betah menatap wajah kakaknya yang tampan itu. Tapi, mengingat sikap Seokjin yang terkadang membuat Yoojung naik darah, Yoojung memblack-list kakaknya dari daftar pria tampan yang pernah ia lihat di dunia sebelum ia meninggal.

“Mengapa kau memandangku seperti itu? Apakah wajahku terlihat seperti rumus algoritma yang sulit sekali untuk dipecahkan?” tiba-tiba Sehun membuka suara. Membuat Yoojung terkejut dan membuang mukanya dari Sehun dan melanjutkan memakan sisa sarapannya.

“Kau tidak sedang menyusun rencana untuk membatalkan perjodohan kita, kan!?” bisik Sehun lebih pelan, membuat Yoojung kembali menatap dirinya.

“Sebenarnya aku tidak berpikiran seperti itu. Tapi terima kasih sudah mengingatkan, aku akan memikirkannya mulai dari sekarang.” Balas Yoojung sengit.

“Hebat sekali. Selamat berusaha kalau begitu.” Balas Sehun lalu berdiri dari duduknya dan meninggalkan meja makan.

“Ih!” gerutu Yoojung kemudian menyambar tas ranselnya dan berpamitan pada ayahnya dan ayah Sehun lalu berangkat ke sekolah.

Ketika Yoojung keluar dari dalam rumahnya, di gerbang depan ia melihat Baekhyun sedang melambai padanya. Yoojung langsung tersenyum dan membalas lambaian Baekhyun padanya.

“Ayo kita berangkat sekolah bersama Jung-ah.” Ajak Baekhyun lalu memberikan helm berwarna pink pada Yoojung yang langsung diterima oleh Yoojung dengan anggukan senang.

“Sejak kapan kau membawa scooter ke sekolah?” tanya Yoojung lalu memasang helm di kepalanya.

“Sejak saat ini dan seterusnya, bagaimana kalau setiap berangkat ke sekolah kau kujemput? Jadi kau tidak perlu meminta sopirmu mengantarmu ke sekolah atau naik kendaraan umum.” Tutur Baekhyun senang.

“Hmm—”

“Aku keberatan dengan hal itu.” Tiba-tiba saja muncul Sehun yang langsung melepas helm dari kepala Yoojung dan menyerahkannya kembali pada Baekhyun. Tiba-tiba saja air muka Baekhyun berubah menjadi kesal.

“Yak! Apa yang kau lakukan Oh Sehun!?”

“Aku adalah pria yang bertanggung jawab penuh terhadap dirinya mulai detik ini. Kau tidak perlu menyusahkan dirimu untuk menjemput atau bahkan mengantarnya pulang selama aku ada disini.” Tandas Sehun yang membuat Baekhyun dan Yoojung membulatkan kedua bola mata mereka bersamaan. Yoojung bahkan sampai melongo tidak percaya dengan apa yang Sehun ucapkan barusan.

*

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

.

Jika masih ada yang bertanya-tanya siapakah gerangan ullzang yang aku pakai untuk menjadi OC dalam setiap fanficku bersama Sehun, namanya adalah Park Seul.

Selamat menunggu chapter selanjutnyaaaah

P.S. ‘maaf apdetnya makin lama, sibuk nyari kerja dan ngurus berkas wisuda soalnya hehe’

.

.

Salam Alay as alwayssss

.

QueenX

28 responses to “Namsan! I’m in Love #5 ~QueenX~

  1. Tiba-tiba saja muncul Sehun yang
    langsung melepas helm dari kepala
    Yoojung dan menyerahkannya
    kembali pada Baekhyun. scene paling q suka utk part ini….ceritax makin mnrik n bkin greget….aQ mendukung Sehun – Yoojung couple jdi couple fav dri sekian byk ff yg q baca….
    semangat author-nim….

  2. hwa…….Ini knp ya,kok aki jadi bingung amet amat ama tingkahx sehun,

    ga pp authornim,walaupun lama tapi aku bakalan tetap menantinya kok

    semangat authornim buat wisudanya ya…

  3. Sehun mah suka banget mengerjai yoojung….hihihihi
    seru juga sih kalo gini ceritanya dan pengen” cepet tau gimana kalo yyojung cemburu lagi biar tambah greget aja nanti

    semangat deh buat fika yang cari kerja dan ngurus wisudanya

  4. Jin emang ganteng 😂😂 apalagi sehunn
    Mau dong dijodohin sama sehunn😂😂
    Elehh baek aku hampir melupakanmu di epep ini😂😂

  5. Aaakkk kok ada mba suzy siihh… Makin penasaran…

    Pas ngelepas helm ituh romantis menurut gue kkkkk…

    Ditunggu nextnya yaa authornim ^0^

  6. woahh sehun mah suka susah ditebak, tau hun tau kamu suka sama yoojung kan😀
    oke ditunggu next chapternya

  7. Pingback: Namsan! I’m in Love ~QueenX~ #6 | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Ummm sehun itu cinta tapi gengsi , suzy siapanya lagi uh.-. Kesian baek uh di larang sama sehun:(

    *aku pun baru baca lagi karna tugas yg menumpuk:(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s