[Ficlet] a Simple Advice by ShanShoo

mt

Mark x Taeyong

-ShanShoo’s present

Hyung, sampai sekarang, Yeri belum menghubungiku,” pernyataan itu telah terlontar untuk yang kesekian kalinya pada orang yang sama, Lee Taeyong.

Taeyong tetap bungkam, tak mau menjawab, sekalipun sang penanyanya adalah adiknya sendiri, Mark Lee. O, bukan berarti ia tak menyayangi adiknya, atau Taeyong tega membiarkan Mark dilanda kegalauan berhari-hari lantaran sang pujaan hati tidak memberinya kabar, tetapi Taeyong lelah. Sudah beberapa saran ia lontarkan pada adik semata wayangnya itu, tapi tetap, Mark tak mau mendengarkan dan menerimanya. Maka, percuma saja, bukan, kalau Taeyong memberinya saran lagi?

Hyung, aku butuh saran darimu.” Baru saja Taeyong memikirkan hal itu, dan Mark sudah memintanya. Lee Taeyong lantas mengalihkan atensinya dari ponsel yang sedang dimainkan ke arah adiknya. Mark yang duduk di atas kursi belajar sang kakak terus menunjukkan ekspresi murung. Kasihan juga, menurutnya.

“Kurasa, aku sudah banyak memberimu saran, Mark.” Kata Taeyong setelah ia kembali fokus pada layar ponsel.

Hyung!” Mark mendengus kesal. Kalau bukan karena Yeri yang tidak mengacuhkan ia sebagai pacarnya, mungkin Mark tak akan repot-repot menyambangi kamar sang kakak dan meminta saran darinya. Percayalah, Mark anti terhadap meminta saran Taeyong, setidaknya sebelum ia mengenal dan mengencani Kim Yeri, tetangga kelasnya.

“Apa?”

Please?”

“Jadi, kau ingin meminta saran yang bagaimana?”

Mark belum menjawab, pandangannya terarah pada gorden kamar yang tertutup sempurna, menghalau matanya untuk memerhatikan suasana langit di malam hari. “Aku hanya ingin sebuah saran yang membuat Yeri menghubungiku kembali, itu saja.”

“Kalian sedang marahan?” tanya Taeyong, sementara manik terus terarah pada layar ponsel dan berbaring telentang dengan nyaman.

“Ya, kurasa,” Mark mengggit bibir bawah. “Ini salahku. Tadi sore aku tidak mengantarnya pulang karena aku sibuk bermain basket.”

“O,” kini Taeyong mengalihkan atensi sepenuhnya pada Mark. Sembari mendudukkan diri, ia menyimpan ponselnya di samping tubuh. “Mau saran yang sederhana atau yang ekstrem?”

“Eh?” tawaran itu malah mengundang kedua alis Mark yang saling menyatu di tengah. Tawaran macam apa itu? Lalu, bagaimana bisa Taeyong memberinya tatapan menyeramkan seperti itu? Benarkah dia kakaknya?

“Ayo jawab,”

“Yang sederhana saja,” jawab Mark pada akhirnya, kemudian menelan ludah susah payah.

“Oke,”

“Jadi?”

“Sarannya, kau bunuh diri saja. Nanti aku akan memberi tahu Yeri. Jadi dia langsung kemari, tidak harus menghubungimu.”

Ekspresi Mark tak dapat dikendalikan. Adiknya yang berusia tujuh belas itu tentu terkejut setengah hidup.

“Kenapa kau berkata begitu, Hyung?”

Taeyong mendesah panjang. “Aku sama sekali tak mengerti jalan pikirmu, Mark!”

Huh?”

“Dikasih saran sederhana, kau tak terima. Apalagi kalau saran yang ekstrem.”

Oke, Taeyong bercanda, rupanya. Lagi pula, tidak mungkin juga Taeyong menyuruhnya untuk bunuh diri. Siapa lagi nanti yang akan membangunkan si Raja Tidur di pagi hari kalau bukan dia? Well, jangan absen ibunya, karena beliau sudah tak mampu membangunkan Taeyong di hari sekolah dengan cara apa pun.

“Apa kau mau tahu saran yang ekstrem?” Taeyong memiringkan kepalanya ke kiri, dan Mark mengangguk. “Bunuh Yeri.”

Apa sekarang, ucapannya masih bisa disebut bercanda?

“Mm, boleh juga,” tapi Mark menanggapinya dengan senyum asimetris. “Aku akan bunuh Yeri kalau aku sudah membunuhmu, Hyung!”

Taeyong tertawa kencang melihat wajah Mark yang ditekuk, sementara Mark memilih beranjak dari kamar kakaknya tanpa sudi menoleh menatap sang pemilik kamar lebih dulu.

-oOo-

Hai, makasih sudah membaca fanfiksi ini sampai selesai… makasih juga buat yang udah berkomentar♥

Personal blog : ShanShoo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s