Namsan! I’m in Love ~QueenX~ #6

Namsan! I’m in Love #6

 poster

Author

QUEENX

 

 

Genre : ROMANCE, FLUFF, SCHOOL LIFE

 

 

Main Cast :

OH SEHUN

KIM YOOJUNG (OC)

 

Length : Chaptered (Less than 2k Words)

 

Rating : PG 13

 

Sebelumnya di Namsan! I’m in Love

 

 

 

.

 

Inspired By : Eiffel, I’m in Love

 

.

 

 

 

.

Busan adalah kota yang indah. Meski dialek warga Busan sering ditertawakan orang Seoul, tetapi aku tetap bangga menjadi gadis Busan. Namaku Kim Yoojung. Dan ini… adalah kisah cintaku, kisah yang tak terduga, penuh kejutan dan… selamat membaca!

***.

All in Author’s POV

.

“Yak! Apa yang kau lakukan Oh Sehun!?”

“Aku adalah pria yang bertanggung jawab penuh terhadap dirinya mulai detik ini. Kau tidak perlu menyusahkan dirimu untuk menjemput atau bahkan mengantarnya pulang selama aku ada disini.” Tandas Sehun yang membuat Baekhyun dan Yoojung membulatkan kedua bola mata mereka bersamaan.

“Wah, wah, protektif sekali Tuan Oh satu ini. Hey, kalian bahkan belum resmi bertunangan. Jadi aku masih berhak mengajak calon jodohmu ini pergi ke sekolah denganku.” Tutur Baekhyun tidak mau kalah.

Sehun yang tidak peduli langsung menarik tangan Yoojung kembali masuk ke dalam rumah. Ia bahkan tidak mempedulikan teriakan Baekhyun dan terus menyeret paksa Yoojung untuk ikut dengannya.

*

“Terdengar seperti sebuah adegan di dalam drama. Dua pria tampan memperebutkan satu gadis dan akhirnya gadis tersebut dimenangkan oleh si pria tampan pemeran utamanya!” ujar Clara dengan mata yang berbinar.

“Siapa pria tampan pemeran utama yang kau maksud?” tanya Yoojung.

“Tentu saja Oh Sehunmu! Siapa lagi. Aww, bahkan jika aku berada di posisimu, jelas-jelas aku akan memilih ikut dengan Sehun. Sekalipun Sehun akan mengantarkanku dengan sepeda, aku tidak masalah. Apapun akan terasa menyenangkan bila dengan pria tampan seperti dirinya.” Tutur Yujin menimpali

“Kalian berdua ini benar-benar…bukannya memberikanku solusi, malah memuja pria menyebalkan itu secara berlebihan.”

“Perlu kami katakan berapa kali lagi Yoojung-ah? Satu-satunya jalan yang harus kau ambil hanya ada satu, yaitu…” Yujin menggantungkan kalimatnya.

Kemudian ia dan Clara saling memandang dan berkata bersamaan, “…menerima perjodohan ini dan hidup bahagia bersama Sehun selamanya!”

Yoojung hanya ternganga mendengar jawaban kompak dari kedua sahabatnya itu. Ia menggeleng tidak percaya, sepertinya kedua sahabatnya ini sudah benar-benar dibutakan oleh pesona seorang Oh Sehun yang memang Yoojung akui juga, andai Sehun tidak memperlakukannya secara seenaknya begini, ia juga pasti akan luluh pada Sehun sama halnya dengan kedua sahabatnya ini.

*

“Kalian berdua benar akan bertunangan Jung-ah?” tanya Baekhyun ketika pergi ke kantin bersama dengan Yoojung.

Yoojung mengangguk lemah.

“Kau…menyetujui perjodohan kalian?”

Yoojung menggeleng dengan wajah yang jauh lebih muram.

“Kalau begitu, katakanlah pada ayah dan ibumu. Apa perlu kubantu?”

Yoojung tersenyum kecut dan menggeleng.

“Bagaimana bisa kau menerima dijodohkan dengan pria seperti Oh Sehun? Dia bahkan sangat angkuh dan tak pernah membuat hidupmu tenang sejak kedatangannya disini. Dia itu sebuah ancaman Jung-ah. Jika kau pasrah saja diperlakukan seperti ini olehnya, apakah kau tidak memikirkan nanti jika kalian sudah menikah. Kau pasti bagaikan burung merpati yang terkurung dalam sangkar emas. Tidak akan pernah bahagia.” Cerocos Baekhyun panjang lebar.

Yoojung tampak berpikir sebentar, ia kemudian menatap Baekhyun, “Heh, Byun. Apakah kau punya ide untuk masalah ini? Aku tidak tahu lagi harus melakukan apa karena segala tindakan yang ingin kulakukan untuk membatalkan perjodohan ini selalu digagalkan oleh Sehun. Ia bahkan selalu mengawasiku kapanpun dan dimanapun saat aku ada di rumah.”

Baekhyun tampak berpikir sejenak.

“Bagaimana jika kau kabur dari rumahmu saja?”

“Mwo? Kabur kemana tapi?”

“Kau bisa menginap di rumah Yujin atau Clara. Atau, bagaimana jika di rumahku?”

“Yang benar saja, Byun. Jika aku tidak sampai di rumah tepat waktu sepulang sekolah ataupun menghilang, kau pasti tersangka utama yang dicari oleh kedua orang tuaku. Kau tahu sendiri kan ibuku sangat tidak menyukaimu.”

“Ah, iya juga ya. Hmm, mengapa kau tidak mencari kesempatan saja? Saat ibumu sedang sendirian, kau hampiri saja ibumu dan merengek padanya untuk memintanya tidak melanjutkan acara perjodohanmu dengan Sehun.”

Yoojung tersenyum lebar, benar juga, selama ini ia malah tidak terpikir untuk mencari momen yang tepat dimana ibunya tengah tidak bersama dengan siapapun dan mengajak ibunya berbicara empat mata untuk membahas hal ini.

*

Percobaan hari pertama, hari Minggu. Hari dimana seisi rumah pasti akan tidur lebih lama dari waktu normal. Dan Yoojung yang biasanya bangun siang, rela untuk bangun lebih pagi untuk menghampiri ibunya di dapur.

Saat Yoojung bangun, ia langsung berlari ke dapur dan menemukan ayahnya dan ayah Yoojung sudah ada di meja makan dan menyantap sarapan mereka. Ada Sehun dan Seokjin juga disana. Tanpa Yoojung sadari, ia memang bangun lebih pagi, tapi tetap saja terhitung itu sudah siang. Bedanya, kalau biasanya ia bangun jam sepuluh pagi, maka hari ini ia bangun jam sembilan pagi. Dan rencana hari pertama gagal.

Namun Yoojung masih tersenyum, masih ada siang hari saat ibunya mungkin tengah sendirian merawat tanaman kesayangannya di taman, atau sore hari saat ibunya sedang menyiram bunga atau membaca majalah di depan rumah.

Dugaan Yoojung gagal lagi karena ternyata di siang hari, ibunya pergi arisan hingga malam hari dan saat pulang, ibunya hanya membelikan makanan siap saji dan langsung masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat karena kelelahan.

Yoojung menunduk sedih di depan televisi, bahkan cokelat panas yang sudah ia buat sejak tadi menjadi dingin. Ia memandangnya tanpa selera dan menaruhnya di meja kemudian mengganti saluran tv asal.

“Kau terlihat semakin jelek jika memasang eskpresi sedih seperti itu.” Tiba-tiba datang Sehun yang duduk di sebelahnya.

“Tumben kau diam saja seharian ini, sedang sariawan, ya?”

Yoojung tidak merespon dan terus mengganti channel tvnya.

“Sebenarnya apa yang ingin kau tonton, huh? Jika tidak ada, berikan remotenya padaku.”

Namun Yoojung menjulurkan tangannya sejauh mungkin dari Sehun. Membuat Sehun kesal dan langsung menarik pinggang Yoojung agar lebih dekat padanya. Namun yang terjadi adalah—

“UWAAAA!”

BRUK!

Yoojung jatuh menimpa Sehun yang kini sudah terlentang di lantai.

“Auuuw. Ih! Kau ini!”

“Hey! Aduh aduh, harusnya aku yang menyalahkanmu! Mengapa kau jadi menyalahkanku!?”

“Harusnya kau tidak perlu menarik pinggangku seperti itu!”

“Kau yang tak mau memberikanku remote. Menyebalkan!”

“Kau itu yang—”

“Ya ampun kalian berdua!? Tidak bisakah kalian saling menindih dan mengerang di dalam kamar saja!? Ruangan ini dilalui oleh orang satu rumah. Benar-benar pasangan muda yang tidak tahu malu.” Ucap Seokjin sambil menggeleng.

Sadar akan posisi Yoojung yang masih menindih Sehun, buru-buru Yoojung berdiri dan menginjak telapak tangan Sehun secara tidak sengaja.

“ARRRGGGHHH!” pekik Sehun saat itu juga.

*

Dan inilah momen yang Yoojung tunggu, momen dimana saat ayahnya masih berada di dalam kamar mandi, ayah Sehun sedang bersama dengan Sehun di ruang depan, sementara dia tidak peduli dimana keberadaan kakaknya sekarang. Tanpa menunggu lama, Yoojung langsung berdiri di sebelah ibunya yang sedang memotong buah-buahan untuk membuat salad.

“Masak apa hari ini, bu?”

“Ibu hanya membuat roti isi hari ini. Dan seperti biasa, salad untuk kakakmu. Ada apa Jung-ah? Tidak biasanya kau menghampiri ibu di dapur sebelum makanan dihidangkan di atas meja.” Tanya sang ibu yang langsung to the point.

“Begini bu, emm ini mengenai kedatangan Sehun dan ayahnya.” Bisik Yoojung di akhir kalimat.

“Ya, ada apa?”

“Sampai kapan mereka ada disini? Emm, aku bukan bermaksud mengusir mereka, maksudku…emm apakah Sehun tak melanjutkan hidupnya lagi di Seoul?”

“Sehun kan sudah menyelesaikan kuliahnya, dia lulus lebih cepat dari beberapa temannya. Bahkan mungkin dia lulusan universitas pertama yang hanya duduk di bangku kuliah selama dua setengah tahun. Bukankah itu hebat?”

Yoojung menyerngit, mengapa ibunya jadi memuji Sehun seperti ini? Tujuan Yoojung menanyakan kepulangannya kan agar Yoojung bisa menyusun rencana untuk membatalkan perjodohannya dengan Sehun sesegera mungkin.

“Ya, ya, itu hebat. Tapi maksudku, apakah dia tidak berniat mencari pekerjaan atau—”

“Sayang, ibu tidak menyangka kau sangat memikirkan masa depan Oh Sehun. Tenanglah, pria cerdas seperti dia pasti bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Bahkan jika ia tidak mau mencari pekerjaan, ia bisa membantu ayahnya mengelola perusahaan ayahnya yang tersebar dimana-mana. Ibu dengar dari ayahmu kalau ia akan diberikan tanggung jawab untuk mengawasi perusahaan ayahnya di Busan. Bukankah itu bagus? Kau dan dia akan lebih sering bertemu lagi. Ibu lebih senang melihatmu bergaul dengan Sehun dari pada dengan Byun Baekhyun itu. Jauhi dia.” Oceh ibu Yoojung yang berakhir memerintahkan Yoojung untuk tidak berteman lagi dengan Baekhyun.

“Memangnya Baekhyun salah apa sih, bu? Lagipula sekarang dia sudah tidak suka membolos lagi, Baekhyun juga tidak pernah berperilaku kasar dan jahat padaku.”

“Kau itu selalu saja membelanya, sudahlah, kembalilah ke meja makan dan panggil semua orang untuk sarapan. Cepat!”

Yoojung berujung merengut karena lagi-lagi gagal menyampaikan topik inti dari kesengajaannya menghampiri ibunya di dapur pagi ini. Ia juga jadi kesal sendiri dengan ibunya karena bukannya menanyakan inti dari basa-basinya, ini malah ibunya jadi memuji Sehun setinggi langit.

Ia berjalan dengan langkah kesal menuju ke meja makan dan menatap Sehun dengan ekspresi kesal juga. Sehun yang tak tahu apa-apa hanya menatapnya aneh dan kembali melanjutkan memakan rotinya.

Sebuah seringaian muncul di bibir Yoojung ketika terlintas ide usil di kepalanya, dengan sekuat tenaga ia menendang lutut Sehun yang membuat Sehun langsung terkejut dan tersendak roti yang ia makan.

“Uhukk! Uhuuuk! Yak!” ia langsung memelototi Yoojung. Membuat ayahnya dan ayah Yoojung menatap Sehun dengan eskpresi tanya.

“Oops, maaf. Kupikir ada kucing di kolong meja, ternyata itu kakimu.” Ucap Yoojung dengan wajah yang dibuat-buat tidak sengaja telah melakukan kesalahan yang fatal.

“Kucing? Jung-ah, kau tahu sendiri kakakmu alergi dengan bulu kucing, mana mungkin bisa ada kucing di rumah ini. Kau ini ada-ada saja.” Tutur sang ayah kemudian.

“Ya, siapa tahu saja ada kucing yang melompat dari jendela dapur, ayah. Lagipula aku kan tidak sengaja, maaf ya Sehun.” Ucap Yoojung kemudian.

“Awas kau ya.” Lirih Sehun yang langsung dibalas oleh juluran lidah Yoojung.

*

“Heh gadis pendek! Pasti kau sengaja menendang kakiku, kan?” ujar Sehun menghampiri Yoojung yang sedang mengikat tali sepatunya.

Yoojung yang tidak peduli pura-pura bersenangdung sambil menggoyangkan kepalanya kesana kemari.

“Dasar perempuan ini. Yak! Aku sedang berbicara denganmu Kim Yoojung!” pekik Sehun yang kemudian menarik satu kunciran rambut Yoojung.

“Yaaak! Apa-apaan kau ini Oh Sehun!? Lepaskan!”

“Tidak mau sebelum kau mengaku kalau tadi kau sengaja melakukannya!”

“Ya, aku memang sengaja melakukannya karena kau sangat menyebalkan! Gara-gara kau aku harus merasakan perjodohan di usia muda seperti ini! Gara-gara kau aku tidak boleh lagi berteman dengan Baekhyun, gara-gara—”

“Jika itu tentang Baekhyun, bukankah kau memang sudah dilarang bergaul dengannya sejak sebelum kita bertemu, ya? Enak saja melimpahkan semua kesalahan padaku.”

“Tetap saja! Semua ini gara-gara kau!” pekik Yoojung kesal, hidungnya bahkan sampai memerah, membuat Sehun menahan diri untuk tak merengkuh Yoojung dalam pelukannya saking gemasnya dengan gadis di hadapannya ini.

“Oh! Siapa yang menyalakan kembang api di pagi hari seperti ini?” gumam Sehun yang langsung melihat ke langit.

Yoojung menyerngit namun kemudian mengikuti arah pandangan Sehun dengan membalikkan tubuhnya dan sedikit mendongak, namun belum sampai memandang ke langit, Sehun langsung memegang dagu Yoojung dan menariknya kembali agar menatap Sehun dan yang terjadi di detik selanjutnya adalah mata Yoojung yang terbelalak lebar karena sekarang bibir Sehun telah menempel di bibirnya dengan sempurna.

Tidak terjadi pergerakan apapun diantara keduanya. Sehun menatap manik mata Yoojung dari jarak yang sangat dekat dan tak lama setelah itu matanya mulai terpejam. Yoojung yang mulanya terkejut lama-lama luluh dan ikut memejamkan matanya juga.

Astaga! Ia mencuri ciuman pertamaku! Tuhan, bagaimana ini!?—batin Yoojung.

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

.

Selamat menunggu chapter selanjutnyaaaah

.

.

Salam Alay as alwayssss

.

QueenX

29 responses to “Namsan! I’m in Love ~QueenX~ #6

  1. Kyaaaa oh sehun langsung nyosor aja sih….hihihi
    ini dia awal dari semuanya. dari sebuah pertengkaran kecil sampai akhirnya jatuh cinta karena sebuah ciuman….wahhhh hati” tuh si yoojung setelah ini

  2. yak…..Pertengkeran mereka itu lo yang bikin baper terus,lucu,aneh,gokil,tapi kok sehun asal nyosor aj,lg pula knp yoojung percaya aj am semua ucapan sehun,polos banget si yoojung

  3. Sehun sama yoojung bukannya beda 2 tahun ataun 4 tahun ya?? Wkwkwkwk aku lupa
    Sehun itu emang nyebelin banget ya, kenapa gak to the point aja dia suak yoojung hahahaha

  4. Anjir baekhun provokator -_- terus mau2nya yoojung dengerin baekhyun astagaaaa
    Pokoknya gaboleh gagal perjodohannya eaa😂😂 ya thoorrrr
    Ayolahh sehunnnn

  5. si sehun apa apaan? maen nyium aja anak orang.😘😘di tunggu yang lanjutannya aja, daripada penasaran😍

  6. huaaaa sehun apa yg km lakukan pd yoojung, gimana kalau di lihat orang #TutupMataPakeKoran tp yoojung bs luluh jg atau masih syok gt wkwk…. lucu waktu yoojung cari momen buat bicara sm ibunya yg berakhir gagal…..

  7. ampun deh sehun nyosor² aja dan yoojung? kayanya nerima dengan senang hati haha…
    oke ditunggu next nya😉

  8. oh my gk kuat… ahhhhh~ skinsjippp ahhh first kiss… oke aku gk sabar liat lanjutannya thor… keep writing and hwaiting!~

  9. Ampun deh sehun sweet banget,bisa bisanya mencuri kesempatan dalam kesempitan, haduh….baper banget gue…..thor tanggung jawab dong,gimana ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s