Namsan! I’m in Love #7 ~QueenX~

Namsan! I’m in Love #7

tumblr_md78dk1tae1r2cytbo1_500

Author

QUEENX

 

 

Genre : ROMANCE, FLUFF, SCHOOL LIFE

 

 

Main Cast :

OH SEHUN

KIM YOOJUNG (OC)

 

Length : Chaptered (Less than 2k Words)

 

Rating : PG

 

Sebelumnya di Namsan! I’m in Love

 

 

 

.

 

Inspired By : Eiffel, I’m in Love

 

.

 

 

 

.

Busan adalah kota yang indah. Meski dialek warga Busan sering ditertawakan orang Seoul, tetapi aku tetap bangga menjadi gadis Busan. Namaku Kim Yoojung. Dan ini… adalah kisah cintaku, kisah yang tak terduga, penuh kejutan dan… selamat membaca!

***.

All in Author’s POV

.

Kejadian tadi pagi terus berputar dalam ingatan Yoojung. Semakin Yoojung berusaha untuk melupakannya, semakin sering bayang-bayang Sehun muncul dalam kepalanya. Yoojung bahkan terus melamun sepanjang pelajaran jam pertama berlangsung.

Yujin dan Clara yang mencium gelagat aneh pada diri Yoojung hari ini hanya bisa saling melempar pandangan penuh tanya namun keduanya menggeleng juga karena tidak mengerti apa yang terjadi dengan Yoojung hari ini.

“Hey, Baekhyun! Kau apakan uri Yoojung hari ini, huh!?” tiba-tiba saja Yujin dan Clara mendatangi meja Baekhyun.

Baekhyun yang saat itu tengah sibuk mencoret-coret buku catatannya hanya menatap bingung kedua gadis paling cerewet di kelasnya itu.

“Memangnya ada apa dengan Yoojung? Seharian ini aku juga belum berbicara dengannya. Kalian ini selalu berprasangka buruk denganku.”

“Pasti kemarin kau mengatakan hal yang buruk pada Yoojung, kan!?”

“Kau pasti mengancam Yoojung, ya? Atau jangan-jangan…kau melecehkan Yoojung? Astaga Byun Baekhyun!” tuduh Yujin asal.

“Hey! Jangan asal berbicara kau ini, meski aku terlihat berandalan seperti ini, aku tidak mungkin melakukan hal rendahan seperti itu pada Yoojung-ku.”

“Apa? Yoojungmu? Bermimpilah saja Byun Baekhyun karena aku tidak akan pernah membiarkan Yoojung menjadi milikmu!” balas Clara.

“Hey, kalian, apakah kalian tidak berniat mengajakku ke kantin?” tanya Yoojung dengan suara yang sangat sendu.

Clara, Baekhyun dan Yujin saling memandang mereka akhirnya tersenyum tipis pada Yoojung dan Clara langsung menarik Yujin kemudian membawa Yoojung keluar dari kelas.

“Haish, perempuan memang sangat sulit untuk dimengerti.” Gerutu Baekhyun lalu kembali melanjutkan kegiatan tidak berartinya yang tertunda karena kedatangan Yujin dan Clara.

*

“Jung-ah…sebenarnya apa yang terjadi padamu?” tanya Clara hati-hati.

“Seharian ini kau tampak murung terus di dalam kelas. Kami sangat mengkhawatirkanmu, Jung-ah.” Sambung Yujin.

“Ah, apakah kau sedang sakit?” tiba-tiba Clara menaruh punggung tangannya di kening Yoojung.

Yoojung hanya menggeleng dan menjauhkan tangan Clara dari keningnya.

“Aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi diantara aku dengannya tadi pagi. Bisa-bisanya dengan wajah datar tanpa senyum sedikitpun ia langsung meninggalkanku setelah apa yang ia lakukan padaku. Seolah tidak terjadi apa-apa hari ini. Ia bahkan membohongiku dengan kalimat ada yang menyalakan kembang api di pagi hari yang, ya ampun aku bisa gila jika harus dijodohkan dengannya!” celoteh Yoojung panjang lebar.

Clara dan Yujin hanya melongo mendengarkan penuturan Yoojung.

“Meninggalkanmu? Sehun meninggalkanmu yang kemudian disusul dengan perayaan kembang api atas berpisahnya kalian?” tutur Yujin yang kemudian mendapatkan sorotan tajam dari Clara.

“Bukan begitu maksud Yoojung, ah kau ini, begitu saja kau tidak paham. Jadi, Yoojung itu merasa dikhianati oleh Sehun, Sehun meninggalkannya disaat Yoojung mulai menyukai Sehun. Begitu kan, Jung-ah?” tebak Clara yang lebih asal lagi.

“Lalu, mengenai kembang api itu?” tanya Yujin lugu.

“Ah, anggap saja itu seperti emm intermezzo di momen kesedihan Yoojung. Mungkin begitu.”

Yujin kemudian mencubit lengan Clara, “Aww! Sakit Yujin-ah!”

“Kau lebih asal lagi, bodoh. Ada-ada saja kau ini.”

“Ah, kalian berdua ini. Sia-sia saja aku bercerita pada kalian!”

“Hey nona Kim Yoojung, kau itu yang harus bercerita dengan jelas, tiba-tiba saja kau membahas kepergian seseorang lalu muncul kembang api diantara cerita menyedihkanmu, jelas saja membuatku dan Clara bingung.” Protes Yujin.

“Ia menciumku! Ia men.ci.um.ku!”

“MWO? SEHUN MENCIUMMU!?” pekik Yujin dan Clara yang langsung mengundang perhatian seisi kantin.

“Pelankan suara kalian berdua astaga! Kalian benar-benar membuatku semakin tidak berselera untuk hidup!”

“Oops, maaf. Ah teman-teman maafkan ucapan kami barusan, serius kami salah dengar.” Ujar Yujin pada beberapa pasang mata yang masih meliriknya heran.

“Ya, kalian jangan anggap serius ucapan kami barusan. Lupakanlah dan lanjutkan kegiatan kalian, hehe.” Sambung Clara kemudian.

“Haish, mereka ini benar-benar…”

*

Yoojung melangkah dengan hati-hati saja memasuki rumahnya. Matanya berulang kali melirik ke kanan dan ke kiri, memastikan ia tidak bertemu muka dengan sosok pria yang paling dihindarinya sejak ia melangkahkan kakinya keluar dari kelasnya hari ini.

“Ah, aman.” Ucap Yoojung lalu mengelus dada.

“Apanya yang aman?” sinyal bahaya langsung menyala di atas kepala Yoojung saat mendengar suara dari sebelahnya, jangankan berbalik untuk menatap si pemilik suara itu, Yoojung bahkan tidak melepas sepatunya dulu dan langsung berlari dengan cepat ke lantai atas dan memasuki kamarnya.

CKLEK!

Tak lupa Yoojung mengunci pintu kamarnya dan langsung menjatuhkan dirinya di atas kasur.

“Ah, hampir saja.”

*

Yoojung bahkan menghubungi ponsel asisten rumah tangganya secara langsung untuk meminta dibawakan makan siang di dalam kamarnya, tidak seperti biasanya.

TOK! TOK! TOK!

“Bibi Jung?”

“Ini aku.” Terdengar suara Sehun yang langsung membuat Yoojung mengurungkan niatnya untuk membuka pintu kamarnya.

“Hey gadis pendek! Buka pintunya! Kau mau mati tidak makan siang sepulang sekolah?”

Tidak ada jawaban dari Yoojung. Di dalam kamar Yoojung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Ia tidak akan membuka pintunya sampai Sehun pergi dari sana.

“Dasar gadis aneh, kau ini kenapa sih? Cepat buka pintunya atau akan kutendang pintu ini.” Ancam Sehun.

Sepuluh detik berlalu dan suara pintu dibuka oleh Yoojung pun terdengar.

“Kau di—astaga apa yang kau lakukan, huh? Ini cepat ambil nampannya! Kau pikir tidak berat aku memegangnya sejak tadi?”

Yoojung yang berdiri dibalik pintu langsung mengalihkan wajahnya ke tempat lain.

“Taruh saja disana.” Ucap Yoojung yang menunjuk pada meja belajarnya.

Sehun hanya bisa menghela napasnya dan menuruti perintah Yoojung. Namun ia masih belum keluar dari kamar Yoojung. Ia masih berdiri di hadapan Yoojung dan sedikit menggeser tubuhnya agar Yoojung mau melihatnya.

“Hey!” panggilnya yang langsung membuat Yoojung menunduk.

Sehun menatap jengah gadis di hadapannya dan langsung mengangkat dagu Yoojung, dengan sigap Yoojung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“Ya ampun.” Ucap Sehun pelan sambil menggeleng.

“Cepatlah makan.” Ucapnya lalu mengacak gemas rambut Yoojung dan berjalan keluar kamar.

Yoojung membuka ruas-ruas jarinya perlahan, setelah memastikan Sehun sudah pergi dari hadapannya, Yoojung menghembuskan napas lega dan langsung menutup pintu kamarnya kembali dan menguncinya.

“Hah, hah, hah…eh, jantungku? Haish, lagi-lagi ia membuat jantungku berdegup tak karuan begini. Menyebalkan!” gerutu Yoojung yang langsung menuju ke meja belajarnya dan menghabiskan makan siangnya.

“Bukankah aku menyuruh Bibi Jung yang membawa makanannya!? Mengapa jadi Sehun sih yang membawa naik ke atas.” Gerutu Yoojung di tengah kegiatannya tengah mengunyah buah pisang.

*

Saat makan malam berlangsung, Yoojung masih enggan keluar dari dalam kamarnya, saat ditanya oleh ibunya, Yoojung berkata kalau tugas sekolahnya masih banyak dan harus segera ia selesaikan.

Sehun tahu Yoojung berbohong mengenai hal itu agar bisa menghindarinya saja. Ia kemudian bernisiatif untuk membawakan Yoojung makan malamnya lagi. Namun ketika naik ke atas, pintu kamar Yoojung terbuka, diam-diam Sehun melirik ke dalam dan tidak menemukan Yoojung di dalam sana.

Sehun kemudian berbalik melihat pintu kamarnya. Masih tertutup, tapi mungkin saja diam-diam Yoojung masuk lagi ke dalam sana. Sehun memutuskan untuk menaruh makan malam untuk Yoojung di atas meja belajar Yoojung dan pelan-pelan membuka pintu kamarnya. Ia tak menemukan Yoojung disana, saat akan keluar, ponselnya malah bergetar, sebuah panggilan dari Bae Suzy namun Sehun mengabaikannya dan melemparkan ponselnya ke atas kasur dan kembali ke meja makan tanpa menutup pintu kamarnya.

Setelah Sehun turun, Yoojung keluar dari dalam kamar mandinya dan melihat di atas meja belajarnya sudah ada makan malam yang terhidang disana. Ketika ia berjalan mendekat dan mengambil beberapa potong kentang goreng ke dalam mulutnya, terdengar suara alunan nada di telinganya.

Yoojung melihat ponselnya namun tidak ada panggilan dari manapun selain beberapa pesan notifikasi dari akun Kakao Talk dan Linenya. Ia kemudian berjalan keluar kamar dan mendengar suara tersebut berasal dari kamar Sehun.

Ia mencoba untuk melongok masuk ke dalam. Namun seperti biasa, kamar Sehun selalu gelap tanpa cahaya dan tak ada siapapun di dalam sana. Tapi ia melihat layar ponsel Sehun yang menyala dan seperti merasakan de javu, ia masuk ke kamar Sehun dan menemukan nama kontak pemanggil yang sama seperti nama yang menelpon Sehun waktu itu.

“Gadis ini lagi?” gumam Yoojung yang kemudian mengambil telepon Sehun dan menerima panggilan dari perempuan tersebut.

“Kau ini kemana saja Oh Sehun? Sejak tadi kuhubungi tidak kau angkat juga. Aku sudah berada di Busan sekarang, kau tinggal dimana? Bolehkah malam ini aku menginap di tempatmu? Aku menunggumu di café Lim Kim, ya? Kau tahu, kan? Café yang di dekat bandara. Emm sedikit jauh dari bandara sih, cepat ya! Jangan lama!”

TUT…dan panggilanpun diakhiri oleh orang yang berada di seberang telepon.

“Memangnya dia siapa sih? Mengapa sampai harus menyusul Sehun ke Busan segala?” gumam Yoojung yang langsung menaruh kembali ponsel Sehun di atas kasur dan berjalan keluar dari kamar Sehun.

Ketika ia akan masuk ke dalam kamarnya, terdengar bunyi langkah kaki menaiki tangga,

“Kau sudah makan?” ternyata itu adalah Sehun.

“Untuk apa kau memikirkan aku sudah makan atau belum? Kau pikirkan saja gadismu yang membuang-buang waktunya jauh-jauh dari Seoul dan menyusulmu kesini.” Balas Yoojung datar dan langsung membanting pintu kamarnya.

Awalnya Sehun menyerngit, namun ia langsung mengingat sesuatu dan langsung berlari ke dalam kamarnya dan melihat baru saja ada seseorang yang menerima telepon dari Suzy. Tanpa berpikir lama, Sehun langsung menyambar jaketnya dan berlari keluar.

“Mau kemana, Hun?” tanya Seokjin yang masih mengunyah salad dengan lahapnya.

“Aku pergi sebentar, paman, bibi, aku pergi dulu. Tolong sampaikan pada ayahku.” Ucap Sehun lalu menunduk memberi hormat dan berlari keluar rumah.

Dari jendela kamarnya Yoojung melihat langsung Sehun yang buru-buru pergi meninggalkan rumahnya dan memberhentikan taxi yang melintas di hadapannya saat itu juga.

Siapa sebenarnya Bae Suzy itu? Mengapa tiba-tiba saja rasanya kesal sekali membaca nama gadis itu ada di kontak milik Oh Sehun? Tapi bukankah itu bagus? Itu tandanya ia bisa membantuku untuk terbebas dari perjodohan ini.—batin Yoojung.

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

.

 

Selamat menunggu chapter selanjutnyaaaah

.

.

Salam Alay as alwayssss

.

QueenX

33 responses to “Namsan! I’m in Love #7 ~QueenX~

  1. Cieee yg mulai jeleez cieee 😁

    Aaakkh makin seru critanya… Kak, critanya panjangin donk kkkkk *digamparauthor* :p

  2. akhirnya di next, aduh yoojung udah ngaku aja suka sama sehun..
    tapi suzy tuh siapanya sehun? temen? sampe harus nyusul ke busan :v
    oke ditunggu nextnya😉

  3. Sweet sih liat yoojung sma sehun walaupun banyak betantem nya🙂 apalgi yg yoojung nya malu2 gtu ketemu sehun stelah insiden itu🙂
    wah pasti yoojung cemburu ini mah sma suzy tpi masih blm ada kepercayaan kalau dia bnr2 cemburu ..

  4. wah,si sehum kemana tuh,kok dia ga ngeabaikan aja tuh si suzy,kan yoojung jdi rada2 cemburu tuh,hah,masih ad misterix nih,ditunggu part selanjutx pake banget authornim

  5. Ahhh si sehun ga peka amat sii. Udah cium cium juga 😄😄 wkwk duh si Suzy bikin yoojung nya jeles yak. Si sehun juga punya hubungan apa dia ama Suzy ampe sebegitunya? Si yoojung nya kan kasian jadinya 😔 miris batt, kalo si sehun punya cwe lain. Duh aku ga sabar next nya. Ditunggu yaa

  6. mulai tumbuh benih” cinta yoojung untuk seorang oh sehun….yeaaayyy jadi seneng kalo ketambahan suzy karena nanti ceritanya bakalan tambah menarik lagi

    dan aku bayangi kalo baekhyun berandalan beneran???hemmm kok malah geli aja sih….hihihi tapi seru juga memang kalo baek jadi berandalan kan pengennya liat baek dari cerita” lainnya

    semangat fika cerita tambah menarik aja

  7. Ayolah sehun selesaikan hubunganmu denagn bae yegakk :v
    Yoojungahh gosah gitu kamu :v perjuangkan eaaa.
    Dan suzy jan deket2 sehun
    Yang lebih nyakitin adalah epep ini kurang dari 2k words :”))

  8. Sebenernya bae suzy itu siapanya sehun sih kok sampe segitunya ke sehun,sampai ke busan segala….
    Yoojung pasti sebel banget deh,duh gimana ya kelanjutan hubungan sehun yoojung,next thor jangan lama lama

  9. Pingback: Namsan! I’m in Love #9 ~QueenX~ | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s