Namsan! I’m in Love #8 ~QueenX~

Namsan! I’m in Love #8

 tumblr_md78dk1tae1r2cytbo1_500

Author

QUEENX

 

 

Genre : ROMANCE, FLUFF, SCHOOL LIFE

 

 

Main Cast :

OH SEHUN

KIM YOOJUNG (OC)

 

Length : Chaptered (Less than 2k Words)

 

Rating : PG

 

Sebelumnya di Namsan! I’m in Love

 

 

 

.

 

Inspired By : Eiffel, I’m in Love

 

.

 

 

 

Busan adalah kota yang indah. Meski dialek warga Busan sering ditertawakan orang Seoul, tetapi aku tetap bangga menjadi gadis Busan. Namaku Kim Yoojung. Dan ini… adalah kisah cintaku, kisah yang tak terduga, penuh kejutan dan… selamat membaca!

***.

All in Author’s POV

.

Lagi-lagi ayah dan ibu Yoojung harus pergi keluar kota dalam waktu beberapa hari bersama dengan ayah Sehun. Sehari sebelumnya, Sehun sudah meminta izin pada kedua orang tua Sehun bahwa saat mereka pergi, kerabat dari Sehun akan menginap di rumah Yoojung selama beberapa hari.

Yoojung yang langsung tahu siapa ‘kerabat’ yang Sehun maksud hanya diam saja dan tidak melancarkan aksi protes apapun. Seokjin pun sangat senang menyambut kedatangan kerabat Sehun itu, apalagi dia adalah gadis yang sangat cantik.

Memang sih, Yoojung kalah telak jika dirinya dibandingkan dengan gadis bernama Bae Suzy itu. Bae Suzy memiliki tubuh yang ramping dan cukup tinggi, sementara Yoojung tingginya hanya mencapai hidung Suzy saja. Suzy juga memiliki mata dan bibir yang sangat indah, Yoojung pastikan gadis itu pasti sudah melakukan operasi plastik dimana-mana namun Sehun langsung mematahkan dugaan Yoojung saat bercerita pada Seokjin kalau Suzy serratus persen bukan manusia yang suka melakukan operasi plastik.

Yoojung tidak banyak bicara sejak kedatangan Suzy ke rumahnya, Suzy yang ditempatkan berhadapan dengan Yoojung alias menempati kamar Yoojung, semakin membuat Yoojung kesal. Ah, Suzy tidak sekamar dengan Sehun, untuk sementara waktu Sehun tidur bersama dengan Seokjin.

“Jadi sarapan apa kita pagi ini?” tanya Seokjin penuh semangat.

“Emm, oppa, bolehkah aku membantumu di dapur?” tanya Suzy waktu itu, tanpa berpikir dua kali Seokjin langsung mengangguk penuh semangat dan mengajak Suzy untuk pergi ke dapur.

Dia bahkan merebut perhatian oppa-ku. Dasar menyebalkan! Dia dan Sehun sama saja menyebalkannya, apakah semua orang kota memang menyebalkan seperti mereka!?—gerutu Yoojung dalam hati.

“Yoojung-ah, apakah kau tidak berniat membantu kakakmu dan aku?” panggil Suzy melihat Yoojung yang diam saja di meja makan.

“Aih, Suzy-ya. Dia bahkan tidak bisa memotong kulit apel dengan benar, dia itu hanya penikmat makanan, bukan penghidang makanan.” Ejek sang kakak yang membuat Yoojung semakin geram.

“Yak! Oppa! Kau pikir aku hanya penikmat makanan saja!? Aku juga bisa mengulitimu saat ini juga kalau kau mau.” Pekik Yoojung kesal.

“Ahahaha, dia lucu sekali oppa, pasti sangat senang memiliki adik perempuan semanis Yoojung.” Ucap Suzy kemudian.

Adik semanis Yoojung? Sayangnya aku tidak mau memiliki eonnie yang genit seperti dirimu.—cibir Yoojung dalam hati.

“Kasihan sekali uri Yoojungie, meratapi perhatian kakaknya yang sekarang teralihkan pada seorang Suzy.” Tiba-tiba datang Sehun yang duduk di hadapan Yoojung dan menampakkan wajah usilnya pada Yoojung.

Yoojung yang beberapa hari ini tidak berbicara sama sekali dengan makhluk menyebalkan di depannya ini hanya diam saja dan mengisi air minum di gelasnya sampai penuh.

“Hey Seokjin-hyung, sepertinya adikmu sudah sangat lapar karena ia mengisi gelasnya penuh dengan air. Cepatlah kau memasak!” ujar Sehun masih memanasi hati Yoojung.

Yoojung menggigit bibir bawahnya kesal dan langsung menyiramkan segelas penuh air putih ke wajah Sehun. Membuat Suzy terkejut sementara Seokjin menahan tawanya, jangan ditanya bagaimana ekspresi Sehun sekarang karena sudah pasti kalau Yoojung tidak berlari secepat yang ia bisa untuk masuk ke dalam kamarnya, Sehun pasti sudah mencincangnya hidup-hidup.

“AWAS KAU KIM YOOJUNG!!!”

*

“Hey, Yoojung. Sedang apa?” lagi-lagi Suzy datang dan seketika merusak mood Yoojung yang baru saja ia susun dengan susah payah.

“Kau tidak lihat? Tentu saja sedang menyaksikan acara di tv.” Balas Yoojung ketus. Namun Suzy tetap tersenyum dan duduk di sebelah Yoojung.

“Aku tidak melihat Seokjin oppa dan Sehunie, kemana mereka?” tanya Suzy lagi.

“Kau kan punya nomor ponsel mereka, hubungi saja mereka langsung. Aku bukan pengasuh mereka, jangan tanyakan padaku.” Balas Yoojung kemudian.

Suzy tetap tersenyum. Ia kemudian memperhatikan Yoojung dari atas sampai ke bawah.

“Mengapa melihatku seperti itu!? Aku bukan apa-apa dibandingkan dengan dirimu, jadi tak perlu menatapku seperti itu.” Cibir Yoojung.

“Memang kau bukan apa-apa.” Balas Suzy santai, tetap dengan senyumannya yang terlihat menyebalkan di mata Yoojung.

“Kau bahkan tampak sangat biasa saja, kau lebih pendek dariku, kulitmu tak semulus kulitku, kau sangat jelek saat sedang cemberut seperti itu, aku tidak mengerti apa yang membuat dirimu terlihat sangat menarik di mata seorang Oh Sehun.” Lanjutnya.

Yoojung menahan kekesalannya dengan meremas remote tv di tangannya.

“Ah, aku membuang waktu berhargaku untuk datang ke Busan hanya untuk melihatmu dan ternyata…kau jauh sekali dari apa yang aku ekspektasikan. Aku benar-benar menyesal dan ingin segera pulang sekarang.” Ucapnya lagi.

“Ah, tapi kau tenang saja. Sebesar apapun usahaku untuk merebut perhatian Sehun, aku tetap akan kalah denganmu yang…entahlah, tidak ada apa-apanya ini. Aku akan kembali ke Seoul nanti malam, jadi yang kuharapkan setelah aku pergi dari sini, aku harap kau tidak memasang ekspresi galak seperti itu lagi pada Sehun.”

“Memangnya apa pedulimu!?” suara Yoojung jadi sedikit lebih tinggi.

“Jelas saja aku peduli Kim Yoojung. Dia itu mantan kekasihku, dia memutuskanku karena ternyata selama tiga tahun aku menjalin hubungan dengannya, ia tak memiliki rasa apapun padaku, ia menjadikanku kekasihnya hanya demi membuktikan pada orang-orang di Seoul sana kalau ia bukanlah pecinta sejenis karena tak kunjung memiliki kekasih sampai ia duduk di bangku kuliah. Aku sudah terlanjur tergila-gila padanya tetapi ternyata ia menjadikanku kekasihnya hanya karena alasan itu.” Jelas Suzy panjang lebar yang langsung membuat Yoojung terdiam.

“Dia bahkan tidak pernah memberikan ciumannya padaku meski itu hanya di kening. Setiap kali aku bersedih, yang ia lakukan hanyalah memelukku. Dia pikir hanya pelukan yang bisa meredakan semuanya, padahal aku membutuhkan lebih dari itu. Apakah kau tidak pernah berpikir jika kau berada di posisiku betapa frustasinya menjadi aku!?”

“Kau mau tahu apa alasan ia bertahan untuk tidak memiliki kekasih selama ini?”

Yoojung diam saja.

“Itu semua karena kau! Ia bertahan untuk menyendiri demi teman masa kecilnya, tapi kau? Kau malah memperlakukan dirinya seperti orang asing, dia datang jauh-jauh ke Busan demi dirimu tapi saat ia datang, kau malah tidak menyambutnya sama sekali, sinar matamu bahkan tak menunjukkan sama sekali bahwa kau merindukannya.”

Saat itu air mata mulai menggenang di pelupuk mata Yoojung.

“Dengar ya Kim Yoojung yang sok jual mahal. Aku tidak akan tinggal diam lagi kalau kau tidak menghargai seberapa besar usaha Sehun untuk kembali mendapatkan hatimu, aku tidak akan membiarkan Sehun semakin lama menyukaimu kalau kau masih menyia-nyiakan perhatian darinya.” Ucap Suzy final yang kemudian berdiri dari duduknya dan meninggalkan Yoojung dalam keheningan.

*

Kau mau tahu apa alasannya ia bertahan untuk tidak memiliki kekasih selama ini? Itu semua karena kau!

Ucapan Suzy tadi siang masih terngiang jelas dalam ingatan Yoojung. Yoojung bahkan tidak mengucapkan selamat tinggal pada Suzy saat Sehun dan Seokjin mengantarnya menuju stasiun kereta untuk kembali ke Seoul. Ia hanya melihat kepergian Suzy dari jendela kamarnya.

Ketika mobil yang dinaiki oleh Sehun, Seokjin dan Suzy sudah berlalu, Yoojung langsung menangis tak berhenti. Ia bahkan sampai menghabiskan satu box tisu di dalam kamarnya dan keluar dari kamarnya menuju kamar Sehun yang Suzy tempati. Masih ada aroma Suzy disana dan Yoojung tidak suka itu. Ia langsung kembali ke kamarnya, mengambil pewangi semprot miliknya dan menyemprotkan semuanya sampai tak tersisa di seluruh sudut kamar tersebut.

Ia melihat sesuatu yang berkilau di meja kamar tersebut dan mengambilnya, sebuah kalung yang tergantung dua cincin disana, bertuliskan nama Suzy dan Sehun di sisi cincin tersebut. Hal itu membuat Yoojung semakin kesal dan melemparkannya ke dalam tong sampah. Namun tak lama setelah itu ia kembali mengambil kalung itu dan melepaskan cincin Sehun yang ada disana dan membuang kalung bersama dengan cincin dengan pahatan nama Suzy lalu keluar dari kamar itu.

*

Yoojung tertidur dengan memegang erat cincin dengan ukiran nama Sehun di tangannya. Ketika ia terbangun, ia menemukan dirinya sudah tidur di atas kasur dengan tubuh yang tertutup oleh selimut. Seingatnya, setelah kembali dari kamar Sehun, ia masih melanjutkan tangisannya dan menangis di atas meja belajarnya.

“Mungkinkah Sehun yang memindahkanku kesini?” gumam Yoojung yang menggeleng dan memutuskan untuk menyegarkan pikirannya dengan segera mandi.

Libur musim dingin masih berlangsung selama beberapa hari lagi. Meski sudah dua hari lamanya Suzy pergi dari kediamannya, tapi apa yang Suzy ungkapkan padanya tidak akan dengan mudah hilang begitu saja dari ingatannya.

“Kau sudah sarapan?” dan ini adalah kali pertama Sehun berbicara padanya setelah tragedi Yoojung menyiraminya dengan segelas air waktu itu. Yoojung hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan dari Sehun.

“Dengar. Aku…aku akan segera kembali ke Seoul.” Tutur Sehun.

“B-bagaimana dengan perjodohannya?” tanya Yoojung hati-hati.

“Kau peduli dengan perjodohan ini? Kupikir kau akan senang kalau aku berkata perjodohannya ditunda.”

“Ditunda?”

“Bukankah itu bagus? Kau bisa memikirkan segala cara untuk membatalkannya sementara perjodohan kita ditunda.”

Yoojung diam saja, ya, harusnya ia senang mendengarnya, tetapi mengapa ia jadi tidak rela kalau perjodohan ini harus ditunda?

“Apakah kau…akan kembali ke Busan lagi?”

“Mungkin ya, mungkin juga tidak.”

Yoojung mengangguk lagi.

“Kapan kau akan kembali ke Seoul?”

“Mungkin dua atau tiga hari lagi.”

Yoojung mengangguk lagi, tiba-tiba perasaan berat untuk melepaskan Sehun menelusup ke dalam hatinya. Yoojung kemudian menatap Sehun yang kini tengah menatap dirinya.

“Kau pasti akan sangat bahagia setelah aku pergi dari rumah ini. Tidak akan ada lagi yang mengganggu hari-harimu lagi.” Ucap Sehun sambil tersenyum.

Yoojung tak membalas senyumannya dan menatap Sehun tanpa ekspresi, “Benarkah itu?” tanya Yoojung.

“Ya?”

“Ah-emm tidak, tidak ada apa-apa. Aku masuk dulu.” Ucap Yoojung lalu membuka pintu kamarnya dan masuk kembali ke dalam kamarnya.

*

“Dia akan kembali ke Seoul secepat itu?”

“Secepat itu? Dia bahkan sudah hampir sebulan berada di rumahku.”

“Ya, dia memang harus kembali. Ada kehidupan yang harus ia lanjutkan di Seoul.”

“Bagaimana dengan Suzy? Dia masih menghubungi Sehun?”

“Aku tidak tahu. Aku tidak pernah membahas gadis itu lagi setelah ia pergi dari rumahku.”

“Ya, memang. Kedatangannya hanya memancing kecemburuan saja.”

“Siapa yang cemburu?”

“Tentu saja kau! Siapa lagi. Bodoh!”

“Apakah menurut kalian aku cemburu?”

“Kentara sekali saat kau mengumpat Suzy dengan berapi-api di telepon beberapa hari yang lalu.”

“Dan keesokan harinya kau bercerita fakta mengenai Oh Sehun dengan tersedu-sedu.”

“Saat itu kami merasa kau seperti seorang bipolar, sangat menyeramkan!”

“Kami bahkan berniat segera mengakhiri panggilan saja denganmu.”

“Hah, dasar kalian berdua ini. Sudah dulu ya, aku mau tidur. Sampai jumpa dua hari lagi di sekolah! Aku sangaaaaat merindukan kalian.”

“Kami juga sangaaaat merindukanmu, bye!”

Yoojung mengakhiri panggilan grupnya dengan Clara dan Yujin kemudian melihat ke langit malam. Ia tersenyum saat melihat di langit bertabur cahaya bintang.

“Jika kau mendapatkan kesempatan untuk menuliskan sesuatu di langit malam, apa yang kau ingin kau tuliskan menggunakan bintang-bintang itu?” tiba-tiba saja berdiri Sehun di sebelahnya. Yoojung yang terkejut langsung menatap Sehun yang juga tengah menatap bintang saat itu.

“Aku akan menuliskan nama ibuku disana. Saat kecil, ayahku berkata ibuku pergi ke tempat yang jauh dan tak bisa kembali lagi, tetapi ibu senantiasa melihatku kapanpun dan dimanapun melalui cahaya bintang. Bodohnya aku sampai detik ini masih percaya saja kalau dua dari ratusan bahkan ribuan kilauan bintang di atas sana adalah sepasang mata milik ibuku.” Ucap Sehun.

“Tetaplah di sampingku.” Ujar Yoojung.

“Ya?”

“Aku akan menuliskan kata itu menggunakan bintang. Agar semua orang yang kusayangi membacanya. Setidaknya meski nanti terpisah jauh hati kita akan selalu bersama.” Ucap Yoojung menjelaskan.

“Apakah salah satu dari orang-orang yang kau sayangi itu…adalah aku?” tanya Sehun.

Yoojung tersenyum, tidak memberi jawaban apapun, tapi Sehun tahu jawabannya hanya dengan melihat senyuman Yoojung.

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

.

Selamat menunggu chapter selanjutnyaaaah

.

.

Salam Alay as alwayssss

.

QueenX

36 responses to “Namsan! I’m in Love #8 ~QueenX~

  1. walaupun kedatangan suzy agak menyebalkan tp, berkat dia juga akhirnya yoojung tahu sesuatu dan menyadari perasaannya…huaaaaa yg terakhir yoojung bisa aja bicaranya sm sehun pake senyuman segala huaa huaaa #LebayModeOn makin penasaran ……

  2. ada yang udah jatuh cinta nih ceritanya….hihihihi
    dan jangan sedih yoojung pasti sehun untukmu seorang kok dan ga bisa tergantikan dengan lainnya

    semangat fika dan lanjutkan imajinasimu itu….hihihihi

  3. aaaaaa hhhhhhhh aku terlalu senang dan fly~ jadi gini toh? oh my sehun… soo… ughhh gk kuat oke aku gk bisa ngomen yg lain… Keep writing and hwaiting!~

  4. si yoojung udah tau tuh kalo dia jatuh cinta ama sehun,sehun jebal jgn tinggalkan yoojung,kasian dia sendirian dibusan tanpa kamu,itu bukan hal y mudah,

    hah,cemburunya yoojung tuh lo y bikin geregetan,knp ga jujur aja si dri awal,toh sehun itukn tampan yoojung/plak/

    aku akn selalu menunggu part selanjutx authornim

  5. Epep apa ini bikin baperrr😭
    Jung~ah sampai akhirnya dia pergi dan penyesalanmu tak akan berguna
    Kim yoo -_- jan gengsi plzz
    Jan nolak sehunn hnggggg
    Otekek makkk😢😢 sehun jan pergi😭😭

  6. Aww, jadi ternyata kaya bgitu 😆 si sehun sweet banget kalo emng yg dibilang Suzy beneran. Ahh si yoojung kurang peka wkwk tapi sehun nya juga sii yg kurng ngasih kode ke si yoojung. Ahh tapi sehun nya mau pergi :(( semoga mereka menyatakan perasaan masing masing yahh, ko aku sendiri si yg baper 😅😅 wkwk. Ahh ga sabar nggu next nyaa! Fighting!!

  7. yoojung gak bakal sadar klo suzy gak dtg ke busan…sehun yg setia bgt sama yoojung…agak heran sama yoojung kok dy kyknya lupa masa kecil dng sehun😗😗

  8. Ahhh makin hari makin sweet astaga😂😂 yoojung mulai sadar yaa sehun suka dia dari duluu, kok yoojung gak inget yaa aneh😂😂 ihh suzy tuh sebenernya baik gak sihh sikapnya itu lohh😐😐

  9. cie.. yoojung mulai sada ya kalau suka sama sehun… makin tambah gregetss nungguin chapter selanjutnya.. keep writing eonni

  10. Wah….keren thor,akhirnya yoojung mau ngakuin perasaanya ke sehun,tapi gimana kelanjutan hubungan mereka,kan sehun mau balik ke seoku,jadi kepo.ditunggu next chapternya thor semangat

  11. Pingback: Namsan! I’m in Love #9 ~QueenX~ | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s