If We Love Again: Desire of Heart – Twelveblossom

if-we-love-again-req-1

Poster By: Kyoung @ Poster Channel

Twelveblossom (Twelveblossom.wordpress.com) | Sehun, Jung Nara (OC), Park Chanyeol, and Liv | Hurt/Comfort & Romance | PG 15 | Chapter | Line@: @NYC8880L (use @) | Wattpad: wattpad.com/twelveblossom

“Now, I know that a deep love brings sad ending.” ―If We Love Again, Chen feat Chanyeol

-oOo-

“Apa kau ingin menikahiku, Oh Sehun? Aku adalah Jung Nara, satu-satunya pewaris Jung Taekwang. Kita memang berkencan, tapi kau tidak pernah berpikir untuk menikahi pria sepertimu. Pernikahanku harus menjadi hal yang paling membahagiakan bagiku. Aku akan menikahi pemuda yang memiliki segalanya seperti diriku. Pria yang kunikahi nanti harus lebih baik dari dirimu. Sementara dirimu hanya pecundang dalam hidupku.” Itulah yang kuucapkan padanya, empat tahun lalu.

Bagi Jung Nara kehidupan ialah sebuah sandiwara di mana dirinya sebagai tokoh utama. Nara yang dulu berperan sebagai nona besar yang mewarisi segalanya, namun Nara yang sekarang tak lebih dari gadis penuh penyesalan atas kehidupannya. Alur cerita ini semakin mempermainkannya saat dia bertemu dengan kenangannya. Kehidupan dalam masa lalu yang sempat ia tolak, justru berjalan lebih menyenangkan daripada perkiraannya dulu.

Siapa yang mengira bahwa kekasih yang dulu dicampakannya kini justru memiliki segalanya?

Siapa yang mengira bahwa Jung Nara yang dulu memiliki segalanya kini justru menjadi pencundang?

Jung Nara yang biasa tak mengacuhkan orang lain, saat ini malah mengiba di hadapan mantan kekasihnya yang dulu sempat dia hina. Masih lekat diingatan Nara, empat tahun lalu bagaimana caranya menampar pemuda itu dan bagaimana bibirnya mengucapkan segala kalimat yang menyakitkan. Sekarang, semua berbalik padanya.

“Tolong selamatkan perusahaan keluargaku, Oh Sehun. Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan,” ucap Nara pada pria di hadapannya.

Pemuda yang menjadi pusat atensi Nara itu menyeringai. Ia duduk dengan angkuh di balik meja. Netra tajam Sehun memindai gadis yang tengah berhadapan dengan dirinya di ruang kerjanya. Paras Sehun tampak sangat puas menyadari kemenangannya. Perjuangannya selama empat tahun ini tak berakhir sia-sia. “Apapun? Tapi aku telah memiliki segalanya, Jung Nara. Kekayaan, kedudukan, dan kehormatan.” Sehun menautkan alis. “Tawaranmu tidak menarik,” lanjut pemuda bersurai hitam itu.

Nara membalas pandangan manik Sehun. Tangannya mengepal, dia berusaha menahan emosi sebab pertaruhan kali ini, bukan hanya mengenai dirinya tetapi juga keluarganya. “Aku akan menikah denganmu,” timpal Nara, tanpa keraguan.

Sehun tertawa mengejek. Ia beranjak dari kursi kekuasaannya, kemudian berjalan menuju si gadis. “Apa kau ingin menikah denganku, Jung Nara? Kau itu hanya pecundang dalam hidupku.” Sehun berujar, dia menirukan cara Nara menolaknya dulu. “Satu-satunya hal yang ingin kulakukan adalah membuatmu menderita,” ungkap Sehun, jarinya membelai paras gadis yang memakai kemeja dan rok kain bewarna abu-abu itu.

“Kau tahu, Oh Sehun. Ada satu cara untuk membuat seorang gadis menjadi sangat menderita. Dia terikat, namun tidak dicintai. Dia tak diinginkan oleh pasangannya, tapi tak dapat melarikan diri,” jelas Nara, suaranya berduka.

“Kau enggan berubah Jung Nara. Kau tetap menjadi gadis yang tamak. Kau kira aku tidak tahu alasan dibalik ucapanmu ini?” tanya Sehun, ekspresinya dingin.

Nara mengayunkan kaki satu langkah, sehingga raganya dapat memangkas jarak dengan tubuh Sehun. “Dengan pernikahan ini, aku bisa menyelamatkan perusahaan keluargaku. Secara tidak langsung, kau memberikan berita bahwa Jung Corporation menjadi bagian dari Oh Corporation dan itu akan menarik investor lagi. Keuntungan yang lain untukmu adalah kau bisa memperluas jaringan perusahaanmu, tanpa harus mengeluarkan uang. Tepat setelah kita menikah, setengah dari sahamku di Jung Corporation juga akan menjadi milikmu,” jelas Nara. Gadis itu tersenyum sekilas. “Penawaranku menjadi sangat menarik, bukan?”

Sehun berdecak, “Gadis bodoh,” ucapnya. “Sayangnya, perusahaan yang dapat kumanfaatkan bukan hanya Jung Corporation. Aku bisa menggunakan perusahaan lain untuk memperluas jaringan. Bidikanmu tidak tepat, aku menolak.” Sehun berkata tajam, dia mulai mengayunkan kaki melewati Nara untuk meninggalkan ruangan itu.

Nara menarik tangan Sehun, sehingga mereka kembali saling berhadapan. “Kenapa kau menolak? Apa kau takut jatuh cinta lagi padaku?” cecar Nara.

“Jatuh cinta lagi padamu,” ulang Sehun. Pemuda itu tertawa. “Aku tidak pernah jatuh cinta padamu Jung Nara. Aku dulu berkencan denganmu karena kau adalah Jung Nara, gadis muda terkaya di Seoul. Kau kira, apalagi yang diinginkan pemuda miskin dan yatim piatu sepertiku, mendekatimu. Jangan terlalu naif, Nara,” imbuh Sehun. Ia menepis tangan Nara, lalu melanjutkan pijakan―meninggalkan si gadis sendirian.

Sehun tidak pernah mencintaiku, benak Nara beberapa kali menduplikat ucapan Sehun. Gadis itu seolah-olah menemui kehampaan setiap kali pikirannya kembali mengingat bagaimana cara Sehun berkata padanya. Seolah, Nara merupakan hal mengerikan yang segera ingin disingkirkan oleh Sehun.

Nara benar-benar kehilangan pijakan saat ini.

“Nara, apa kau baik-baik saja?” tanya sebuah suara yang sangat familiar di gendang telinga si gadis. Park Chanyeol enggan menutupi kecemasannya, ketika melihat gadis itu tiba-tiba memasuki gerai kopinya yang baru buka dan berjalan terseok-seok.

“Dia tidak pernah mencintaiku, Chanyeol. Dia hanya memanfaatkan diriku,” gumam Nara. Ia menerima uluran tangan barista itu. “Dia enggan membuat perjanjian,” jelas Nara, setelah ia duduk di kursi yang berdampingan langsung dengan meja penyajian.

Chanyeol memberikan kopi hangat untuk menenangkan sahabatnya. “Pasti kau belum menjelaskan semuanya pada Sehun, alasanmu dulu memutuskan―”

“―Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. Aku telah dikenang menjadi gadis arogan yang gila uang. Karakter yang sangat menarik dalam ceritanya, lebih baik begitu,” Nara memandangi cangkirnya. “Aku justru akan terlihat sangat menyedihkan apabila dia mengetahui kebenarannya.”

Chanyeol mengawasi sang gadis yang terlihat kuat. Tak butuh menjadi ahli bagi Chanyeol agar dapat memahami seluruh pedih yang dirasakan sahabatnya. Megenal Nara sedari kecil, cukup memberikan pengetahuan bagi Chanyeol bagaimana si gadis mencoba bersikap baik-baik saja.

“Andai saja aku sanggup membantumu, Nara,” kata Chanyeol.

Nara tersenyum lebih tulus dari sebelumnya. “Dengan ada di dekatku seperti ini, kau sudah sangat membantu, Park Chanyeol,” balas Nara, ia meremas tangan Chanyeol.

Chanyeol menghela napas. Dia beranjak untuk membelai paras rupawan gadis itu. “Keluargaku memiliki pengaruh yang besar untuk membantu perusahaan keluargamu, walaupun aset kami tidak sebesar milik Sehun. Kalau kau ingin, kita dapat―”

“―Menikah? Lalu, aku menjerumuskanmu pada ikatan itu. Kau sahabatku Park Chanyeol, aku ingin kau menemukan wanita terbaik yang kau cintai,” Nara memotong ucapan si pemuda.

Chanyeol membalas dengan dentang tawa kecut. “Itu bukan alasan satu-satunya. Kau masih sangat mencintainya,” vokal pria jangkung itu yang lantas membuat Nara tertegun.

Sudut bibir Nara tertarik ke atas. “Mencintainya terlalu dalam hanya akan membuatku berakhir menyedihkan,” bisiknya mengkahiri perbincangan.

“Kau tidak seharusnya berkata seperti itu padanya,” kata seorang gadis yang dikenal sebagai sekretaris pribadi Oh Sehun. Gadis itu tampak anggun, surai pirangnya tergerai, parasnya mempesona, dan tanpa celah. Ia berjalan menuju Sehun yang sedang duduk di ruang santai apartemen pria itu.

Sehun menerima gelas kristal berisi wine yang disuguhkan si wanita bergaun tidur. “Kau menguping pembicaraan kami, Olivia Kim,” simpul Sehun sembari menarik Liv agar duduk di pangkuannya.

Liv mengalungkan tangan ke leher Sehun. “Hanya penasaran soal cara Oh Sehun si pengusaha cerdas menghadapi mantan kekasihnya,” ejek Olivia Kim.

Sehun melonggarkan dasi. “Lalu, bagaimana hasilnya? Apa aku cukup cakap?” tanya Sehun, jarinya memainkan surai Liv.

“Payah, kau terlihat masih mencintai―”

Argumen Liv terpotong oleh kecupan menuntut dari Sehun. Liv enggan membalas seluruh gerakan pemuda yang menurutnya hanya menggunakan dirinya sebagai pelampiasan.

“Aku sudah melupakannya,” tegas Sehun.

Liv menyeringai. “Saat kau tidur, dirimu sering mengucapkan nama Nara.” Wanita itu mengetuk dagu, menggambarkan bahwa dirinya sedang mengingat-ingat. “Kau berubah menjadi Sehun yang sekarang, bukan untuk membalas dendam pada Nara. Tapi, kau menjadikan dirimu layak bagi Nara. Kau juga mengacaukan perusahaan Keluarga Jung agar gadis itu berlari kepelukanmu,” Liv menyelesaikan kalimatnya, sepasang manik birunya menatap pria yang kini meminum habis wine itu. Liv hanya tersenyum, ketika mengetahui bahwa Sehun sedang salah tingkah.

“Aku memang tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari pengamatanmu, Liv.” Sehun tersenyum. “Aku hanya ingin tahu, caranya menjadikan diriku miliknya lagi,” imbuh Sehun. Pemuda itu sekali lagi menautkan bibirnya pada kelembaban yang ditawarkan wanita yang beberapa tahun ini menjadi penghiburnya. Apabila tidak ada Liv, bayangan Nara enggan sirna dari benaknya.

Sehun ingin sekali mengenyahkan Jung Nara dalam hidupnya, akan tetapi ia tak mampu sebab … mencintainya adalah cara Sehun untuk bertahan hidup.

-oOo-

a/n:

Kisah selanjutnya dapat dibaca di Track List.  Terima kasih sudah membaca ya^^.

15 responses to “If We Love Again: Desire of Heart – Twelveblossom

  1. ceritax menarik…penasaran sma alasan nara bersikap arogan (dulu) saat msih sma sehun…kyakx ada sesuatu yg d smbnyikan nara….

  2. Sbnrny udh baca dblog pribadinya, tp ttp aj pgn baca lg:( pemerannya bias ksygn sih. Wkw. Ceritanya menarik kak, tp sedih bgt:'(Dtgg lanjutannya ya. Smgt kak^^

  3. aw, aw, aw, cerita ini menyakitkan!!!!
    Ehm, mungkin aku gagal paham di beberapa kalimat ini:
    Kita memang berkencan, tapi kau tidak pernah berpikir untuk menikahi pria sepertimu (paragraf 1)
    kayaknya ada lagi tapi entahlah aku juga gk yakin

  4. Aku suka ceritanya.. Ceritamu bagus banget, Thor hehe Thumbs up for you 👍👍👍👍 Fighting!!! 🙌🙌

  5. sebenerx ap si alasan nara ninggalin sehun,kyakx kepaksa banget tuh si nara meninggalknx,hwa sehun kamu jahat tpi blum tau knp jdi ga tau sva y mau disalahkn
    keep writing authornim

  6. Ohsehun kau salah-_- nara tak seburuk itu
    Dan nara plz jangan seperti ini biarkan sehun tau hmm
    Ayolahh thorrr kesian nara ughhh
    Chan bantu nara okehh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s