Perfect for You [Chanyeol Birthday Project]

       5a409defefb1154556bafbec10651649

[Chanyeol Birthday Project] Perfect for You
Park Chanyeol (EXO) | Han Ji Yoo (OC) = JiYeol Couple
sequel of My Boyfriend Is Not My Idol
Story Series || Fluff || Universe || Romance || Comedy/ Crack || PG 15 ||
very recomended song HEAVEN – EXO

Langkah kaki Han Ji Yoo tergerak ketika sebuah bus berhenti tepat didepannya. Berjalan memasuki bus dan menempati kursi kosong dua dari barisan belakang. Bus yang ia tumpangi hanya berisi beberapa orang saja, karna waktu keberangkatan jam kerja kantor dan sekolah sudah berakhir. Ji Yoo menyematkan headset di kedua telinganya dan menekan ‘play’. Senyumannya mengembang ketika sebuah lagu mengalun ditelinganya, sebagian rambutnya terbang kecil melewatinya dari jendela bus.

Hallo bidadariku, kau seperti lukisan
Ketika aku melihat langit, aku bisa melihatmu
Lampu jalanan padam dan bulan menghilang tapi masih terang
Karena bintang yang jatuh dari langit itu dirimu

Tawa keluar setiap malam
Aku tidak bisa tidur meskipun aku sudah menutup mata
Aku tetap terjaga semalaman di dalam pikiranmu
Senyum cerahmu membuatku bernapas
Kamu mungkin punya sayap yang tersembunyi di belakangmu
Siapapun bisa melihatmu, kau bidadariku
Jika aku bersamamu, aku bisa terbang

Langit memberimu segalanya
Dan dunia memberikan dirimu padaku
Aku ingin terus di sampingmu, jadi kau tidak bisa kembali ke langit
Aku ingin menggenggam tanganmu, aku ingin menguncimu, aku akan memelukmu
– Heaven (EXO)
source : https://kpoptranslation.wordpress.com/2016/06/08/lirik-terjemahan-exo-heaven/

            Ji Yoo tak pernah bosan dengan lagu yang ia dengarkan sekarang, tak lupa dengan senyuman bahagia seiring lagu itu terus berputar. Lagu itu menjadikannya wanita paling bahagia di dunia. Dengan tempo yang cepat dan lirik yang ringan membuatnya seperti kehilangan pijakan selama 3 menit lagu itu berjalan.

Hati Ji Yoo akan berdedup begitu kencang saat terdengar suara bass di salah satu lirik di lagu itu. Dan saat itu tiba, ia seperti mendengar suara pacarnya berbicara langsung dengannya dengan tulusnya. Setidaknya dapat mengikis rindu yang kerap kali melanda wanita ini.

Ya, bagian dari lagu itu dengan suara khas bass merupakan bagian dari pacarnya, sekaligus pencipta lagu heaven  itu. Tentu kita tidak lupa Ji Yoo merupakan pacar  seorang idol yang sering ia sebut sebagai  ‘alien’.

Perlu berjalan melewati 4 belokan setelah turun dari halte, Ji Yoo memasuki sebuah gedung yang tak begitu besar. Namun, sangat ia kenal. Ia berjalan menaiki tangga menuju lantai 3 lalu memasuki sebuah ruangan dengan memasukkan beberapa kode sebelum ia masuk.

Suara dentingan pintu bahkan tak membuyarkan perhatian pria didalam ruangan yang dibuat mini studio itu. Meski ruangan itu hampir penuh dengan peralatan yang berhubungan dengan musik. Namun, ada beberapa sofa dan kulkas kecil disalah satu sudut ruangan  dan pria itu ada disana sibuk dengan… mencium pouch??

“apa yang kau lakukan?”

Chanyeol menatapnya, pria itu dengan bibir yang berwarna merah lalu tersenyum dengan tanpa dosa. “kau datang!” pacaranya terlihat seperti anak usia 3 tahun yang menemukan ibunya setelah bermain petak umpet.

“apa yang kau lakukan?” Tanya Ji Yoo dengan gemas dengan kelakuan pacarnya yang seperti tidak waras.

“oh, aku hanya ingin mempersiapkan hadiah kecil untuk acara besok,” jawabnya tanpa menyadari alis Ji Yoo yang semakin menaut.

hadiah-chanyeol-untuk-fans

“kau- mencium kain?” Tanya Ji Yoo yang masih belum percaya dengan apa yang dilakukan pacarnya itu.

“ini pouch, baby! Menurutku tidak special jika aku memberikan hadiah ini saja, dan kebetulan aku menemukan lipstikmu yang tertinggal minggu lalu di mobilku. Jadi tiba-tiba aku memiliki ide untuk member sentuhan yang special,” terang Chanyeol tak lupa dengan senyum merekah sambil tanganya menunjukkan hasil makarya bibirnya itu.

“kau memintaku kemari untuk melihat kekonyolanmu?”

“ku pikir aku bisa menyelesaikan ini sendiri. Ternyata begitu sulit jika aku mengerjakan sendiri untuk 750 fans ku,” Chanyeol menunjukkan mata anjingnya pada Ji Yoo yang masih berdiri didekatnya.

“kenapa kau tak meminta bantuan staff mu?” Ji Yoo hampir kehilangan kesabarannya jika menghadapi kekonyolan pacarnya itu.

“mereka pasti melarangku mengurus hadiah untuk fansku, dan melakukan sesuai keinginan mereka. Itu berarti bukan aku yang memberi hadiah special  kepada fansku, bukan? Itu tidak bisa disebut merayakn bersama fans,”

Jika menyangkut fans, Ji Yoo pasti akan menyerah. Pria itu  mencintai fansnya dengan tulus. Chanyeol memang memiliki hati lembut terutama kepada orang-orang yang tulus dengannya, seperti fansnya.

“ada yang perlu aku bantu?” Tanya Ji Yoo sambil duduk disamping Chanyeol

“kau bisa memasukkan isi hadiah dalam pouch ini, baby” Chanyeol tersenyum senang pacarnya dapat membantunya. Entah seperti sihir Ji Yoo ikut tersenyum melihat Chanyeol.

“ne,”

Hening menyelimuti mereka berdua karena sibuk denga tugas masing-masing. Ji Yoo menatap Chanyeol yang masih mencoba menyelesaikan ‘ciumannya’ pada pouch. Tiba-tiba Ji Yoo merasa iri  dengan kain-kain itu. Sudah berapa lama ia tak menyetuh bibir itu? Ia menggelengkan kepala menghilangkan pikiran yang mulai liar.

“sudah berapa kau melakukan itu?”

“sudah 3 hari ini,” jawabnya sambil meneruskan ciumannya.

“kau sudah melakukan ciuman sebanyak itu selama 3hari?”

“ne! wae?” Tanya Chanyeol

Ji Yoo memalingkan wajahnya dan bercicit. “kau bahkan menciumku tidak sebanyak itu,”

“apa yang kau katakan tadi?” Tanya Chanyeol yang sepertinya mendengar gumaman Ji Yoo. Seketika mata Chanyeol menyipit, “kau cemburu,”

“mwo? An-nni!!” jawabnya gelagapan. “kau tidak lelah melakukan itu? Sini aku bantu!” Ji Yoo mencari alasan agar tidak didesak pria itu.

“memang kau bisa?”

“kau fikir aku tak bisa melakukannya? Berikan lisptik itu!” Ji Yoo mengambil lipstick di meja dan memoles pada bibirnya. Lalu ia mengambil satu pouch itu dan menciumnya.

“Chaa!! Punyaku lebih bagus kan?” Ji Yoo memamerkan dengan bangga hasil karyanya.

“lihat hasilnya ciumanmu tipis dan telihat tidak tulus. Lagipula  itu terlihat bukan bibirku, baby,”

Ji Yoo yang mendengar protes pada hasil karyanya itu mengenduskan nafas. “siapa yang tau ini bibirmu atau bukan! Apa mereka akan memeriksa bibirmu?”  Ji Yoo memberengut.

Tiba-tiba kecupan singkat mendarat dibibirnya. Singkat seperti sebuah kedipan namun cukup membuat seluruh tubuh Ji Yoo memanas dan terpatung ditempat.

“hanya kau yang tau dan hanya kau yang bisa merasakan bibirku. Jadi berhenti bersikap cemburu dan selesaikan tugasmu, baby!”

Ji Yoo dapat berkedip ketika mendengar suara Chanyeol dan ketika ia hendak melayangkan protes, bibir Chanyeol dibuat manyun dengan mata melotot. Ji Yoo seperti anjing yang menurut pada majikannya lalu meneruskan tugasnya dengan ancaman itu.

****

Setelah merapikan rambutnya dan menatap diri di cermin Ji Yoo merogoh saku dan mengetik pesan kepada Chanyeol untuk tidak lupa acara malam ini. Pesan sebelumnya bahkan belum di baca pria itu. Pasti dia masih di tengah konser sekarang.

Chanyeol memang memiliki jadwal konser dengan EXO malam ini. Mereka memang memiliki hubungan yang lama, sehingga Ji Yoo sudah terbiasa dengan kesibukan pacar itu. Setidaknya Ji Yoo sudah mengingatkan janji mereka nanti malam setelah konsernya berakhir. Chanyeol ingin merayakan ulang tahunnya dengan Ji Yoo. 2 hari lalu ia sudah merayakan dengan fansnya, tepat saat tanggal ulang tahunnya ia merayakan dengan teman grubnya EXO dan pagi tadi ia merayakan dengan keluarganya. Kini tinggal dia merayakan ulang tahun denga Ji Yoo.

Mereka hanya akan makan malam di restaurant milik paman Ji Yoo yang dikenal dengan rootroof nya. Ji Yoo membayangkan dirinya merayakan ulang tahun Chanyeol dengan pemandangan indahnya kota di malam hari. Ugh Chanyeol seharusnya terharu dengan tindakan romatisnya itu. Ji Yoo memang jarang sekali memperlihatkan romantic dalam dirinya.

Dengan mini dress berwarna merah ia mengalungkan tas kecil pada tubuhnya. Ji Yoo berjalan sedikit berlari menuju halte, karna ia harus bertemu pamannya terlebih dahulu. Bahwa ia akan menggunakan restaurant nya ketika tutup nanti.

Ji Yoo menyadari pacarnya merupakan idol dengan penggemar hampir seluruh gadis di Korea. Mereka tidak bisa dengan sembarangan makan atau pergi berdua ditempat umum.  Ji Yoo takut fans dari EXO  tidak terima idola mereka pacaran dengannya. Memang tidak ada yang melarang idol pacaran, hanya saja ia belum siap. Terlebih kini grub nya EXO tengah naik daun, ia tak mau hubunganya dengan Chanyeol disebut skandal yang bisa membuat buruk grubnya.

Jadi, ia meminta bantuan pamannya yang memang pemilik restaurant untuk meminjamnya semalam dan menggunakannya saat tutup. Jadi tidak ada konsumen atau pegawai disana.

Ji Yoo menata piring di meja yang sudah ia dan pamannya siapkan sebelumnya. Ia terpaksa mengurus sisanya sendiri karna pamannya harus pulang menjaga anaknya yang baru saja lahir, setelah membantu Ji Yoo menata tempat dan memasak. Dirinya juga berjanji akan pulang dengan Chanyeol nanti, sehingga pamannya tidak terlalu khawatir

Ji Yoo membersitkan hidung. Semakin malam suhu di sana semakin dingin. Apalagi ia meminjam tempat di tempat terbuka. Jadi bisa dipastikan hawa dingin langsung menusuk tulangnya.

Ia baru menyadari ia tak membawa mantel kemari karna terburu-burunya. Terpaksa Ji Yoo harus melawan hawa dingin. Suara ponselnya berdering, Ji Yoo langsung mengangkatnya tanpa melihat pemanggilnya.

“maaf. tadi aku harus melakukan encore dan mobil kami sulit keluar dari stadion tadi. Setelah kembali ke dorm dan mengambil mobil aku akan kesana segera,”

“ne, gwenchana,”

Sambungan terputus oleh Chanyeol. Ji Yoo mengerti pasti dia baru saja keluar dari tempat konsernya, itu bisa didengar dari telfon tadi yang terdengar suara teriakan fans. Ia kembali membersitkan hidungnya. Baiklah, ia harus bertahan lebih lama lagi untuk orang ia cintai.

Mobil Chanyeol berhenti tepat dibelakang garis ketika lampu lalu lintas menyala merah. Saat ia memandang jalanan malam hari yang mulai sepi, matanya menangkap butiran kecil yang jatuh menempel pada kaca depan. Salju turun.

Tiba-tiba saja hatinya merasa khawatir dengan wanitanya. Setelah lampu berubah menyala hijau Chanyeol memacu kendaraannya cepat. Setelah tiba di restaurant ia berlari menuju lantai teratas. Di ujung tangga ia berhenti memperhatikan punggung wanita didepannya yang sedang menadahkan butiran salju di tanganya.

Entah ekspresi apa pada wanita itu sekarang. Namun, entah kenapa ia merasa bersalah pada wanita yang telah menunggunya sendiri di tengah turunnya salju dengan dingin yang menusuk seperti ini. Dan wanita itu masih setia menunggu. Itu yang membuatnya merasa bersalah, membuat wanita itu selalu meunggu kedatangnnya.

“Ji-ya,”  panggil Chanyeol dengan lirih.

Ji Yoo reflek memalingkan wajahnya menuju sumber suara dan senyuman menyambut hadirnya Chanyeol.

“kau datang,” wanita itu tersenyum dan Chanyeol masih diam ditempatnya. “tunggu sebentar. Aku akan memanaskan makanannya,”

Chanyeol berjalan menghampiri wanita itu dan melepas mantelnya. Dipasang mantel Chanyeol pada tubuh Ji Yoo. Mantel itu cukup membungkus tubuh Ji Yoo. Seketika tubuhnya hangat dan bahagia seperti saat kehadiran Chanyeol kemari.

“kau pasti terburu-buru tadi,”

Bahkan Chanyeol tak bisa memarahi wanita didepannya. Sedangkan Ji Yoo hanya tersenyum bersalah. Chanyeol menggosokkan kedua telapak tangannya lalu menempelkan pada tiap pipi Ji Yoo. Seketika hangat dari telapak tangan Chanyeol berpindah ke wajah Ji Yoo.

“apakah nyaman?” Tanya Chanyeol. Ji Yoo mengedipkan matanya beberapa kali. Kenapa ia mudah sekali terpesona dengan pacarnya sendiri..

“duduklah! Aku yang akan menyiapkan semua,” ujar Chanyeol diikuti anggukan oleh Ji Yoo.

Ketika mereka duduk di tempat yang sudah disiapkan, Ji Yoo mengeluarkan kue dari pangkuannya. “kau tidak bisa merayakan ulang tahunmu jika belum meniup lilin,”

“bibirmu pucat. Apa kau tidak apa-apa?” Chanyeol yang memerhatikan bibir Ji Yoo memucat dan tubuh wanita itu sedikit menggigil membuatnya khawatir.

“gwenchana. Aku tidak akan sakit karna sa- HAATCHIIII…….,”

Chanyeol memegang dahi Ji Yoo. “kau demam. Kajja! Kita pulang. Kau bisa sakit jika tidak istirahat,”

Ia berdiri dari tempatnya dan membersihkan piring yang baru saja ia keluarkan. “tapi, kita belum merayakan ulang tahunmu, yeolli” ekor matanya mengikuti Chanyeol yang memasukkan piring dan ke dalam restaurant. Menghiraukan kata Ji Yoo, Chanyeol menarik tubuhnya keluar restaurant dan memasuki mobil.

Mereka sampai dirumah Ji Yoo. Chanyeol mengantar wanitanya masuk ke dalam rumah khawatir jika dia bisa tumbang kapan saja.

“kenapa kau mengantar ku pulang? Kita belum merayakan ulang tahunmu,”

“kau mau merayakannya dengan sakit? Masuklah ke dalam kamar, dan beristirahatlah ya,” Chanyeol mengatakan dengan lembut

“tapi aku aku ingin merayakannya denganmu,” kata Ji Yoo sambil memandang ujung kakinya.

“wae? Kenapa kau ingin merayakannya dengan keadaanmu seperti ini?”

“KARNA AKU LAPAR, ALIEN!” teriakan Ji Yoo diikuti suara keroncongan dari perutnya.

“BAGAIMANA AKU BISA ISTIRAHAT DAN SEHAT KALAU BELUM MAKAN, DASAR! KAU TIDAK PEKA!” air mata Ji Yoo tak terbendung dan akhirnya menangis seperti anak 5 tahun yang ketahuan mengompol. Chanyeol sendiri ingin tertawa, ternyata Ji Yoo akan mudah terpancing emosi ketika lapar.

Sebuah mangkuk berhenti di depan Ji Yoo dengan  epulan asap yang sialnya malah membuat perut nya meronta. Pria yang membawakan ramyun itu duduk didepannya dengan satu mangkuk ramyun didepannya.

“setelah makan. Lekaslah istirahat. Aku akan menemanimu sampai kau tidur,”

Chanyeol seperti berbicara dengan epulan asap dari ramyun itu. Wanita yang ia ajak bicara sudah sibuk meniup ramyun agar segera masuk ke dalam mulutnya. Chanyeol yang menatapnya malah tersenyum, melihat wanitanya selalu menarik ketika ia sedang makan.

Karna tidak ada ibu Ji Yoo dirumah Chanyeol tidak berani memasuki kamar pacarnya. Sedangkan Chanyeol terlalu khawatir untuk langsung meninggalkan wanita itu dalam keadaan demam sendirian. Kalian tidak tau apa saja yang bisa wanita ini lakukan saat sendiri, dia pasti tidak akan tidur.

Mereka akhirnya berada diruang tamu melihat tayangan televisi tengah malam dengan Ji Yoo yang tidur di pangkuan Chanyeol. Tangan pria itu mengelus pelan dahi Ji Yoo agar cepat tidur.

“maaf,”  celetuk Ji Yoo, membuat Chanyeol menatapnya

“maaf untuk apa?”

“maaf, karna aku sakit kita gagal merayakan ulang tahunmu. Sekarang bahkan sudah lewat dari tanggal lahirmu,” jelas Ji Yo sambil menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 00.50 pagi itu.

“kenapa kau masih memikirkan itu? Bukankah kita sudah merayakannya…dengan ramyun tadi,” Hibur Chanyeol.

“tapi kau belum membuat permohonan didepanku dan meniup lilin,”

Chanyeol menghembuskan nafas. Lalu wajahnya mendekat pada Ji Yoo dan mengecup bibir wanita itu yang berada dipangkuannya.

“aku tidak perlu memohon lagi. Aku sudah mendapatkan semua, terutama dirimu. ”

Apa pemanas dirumahnya ditambah derajatnya? Kenapa ia merasakan panas terutama dikedua pipinya. Ia bahagia sekarang. Ji Yoo takkan memaksakan  kesempurnaan dalam merayakan ulang tahun Chanyeol. Karna dirinya dan Chanyeol sama-sama bersyukur untuk saling memiliki sekarang.

“baiklah! Jadi kita resmi sudah merayakan ulang tahunmu!” ujar Ji Yoo antusias. Ia lalu manarik tangan Chanyeol dan gentian mengelus punggung tangannya .

“sekarang aku akan menyanyikan lagu ulang tahun untukmu,”

Happy birthday to you…

Happy birthday to you

Happy birthday Park Chanyeol-

Lagunya terhenti ketika Ji Yoo menangkap Chanyeol yang sudar tidur dengan posisi duduk di sofa dengan kakinya sebagai bantalan bagi Ji Yoo. Dengan menatap wajah Chanyeol ia mengecup tangan pria itu dan mengatakan “selamat ulang tahun Chanyeol. be kind and always happiness, my dear. Good night,”

 

 

ada yang masih ingat dengan saya hahahhahaha *tawa evil
Luaaamaa bgt aku hiatus disini. sebenernya aku mencoba menahan diriku untuk tidak heboh dengan ultah suamiku ini. tapi entah kenapa tanganku gatel bgt buat ini. untuk sekian lama aku nggak nulis ff -mungkin setahun- ide ini begitu lancar gitu aja. aku nulis hanya butuh 4 jam dan harus aku post sebelum aku lupa ntar hahahah
jadi maaf jika masih banyak typo atau kata yang nggakpas.
aku akan belajar dan memperbaiki tulisanku mendatang.
so aku tunggu masukan kalian ^^ chu❤

oh iya meski aku post dan bilangnya terlambat, mungkin aku akan tetap mengucapkan HAPPY BIRTHDAY MY HUSBAND *eh* hahhha
doa terbaikku selalu menyertaimu :*

 

3 responses to “Perfect for You [Chanyeol Birthday Project]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s