Fall Illness Love ~QueenX~

Fall Illness Love

1

Author

QUEENX

 

 

Genre : FLUFF

 

Length : Ficlet

 

The Cast :

ALANA CHO (OC)

PARK JIMIN

KIM SEOKJIN

 

Rating : Teen

 

Disclaimer : PLOT & OC BELONGS TO ME BUT BTS MEMBERS BELONGS TO THEIR FAMILY

 

 

.

“Jika setelah kucium jantungmu berdebar dengan kencang, suhu tubuhmu meningkat dan muncul keringat dingin di keningmu…kau harus pergi ke dokter.”

.

 

 

 

All in Author’s POV

 

Jadi, disinilah Alana. Di tempat kerja praktek kakak sepupunya, Kim Seokjin. Menunggu Seokjin kembali dari kamar mandi dan ketika terdengar suara pintu dibuka, Alana langsung berlari menghampiri Seokjin dan menarik tangannya.

“Hey, hey! Sabarlah dulu, ada apa sebenarnya malam-malam begini kau datang kemari?”

“Oppa, periksa aku pakai stetoskopmu! Cepat! Ah, juga periksa tekanan darahku, bila perlu lakukan pemeriksaan pada seluruh tubuhku dengan sinar X.”

Alana memohon. Sementara Seokjin menyerngit bingung.

“Tampaknya kau baik-baik saja. Mungkin…kejiwaanmu saja yang sedikit terguncang.”

“Oppa! Aku serius!”

“Mana bisa aku melakukan pemeriksaan seenaknya tanpa tahu apa gejala-gejala yang kau tengah kau alami. Seharusnya kau bercerita dulu, kau merasakan sakit di bagian tubuhmu yang mana.”

“Jadi begini—”

FLASHBACK (6 HOURS AGO)

“Kita harus membuat perjanjian!”

“Perjanjian apa?”

“Jim, kau tahu kan kita sekarang bukan anak-anak lagi? Kita sudah remaja. Kita…sudah banyak berubah.”

Jimin memandang Alana aneh. Apalagi sekarang? Apa yang ada dalam pikirannya yang absurd itu saat ini?

“Lalu?”

“A-aku…kita akan tetap bersahabat, tapi aku minta kau lupakan segala hal yang aku katakan padamu saat kita masih kecil dulu.”

“Tentang ajakanmu mandi bersama di bathup?”

Goda Jimin. Membuat pipi Alana bersemu kemerahan.

“Itu juga salah satunya.”

Jimin mengangguk.

“Emm, bukan hanya itu!”

“Tidur bersama saat orang tua kita keluar kota?”

“Ah, ya itu juga. Tapi…masih ada lagi.”

“Apa, Lan?”

“Te-tentang ciuman itu, tentang arti ciuman yang eomma pernah katakan padaku, jangan lakukan itu lagi.”

[A/N : Mungkin kalian perlu membaca ini untuk mengetahui apa maksud dari ucapan Alana di atas]

Ucap Alana, matanya mencoba untuk tidak memandang Jimin.

Jimin mengangguk mengerti kemudian tersenyum.

“Lagipula kita kan bersahabat, tidak salah kalau aku membantumu untuk menghilangkan kesedihanmu, kan?”

“Ta-tapi…bukan dengan cara menciumku!”

Jimin tersenyum lagi. Ia paling senang mengusili Alana di saat-saat seperti ini, setiap kali Alana kesal padanya, pipinya akan memerah, entah itu karena malu atau marah. Membuat Jimin gemas dan semakin ingin menggodanya.

“K-kau, kau tidak boleh sembarangan menciumku mulai sekarang! Kau itu hanya sahabatku, bukan kekasihku, bukan juga orang tuaku, kau tidak berhak untuk menciumku!”

Jimin mengangguk lagi, kemudian tersenyum.

“Tapi, saat dulu kau menciumku—”

“Itu kan dulu, Jim! Dulu! Saat itu kita kan masih anak-anak, aku mana tahu kalau ternyata kita tidak boleh sembarangan mencium orang seperti itu.”

“Apakah jantungmu baik-baik saja sekarang?”

“Me-memangnya apa hubungannya pembicaraan kita barusan dengan jantungku?”

“Jika setelah kucium jantungmu berdebar dengan kencang, suhu tubuhmu meningkat dan muncul keringat dingin di keningmu…kau harus pergi ke dokter.”

Jimin menakuti, astaga…ia tak menyangka Alana-nya—emm maksudnya Alana sahabatnya—tidak menyadari sebenarnya ia sudah jatuh cinta—ah atau mungkin Jimin saja yang terlalu percaya diri—pada dirinya.

“Me-memangnya apa yang akan terjadi padaku, Jim?”

“Ah, aku tidak mungkin menjelaskannya. Pokoknya kau harus segera ke dokter, kudengar kakak sepupumu seorang dokter, kan? Temui dia dan ceritakan gejala-gejala itu padanya, ia pasti tahu kau sedang menderita penyakit apa sekarang.”

###

Seokjin menahan tawanya setelah mendengar akhir cerita dramatis adik sepupunya itu. Bagaimana mungkin seorang Alana bisa sepolos itu dan tidak mengetahui keadaan dimana sebenarnya ia sudah jatuh cinta pada Park Jimin.

“Jadi kau mau tahu penyakit apa yang kau derita sekarang?”

“A-apakah penyakitnya parah? Apakah masih bisa disembuhkan? Apakah…oppa memiliki obat penangkalnya?”

“Kurasa masih belum parah, tentu saja bisa disembuhkan, dan obatnya adalah…”

Seokjin menggantungkan kalimatnya.

“…kau serius mau tahu obat dan nama penyakitnya apa?”

“Aish, oppa! Cepat beritahu aku!”

“Hahahaha, untuk nama penyakitnya, kau akan mengetahui dengan sendirinya nanti, tapi…untuk obatnya, kurasa ini juga tidak akan menjamin kesembuhanmu, karena selain menyembuhkan, obat ini juga memiliki efek samping yang beragam untuk dirimu.”

Alana dibuat bingung oleh penjelasan Seokjin.

“Park Jimin. Dialah obatmu.”

 

*

 

 

F I N

SORRY FOR TYPO(s)

4 responses to “Fall Illness Love ~QueenX~

  1. Astaga alanan polos banget
    Cim cim juga jail ih
    Malah ambil kesempatan pake alasan kata kata lana waktu kcil lagi
    Aaaahh tapi mereka lucu
    Ngebayangin cim cim ktawa jail ituuuuuu. …

  2. hahahahahhaa… ketawa bareng bang jin..
    ini anak polos bgt..
    si jimin usilnya cerdas gtu..
    gemes deh baca ff teen model bginian.. brasa ngfkuff bgt..😊😊😊
    keep writing ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s