[Ficlet] After One Years by ShanShoo

luhan1

Luhan x You

hurt-comfort // ficlet // Teenager

ShanShoo’s present

 

-o-

“Sedang di mana?”

Kupikir, Luhan tak perlu menguarkan pertanyaan retoris seperti itu. Karena aku tahu, dia telah mengetahui jawabannya. Karena memang sudah menjadi kebiasaanku untuk berdiam diri di dalam kamar, tanpa ada niatan untuk ikut berbaur bersama dengan temanku untuk pergi keluar―dan Luhan amat mengetahui kebiasaanku ini. Yah, kuharap Luhan tidak melupakan satu hal itu. Kuharap.

Aku hanya menghela napas, pun memejamkan mata barang sejenak, sebelum telingaku kembali mendengar alunan kata milik Luhan yang begitu merdu di telingaku.

“Apa kau sibuk?”

Secara perlahan, aku membuka mata dan langsung menatap lurus ke arah jendela kamar yang kubuka lebar. Mendapati rintikan kecil air hujan hingga lama-lama menguarkan aroma tanah basah yang kusukai.

“Tidak.” kusahut ucapan Luhan seraya tersenyum tipis. Lagi pula, sudah lama juga kami tidak saling berkomunikasi seperti ini.

Ada saat di mana aku begitu merindukan suaranya, ada juga saat di mana aku begitu membencinya sampai-sampai dadaku sesak bukan main, terlebih ketika otakku kembali mengulang memoar―satu tahun yang lalu―tentang kami, setiap ia menghubungiku. Aku masih ingat bagaimana ekspresi datar milik Luhan ketika ia mengatakan untuk mengakhiri hubungan kami begitu saja, dengan dalih tak mampu mempertahankan hubungan kami yang kian merenggang. Aku, yang mulai kehilangan separuh kesadaran hanya bisa menitikkan air mata. Enggan menyahut atau pun menyuarakan segala isi hatiku yang mulai hancur.

Namun, ketika satu tahun telah berlalu, Luhan kembali menghubungiku, mengucap sapaan hangat seperti saat pertama kali kami bertemu. Membuatku nyaris lupa seperti apa ekspresi serta perkataan menyakitkan Luhan kala itu. Padahal aku mengira kalau Luhan mungkin akan melupakanku dan tak akan pernah menghubungiku selamanya. Tapi ternyata aku salah. Dan yang lebih mengagetkan lagi, Luhan masih mengingat nomor ponselku yang lama―karena aku memang tak berniat untuk menggantinya.

Dan kini, hanya ada satu perasaan yang begitu mendominasi dalam hatiku; kerinduan yang mendalam. Ya, aku sangat merindukan Luhan. Aku sangat merindukannya sampai aku merasa tak mampu bernapas dengan benar.

“O, baguslah.” Kekehan pelannya menguar lembut di telingaku. Membuatku ikut tersenyum alih-alih menyahut ucapannya. Luhan menghela napas panjang sebelum ia melanjutkan, I want to tell you something,

“Hm?” aku menggumam sebagai respons atas perkataannya. Kedua kakiku lantas berdiri dan berjalan mendekati jendela kamar, sehingga aku bisa langsung memerhatikan rintikan hujan yang kian menderas, disusul dengan petir yang menyambar. “About what?” tanyaku kemudian.

Jeda selama beberapa jenak, membiarkan keheningan mengisi jarak di antara kami. Selama itu pula, aku merasa tegang dan cemas. Aku takut Luhan menginginkan sesuatu yang membuat kami kembali menjauh. Aku takut Luhan mengatakan bahwa ini adalah perbincangan kami yang terakhir. Aku takut―

I was just thinking about you,

Rasanya, ada berjuta kembang api yang mulai menyerang perutku. Menimbulkan efek menyenangkan sekaligus melegakan bersamaan. Aku, dengan sepasang kaki yang tak menopang berat tubuhku lebih lama, hanya mampu mengukir senyum, pun membiarkan bulir bening mengalir dari pelupuk mata. Tak ada frasa yang terucap, tak ada respons yang berarti dariku. Dan aku kembali mempersilakan keheningan menyela perbincangan kami. Karena entah mengapa, tiba-tiba saja lidahku kelu, tak mampu sekadar untuk melepas gumaman atau sepatah kata untuk seorang laki-laki yang nyatanya masih memiliki separuh hatiku ini.

“Song Dana …” dalam kebisuanku ini, aku mendengar Luhan menyerukan namaku, pelan. Dua detik kemudian, Luhan melanjutkan kalimatnya. Kalimat yang berhasil memunculkan senyuman lebar serta rona merah di kedua pipiku. Dan kuharap, jantungku ini tak ikut berulah nantinya. is it okay if I miss you?”

-end

Pliiiiisss ….. maapin kalau ceritanya pasaran. Ini dikarenakan efek kerinduanku pada Lulu yang semakin tak terbendung :””

O, ya, aku minta doanya dari temen-temen di sini, aku lagi nyusun KTI buat sidang nanti, semoga segalanya berjalan dengan lancar, ya. Amiiin :””)

Sekian.

Personal blog? Click here

Advertisements

5 responses to “[Ficlet] After One Years by ShanShoo

    • halo, Kak. maaf ya kalo endingnya kurang memuaskan. soalnya aku lagi suka bikin ff dengan ‘Open Ending’ di bagian akhir. di mana para pembaca bisa melanjutkan isi dari bagian akhirnya sesuai dengan ekspektasi masing-masing. sekali lagi maaf ya kak :”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s