Namsan! I’m in Love #9 ~QueenX~

Namsan! I’m in Love #9

tumblr_md78dk1tae1r2cytbo1_500

Author

QUEENX

 

 

Genre : ROMANCE, FLUFF, SCHOOL LIFE

 

 

Main Cast :

OH SEHUN

KIM YOOJUNG (OC)

 

Length : Chaptered (Less than 2k Words)

 

Rating : PG

 

Sebelumnya di Namsan! I’m in Love

 

 

 

.

 

Inspired By : Eiffel, I’m in Love

 

.

 

 

 

.

Busan adalah kota yang indah. Meski dialek warga Busan sering ditertawakan orang Seoul, tetapi aku tetap bangga menjadi gadis Busan. Namaku Kim Yoojung. Dan ini… adalah kisah cintaku, kisah yang tak terduga, penuh kejutan dan… selamat membaca!

***.

All in Author’s POV

.

Hubungan Sehun dan Yoojung sedikit lebih membaik. Mereka tak sedingin biasanya, mereka tak terlalu sering bertengkar lagi—meski kadang ejekan Sehun atau sikap manja Yoojung memancing perseturuan yang tidak penting pula—bahkan Yoojung mulai terbiasa diantar dan dijemput oleh Sehun kemana-mana.

“Mengapa kita jadi seakrab ini saat kau akan pulang tidak lama lagi? Mengapa tidak sejak awal bertemu saja kita sudah akrab seperti ini?” tanya Yoojung.

Keduanya sedang bersantai di sebuah café. Sore ini cukup dingin, mereka memutuskan untuk mencari kopi di luar dan meninggalkan Seokjin dengan tugas akhirnya yang selalu mendapatkan revisi setiap kali ia pulang sore.

“Kalau kau tidak terlambat menjemputku di bandara, mungkin kita sudah menikah sekarang.”

“Ha? Secepat itu?”

“Perjodohan kita ditunda kan juga karena kedua orang tuamu dan ayahku tidak menemukan kedekatan diantara kita berdua.”

“Ya sudah, kan kita sudah akrab sekarang—”

“Kau mau segera menikah? Secepat itu?” Sehun menyerang balik. Membuat pipi Yoojung memerah dan memilih untuk bungkam.

“Kalau begitu, tunggu aku selesai kuliah saja.”

“Lama sekali. Bagaimana jika umurku tidak lama lagi?”

“Jangan bicara begitu! Kalau kau akan mati dalam waktu dekat, tahu begitu aku tidak perlu mengenalmu sekalian. Ah, mungkin saja aku sudah menjadi kekasih dari Byun Baek—”

“Pria itu lagi, tidak ada pria lain ya yang bisa kau dekati di sekolahmu?”

Sehun selalu kesal setiap Yoojung menyebut nama Baekhyun di depannya. Jangankan menyebut namanya secara lengkap, baru mendengar marga Baekhyun saja Sehun sudah muak, seolah semua orang yang bermarga Byun setali tiga uang dengan Baekhyun.

“Tapi, ibu dan ayah tidak pernah membahas perjodohan denganmu saat hanya sedang bersama denganku.”

“Untuk apa juga mereka membahasnya. Toh juga tertunda.” Tandas Sehun.

“Kau menyalahkanku ya atas tertundanya perjodohan kita?”

Sehun menggeleng.

“Tapi kau selalu ketus kalau aku membahas perjodohan ini.”

“Kalau begitu tidak perlu dibahas lagi. Nanti saja dibahasnya, kalau kedua orang tuamu atau ayahku bersuara tentang perjodohan ini. Deal?” Sehun kemudian mengulurkan jari kelingkingnya yang disambut jari kelingking Yoojung.

“Ayo pulang.” Ajak Sehun kemudian.

“Seokjin oppa tidak dibelikan sesuatu?”

“Untuk apa dibelikan? Menitip saja tidak.”

*

“Kalian tidak membawakan makanan atau kopi hangat untukku?” protes Seokjin dari ruang tengah. Ia masih tenggelam dengan buku-buku tebal bacaannya. Kacamatanya sudah berpindah posisi dari depan mata terturun ke hidungnya.

“Kau tidak menitip sama sekali.” Balas Sehun santai.

“Kalau oppa mau kopi, kan tinggal membuatnya di mesin pembuat kopi. Mengapa harus titip segala?” sambung Yoojung.

“Dua pasangan ini memang cocok hidup bersama, sama-sama egois. Kalian akan melakukan hal yang sama kan semisal salah satu dari kalian sudah makan dan satunya lagi kelaparan?”

“Setidaknya kami akan memanfaatkan teknologi abad ke dua puluh satu untuk menghubungi satu sama lain dan menitipkan sesuatu untuk dimakan.” Balas Sehun lagi.

“Oh Tuhan! Aku benar-benar sial mengenal mahkluk menyebalkan seperti kalian berdua!” Seokjin kembali duduk di kursi dan mengacak semua kertas-kertas yang penuh coretan di hadapannya.

Sementara Yoojung dan Sehun hanya tertawa lalu berjalan menuju kamar mereka masing-masing.

*

Semua barang sudah tertata dengan rapi. Beberapa sudah dimasukkan oleh Sehun dan ayahnya ke dalam mobil. Satu jam lagi mereka akan berangkat menuju stasiun kereta. Sementara ayah Sehun berbincang untuk yang terakhir kali dengan kedua orang tua Seokjin dan Yoojung, Sehun menghabiskan waktunya yang tersisa bersama dengan Yoojung di dalam kamar Yoojung.

“Mau sampai kapan kau memelukku seperti ini?” tanya Sehun yang masih belum melepas pelukannya di tubuh mungil milik Yoojung.

“Bagaimana kalau aku rindu dengan aromamu?”

“Nanti akan kutulis nama parfumku dan belilah di supermarket terdekat.” Jawab Sehun.

“Tidak mau! Lebih enak memelukmu seperti ini.”

“Pasti aku juga akan sangat rindu dipeluk oleh bocah pendek ini.” Gumam Sehun sambil menghirup aroma shampoo di rambut Yoojung.

“Jangan panggil aku pendek!”

“Baiklah, nona Kim Yoojung yang pendek.”

Tuh kan, ada pendeknya! Kau saja yang terlalu tinggi. Pertumbuhanmu yang tidak terkendali! Tidak normal!”

“Kau itu yang tidak normal, Suzy saja—”

“Jangan sebut nama perempuan genit itu! Aku tidak suka!”

“Aku saja tidak pernah protes kalau kau menyebut nama—”

“Byun Baekhyun?”

“Heh!”

Dan keduanya tertawa bersama kemudian saling mengeratkan pelukan satu sama lain.

“Aku tidak boleh ikut berpelukan dengan kalian? Sepertinya hangat.” Sela Seokjin yang masuk dan langsung memeluk Yoojung dan Sehun.

“Oppa peluk saja tiang penyangga di tengah ruang tamu! Jangan ikut-ikut memeluk Sehun!” dan kemudian Yoojung mendorong tubuh Seokjin.

“Pelit! Menikah saja belum, sudah menguasai orang yang bahkan belum resmi menjadi suamimu.” Tutur Seokjin lalu keluar dari kamar Yoojung.

“Cepatlah turun Oh Sehun! Lima belas menit lagi kau harus ke stasiun.” Sambungnya.

Sehun kemudian menatap Yoojung yang kini juga tengah menatapnya.

“Waktumu memelukku tersisa lima belas menit lagi.”

“Kau pulangnya sendiri saja. Tidak usah bersama ayahmu, besok saja, atau lusa.” Rengek Yoojung.

“Jangan aneh-aneh.”

“Besok aku berangkat ke sekolah dengan siapa kalau bukan denganmu?”

“Biasanya juga naik bus umum, atau diantar Seokjin? Asal jangan dengan pria pendek itu, ya.” Ancam Sehun.

“Biar saja dengan Baekhyun, kau kan juga sudah tidak di Busan lagi.”

“Tidak boleh!”

“Makanya, tinggallah disini lebih lama la—”

“Sehun-ah.” Terdengar panggilan dari Tuan Oh.

“Ya, ayah. Sedikit lagi.” Balas Sehun.

“Kau serius tidak mau mengantarku ke stasiun?”

Yoojung menggeleng. Air matanya mulai berlinang.

“Ayolah, jangan menangis. Nanti aku tidak tega untuk meninggalkanmu.”

“Kalau begitu aku mau menangis terus saja.”

“Sehun, ayo, nak.”

“Iya ayah.”

Yoojung kemudian melepaskan pelukannya dari Sehun.

“Nanti saat liburan, kau bisa bermain ke Seoul. Tidak perlu sedih begitu, ya?”

Yoojung mengangguk.

“Nanti akan kuajak pergi ke Namsan tower. Jangan sedih lagi. Ya?”

Yoojung mengangguk tetapi masih belum bisa mengakhiri isak tangisnya.

“Aku pergi dulu, ya?”

Dan kemudian Sehun mengecup kening Yoojung lalu mengacak poni Yoojung. Saat pintu kamar Yoojung tertutup, Yoojung langsung menjatuhkan tubuhnya di lantai dan menangisi kepergian Sehun.

Sementara itu di lantai bawah,

“Dia tidak ikut?” tanya Tuan Oh.

“Tidak, ayah.”

“Apakah dia menangis?”

“Begitulah, bibi.”

“Hih, dasar gadis cengeng. Dulu saja mendoakan kepergian Sehun secepat mungkin.” Cibir Seokjin.

“Seokjin.” Tegur sang ayah.

*

2 MONTH’s LATER

“Sehun apa kabar, Jung-ah?” tanya Yujin yang saat itu sedang mengunjungi rumah Yoojung.

“Baik.” Jawab Yoojung sambil menyalin catatan milik Clara.

“Seokjin oppa ada di rumah tidak?” tanya Clara centil.

“Dia sedang memajukan revisi tugas akhirnya.” Jawab Yoojung lagi.

“Yoojung belakangan ini menjadi gadis yang to the point, ya? Tidak cerewet juga seperti biasanya.” Ucap Yujin.

“Semua ini berkat Sehun, tapi…sepi juga kalau Yoojung tak secerewet dulu.” Tutur Clara.

“Kalian masih saling berhubungan, kan?” tanya Yujin. Dijawab oleh anggukan kepala Yoojung.

“Lalu kapan acara perjodohan kalian dilaksanakan?” sambung Clara.

“Tidak tahu.” Jawab Yoojung lagi.

“Jung-ah. Kau baik-baik saja, kan?” tanya Yujin hati-hati.

“Iya.” Jawab Yoojung.

“Tapi, kau semakin dingin saja. Ayolah, bicaralah sedikit lebih panjang, ceritakan tentang Sehun disana, atau…tentang oppamu juga tidak apa-apa.” Tutur Clara.

“Sehun bilang aku harus fokus pada sekolahku, untuk urusan perjodohan dan lain-lainnya bisa diurus nanti. Yang penting pendidikanku dulu.” Jawab Yoojung lagi.

“Tapi ngomong-ngomong Jung-ah…”

“…sebelum Sehun meninggalkanmu ke Seoul, apakah kalian sudah terikat suat hubungan? Emm kalau dulu sejak kecil kalian bersahabat, maksudku, apakah ia tak menyatakan cintanya padamu sebelum kalian berpisah? Setidaknya kau memiliki status sebagai kekasihnya. Jadi, hubungan kalian ada kejelasan meski belum dijodohkan.” Tutur Clara.

Yoojung terdiam. Selama ini mereka memang bersikap manis satu sama lain, saling mendukung dan menyemangati, bahkan saling cemburu dengan terbuka, tapi semua itu mereka lakukan tanpa adanya dasar hubungan diantara mereka. Jika mereka bersahabat, rasanya keintiman mereka melebihi hubungan sepasang sahabat.

“Maaf kalau kami terlalu banyak ikut campur. Setidaknya, dengan kau mengetahui apa statusmu saat ini terhadap dirinya bisa juga membantumu untuk tidak membiarkan Sehun terlalu dekat dengan gadis lain.” Ucap Yujin.

“Ya, betul apa kata Yujin. Setidaknya kau memiliki alasan mengapa kau tidak membiarkan Sehun terlalu dekat dengan gadis lain. Apalagi jarak kalian sekarang terpisah jauh, siapa yang tahu kalau ada gadis genit seperti Suzy di Seoul sana yang berniat mendekati Sehun.”

*

Lima bulan sudah berlalu, lima bulan sejak kepergian Sehun dari kediaman keluarga Kim. Perlahan, hidup seorang Kim Yoojung kembali normal, Yoojung mulai banyak bicara lagi, mulai merespon setiap gangguan yang Seokjin  lemparkan untuknya namun tetap merindukan dan mengharapkan kedatangan Sehun kembali.

Keduanya masih saling menghubungi meski hanya sebatas Kakao Talk dan video call saja. Itupun hanya dilakukan seminggu tidak sampai tujuh kali. Bahkan kadang, kalau Sehun sibuk dengan perusahaan yang sedang ia kelola, ia hanya bisa menghubungi Yoojung seminggu sekali.

Hubungan keduanya pun tetap dalam status ‘ketidak-jelasan’ dan Yoojung mulai tidak mempermasalahkannya, ia mulai tidak peduli dengan hasutan Baekhyun tentang Sehun. Lama-lama ia jadi kesal sendiri dengan Baekhyun, ia merasa harusnya ia menuruti apa kata ibu dan ayahnya selama ini untuk tidak terlalu dekat bahkan tidak bergaul dengan Baekhyun.

“Hey, bocah pendek, mengapa kau cemberut sambil memandangi makananmu seperti itu? Apakah pancake buatanku tak seenak biasanya?” tanya Seokjin yang masih menggunakan apron dan memegang mangkok adonan pancake di tangannya.

Yoojung hanya mengangkat bahu lalu melemparkan garpunya di piring dan berjalan pergi meninggalkan Seokjin yang menatap sedih pada pancake di piring Yoojung yang bahkan belum ia sentuh sepotongpun.

“Kau bahkan belum memakannya!” panggil Seokjin namun Yoojung hanya melambai sambil menaiki tangga menuju kamarnya.

“Taruh saja di kulkas, oppa! Nanti malam akan kuhabiskan.” Balas Yoojung sebelum menutup pintu kamarnya.

“Ada apa lagi dengan bocah itu? Membingungkan.” Gumam Seokjin yang malah memakan pancake milik Yoojung kemudian kembali melanjutkan kegiatan membuat pancakenya yang tertunda.

*

Suasana makan malam di meja keluarga Kim tampak ramai, seperti biasanya, Seokjin dan Yoojung berebut izin kedua orang tuanya untuk menyaksikan festival lampion namun seperti biasa hanya Seokjin yang mendapatkan izin.

“Minggu depan bukannya kau ada ujian, ya? Kau harusnya belajar dengan giat Yoojung-ah, bukan membuang waktumu hanya untuk menyaksikan festival lampion. Lagipula kan festivalnya diadakan setahun dua kali, kau bisa pergi akhir tahun nanti dengan teman-temanmu.” Ujar Seokjin memotong ucapan Yoojung yang bahkan berjanji akan mendapatkan nilai yang sempurna kalau ia diizinkan untuk pergi besok malam.

Ih,oppa!” gerutu Yoojung.

“Benar apa kata kakakmu, sayang. Kan masih ada akhir tahun nanti.” Ucap sang ibu yang sudah pasti menyetujui argument yang diciptakan oleh putra sulungnya itu.

Tuh kan, ayah…ayolah, izinkan aku, lagipula aku janji aku tidak akan pulang lewat dari jam sembilan malam.” Yoojung masih merengek.

“Jangan percaya, ayah. Ayah tahu sendiri, kan. Dulu saja saat ia diizinkan pergi keluar bersama dengan Sehun, pulangnya sampai lebih dari jam sembilan malam. Sekalipun itu bersama Sehun, kan tidak pantas. Sehun bahkan belum resmi menjadi kekasih Yoojung.” Ujar Seokjin lagi.

“Ah, benar juga. Pergi dengan Sehun saja kau lupa waktu seperti itu, kalau bukan karena ada Tuan Oh, pasti Sehun sudah ibu omeli. Sudahlah, akhir tahun saja perginya dengan ayah dan ibu.” Sambung Nyonya Kim.

Yoojung lagi-lagi hanya bisa memasang wajah kesal, sementara kakaknya menjulurkan lidah menandakan kemenangannya yang kesekian kalinya.

“Lagipula ada yang lebih spesial yang sudah ayah siapkan untukmu setelah kau menyelesaikan ujianmu nanti.” Tutur sang ayah yang kemudian melirik Nyonya Kim dan putra sulungnya.

Yoojung yang sudah terlanjur kesal dengan ayah dan ibunya diam saja dan tetap memasang wajah cemberut sambil memasukkan sesendok penuh nasi ke dalam mulutnya.

“Aku yakin, setelah kau tahu apa yang akan siapkan untukmu, kau pasti tidak akan kesal lagi pada ayah.” Lanjut Seokjin.

“Memangnya apa yang ayah siapkan?” tanya Yoojung menatap kakaknya malas.

“TADAAA!”

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

.

Selamat menunggu chapter selanjutnyaaaah

.

.

Salam Alay as alwayssss

.

QueenX

Advertisements

31 responses to “Namsan! I’m in Love #9 ~QueenX~

  1. Ecieee sehun sama yoojung jadi deket ampe nempel kek leem begitu 😂😂 haahh, kenapa ga dari kemaren mereka kaya begitu. Eh iya yaa, mereka ga jelas hubungannya. Si sehun sebnrnya suka sama yoojung ga si? Katanya sih iya wkwwk. Apa tuh kejutannya? Liburan ke seoul kah? Wahh pasti ada konflik baru nih kalo beneran ke seoul. Yaudah, pokoknya aku tunggu deh kaa 😄😄 semngatt XD

  2. Kenapa kudu ada tbc nyaaaaaaaaaa gasukaaa 😡😡😡😡 balikin sehun ama yoojung lagi dungs, kesian tuh anak orang jadi dingin

  3. Makin penasaran aja sama lanjutan ceritanya… apa yah hadiah ortu Yoojung buat Yoojung??? Tiket ke Seoul kah???

  4. wah wah wah, itu hadiahnya apaan? Tiket keseoul buat ketemu sehun. Aigoo, ini couple bikin iri aja.
    Next chap, fighting ^^

  5. TAADA…..
    Apaan tuh tiket pesawat atau sehunkah yang diterbangkan dari seoul ke busan??
    Hwa…….Tbc nya bikin gereget deh,iya juga ya hubunga mereka lo ga ada kejelasan apakah mereka pcaran atau cuma TTM,sehun si y jelas suka sama yoojung,yoojung juga,cuma kalo HTS gitu siapa y ga pusibg coba.
    Semangat Authornim.

  6. cie yang udah akur dan saling terbuka…hihihi tapi sayang masih belum jelas statusnya
    tapi kalo kata sehun mereka udah ada status tapi beda lagi sama yoojung. kan yoojung cewek nah cewek butuh kejelasan….nah sehun harus bisa menjelaskannya nih
    dan jangan bilang yoojung dikasih tiket ke seoul untuk bisa bertemu sehun….

    ok fika ditunggu deh lanjutannya
    dan selamat ya yang udah jadi sarjana teknik dan selamat memulai hidupmu yang baru

  7. Egilaaa gua baperrr astagaaaaa
    Ohsehun hts nihh😂😂😂
    Njirr 5 bulan akhir tahun gilaaa itu lamaa
    Jung~ahh nasib kita sama. Kita tidak boleh pulang lebih dari jam 9 :””( gaboleh pergi sendiri astagaaaaaaa
    Ohsehun cepet kembali ewww kesian yoojunggg hnggg
    Kuy thor cepet dilanjuttt yaaa

  8. Ooh waai tbc waaaii.. penasaran apa hadiahnya.. tiket ke seoul atau sehunnya dateng ya.. fightingg deh thoor~~makasih banyak udh ngupdate ffnya❤

  9. Kenapa jadi dekat pas Sehun mau balik ke Seoul? Hm, jadi gak rela ninggalin Yoojung kan si Sehun.
    Trus apa tuh yg di kasih Yoojung appa? Jgn2 tiket buat ke Seoul biar bisa ketemu Sehun XD

  10. Jieee yg sweet banget sekarang haha demen bngt skinsip yaa mereka😂😂😂 pasti yoojung dikasih hadiah tiket ke seoul dehh apa undangan pernikahan dia sm sehun hahaha

  11. huwa mulai sweet nih hhh moga bisa bersama selalu hahah sehun mo ke seoul weh pisah dong mereka hm penasaran selanjutnya ditunggu thor

  12. Pingback: Namsan! I’m in Love #FINAL ~QueenX~ | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s