Obliviate

Hasil gambar untuk dramione moodboard

Dhee present’s

Poster by : olivieblake

Yixing, Elena Grengas (OC)

Hurt/comfort, Magic, Friendship

PG 13

==

“Obliviate”

Tidak ada tindakan yang lebih baik daripada menghilangkan ingatan seseorang yang mengetahui identitasmu sebagai seorang penyihir. Barangkali itu yang Elena alami sekarang, baginya menghilangkan ingatan mereka-no maj-manusia tanpa kekuatan sihir adalah hal yang lumrah. Akan tetapi pengecualian untuk  kali ini, biasanya mantra itu akan mudah ia rapalkan kepada mereka yang mengetahui identitasnya sebagai seorang penyihir. Tapi, kali ini rasanya berbeda; lidahnya kelu, serebum otaknya tidak dapat bekerja untuk menemukan sang mantra didalam otaknya, juga ayunan tongkat sihirnya yang mendadak sulit digerakan. Lalu kemana larinya gelar sang master peramal mantra penghilang ingatan yang melekat dalam dirinya.

“El, kau sungguh melakukannya?” tanya pemuda berkulit putih disampingnya

“Ya” jawabnya pendek

“Tapi dia tidak melakukan kesalahan apapun, El. Bukankah kita sudah membicarakan ini sebelumnya” langkahnya agak sedikit terburu mengejar sang gadis yang semakin mempercepat langkahnya.

“Memang. Tapi dia bisa membahayakan kita, Xing” jawab Elena sekenanya

Gadis itu mempercepat langkahnya, tidak memperdulikan pemuda disampingnya yang berusaha memburu langkahnya-atau memburu jawaban darinya lebih tepatnya. Awalnya beruntunglah ia karena  London sedang diguyur hujan sekarang, jadi begitu tugasnya selesai. Elena bisa langsung pergi, kemana pun. Asal ia bisa sendiri. Tapi saat ia melihat temannya keluar dari toko buku di dekat perempatan jalan, agaknya ia harus berbesar hati untuk ditanyai ini itu oleh pemuda kelahiran Changsa itu.

“Kau mencintainya kan, El?” pertanyaan itu terlontar saat keduanya masuk kedalam laboratorium. Aroma berbagai ramuan ditambah pertanyaan tak masuk akal milik Yixing seolah menjadi sebuah resep baru yang bisa ia tambahkan dalam ramuannya.

“Pertanyaan bodoh” singgungnya sengau

“Aku serius” pemuda itu membalik badannya, mengambil beberapa langkah dan mendudukan dirinya diatas meja dekat kuali kosong “Kau tau tidak jika mantra Obliviate itu tidak sepenuhnya bisa menghilangkan ingatan seseorang. Apalagi jika ingatan itu masih disimpan didalam botol”

“Maksudmu?”

“Tidak usah berpura-pura tidak tau. Kau menghilangkan ingatannya tetapi menyimpannya juga, untuk apa?” kata Yixing santai, terlampau santai bahkan.

Elena mengalihkan beberapa pasang botol, memasukan sedikit demi sedikit potongan daun dedlion kedalam kuali tersebut. Ia membiarkan pertanyaan Yixing menguar bersama asap ramuannya yang mengepul.

“Jawab aku  Elena Grengas” desaknya tak tau malu

“Suatu saat dia harus mengingatnya kembali” jawabnya lemah. Yixing tau ada nada keputus asaan disana, berbau seperti cinta. Tapi entahlah Yixing juga tak begitu paham

“Bodoh” sahut pemuda itu telak. “Kau meng-obliviatenya kemudian menyipan ingatannya demi drama jatuh cintamu yang menggelikan ini?” tanya Yixing tak terduga. Bagai tertohok, sang gadis hanya diam mendengar apa yang barusan temannya katakan.

Jatuh cinta ‘kah ia selama ini?

Kepada pemuda itu?

“Ku beritahu satu hal kepada-mu, Elena Grengas. Aku memang tidak sepintar Kyungsoo, tapi aku pernah membaca tulisan milik salah satu penyihir terkenal. Dan kau tau ia berkata apa didalam buku itu” sekian lama, akhirnya ia memberanikan diri untuk memandang sahabatnya. “ia berkata bahwa mantra Obliviate tidak akan berfungsi kepada seseorang yang mencintai kita-atau pun sebaliknya. Mantra itu hanya bekerja sedikit, ia hanya membuat beberapa memori hilang. Tapi tidak semuanya. karena pada hakikatnya cinta itu berasal dari hati, bukan ingatan. Ingatan hanyalah sebagai pendukung, El”

Untuk kesekian kalinya gadis itu terdiam.

“Dan tampaknya kita harus menemui Profesor sekarang. Sebelum semuanya terlambat” keduanya menengok kearah pintu, ada perempuan berjubah hitam dengan rambut gelungan khasnya berdiri disana. Mungkin menguping, atau memang tak sengaja mendengar saat ia ingin masuk kedalam laboratorium.

Wangi ruangan profesor tak pernah se-menyegarkan ini, banyak dari para guru yang mengatakan jika wangi ruangan sang kepala sekolah tergantung dengan suasana yang membawanya. Pernah sekali Elena mendengar dari Baekhyun bahwa  ruangan sang kepala sekolah akan berbau sangat busuk jika kau ketahuan melakukan sesuatu yang buruk, dan jika mengeluarkan bau wangi itu pertanda kau tak melakukan kesalahan apapun.

Tunggu. Ini tandanya Elena tidak melakukan sesuatu yang buruk, tapi bukan‘kah beberapa jam yang lalu ia melakukan hal yang buruk –maksudnya tindakan menghilangkan ingatan orang tanpa alasan yang tepat termasuk tindakan yang buruk.

“Elena. Yixing. Come in, come in” sapa profesor ramah dari sudut ruangan. “Apa yang membawa kalian kemari anak-anakku?” tanyanya ramah, seolah dia tidak tau apa yang membuat keduanya berkunjung ke kantornya. Ya, meski Elena berani bertaruh 5 galeon jika sebenarnya sang kepala sekolah sudah tau alasan mereka kemari.

“Profesor sebenarny-“

“Sebenarnya tidak ada yang ingin kami sampaikan, maaf mengganggu waktumu Profesor. Ayo Xi-“

“Tidak baik memotong perkataan orang Elena. Ayo Yixing lanjutkan” bahu Elena terkulai lemas, sepertinya ia harus pasrah. Tidak ada lagi jalan untuknya mengelak.

“Sore tadi saat kami pergi ke luar asrama; saya ke toko buku dan Elena ke toko roti kesukaannya-, Elena telah menggunakan mantra Obliviate kepada pemuda pemilik toko” jelas Yixing tanpa cela

“Ah, kepada pemuda pemilik toko yang tampan itu ya?” respon pertama dari sang profesor. Keduanya mengangguk. “Kenapa Elena?”

“Dia. Pe..pemuda itu mengetahui bahwa saya adalah seorang penyihir, Profesor. Sehingga saya melakukan Obliviate kepadanya”

“Hanya itu saja?” tanya profesor sekali lagi

“El tidak hanya melakukan Obliviate, ia juga secara sengaja menyimpan ingatan pemuda itu, Profesor. Ia berdalih bahwa suatu saat nanti pemuda itu harus mengingatnya kembali”

Profesor memindai kedua wajah anak didiknya, kemudian berhenti kepada Elena. Netra keduanya sempat bersirobok sebentar, menyesal rasanya  meskipun sebentar saja. Pasti sekarang lelaki paruh baya didepannya sudah tau kenapa.

“Apakah aku boleh tau Mrs. Grengas, untuk apa pemuda itu harus mengingat ingatannya yang pernah hilang” intonasi suaranya yang ramah tak pernah berubah

“S…sasa..saya-“

“Mereka saling mencintai Profesor. Itulah mengapa Elena menyimpan ingatannya dan itu pula alasan mengapa pemuda itu harus mengingatnya kembali suatu saat nanti” sahut Yixing untuk yang kesekian kalinya. Gadis itu masih diam, menundukkan dalam kepalanya. Sesekali meremas ujung cardigannya.

“Begitu ‘kah Mrs. Grengas?” kata Profesor sekali lagi. Ia berjalan melewati meja kerjanya, berhenti didepan burung phoniex kesayangannya. Memberikan sepotong-dua potong daging segar “Ada seorang penyihir yang berkata didalam buku jika mantra Obliviate tidak akan berfungsi kepada seseorang yang mencintai kita-atau pun sebaliknya. Mantra itu hanya bekerja sedikit, ia hanya membuat beberapa memori hilang. Tapi tidak semuanya. karena pada hakikatnya cinta itu berasal dari hati, bukan ingatan. Ingatan hanyalah sebagai pendukung” ekor jubahnya ikut bergerak saat ia menyibakkan ke belakang.

“Maaf. Tapi saya benar-benar tidak bermaksud demikian profesor, saya hanya berusaha untuk mengabaikan perasaan saya” jujur. Jawaban Elena terlalu jujur

“Tetapi kau tidak bisa?” tanya profesor. Bagai jatuh tertimpa tangga, pikiran Elena sudah terlanjur basah terbaca oleh lelaki paruh baya didepannya.

“Lanjutkan Mrs. Grengas” ditatapnya sang profesor tak mengerti “Kau pantas jatuh cinta dan dicintai oleh siapapun” kedua bola matanya membulat tak percaya, ditatapnya Yixing dan Sang kepala sekolah secara bergantian.

Itu berarti artinya?

*****

i’m backkk.i’m back with something strory about magic ehehhe.

ciee ayo coba tebak pemuda yang disukai Elena itu siapa, hayo tebak? hope u like it guyys

 

Advertisements

3 responses to “Obliviate

  1. Lama nggak baca genre yang begini dan ternyata masih tetep seru seperti biasa. Bahasanya ringan dan ngalir gitu, jadi ngga kerasa bacanya, eh tau tau udah abis. Ini masih ada lanjutannya kan pastinya? Trus yang disukai Elena itu apa juga member EXO, abis mereka berkeliaran sedari tadi. Kalo aku sih mungkin Chanyeol? Apa Jongin? atau salah semua jangan-jangan XD
    Anyway, salam kenal ya! Pat disini, se-line sama yerii HEHE
    Keep writing~

    • Omonaaa aku di notis senpaii. haii kak pat salam kenal aku dhee, terima kasih sudah mau membaca ceritaku yang alakadarnya hehehe. iyaa, pinginnya aku buat series dan semoga saja tidak ada halangan (wb ataupun males heheh) sekali lagi terima kasih kak.
      pemuda yang disukai Elena siapa yaaa. hayo tebak siapa hehehe

  2. Udh lama gk baca genre kyak gini, ini ada lnjutannya kan ? Pnasaran itu pmilik toko roti siapa ? Chanyeol kah atau jongin atau sehun atau chen atau luhan mungkin hehe,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s