[Freelance] But, I Love You My Bad Boy (Chapter 1)

v

Title : But.., I Love  You My Bad Boy

Author : wulan_bee

Main cast : Kim Yong Ra , Oh Sehun ,Kang Jung  Won,

Other      : Byun Baekhyun, lay, luhan

Genre : Romance, hurt

Rating : 17

Lenght : capter

Disclaimer  : I need your commant and sorry for typo

Poster by :  kimkaila.wordpress.com

-Part 1-

*

Tubuh kurus itu sudah menggigil hebat karna kurang lebih selama 5 jam ia berendam di air bath up, matanya terpejam dan bibirnya terus saja terisak dan juga jangan lupakan ke dua tanganya yang sedang menggaruki seluruh tubuhnya seakan ingin menguliti kulit putihnya, air yang tadi ia gunakan berendam bahkan sudah berubah dingin mengingat 5 jam ia ada di sana tapi tak ada tanda-tanda ia akan pergi dari sana.

“kotor… ini kotor…” lirih bibirnya di tengah-tengah isakanya, tanganya mengusap kasar seluruh tubuhnya yang ia beri label kotor itu.

“brengsek….” Tambahnya, matanya terbuka dan nampaklah sepasang mata sayunya yang kini berwarna merah, bibirnya yang biasanya berwarna pink alami kini berubah menjadi biru karna kedinginan, ia menatap kosong dinding kamar mandinya,

Bibirnya masih mengeluarkan isakan-isakan kecil dan air matanya semakin deras saat melihat kemeja putih yang tergeletak di lantai kamarnya, yang menjadi salah satu saksi mati apa yang ia alami malam ini. Kenapa ini bisa terjadi pada gadis polos sepertinya yang bahkan ia tak memiliki masalah apapun.

Flashback

Jam sudah menunjukan jam 11 malam tapi tak membuat beberapa mahasiswa yang memang mengambil kelas malam itu beranjak dari ruang laboratorium itu, di pojok ruangan tampak sepasang anak manusia yang sedang serius mengamati objek dari lensa microscopnya dan sesekali mencatatnya di note mereka.

“jung won-ah.., ku kira ini gambar yang terbaik…” seru sang wanita sesekali menunjuk ke arah objek mereka, pria menoleh dan melihatnya juga.

“ku kira memang seperti itu…, kau catat langsung saja, biar aku menyelesaikan yang ini….” Balas sang pria lalu kembali pada catatanya, sang wanita menarik penanya lalu mencatat apa yang perlu ia catat, tak hanya mereka berdua saja yang tampak serius, semua kelompok yang terdiri dari 2 mahasiswa jurusan kedokteran itu juga terlihat tak kalah seriusnya.

“nanti kau pulang bagaimana yong…?” jung won

“molla… lihat nanti saja…” jawan gadis yang di panggil yong itu.

“ikut denganku saja, lagi pula searahkan…”

“tidak merepotkan…” jung won mendongak dan tersenyum ke arah gadis itu.

“tentu saja tidak…, lagi pula tumben kau memilih kelas malam hari ini…”

“siang tadi aku ada urusan dengan eomaku…” jelasnya dan hanya menerima sebuah anggukan.

“lain kali ambil kelas siang saja, kau juga ta membawa mobil kan…?”

“kali ini saja…”

Brakk.

Semua penghuni laboratorium berjingkat kaget saat mendengar gebrakan itu yang ternyata berasal dari pintu yang di buka paksa, dan keterkejutan mereka tak sampai di situ saja saat melihat tubuh tinggi tegap itu masuk ke dalam sana dan seperti biasa dengan tatapan yang kurang bersahabat.

Melihat siapa yang datang seisi laboratorium menoleh kearah pojok ruangan yang juga tak bisa menyembunyikan keterkejutanya dan bertambah saat kaki panjang itu melangkah lebih memasuki ruangan itu, ruangan masih terasa hening tak ada yang membuka mulutnya, lebih tepatnya tak berani.

“ikut aku…” suara itu terdengar sangat dingin dan menusuk,

“sehun-ssi, jangan kasar padanya…”

Bugghh…

Sebuah pukulan mendarat di pipi kiri jung won yang baru sedetik saja menutup mulutnya, sedangkan sang pelaku utama langsung meninggalkan ruangan itu dengan tanganya yang menarik paksa lengan kecil itu.

Suara derap langkah mereka terdengar nyaring di lorong sepi karna ini sudah tengah malam , gadis itu ketakutan setengah mati bukan karna suasana sepi dan gelap lorong ini tapi lebih pada sosok yang ada di depanya yang sedang menariknya secara kasar.

“apa kau wanita jalang, jam segini masih berada di sini…” suara dingin nan menusuk itu keluar lagi dari mulut seorang sehun.

‘jawab aku kim yong ra…” bentak sehun lagi, sementara gadis yang ia panggil yong ra hanya menunduk takut, air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya dan kapan saja siap untuk keluar.

“ti..tidak.. sep…”

“lalu apa…, kau bahkan tak sungkan duduk bersama laki-laki itu…”

Buk..

Suara dentuman itu terdengar nyaring saat tubuh kecil itu di hempaskan dan menghantam sisi mobil milik namja itu, yong ra tak berani mengangkat wajahnya karna masih merasa mata itu menatapnya tajam, nafasnya memburu dan jantungnya berdebar lebih cepat karna takut.

“ak..aku..”

“masuk…!!” titah sehun dengan nada yang sama, yongra tak bereaksi ia bingung mau melakukan apa. Dengan tak sabaran sehun menarik tubuh kecil itu lalu membuka pintu dan mendorongnya masuk, lalu ia sendiri berjalan memutari mobil dan masuk ke dalam mobilnya.

Tangan gadis itu masih bergetar, tak hanya tanganya tapi tubuhnya bergetar hebat saat mata tu menatapnya tajam, jika saja tatapan mata bisa membunuh mungkin sekarang ia sudah tak bernyawa.

“apa yang ku lakukan malam-malam seperti ini… dengan laki-laki brengsek itu juga…” tanya sehun.

“ak..aku tidak..emm…”

“jawab yang jelas sialan…” bentak sehun sambil memukul setir mobilnya keras, yong ra berjingkat pelan dan air matanya jatuh saat ia semakin takut.

“aku butuh jawabanmu, bukan air matamu, gadis bodoh…” bentak sehun lagi

“ak.aku..a..da kelas ma..malam…”

“cih alasan, biasanya tidak…” balas sehun cepat.

“aku tid…”

“tidak apa, atau kau sengaja menghindariku…”  yong ra menggeleng dengan rasa takutnya, ia meremas tanganya sendiri, tapi selanjutnya yang ia dapati sama-sama tak ia sangka lampu mobil ini tiba-tiba mati dan ia semkain terkejut saat dengan gerakan cepat sehun berada di atasnya, mengatur sandaran kursi yongra agar menurun dan selanjutnya.

“se..sehun-ssi.. apa…” gadis itu tercekat saat sehun sekarang ada di atasnya dan menahan ke dua tanganya yang sedari tadi meronta.

“aku sudah mencoba sabar padamu yongra, selama tiga hari ini aku membiarkanmu menghindar dariku, tapi kau malah membuatku marah dengan terus dekat dengan pria sialan itu…”

“sehun.. jangan… jebal.. se..andwe…” gadis menahan nafasnya ketika tangan sehun meraba permukaan baju kaosnya dan mulai merobek bajunya. Ke dua lutut sehun berada di sebelah kiri dan kanan paha gadis itu dan mengapitnya keras agar tak bergerak.

“maafkan..ak..aku sehun… andwe.. lep..lepaskan..” gadis itu menggeliat di bawah kukungan sehun dan mencoba melawan tangan kekar itu yang sedang mencoba bekeja pada bajunya. Ia sebisa mungkin mencoba keluar dari kurungan namja yang seperti moster itu.

“sehun…”lirihnya, ia merasa hidupnya berhenti pada saat itu, pada momen yang tak pernah ia sangka sebelumnya, kalau hidupnya akan berakhir di tangan namja ini.

Flasback end

Hanya satu yang yongra tau, kalau namja itu telah merebut apa yang selama ini ia pertahankan sebagai seorang perempuan, dan itu yang membuatnya merasa sangat kotor. Ia merelakan kehormatanya jatuh di tangan seorang yang dikenal bad boy di sekolah mereka, namja yang selama sebulan ini mengecapnya sebagai miliknya.

Itu bermula saat tak sengaja ia menabrak namja itu dan menumpahkan kopi di jaket namja napeun itu dan setedik kemudian ia di cap sebagai miliknya, dan sejak saat itu namja itu selalu ada di setiap ia berada, tidak senang ia hanya merasa takut berada di dekat namja itu,

Ia hanya yeoja polos dan sederhana, bahkan walau namja itu bad boy banyak sekali yang menginginkanya tapi kenapa namja itu malah memilihnya dan sekarang ia ingin sekali mengulang waktu pada satu bulan lalu, andai saja ia tak menumpahkan kopi andai saja ia tak bertemu namja itu mungkin bukan seperti ini keadaanya.

Sekali lagi ia hanya yeoja polos, terlewat polos malah tapi kepolosan itu hilang seketika malam ini  di dalam mobil namja itu dan di area parkir tempatnya menuntut ilmu.

*****
kaki panjang itu melangkah ke sebuah rumah besar dan terus melangkah sampai menemukan penghuni rumah ini. Ia tak memperdulikan apapun bahkan seorang pembantu yang mendesis sesaat membukakan pintu unuknya tadi.

“yong ra ada di dalam…” tanyanya tajam, khas seorang Oh sehun.

“oh kau lagi, dia ada.. masuklah ke kamarnya. tanyakan kepadanya kenapa selama 4 hari ini ia mengurung diri dan tak mau berangkat kuliah.. ” sehun tersenyum tipis mendengarnya, kedekatanya dengan yong ra membuat eoma yongra juga mengenalnya, tentu saja ia tau alasan itu tapi ia tetap mengangguk tadi, ia menuju ke lantai atas dan tujuanya adalah salah satu pintu yang ia ketahui adalah kamar yong ra.

Ia tersenyum lagi saat merasa pintu itu tidak terkunci, ia melangkah masuk dan hanya mendapati kosong pada kamar yang terlihat nyaman itu, ia mengedarkan matanya tapi tetap tak menemukan yeoja itu.

Ckleek.

Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah orang yang ia cari, dengan keadaan yang menurutnya kacau, yeoja itu menoeh dan langsung terkejut setengah mati melihat sehun berdiri di dalam kamarnya, sehun tersenyum tipis dan bergerak mendekat dan membuat kaki yongra berjalan mundur.

“ap..apa…” sehun tersenyum lagi saat merasa yeoja ini sangat ketakutan kepadanya. Sehun tak menjawab dan terus berjalan mendekat ia kembali tersenyum saat punggung yong ra menabrak meja rias milik yeoja itu sendiri, dengan masih terlihat gugub dan takut yong ra menatap sehun memohon.

Tangan sehun menyentuh pipi yong ra yag terasa hangat dan sebelah tanganya lagi menggenggam pergelangan tangan yeoja itu, wajahnya mendekat mencoba menghapus jarak mereka lalu mendaratkan bibirnya di permukaan bibir yongra, lama namun hanya menempel.

Sehun merasa tangan yang ada pada genggamanya bergetar hebat tapi ia tak memperdulikanya, ia juga tak menarik bibirnya masih setia menempel di sana entah appa yang sedang coba ia rasakan,

Saking takutnya yongra bahkan tak bisa menutup mulutnya dan ia malah terlihat terpesona melihat mata sehun yang bisasanya menatapnya mengintimidasi sekarang terpejam rapat. Ia terkejut lagi saat mata itu terbuka dan mereka saling tatap sekarang.

Dan sedetik kemudian sehun menarik wajahnya sedikit menjauh ya hanya sedikit ia menelusuri wajah yong ra dan tersenyum tipis lagi, sementara yong ra hanya menundukan wajahnya, tangan sehun merogoh saku celananya dan mengeluarkan sesuatu, memuka pembungkusnya lalu menempelkan pada luka pada wajah yong ra.

Dengan mata bulatnya yongra menatap sehun seakan bertanya, dan sehun hanya merasa yeoja ini akan melakukan sesuatu pada tubuhnya sendiri, dan benar saja sehun melihat luka itu.

“besok, masuklah kuliah seperti biasa, jika tidak.., kau tau apa yang akan terjadi pada dirimu….” Bisik sehun dengan spontan yong ra mengangguk patuh.

“good girl…” ucap sehun dan selanjutnya yong ra hanya diam saat sehun malah menatapnya entah apa artinya dan ia sedikit terlonjak selanjutnya saat merasa tangan sehun berada di pinggangnya merengkuhnya erat, belum selesai ia kembali terkejut saat wajah sehun kembali mendekat mencium bibir gadis itu. Melumatnya perlahan.

“sehun…” lirih yeoja itu masih sangat takut dengan apa yang mereka lakukna.

“diam, karna kau miliku…” balas sehun, Tangannya berpindah membawa kedua tangan gadis itu ke tengkuknya, sedangkan tangan pria itu sendiri mendarat di pinggang gadis itu lagi kali ini mengangkat tubuh yeoja itu dan mendudukanya di meja rias dan melanjutkan pekerjaanya.

Tak lama karna setelah itu sehun menjauhkan wajah mereka dan menatap wajah yongra dalam, sembari mengusap lembut pinggang yeoja itu ia terus megunci bola mata yong ra

“dengar, besok aku tunggu di sana, jika kau masih tak mau datang… kau tau sendiri apa yang akan ku lakukan… karna mulai malam itu kau benar-benar miliku kim yongra…” yong ra hanya bisa mengangguk kikuk, sehun menjauh secara perlahan.

“aku pergi…” ucapnya lalu berjalan kea rah pintu kamar yong ra

“sehun…” lirih yong ra, sehun menoleh pada yong ra yang masih duduk di meja rias

“gomawo…” tambah yongra sambil menyentuh plaster di pipi kirinya.

“jangan berterimakasih padaku, ingat aku baru saja memperkosamu…” tegas sehun lalu kembali melanjutkan langkahnya keluar dari kamar yong ra.

Yong ra meraba bibirnya sendiri, merasa beda dengan cara sehun menciumnya tadi, terasa sangat lembut beda dengan malam itu tapi tetap saja ia merasa sangat takut pada namja itu.

*****
pagi hari yong ra menginjakan kakinya ke halaman universitasnya setelah ia turun dari bus yang mengantarnya tadi, ia masih terlihat takut tapi karna sehun mengharuskanya masuk hari ini dan ia hanya ingin dirinya selamat. Ia melangkah sedikit cepat ia harus berada di kelasnya karna dengan begitu ia akan terbebas dari sehun karna mereka berbeda fakultas, ia ada di fakultas kedokteran sementara sehun ada di bisnis.

“yong ra….” Yong ra menghentikan langkahnya dan berbalik, melihat jung wong yang sedang berjalan ke arahnya sembari menarik sebuah senyuman.

“bukumu tertinggal malam itu..”

“ah ne..” yong ra mengambilnya dari tangan jung won.

“tak ada yang terjadi pada malam itu kan, dia tidak ber…”

“tidak, dia mengantarku pulang karna sudah sangat malam…” jawab yong ra sebiasa mungkin.

“lalu kenapa 4 hari ini kau tidak masuk…” tanya jung won lagi.

“aku…” mulut yong ra kaku seketika saat melihat sosok yang ia takuti beberapa meter di belakang jung won.

“yongra…”panggil jung won sambil mengibaskan tanganya di depan wajah yong ra.

“ah ne.. aku merasa kurang enak badan…” jawab yongra tapi matanya tetap menatap sosok itu

“kalau beg…”

“aku pergi dulu, terima kasih bukunya…” potong yongra dan segera berbalik dan meninggalkan tempat itu secepat mungkin, sementara sosok itu hanya tersenyum tipis sebelum melanjutkan langkahnya.

Sehun bergabung dengan teman-temanya yang tengah berkumpul di kantin, ia duduk di antara baekhyun dan luhan seperti biasanya.

“ini dia orangnya…, kau belum memberi penjelasan pada kami, kenapa kau tiba-tiba pergi malam itu…”tanya luhan sambil menepuk pelan bahu sehun. Sehun hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan itu, kemana ia pergi sepertiya kali ini ia tak bisa menjawabnya.

“dia pergi dengan tiba-tiba dan tak memberi kita kabar…” tambah lay

“itu bukan urusan kalian…” jawab sehun singkat.

“lalu bagaimana dengan gadis polosmu itu. Kau benar-benar mendekatinya..”

“ahh.. aku baru saja ingin menanyakanya, kau tau para yeoja di sini sedang membicarakan kalian…”

“jika benar kenapa harus dia…?”

“kenapa memangnya, dia masih manusia kan…?” jawab sehun seenaknya.

“iya sih, tapi pertama ia sama sekali tidak menarik, ke dua tidak sexy, ke tiga kutu buku, ke empat dia terlalu suci untukmu sehun…” jelas luhan panjang lebar.

“benarkah, menurutku tidak seperti itu…”

“biarkan saja, kita lihat saja kelanjutan kisah mereka….” Tambah baekhyun menengahi.

“aku yakin dia akan membuangnya sebentar lagi…” titah luhan.

“kalau menurutku tidak…” jawab lay yang langsung di tatap oleh semua temanya dan selanjutnya sehun tersenyum kearah lay.

“berani taruhan…?”tanya baekhyun

“taruhan apa…?” lanjut luhan

“sehun akan mendapatkan yeoja itu atau akan membuangnya…”

“kali ini taruhan apa…?” tanya luhan.

“bagaimana kal…”

“berani kalian taruhan, ku pastikan mayat kalian akan tergantung di tiang bendera depan saat itu juga…” potong sehun yang di susul dengan baekhyun dan luhan yang hanya menegug ludahnya sementara lay hanya tertawa geli.

“tidak jadi…” lanjut baehyun merasa ngeri,

Hari sudah sore dan tubuh yongra serasa lemas sekali jadi ia memutuskan untuk langsung pulang, ia berjalan keluar dari gedung fakultas kedokteran, hari ini ia tak mendapatkan tekanan dari namja itu, ia sendir bingung kemana namja itu sehingga tak menganggunya hari ini, ia hanya melihatnya saat pagi tadi.

Ia berjalan melewati parkiran dan ia di kejutkan dengan sebuah mobil yang memotong jalanya dan sekarang berhenti di depanya, ia masih bingung sebelum sang pengemudi turun dan berjalan ke arahnya.

“pulang bersama…?” tanya jung won dengan senyum memikatnya.

“ti..tidak…” tolah yong ra halus.

“dari pada naik bus dan lagi berjalan lagi menuju rumah, lebih baik ku antar kan…?”

“maaf jung won, aku bisa pulang sendiri. Permisi…” yong ra melangkahkan kakinya melewati jung won tapi baru beberapa langkah tanganya di tahan oleh jung won dan ia kembali berhenti.

“ayolah.., aku tak memungut biyaya…”

“maaf…” jawab yong ra sambil mencoba menarik tanganya.

“lebih baik kau pulang bersamaku dari pada nan…”

Tiiiin…….

Mereka berdua menoleh dan sebuah mobil lain berjalan mendekat, yong ra menelan ludahnya sendiri karna ia sangat mengenali pemilik mobil itu. Orang itu turun dan mendekat dengan santainya.

“aku sudah menunggumu dari tadi…”

“dia pulang bersamaku…” sergah jung won

“pulang…? Aku tak yakin kau akan membawanya pulang ke rumahnya…” jawab sehun acuh

“lalu bagaimana denganmu…?” balas jung won

“aku…” tanya sehun seolah meremehkan jung won

“ayo pulang…” lanjut sehun sambil mengulurkan tanganya, yong ra menelan ludahnya sendiri saat melihat tangan sehun lalu naik ke wajah sehun,

“aa…” erangnya pelan saat merasa jung won mencengkram tanganya kasar, sehun hanya menunggu sambil tersenyum tipis, smirk lebih tepatnya.

“maaf…” lirih yong ra sambil melepas tangan jung won lalu berjalan dan menerima uluran tangan sehun, sehun tersenyum puas dan menarik yongra menuju mobilnya dan membukakan pintu mobilnya untuk yongra,

Setelah menutup pintu sehun melihat kea rah jung won dan tersenyum seakan mengejek, dan selanjutnya ia masuk ke dalam mobilnya lalu menjalankanya meninggalkan area universitas mereka.

“sudah ku bilang jangan berdekatan denganya…”

“aku tidak…”

“aku tau dia yang mendekatimu, tapi kau bisa tegas padanya…” potong sehun

“maaf…” sehun hanya mendengus kesal lalu melirik yongra dengan ekor matanya.

“jangan memikirkanya lagi…?”

“ne…”

“malam itu.., di dalam mobil ini…” yongra merasa tercekat mendengarnya.

“hampir semua orang di korea pernah melakukanya, jadi bersikaplah biasa karna banyak yang melakukan lebih dari pada kau, hanya kau saja yang terlalu polos untuk ukuran orang korea…” tambah sehun, yongra menelan ludahnya lagi, bagaimanapun itu tetap saja itu adalah hal penting untuknya dan ia tak akan bisa melupakanya sampai kapanpun.

Tbc

Advertisements

23 responses to “[Freelance] But, I Love You My Bad Boy (Chapter 1)

  1. kasian banget nasib yong ra.. part trakhir sehun enteng banget ngomong gitu, mana nggk ngrasa salah lagi

  2. Duh duh ya ampun ini bang sehun kasar amat yakk -,- kasian banget sama yong ra nyaa. Dia polos banget lagi. Knapa ga kabur aja siii? Wkwkw sehun sama temen2 nya knapa emng? Jadi penasaran. Hmm next aja deh yakk XD

  3. Yongra kelewat polos atau emang bodoh? *maafkebawaemosi.
    Udah diperlakukan kaya gitu sama Sehun masih aja balik ke keadaan semula. Ga ada rasa marah ataupun benci. Yang ada dianya yang takut. Hmmm….
    Ditunggu chap selanjutnya… 💪

  4. Wahhhh sehun sadis, kasian yongra nya tapi suka jg sih setidaknya sehun gak cuma jadiin yongra one night stand doang, ditunggu next chapnya fighting

  5. aku suka ff genre kaya gini,itu yoranya polos udh di gituin sama sehun masih baik. nanti yora hamil gak thor?

  6. Sehun mgkin brpikir dgn cara melakukan itu dgn Yongra,,bsa mmbuat dia mnjdi miliknya seutuhnya… Cinta emng bikin org jd gk make logika hehehehe
    Fightinggggggg

  7. nemu lagi ff sehun yg bad boy.. ya ampun sehun jahat bangattt loh apain tuh gadis polos ..pasaran sama kisah mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s