[Freelance] Prohibitied Love (Chapter 2)

20160222152900

Author:

 

Seinyeohyun(@Hyerimnim1)

 

Tittle:

 

Prohibitied Love (chapter 2)

 

 

Main cast:

-Oh Sehun(exo) -Park Hyojin(oc/you)

 

 

Support cast:

 

-All EXO member, -Kim Shinwa, -and other

 

 

Genre:

 

School life,Drama,Fluff, my be Sad, Romance.

 

 

Rating: G

 

PG:17+

 

4000 w

 

Lenght: chapter

 

Prepost: Chapter 1 ||

 

 

~Summery~

Seorang gadis bernama Park Hyojin mencintai sang idola. Memang itu wajar, tapi bagaimana jika sosok idola itu juga mencintai dirinya. Menurut hukum alam itu adalah cinta terlarang. Jadi dapatkah mereka mengatasi masalah itu dan akan kah mereka berdua bersatu.

 

 

Disclaimer:fanfiction ini murni dari otak saya tidak ada unsur plagiat atau apapun yg ada hanya inspirasi.kalau ada kesamaan dalam nama , maupun judul, saya mohon maaf sebanyaknya , karena seperti yg saya bilang tadi MURNI DARI OTAK SAYA.

Oke ….TOLONG BACA A/N SAMPE ABIS YAHHHHH:-D

 

CHAPTER 2

 

Happy Reading

 

 

Hyojin hanya duduk disalah satu kursi pelanggan dicafe itu , karena ini hari senin jadi cafe sedikit sepi , karena orang-orang tidak ingin meninggalkan pekerjaan mereka sedikitpun hanya untuk kecafe.

Kring~~pintu cafe terbuka Hyojin segera bangkit lalu menghampiri pelanggan itu , namun tak sampai dua langkah kakinya bergerak ; Hyojin menghentiikan langkahnya.

 

“Aku membencimu Oh Sehun”

 

Seluruh tubuh Hyojin bergetar hebat menahan tangisnya. Dengan langkah pelan ia menghampiri salah satu meja disana.

 

“A-anda ingin memesan apa? Tuan!” ucap Hyojin tanpa menatap pelanggan nya , sedangkan sang pelanggan mulai mendongakkan pelan kepalanya. “Sehun oppa…aku pesan ice green tea latte dan muffin.” ucap seorang gadis yang sedang berada tepat disebelah Sehun.

 

“pesanan kalian akan segera datang” Hyojin pergi membuatkan pesanan Sehun.

.

.

.

.

.

.

.

Hyojin menutup dengan kasar pintu rumahnya air mata pun sudah tak terbendung lagi , akhirnya yang ditakutkan gadis itu terjadi juga. Kamar adalah tujuan utama Hyojin saat ini , kedua orang tuanya sudah pindah terlebih dahulu keChina karena urusan pekerjaan.

 

Ponsel Hyojin sudah tidak bisa diam lagi , begitu banyak pesan dan panggilan masuk , tentu saja dari orang yang sama yaitu Sehun.

 

“untuk apa lagi kau memanggilku Sunbae.” ucap Hyojin bergetar sambil berusaha meredam tangisnya,

 

Duk…duk….duk

Pintu digedor begitu keras. Hyojin hanya menghiraukannya dan terus berkecamuk dalam pikirannya.

 

Cukup lama . Suara itu masih saja menggema. Dengan terpaksa ia membukakan pintu itu.

 

Cleck…pintu terbuka , menampakkan figur tinggi nan tampan sedang menatapnya cemas dan panik.

 

“dengarkan penjelasanku Hyojin_aa , aku dan Daeun hanya melakukan tugas dari agensi . Kumohon jangan “ Hyojin langsung menepis pegangan tangan Sehun.

 

“ani…Seharusnya dari awal ini tidak pernah terjadi Sunbae , aku memang tidak pantas untuk mu . Jadi aku ingin mengakhiri nya sekarang juga.” Sehun menatap kearah Hyojin dengan wajah yang tak terbaca.

 

Hyojin ingin menutup kembali pintu rumahnya , tapi Sehun lebih dulu menggebrak pintu dan menarik Hyojin menuju kedalam rumah gadis itu.

 

“sunbae…lepaskan -ini sudah berakh-”

 

“itu katamu” Sehun langsung menyambar bibir Hyojin saat mereka sudah berada tepat dikamar gadis itu , Hyojin begitu kewalahan dengan ciuman yang Sehun berikan , begitu kasar dan menuntut.

 

Gadis itu terus memukul dada Sehun , namun bagi Sehun itu hanya layaknya sentuhan baginya. Tidak begitu berarti.

 

Sehun melepaskan bibirnya dengan nafas yang memburu. Menatap gadisnya yang sudah dipenuhi dengan air mata.

 

“dengar…jangan pernah berfikir bahwa aku mencintai gadis lain selain dirimu Hyojin_aa , aku hanya mencintaimu , selamanya tidak akan pernah berubah” wajah mereka begitu dekat saat ini. Sehun masih menyudutkan Hyojin didinding.

 

“sunbae…KAU EGOIS ,AKU MEMBENCIMU , PERGILAH” gadis itu berteriak histeris penuh luka. Sehun malah menatapnya semakin tajam penuh amarah dan kekecewaan.

 

“kau tau PARK HYOJIN , kau gadis pertama yang membenciku. Dan kau juga adalah gadis pertama yang sangat mencintaiku.” Sehun bersmirk dihadapan Hyojin yang menahan tangisnya.

 

“aku menyesal mencintaimu” hanya beberapa kata dari bibir mungil itu. Mampu membuat emosi Sehun naik sampai ubun-ubun.

 

Sehun kembali menyambar bibir Hyojin , kali ini begitu kasar dan menuntut. Hyojin terus menutup bibirnya , namun Sehun terus mengigit bibirnya hingga mengeluarkan cairan merah anyir.

Tidak sampai disitu saja , tangan Sehun juga tidak tinggal diam. Tangannya mulai meremas dada Hyojin membuat sang empu menjerit disela-sela ciuman menuntut itu.

 

Sehun melepaskan ciumannya lalu beralih pada leher putih Hyojin. Hyojin menjerit memohon.

“Sunbae hiks….Kau ahh…”suara laknat itu keluar begitu saja , membuat Sehun makin gencar menjalankan aksinya. Tangan Sehun mulai melepas satu persatu kancing kemeja Hyojin.

 

“sunbaehhh…kumohon” suara Hyojin terdengar sangat lirih. Seakan tersadar Sehun melepaskan pangutannya.

 

PLAKKK~~tepat setelah itu sebuah tamparan keras mendarat dipipi Sehun .

 

“PERGI SUNBAE….” Hyojin menangis sambil berlari keluar. Meninggalkan Sehun yang hanya mematung.

.

.

.

 

..

.

.

.

.

.

 

Seorang laki-laki tampan memandang kosong kearah jendela kamarnya. Terhitung sudah 2 minggu sejak kejadian itu , Hyojin tidak pernah mau lagi bertatap muka bahkan hanya sekedar mendengar suara Sehun. Dan itu membuat sang empu begitu marah dan kecewa. Namun apa daya ini semua juga salahnya.

 

“Sehun_ah” sebuah suara berat menyadarkan lamunan namja itu.

 

“kajja…kita ada fansign di SMA Gyeonggi” mata namja itu tiba-tiba berbinar mendengar sebuah sekolah yang sangat iya kenal.

 

“jinjjaro?…kajja hyung” Sehun langsung menarik tangan manager Hyung dengan semangat.

 

@GYEONGGI HIGH SCHOOL

 

Aula luas sekolah itu sudah dipenuhi hampir seluruh murid-muridnya , ya…mereka kedatangan boy group terkenal siapa yang mau ketinggalan eh?. Disaat para member lain sibuk berbincang-bincang , Sehun malah mengedarkan pandangannya mencari objek yang begitu iaa rindukan 2 minggu terakhir ini.

 

“waeyo? Apa ada masalah?” tanya Chen yang sadar akan gerak-gerik Sehun.

 

“aku mau ketoilet sebentar.” ucap Sehun tetap mengedarkan pandangannya. “apa perlu aku temani?” tawar Chen , Sehun langsung menggeleng lalu berujar. “aku bisa sendiri hyung” setelah itu Sehun pergi meninggalkan para member.

 

 

Disisi lain seorang gadis sedang sibuk mengerjakan beberapa so’al yang ada didepannya , tidak mempedulikan walau sekolahnya sedang mengadakan event besar.

 

Ia hanya ingin menghilangkan kegelisahannya 2 minggu terakhir ini dengan terus belajar. Derap kaki seseorang tidak membuatnya bergeming , ia tetap fokus dengan tumpukan buku yang ada didepannya.

 

Sampai tangan dingin seseorang menggapai bahunya membuat gadis itu harus membalikkan tubuhnya.

 

Tubuhnya tiba-tiba membeku , lidahnya kelu dan matanya mulai memanas melihat seseorang yang saat ini berada didepannya.

 

“S-sunbae…apa yang kau lakukan disini?” tanya Hyojin menatap Sehun dengan tatapan yang sulit diartikan.

 

“apa yang kau lakukan akhiir-akhir ini eo? Kenapa kau tidak mengangkat panggilanku dan membalas pesanku eh? Apa kau lu-” belum selesai pria itu berbicara Hyojin langsung menyela.

 

“ini sudah berakhir sunbae , jadi untuk apa aku melakukan semua itu. Kita kembali kekehidupan masing-masing , tanpa saling membutuhkan lagi. Aku hanya ingin yang terbaik untuk sunbae se-” kali ini Sehun menyela ucapan gadis itu.

 

“terbaik untukku? Apa kau tau selama kau tidak berada disampingku?” Hyojin tidak menjawab gadis itu malah mendekat kearah Sehun menjinjitkan kakinya lalu mengecup perlahan bibir tipis Sehun , melumatnya begitu lembut seolah benda itu ada benda paling rapuh didunia ini.

 

Tak cukup lama Hyojin kembali melepaskan ciumannya , ia sudah tidak kuasa lagi menahan air matanya. Ini yang terakhir kali batinnya.

 

“terima kasih sunbae…” Hyojin membereskan buku-buku nya lalu berlalu meninggalkan Sehun yang mematung tanpa pergerakan sedikitpun.

 

Hyojin berlari tak kuasa menahan air matanya. Sehun terdiam dengan segenap rasa yang berkecamuk didadanya. Kemudian pemuda itu memutuskan kembali keacara.

 

 

Shinwa mengelilingi area sekolah untuk mencari sang sahabat , Ya…iya ingin memberitahu kalau boy group kesukaan sahabatnya itu berkunjung kesekolah mereka. Tapi sudah 10 menit ia berkeliling , tak melihat tanda-tanda sahabatnya itu.

Tiba-tiba Shinwa mendengar suara isak tangis , tepat saat ia ingin berbelok ia melihat Hyojin sedang berlari kearahnya , Shinwa ingin mencegat , namun ada sekelebat perasaan agar ia lebih baik bersembunyi agar tidak memperburuk keadaan.

 

Shinwa baru kali ini melihat Hyojin terlihat begitu terluka , biasanya gadis itu selalu menyembunyikan kesedihannya dengan senyum indah yang membuat hati Shinwa ikut tenang melihatnya. Namun kali ini berbeda. Tak selang 10 menit.

 

Betapa terkejutnya Shinwa melihat seorang namja yang juga keluar dari ruangan yang sama seperti Hyojin tadi. Otak Shinwa mulai bekerja dan mencoba mencari beberapa kejadian yang masuk akal.

 

“diakan Oh Sehun EXO. Ya…aku tau Hyojin begitu menyukainya tapi apa mungkin?” untuk memperkuatnya Shinwa memilih untuk melihat kedalam perpustakaan. Jika ada orang lain berarti mungkin Hyojin dibully lalu Oh Sehun menolongnya , tapi jika tidak ada orang lain selain mereka lalu apa yang mereka berdua lakukan.

 

Dan dugaan kedua Shinwa benar , tidak ada orang lain didalam sana. Yang berarti tadi hanya Hyojin dan Oh Sehun yang berada ditempat ini.

 

.

.

.

.

.

.

.

Sehun meneguk wine terakhir yang tersisa digelasnya. Malam ini pemuda itu benar-benar kacau hanya karena seorang gadis yang mampu memporak porandakan hati dan jiwanya. Sehun sangat merindukan gadis itu , suaranya , wanginya , sentuhannya. Tapi apa daya , semua telah musnah dalam sekejap.

 

Sehun mengambil sebatang rokok yang ada disaku celananya , menyalakannya dengan pematik menghisapnya lalu membuang asapnya keudara, begitu seterusnya. Ya….jika kalian ingin tau inilah kebiasaan buruk Sehun , ini sudah berlangsung sejak 4 tahun yang lalu.

 

Pemuda itu mengambil sebuah benda persegi berwarna abu-abu disakunya lalu mengetiknya dan menenggerkannya ketelinga kanannya.

‘nomor yang anda tuju tidak bisa menerima panggilan anda , co-’ belum sempat operator selesai berko’or , Sehun langsung mematikannya dan kembali menghubunginya.

 

Ya…nomor yang sama , nomor yang selalu ia hapal , nomor yang selalu ia panggil , nomor yang selalu ia hubungi . Tapi tidak ada jawaban lagi dari nomor itu. Puluhan bahkan hampir ratusan pesan ia kirim ke nomor itu , namun sang empu nomor tidak pernah membalas bahkan membaca pesan yang namja itu kirim untuknya.

 

“aku merindukanmu Hyojin_aa” ucap Sehun begitu lirih sambil meremas rambutnya frustasi.

 

Drrtttt~~itu adalah panggilan yang kesekian kalinya. Sehun memandang malas ponselnya.

 

“em… Wae hyung?” tanya Sehun dengan malas menjawab panggilan diseberang sana.

 

“kenapa kau baru mengangkat panggilan ku eo? Kau tau Sooman sajangnim sudah mengamuk didorm kita” Suho yang menelpon segera mengeluarkan uneg-uneg yang sudah ia pendam selama beberapa hari ini.

 

“aku di apartementku” jawab Sehun singkat sambil kembali menghisap batang nikotin itu lalu menghembuskan asapnya keudara.

 

“sejak kapan kau punya apartement eo? Cepat kirimkan alamat apartementmu” setelah itu sambungan terputus secara sepihak karena Sehun yang mengakhirinya.

 

 

Ding-dong

bel apartement Sehun bergema , sang empu tak bergeming namja itu malah mengetik ponselnya. Namun tak berselang lama pintu apartement itu terbuka.

 

“ouhhh…ini apartement atau tempat sampah” ujar Baekhyun sambil menatap jijik kesekelilingnya.

 

“Sehun pasti ada dikamarnya .” ucap Suho lalu memimpin mereka menuju kamar utama apartement itu. Ketika terbuka alangkah terkejutnya Suho melihat keadaan Sehun.

 

“Sehun kau mabuk , merokok?” tanya Suho sambil mengangkat botol wine dan kotak rokok bekas yang sudah habis Sehun hisap.

 

“Daebak , kau sudah besar Hun_aa” ucap Chanyeol tidak percaya.

 

“kalau kalian hanya ingin mengoceh lebih baik kalian pergi , aku hanya ingin sendiri.”ucap Sehun tanpa memandang 3 sahabatnya itu.

 

“Kau masih harus menyelesaikan scadule kita Hun_aa , sebenarnya apa yang membuatmu seperti ini” ucap Baekhyun lembut , kali ini Sehun bergeming dan mulai memandang ketiga Sahabatnya itu.

 

“aku hanya ingin Hyojin kembali , itu saja” pemuda itu berujar begitu lirih , oh bahkan Suho berani bersumpah kalau Sehun tidak pernah serapuh ini sebelumnya.

 

“aku mencintainya Hyung , sangat. Tapi malam itu kami bertengkar hebat dan aku hampir-” Sehun tidak melanjutkan kalimatnya , ia sangat yakin ketiga sahabatnya itu pasti mengerti.

 

“kenapa kau tidak bicara terus terang padanya Sehun_aa?” tanya Chanyeol , Sehun menggeleng lemah.

 

“aku ingin mengatakan terus terang , tapi dia bilang semua sudah berakhir” Sehun kembali menelungkupkan wajahnya , namun detik selanjutnya terdengan suara isak tangis Sehun.

 

“apa kau sudah menghubunginya?” tanya Suho.

 

“aku sudah menghubunginya lebih dari 20 kali lima menit tadi , tapi percuma saja dia tidak akan pernah mengangkatnya.” Sehun lebih memilih memandang keluar jendela rumahnya.

 

“dimana ponselmu?” tanya Chanyeol , sambil mengedarkan pandangannya mencari benda persegi itu.

 

“diatas nakas , aku lupa mencharge nya .” Suho memandang Chanyeol seolah mengerti.

 

 

‘nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan anda , co-” Suho kembali mematikan ponsel Sehun. Ini sudah yang kesepuluh kalinya tapi Hyojin tetap tidak mengangkat panggilan nya.

 

“oke ini yang terakhir , jika dia masih mengabaikan ku . Aku bersumpah akan menyeret paksa Sehun.” Suho kembali menenggerkan benda persegi itu ketelinganya.

 

(“Yeoboseo?”) sebuah suara lembut menyapa pendengaran Suho.

 

(“ H-Hyojin apa ini Park Hyojin”) tanya Suho tak percaya , membuat Chanyeol dan Baekhyun laangsung menghampiri Suho.

 

(“ne….tolong beritahu Sehun sunbae , jangan pernah lagi meng-”) belum sempat Hyojin menyelesaikan kata-katanya Suho langsung menyela.

 

(“ani Hyojin_aa , kau harus keapartement Sehun sekarang . Dia benar-benar kacau , cepatlah sebelum kau kehilangan Sehun untuk selamanya”) emosi Suho berada pada puncaknya sekarang. Hening diseberang sana.

 

(“Park Hyojin kau masih disana?”) tanya Suho , terdengar  helaan nafas pasrah.

 

(“a…arraseo aku akan kesana”)

 

Pip~ Hyojin memutuskan panggilan secara sepihak , Suho menatap Chanyeo dan Baekhyun bergantian.

 

“apa yang dikatakan gadis itu?” tanya Baekhyun.

 

“ia akan segera kesini”

.

.

.

.

.

Bip-bip-bip

Suara seseorang yang sedang menekan password apartement mewah itu. Ketiga namja yang sedang duduk menunduk itu langsung saling memandang. Setahu mereka , baru mereka bertigalah yang pernah kesini.

 

Tiba-tiba siluet tubuh mungil sedang berjalan kearah mereka , wajah cantiknya nampak sendu , dan tatapannya begitu sulit diartikan. Baekhyun dan Chanyeol saling memberi kode. Sedangkan Suho mulai menghampiri gadis itu.

 

“kau…Park Hyojin?” gadis itu hanya menggangguk menanggapi pertanyaan Suho.

 

“syukurlah , cepat hampiri dia. Dia sedang menunggumu” Hyojin memandang Suho sekilas lalu tersenyum hangat. Setelah itu Hyojin pergi meninggalkan 3 orang yg masih memandangnya.

 

Clek~ pintu itu terbuka , menampakkan punggung atletis yang telanjang sedang membelakanginya. Suasana kamar begitu berbeda saat terakhir kali gadis itu berada didalamnya.

 

Namja itu tak bergeming sedikit pun , Hyojin duduk ditepian kasur king size milik namja itu.

 

“kenapa aku merasakan kehadiranmu Hyo_aa??” Sehun bergumam sendiri sambil menatap sendu kearah jendela.

 

“aku bahkan mencium bau mu disini ,” lagi Sehun terus bergumam.

 

“aku disini Sunbae” kali ini mata Sehun terbelalak , lalu tiba-tiba senyum kecut itu terbingkai dibibir tipisnya.

 

“aku benar-benar sudah gila , aku mendengar suaramu sekarang” Hyojin sudah tidak tahan lagi , gadis itu membalikkan paksa tubuh kekar Sehun.

 

“cukup sunbae , aku ada disini” pekik Hyojin ketika Sehun sudah memandangnya , Sehun menggerakkan tangannya perlahan dan mulai mengusap lembut pipi Hyojin.

 

“maafkan aku sunbae hikss,,,aku sangat menyesal….berhentilah berbuat bodoh” Hyojin terisak , Sehun langsung bangkit dari tidurnya lalu memeluk tubuh mungil gadis itu.

 

“ssstttt…uljima , aku mencintaimu sayang. Kumohon jangan menangis” Sehun mengusap-usap surai hitam Hyojin sambil sesekali mencium puncak kepala gadis itu.

 

“Kau harus berjanji untuk tetap bersamaku eo? Jangan bersikap seperti itu lagi , arra?” Hyojin mengangguk dengan mata sembabnya yang menatap mata Sehun.

 

Sehun mendekatkan wajahnya , lalu detik selanjutnya bibir mereka sudah menyatu saling melumat satu sama lain , meluapkan semua rasa rindu yang selama ini mereka pendam.

Posisi mereka berubah jadi berbaring dengan Hyojin berada dibawah Sehun memeluk tubuuh kekar Sehun sambil terus membalas lumatan namja itu. Bunyi kecipakan antara pertemuan benda kenyal itu menggema disetiap sudut ruang kamar. Yang tak luput dari pendengaran 3 namja yang saat ini mengintip kegiatan kedua insan itu.

 

“oohh , aku tau alasan Sehun begitu menyukai gadis itu” ucap Chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya dari pergulatan kedua insan itu.

 

“apa?” tanya Suho dan Baekhyun serentak.

 

“dia pencium yang hebat , coba kau lihat betapa bagusnya cara gadis itu membalas lumatan Sehun yang bisa dibilang errr ganas” Puk~~ Chanyeol sukses mendapat pukulan keras dari Suho.

 

“kau mesum Park Chanyeol”

.

.

.

.

.

Hyojin menatap Sehun yang saat ini begitu dekat dengannya sambil memeluk tubuh nakednya . Ya…mereka melakukannya untuk pertama kalinya , gadis itu merelakan keperawanannya untuk namja yang begitu ia cintai.

 

“kau sudah bangun?” tanya Sehun dengan suara bangun tidurnya yang begitu sexy.

 

“em…apa Sunbae tidur dengan nyenyak?” tanya Hyojin balik , sang namja hanya tersenyum hangat sambil mengusap pipi mulus gadisnya itu.

 

“terima kasih” ucap Sehun tiba-tiba ,membuat Hyojin mengerutkan keningnya tanda tak mengerti.

 

“terima kasih karena sudah menjadi milikku seutuhnya dan mencintaiku” Hyojin hanya dapat tersenyum mendengar kata-kata yang keluar dari bibir tipis namja itu.

 

“apa itu menyakitkan?” tanya Sehun memastikan keadaan Hyojin.

 

“awalnya , tapi sudah lebih baik” gadis itu menenggelamkan wajahnya disela-sela bahu dan Leher Sehun , menghidu wangi maskulin yang menguar alami dari tubuh namja itu.

 

“aku mencintaimu sunbae” suara Hyojin bagai bisikan namun Sehun masih bisa mendengarnya.

 

“aku lebih mencintaimu” Sehun mengecup leher Hyojin lembut.

.

.

.

.

Hyojin menulis beberapa rumus yang ia temukan diperpustakaan beberapa menit yang lalu. Sampai sebuah suara lembut menyapa pendengarannya.

 

“Hyojinie…” ya itu Shinwa yang menghampirinya , dengar wajah berbinar gadis itu duduk disebelah Hyojin.

 

“apa yang kau lakukan?” tanya Shinwa sambil mengintip kegiatan Hyojin.

 

“kau bisa lihat kan sahabatku” Shinwa hanya menyengir bodoh , gadis itu kembali memperhatikan Hyojin. Namun tiba-tiba ia mengingat sesuatu.

 

Kejadian sebulan yang lalu , saat Hyojin tiba-tiba menangis setelah keluar dari perpustakaan , dan tidak lama Oh Sehun keluar dari ruangan yang sama.

 

“Hyojin_aa , boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Shinwa hatii-hati.

 

“bertanyalah …aku akan menjawab apapun pertanyaanmu” Hyojin tersenyum sambil memandang sekilas sahabatnya itu.

 

“apa hubunganmu dengan Oh Sehun?” bagai disambar petir Hyojin langsung menghentikan acara menulisnya , lalu menoleh dengan perlahan kearah Shinwa.

 

“a…aku , kau tau sendirikan kalau aku hanya fans dengannya … Kau bertanya seolah pernah melihat kami bersama” Hyojin mulai gugup , Shinwa menatap selidik kearahnya.

 

“ya…aku pernah melihatmu bersama dengannya” saat itu juga Hyojin terpaku , otaknya sudah tidak bekerja dengan normal lagi hanya untuk merangkai kata-kata agar menjawab pertanyaan Shinwa.

 

Kriiinggg~~bel masuk berbunyi Hyojin bernafas lega , mungkin Tuhan menolongnya kali ini.

 

“oh bel masuk , kajja Shin_aa kita masuk” Hyojin berjalan mendahului Shinwa yang masuk terpaku.

.

.

.

.

.

.

.

Sehun menatap punggung seorang gadis yang tengah sibuk mengaduk sesuatu dalam panci. Senyum namja itu mengembang dengan merekah.

 

“kau sudah lama datang?” tanya gadis itu yang saat ini didekap erat oleh Sehun.

 

“ani , aku baru saja datang….bagaimana harimu??” Sehun mempererat pelukannya.

 

“seperti biasa , sunbae bisa duduk sebentar. Aku tidak bisa bererak kalau sunbae terus seperti ini” Sehun menggeleng kecil yang tentu dapat dirasakan Hyojin.

 

“apa yang sunbae mau?” Hyojin berbalik menghadap Sehun , membuat mereka saling bertatapan kali ini.

 

“aku menginginkanmu” ucap Sehun dengan bisikannya yang begitu menggoda , membuat bulu kuduk Hyojin meremang.

 

“kita sudah 3 kali melakukannya dalam waktu 2 minggu ini Sunbae…” Hyojin mencoba membuat Sehun mengerti.

 

“apa salahnya melakukan yang keempat kalinya?” tanya Sehun tanpa dosa , Hyojin menatap tajam Sehun.

 

“kita belum resmi Sunbae , tapi kita sudah melakukannya. Kau tau itu dosa besar , jadi aku tidak mau menambah dosaku” gadis itu berbalik lalu berkutat dengan masakannya.

 

“cepat atau lambat aku akan menikahimu sayang , kau tau sebentar lagi aku akan kembali syuting film , dan itu film dewasa. Kau tau maksudku kan sayang??” Hyojin menghentikan gerak nya mengaduk sup dipanci. Pikirannya berkecamuk saat itu.

 

“arraseo…” gadis itu mematikan kompornya lalu langsung berbalik dan melumat bibir Sehun , mengalungkan kedua tangannya pada leher namja itu. Kedua nya saling membalas lumatan satu sama lain , bibir Sehun melumat bibir Hyojin bergantian.

 

Tangannya tidak tinggal diam , tangan itu mulai masuk kedalam kaos kebesaran yang Hyojin pakai , mengelus-elus apa saja yang terjamah oleh tangannya. Sampai tangan Sehun menemukan sesuatu , benda kenyal yang beberapa hari ini menjadi favorit namja itu. Meremasnya dengan lembut membuat sang empu melenguh tertahan.

 

“hehhhh…kau niat melakukannya didapur?” Sehun menyeringai melihat wajah horny Hyojin yang begitu sexy , gadis itu menggeleng.

 

“ayo….” Sehun mmenggendong Hyojin ala bridal style , menuju kamarnya.

(and you know what they do after that!!)

 

 

Hidup tidak selamanya bahagia , akan ada rintangan yang menghadang kehidupan kita.

 

“huekkk….” ini sudah yang keempat kalinya Hyojin kekamar mandi hanya untuk memuntahkan isi perutnya.

 

“oh…kenapa aku jadi aneh akhir-akhir ini” gumam gadis itu sambil memegangi pelipisnya yang pening.

 

Sudah 3 hari ini Hyojin tidak sekolah dengan alasan sakit , untung ujian akhir sudah selesai. Jadi ia bisa lebih santai untuk tidak kesekolah.

 

Gadis itu memutuskan untuk menonton televisi untuk menghilangkan bosannya. Acara yang menarik dipagi hari bagi Hyojin ada lah MEDICUBE HEALTY acara itu membahas tentang kesehatan dalam tubuh , dan berbagai macam keluhan penyakit.

 

‘oke , pagi ini dokter Jinsil akan membahas tentang gejala awal kehamilan , Dokter Jinsil adalah dokter kandungan yang lulus dengan predikat terbaik di Harvat University’ penonton bertepuk tangan.

 

‘oke, langsung saja’

 

‘selamat pagi Healty people , saya akan membahas gejala awal ibu hamil yang terjadi biasanya. Seperti , pusing , mual , keram diperut dan nafsu makan yang labil’

 

Deg…..

 

Hyojin terpaku ‘pusing , mual , keram diperut?’ batin gadis itu bergumam.

 

“maldo andwae…” ucap nya berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Tapi apa yang tidak mungkin jika seorang gadis sudah melakukan nya dengan seorang laki-laki , bahkan itu lebih dari 2 kali.

 

Hyojin harus membuktikan ini , sore itu juga Hyojin pergi kemini market didekat apartement Sehun , membeli testfack.

 

Malam sudah turun Hyojin masih saja berkutat dengan ponselnya. Gadis itu mencoba meyakinkan dirinya lagi , sampai sebuah pelukan mendekapnya begitu erat.

 

“maaf hari ini aku sedikit terlambat , ada meeting dengan manager hyung” Sehun mengecupi pipi harum Hyojin.

 

“kau baik-baik saja?” tanya Sehun yang merasa perubahan pada diri Hyojin.

 

“oh…gwenchana Sunbae , aku sudah memasak makanan untukmu. Mandilah dan makan aku akan menyiapkan pakaian sunbae” Hyojin beranjak namun tangan kekar Sehun menarinya sehingga gadis itu terduduk dipangkuannya.

 

“mandi bersama?” Hyojin membelalakkan matanya lalu memukul tangan Sehun.

 

“byuntae” ucap Hyojin pelan , Sehun terkekeh geli.

 

 

Pukul 6 pagi , Hyojin bangun lebih dulu dari Sehun . Gadis itu memakai kemeja Sehun yang tergeletak dilantai untuk menutupi tubuh nakednya.

 

Hyojin melihat perlahan hasil yang dikeluarkan testfack itu , gadis itu takut-takut cemas.

 

Deg….2 garis merah.

 

Hyojin menutup mulutnya Shock , apa ini benar. Benda ini pasti salah. Hyojin berusaha meyakinkan dirinya.

 

Cleck~~ pintu kamar mandi terbuka , menampakkan Sehun dengan celana rumahannya tanpa memakai atasan , masih setengah sadar.

 

“apa yang kau lakukan sayang?” tanya Sehun , Hyojin segera menyembunyikan testfack itu.

 

“a…ak…aku ta..tadi ingin mandi” bohong Hyojin , Sehun hanya mengangguk.

 

“ayo kita mandi bersama” setelah itu terdengar desahan-desahan dari dalam kamar mandi itu.

.

.

.

.

.

Hyojin sudah kembali kesekolahnnya. Gadis itu masih memikirkan apa yang ia alami saat ini.

 

‘dia hamil’ dan itu adalah anak Sehun , darah dagingnya. Bagaimana caranya ia mengatakannya kepada Sehun.

 

“Hyo_aa kau sudah baikan?” tanya Shinwa langsung menghampiri Hyojin , menatap cemas sahabatnya itu.

 

“emm…na gwenchana Shin_aa” setelah itu mereka masuk kekelas.

 

 

Drrrttt~~

Hyojin kaget bukan main ditengah lamunannya , terlihat nama Sehun terpampang disana , gadis itu menarik nafas dalam sebelum mengangkat panggilan dari namja itu.

 

‘yeo-yeoboseo?’ terdengar suara helaan nafas diseberang sana.

 

‘aku ingin bertemu denganmu sekarang juga’ suara Sehun benar-benar dingin kali ini. Hyojin mulai bergetar menahan tangis.

 

‘a-arraseo’ Sehun memutuskan panggilan secara sepihak. Setelah itu Hyojin segera pergi menuju apartement Sehun.

 

 

Sehun dan Hyojin saling berhadapan saat ini , gadis itu hanya menunduk tak berani menatap Sehun.

 

Tiba-tiba Sehun mengeluarkan benda putih dari sakunya lalu menyodorkannya kepada Hyojin , sontak gadis itu langsung terbelalak dan menatap Sehun.

 

“aku menemukannya dikamar mandi” ucap Sehun menatap Hyojin lamat.

 

“s-sunbae , ja-jangan , a-aku akan pergi dari kehidupan sunbae . Asal sunbae jangan memintaku menggugurkan janin ini , aku tidak akan meminta pertanggung jawaban sunbae. A-aku akan pergi” Hyojin beranjak , namun tangan Sehun menahannya.

 

“aku sudah menduga ini akan terjadi , kenapa kau tidak memberi tauku dari awal eo?” tanya Sehun dengan nada lembut.

 

“a-aku takut sunbae tidak menerima anak ini” ucap Hyojin begitu lirih dan bergetar.

 

“dia anakku , darah dagingku, mana mungkin aku tidak menerimanya” Sehun tersenyum hangat lalu mendekap tubuh ringkih gadisnya.

 

“eomma sudah tau semuanya , dia menyuruhku memindahkanmu kesana. Agar eomma bisa menjagamu. Kau tidak keberatankan? Aku akan bicara dengan orang tuamu diChina” Hyojin langsung menggeleng.

 

“ani sunbae…jangan memberitahu ini pada eomma dan appa” air mata Hyojin menetes.

 

“aku tidak akan memberitahu kau hamil , tapi aku akan mengatakan kalau kita akan menikah” Hyojin terpaku , Sehun akan menikahinya?.

 

“kajja …barang-barangmu sudah dipindahkan kerumah eomma. Aku akan mengantarmu kesana” Sehun membawa Hyojin menuju rumahnya , tepatnya rumah keluarganya.

 

 

Sesampai disana Hyojin dan Sehun disambut senyum hangat dari Ny.Oh . Sehun memeluk sang ibu.

 

“ayo na’ eommoniem akan menunjukkan kamarmu” Hyojin mengangguk lalu mengiringi langkah Ny.Oh , sedaangkan Sehun pamit kembali ke gedung S.M.entertaiment.

 

“kira-kira sudah berapa bulan kandunganmu na” tanya Ny.Oh mengelus puncak kepala Hyojin.

 

“mungkin 1 bulan eommoniem” Ny.Oh mengangguk paham.

 

“Sehun anak yang baik , eommoniem yakin dia melakukan ini karena dia mencintaimu. Eommoniem juga tau kau anak yang baik. Sehun selalu menceritakan semua tentangmu kepada kami semua” Ny.Oh tersenyum keibuan menatap Hyojin.

 

“Semoga Tuhan menjaga kalian” setelah itu Ny.Oh pergi meninggalkan Hyojin. Ini kamar Sehun , gadis itu tau karena banyak wajah tampan namja itu terpampang banyak dikamar bernuansa putih itu. Bau wangi khas yang menguar alami dari tubuh Sehun juga bisa Hyojin rasakan disini.

 

Tiba-tiba perut Hyojin terasa mual ,dan ia merasa ingin makan sesuatu.

 

“eomma akan memasak makanan untukmu sayang”

 

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

 

Annyeong chingu….maaf yahhh , chapter 2 lebih pendek. Aku lagi sibuk dengan urusan aku sebagai wakil ketua OSIS.

Mungkin chapter 3 bakal lebih panjang , tapi itu cuma mungkin …hehehe

Makasih banyak buat kalian yang sempetin baca ff gaje aku ini.

Rating nya naik yahh. Karena mereka udah berani ngelakuin ‘itu’ , tapi aku gak bakalan buat NC . Secara umur aku masih dibawah rata-rata.

Udah itu aja , maaf kepanjangan yahh.

LOVE YOU READERS….

 

Regrat

Sehun’s WIFE

Advertisements

One response to “[Freelance] Prohibitied Love (Chapter 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s