[Freelance] Her Spring

her-spring

Title : Her Spring
Author/twitter : husnaa (@HusnaNafiahM)
Cast : Brian Kang/YoungK (DAY6), Baek Ah Yeon
Genre : romance, campus-life, AU!
Rating : General
Length : ±1.000 words
Disclaimer : Alhamdulillah dikasih otak buat mikir
which means I also make this one with my blessed brain.
Enjoy!

Dedicated to my lovable ship, briyeon

***

 “Oh, Cupid. Next time, please make sure you hit us both.”

 

Mahasiswi Universitas Yonsei tengah bergembira. Lupakan teriknya matahari siang ini. Lupakan juga soal tugas-tugas mengerikan dari dosen kesayangan. Mereka tengah mendapatkan pemandangan termenyenangkan tahun ini. Oh, tidak. Mungkin itu sedikit berlebihan. B-b-but… Sungguh, demi Tuhan yang telah menciptakan alam semesta begitu indahnya, sesosok Brian Kang yang tengah duduk sembari memetik gitar di taman universitas merupakan sebuah anugerah.

Oke. Kalian mungkin tidak tahu siapa Brian Kang. Tetapi hampir semua mahasiswi Universitas Yonsei mengetahuinya. Ayolah, wanita mana yang tahan untuk tidak mengetahui Brian Kang. Seorang mahasiswa tahun ketiga Universitas Yonsei yang sebelumnya menempuh pendidikan di Kanada, pandai bermain gitar juga ramah terhadap sesama.

Oh tidak! Satu lagi yang penting. Ia tampan.

***

            Brian Kang tidak bodoh, tentu saja ia menyadari keberadaannya yang sedikit menjadi pusat perhatian. Brian Kang juga tidak akan berbohong, bahwa sejujurnya ia suka menjadi pusat perhatian. Sisi narsisnya memang sedikit berlebihan.

Lelaki berambut pirang itu tersenyum ramah, menyapa segerombolan gadis yang lewat di depannya. Mengambil jeda sejenak dari aktivitasnya memetik senar gitar. Ia sedikit bangga melihat bagaimana popularitasnya berjalan di Universitas Yonsei. Tak heran sih, terlebih Brian Kang tergabung dalam band universitas, ditambah predikat playboy  yang melekat di namanya, ia menjadi salah satu mahasiswa terkenal seantero universitas. Bisa dibilang, ia sudah menaklukan hati para gadis Universitas Yonsei. Tak terkecuali ibu kantin yang selalu tersenyum lebar melihatnya memesan makan siang.

Intinya, Brian Kang terbiasa dikejar bukan mengejar.

***

Brian menggaruk rambut pirangnya kesal. Bukan, sungguh bukan karena ia belum keramas selama seminggu lebih. Bukan juga karena ulah kutu kutu menjijikkan. Tangannya sibuk mencoret kertas di sampingnya. Chord gitar yang sedari tadi disusunnya tak terasa pas.

“Brian seonbae!” sapaan ringan menyapa telinganya. Brian menoleh, tersenyum melihat junior yang dengan semangat menyapanya. Mungkin, ia salah pilih tempat. Tidak seharusnya ia memilih tempat terbuka layaknya taman universitas. Tanpa disadari, Brian termenung.

As the spring wind blo‒” Brian sontak menoleh. Dengan terburu-buru mengambil buku catatan yang sebelumnya ia corat-coret. Matanya melotot kesal ke arah gadis berambut panjang yang entah sejak kapan berdiri di sebelah bangku tempat ia duduk.

Gadis itu mengangkat kedua tangannya, “Wow, santai saja Tuan Kang. Aku tidak akan membacanya lagi jika kau tak ingin.” Gadis bermata sipit itu berucap sembari mengambil tempat duduk di sebelah Brian.

“Apakah itu lagu yang tengah kau buat?” gadis itu bertanya. Brian hanya diam.

“Kalau bukan,apakah trend menulis buku harian tengah melanda kaum pria?” gadis itu bertanya lagi. Brian mendecih kesal mendengar sindiran teman bandnya itu.

“Maaf sekali Baek Ah Yeon-ssi, ini bukan buku harian,” Brian menyahut kesal sembari mengacungkan buku catatannya di depan gadis bernama Baek Ah Yeon itu. “Dan lagi, kau telat‒” Brian menilik jam tangannya sejenak, “‒30 menit.”

“Bukan salahku, dosen itu mengoceh lama sekali. Aku sampai mengantuk,” Ah Yeon menimpali dengan santainya sembari mengendikkan bahu.

Ouu, lihatlah gadis-gadis itu! Mereka melihatmu layaknya kau seorang Pangeran Kerajaan Inggris.” Ah Yeon kembali mengoceh begitu melihat gadis-gadis yang berlalu lalang di depannya dengan tatapan genit yang mengarah ke Brian Kang, ia memasang wajah jijik.

“Bukan salahku, mungkin mereka tak pernah melihat pria tampan sebelumnya.” Brian menyahut ringan. Ah Yeon yang mendengar itu menatap Brian sama jijiknya, temannya yang satu ini memang memiliki kadar narsis berlebihan.

“Baiklah, apa katamu saja. Jadi, kita mau bicara disini atau pindah ke tempat lain?” kali ini Ah Yeon bertanya tanpa nada candaan. Brian memukul bangku kayu yang ia dan Ah Yeon duduki, menjawab pertanyaan gadis itu melalui tindakan.

Ok! Minhyuk oppa akan cuti bermain beberapa bulan ke depan. Ia sudah dimarahi ibunya berkali-kali karena kuliahnya tak kunjung selesai,” Ah Yeon mengucapkan hal itu sambil memasang raut sedih mengingat lesunya wajah Minhyuk saat bilang akan cuti dari bermain band.

“Lalu?” Brian bertanya singkat.

“Lalu posisi drummer kita kosong, Tuan Kang.” Gadis bermarga Baek itu sedikit menahan kesal melihat respons Brian yang kelewat pelit. Bagaimana mungkin gadis-gadis universitas menyukai lelaki macam Brian? Batinnya sebal.

Brian manggut-manggut, “Aku punya kenalan drummer. Dia juniorku di fakultas, mungkin kita bisa merekrutnya untuk sementara.”

Mata Ah Yeon membulat senang, “Benarkah? Baiklah, kau rekrut dia ya! Paksa terus saja sampai mau,” gadis itu tersenyum senang sembari berdiri dari tempat duduknya.

“Baiklah, urusanku selesai! Aku pergi dulu ya, Tuan Kang.” Brian melongo melihat Ah Yeon yang dengan begitu saja hendak menggerakkan kakinya untuk pergi. Ia hendak memanggil Ah Yeon saat gadis itu berbalik dan kembali berjalan ke arahnya. Ia merangkul Brian.

“Dan lagi, jika kau ingin mengungkapkan perasaanmu pada gadis itu dengan lagu yang tadi, beritahu aku.” Ah Yeon berucap dengan nada menggoda. Ia tertawa setelahnya. Wajah Brian bersemu malu.

“Kau mau kemana Nona Vokalis?” Brian bertanya begitu melihat Ah Yeon yang sudah siap untuk melangkahkan kakinya lagi.

“Kencan.” Ah Yeon menjawab singkat sembari melambaikan tangan ke arah Brian. Gadis itu tidak begitu memperhatikan raut wajah Brian yang berubah 180 derajat. Brian menghela napas, sontak ia merasa punya kewajiban untuk mengganti lirik lagunya.

            Kelopak bunga jatuh di atas gitar Brian. Ia hanya tersenyum sedih, spring has come.

Mungkin memang sudah takdir bahwa kehidupan cinta Brian Kang tak pernah untuk mengejar, namun dikejar.

            Brian Kang POV

I  thought this year’s spring would be ‘our spring’ yet the truth hits me hard that this spring is just ‘her spring’. And would never be mine furthermore ours.

***

fin.

 

Author’s note

Yeay! Akhirnya selesai juga nulis ini:” o iya, mungkin dari kalian ada yang kurang tau soal siapa sih YoungK DAY6 dan Baek Ah Yeon. Mereka tu artis yang berada di bawah naungan JYP terus pernah duet bareng, makanya aku ngeship:))) mungkin kalian juga kurang familiar sama DAY6, nih kukasih videonya:B

https://www.youtube.com/watch?v=1-1TGNmQqZA

https://www.youtube.com/watch?v=x3sFsHrUyLQ

Sama alasan aku ngeship YoungK dan Ah Yeon

Btw, itu lirik lagu yang kupakai di atas sebenernya dari lagu Cherry Blossom Ending yang dinyanyiin sama Busker busker. Tapi liriknya rada aku ganti, yang asli sih kaya’ gini

As the spring wind blows

The scattering cherry blossom petals

Spread out on this street

As we walk together

and for the last, terimakasih sudah membaca^^ nantikan karyaku selanjutnya yap:-)

bonus pic

Baek Ah Yeon

YoungK DAY6

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s