[Freelance] PSYCHOPATH

psychopath

Title :

PSYCHOPATH

Author :

Kusumaningpark99

Leght :

Ficlet

Genre :

Dark, AU, Angst, Psyco , Mature and ETC

Rating :

PG+17

Cast :

  • Oh Sehun (EXO)
  • Kwon Yoora (OC)

Recomended song :

  • EXO – Exodus
  • EXO – Monster
  • Infinite – Bad

 

Disclaimer :

Story is mine, cast belong to owner except OC. Please dont’t be a plagiator. Terinspirasi dari MV Exo Lotto.

My Blog :

https://Kusumaningpark99.wordpress.com

 

Semua ini adalah mimpi, kau adalah Ratu yang tak punya belas kasih

Kau menyembunyikan duri-duri di balik kecantikan itu

Berbahaya berbahaya dia berbahaya

Dalam pelukan manismu aku Raja yang lemah dan tak punya kekuatan

Aku telah kehilangan segalanya kecuali kamu

Berbahaya berbahaya dia berbahaya

Terkurung dalam pelukanmu

 

cr.

Hangul: http://www.smtown.com/Music/lyrics?albumid=10181&trackid=102140

Romanization & Indonesian translation: https://unreadablebook.wordpress.com

English translation: lunaandartemis @onehallyu.com

 

Don’t Be A Plagiator~~

Don’t Be A silent Readers~~

 

Happy Reading~~

 

–EXODUS—

–Author POV—

Matanya bergerak-gerak saat merasakan sebuah belaian pada wajahnya. Dengan susah payah ia membuka mata sipitnya yang terasa sangat berat, berharap dengan segera terbuka hingga ia mengetahui siapa gerangan yang menyentuh atau lebih tepatnya membelai wajahnya dengan lancang. Terbuka, kini matanya terbuka cukup lebar walau sedikit ada rasa lengket.

Di hadapannya, seorang wanita menatapnya intens dengan raut datar dan mata tajamnya yang menusuk. Keningnya berkerut mencoba mengingat, siapa gerangan sosok wanita dengan rambut hitam sebahu yang kini mengenakan dress ketat berwarna hitam tersebut. Beberapa kali netranya berkedip, memejam dan kemudian terbuka lagi saat otaknya kembali mengingat kenangan tentang wanita di hadapannya.

Ia menyeringai, lebih tepatnya menatap remeh sang wanita yang masih menatapnya tajam, seperti pisau yang tak akan segan-segan melukai wajah rupawan laki-laki tersebut hingga mengucurkan derasnya darah. Hanya wajahnya yang bisa berpaling, tubuhnya kaku tertali kencang dengan tiang besar yang menjadi sandaran tubuhnya kini.

Beberapa kali juga, bibirnya mengeluarkan ringisan kala merasakan perih pada bagian wajahnya. Laki-laki itu membalas tatapan intens dan menusuk dari wanita yang belum bergerak dari posisinya. Bahkan, tak dihiraukannya nafas tersenggal laki-laki yang memiliki puluhan gores luka pada wajahnya itu.

“bagaimana kabarmu Oh Sehun-ssi?” nada datar dan menusuk keluar begitu saja dari bibir merah menyala wanita yang tingginya sebatas dagu laki-laki yang dipanggilnya dengan ‘Oh Sehun’ itu.

“seperti yang kau lihat, sayang.” Mendengar panggilan itu membuat wanita itu mendengus seketika. Ditatapnya kembali wajah laki-laki yang menampakkan senyum yang mirip seringaian tersebut.

“kulihat, kau nampak tak berubah sedikitpun, dan bagaimana kau memanggilku? Sayang? masih punya nyalikah kau memanggilku dengan sebutan menjijikkan itu?” tawa keras memenuhi ruangan gelap nan luas tersebut, tawa yang berasal dari Sehun.

“lihatlah! Kau juga tidak berubah sama sekali Yoora-ku, sayang.”

“cih, aku tidak berubah dan tidak akan pernah berubah. Sampai kapanpun itu, dan bagaimanapun itu.”

“kau, semakin cantik dan menggoda. Tidak sudikah kau, sedikit memberikan pelayanan memuaskan untukku?” tubuh Sehun condong ke arah Yoora yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya hingga kini wajah mereka hanya sebatas sesenti. Dari jarak tersebut, Sehun mengendus dan meraup bibir merah menyala Yoora kemudian melepaskannya.

Tak memberikan jarak berarti, bahkan masing-masing dari mereka bisa meraskan hembusan nafas hangat dari lawan masing-masing. Kepala Yoora miring ke kanan dan ke kiri bergantian, wajahnya masih datar dan matanya yang tak lepas dari wajah Sehun sedikitpun.

Setelah beberapa menit berlalu, Yoora mulai menunjukkan reaksi, memajukan tubuhnya ke arah Sehun yang semakin menyeringai lebar di posisi tangannya yang terbelenggu ke belakang.

Mengikis jarak, hingga bibirnya dapat menggapai bibir tipis Sehun, selanjutnya bibirnya bergerak dengan liar memberikan lumatan-lumatan terhadap bibir Sehun yang juga melakukan hal yang sama. Saling melumat, bertukar saliva hingga terdengarlah decakan nyaring yang berasal dari aksi tersebut.

Kedua lengan Yoora memeluk tengkuk Sehun dengan erat, hingga dirasa ciuman panas tersebut kian memanas seiring desahan-desahan yang keluar dari mulut masing masing. Karena posisi tersebut, dengan leluasa Sehun bisa menjangkau leher Yoora dengan mudah, hingga terjadilah pembuatan tanda-tanda berwarna merah di kulit putih bagian leher Yoora.

Tercetak jelas, dan semakin menimbulkan suara-suara nyaring yang kian menggema di seluruh ruangan. Semakin gencar Sehun melakukan aksi liarnya, walaupun sebenarnya tubuhnya tidak memiliki kebebasan yang berarti utnuk melakukan hal lebih dari aksinya itu. Dapat dirasakannya nafsu-nafsu lain yang mulai menjalari tubuhnya.

Perlahan, tangan Yoora yang semulanya mengalung pada leher Sehun kini mendorong dada Sehun untuk menjauh dari tubuhnya. Ia menggapai bibir Sehun dengan ibu jarinya lalu mengusap bibir Sehun yang basah.

“itu sebagai ucapan selamat tinggal, Oh Sehun-ku sayang.” Satu tangan Yoora terangkat, hinggal terpampanglah tangan tersebut sedang menggenggam sebuah pistol kecil. Berwarna hitam, tapi jangan remehkan pistor kecil tersebut, dapat membuat kepala manusia berlubang, dalam sekejap saja peluru panas yang berasal dari pistol itu menembus kepala.

Tangannya yang terangkat mengarahkan ujung pistol tersebut ke arah kepala Sehun yang tidak bisa berkutik sama sekali. Jari telunjuknya tergerak untuk menyentuh pelatuk pistol, apabila jari tersebut menekannya maka tamatlah riwayat laki-laki bermarga Oh tersebut.

Detik demi detik terlewati, mata Yoora tak sedikitpun kehilangan fokus dari sosok Sehun yang hanya diam di sisi tiang besar tersebut. Tatapan Yoora berubah mengintimidasi, menelisik lebih detail wajah Sehun sebelum ia benar-benar menghabisi laki-laki itu.

“bajingan sepertimu sudah sepantasnya mati, Tuan Oh.”

“ya, aku memang pantas mati, jalang!”

“hah, sepertinya kau harus menarik kata-katamu kembali, tentang menyebutku jalang. Kau, kau yang membuatku menjadi jalang, BIADAB!”

“ya, dan aku sangat bangga atas keberhasilanku merenggut kesucian wanita polos sepertimu.”

“ucapkan permintaan terakhirmu, sebelum aku melenyapkanmu!”

“aku tidak menyesal dengan apa yang telah kulakukan padamu, justru kau yang menyesal karena terperangkap ke dalam permainanku.”

“DIAM!”

DOOOOOR……………….DOOOOOOOOOR……..’ dua tembakan berurutan telah dilayangkan Yoora telak pada kepala Sehun yang kini memuncratkan darah segar. Tak tanggung-tanggung, tubuh Sehun ambruk seketika setelah peristiwa mengenaskan tersebut merenggut nyawanya. Memejamkan mata untuk selama lamanya, tawa lebar tercetak jelas di bibir Yoora.

“aku puas, telah melenyapkan bajingan sepertimu Oh Sehun.”

–END—

Cek cek, disini saya kembali melanjutkan pembuatan ficlet bergenre Psyco. Nggak kebayang, aku bisa buat ff ber-genre psyco, padahal aku miris sama hal-hal yang berbau darah dan juga benda tajam. Tapi entah mengapa juga ada ide yang tiba-tiba muncul secara random gitu aja. Maaf juga kalo beberapa kata/kalimat yang nggak bisa dimengerti. Udah gitu aja curhatannya, mohon komennya setelah baca, ya!

–Thank You—

–SEE YOU LATER–

Advertisements

5 responses to “[Freelance] PSYCHOPATH

  1. Door Door! mati juga aku ga kebayang ngeliat darah berceceran author… hahaha… repot, simple, tapi lumayan jelas! horrornya sukses! 🙂

  2. Keren thor…. walaupun agak terlalu singkat buat aku 😁😁
    Kesan karakter psyconya juga dapet. Alurnya juga simple, dan nggak terlalu berbelit-belit 👍👍

  3. Keren ffnya, berasa mereka berdua sama2 psiko gitu. Sebenernya penasaran sih sama awal mulanya yoora bisa jadi kayak gitu tapi gak papalah. Ini aja udah bagus. Semangat terus ya buat authornya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s