[Year-End Special] Pasta

food-italian-lunch-pasta-favim-com-1787090

Pasta

By seanaomi

“Jika aku pastanya, kau adalah kokinya. Bukan begitu sayang?”

.

.

.

.

Musim dingin di bulan Desember benar – benar sangat dingin. Suhunya saja bisa mencapai minus tiga derajat celcius. Kuhabiskan waktu luangku di dapur yang hangat ini. Suara alat – alat masak ini menjadi iringan damai bagi kedua runguku ini. Memasak adalah hobiku.

Kudengar suara pintu apartemen yang baru saja dibuka, oh ternyata dia. Kulanjutkan kegiatanku memasak pasta italia yang menjadi masakan favorit kami. Ya kami, aku dan kekasihku. Kami sangat menyukai makanan khas Italia tersebut.

Sesuatu merengkuhku dari belakang yang tengah memotong pasta panjang ini menjadi lebih pendek dari ukurannya. Kami suka memakan pasta dengan ukuran mie nya yang pendek. “Seokjin-ie..” ucapnya manja padaku. Aku hanya tersenyum mendengarnya, kemudian menghentikkan perkerjaanku dan berbalik ke arahnya. Gadis blasteran inggris itu tersenyum. Ah, Alarice Kim, kau selalu membuatku jatuh akan pesonamu. ”Makanan kita sudah siap, ayo kita makan,” ajakku padanya. Dia kemudian mengambil dab membawa kedua piring pasta itu ke atas meja. Kemudian kami saling duduk berseberangan.

“Aku suka aroma masakanmu ini,” ucap gadis itu sembari menghirup aroma masakanku kemudia memasukkan garpu perak dengan pasta itu ke dalam mulutnya. Gadis ini unik dan lucu. Dia suka makanan seperti pasta dan mie, tapi dia sangat membenci suara ‘slurrp’ ketika seseorang tengah memakan makanan itu. Jadi itulah alasanku selalu memotong pasta panjang itu menjadi ukuran pendek. Dan yah… rasanya juga menurutku lebih lezat saat kau memakannya langsung ke dalam mulutmu tanpa harus mengeluarkan suara ‘slurrp’ yang menganggu nafsu makan.

Aku mulai mencicipi masakanku. Lezat, dengan saus yang kubuat sendiri dari buku resep, pasta yang lembut, sayuran sehat juga hidangan laut seperti daging gurita dan kerang yang kucampurkan di dalam Pasta Vermicelli ini.

“Vermicelli ini sedikit berbeda, apakah pasta pendeknya habis?” tanya Alarice padaku. Gadis berambut coklat itu sudah menghabiskan makanannya. “Iya, yang ada hanya pasta dengan ukuran standar di supermarket. Mereka kehabisan pasta Vermicelli nya,” jawabku.

“Seokjin-a, uhm.. Apakah kau sangat mencintai makanan ini?” tanyanya padaku yang membuatku sedikit bingung. “Tentu saja,” balasku singkat dan dia tersenyum lebar mendengarnya.

“Kalau aku jadi pastanya, kau adalah kokinya ya,” ucapnya senang. Aku pun turut menyunggingkan senyumanku kepada gadis ini.

.

.

.

Dua minggu berlalu sejak gadis itu datang ke rumahku. Aku benar – benar membutuhkannya untuk datang kemari, di apartemenku. Ingin jika gadis itu menemaniku disini untuk memakan pasta bersama. Tak perlu menunggu lama, nyatanya gadis ini selalu menjadikanku sebagai prioritasnya. Aku tersenyum dan menyambutnya dengan hangat di depan pintu. Menciumnya dengan lembut hingga rona merah muncul di kedua pipinya, manis seperti saus pasta.

“Aku baru akan membuat Vermicellinya,” ucapku lalu melangkahkan diriku ke arah dapur. Gadis itu mengikutiku. “Akan kubantu,” tawarnya.

“Oh, tentu saja sayang. Kau memang harus membantuku.”

Kelas memasak sudah dimulai. Kusiapkan peralatan masak yang kubutuhkan: panci, pisau, saringan, minyak zaitun, dan bla bla bla ok, semua sudah siap. Kuambil air dari keran dan merebusnya. Sembari menunggu air mendidih kuambil pasta ukuran besar ini dan memotongnya menjadi lebih pendek agar seperti vermicelli yang kurus, tipis, namun pendek. Sedikit sulit memotongnya kali ini.

“Hey sayang, kau bilang mau membantuku. Maka buat ini berjalan lancar ok. Jangan menggangguku,” ucapku sedikit kesal pada kekasihku yang membuat keributan disampingku. Oh, Alarice, bisakah kau diam. Suaramu yang cempreng ini menggangguku. Ini bukan konser Coldplay ok? Kenapa kau bernyanyi dengan kencang disampinku yang sedang sibuk ini?

“Sayang, bisa kau serahkan sausnya padaku? Akan kubuat saus pasta vermicelli ini manis seperti kamu,” ucapku dengan tersenyum manis ke arahnya. Dan…

Agrh, sesuatu mendorongku dengan keras hingga aku terjatuh. Apa – apaan ini? Kulihat Alarice berdiri di depanku dengan menumpahkan saus kami. Gadis itu baru saja menendangku dengan kuat.

Baru saja aku ingin bangkit berdiri, gadis itu segera melemparkan mangkuk yang ada di sebelahnya ke arahku, untung tidak mengenaiku. Kulihat dia segera berlari menjauhiku.

“Hey sayang, kau mau kemana? Airnya sudah hampir mendidih,” ucapku. Dia berlari ke arah pintu apartemen milikku sembari membawa saus itu kemana – mana hingga mengotori lantai putih tempat ini.

“Pintunya dikunci sayang. Kuncinya aku bawa,” jawabku santai dengan menunjukkan sebuah kunci pintu dengan tangan kananku. Sebenarnya apa yang terjadi dengan gadis itu sih? Kenapa dia selalu menjauhiku ketika aku mencoba mendekatinya. Nah, sekarang dia malah pergi ke arah balkon apartemen.

“Hey, kau nanti jatuh jika disana sayang. Kau jangan berbuat aneh – aneh,” ucapku panik melihatnya berdiri di dekat pagar pembatas balkon. Keringat dingin membasahi wajahnya yang cantik itu. Terlihat jelas jika gadis itu benar – benar kacau.

“Bukankah sama saja jika kau berada disana atau saat kau makan denganku nanti?” ucapku.

“Kau lapar bukan? aku juga. Lihat, air rebusannya sudah mendidih. Pastanya harus segera dimasukkan,” jawabku memelas

 

 

 

 

 

“Bajingan kau Kim Seokjin!!”

Huh, dia bahkan mengumpat padaku. Apa salahku sih? Aku selalu saja menuruti semua keinginannya. Bahkan aku pun sekarang juga sedang berusaha mengabulkan keinginannya. Wanita benar – benar aneh dan sulit dimengerti.

Fin

Note : Pasta Vermicelli itu adalah sejenis spaghetti, namun ukurannya lebih kecil dan lebih pendek.

Advertisements

11 responses to “[Year-End Special] Pasta

  1. “kalau aku jadi pastanya, kau adalah kokinya ya”
    “Sembari menunggu air mendidih kuambil pasta ukuran besar ini dan memotongnya menjadi lebih pendek agar seperti vermicelli yang kurus, tipis, namun pendek. Sedikit sulit memotongnya kali ini”
    “Dia berlari ke arah pintu apartemen milikku sembari membawa saus itu kemana – mana hingga mengotori lantai putih tempat ini”
    “Bukankah sama saja jika kau berada disana atau saat kau makan denganku?”

    jadi itu yg dipotong sama seokjin tuh anggota tubuhnya Alarice ya? dan saus yg berceceran dilantai yg dimaksud sama seokjin tuh darahnya alarice?
    bener ga sih? haha duhh otak dungu ya gini, gabisa mikir yg beginian :’v pokoknya yg jelas ini ff nya bagus, keren banget..
    ditunggu ff yg lainnya. fighting author ^^

    • Hai riska, terimakasih ya sudah membaca.
      Hehehe, iya betul banget, yang dipotong salah satu anggota tubuhnya alarice, wkwkwk.

      Terimakasih, ditunggu yang lainnya 🙂

  2. Kirain bakal romantis, trnyta nyeremin-_- wkw. Awalnya agak bgg sih kak, tp akhirnya nangkep jg mksdnya gmn. Si jin trnyt psikopat ya. Dtgg cerita2 selanjutnya. Ak readers barumu kak, salam kenal^^ fighting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s