[Freelance] 4th. Meet a enemy.

reincarnation

Author : Naurah37

FB/Twitter+IG :  Naurah/@Naurah37

Hwang Rara – Park Chanyeol – Claryn  – Andreas Kim

Leana-Lenata. And other cast.

Romance, fantasi, friendship and family.

PG-15

Summary :

Hwang Rara. Seorang gadis yang bisa menghapus kutukan jika ia mengetahui ingatan di kehidupan sebelumnya. Tetapi bagaimana ia bisa mengingat jika ingatannya dicuri oleh seseorang yang hidup seperti vampire. Dan jangan lupakan tentang seseorang yang paling ditakuti dikegelapan yang sedang mengincarnya.

Disclaimer:

Cuma imajanisi seorang fangirl yang doyan fantasi. Jangan plagiat, plagiat  = nyuri, nyuri = dosa. *dilempar

 

 

Previous >> Chapter 1Chapter 2Chapter 3

 

 

 

“Hey..bangunlah..” ujar seorang gadis berusaha untuk membangunkan Rara yang. “Sepertinya ia sangat kelelahan. Hey sadarlah..” tukas gadis itu.

“Eghh..” desah Rara ketika matanya terbuka. Dan segera menjauh, dari tempatnya. Berguling dari tempatnya hingga ia mengambil posisi duduk. Menatap takut gadis dihadapannya. “Si-siapa kau?”

“Aku Lenata. Aku tinggal di sekitar sini,” ujar gadis itu memperkenalkan diri.

“Lenata?”

“Ya.. kau pasti Rara bukan?” tanya gadis itu dengan sebuah senyuman.

“Bagaimana kau tahu?”

“Jika kau mengenal Chanyeol. Aku pasti juga akan mengenalmu,” jelas Lenata.

“Chanyeol..” gumam Rara. Dan seketika Rara mengepalkan kedua tangannya.

“Sebaik kau kembali ke rumah. Banyak orang jahat yang ingin membunuhmu,” lanjut Lenata. Rara menggeleng. “Kenapa?”

“Mereka sama saja. Orang di rumah sama saja. Mereka tidak jauh berbeda dengan orang jahat di luar sana,” dengus Rara. Lenata menggeleng tanda tidak setuju.

“Kau salah. Sangat salah. Mereka adalah orang-orang yang menyayangimu, orang-orang yang akan selalu bersamu, orang yang sudah lama menunggumu. Kau pikir siapa yang sabar menunggu reinkarnasi hingga ratusan jika mereka bukan orang-orang yang tulus?” Rara mencerna setiap perkataan yang Lenata ucapkan.

Ya, gadis itu benar. Tapi apa mereka harus seperti itu? membohonginya seperti orang bodoh?

“Aku akan menceritakanmu suatu hal. Kuharap kau mau mendengarnya,” Rara mengangguk. “Ayo kita bercerita sambil mengantarmu kembali ke rumah,” Dan kembali Rara mengangguk seraya bangkit berdiri dan menyamakan langkahnya pada gadis yang baru saja ia kenal.

“Dahulu.. negeri ini hidup dengan damai, tentram, dan orang-orang saling berbahagia satu sama lain,” Lenata menghembuskan napasnya. Berjalan disekitaran jalan setapak danau yang ditumbuhi pohon rindang.

“Tapi  kehidupan seperti itu hanya mimpi untuk saat ini. Karena semua berubah ketika pengkhiantan kepada sang raja terjadi. Mereka yang berkhianat menghancurkan semua penduduk dengan sebuah kutukan yang membawa dampak sangat buruk bagi penghuni negeri ini,”

“Aku tahu hal itu,” sahut Rara dingin. Lenata hanya tersenyum ketika mendengarnya.

“Sampai pada akhirnya, seorang peramal kerajaan mengatakan akan ada seseorang yang menyelamatkan negeri ini dari kutukan itu,” Lenata menjeda ucapannya sejenak.

“Dan di saat itu tiba sang raja hanya bisa menangis karena seseorang itu adalah darah dagingnya sendiri. Si putri kecilnya yang baru saja lahir ke dunia,” Lenata menghentikan langkahnya. Menatap danau.

“Kau pikir, ayah mana yang tega mengorbankan anaknya? Tapi, ya.. ia tidak mempunyai pilihan. Hingga tepat usia si anak berumur tujuh belas tahun si anak mengetahui semua itu,”

“Terkejut? Tentu. Siapa yang tidak terkejut jika kau mendapat sebuah tugas untuk menyelamatkan satu dunia. Dan jangan lupakan siapa yang kau lawan. Seorang pria yang tidak mempunyai belas kasihan, penggila kekuasaan, memiliki sekutu iblis yang besar, dan juga ia si penguasa kegelapan,”

“Dan gadis itu mati,” ujar Rara dengan intonasi tidak bersahabat.

Lenata mengangguk. “Ia menghilang tepat saat ia akan menyatukan krystal cahaya yang bisa menghapus kutukan itu,”

“Dan gadis itu kembali. Kembali setelah banyak orang yang mengambil hal penting darinya,” ujar Rara ketus. “Tapi, apa fungsi krystal itu? Dan.. apa krystal itu yang menyebabkan pengkhianatan?” Lenata menatap Rara aneh. Gadis itu tahu tentang krystal. Tapi ia tidak mengetahui apapun tentang krystal itu

“Krystal itu ajaib, Rara. Ia bisa mematahkan sihir atau kutukan apapun di dunia ini. Ingat apapun. Dan dia mampu melindungimu dari segala jenis sihir apapun. Banyak orang yang tergoda termasuk si kegelapan,”

“Kau. Kau tidak mengambil krystal itu seperti kegelapan. Jadi kau tidak tergodakan?” Lenata menggeleng tanda tidak setuju.

“Jika aku bisa hanya untuk sekedar menyetuhnya. Mungkin aku sudah melakukan seperti yang kegelapan lakukan. Tapi aku tidak bisa. Krystal itu hanya bekerja pada seseorang yang lahir di tanggal bulan tahun ganjil saat purnama,”

”Merepotkan sekali. Dan sangat disayangkan ternyata orang yang merepotkan itu aku,” dengus Rara.

“Dan itu harus dilakukan oleh seseorang yang sama,” lanjut Lenata.

“Jadi harus ada dua orang?” Lenata mengangguk. Sekarang ia mulai mengerti mengapa Rara terlihat buta tentang segala hal yang berhubungan dengan krystal itu.

Chanyeol tidak memberi semua ingatan gadis itu. Dan pertanyaanya saat ini adalah apa tujuan Chanyeol sebenarnya?

“Jadi, ada dua orang yang sama terlahir seperti itu?”

“Bukan dua. Tapi tiga, termasuk kau si putri raja,”

“Mengapa mereka tidak melakukannya? Tanpa aku, mereka bisa menyelamatkan dunia ini bukan?”

“Apa kau tidak mengerti, Rara-ah? Andai hal itu bisa terjadi. Mereka akan melakukannya sejak dulu,” Rara terdiam sejenak. Berusaha mencerna perkataan yang Lenata katakan padanya. Lalu ia mulai mengerti apa yang di maksud Lenata.

“Salah satu dari mereka, ada si kegelapan itu?” tanya Rara yang menatap danau dihadapannya dengan kosong.

“Ya.. salah satu dari mereka adalah si kegelapan,” Rara menatap Lenata bertanya. “Jadi.. dimana seorangnya lagi sekarang?”

“Dia ada. Aku lihat dia merasa amat bahagia dan khawatir berlebih saat ini,”

“Bahagia? Khawatir berlebih?”

“Hem.. ia bahagia karena ia mencintai seseorang. Dan ia merasakan khawatir karena takut seseorang itu membencinya, dan menjauhinya.” dan seketika Rara membeku. Ucapan gadis ini..

 

Dejavu.

 

OoO

“Bagaimana? Kalian menemukannya?” tanya Claryn ketika melihat lima pria dihadapannya kembali. Dan yang dapatkan hanya gelengan.

“Kita baru saja bertemu dengannya. Tetapi sekarang ia sudah hilang…” desah Jongin kesal.

“Chanyeol-ah, apa kau tidak bisa mengetahui dimana Rara?” tanya Suho. “Kau bisa mendengar dimana dia berada bukan?”

“Tidak bisa hyung. Aku tidak mendengar suaranya dimanapun,” ketika Chanyeol mencoba mengikuti saran Suho.

“Bagaimana ini?” Dan ketika Claryn mengarahkan pandangannya kearah pintu gerbang terlihat gadis  yang saat ini sedang dicari-cari. Dan gadis itu bersama…Lenata? Mata Claryn membulat seketika.

Rara, dengan Lenata.

Dengan segera Chanyeol mendekat kearah gadis itu, menariknya paksa untuk menjauh dari gadis kegelapan itu. Dan yang ia dapat hanya Rara yang melepaskan cengkramannya.

“Ikut aku,” Chanyeol kembalo

“Tidak mau,” tolak Rara dan kembali melepaskan cengkramannya.

“Hwang Rara,”

“Jangan panggil namaku dengan mulut iblismu itu!” ucap Rara penuh penekanan ketika Chanyeol memanggilnya. Chanyeol menatap gadis itu tidak percaya. Ini benar Raranya? Gadis polos itu?

“Hwang Rara!” peringat Claryn.

“Dia memang seperti itu, Unnie. Aku tidak salah berbicara,” bantah Rara seraya menatap Chanyeol tajam.

“Ah.. perkenalkan ini temanku, Lenata. Dia yang membantu sampai kesini. Dan dia juga menceritakan banyak hal-yang-pria-ini-ambil-dariku!” eja Rara dengan tatapan yang sama pada Chanyeol. “Semua yang gadis itu ceritakan sama dengan yang pengkhianat itu ucapankan,” hati Chanyeol mencelos mendengar panggilan dari gadis itu untuknya. Apa seburuk itu dirinya dimata gadis itu saat ini?

“Kau tahu siapa gadis itu?” tanya Suho seraya menunjuk gadis disamping Rara.

“Dia temanku.”

Suho menggeleng tanda tidak setuju. “Bukan, dia bukan temanmu. Tapi dia, teman dari gadis yang menyerangmu.”

 

 

Claryn menutup pintu ruangan perlahan. Membiarkan kedua orang di dalam, merenungkan hal yang mereka lakukan.

“Bagaimana?” tanya Suho ketika melihat kehadiran Claryn.

“Buruk,”

“Seburuk itukah?”

“Aku bahkan tidak tahu akan menjadi lebih buruk apalagi,” renggut Claryn dan di duduk sofa ruang tengah.

“Ah.. kau berhutang cerita padaku, gadis kegelapan.” Lenata menatap Claryn. Ia tahu ucapan itu untuknya.

Menarik napas sejenak. “Aku akan menceritakan apapun yang ingin kau dengar.”

OoO

Tidak ada percakapan. Hanya saling diam.

“Selamat ulang tahun..” Chanyeol membuka percakapan dengan ucapan selamat. Ini masih hari ulang tahun gadis itu. Jadi tidak salah jika ia mengatakannya.

Rara hanya berdecih. Lalu memutar bola matanya sesaat.

“Aku tahu kau marah. Tidak apa, kau pantas untuk itu,” Gadis ini tetap tidak menatap Chanyeol sedikitpun.

Chanyeol berharap gadis ini menatapnya kembali. Bukan tatapan kebencian yang gadis itu berikan terakhirkalinya.“Aku-“

“Apa kau sedang mengasihiniku?” Rara menatap Chanyeol sesaat. Lalu menatap luar dari jendela disamping kirinya

“Tidak perlu. Aku tidak membutuhkan itu,” lanjut gadis itu, dan menatap lurus pada pemandangan di luar halaman yang dipenuhi bunga.

“Kau berpikir seperti itu?” tanya Chanyeol.

“Kau pikir apalagi yang aku pikirkan?” tanya Rara balik.

“Aku pikir kau bukan seseorang yang harus dikasihani. Kau bisa berdiri dengan dirimu sendiri. Kau memiliki kepercayaan tinggi, sampai-sampai kau mempercayai seseorang terlalu cepat.”

“Apa itu suatu hal yang salah?” tanya Rara sarkatis.

OoO

“Aku tidak tahu apa yang gadis itu pikirkan hingga membawa Lenata kesini,” ujar Sehun tidak percaya.

“Pasti kepalanya terbentur sesuatu,” sahut Jongin.

“Bukan, otaknya hanya bergeser,”

“Ya, bergeser sangat jauh..” Kyungsoo menatap keduanya jenuh. Sampai kapan mereka akan mengeluarkan spekualisasi yang tidak masuk akal ini?

“Pernahkah kalian berpikir, bahwa tidak ada orang di dunia ini yang bisa kalian percaya?” Kyungsoo membuka suara. Setelah sekian lama diam melihat mereka yang mengeluarkan isi kepala seperti yang ia bilang tadi; tidak, masuk, akal.

“Aku pernah..” Sehun mengaku.

“Bagaimana rasanya?”

“Rasanya, seperti dunia sedang mencoba menusukku dari segala arah. Seperti dunia tidak bisa membuatku yakin siapa yang harus berada atau disampingku saat itu.”

“Dan itulah yang gadis itu rasakan saat ini.” Ucapan Kyungsoo sukses membuat dua orang itu terdiam seketika.

OoO

“Aku tahu gadis itu menyukaimu. Dan aku tahu gadis yang menyerangku adalah cinta masa lalumu. Keren sekali bukan?” Chanyeol menatap gadis itu yang terlihat lebih tertarik menatap luar dibanding lawan bicaranya. Menebak-nebak apa sebenarnya inti pembicaraan gadis ini.

“Kembalilah.. Hyung-mu, merindukanmu,” hati Chanyeol mencelos. Apa gadis ini benar-benar membencinya? Hingga gadis ini memintanya untuk kembali.

“Kau sadar apa yang kau katakan?” Chanyeol memastikan setiap kata yang gadis itu lontarkan hanya igauan dari kekecewaan gadis ini.

Ia sudah berjanji sebelumnya, ia tidak akan pergi dari gadis ini sebelum gadis itu yang memintannya.

“Tidak. Aku tidak tahu apakah aku sadar atau tidak,” ujar gadis ini parau. Nyaris kehilangan suaranya. “Aku menyakini diriku sadar. Tapi, di sisi lain mengatakan bahwa ini hanya bualan kekesalanku yang sedang terantuk-antuk dalam kekecewaan,” Rara menangkup wajahnya dengan kedua tangan. Tangisnya pecah. Ia lelah menangis, tapi banyak hal yang membuatnya menangis. Dan hal terbesar itu, adalah tentang pria yang duduk dihadapannya saat ini.

Dia ingin pria itu menjauh, tapi ia tidak ingin pria itu menjauh barang satu jengkal darinya.

Chanyeol menatap gadis ini diiringi isakan yang gadis suarakan. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia tidak bisa menyuruh gadis ini untuk berhenti menangis.

Tidak. Ia tidak bisa melakukan hal itu.

Gadis ini sedang melepaskan sedikit demi bebannya. Dan yang dapat ia lakukan hanya mendekat, dan merangkul gadis itu erat. Mereka berdua pernah mengalami hal situasi ini. Tapi dalam tokoh penjahat yang berbeda.

Dahulu Leana. Sekarang ada dia, Park Chanyeol.

Dan ia mengutuk semua kejahatannya.

OoO

Tempat ini akan selalu terlihat suram dan kelam. Hawa kejahatan tidak akan bisa hindari. Dan jangan salahkan tempat ini, dahulu tempat ini adalah tempat terbaik di penjuru negeri.

Ya.. sebelum pria kegelapan itu mengambil kekuasaan raja.

“Salah satu dari kita telah berkhianat. Ini bukan yang pertamakalinya bukan?” tanya Senra dari singasanannya kepada dua orang dihadapannya.

“Maafkan kami karena tidak bisa mencegahnya, Tuan,” ujar salah satu dari mereka –Elden-. “Kami akan membawa mereka kembali,” lanjutnya.

“Tidak perlu. Sekali pengkhianat mereka akan terus menjadi pengkhianat. Biarkan mereka datang dengan sendirinya. Datang setelah mereka mengkhianati kubu mereka saat ini,”

“Mengkhianati?” terdengar tanya dari gadis dihadapan Senra.

“Ya.. buat mereka mengkhianati kubu mereka sendiri. Kau mengerti maksudkukan, Leana?” seringai terlukis dengan baik dengan baik di wajah Leana. Begitu juga dengan Elden.

“Aku sangat mengerti, Tuan.”

“Dan kalian bisa memulainnya, sekarang.”

OoO

“Jadi, sudah berbaikan?” Claryn menatap Chanyeol dan Rara bertanya. “Semua sudah kembali seperti semula bukan?” dan di jawab oleh anggukan mereka berdua. “Baguslah. Aku pikir kalian berdua idiot untuk terlalu lama berpikir jernih,” ucapan Claryn sukses membuat Chanyeol dan Rara menatapnya tajam.

“Aku satu-satunya orang yang tidak akan mempan oleh tatapan itu. Jadi percuma saja..” Claryn tidak menggubris tatapan itu. “Cepat makan! Banyak bertengkar membuat kalian menjadi jelek seperti zombie peliharaan si kegelapan,” lanjut Claryn seraya menyodorkan makanan dihadapannya.

Rara bergidik geli, bagaimana ia bisa makan jika kakak sepupunya baru saja memberinya sebuah bayangan menjijikan untuknya? Zombie, makhluk yang kulitnya penuh busuk.

Heul… itu menjijikan.

“Aku akan keruang tamu. Habiskan, atau kubunuh kalian..” ancam Claryn. Rara mencibir, bunuh bagaimana? Melihat ekor cicak putus saja dia menjerit.

“Ayo makan..” berbeda dengannya, pria disampingnya terlihat berbanding terbalik dengannya.

“Chanyeol.. makanan itu tidak akan pergi kemana-mana..” sergah Rara yang melihat Chanyeol begitu cepat saat menyantap makanannya saat ini.

“Ah… aku terlihat menjijikannya? Aku hanya lapar. Sejak malam aku belum makan apapun,” ujar Chanyeol seperti anak kecil. Rara tersenyum kecil. Terkadang pria menyebalkan ini bisa bertingkah seperti bocah lima tahun jika merasa dirinya buruk.

Gadis ini menggeleng lalu menangkup pipi kiri pria ini. “Tidak. Aku hanya takut kau tersedak. Lanjutkan makanmu. Aku akan mengambilkan minum untukmu.”

Aku sudah mempunyai sebuah keputusan. Dan keputusanku, adalah mempercayaimu. Dan itu sebuah keputusan yang tidak akan pernah aku rubah…

Kapan pun.

OoO

Hanya ada Rara dan Chanyeol yang berada di rumah. Semua penghuni kecuali mereka berdua sedang melakukan aktifitas di luar –termasuk Lenata-. Ya, walau Claryn ragu, pada akhirnya gadis itu menerima Lenata untuk menghuni rumah ini.

Ketenangan mereka terusik ketika merdengar seperti banyak ledakan di halaman depan rumah. Segera bergegas menuju tempat itu.

Dan tepat ketika mereka menginjakkan kaki di teras, seorang gadis tersungkur karena sihir yang dilemparkan oleh lawannya.

“Lenata!” seru Rara segera bergegas mendekat kearah Lenata. Dan secepat kilat Chanyeol menahan gadis itu. Menggeleng tanda ia tidak mengizinkan gadis itu mendekat. “Kenapa? Dia butuh pertolongan! Lihat, dia bahkan sudah hilang kesadaran!” seru Rara seraya menunjuk ke arah Lenata.

“Rara-ah..” Chanyeol kembali mencegah. “Kau harus melihat siapa yang di lawan gadis itu..” Rara membalikan badannya. Dan seketika tubuhnya Rara menegang. Ia tahu siapa mereka. “Aku tidak ingin kau terluka. Tetap berada disampingku. Aku berjanji kita bisa menyelamatkan Lenata,”

“Tapi, Lenata..”

“Tidak buruk untuk yang satu ini…” seringai Leana seraya mendekat kearah Lenata. “Ini lebih baik bukan dari yang kemarin?” tanyanya acuh pada patnernya. Rara menatap gadis itu ngeri. Bagaimana ia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa?

“Ya, lebih baik dari yang kemarin. Leana, tidakkah kau ingin menyapa penonton kita?”

“Oh hai! Park Chanyeol!” sapa Leana pada Chanyeol seraya melambaikan tangan. “Dan.. lama tidak berjumpa, Rara-ssi,” Leana dengan senyum tanpa dosanya. “Semoga kau tidak trauma atas pertemuan pertama kita,” lanjutnya.

Rara tidak membalas sapaan itu. Ia terlalu sibuk berpikir bagaimana ia menyelamatkan Lenata saat ini. Darah gadis itu sudah mengalir terlalu banyak. Gadis ini bisa mati jika dibiarkan.

Elden yang melihat tatapan membunuh dari Chanyeol yang diberikan padanya. Lalu perhatiannya teralih pada genggaman erat tangan Chanyeol pada gadis dihadapannya.

“Sepertinya hubunganmu dengan gadis ini berjalan dengan sangat baik,” tukas Elden. “Biarkan ia menyelamatkan pengkhianat ini. Kami tidak akan melukainya sedikitpun,”

“Apa maumu sebenarnya, Elden?” tanya Chanyeol dingin.

“Aku? Kau tahu apa mauku. Aku menginginkan gadis yang berada disampingmu,”

“Gadis ini? Kau-”

“Aku bukan hal yang bisa kau inginkan, Elden Park..” ucap Rara memotong perkataan Chanyeol. Dan itu sukses membuat Leana tertawa.

“Lihat gadis sialan ini. Merasa ada yang melindunginya ia bertingkah seolah-olah dia adalah seorang putri,”

“Aku memang seorang putri jika kau tidak lupa..” dan sekarang seringai terpasang di wajah Rara. Terlihat puas atas perubahan wajah Leana. “Pergi atau..”

“Atau apa?!” tanya Leana menatang.

“Atau kalian akan menyesal,” dan detik itu juga Rara dan Chanyeol melemparkan sihir pada kedua orang itu. Mereka saling menyerang satu sama lain.

“Kau belajar sihir dengan baik, Putri yang terbuang..” ejek Leana pada Rara yang berdiri dihadapannya.

“Maafkan aku, tapi aku bukan putri yang terbuang!” dan di saat itu Rara melemparkan sihir yang sukses membuat Leana terlempar jauh. “Mari kita lihat. Siapa yang sebenarnya di buang saat ini,” dan kembali Rara melempar sihirnya. Leana yang belum menyeimbangkan dirinya kembali terlempar. “Bangun! Kau seperti sampah jika seperti ini!” perintah Rara dengan kemarahannya. Ia tidak bisa menahan kemarahannya.

Chanyeol yang menyadari hal itu hanya menatap tidak percaya. Kemarahannya gadis terlalu meledak-ledak saat ini.

“Gadismu, berbakat menjadi penjahat..” komentar Elden sukses membuat Chanyeol yang sedari tadi sudah muak menjadi tambah muak. Tidak ada yang boleh membuat gadis itu menjadi penjahat.

“Simpan komentarmu,” dan setelah itu terlihat Elden yang terhempas tidak sadarkan diri.

Chanyeol mengusap dahinya. Huh.. sepertinya mantranya terlalu kuat hingga membuat seorang Elden terkapar.

“Maafkan aku, Elden,” Ujar Chanyeol tanpa penyesalan. Dan dengan segera Chanyeol mendekat kearah gadis itu. Menahan pergelangan gadis itu tepat sebelum gadis ini melontarkan sihirnya kembali. “Berhenti. Aku tahu kau membenci mereka. Tapi jika kau membunuh mereka, kau sama saja dengan mereka..” ujar Chanyeol pelan berusaha menenangkan gadis dihadapannya.

“Mereka menyiksa banyak orang di luar sana. Dan orang-orang itu adalah rakyatku!” sunggut Rara menatap Leana yang terkapar penuh dengan kebencian. “Bukan hanya sekali. Bukan juga dua kali! Mereka melakukannya seperti itu adalah aktifitas sehari-hari!”

“Aku tahu. Tapi kau bukan penjahat seperti mereka bukan?” Rara menutup matanya. Mengatur deru napasnya yang memburu.

“Bukan,” mata Rara membulat seketika ketika melihat Leana bangkit dihadapannya. Dengan Elden yang di sanggah oleh gadis itu.

“Aku akan kembali. Dan kupastikan kau akan menyesal saat itu.” dan seketika gadis itu hilang dari hadapannya. Rara mengepalkan kedua tangannya. Menyesal karena seharusnya ia memang harus membunuh mereka.

“Kau tidak harus membunuh untuk membalasnya,” ujar Chanyeol seraya menggengam tangan gadis itu. “Ada seribu satu cara untuk membalas perbuatan mereka,”

“Dan sepertinya, seseorang harus belajar mengendalikan kemarahannya,” ujar Chanyeol seraya menatap sekitarnya yang terlihat sangat kacau karena gadis ini.

Rara memutar bola matanya jengah. “Ingat, bukan hanya aku yang menghancurkannya! Lepas, aku harus mengobati Lenata,” Dengus Rara seraya menghempaskan gengaman Chanyeol. Berjalan menjauh dari Chanyeol, mendekati Lenata yang terkapar.

“Ah.. dan jangan mencari kesempatan dalam kesempitan, Mr Park!” ujar Rara membalikan badannya sesaat seraya menaikan tangan kirinya yang baru saja pria itu genggam. Lalu kembali berjalan.

Dan setelah itu terdengar suara tawa Chanyeol yang memecah keheningan.

“Perlu bantuan?” tawar Chanyeol ketika melihat gadis ini kesulitan memapah Lenata.

“Kau memang harus membantuku kuping caplang.” dengus Rara.

“Tarik ucapanmu atau aku tidak akan pernah membantumu.”

.

.

.

“Woah woah woah… Adik kecil kita hebat sekali!!!” puji Sehun berlebihan seraya mengancungkan dua jempol pada Rara. “Hyung juga!” lanjut Sehun.

“Tapi kalian benar baik-baik saja?” tanya Kyungsoo yang ditunjukan untuk Rara dan Chanyeol.

“Aku baik, tapi dia tidak. Kyungsoo Oppa, kau bisa menyembuhkannya bukan?” tanya Rara seraya menunjuk kearah Lenata yang terbaring di ranjang.

Chanyeol mendelik. Sejak kapan gadis ini memanggil Kyungsoo dengan embel-embel Oppa?

“Yak.. Aku dan Kyungsoo lebih tua aku. Tapi kau tidak pernah memanggilku Oppa. Kau tidak tahu sopan santun,”

“Eyyy… ada yang cemburu rupanya,” goda Sehun dan Jongin bersamaan.

“Maafkan aku. Aku akan memanggilmu dengan sepantasnya,” permintaan maaf Rara lalu menundukan kepala sejenak.Chanyeol mengangguk setuju. “Chanyeol Sunbaenim. Maafkan atas kelancangannku selama ini.” mata Chanyeol membulat sempurna. Bukan ini yang ia maksud.

Heish.. gadis ini tidak peka sama sekali. Terdengar suara tawa Jongin, Sehun dan jangan lupakan Kyungsoo yang juga tertawa.

Chanyeol menatap gadis itu kesal, dan gadis ini hanya membalasnya dengan senyum jahil.

Chanyeol mensejajarkan wajahnya dengan wajah gadis itu. Lalu mengatakan dengan nada yang sebenarnya hampir terdengar  seperti bisikan.“Aku tidak akan tinggal diam kau tahu. Kau lihat pembalasanku nanti, Hwang Rara.”

“Akan aku tunggu saat itu.” tantang Rara.

.

.

.

.

.

TBC….

 

Hoah mau minta maaf aja sebelumnya karena telat intoduce cast *dilempar. Sumpah gegara nggak baca rules jadi gini ceritanya. Dan jujur baca-baca komenan kalian yang rada bingung juga bikin tambah nyesel T____T

 

Oke sedikit  penjelasan aja buat beberapa hal yang mungkin rada bikin bingung.

 

  1. Siapa chanyeol?

Chanyeol itu suami saya /ditabok :v . nggak ding, nggak salah lagi maksudnya/ditabok lagi.

Oke serius, chanyeol itu penyihir. Dan kalau dari kalian ada yang mikir dulu chanyeol itu penyihir jahat, yes that right! Chanyeol emang alumni dari genk kakek tua yang dicerita bisa disebut senra.

  1. Rara itu renikarnasi?

PINGPUNG! Ya, si Rara itu reinkarnasi. Tapi bukan cuma reinkarnasi ingatan. Tau reinkarnasikan? Istilah dari hidup kembali? Dan di masa lalu kita punya kehidupan? Dan Rara itu reinkarnasinya kek gitu. Reinkarnasi kehidupan dan ingatan yang pasti jadi satu.

Dan bukan chanyeol yang buat si rara reinkarnasi. Tapi setiap penyihir pasti bereinkarnasi.

 

Ngerti kagak?  Bingung ngejelasinnya T___T

  1. Siapa suho? Siapa claryn? Or dkk :v

Bisa dibilang mereka itu sejenis/? Perkumpulan penyihir baik. Iya begitu.

  1. Chanyeol punya saudara kembar?

Yaps. That is Elden park. Tapi elden bisa diliatkan memihak kemana…

  1. seharusnya rara it sdh bereinkarnasi saat 17 tahun ???

bukan reinkarnasinya. Tapi semacem, kalau kita reinkarnasi memori di kehidupan sebelum kita itu bakal kembali/kita tahu pas kita umur 17 buat di dunia sihir. Dan buat semua rakyat negeri sihir yang reinkarnasi juga bakal kayak gitu kalau dia reinkarnasi.

Tapi si tengil chanyeol ngambil ingatan rara di masa lalu. Ya istilahnya di curi buat sementara waktu lah. Nah buat selanjutnya bisa diliat di next chapter. Ingatan apa aja yang si ceye ambil.

  1. Rara itu putri?

Ya, putri . putri dikehidupan yang dulu dan tetap putri walau dikehidupan dia sekarang.

 

Hah… keknya segini dulu. Kalau masih bingung masih di buka sesi tanya.

 

Oke. Sekian dari saya, lebih nya saya ambil kurangnnya tolong di tambahain. Sekian^^!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s