[Freelance] Serendipity (Chapter 6)

serendipity-2

 

Author : lightmover0488
Main Cast : Byun Baekhyun, Park Yeolhee, Kim Jongin
Support cast : Lay, Do Kyungsoo, Luhan, Kim Jongdae
Genre : Romance, Sad, Fluff, PG 17
Lenght : Chaptered

Disclaimers : Cerita ini milikku^^

Prev chapter : Chapter 1 , Chapter 2 , Chapter 3 , Chapter 4

, Chapter 5

 

CHAPTER 6 : Different on You

 

Yeolhee POV

Semua indra yang ada di dalam tubuhku serasa diaktifkan saat aku seperti di lempar dari dunia mimpi. Hal pertama yang aku rasakan adalah kepalaku sangat berdenyut, dan tubuhku? Astaga, untuk menggerakkannya saja itu sangat menyakitkan apalagi di bagian bawah.

Potongan – potongan kejadian semalam langsung bermunculan di kepalaku, menambah kesan pening yang semakin menghujam. Aku benar – benar membenci Byun Baekhyun yang sayangnya sudah menjadi suami sah ku!
Aku mencoba membuka mataku setelah beberapa menit, dan wajah baekhyun lah yang pertama menyambut pagi suramku.

Dia masih memejamkan matanya, huft—lebih baik aku kabur dari sini.
Tapi aku segera meringis saat kakiku dihimpit oleh kakinya, bahkan tangan baekhyun terasa begitu berat melingkari pinggangku. Ya tuhan, bagaimana bisa pria di hadapanku ini menjadi suamiku? Aku jadi ingin menangis lagi. Ayah, sepertinya ayah salah menjodohkanku dengannya. Lihatlah perbuatannya padaku semalam, aku rasa kemarin akan bertemu denganmu di surga.

“Nghh—“
Aku terkesiap saat baekhyun sepertinya terbangun karena aku menggeliat minta dilepaskan, aku seperti tidak bisa merasakan vaginaku. Bahkan aku merasa sepertinya bagian pinggulku kebawah sudah menghilang begitu saja.
“Kau sudah bangun,” Dia berkata datar dengan suara parau kepadaku, aku menunduk diam. Entahlah aku ingin sekali menghajar Baekhyun tapi aku terlalu takut untuk melakukannya.

“Akkkhh—“
Aku menjerit tertahan saat baekhyun baru saja mengeluarkan juniornya dari vaginaku. Jadi semalam dia tidur dengan miliknya yang masih di dalam milikku?
“Aku ketiduran sampai tidak melepaskannya,” Jelas baekhyun tanpa dosa, air mataku mulai menggenang. Pantas saja vaginaku seperti mati rasa. Kenapa baekhyun berlaku sangat kasar padaku?
“Kenapa kau menangis lagi, ck!”
“Kau Brengsek! Tidakkah kau sadar ini sangat menyakitiku!” Aku berteriak padanya sambil terisak keras. Aku tidak peduli dia akan marah setelah ini. Toh aku sudah berniat akan berteriak minta tolong jika baekhyun melakukannya lagi.

“Sudah aku bilang kau tidak akan bisa berjalan setelah ini,”
“Kau memang—Hiks—sudah tidak waras,”
“Coba aku lihat,”
“Jangan menyentuhku!” Aku histeris saat baekhyun tiba – tiba terduduk dan menyibakkan selimut yang menutupi tubuhku. Tapi tangannya dengan cepat membuka sedikit kedua pahaku yang sontak membuatku memekik karena merasa begitu ngilu disana.

“Mungkin air hangat akan sedikit membantu,”
Belum sempat aku mencerna kata – katanya, baekhyun segera menggendongku dan berjalan menuju kamar mandi. Aku semakin menangis dan meronta memikirkan perlakuan apa yang baekhyun akan lakukan setelah ini. Teriakan minta tolong yang tadi aku rencanakan tidak sanggup ku keluarkan karena tangisanku membuat dadaku terasa sangat sesak.

“Kau tumbuh dengan baik, nak—“
Jongin merasakan tangan hangat menepuk puncak kepalanya, kemudian ia tersenyum simpul kepada pria paruh baya di hadapannya—Byun baekhan.
“Kau pasti merasa kesepian selama ini, maafkan—ayah..”
Hati jongin merasakan gelenyar aneh saat baekhan di hadapannya mengatakan ‘ayah’. Entahlah tapi saat ibunya dan orang yang selama ini dikenalnya sebagai ayah—Kim Minhyuk bercerai 5 tahun lalu, dia sudah lupa bagaimana caranya memanggil ayah.
Sekitar 3 tahunan yang lalu dia baru saja mengetahui bahwa ayah kandungnya adalah ayah dari baekhyun. Ny Byun yang sekarang adalah wanita yang selalu Baekhan cintai selama ini, tapi hubungan keduanya harus berpisah saat baekhan menikah dengan wanita lain karena dijodohkan oleh kedua orang tuannya.
Bahkan saat sudah menikahpun, baekhan secara sembunyi – sembunyi masih sering bertemu dengan Han seohwa—Ibu Jongin. Saat Ny. Byun mengandung baekhyun 7 bulan, dia mengetahui perselingkuhan suaminya dan saat itulah dia menginginkan perceraian yang langsung ditolak oleh baekhan karena itu bisa merugikan perusahaannya. Akhirnya dengan berat hati, dia memilih melepaskan Seohwa yang juga sedang mengandung Jongin 3 Bulan dan semakin sakit saat seohwa menikahi pria lain—Kim minhyuk demi masa depan Jongin.

“Ayah ku tidak selalu memperhatikanku sejak kecil, jadi aku tidak terlalu kesepian saat berada di london karena sudah terbiasa,” Aku Jongin berusaha tersenyum tegar, membuat baekhan merasa terpukul.

“Apakah kau keberatan jika aku menjadi ayahmu?”
“Apakah aku akan tinggal bersamamu?”
“Tentu saja, kau juga akan tinggal bersama saudaramu, Baekhyun—“
Jongin mengepalkan tangannya yang ia letakkan di atas meja restoran yang sedang ia kunjungi bersama baekhan sore itu. Walaupun dia tidak bisa memiliki yeolhee, tapi setidaknya dia akan selalu berada dekat dengannya. Sebenarnya dia membenci orang yang sedang duduk di hadapannya, karena apa? Yeah, karena dia tidak bertanggung jawab terhadap jongin selama ini. dia menjadikan jongin anak haram dan harus hidup dengan ayah yang tidak mencintainya.
Dan sekarang apa? Baekhyun dengan mudahnya juga merebut yeolhee yang menjadi kebahagiannya selama ini. Bukankah ini tidak adil? Ingin sekali dia mencaci 2 pria tersebut tapi itu tidak ada gunanya karena nasi sudah menjadi bubur.

Baekyun sedang membolak – balik map yang barusan disodorkan Lay padanya, dan matanya bergerak – gerak membaca rentetan kata – kata disana. Sedangkan lay sekarang sudah hikmat memandangi macbook nya untuk memeriksa ulang grafik – grafik rumit yang sedang dikerjakannya.
Mereka berdua sejak sore memang sudah berkutat dengan pekerjaannya  itu di ruangan baekhyun sembari menunggu Yeolhee bangun dari tidurnya.

Tadi siang baekhyun memaksa yeolhee agar pergi kerumah sakit, tapi gadis itu terlalu marah untuk menerima perhatian baekhyun tersebut. Jadi ia menolaknya.
Baekhyun yang tidak mau kalah, lantas memanggil dokter pribadi keluarga byun untuk memeriksa yeolhee siapa tau ada luka yang serius. Setelah mendapatkan pengobatan yang entah apa pada vaginanya, yeolhee tertidur dari siang hingga saat ini.

Baekhyun kembali ke kamar untuk melihat keadaan istrinya, kegiatan ini sudah dilakukannya kira – kira 10 kali tapi yeolhee tetap diam dalam posisinya di atas tempat tidur yang sudah berganti seprei berwarna merah marun. Entah apa yang sudah dokter Choi itu lakukan padanya.
Saat baekhyun mendekat, dia menyadari ada sedikit pergerakan dari yeolhee, Gadis itu membuka matanya perlahan dan berkedip – kedip pelan sangat lucu di mata baekhyun. Saat yeolhee menyadari keberadaan baekhyun, barulah dia memelototkan matanya.
“Jangan mendekatiku!”
“Kau kelihatannya sudah baikan,” Baekhyun duduk dipinggiran ranjang membuat Yeolhee bergidik ngeri, “Tapi kau belum makan sejak pagi,”
“Aku ingin pulang—“ Yeolhee bersiap dengan tangisannya.
“Kau akan pulang jika kau sudah sembuh,” Ujar baekhyun dan membuka selimut yang menutupi tubuh yeolhee, “Makanlah,”
“Aku tidak lapar,” Katanya tapi kemudian baekhyun mengangkatnya seperti tadi pagi.

“Hiks—Aku tidak mau,” Gadis itu mulai ketakutan dan mulai terisak .
“Aku akan mengantarmu ke ruang makan, ya ampun jangan menangis lagi—“
Baekhyun berjalan keluar kamar dan mendapati lay sedang berekspresi terkejut saat melihat yeolhee menangis digendongan baekhyun. Mungkin dia mengira baekhyun bertindak kasar lagi.
“Aku hanya akan mengantarnya ke ruang makan,” Jelas baekhyun sebelum lay mengeluarkan suaranya sedangkan Yeolhee masih menangis dalam diam di dada baekhyun.

“Yeolhee-ya..” Panggil baekhyun lagi saat istrinya sangat apatis di dalam pangkuanya.
“Ya—Makanlah,”
“Aku tidak lapar,”
“Kau bohong. Bahkan sejak kemarin kau belum makan,” Baekhyun dengan tangan kanannya menyendokkan nasi ke hadapan mulut yeolhee.
“Kau bilang kau ingin pulang,”
Baekhyun mendengus karena yeolhee sangat kekanakan saat ini.
“Baiklah.. aku minta maaf dan tidak akan melakukannya dengan kasar lagi padamu,”
Yeolhee bergeming ditempatnya, daritadi dia sebenarnya menahan malu karena baekhyun bersihkeras memangkunya seperti bayi yang belum bisa berjalan. Dengan menekan rasa malunya dalam – dalam, dia akhirnya melahap nasi yang sedari tadi baekhyun sodorkan padanya.

“Aku bisa duduk sendiri,” Yeolhee mulai tidak nyaman karena tubuhnya merasa panas tertempel tubuh baekhyun sedari tadi.
“Apa sudah tidak sakit?”
“Sepertinya tidak,”
Baekhyun menunduk agar bisa menatap wajah istrinya, “Aku takut kau menangis lagi—” Baekhyun tersenyum, “Biarkan seperti ini dulu,” Kemudian dia meletakkan sendoknya dan mendekap tubuh yeolhee yang lebih kecil darinya. Pipi kirinya ia elus – eluskan pada puncak kepala istrinya. Gemas.
“Hentikan, aku malu—“
“Kenapa kau harus malu pada suamimu sendiri,” Baekhyun semakin tertawa lebar saat melihat wajah yeolhee yang memerah. Sepertinya dia harus berusaha keras agar yeolhee tidak pergi dari sisinya setelah enam bulan karena tiba – tiba ada suatu perasaan bahagia saat yeolhee berada di dekatnya. Bahkan baekhyun bisa memandangi wajah yeolhee semalaman suntuk karena dia menjadi sangat menyukainya entah sejak kapan. Sudah bertahun – tahun lamanya dia tidak merasakan hal yang membahagiakan seperti ini.

“Oh—Maafkan saya tuan muda, saya—“ Tiba – tiba seorang pelayan berdiri tak jauh dari meja makan, dia tidak tau kalau di sana ada baekhyun dan yeolhee dengan posisinya yang—erhh erotis(?).
“Tidak apa, kau bisa meneruskan apa yang tadi ingin kau lakukan,” kata baekhyun santai masih mendekap yeolhee yang sekarang membenamkan dalam – dalam wajahnya di dada baekhyun karena malu.

“N-ne—“ Pelayan itu berjalan kaku karena merasa tidak enak. Sebenarnya ia berniat membawakan makanan ke kamar tuan byun, dengan merunduk sopan dia berjalan melewati meja makan dan membuka lemari yang berada di dapur.
“Kenapa kau bertindak seperti ini,” Ujar yeolhee bersuara aneh karena teredam dada baekhyun, “Baekhyun, Aku bisa duduk sendiri,”
“Baiklah, tapi habiskan dulu makanmu,”
Yeolhee mendengus, itu sama saja dia harus menghabiskan makanannya di pangkuan Baekhyun, sial. Akhirnya dengan tangannya yeolhee mengambil mangkuk nasi yang diambilkan baekhyun tadi dan memakannya, sedangkan baekhyun menyumpit lauk nya kemudian ia masukan ke mulut yeolhee.
“Baekhyunnn!”
“Waaee~”
“Kau tidak perlu menyuapiku!” Yeolhee berbicara dengan pipi menggelembung membuat baekhyun ingin mencubitnya. Sementara pelayan yang mendengarnya langsung menahan tawa, tidak menyangka tuan mudanya akan berlaku sangat manis kepada istrinya. Saat dirasa selesai dengan pekerjaannya, dia buru – buru berjalan menjauh dari dapur.
Baekhyun memilih diam, tangan kanannya yang menganggur dia gunakan lagi untuk melingkari bahu yeolhee sambil memandangi istrinya makan.
“Chanyeol hyung pasti kerepotan mengurusimu, kau sangat kekanakan..“
“Kau yang membuatku kekanakan seperti ini! aish—“

Cup

Baekhyun melakukan baby kiss tiba – tiba pada bibir yeolhee yang sedang mengunyah, “Kau tidak boleh mengumpat pada suamimu,”
“Sepertinya orang tuamu lebih repot mengurusimu yang menyebalkan,”
“Aku tidak bisa mendengarmu,” Baekhyun berkata dengan nada super menyebalkan sehingga yeolhee ingin sekali memukulkan sendok yang sedang ia pegang ke kepala baekhyun.

“Yeolhee-ya, Aku ingin punya bayi—“
“Uhuk—“ Yeolhee tersedak kemudian gelagapan mencari air minum, buru – buru baekhyun menyambar susu stroberry yang terdekat dengannya.
“B—baekhyun, kenapa kau memberiku susu pink ini—“ Protes yeolhee dengan muka masam setelah meneguk susu tadi dengan susah payah.
“Karena itu yang terdekat denganku. Wae?”
“Aish, aku tidak suka susu stroberry,”
Cup

Baekhyun mencium bibirnya dua kali, membuat tangan yeolhee langsung menjauhkan jidat baekhyun.
“Sialan kau,” Tangan yeolhee masih menahan jidatnya, “Dasar menyebalkan,” Kali ini tangan kiri yeolhee memencet hidung baekhyun kencang, “Menjauhlah dariku,”
“Yaaa!” Dengan tangan kanannya baekhyun segera melepaskan tangan yeolhee yang memencet hidungnya. “Ah, Jinjja!”
Belum sempat baekhyun mengumpat panjang, kedua tangan yeolhee beralih mencubit pipi baekhyun, “Hidungmu sudah memerah, alangkah baiknya jika pipimu juga, Tuan byun yang mesum,”
Yeolhee tertawa lebar, bahagia bisa mencubit wajah baekhyun yang menyebalkan. Baekhyun yang tadi ingin segera melepaskannya merasa enggan. Lihat saja yeolhee-nya tertawa sekarang!
Ya tuhan, Baekhyun ingin sekali mengumumkan pada dunia jika barusan yeolhee tertawa saat bersamanya. Bahkan detakan jantungnya terasa sangat mengganggu telinga saking kerasnya berdetak. Dia rela jika pipinya sobek sekalipun asalkan bisa melihat yeolhee tertawa seperti itu sungguh, dia sedang tidak berbohong.

Merasa sudah puas, yeolhee melepaskan cubitannya dengan masih tertawa lebar, buru – buru baekhyun mengaduh kesakitan dan pura – pura ngambek. Pipinya memang sudah memerah, membuat yeolhee tidak bisa berhenti tertawa.
“Apakah kau sudah puas?”
“Belum. Aku ingin menarik telingamu karena menginginkan bayi tadi,”
Baekhyun merubah mimiknya serius, membuat senyum yeolhee lama – lama memudar.
“Aku benar – benar serius ingin bayi—“
“Ya! apakah kau lupa jika pernikahan ini hanya sementara!”
“Aku sudah berniat mempertahankannya. Kalau bisa sampai aku mati,” Yeolhee kemudian mendorong dada baekhyun agar bisa melihat suaminya lebih jelas.
“Lagipula kita memang sudah dijodohkan orang tua kita, bahkan sebelum kau bisa berjalan,” Lanjut baekhyun menatap mata yeolhee yang sangat ia sukai.
Yeolhee pusing mendadak, kenapa menjadi seperti ini. Dia tidak mencintai baekhyun, bagaimana bisa ia menjalani hari – hari bersamanya nanti?
“Iya aku tau, tapi perjanjian kita tidak seperti itu Byun baekhyun,”
“Aku akan membuatmu menyukaiku dalam waktu 6 bulan,” Kata baekhyun serius, dia mulai menarik tengkuk yeolhee agar mendekat dan segera mencium bibirnya, kali ini bukan baby kiss. Baekhyun melumatnya intens, merasakan kelembutan bibir yeolhee yang selalu ingin ia nikmati setiap detik. Memiringkan kepalanya ke kiri dan kekanan  untuk memperoleh oksigen, karena ingin berlama – lama dengan yeolhee.

Tapi sepertinya istrinya tidak menginginkan hal itu, karena beberapa menit kemudian tangan yeolhee mendorong dada baekhyun dan segera memburu oksigen.
“Apakah kau akan percaya jika aku mengatakan aku menyukaimu?”
“Tidak. Kau hanya menyukai tubuhku,”
“Iya.. itu benar, tapi aku benar – benar menyukai semua yang ada padamu,”
“Baiklah, tapi aku tidak percaya,”
“Aku akan membuatmu bahagia,” Kata baekhyun tidak mau menyerah kali ini, “Percayalah, aku ingin kau selalu berada didekatku,”
Yeolhee menghembuskan nafasnya, kenapa baekhyun membuatnya bingung. Sikapnya sering sekali berubah – ubah, kadang dia bisa sangat menyeramkan dan di menit berikutnya dia berubah menjadi sosok yang begitu lembut.
“Kau aneh,”
“Aku seperti ini karenamu,” Baekhyun gantian mencubit pipi yeolhee dengan gemas membuat gadis itu segera mengaduh dan berusaha melepaskan tangan baekhyun dari pipinya. Baekhyun tertawa lebar saat bibir yeolhee melebar akibat cubitannya, kenapa begitu menggemaskan!
“Baek—Hyun—Chuu—kuuupp,” Yeolhee berkata tidak jelas tapi bisa ditangkap oleh baekhyun, dengan berat hati dia melepaskan cubitannya masih dengan sisa – sisa senyumnya.
Yeolhee mengusap pipinya yang memerah dan memilih segera turun dari pangkuan baekhyun dan lihat, dia sudah bisa berdiri tanpa merasa ngilu. Baekhyun di tempat duduknya hanya memandangi yeolhee datar, sedikit kesal karena yeolhee sepertinya tidak mempercayai omongannya.
“Aakkhh—“
“Sudah aku bilang kau tidak akan bisa berjalan, kenapa kau tidak percaya kepadaku!” Seru baekhyun saat melihat yeolhee hampir jatuh pada langkah pertamanya berjalan. Dia langsung melingkarkan tangan kanannya pada pinggang yeolhee agar tidak terjerembab, untung saja  refleknya masih bagus.
“Aku tidak mau dekat – dekat denganmu,”
“Takut jatuh cinta padaku huh?”
“Aku akan berjalan sendiri ke kamar,”
“Kau tidak bisa,” Tangan kiri baekhyun ikut melingkari pingganya dari belakang, kemudian dagunya ia sampirkan pada bahu yeolhee. posisi favorit baekhyun.
“Kepalamu berat,”
Memang otak baekhyun itu otak mesum, kepalanya yang kata yeolhee berat memang ia angkat dari bahu istrinya tapi sedetik kemudian bibirnya malah mengecupi leher putih yeolhee yang menggoda matanya sejak tadi. Menghirup aroma tubuhnya yang sudah menjadi candu buatnya.

“Jangan melemparkan api kedalam minyak—“ Tiba – tiba yeolhee bersuara dengan kata – kata kiasan yang konyol.
“Kau takut setelah ini ada kebakaran di ranjang?” Baekhyun malah menanggapi kiasan tersebut dengan masih mengendus – endus cerukan lehernya. “Baiklah, ayo kita ke kamar saja kalau begitu,”
“Dasar mesum!”
“hahahah”

Baekhyun menggendong yeolhee lagi dan berjalan menuju lantai dua, “Aku akan membunuhmu jika kau melakukan sesuatu padaku,” Yeolhee mengancam baekhyun dengan mengepalkan tinjunya ke depan muka baekhyun.
“Kita lihat saja nanti, Ny Byun,”
“Ah, aku sangat membenci marga itu,” Yeolhee berkata sangat lirih
“Kau akan menerima akibatnya setelah ini,”
“Aku tidak mengatakan apa – apa,”
“Aku mendengarmu,”
Baekhyun menendang pintu ruangannya begitu saja, wajahnya ia buat semenyeramkan mungkin. Saat dia melihat lay masih disana, dengan matanya dia mengusir lay agar kembali ke kamarnya sendiri, karena lay memang tinggal di mansion ini sejak baekhyun berumur 15 tahun.

“To—Tolong aku,” Yeolhee berseru saat matanya melihat lay sedang beres – beres.
“Eh?” Lay memasang wajah  bingung, tapi baekhyun sudah membuka pintu kamarnya dan segera menutupnya. Membuat lay mengedikkan bahu kemudian berjalan pergi dari sana.

“Baekhyun, aku tidak sengaja mengatakannya,” Yeolhee langsung memohon saat baekhyun sudah melemparkannya ke ranjang.

“Benarkah?” Baekhyun masih dengan wajah dinginnya, padahal di dalam hati ia sedang terbahak karena melihat wajah yeolhee. Ditindihnya tubuh istrinya dengan segera kemudian memandanginya intens sambil tersenyum sangat bercahaya di mata yeolhee.
“Aku sudah mengatakan tidak akan melakukannya. Sekarang tidurlah dengan nyaman,”
Yeolhee terperangah ditempat, sedangkan baekhyun sudah berbaring di sebelah yeolhee kemudian memeluknya erat. Sepertinya istrinya sedang kehilangan kata – katanya, membuat baekhyun menyeringai bahagia di dalam hati.


Suara bell apartemen membuat jongin harus berjalan terseok – seok menuju pintu depan tanpa melihat interkom terlebih dahulu,  entah  bagaimana ceritanya ia bisa ketiduran di sofa setelah makan siang tadi. Dia sedikit menyibak – nyibak rambutnya yang berantakan dan menarik kenop pintu.
“Ya!”
Jongin terkaget saat kyungsoo berseru padanya, di sebelahnya berdiri juga luhan dan jongdae dengan tas gendongnya masing – masing. Sepertinya mereka sehabis dari kampus.
“Kau mengagetkanku,” Kata jongin seraya mendengus kemudian mengedikkan dagunya agar mereka bertiga masuk.
“Kau—“ Jongdae membuka suaranya setelah duduk di sofa, “Jongin, kami membaca surat kabar hari ini,”
“Ada apa?” Tanya Jongin dengan mata berkedip dua kali
“Kau tidak pernah mengatakan kalau kau adalah anak kandung dari Byun baekhan,”
Oh, berita itu, jongin sudah menduganya ayahnya akan menyebarkan berita ini cepat atau lambat.
“Yeah, tetap saja aku bukan anak sah keluarga Byun,”
Ketiganya terdiam, dulu saat jongin kelas 2 SMA dirinya memang tinggal di apartemen sendirian. Dia berkata pada teman – temannya kalau orang tuanya bercerai dan ibunya menikah lagi, saat itu dia membenci ibunya karena segitu gampangnya menikah lagi dengan pria lain, makannya dia memilih tinggal di apartemen sendirian.

“Tidak apa, kawan. Mungkin dulu ayahmu punya alasan tersendiri meninggalkan ibumu,” Ujar Luhan seraya menyalakan televisi setelah membuang tas gendongnya jauh – jauh.

“Lagipula kan ibu dan ayah kandungmu sudah menjadi suami istri yang bahagia sekarang,” Jongdae mendramatisir keadaan sambil nyengir lebar.

“Jadi kau akan tetap tinggal disini atau pindah ke mansionnya?” Tanya kyungsoo berjalan menuju dapur mencari makanan.

“Bukankah.. Yeolhee juga ada.. disana,” Luhan berkata sangat hati – hati, membuat Jongdae yang sedang berkutat dengan ponselnya menatap jongin seketika. Sedangkan Kyungsoo hampir menjatuhkan gelas yang sedang dipegangnya. Dia baru teringat masalah yeolhee dan jongin.

“Aku.. Sepertinya aku akan tinggal disana,”
“Tapi dia sudah bersuami,”
“Mereka masih bisa bercerai,”
Ketiganya terkaget dengan kalimat jongin, sifat tidak mau kalahnya sama saja dengan baekhyun. Ya ampun..

“Apakah kau serius?” Tanya Jongdae, “Kau masih mencintainya?”
“Cintaku Tidak berkurang, Jongdae-ya,”
“Astaga, aku tidak menyangka kau sungguh tipe lelaki yang setia—“ Luhan kembali mencairkan suasana yang sempat jatuh, Kyungsoo sekarang sedang membuka kulkas dengan telinga yang masih mendengarkan teman – temannya berbicara.

“Aku yakin aku bisa merebut hati yeolhee—“
“Aku percaya, yeolhee menyukaimu,” Ujar Kyungsoo mulai memikirkan menu masakan yang akan ia buat.

“Benarkah?” Bukannya jongin, yang bertanya malah Jongdae.
Kyungsoo mengedikkan bahunya dan berkata, “Selama ini yeolhee selalu merindukanmu, selalu menunggu pesanmu, dan tidak pernah mendekati pria lain. Bukankah sudah jelas?”
Mata bulatnya menatap Jongin yang sedang termangu di sofa. Pria berahang tegas itu  langsung memikirkan segala cara agar yeolhee tidak mencintai baekhyun dan dalam 6 bulan mereka akan bercerai.

 

To Be Continued..

 

Terimakasih udah mau ngikutin terus ff ini ^^
Komen2 kalian bener2 bikin aku semangat xD

Maapin buat typos. >_<

 

Advertisements

8 responses to “[Freelance] Serendipity (Chapter 6)

  1. Hwa……Baekhyun emang gila…….Iih si playbiy jatuh cinta tuh,cie….cie…Cie….,hah jongin sebaikx jgn ganggu mereka deh,tuh 3 teman jongin juga ga melerai lg,Dyo Oppa mlh menyemangati Si Kkamjong lg,kn kasian Si bacon

  2. Huaa aku gak setuju kalo nanti yeolhee sama jongin 😡, aku suka nya baekhyun-yeolhee, aku suka setiap scene baekhyun-yeolhee mereka lucu apalagi baekhyun yg udah mulai cinta mati sama yeolhee hihihii 😅😆 please jongin jangan rebut yeolhee dari baekhyun dongg..
    Ditunggu author buat next chapternyaaa 😉

  3. Sekian lama akhirnya dilnjut jg nii ff, udh hmpir lumutan thor nunggu nya!!!!
    Baekhyun sadis tpi perhatian#ApalahIni
    Bingung mau coment apa soalnya ff nya keren!!! Jongin di kasihh pasangan baru ajha yeolhee udh sma baekhyun aja…
    Lanjutkan thor…

  4. Akhirnya keluar juga, maka si kak…
    Biarkan mereka menikmati suasana baru brengsek dulu hehehe… suka sama interaksi mereka berdua jadi ikut gemes juga kan. Semangat terus kak…

  5. aduh aduh… lama banget nunggu ini… akhirnya Serendipity dilanjut lg horeee!! Manseee! wkwk 😛 uugh ceritanya semakin seru, ditunggu next post-nya author 😉

  6. Aurhornim jgn sampe sekak lg ya ff ini,aku udah cinta matu banget sama ff ini,rasax pertama kali liat post trbaru ad serendipity itu langsung mau lompat2 kgak jelas lo sakinh senengnya

    Please,jgn buat kami menunggu lama,hampir ga inget kalo serendipity itu masuk listku y paling ditunggu kemunculannya.

    Hwaiting Uri Authornim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s