[Freelance] Believe (Chapter 1)

believe-coverr

Tittle     : Believe Chapter 1

 

Author  : RichFams06

 

Cast      :  Kim Junmyeon as Suho

     Kim  Ra hee as  (OC)

      Etc.

Length  : Chaptered

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Canon, Brothership, supranatural.

Rated     : T+

WARNING!! MANY TYPO’S!  KESAMAAN TEMPAT,SITUASI DAN HAL – HAL LAIN ADALAH BUKAN DISENGAJA!

INI HANYA IMAJINASI! INI HANYA FANFICTION!

DON’T LIKE DON’T READ

DON’T PLAGIAT!

|Chapter 1|  2 | 3 | …

Karena kamu tidak menyadari, bahwa jika mencintai seseorang akan membuatmu kehilangan logika dan mementingkan perasaanmu, dan disaat perasaan itu sudah menunjukkan jalannya padamu, dirimu malah semakin tidak menyadari kehadirannya, jadi bagaimana caraku membuatmu percaya padaku bahwa kamu sudah memiliki perasaanku Kim Ra hee? –Kim Junmyeon

 

Aku tidak yakin jika kamu mencintaiku, bagaimana bisa aku percaya bahwa seorang artis terkenal seperti dirimu mencintaiku yang tidak secantik dan juga sekaya mereka, bagaimana bisa aku mempercayainya?-Kim Ra hee

 

Story Begin!

11 Mei 2015 20.00 PM KST

“aku lelah manager hyung, aku butuh istirahat..” kinerja di EXO membuat pikiran dan tubuhku sangat lelah, itu juga yang membuatku memutuskan untuk meminta bantuan hyungdeul untuk menyarankanku Psikolog yang bisa mendengar konsultasiku dengan baik.

“aku pergi dulu hyung, bilang member aku ada disungai hangang jadi tidak usah khawatir dan sepertinya aku akan pulang terlambat” kulangkahkan kakiku menuju pintu keluar dorm dengan sepatu kesayanganku.

Apakah kalian tau Kyu-line? Jika kalian tidak tau itu artinya aku perlu bekerja keras lagi untuk menunjukkan siapa itu Kyu-line. Aku salah satu dari mereka kalau kalian ingin tau, dan sepertinya banyak fans yang tidak tau keberadaanku diKyu-line.

Melihat sekelilingku, aku rasa keramaian di kota ini juga yang  membuatku harus menjernihkan pikiranku. Aku memilih tempat yang tenang untuk berkonsultasi dengan Psikolog yang Kyuhyun hyung sarankan padaku. Sungai hangang, disana kami akan bertemu, tentu saja aku harus menyamar dengan menggunakan masker dan topi agar aman, ya walaupun terkadang banyak fans yang mengenaliku.

Ini sudah larut malam memang, aku pikir tempat ini akan sepi, dan syukurlah memang disini sangat tenang dan aku bisa leluasa berkonsultasi dengan Psikolog tersebut. Sebenarnya, aku belum menghubungi Psikolog itu sekalipun, karena aku hanya menghubungi Kyuhyun hyung agar hyung saja yang berkomunikasi dengan Psikolog tersebut, lalu sampailah aku disini menunggu orang tersebut.

“hah~ disini memang selalu bisa membuatku sedikit tenang..” aku melepas maskerku sedikit dan mengambil nafas sebentar.

“permisi.., apakah anda tuan kim? Orang yang mau berkonsultasi dengan seorang Psikolog?” aku mendengar suara seorang wanita disampingku.
“ah, iya aku…” seakan dunia ini berhenti berputar dan nafasku tercekat, apa aku tidak salah? Hatiku rasanya sangat aneh, apakah ini? Apakah dia belahan jiwaku?.

“tuan??” tanyanya kembali dengan melambaikan tangannya didepan wajahku.

“maaf aku tidak fokus tadi.., ah iya aku kim Junmyeon, orang yang meminta Kyuhyun hyung agar memanggilmu untuk berkonsultasi denganku..” aku memperhatikannya, dia bukan wanita yang sangat cantik, tapi aku merasa, kesederhanaan yang terdapat dalam dirinya dan yang terpenting, dia telah memilikiku, aku yakin akan hal itu.

“kalau begitu, senang berkenalan dengan anda, saya Kim Ra hee, seorang Psikolog yang anda minta untuk datang..” dia tersenyum lembut lalu menundukan sedikit kepalanya sopan.
“silahkan duduk nona Ra hee..” aku mempersilahkan dirinya untuk duduk disampingku, entahlah, aku merasa dadaku rasanya ingin meledak.

“terimakasih Junmyeon-ssi” dia tersenyum lagi padaku.

“Ra hee-ssi, apa kamu percaya kalau belahan jiwa itu sudah ditentukan sejak 400 tahun lamanya?” tanyaku padanya.

“hm?? Kenapa anda bertanya begitu Junmyeon-ssi?” tanyanya heran.

“karena aku rasa, aku sudah menemukan belahan jiwaku yang sudah ditentukan sejak 400 tahun kalau begitu” kataku menggodanya.

“benarkah? Siapakah orang itu? Dia pasti sangat beruntung..” senyumannya sangat membuat diriku gila.

“anda..” jawabku disertai senyuman lembut padanya.

“huh?” ia hanya terkaget dengan apa yang aku katakan.

“aku yakin, aku sangat yakin jika memang belahan jiwaku sudah ada sejak 400 tahun, itu adalah anda Ra hee-ssi, dan lebih baik kita gunakan banmal saja, aku merasa nyaman jika dengan banmal” ia menatapku bingung lalu tertawa kecil.

“apakah itu sebuah pernyataan cinta Junmyeon-ssi, ah iya kalau anda mau tau, saya lebih muda 5 tahun dari anda, saya tidak mungkin menggunakan banmal pada anda..” aku hanya bisa menatapnya tanpa berkedip, aku gila, ya, itu mungkin.

“jika menurutmu itu adalah pernyataan cinta, kenapa tidak? Apa mencintai seseorang harus dilihat dari waktu? Aku tau kita bahkan baru bertemu sepersekian detik, tapi asal kamu tau saja, aku juga yakin, jika kamu dan aku.., diciptakan untuk berdua” lagi, aku mengeluarkan kata – kata gila padanya, ini tidak terlihat seperti diriku, apakah aku sudah gila karena wanita dihadapanku ini?.

“saya tidak akan melarang siapapun untuk mencintai saya, tapi anda harus tau, jika saya menghargai cinta, dan cinta milik saya ini sangat sulit didapatkan, dan cobalah untuk mendapatkan hal itu dari saya, maka saya akan menjadi milik anda Junmyeon-ssi.., saya tau anda kaya, saya tau anda tampan, saya tau anda memiliki banyak fans, tapi cobalah untuk berjuang mendapatkan cinta saya.., hanya sesederhana itu..” jawabannya, aku tidak menyangka wanita ini akan menjawab hal tersebut padaku.

“ternyata kamu lebih menarik dan misterius dari yang kukira Ra hee-ssi, baiklah, aku akan melakukannya, dan aku tidak masalah jika ingin bicara seperti apa, tapi apakah menurutmu, aku ini sangat tua sampai kamu harus menggunakan bahasa seformal itu padaku? Mari gunakan kata aku dan kamu dalam hubungan ini..” aku tersenyum senang melihat dirinya yang menatapku penuh pertanyaan.

“aku ini bukan wanita yang mudah.., dan Junmyeon oppa, bolehkah jika aku memanggilmu begitu? Bukankah kita sudah bisa memulainya sekarang? Konsultasi?” tanyanya padaku.

“tentu saja boleh, ayo kita mulai hubungan dan konsultasi ini..” dia terlihat menahan emosinya, kedua mata indahnya terlihat tertutup dengan kelopak mata, lalu ia mengambil nafas dan bicara denganku.

oppa, aku bilang kita memulai konsultasi, bukan hubungan..” wajahnya mulai terlihat kesal padaku.

“baiklah, aku mengerti, tapi kenapa kita tidak mulai keduanya saja..?” tanyaku lagi padanya.

oppa.., jangan buat aku kesal, baiklah, kali ini aku tidak bicara sebagai Psikolog, tapi bicara sebagai teman dari Kyuhyun oppa, karena kau adalah teman dari Kyuhyun oppa jadi kali ini aku memaafkanmu untuk sikapmu yang kelewat berlebihan itu..”  dengusnya kesal.

“tunggu, bukankah kau ini seorang Psikolog dari Kyuhyun hyung??” tanyaku bingung.

“oh ya ampun, apalagi ini, Kyuhyun oppa bilang padamu begitu?? Aku bukan Psikolog Kyuhyun oppa, aku ini teman sekaligus mantan fansitenya asal oppa tau..” jawabnya dengan wajah kesal.

MWO?!” reflek aku kaget dengan apa yang ia katakan padaku.

“a..aku kira kamu ini Psikolognya hyung, karena itu aku..”

 

***

Suho atau Junmyeon, dia sangat kaget dengan apa yang Ra hee katakan padanya. Alasan ia kaget, karena ia mengira wanita ini adalah Psikolog pribadi hyungnya itu.

“a..aku kira kamu ini Psikolognya hyung, karena itu aku..” Suho terlihat kaget karena ia memanggil Ra hee secara profesional.

heol, Cho Kyuhyun satu itu memang kalau bicara suka asal, aku disini karena dia memintaku untuk menjadi Psikologmu, Kyuhyun oppa memang sangat suka curhat padaku, tapi jujur saja, aku ini bukan Psikolognya oppa..” jawab Ra hee kesal.

“jadi?? Apa Kyuhyun hyung sengaja mempertemukan kita berdua disini?” tanya Junmyeon pada Ra hee.

“entahlah, mungkin iya, dan mungkin tidak..” jawab Ra hee sembari melihat pemandangan sungai dihadapannya.

“untuk apa hyungdeul memberikan saran padaku agar dirimu menjadi Psikologku Ra hee-ah? Hah, aku rasa mereka tau apa yang aku butuhkan memang..”

“butuhkan? Seorang wanita tidak akan bisa menjadi obat..”

“tidak, aku rasa memang wanita adalah obat untukku..”

“huh? Kenapa berpikir begitu..?”

“entahlah, aku asal bicara saja, haha..”

oppa ini aneh sekali.., tapi apa oppa jadi ingin konsultasi denganku?” tanya Ra hee.

“tentu saja jadi, karena aku sudah bilang bukan untuk memulai kedua hal dengan dirimu..” jawab Junmyeon lagi.

“baiklah, ceritakan semuanya oppa..” Ra hee menyalakan perekam suara dan juga sebuah catatan untuk mencatat percakapan dirinya dan Junmyeon.

“semuanya dimulai sejak 3 member EXO keluar..”

“lalu..?”

“jadi aku..”

 

Flashback

15 Mei 2014 22.30 PM KST

 

“AKU SUDAH TIDAK TAHAN!” teriak salah satu pria tampan berambut blode bernama kris.

“hyung, ayolah, jangan begini.., pikirkan mimpi kita, mimpi kita semua, EXO” timpal pria bertubuh pendek bernama Junmyeon.

“Aku sudah tidak tahan Suho-ya, aku ingin pergi dari management gila itu, selain menyuruhku untuk membuat hubungan palsu, lalu apalagi yang mereka inginkan huh?” jawab pria bernama kris.

“tapi hyung, jika tidak begini, kita tidak akan bisa menaikan saham management.., bertahanlah hyung, lagipula fans tidak bodoh, mereka tidak akan lari hanya karena berita scandal seperti itu..”Junmyeon sudah tidak dapat menahan perasaan sedihnya, ia menangis dihadapan pria bernama kris tersebut.

“sudahlah Junmyeon-ah, hyung harus pergi, pesawat akan berangkat sebentar lagi..” kris mengambil kopernya yang sudah rapih lalu pergi meninggalkan ke 11 member yang berada didorm.

“hyung, kris hyung, gege!!” teriak Suho.

Beberapa bulan kemudian setelah kepergian member bernama kris dari EXO menyusul kedua member bernama Luhan dan Tao yang juga pergi meninggalkan grup dengan alasan internal dan management.

 

Flashback End


“setelah kepergian Kris, Luhan dan Tao, aku melihat komentar fans disemua artikel,fancafe,blog dan sosial media, mereka semua memintaku untuk mundur sebagai leader, berhenti menjadi leader, dan.. mengubur semua impian bodohku..,karena aku tidak bekerja dengan baik sebagai leader dan aku rasa aku memang harus mundur dari EXO. Juga semua member  tidak pernah menghargaiku sebagai seorang leader Ra hee-ah , walaupun masih ada Chanyeol dan Sehun yang mendukung dan menghargaiku..” Junmyeon menangis saat menceritakan segala masalahnya pada Ra hee.

“tidak oppa, mundur bukan sebuah penyelesaian dari semua masalah ini..” jawab Ra hee sembari mengelus punggung Junmyeon agar klien tampannya itu merasa nyaman.

“lalu? Aku harus bagaimana??” tanyanya dengan nada putus asa.

“hadapi semua itu oppa.., hanya itu jalan satu – satunya..”

“menghadapi ? bagaimana aku bisa menghadapi semuanya?”

“pertama, oppa harus membuat diri oppa tenang dulu, aku tau oppa sangat kesal saat ini.., karena itu oppa berada disini denganku.., tenangkan dulu pikiran oppa, jangan gegabah..” Ra hee menatap Junmyeon dengan mantap.

“lalu yang kedua, selesaikan semua masalah tersebut dengan baik, masih ada member yang menghargai oppa bukan? Oppa bilang masih ada Chanyeol dan Sehun yang selalu memberikan dukungan pada oppa.., karena itu oppa harus berdiri dengan tegak dan hadapi semuanya.., jika oppa bisa melakukannya, aku yakin semua member EXO akan menghargai oppa dan fans juga akan menghargai oppa..” Ra hee tersenyum pada Junmyeon.

“tapi jika mereka tidak melakukannya?” tanya Junmyeon lagi.

oppa, hal seperti ini butuh proses, hargailah proses itu, bersabarlah.., aku yakin oppa akan melihatnya nanti..”

“terimakasih Ra hee-ah, aku sudah mendapatkan sedikit kelegaan sekarang, dan semua saranmu akan aku lakukan sebisaku..” jawab Junmyeon lalu dengan gerakkan cepat Junmyeon memeluk Ra hee.

“eo??” Ra hee yang kaget hanya bisa membuka mulut dan membuka matanya lebar atas perlakuan Junmyeon.

“terimakasih sudah memberikanku solusi..” Junmyeon memeluk Ra hee dengan erat.

“u..ukhh oppa aku tidak bisa bernafas..”

“ah maaf, aku..” Junmyeon melepas pelukannya dengan canggung.

“tidak apa oppa, aku mengerti..” Ra hee tersenyum dengan sangat indah dihadapan Junmyeon.

 

Deg..

Deg..

 

‘Aku bisa mati muda jika begini..’ batin Junmyeon berteriak.

Itulah isi pikiran Junmyeon saat ini ketika melihat Ra hee, ya, sebut saja ia gila, seorang artis terkenal sepertinya bisa kehilangan akal sehat dan harga diri dihadapan wanita ini, semuanya karena cinta.

“Ra hee-ah, bisakah kau menghentikan detakan ini?” Junmyeon memegang tangan kanan Ra hee lalu meletakan telapaknya didada kiri miliknya.

“o..oppa..,a..aku” saat Ra hee ingin menolak, namun Junmyeon menahan tangan kecil milik Ra hee.

“aku bisa mati jika begini, aku rasa aku harus terus bertemu denganmu agar jantungku ini bisa berdetak seperti ini, karena aku merasa bahagia saat merasakan perasaan ini denganmu..” Junmyeon menatap kedua bola mata cokelat hazel milik Ra hee, dan Ra hee juga membalas tatapannya, wajah Ra hee sudah seperti kepiting rebus mungkin.

oppa, apakah oppa tidak takut ada sasaeng yang melihat kita berdua seperti ini?”

“aku tidak perduli dengan mereka saat ini, yang perdulikan adalah, aku saat ini bersamamu..”

Junmyeon mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Ra hee, memeluk Ra hee, menyatakan perasaannya lewat pelukan hangat itu pada Ra hee.

“aku butuh proses oppa, aku ingin melihat oppa lebih jauh, saat ini aku belum bisa menjawabnya, tapi nanti saat oppa memiliki hatiku.., aku akan menjawabnya..”

“aku mengerti.., aku akan melakukannya..”

“tapi, aku.., tidak yakin.., oppa adalah Suho EXO, bagaimana bisa aku yang bahkan bukan fans malah bersama oppa..”

“cinta bisa datang pada siapapun Ra hee, jadi jangan melarang cinta itu datang..”

“baiklah, aku mengerti oppa..”

“aku minta nomor ponselmu Ra hee..” Junmyeon memberikan ponselnya agar Ra hee mengetikkan nomornya.

“ah ini..” Ra hee mengetikan nomor ponsel yang bisa dihubungi, lalu Junmyeon memastikan nomor itu benar dan ponsel Ra hee berbunyi.

oppa kira aku bohong apa? Menyebalkan sekali..”

“aku hanya memastikan sayang..”

“tapi kan. Hah? Sayang??”

“iya, mulai saat ini kamu hanya milikku Ra hee sayang, jadi jangan melihat pria lain selain diriku oke?”

“kenapa begitu?”

“tentu, karena mulai saat ini kim Ra hee milik kim Junmyeon begitupun sebaliknya, kim Junmyeon milik kim Ra hee..”

“tapi oppa juga milik fans..” Junmyeon menggeleng pelan lalu berkata, “ Junmyeon bukan milik fans, tapi Suho yang milik fans, jadi aku ini milikmu sayang..”

Deg!

‘Kenapa aku seperti pernah mengalami hal ini disuatu tempat ya?’ batin Ra hee.

“Ra hee??”

“ah iya oppa, aku rasa ini sudah larut, kita akhiri saja konsultasi hari ini, maaf jika aku memiliki salah sikap atau kata, annyeong oppa..” Ra hee membungkukan sedikit badannya lalu ingin meninggalkan tempat dimana dirinya dan Junmyeon berada.

chakkaman, Ra hee, aku mungkin terlambat mengatakan ini padamu.. tapi.., saranghae..Ra heeRa hee yang berbalik melihat Junmyeon hanya terdiam tanpa kata mendengar sekali lagi perkataan lelaki bermur 26 tahun tersebut, lalu hanya tersenyum dan berbalik untuk pergi meninggalkan Junmyeon yang sudah berdiri dan bergegas untuk kembali kedorm.

“tunggu Junmyeon, bukankah kau baru saja membiarkan orang yang kau cintai pulang sendirian? Haishh bodoh sekali kau ini!” Junmyeon berlari mengejar Ra heed an menyamakan langkahnya dengan perempuan tersebut.

“eoh? oppa ada apa lagi?” tanya Ra hee bingung.

“rumahmu jauh? Mau kuantar?” tanya Junmyeon sembari berjalan dengan Ra hee.

“tidak, kebetulan apartementku dekat dari sini..” jawab Ra hee.

“benarkah? Kalau begitu aku ikut..” Ra hee yang tidak mencerna perkataan Junmyeon hanya mengangguk, “hah?? Ikut? Tap..tapi..” Junmyeon menggenggam tangan kanan Ra hee dengan tidak malu, “bagaimana mungkin aku membiarkan belahan jiwaku untuk berjalan pulang sendirian..” Junmyeon tersenyum menatap Ra hee dari samping.

“baiklah itu hakmu oppa..” Ra hee tau ini terlalu cepat, tapi dia tidak dapat menyembunyikan perasaan itu, perasaan bahagia dan jantungnya yang berdetak keras.

Junmyeon dan Ra hee berjalan dengan kaku menuju sebuah apartement yang cukup bagus tidak jauh dari tempat pertemuan mereka, suasana canggung melingkupi kedua insan tersebut.

“ekhem, sayang..” Junmyeon memulai percakapan dengan perempuan yang baru saja merebut hatinya.

“ya??” jawab Ra hee canggung.

“sudah makan? Apa kita makan dulu sebelum sampai ke rumahmu?” tanya Junmyeon.

“ania, aku sudah makan oppa, nanti aku malah merepotkanmu, bukankah oppa sibuk besok?” tanya Ra hee.

“sebenarnya aku akan comeback sebentar lagi..”

“benarkah?”

“iya, tonton aku ya?”

“bolehkah oppa?”

“tentu saja..boleh, siapa yang akan melarangmu?  Nanti adalah sebuah comeback yang penting setelah banyak hal buruk pada grup kami, jadi lihat aku mengerti? Aku akan meminta manager untuk mengantarmu menontonku..” Junmyeon menggenggam lembut tangan Ra hee.

“baiklah oppa, aku akan berusaha datang untuk mendukungmu, oppa kita sudah sampai.., terimakasih sudah mengantarku..”

Junmyeon berdiri dihadapan Ra hee dan membenarkan poni rambut yang menghalangi wajah Ra hee, memegang kedua pipinya dan mencium dengan lembut pipi sebelah kanan Ra hee.

“tentu saja oppa harus mengantarkanmu, oppa tidak mau terjadi sesuatu hal yang mengerikan padamu, kalau begitu selamat tidur chagi-ah, semoga memimpikanku.., saranghae~” setelah mengucapkan kata selamat tinggal, Ra hee masuk dalam apartementnya dan Junmyeon kembali kedorm.

‘aku rasa aku juga yakin kalau oppa adalah belahan jiwaku sejak 400 tahun yang lalu’ batin Ra hee.

Setelah melihat Junmyeon pergi, Ra hee tersenyum dan masuk kedalam apartementnya.

 

-KKEUT-

Advertisements

One response to “[Freelance] Believe (Chapter 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s