[Freelance] Because I’m Ugly (Chapter 2)

download

Title : Because I’m Ugly chapter.2

Author/twitter : Intan98

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Eunji [OC]

Support Cast:

-Kwon Yul as Kwon Yul(Brother In Law Cho Kyuhyun)

-Lim Ji Yeon as Cho Ji Yeon (Little sister Cho Kyuhyun)

-Choi Siwon

Genre : Romance, comedy

Rating : General

Length : Continue

Disclaimer : ALUR CERITA MILIK SAYA SEORANG, PLAGIAT BE BETTER TO DIE?

 

 

  1. Meet

 

 

Cho Kyuhyun Point Of View

Gochang, salah satu kota dari provinsi Jeolla.Pagi pukul 9 aku berangkat dari Seoul kesini namun..Apa yang kudapatkan?

Setelah sampai kerumah gadis itu bersama ketua Cho(dia ayahku) ini pertama kalinya kami pergi bersama untuk masalah pribadi.Aku malah disuguhkan oleh pemandangan yang tidak pernah kulihat sebelumnya.Hampir seluruh penduduk kampung menyempitkan jalan kami hingga kami dipersilahkan masuk oleh ibu gadis itu.

 

Mereka benar-benar kampungan! Sama halnya dengan tempat mereka tinggal.Tanpa malu mereka mencoba menyalamiku satu-persatu.Baiklah, terpaksa aku jabat tangan penuh bakteri mereka.Haa… Kenapa gadis secantik itu bisa hidup ditempat terpencil ini?Berapa jam yang kuhabiskan untuknya serta meninggalkan rapat penting demi melihatnya??Tentu, hal ini harus dibalas sepulangnya ia dari sawah.

Yah begitulah yang ibunya katakan.Ia pulang dari sawah? Sayang, setelah kau menjadi istriku akan kupastikan tubuhmu tak akan tersentuh kotornya air penuh cacing itu lagi-aku berjanji.

Haa…Baiklah, aku berkhayal terlalu banyak.Ini juga kali pertamaku masuk kerumah yaahhh..Calon mertuaku.Ia tersenyum canggung kepadaku sembari menghidangkan es jeruk yang pernah kusesap ketika berkunjung kedesa ini-bertahun tahun lalu.Es jeruk pedesaan tidak seberapa harganya bila dibandingkan Winston yang pernah kusesap di London atau air kana nigari yang mempunyai proses penyulingan teramat complex namun,jika kau haus ia menjadi solusi tepat kala berlibur kepedesaan alami seperti ini.

 

Rumah gadis itu lumayan besar untuk ukuran rumah berlantai dua.Beberapa ruang bersekat agak luas dan bila dibandingkan kamar mandiku..Ouuh, tempat ini berukuran ¼ nya.Lalu lantai, sejak tadi aku selalu menghadap kelantai rumah ini, lantainya beralaskan kayu mengkilap berbahan dasar mahoni yah kupikir kualitasnya lumayan tinggi-wajar,mereka tinggal dipedesaan bahan-bahan itu jelas bisa didapatkan gratis dengan resiko tinggi pula (entah tangan yang terpotong karna tidak sengaja -_-, ini hanya dugaanku).Kemudian dinding, dinding rumah mereka dilapisi cat pernis yang memudar termakan usia.

Kaki-kaki dinding memperlihatkan jamur-jamur menyebar kehampir seluruh bagian bawah dinding.Dari tempatku duduk ada meja memanjang berwarna coklat, pembatas aku,ketua Cho duduk dengan nyonya Lee menghidangkan es jeruk.

Para warga yang berbodong-bondong menyalamiku tadi untungnya kini tidak berada didalam rumah calon mertuaku.Jika mereka disini, aku tak tahu akan melempar barang pecah belah apa untuk mengusir mereka keluar.”Kyuhyun..” Kutolehkan kepala kesamping.Ketua Cho menyingkut lengaku setelah nyonya Lee permisi kebelakang.

“Kau berjanji pada ayah akan menikah kan?” Desak ayah padaku, suara bisiknya berubah menjadi desisan ancaman.Aku menggangguk malas sembari menggaruk tengkukku-3x sejak persiapan extra ke Jeolla ia bertanya mengenai hal ini.

“Baru kali ini aku melihat seorang ayah mempertanyakan hal yang ia sendiri atur untuk anaknya.Seharusnya kau memaksaku sekeras apapun agar aku mengiyakan perjodohanmu.”Padahal didalam hati aku begitu senang juga pasrah bila ia menikahiku saat ini juga.Membayangkan wajah gadis itu ketika kami bertemu dahulu.Haa… Aku bersumpah tidak akan mengkonsumsi heroine dan menikmati wanita jalang di klub paradise lagi bila kami menikah.

“Meski aku memaksamu tapi kau akan tetap menerimanya kan?Dan secara kebetulan kau jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap anak sulung sahabat ayah dulu,Lee Jaesuk.” Aku mengedikkan bahuku acuh, aku tak mau mendengar kilas balik penuh dramanya lagi.Kutegak segelas es jeruk yang sudah mengeluarkan bulir-bulir dinginnya sampai ketanganku.

Cepatlah pulang cinta pertamaku.

End

 

***

Lee Eunji,Point of View

Aku tak cukup heran dengan kedatangan mobil mewah kedesa ini.Beberapa kali setelah aku beranjak dewasa mobil-mobil bermerk pernah melewati tempatku membantu ayah sekarang.Orang-orang kota itu ternyata menyunting satu persatu siswi SMP serta SMAku.

Aku tersenyum kecut mengingat hal itu kuyakini tidak akan terjadi padaku-kapanpun.Kalau sistem reikarnasi itu ada, aku meminta dewa melahirkanku dalam keluarga seperti keluargaku sekarang kemudian aku terlahir menjadi wanita cantik dan berakhir menjadi pengantin terbahagia didunia ini.

Faktanya aku terkucilkan karena wajahku.Selain berbeda dari kedua adik kembarku, kenyataan lainnya penduduk desa berpikir hanya diriku yang mempunyai wajah dibawah standar gadis-gadis desa.

Kuakui kebanyakan gadis seumuranku (mayoritas telah menikah) mempunyai wajah cantik alami.Sejak kecil mereka tumbuh bersamaku, bermain bersamaku dan kala itu aku menjadi primadona cilik desa kami.Namun saat gen ayah mengambil alih beberapa fisik nyataku-mereka mengindar.

Mulai dari teman terdekatku,keluarga besar yang saat ini tersebar di ibu kota negara,tetanggaku,kepala desa ikut menyalahkan wajahku sebagai kutukan.Awalnya mereka begitu mengasihaniku tetapi lama-kelamaan mereka mengucilkanku,membullyku

Lalu membuat omongan tidak jelas mengenaiku.

Jujur, sejak aku ‘didiagnosis’ penduduk desa sebagai ‘ikon’ kutukan desa ini,mereka tidak pernah memperbolehkanku keluar desa walaupun untuk membeli kebutuhan.Sekolahpun aku cuma sampai sekolah menengah atas yang terletak diperbatasan desa kami dan desa tetangga.

Lalu bagaimana orangtuaku menanggapinya? Mereka berusaha mengubah persepsi penduduk mengenai perubahanku.Ayah ikut menyuarakan pendapatnya serta menunjukkan bukti kelainan gen yang kualami ketika beranjak dewasa kepada mereka-jelas mereka segan apalagi ayah dulu pernah menjadi kepala desa dulu.

Ibu pun begitu, tetangga tidak memberi tatapan meremehkan mereka pada keluargaku.Hanya saat aku tidak bersama orangtuaku (itu ketika aku disekolah atau membeli bahan-bahan makanan sendirian ketoko terdekat) mereka menyindir wajahku.

Aku tidak pernah memberitahu keluargaku perihal pembully-an teman sekelasku,hinaan penduduk desa.Aku tidak pernah mengatakannya.Tuhan tahu bagaimana cara membalas mereka suatu hari nanti, aku begitu percaya hal itu.

“Eunji! Ayo pulang.” Pekik ayahku dari kejauhan, ia berjalan sedikit kesusahan akibat hujan ringan mengguyur Jeolla pukul 4 subuh tadi sehingga lumpur tempat padi ditanam benar-benar becek.Aku berinisiatif untuk membantu pria ‘tampan’ itu keujung.Ia menggoyangkan tangan serta kepalanya beberapa kali.

“Tak perlu, ayah bisa sendiri.Kau sudah begitu lelah membantu ayah menanam sisa padi-padi muda.Jja! ayo kita pulang.” Ajak Jaesuk… ayahku, ia berusaha secepat mungkin menuju tepian ladang sawah kami.

Aku hendak menaikkan penyanggah sepedaku, tepat saat itu Han Seol-anak tetangga dan satu-satunya anak kecil yang mengajakku berbicara selain kedua adik kembarku berlari kearah kami.

“Eonnie!!Eonnie!!!” Ia mendorong tangan kanannya keudara,seakan menyuruhku menanyakan keadaan lelahnya, tubuhnya menunduk dalam.

Kubiarkan ia mengambil separuh nafasnya setelah itu memberitahu sesuatu yang kelihatannya penting itu.”Eonnie!! Ada ahjusshi tampan!! Haa…Haa… Dia kerumahmu!!”

Ha? Bocah 8 tahun ini tidak terkena penyakit aneh kan? Aku mendekatinya dan memeriksa dahinya.”Kau tidak sakit,jangan membuatku khawatir Seollie-yah..” Dengan kesal ia menepis tanganku dari dahinya.

“Aku bersungguh-sungguh,ahjusshi tampan itu punya kulit seputih kapas lalu..Lalu dibawah dagunya ada sedikit tumpukan lemak.” Ujarnya sembari berpikir, aku menahan tawa kecil.Heol, Han Seol memang tipe anak yang kritis saat memperhatikan orang asing.Tunggu…

 

Orang asing? Ahjusshi tampan?? Dia kerumahku????

***

Kubunyikan deringan pada sepeda jaman lamaku agar penduduk yang berkerumunan didepan rumahku segera menyingkir.

‘CKIITTT…’

Aku berhenti tepat didepan rumahku, beberapa penduduk berbisik didepanku ada pula yang kontan menyebutkan ucapan selamat dan tak menyangka mereka.Kenapa? Mungkinkah didalam rumahku ada seseorang yang mendapat penghargaan khusus dari gubernur provinsi???Ibuku?? Tak mungkin.

Aku segera turun dari sepedaku,tanpa menunggu ayah yang masih dalam perjalanan aku tidak langsung kekebun belakang untuk mencuci kaki serta melepas sepatu boot  bila pulang dari ladang.Saking penasaran ‘siapa pria tampan pemilik kantung lemak dibawah dagu’ itu, kulepas sepatuku sembarangan.

“Aku pulang!!” Panggilku, samar-samar kudengar suara ibu tengah bercanda dengan suara pria yang berbeda.Kupanjangkan sedikit leherku saat sampai diperbatasan ruang tamu dan ruang penyimpanan sepatu.

Ada dua orang pria, mereka membelakangiku.Satu bertubuh besar dan satu bertubuh tegap sempurna.Jangan-jangan… Salah satu dari mereka mantan kekasih ibuku! Ibu pernah bilang semasa SMA ia jadi nona Pohang (tempatnya lahir) jelas saja aku berpikir ia mempunyai banyak kekasih dahulu.

Ekor mata ibuku menangkap leher memanjangku.

“Eo? Eunji kau sudah pulang??” Senyum ibuku, ia berdiri.Tak lama dua pria yang membelakangiku membalikkan tubuh mereka bersamaan.

Salah satu dari mereka…Tampak shock. Ia pria bertubuh tegap.

Mungkin pria ini yang Han Seol maksud.Tubuhnya memang seputih kapas aku pastikan saat dia meneguk air-air itu akan terlihat jelas (ini berlebihan),hidung serta garis rahangnya tegas sekali,matanya…Matanya bersinar seakan-akan mata itu menyedot kecepatan cahaya dari bumi kebulan,kemudian rambutnya gelap bergel kilatnya hampir membuatku pangling.

Kukerutkan dahi bingung, kelihatannya aku pernah bertemu pria ini sebelumnya.Namun, dimana?Apa dia salah satu aktor tampan kesukaanku?? Atau ia pria misterius yang tak sengaja masuk kedalam mimpi membosankanku akhir rabu kemarin???

“Siapa dia.” Tanyanya dingin, entah kepada siapapun.Kutegakkan tubuhku dan membungkuk dalam kearah mereka.Tuan bertubuh besar tersenyum ramah padaku.

“Dia Lee Eunji dan ini Cho Kyuhyun.” Senyum pria bertubuh besar tersebut.Mengingat sopan santun yang selalu ayah terapkan dalam keluarga kami.Aku langsung mengulurkan tangan kearah paman penyuka senyum ramah itu,ia menerimanya dan menggenggam erat tanganku.

Lalu aku beralih memberikan tanganku kearah pria tampan yang menyihir mataku itu.Ia terdiam sampai tangan diudaraku kebas sesaat.Ia hanya menatapnya..Remeh?

“Aroma sawah?Menjijikkan.”Kutipiskan bibirku, aku lupa mengganti bajuku.Ibu tersenyum malu disampingku.Ia segera memberiku sinyal agar mengganti baju keladangku.

 

***

Aku selesai mengganti pakaianku.Tidak ada baju cantik yang sesuai keadaan ini, terpaksa kugunakan pakaian sehari-hariku.Lagian aku tak tahu tujuan mereka kesini untuk apa.Aku turun kelantai bawah.

Nyaris saja terjatuh karena kedua adik kembarku berlarian menuju lantai utama.Aiihh, mereka benar-benar.Diruang tamu, ayah telah duduk didepan kedua orang itu.Ia berbincang hangat sepertinya ayah mengenal dekat paman gendut tersebut.

“Eo?Eunji duduklah kita belum berkenalan secara dekat.” Lagi-lagi paman bertubuh gendut tersebut menyambutku ramah.Akupun duduk diantara ayah dan ibuku.

“Aku sahabat ayahmu sejak kami kuliah di Seoul dahulu.Panggil saja paman Cho.” Senyumnya,aku mengangguk pelan.Sedikit rasa canggung terhadap orang asingpun hilang tapi aura kaku tetap terasa ketika kualihkan pandangan kearah pria berwajah dingin didepanku.Ia tampak mengepalkan kedua tangannya pada sisi tubuh lalu wajahnya memerah.

Ia marah?Untuk apa??

“Jadi aku sudah memberitahu maksud kedatangan kami kesini terhadap ayah dan ibumu…” Pembicaraan ini menjorok kemana? Kedua adik kembarku sibuk memainkan sisi-sisi afron ibuku.

“Kami akan meni…”

‘BRAKKK!!!’ Kami semua sontak terkejut saat pria dingin bernama Cho Kyuhyun menggebrak meja depan Tv.Kubulatkan mataku tak percaya, apa yang dia lakukan?

Ia terlihat begitu marah, urat-urat disekitar lehernya timbul kepermukaan.Aku bergetar melihatnya, sedangkan ibuku menutup telinga kedua adikku.Pria ini gila!!

 

Pria itu membuang nafasnya kesamping kemudian ia menunjuk-nunjuk wajahku lalu berkacak pinggang tak percaya. “Wuaahhh… Ayah, apa kau sedang bercanda? Dia?? Gadis ini Lee Eunji??? Kau pikir aku buta??? Dia bukan gadis yang kucari.Sialan!”Ia menggeser tirai jendela samping ruang tamu hingga beberapa penduduk yang coba menguping terkejut.

Kelihatannya pria itu memanfaatkan penduduk setempat, ia membuka jendela lebar tersebut.”Aku akan tanya kalian satu persatu..”

Kugoyang-goyangkan tubuh ayah supaya ia menghentikkan pria gila ini, tapi nihil ayah menunduk dalam.”Gadis ini…benarkah dia Lee Eunji?dan ketika ia SMP ia menjuarai lomba model remaja se-Jeolla?” Tanyanya sedikit pelan.

Aku terlalu takut, intonasi tinggi pria ini mengingatkanku akan masa kelam yang kulalui di sekolah dahulu.Suara bariton pria yang membullyku dan  nyaris membunuhku dekat tong sampah akibat wajahku. Penduduk mengangguk.

“Iya, dia berubah seperti terkena kutukan waktu dia SMA.Wajahnya sejelek rebusan rebung.”ujar salah satu warga.Mereka..Mereka mengataiku didepan ayah dan ibu?

Kulihat ayah menegakkan tubuhnya, ia berdiri dari duduknya lalu hendak menghajar penduduk berbibir jahat tersebut.Kutahan tangisanku.

Dan kalian tahu? Pria gila itu mendorong ayahku kesamping. “Tunggu dulu tuan Lee, itukah kenyataanya? Kau harus dengar bagaimana pendapat penduduk sekitar desamu.Lihat…Mungkinkah kalian berpikir aku kesini hendak melamar gadis… (pria gila itu membalikkan lehernya) jelek ini??”

“Tidak mungkin..”

“Mereka berdua pasti penagih hutang.”

“Bukan,bukan.Tuan Lee kan pria tersohor di Seoul dia pasti temannya.”

“Iya, tak masuk akal Lee Eunji akan dilamar pria setampan itu.Sepupuku yang idiot saja tidak mau memandang Eunji saat ia berkunjung kedesa.”

Cukup! Aku tidak menahan emosiku karena mereka mengejekku.

 

Disini…Disini ayah dan ibuku berada.Mereka pasti terluka, aku tak bisa membiarkan hal ini.Aku ikut berdiri, tuan Cho juga berdiri.“Yakh!! Berhentilah, kau yang menyulut mereka Kyuhyun-ssi!!!” Teriakku keras, warga yang berkumpul disamping rumah kami terdiam.Kutahan suara serakku.

 

Ia tersenyum licik.”Eo? Ternyata kau juga bisa berbicara?? Yakh, kau tahu? Awalnya aku berpikir kau pembantu keluarga Lee tapi… Wah, mereka benar mengenai kutukan..”

“Kyuhyun cukup.” Ucap tuan Cho pelan.

“Kau gadis jelek, siapa yang mau menikahimu ha?” Ia tidak mengindahkan ucapan ayahnya.Ayahku hendak melawan tapi pria gila ini malah semakin menahan ayahku…Situasi ini kacau!!

“Tetaplah seperti ini sampai kau tua, dan ketika ruh mu lepas dari jasadmu…Kuharap cacing-cacing dan belatung didalam peti mati akan memakanmu sehingga tak bersisa lagi.”

“Cho KYUHYUN!!” teriak tuan Cho.Akhirnya air mataku tumpah juga, ini adalah penghinaan terberat yang pernah kurasakan dalam hidupku.

“Karena kalau tidak dimakan oleh mereka pasti kau juga tidak laku dikalangan hewan pemisah.Dasar jelek…Aigoo wajah jelekmu membuatku ingin memukul sesuat..”

‘BUGHH!!!’ Tuan Cho melempar pukulannya kearah sang putra.Semakin deraslah tangisanku, ayahku terduduk usai Kyuhyun kejam tersebut melepas terpaksa tangannya dari pakaian ayahku yang hampir robek.

Tuan Cho melonggarkan dasinya, ia langsung menutup jendela dan tirai. “Keluar dari sini.” Kata ayahku pelan.

Tuan Cho melunakkan ekspresi kerasnya, ia hendak membantu ayahku berdiri tapi ayahku langsung menepis bantuannya.”KELUAR DARI SINI!!!!”

“Jaesuk-ah,ak…” Pria gila itu berdiri, menyeka darah pada sudut bibirnya.Aku rasa itu tidaklah cukup membalas perih yang ia torehkan serta malu terhadap keluargaku.Kutatap ia benci.

Ia lagi-lagi menyunggingkan senyuman kejamnya. “Ini hadiah karena membuang-buang waktu berhargaku.”

Tanpa sempatku hentikan, Kyuhyun mengambil tongkat baseball ayahku waktu ia muda lalu ia..

‘PRANGGG!!! PRANGGG!!!!’

‘BRAKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!’ ia menghancurkan perabotan pecah belah.

“Kyuhyun! KAU!!” Teriak tuan Cho, aku pun ikut berjalan menuju pria tersebut

“Yakh!!! NOE!!!” Teriakku mendekatinya. Pria ini 100% gila.

Kembali, ia berekspresi aneh.Ia tertawa mengerikan. Kemudian mengambil sesuatu dari saku jasnya dan melempar kartu berwarna emas.”Perbaiki ruang tamu kalian dengan kartu ini eo? Jangan lupa cat kembali dinding jelek kalian.Cih.”

Aku tidak mengerti dimana kesalahan kami.Apa karena kami membuang waktu mereka?Benarkah semua orang kaya seperti dirinya??

Hari ini, hari terburuk dalam hidupku.

Akan tetapi, hari buruk lainnya baru akan dimulai…

Secepatnya

 

TBC

Advertisements

4 responses to “[Freelance] Because I’m Ugly (Chapter 2)

  1. astaga…. kejam dan tega banget tho si tuan Cho itu… biarpun wjahx Eunji jlek tp ga sepatutnya dihina smpe segitunya kan… 😦 oke oke ini smkin berapi2 bacanya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s