[Freelance] Lonely (Part 2)

posterfflonely

Lonely : part 2

Yeji bersumpah ia menyesal mengapa ia harus datang ke sungai han dan melihat ibunya bersama org lain. Tentu saja yeji tdk perlu menjadi pintar untuk mengetahui bahwa kedua org itu sedang menikmati sore bersama dan mengobrol dengan tatapan penuh cinta sambil bermesra2an. Jd ini yg ibunya lakukan sehingga ia pulang larut? Dengan berbicara bahwa ia sibuk dikantor namun nyatanya ia malah menghianati ayahnya dan juga yeji. Yeji masih berjalan cepat dan air matanya masih mengalir tak heran org2 sekitar terus memperhatikannya. Ia berjalan tak tentu arah sampai akhirnya ia berhenti di salah satu kedai. Kedai itu tdk terlalu ramai jd ia bisa menenangkan dirinya sebentar.

“Selamat datang di kedai kami” ujar seorang ahjumma pada yeji.

Yeji tdk menjawabnya dan langsung duduk di kursi yg disediakan. Ahjumma itu melihat yeji dgn penuh tanya pasalnya ia melihat yeji dgn mata sembab habis menangis.

“Ahjumma boleh aku minta soju? Aku minta dua .” Pesan yeji

Ahjumma lgsg menghampiri yeji dan memperhatikan yeji sebentar.
“Maaf agasshi kami tidak menjual soju pada anak sekolah” jawab ahjumma dengan ramah.

“Aku ini sudah besar ahjumma aku sudah bekerja.” Bohong yeji

“Jd skrg seragam kantoran sudah seperti seragam anak sekolah ya?”

Bodoh. Yeji melihat kearah bajunya yg masih memakai seragam.

“Aishhh aku tdk ingat masih memakai seragam.” Gumam yeji.

“Ahjumma jebal aku akan membayar berapapun asal beri aku soju ya?” Yeji benar2 ingin mabuk walaupun ia tak pernah mabuk tp kali ini ia ingin melupakan masalahnya walaupun sebentar.

“Tidak bisa agasshi. Jeosonghabnida kau bisa memesan yg lain atau kau bisa mencari kedai lain.” Ketika ahjumma akan pergi tangannya ditahan oleh yeji. Yeji terdiam sebentar dan menundukan kepalanya

“Jebalyoo. Hiks.. Kali ini saja yah? Aku tak akan minum lg aku berjanji.” Mohon yeji sambil menangis.

Ahjumma hampir luluh saat melihat yeji menangis. Namun ia tdk bisa memberi soju kpd anak sekolah karna itu tdk boleh. Yeji menundukkan kepalanya masih menangis dan masih menggenggam tangan ahjumma.

“Agasshi kalau kau punya masalah jgn melampiaskannya dgn minum itu tidak baik. Dan aku memang benar2 tidak bisa memberimu soju karna kau masih sekolah. Aku bisa memberikan mu minuman yg lain. Tunggu sebentar ya.”
Yeji pun pasrah dan membiarkan ahjumma itu pergi. Ia masih menangis karena memikirkan kejadian td.

Setelah bbrapa menit ahujmmapun kembali dgn segelas coklat hangat dan ramyeon untuk yeji.

“Ini untuk mu. Ini lebih baik drpada soju percaya padaku kau pasti akan suka.” Ujar ahjumma sambil menyodorkan segelas coklat. Yeji lgsg meminumnya

“Dan ini aku buatkan ramyeon pasti kau belum makan kan. Semoga kau suka Selamat menikmati.” Ujar ahjumma sambil tersenyum dan beranjak meninggalkan yeji. Tp blm sempat ia beranjak, yeji menahan ahjumma.

“Bisakah anda menemaniku makan? Aku tak suka makan sendirian.”
Yeji benci itu. Yeji benci makan sendirian karna itu menbuatnya sangat kesepian.

“Anda tdk sibuk kan?” Lanjut yeji

“Oh tentu saja. Aku akan duduk disini.” Ujar ahjumma

Yeji mulai memakan makanannya dgn lahap dan meminum susu coklatnya. Ini sangat enak dan ia benar2 lapar.

“Agasshi kalo boleh tau kenapa kau menangis?” Tanya ahjumma dan yeji pun menghentikan makan nya

Yeji tak menjawab

“Yasudah tdk apa2 jika agashii tak mau mengatakannya. Makan lah dgn baik.” Ujar ahjumma ramah

“Ibuku”

“Ye?”

“Ibuku menghianatiku”

Ahjumma mengerutkan kening semakin tak mengerti dgn ucapan yeji.

“Aku pergi ke sungai han dan melihat ibuku bersama pria lain. Lalu aku menangis berjalan kesini dan meminta soju tp kau tdk memperbolehkannya akhirnya aku diberi segelas coklat panas dan ramyeon.” Ucap yeji dan ia sudah tak menangis lg. Sesugguhnya yeji benci menangis karna ia akan terlihat lemah.

Ahjumma masih tak bersuara. Dan memandanginya kasihan

“Aku sudah selsai makan ahjumma. Terima kasih sudah menemaniku. Nanti aku akan kesini lg. Tp bolehkah aku diam disini dulu?” Pinta yeji

Ahjumma masih belum menjawab.

“Ahjumma?”

“Oh. Ya tentu saja kau boleh diam disini” senyum ahjumma “yasudah aku akan kebelakang dulu yah jika ingin sesuatu panggil aku saja” ahjummapun ke belakang.

“Baiklah.”

Yeji sudah agak baikan karna makanan dan minuman yg diberikan ahjumma td. Hari semakin malam dan ia hanya memandangi kearah jendela melihat langit malam. Ia sesekali mengecek ponselnya namun tak ada satu pun org yg mencarinya. Apa org2 tak ada yg peduli padaku? Bahkan ayah atau ibu pun tdk menelpon ku. Padahal sudah jam 8 malam dan dikedai hanya dia seorang.

Setelah membayar, yeji keluar dari kedai tersebut. karna ia tak memperhatikan jalan, ia pun taka sengaja menabrak seseorang

“Ahhh appoo” yeji meringis

“Kalau jalan itu hati2” jawab org itu dgn nada dinginnya.

Saat yeji mendongak, ia melihat pria yg menabraknya. Ternyata tak hanya suarnya yg dingin tp wajahnya jg dingin.

Setelah mengatakan itu ia lgsg pergi dan meninggal kan yeji.

“apa2an dia. Padahal dia yg menabrakku tp knp dia yg marah. Aisshh sudahlah aku pulang saja.”

Advertisements

One response to “[Freelance] Lonely (Part 2)

  1. aha bner kan itu selingkuhannya ibuya yeji.. kasian ya Yeji nya… sabar ya Ji…. kayak2nya namja yg nabrak kamu barusan bkln ngehibur kamu deh wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s