[Freelance] Lonely (Part 3)

posterfflonely

Lonely : part 3

Sesampainya dirumah, yeji terkejut melihat orang tuanya sudah berada dirumah. Tidak biasanya fikir yeji. Dan saat melihat ibunya seketika ia teringat kejadian sore tadi. Dan ibunya terlihat baik2 saja tanpa rasa bersalah. Tentu saja ibunya tak tahu kalo yeji sudah tahu apa yg dilakukannya bersama org lain. Yeji hanya diam ketika ibunya menyapa tanpa rasa bersalahnya.

“Yeji darimana saja kau. Ini sudah malam dan kau baru pulang?.” Tanya ibunya

“Apa ibu ingin aku menjawab jujur atau bohong?”

“Apa maksdmu tentu saja kau harus berkata jujur syg.’ Ucap ibunya sambil tersenyum

Ingin sekali yeji mengatakan bahwa ia melihat ibunya sedang bersaama pria lain td sore namun ia masih syg ayahnya. Yeji hanya tersenyum

“Aku pergi kerumah seulgi tadi.” Bohong yeji

“Oh begitu yasudah kau ganti bajulah lalu makan. Kau blm makan kan?”

“Aku sudah makan eomma. Aku akan keatas.”
Saat yeji akan ke atas namun tertahan oleh ayahnya yg memanggil

“Yeji” ayahnya memanggil
Yeji menoleh

“Kau habis menangis?”

Yeji kaget dgn ucapan ayahnya. Apa sembabnya masih blm hilang? Apa air matanya masih ada?

“kau tdk berbohong kan?

Yeji masih diam tak tahu harus menjawab apa

“Yeji kau kenapa. Apa benar kau menangis?” Ibunya bertanya sambil menghampiri yeji namun yeji malah menghindar dan menjauh

“Tidak eomma aku hanya lelah saja aku akan keatas.”

Ibu dan ayahnya msh diam melihat yeji sampai akhrinya ayah yeji berbicara

“Aku yakin yeji menangis. Bahkan ia berbohong dan tak percaya pada kita untuk menceritakan semua masalahnya.” Ucap ayah yeji

“Dia sudah bilang dia lelah. Dia tdk menangis.” Jawab ibu yeji

“Apa kau benar2 ibunya?”

“Apa maksudmu?”

“Kau jelas melihat matanya sembab kan knp kau tidak peka sekali dan malah bilang ia hanya lelah? Seharusnya kau membujuknya untuk bercerita.”

“Kenapa tdk kau saja yg bertanya? Knp harus aku? Dia kan sudah bilang kalau dia lelah. Jgn memulai kumohon aku lelah”

Mereka saling berargumen dan berdebat. Tanpa mereka ketahui. Yeji mendengarnya. Ya yeji mendengar semua perdebatan mereka dibalik pintu masih berdiri sambil menangis dalam diam. Apa ia tdk boleh bahagia sebentar saja? Bisakah org tuanya sedikit memperhatikan yeji? Ia tdk mau menangis. Ia benci menangis.

Yeji memang senang orgtuanya ada dirumah tp tdk bertengkar seperti ini. Ya keadaan seperti ini memang sering terjadi. Mereka sering bertengkar dan selalu berdebat masalah kecil. Yeji muak. Jika mereka ada dirumah hanya untuk bertengkar. Lebih baik mereka bekerja dan tak saling bertemu. Apalagi ibunya sudah berselingkuh kan? Mengapa mereka tdk bercerai saja?

**

Hari ini yeji berangkat sekolah dengan naik bus. Ia sengaja tdk diantar supirnya karna ia yg meminta. Yeji duduk di dekat jendela sambil melihat keluar dan matanya tak sengaja melihat bae joohyun yg akan menaiki bus yg sama dengannya. Lalu ia pun bertemu pandang dgn joohyun

“Oh kau naik bus juga. Kemana mobilmu yg mewah itu? Kau jual yah?” Ujar joohyun yg membuat yeji muak. Keluarlah sifat aslinya. Dia memang ular

“Bukan urusanmu.” Jwb yeji singkat

“Apa skrg kau sudah tdk kaya lg? Makannya kau naik bus. Haha.” Ejek joohyun dan yeji sama sekali tak sakit hati karna ia sampai skrg masih kaya, tak seperti diucapkan joohyun

“Kalau begitu kau juga miskin karna itu kau naik bus. Iya kan?”

Perkataan yeji sukses membuat joohyun naik darah

“Apa kau bilang? Kau bilang aku miskin? Yaa!!!”

“Kau yg bilang sendiri dasar yeoja ular.”

“Kau-!!!” Teriak joohyun yg akan memukul yeji

“Ahjussiiii tolong yeoja ini mau memukulku aaaa” teriak yeji dgn nada dibuat2 dan tak kalah keras

Tingkah mereka membuat seisi bus melihat kearah mereka. Dan joohyun pun lgsg tersenyum lalu menurunkan tangannya

“Hahaa aniyaa bukan begitu kita hanya bercanda kan yeji-ya haha kenapa kau berteriak begitu haha” joohyun lgsg tersenyum pada yeji

Yeji hanya melihat joohyun sinis. Dia memang ular.

“Cih dasar ular.”

Sesampainya disekolah yeji masih terlihat muak dgn kelakuan joohyun yg tebar pesona dgn tersenyum ke semua org yg ia lihat dan sesekali menyapanya. Yeji tak habis pikir mengapa ada yeoja yg sok manis seperti joohyun

Saat sampai kelas, tak seperti biasa kelas mereka sgt ramai. Lalu yeji menghampiri bangkunya dan disana sudah ada seulgi.

“Mengapa kelas kita ramai sekali? Tdk biasanya.” Tanya yeji melihat sekeliling dan melihat para yeoja sedang membicarakan sesuatu

“Katanya ada murid pindahan dari sekolah lain dan dia pindah ke kelas kita.” Jawab seulgi sekenanya

“Jinjja?”

“Dan katanya ia namja yg sgt tampan. Aku muak mendengarnya. Mereka sangat berlebihan. apa semua murid baru selalu tampan? Tidak jg kan.” Kesal seulgi

“Kenapa kau marah2 padaku? Aku hanya bertanya.”

“Pokonya aku kesal mereka berisik sekali.”

“Setampan apa sih sampai mereka berisik sekali. Akujuga muak mendengarnya mereka itu yeoja2 yg seperti tak pernah melihat lelaki tam-”

Ucapan yeji terpotong ketika matanya tak sengaja melihat kim saem bersama seorang namja. Apa itu murid barunya?

“Ya seo yeji kau kenapa?”

Yeji terus memperhatikan namja itu. Yeji pernah melihatnya. Ya namja yg menabraknya kmarin dan marah2 padahal ia yg menabraknya. Cih

“Selamat pagi anak2. Saya membawa teman baru untuk kalian. Silahkan perkenalkan diri” Ucap kim saem

“Anyeonghaseo. Park jimin ibnida”

Yeji masih memperhatikannya

Lelaki itu. Lelaki yg menabraknya kmarin.

Tampan juga
 

Advertisements

One response to “[Freelance] Lonely (Part 3)

  1. aaa…. Jimin kah… huuu itu ganteng banget loh Ji… hihihi… Brhrp Jimin bklan ngehapun kesendirian dan kesepiannya Yeji deh klo bgitu… ksian yeji px orgtua tp kurang care sama dia.. 😦 Oke lnjuut bacanya.. 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s