[Freelance] Lonely (Part 4)

posterfflonely

Lonely : part 4

Yeji masih memperhatikan anak baru itu. Dan mengapa yeji terus memperhatikannya?Yeji tak sadar bahwa pria itu sudah duduk di depan dekat pintu bersama taehyung. Dan seulgi yg menyadari itu lgsg tersenyum.

“Kalau kau tak berkedip nanti matamu kering kkkk.” Ucap seulgi mengejek

Yeji yg sadar akhirnya menoleh kearah seulgi

“Kau ngomong apa sih. Aku tdk memperhatikan apapun aisshh.”

“Jgn bohong padaku. Aku tahu kau memperhatikan murid baru itu. Aku tahu dia tampan tp kau jgn terpesona begitu haha.” Seulgi masih mengejeknya

“Kau tahu dia itu pria yg kmarin menabrakku saat di kedai.”

“Apa? Memangnnya kmarin kau kmana?”

“Sugai han dan aku bertemu dgnnya.”

“Ah jd itu alasanmu memperhatikannya terus. Berarti kau suka padanya kkk”

“Diam atau aku akan memukulmu skrg jg seul!”. Yeji bersiap memukul sebelum kim saem berteriak pada mereka

“Seo yeji apa kau ingin aku mengusirmu?”
Ucap kim saem. Dan semua org melihat kearah mereka berdua terutama yeji. Termasuk murid baru bernama park jimin itu. Jimin hanya menoleh sebentar lalu memalingkan wajahnya lg. Yeoja berisik fikirnya. Tp ia seperti pernah melihatnya

“Heheh jeosonghabnida saem. Aku ingin disini saja.” Jawab yeji

“Kalau begitu diamlah dan kerjakan soal didepan.” Suruh kim saem pada yeji

“Ye?”

“Kau tdk dengar? Kerjakan soal didepan.”

“Aah hehe baiklah saem.” Masih tersenyum kemudian menatap seulgi

“Aku akan memukulmu seul.” Ancam yeji pada seulgi yg dibalas dgn mengejek yeji

Yeji pun tak bisa mengelak dan mau tdk mau harus mengerjakan soal yg ia tak mengerti sedikitpun. Ia tak pernah belajar. Ia malas. Dan ia tak bisa.

Sesampainya didepan iapun hanya diam melihat soalnya yg dipenuhi rumus terkutuk yg bahkan ia tak mengerti. Ia berdehem untuk meredakan kegugupannya lalu melihat kebelakang ke arah teman2nya yg sedang memperhatikannya. Lalu melihat jimin yg memperhatikannya dgn tatapan dingin. Kenapa ia tampan sekali. Dan knp ia dipermalukan begini di hari pertama ada murid baru disekolah?

Ia melihat lg soalnya.

“Aish aku tidak mengerti”

“Kau tak bisa mengerjakannya?”ucap kim saem

“Ak- aku sedang berfikir saem. Hehe.”

“Berfikir sampai kau lulus sekolah?”

“Hahahahha” semua org menertawakannya. yeji melihat semuanya tertawa termasuk si menyebalkan seulgi. Namun hanya satu yg tdk menertawainya. Park jimin.

“Jeosonghabnida saem. Aku tidak belajar semalam. Hehe” ujar yeji dgn cengirannya. Ia sama sekali tak sakit hati mereka menteryawakannya karna memang ia tak bisa.

“Kau memang tak pernah belajar.”

Yeji hanya meringis mendengarnya . It’s a fact

“Baiklah kau duduk yeji.”

Yeji kembali duduk dan dia melihat kearah seulgi dgn tatapan tajamnya. Ia akan memukul seulgi sesudah ini

“Ada yg bisa mengerjakan soal no 2 ?”tanya saem. Dan yg mengacungkan tangan adalah

joohyun

Yeji melihatnya. Joohyun melihat kearahnya dgn tatapan sinis saat akan maju kedepan. Lihatlah dia benar2 ular kan

“Lihatlah si ular itu” yeji berucap pada seulgi

“Haha dia pasti sedang mencoba menarik perhatian murid baru itu.” Jawab seulgi

“Cih. Benar2 ular.”

Ia selsai mengerjakannya. Dan hasilnya benar..

“Waw  hebat sekali. . Berikan tepuk tangan untuk joohyun.”

Semua org bertepuk tangan. Dan yeji melihat saat jimin memperhatikan joohyun, dia rasa jimin akan tertarik pada joohyun kalau joohyun cari perhatian terus.

@kantin

“Kau tdk lupa kan aku akan memukulmu kang seul? ” yeji lgsg menghadiahkan seulgi pukulan di badannya

“Yaa mwoyaa ya ya ya aku salah apaa hah?” Ujar seulgi tak terima.

“Kau td yg membuat ku dihukum.”

“Kausaja yg bodoh masa soal begitu saja tdk bisa hah. Aku bahkan bisa mengerjakannya dalam satu menit.”

“Itu memang kau saja yg pintar. Aku kan tdk belajar jd aku tdk bisa. Aissh knp semua org pintar sedangkan aku tdk.

“Makannya kau belajar yg baik jgn malas terus.”

“Aku memang dilahirkan untuk jd pemalas.”

“Aish geu yeoja jinjja.” Seulgi diam sebentar

Seulgi teringat sesuatu tentang ayah yeji yg meneleponnya kmarin.

“Ohiya kmarin kau kemana? Ayahmu menelpon ku dan katanya ia bilang kau kmarin kerumahku. Kenapa kau berbohong?” Tanya seulgi

“Aaah hehe itu euh tidak ko aku hanya jalan2 sebentar.”

“Dan ia bilang melihat matamu sembab seperti habis menangis. Yaa! Ayahmu mengira aku melakukan sesuatu padamu padahal kau kerumahku saja tidak kan.”

“Aku tdk menangis. Sejak kapan aku menangis hah? Aku tdk pernah menangis.”

“Kau itu selalu sok kuat. Kau menganggapku ini apa hah? Knp tdk mau bercerita?”

“Nanti saja ceritanya aku ingin makan.”

“Aish kau selalu begitu.”

Yeji belum siap menceritakan semuanya pada yeji karna ia takut seulgi akan khawatir padanya. Setidaknya ia masih bisa memendamnya sendiri.

saat yeji bangkit dari kursinya ia tak melihat ada org yg berjalan jdlah ia menabrak org. Lagi.

“Ashh jinja knp aku selalu menabrak org.” Gerutu yeji tanpa melihat org trsebut

“Kau bisa lihat tidak?” Ucap namja itu. Ia tau suara dingin itu. Sama seperti org yg kmarin menabraknya.

Yeji pum mendongak dan jimin tersadar ia jg pernah menabrak yoja ini kmarin

“aku sudah mengira itu kau. Kmarin yg menabrakku dan skrg kau menabrakku lg.” Ujar jimin

“Mworago?  Kmarin aku menabrakku? Yg ada itu kau yg menabrak knp menyalahkan ku?”

“Jgn2 kau sengaja ya?”ujar jimin

Seulgi yg berada disana hanya menatap keduanya dgn heran

“Apa? Aku sengaja? Ya! Jgn sembarangan. Aku ini mau beli makanan dan tiba2 kau berjalan kearahku jdlah kita bertabrakan.”

“Kau benar2 cerewet. ”

“Ya!!!”

“Aish sudahlah yeji-ya ayo kita pergi saja. Knp kau senang sekali bertengkar. Ayo laah.” Seulgi membawa yeji menjauah dr jimin

**

Hari ini hari libur sekolah dan yeji hanya diam dirumah. Tak seperti biasanya org tua yeji berada dirumah walaupun libur biasanya mereka akan tetap pergi bekerja. Saat ini yeji sedang sarapan dengan ayah dan ibunya. Yeji berubah menjadi pendiam saat ada org ruanya dirumah. Ia makan dgn diam.

“Yeji” ucap ayahnya

“Ada yg ingin kau ceritakan pada ayah?”

Yeji sekilas melihat ayah dan ibunya

“Tidak. Memangnya kenapa?”

“Kau semalam tdk kerumah seulgi kan?”

Yeji terkejut. Tak menyangka ayahnya akan menanyakan soal ini

“Yeji? Benarkah? Lalu kau pergi kemana?” Itu Suara ibunya

‘Aku pergi ke sungai han dan melihat ibu berseligkuh’

Haruskah ia menjawab begitu?

“Ak aku hanya diam disekolah” jawab yeji sekenanya

“Berhenti berbohong seo yeji!” Ujar ayahnya dgn nada agak keras

Yeji yg mendengan itu lgsg mendongakan kepalanya terkejut melihat ayahnya membentaknya

“Mengapa ayah membentakku?” Ucap yeji dgn nada yg lirih

Matanya mulai berkaca2

“Ayah tau kau berbohong. Kau kemana kmarin hah?”

yeji menunduk. Haruskah ia jujur? Apakah ayahnya akan marah padanya dan ibunya karna telah membhonginya? Yeji tak tahu harus menjawab apa.

“Aku.. aku pergi ke sungai han. Dan aku aku melihat…

Ibu seulgi terlihat panik saat seulgi mengatakan itu. Karna ia kmarin memang pergi ke

‘Ibu sedang bersama pria lain’

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s