[Freelance] Unreasonable Love (Chapter 3)

unreasonable-love4

Title : Unreasonable Love
Author/twitter : AGEHA | @UtadaAgeha
Cast : Oh Sehun and Suiren Lee
Genre : Romance, Drama, Marriage Life, Life
Rating : PG – 14
Length : Chapter
Disclaimer : The story is mine!

Credit Poster : Poster by Tanomioo @ saykoreanfanfiction.wordpress.com

Woman’s Heart

 

Ini hari kelima bulan madu Sehun dan Suiren. Kini mereka berdua sedang berada di sebuah restoran dan sedang menunggu banyak orang. “Jadi… teman – temanmu ingin berkunjung?” tanya Suiren seraya menopang dagu dengan tangannya di atas meja.

 

“Ya,” jawab Sehun singkat.

 

Suiren menghela napasnya. “Lalu kenapa harus di restoran? Melelahkan saja,” responnya dingin. “Jika dessert di restoran ini rasanya tidak sesuai seleraku, aku akan pulang. Masa bodoh dengan pertemuannya,” jawab Suiren seraya melihat ke sekeliling restoran. Sehun yang tidak bisa berbuat apa – apa hanya diam mendengar perkataan istrinya.

 

Setelah lama menunggu, akhirnya teman – teman Sehun datang. Kali ini Baekhyun juga membawa adiknya, Taehyung yang juga membawa kekasihnya, Hannah. Suiren hanya melihat mereka berlima dengan tatapan datarnya seperti biasa. Gadis itu tidak merasa terganggu tapi tidak juga merasa senang. Biasa saja. Setelah mereka berlima duduk, mereka langsung saja memesan makanan. Termasuk Suiren dan Sehun.

 

Seraya menunggu makanan datang, mereka hanya mengisinya dengan obrolan santai. Karena yang wanita ada Suiren dan Hannah, mereka hanya bisa mengobrol berdua. Tapi, karena sikap ‘bicara seadanya’ yang dianut Suiren, obrolan mereka tidak berjalan lancar. Meskipun begitu, Hannah tetap berusaha mengajaknya bicara. “Kak Suiren, apa setelah ini kau ada waktu? Aku ingin berjalan – jalan bersamamu,” ucap Hannah.

 

Suiren yang tadinya sedang meminum tehnya menghentikan kegiatannya dan meletakkan cangkirnya di atas meja. “Bagaimana, ya…” Suiren menimbang – nimbang permintaan Hannah lalu melirik Sehun. “Jika suamiku memberiku izin, mungkin aku bisa pergi,” jawabnya.

 

Baekhyun tertawa kecil. “Ha ha ha… Sehun, kau mendengarkan tidak? Istrimu sedang meminta izin padamu. Ayolah, bilang saja ‘Iya’. Mereka perlu tempat untuk pembicaraan antar wanita,” ucapnya santai. Kai, Chanyeol, dan Taehyung mengangguk setuju. “Setelah kalian bisa pergi berjalan – jalan. Ya, Sehun?”

 

Sehun menatap Suiren sejenak lalu menghela napas. “Baiklah, kuizinkan,” ucapnya. “Jika kau ingin pulang, hubungi aku. Nanti akan kujemput,” tambahnya lagi.

 

“Baiklah,” Suiren bangkit dan membawa tas berwarna oranye pastel itu dan keluar restoran bersama Hannah. Suiren dan Hannah berjalan menuruni tangga restoran. Suiren berhenti sejenak lalu menoleh ke arah Hannah. “Hannah, kau ingin pergi ke mana?” tanyanya.

 

“Ah, itu… aku ingin pergi ke taman,” jawab Hannah tersenyum kecil. “Jaraknya sekitar 400 meter dari sini. Apa kakak keberatan jika kita berjalan kaki dari sini?” mendengar pertanyaan itu, Suiren menggeleng dan akhirnya mereka berdua melanjutkan perjalanannya. Setelah berjalan beberapa lama, akhirnya Suiren dan Hannah sampai di taman yang dipenuhi pohon sakura dan persik dengan temperature udara yang sejuk dan nyaman.

 

Pakaian yang dipakai Suiren sangat cocok dengan musim semi kali ini. Suiren dengan mini dress berwarna kuning dan flower – print blazer yang dipakainya, dan wedges berwarna pastel dengan tali yang dililit sampai lutut.

 

Suiren dan Hannah melangkahkan kaki mereka dan berjalan untuk mengelilingi taman. “Kak Suiren, apa kau ingin es krim?” tanya Hannah saat ia melihat kedai es krim di depannya. “Ayo kita beli bersama,” Hannah menarik tangan Suiren dan membawa gadis itu ke kedai es krim yang tadi dilihatnya. “Satu es krim vanilla dengan toping buah beri. Kau ingin es krim rasa apa, kak?”

 

Suiren berpikir sejenak sambil melihat menu es krim kedai tersebut. “Aku ingin satu es krim gelato dengan  toping brownies.” Setelah Hannah dan Suiren menyebutkan pesanannya, es krim pesanan mereka mulai dibuat dan jadi dalam 10 menit. Setelah es krim mereka sudah dibayar, mereka berdua kembali berjalan mengelilingi taman. Setelah beberapa lama berjalan, Hannah dan Suiren beristirahat sejenak, duduk di kursi di bawah pohon sakura yang ada di pinggir danau.

 

Suasana sejenak hening. Hannah dan Suiren berusaha menikmati es krim mereka masing – masing. Tiba – tiba Hannah menghentikan kegiatannya lalu menatap Suiren. “Kak, ada yang ingin kutanyakan padamu. Boleh?”

 

“Tanyakan saja,” jawab Suiren seraya terus melahap es krimnya.

 

Hannah terlihat berpikir sejenak. “Um… kenapa kau menikah dengan kak Sehun?” pertanyaan Hannah membuat Suiren berhenti melahap es krimnya. “Ah, maaf! Tapi aku penasaran. Apa kau jatuh cinta padanya? Sejak kapan?”

 

Suiren diam dan menatap lurus ke arah danau. “Cinta? Kurasa tidak,” Suiren memasang wajah datarnya. “Aku tidak sedang jatuh cinta padanya.”

 

“Lalu?”

 

“Dia melamarku saat pertemuan pertama kami dan aku menerimanya. Hanya itu.”

 

“Ha… hanya itu?” suara Hannah terdengar shock.

 

Suiren menoleh. “Kenapa jadi kau yang kaget?” Suiren mengerutkan alisnya. Setelah itu, Suiren kembali menikmati es krimnya. “Tapi, wajar jika kau kaget, ya.” Ucapnya di sela – sela saat ia hendak melahap es krimnya. “Aku menikah dengan orang yang belum lama kukenal. Bahkan saat ia melamarku, aku bahkan baru mengetahui namanya.”

 

Hannah mulai kembali menikmati es krimnya yang sudah sedikit mencair. “Apa kau tidak menyesal, kak? Menikah dengan orang yang tidak kau cintai, rasanya…”

 

“Menyesal? Sepertinya tidak. Aku sama sekali tidak merasakannya.” jawab Suiren. Perlahan gadis itu menunjukkan senyum lembut dengan tatapannya yang tenang. “Lagipula, sudah terlambat untuk menyesal. Sekarang aku hanya harus menjalani kehidupanku saat ini seperti yang biasa kulakukan.”

 

Terpesona oleh keteguhan orang yang saat ini ada di hadapannya, Hannah sama sekali tidak bisa mengalihkan pandangannya. “Kau kuat sekali, ya, kak.”

 

Suiren mengangkat sebelah alisnya. “Kuat? Maksudmu?”

 

Hannah menggelengkan kepalanya pelan lalu tersenyum. “Bukan apa – apa,” jawabnya. Ia lalu bangkit dari tempat duduknya. “Nah, ayo kita berkeliling lagi,” ajaknya seraya tersenyum. Suiren hanya tersenyum kecil dan bangkit. Mereka berdua akhirnya kembali untuk berjalan – jalan di taman ini.

 

***

 

Di restoran yang sama…

 

Sudah 15 menit ini Sehun berulang kali mengecek handphonenya lalu menghela napas, tanda kecewa. Pasalnya ia belum mendapat telepon ataupun pesan dari Suiren. Baekhyun yang melihat perilaku Sehun yang terlalu overprotective itu terus – menerus menceramahi Sehun agar berhenti menatap layar ponselnya dengan tatapan menyedihkan seperti itu. “Mereka hanya berjalan – jalan sebentar. Nanti juga ia pasti menghubungimu. Kau terlalu berlebihan.”

 

“Baekhyun benar, Sehun. Para wanita perlu menghabiskan waktunya untuk pembicaraan yang hanya bisa dibicarakan antar wanita saja. Kita tidak boleh ikut campur,” ucap Chanyeol, mendukung Baekhyun. Yang lainnya hanya mengangguk, mengiyakan.

 

“Lagipula ia bersama Hannah. Jangan khawatir, kak.” Taehyung berusaha memastikan.

 

Tiba – tiba handphone Sehun bergetar. Saat Sehun membuka pesan yang didapatnya, ternyata itu adalah pesan dari Suiren. Pria itu segera membuka pesannya dan membacanya.

 

From               : Suiren

Subject             : Don’t forget

Aku akan meneleponmu jika aku ingin pulang. Kau benar – benar akan menjemputku, kan? Awas kalau kau tidak menjemputku. Aku yakin saat ini kau sedang mengkhawatirkanku, makanya aku mengirim pesan padamu.

 

Sehun terkekeh kecil saat membaca pesan dari istrinya itu. Benar – benar pesan yang unik. Istrinya benar – benar tahu apa yang dirasakannya sekarang. Baekhyun, Chanyeol, Kai, dan Taehyung hanya bisa membeku melihat ekspresi Sehun yang seperti itu.

 

“Sehun… kau tertawa?” pertanyaan Chanyeol membuat Sehun berhenti tertawa dan kembali ke wajah datarnya.

 

“Itu mengerikan,” ucap Kai menatap Sehun.

 

“Ya, mengerikan,” Baekhyun dan Taehyung mengiyakan.

 

“Kalian ini…!” Sehun menahan rasa kesalnya.

 

“Tapi, jarang sekali kau tertawa,” Chanyeol menatap Sehun santai. “Kalau begitu baguslah kau menikah dengan Suiren. Dia benar – benar gadis yang baik,” Chanyeol menyunggingkan bibirnya, tersenyum iseng. Sehun hanya bisa berusaha mengabaikannya dan kembali memfokuskan dirinya.

 

Pada saat yang sama, Suiren…

 

“Kau kenapa, kak?” tanya Hannah saat melihat Suiren yang tersenyum saat sibuk menatap layar handphonenya. Suiren tersenyum lalu menunjukkan isi pesan yang didapatkannya dari Sehun.

 

From               : Mr. Oh

Subject             : –

Iya, iya, aku akan menjemputmu. Bukan aku yang mengkhawatirkanmu, tapi Baekhyun yang tidak bisa berhenti berkicau di sini terus menanyakan kau sedang ada di mana.

 

Setelah memperlihatkannya pada Hannah, Suiren melihat kembali handphonenya seraya terkekeh kecil. “Lihat dia. Dasar pria pemalu…” ucapnya. “Bahkan menggunakan temannya sebagai alasan. Ah… sia – sia rasanya aku mengkhawatirkannya,” melihat Suiren yang seperti itu, Hannah hanya tersenyum kecil melihatnya.

 

“Baiklah…” Suiren memasukkan handphonenya ke dalam tasnya. “Sekarang kita akan ke mana?”

 

Hannah tersenyum. “Ada tempat yang ingin kudatangi. Kau pasti akan suka tempatnya.” Hannah dan Suiren akhirnya pergi dari taman tersebut lalu mereka berjalan lagi menuju tempat yang ingin Hannah datangi. 15 menit mereka berjalan untuk sampai di tujuan. Rupanya sebuah toko sederhana yang bangunan dan halamannya dipenuhi dengan bunga mawar berwarna merah, pink, dan putih.

 

“Di sini?” Suiren bertanya saat mereka berada di depan toko tersebut.

 

Hannah mengajak Suiren menaiki tangga kecil dan masuk ke dalam toko. Di dalam toko, ada banyak pakaian, sepatu, dan aksesoris yang dipajang. Semuanya terlihat sangat menarik perhatian Suiren. Hannah mengajak Suiren untuk berkeliling toko dan memilah apa yang ingin dibeli. “Aku sudah lama tidak ke sini. Aku benar – benar menyukai barang – barang yang dijual di sini,” ucapnya seraya melihat – lihat mini dress dengan berbagai model, motif, dan hiasan yang berbeda. Suiren hanya melihatnya saja dengan tatapan datarnya.

 

Hannah terpaku pada mini dress tanpa lengan berwarna hitam dengan renda – renda hitam di bagian bawah dan pinggangnya dan juga hiasan bunga mawar dan mutiara dibagian dada kiri. “Lihat, kak! Baju ini terlihat cocok untukmu,” Hannah langsung saja mencocokkan gaun itu di tubuh Suiren. “Kita beli baju ini, oke?”

 

“Eh? Tapi aku…” sebelum Suiren sempat untuk menolaknya, Hannah sudah lebih dulu memotong kata – katanya.

 

“Sudah, sudah. Hari ini aku akan berbelanja sepuasku.baik itu untukku ataupun untuk kakak. Jangan melarangku, ya.” Hannah mengedipkan sebelah matanya. Ia lalu segera mencari sepatu yang pas untuk dicocokkan dengan gaun yang dipilihnya untuk Suiren. Selain itu, ia membeli 2 mini dress, 1 kemeja, 2 sepatu, 3 aksesoris, 1 sweater, dan 1 mini skirt untuknya sendiri dan 1 long dress, 2 mini dress, 1 blouse, 1 mini skirt, 2 sepatu, 2 aksesoris, 1 blazer, dan 1 maxi skirt untuk Suiren.

 

She’s a real shopaholic.

 

Setelah hampir 1 jam mereka berbelanja, Hannah mengajak Suiren untuk beristirahat. Selain toko pakaian, sepatu, dan aksesoris, toko ini juga menyediakan café terbuka dibagian halaman toko. Mereka memesan 2 cangkir teh dengan setengah potongan buah strawberry dan maple cookies sebagai makanan ringannya. Suiren meminum tehnya perlahan. Setelah itu, ia menatap teh yang masih ada dalam genggaman tangannya. Seolah hanyut ke dalamnya.

 

“Kau tahu, Hannah… aku bersyukur setelah aku menikahi Sehun, aku jarang bermimpi buruk yang membuatku kurang tidur selama 5 bulan ini. Setidaknya, untuk itu aku bersyukur karena menikahinya,” Suiren meletakkan cangkirnya. “Jika aku akan menyesal nantinya, aku tidak ingin menyesalinya secara menyedihkan,” ia mengatakannya dengan tatapan kuat dari matanya yang sebening kristal.

 

Hannah yang tadinya mendengar ucapan Suiren secara serius perlahan tersenyum. “Ya… syukurlah jika begitu.” dalam hatinya ia merasa sangat bersyukur karena diperkenalkan oleh seorang dengan perasaan tenang namun teguh seperti Suiren. “Oh, iya, kak. Apa aku boleh… berkunjung ke tempatmu kapan – kapan?”

 

Suiren tersenyum lembut. “Tentu saja boleh. Kapanpun kau mau.” Jawabnya.

 

Setelah makanan dan minuman mereka habis dan mereka hendak pulang, Suiren mengirim pesan pada Sehun.

 

Hanya 15 menit waktu yang diperlukan Sehun untuk sampai ke tempat istrinya berada. Saat melihat Sehun sudah sampai, Suiren dan Hannah berjalan mendekati mobil Sehun. “Di mana yang lainnya?” Suiren bertanya sebelum ia menaiki mobil.

 

“Mereka menunggu di villa,” jawab Sehun singkat. Suiren hanya mengangguk. Setelah itu, ia dan Hannah masuk ke dalam mobil beserta barang – barang mereka. Dan mereka kembali ke villa.

 

The time flows quickly…

 

Malam ini, Chanyeol, Baekhyun, Kai, Taehyung, dan Hannah sudah harus kembali ke Seoul. Sehun dan Suiren mengantar mereka berlima ke bandara. “Sampai jumpa, Hannah,” Suiren memeluk Hannah sebentar.

 

“Asyiknya… aku juga ingin dipeluk oleh Suiren,” celetuk Baekhyun, membuat mulutnya ditutup oleh tangan Sehun.

 

“Baiklah, kami pulang dulu. Kalian berdua juga cepat pulang,” ucap Chanyeol. Setelah itu, mereka berlima berjalan, semakin jauh… dan semakin jauh, hingga tidak terlihat lagi dalam pandangan Sehun dan Suiren.

 

“Ayo kembali,” ajak Sehun.

 

Suiren mengangguk dan hanya mengatakan ‘Ya’.

 

***

 

Hari ini Sehun dan Suiren pulang ke rumah. Bulan madu mereka sudah selesai. Saat mereka sampai di rumah, bibi Kim dan beberapa pelayan lainnya. Setelah itu, para pelayan membawa barang – barang Sehun dan Suiren ke kamar mereka berdua sedangkan suami – istri itu duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Suiren bahkan menyandarkan kepalanya di bahu Sehun dan menutup matanya.

 

“Aku lelah sekali…” Suiren berbicara diikuti helaan napas lelahnya.

 

Sehun menatap Suiren yang sedang bersandar di bahunya. “Kalau begitu tidurlah. Kau lelah kan?” pertanyaan Sehun dijawab dengan gelengan kepala Suiren.

 

Suiren membuka kelopak matanya. “Tidak. Setelah ini aku ingin ke rumah orang tuaku. Maria juga pasti merindukanku,” jelasnya.

 

Sehun menangkup wajah Suiren dengan satu tangannya. “Besok saja. Matamu terlihat lelah. Untuk sekarang kau harus beristirahat,” ucapnya seraya mengelus bagian bawah mata Suiren dengan jarinya. Sehun lalu menggunakan kedua tangannya untuk menangkup wajah Suiren dan menempelkan dahinya dengan milik Suiren. Ia menutup kedua matanya dan berkata, “Istirahatlah.”

 

“Begitukah?” mata Suiren perlahan menurunkan kelopak matanya hingga akhirnya tertutup. “Kalau begitu, lebih baik sekarang aku tidur, ya.”

 

Setelah beberapa lama, Suiren akhirnya benar – benar tertidur. Sehun menggendong Suiren dan membawa gadis itu ke kamar. Dan akhirnya, Sehun juga ikut terlelap lalu tidur di samping Suiren.

 

To be continued…

 

Author kembali lagi…! Sorry for the typo. Hayooo… jangan lupa tulis tanggapan kalian tentang chapter ini ya. Ada beberapa yang tanya tentang ‘adegan malam pertama’ Sehun dan Suiren. Tapi munculnya nggak di chapter ini, ya…. Oh, iya, tentang Taehyung dan Hannah, sebenernya fanfic tentang mereka berdua sedang dalam tahap pengerjaan, tapi di publishnya mungkin kalau Unreasonable Love udah sampai chapter 10 kali yaaaa….? (Itupun kalau sampe :v)

Advertisements

5 responses to “[Freelance] Unreasonable Love (Chapter 3)

  1. Wahhh ini nih ff yg udh lama aku nanti2
    Finally munculll
    Seneng banget!!!!!
    Next2 kakk ditunggu banget loh critanyaaa
    Sehun sm Suiren udh mulai deket yaaa.. sip deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s