[CHAPTER 12] SALTED WOUND BY HEENA PARK

salted-wound-cover

“Kau milikku, sudah kukatakan dari awal, bukan? Kau adalah milikku.”- Oh Se-Hun

.

A FanFiction 

by

Heena Park

.

SALTED WOUND’

.

Starring: Shin Hee Ra-Oh Se Hun-Kim Jong In

.

Romance–Incest-Thriller–PG15–Chaptered

.

Wattpad : Heena_Park

Facebook : Heena

Instagram : @heenapark.ofc

.

Notes : ff ini juga aku share di WATTPAD. And thanks to Byun Hyunji for this awesome poster!

.

.

Prev :

TEASER

CHAPTER 1

CHAPTER 2

CHAPTER 3

VIDEO TRAILER

CHAPTER 4

CHAPTER 5

CHAPTER 6

CHAPTER 7

CHAPTER 8

CHAPTER 9

CHAPTER 10

CHAPTER 11

.

Se-Hun mengemudikan mobil dengan santai, Hee-Ra juga baru menyadari bahwa kakaknya tersebut mengenakan setelan jas lengkap bewarna hitam. Apakah mereka akan pergi ke acara formal? Tunggu dulu, Hee-Ra hanya mengenakan celana jeans, kaus dan jaket, akan sangat tidak lucu apabila mereka benar-benar pergi ke acara formal.

 

Seolah mengerti kegundahan dalam benak Hee-Ra, Se-Hun menengok dan mulai bergumam, “Kau tidak perlu khawatir dengan pakaianmu. Aku sudah menyiapkannya.”

 

Seperti ucapan Se-Hun tadi, mereka berhenti di depan sebuah butik dan seorang wanita berusia awal tiga puluhan telah menunggu mereka. Otomatis setelah Hee-Ra turun dari mobil, wanita tersebut langsung menghampiri dan mengajak Hee-Ra untuk masuk. Ia membawa Hee-Ra ke sebuah ruangan dan menyuruhnya untuk duduk di depan meja rias, kemudian mulai meriasnya.

 

Rambutnya ditata sedemikian rupa, memberikan efek agak berantakan namun tetap classy. Perlahan Hee-Ra membuka matanya, agak terkejut ketika menatap ke cermin, benarkah gadis itu adalah dirinya? Maksudku, ia memang bukanlah gadis tomboy yang tak pernah berdandan, Hee-Ra bahkan sering memakai make up dan pergi ke acara-acara penting. Ia juga sering tampil di pementasan sehingga make up bukanlah hal yang asing baginya. Tapi sekarang? Riasannya benar-benar indah. Ia merasa seakan bangkit dan menjadi dirinya sendiri dalam riasan ini.

 

“Apakah anda menyukainya, Miss?” tanya wanita yang tadi meriasnya.

 

Hee-Ra mengangguk gugup, masih begitu terpesona pada dirinya sendiri. “Ya, aku…aku sangat menyukainya,” jawabnya senang.

 

Kemudian wanita itu meminta agar Hee-Ra berdiri dan berbalik. Ia menunjuk sebuah gaun bewarna hitam yang begitu indah dan mewah, membuat Hee-Ra tak kuasa menahan senyum.

 

Ia akan mengenakan gaun itu, kan?

 

gaunheera

 

Mr. Oh sendiri yang memilihkan untuk nona,” gumam wanita itu cepat.

 

Setelah ini Hee-Ra harus mengucapkan terima kasih pada Se-Hun. Ia merasa sangat senang dan beruntung. Tanpa basa-basi, Hee-Ra segera mengenakan gaun tersebut—tentu saja dibantu oleh wanita tadi.

 

Setelahnya, Hee-Ra berkaca. Matanya berbinar-binar mendapati dirinya saat ini. Begitu cantik dan berkelas dengan gaun hitam yang melekat di tubuhnya.

 

Kemudian mereka keluar, Se-Hun yang telah menunggu di sofa langsung mendongak begitu menyadari pintu terbuka. Sungguh, Hee-Ra berani bersumpah kalau ia sempat memergoki pria itu tengah takjub dan membulatkan mulutnya selama beberapa saat sebelum akhirnya menjilat bibir bawahnya.

 

“Kau…pantas menggunakannya,” ujar Se-Hun sebagai kalimat pengganti dari kata ‘cantik’ dan berhasil membuat pipi Hee-Ra merona.

 

Ia mendekati Hee-Ra lalu meraih tangan gadis itu, membawanya untuk duduk di sofa dan mengambil tas di sampingnya.

 

“Aku punya sesuatu untukmu,” gumam Se-Hun yang sepersekian detik kemudian sudah berlutut di depan Hee-Ra. Ia mengeluarkan sepasang high heels bewarna hitam dari tas yang diambilnya tadi dan melepaskan sepatu Hee-Ra kemudian memakaikan heels tersebut ke kaki Hee-Ra dengan hati-hati.

 

 

heelsheera

 

“Aku pernah mendengar di televisi.” Ia berhenti sebentar dan mendongak untuk menatap Hee-Ra. “Sepatu yang bagus akan membawamu ke tempat yang bagus pula,” lanjutnya kemudian bangkit dan mengulurkan tangannya kepada Hee-Ra. “Masih banyak tempat yang harus kita datangi, Shin Hee-Ra.”

 

Refleks Hee-Ra mengangguk, kedua matanya tak bisa berpaling dari tatapan tajam namun penuh kehangatan Se-Hun. Pria itu memperlakukannya seperti ratu, begitu manis dan memabukkan.

 

Tidak!

 

Hee-Ra tidak boleh terpengaruh.

 

Kalau terus-terusan seperti ini maka bukan tidak mungkin kelamaan Hee-Ra jatuh cinta pada pria itu—kakaknya. Dan Hee-Ra tak mau hal tersebut terjadi. Ia harus sadar diri, darah lebih kental daripada air. Ingat itu, Shin Hee-Ra.

 

Setelah Hee-Ra menerima uluran tangannya, Se-Hun segera mengajak gadisnya kembali mobil dan pergi ke pemberhentian selanjutnya. Tempat yang sempurna untuk berkencan—walau hanya pada sisi Se-Hun—tempat yang selalu penuh direservasi oleh banyak orang, dan hebatnya Se-Hun berhasil menyewa seluruh tempat itu untuk dua jam ke depan.

 

Ristorante Alle Corone adalah tujuan selanjutnya. Kedatangan mereka telah ditunggu oleh staff Restoran. Meja mereka juga telah disiapkan, ditata begitu manis tepat di tengah ruangan.

 

Empat lilin cantik sebagai penerang di tengah meja tak lupa menambah kesan romantis yang ditimbulkan. Se-Hun menarik kursi Hee-Ra ke belakang dan mempesilakan gadis itu untuk duduk kemudian barulah dia menempati kursinya.

 

Dua porsi makanan pembuka sudah tersedia di sana, Se-Hun menyunggingkan senyumnya beberapa saat dan menggerakkan dagunya sebagai tanda agar Hee-Ra segera menyantap makanan di depannya.

 

Otomatis Hee-Ra yang mengerti kode dari Se-Hun segera mencoba Hare Pastilla, Baby Carrot confitt with Fig compote and Truffle esense yang telah tersedia di depan matanya.

 

 

 

Close To You milik Olivia Ong diputar oleh staff restoran. Ah, itu adalah salah satu lagu kesukaan Hee-Ra, dan ia yakin Se-Hun lah yang meminta agar mereka memutar lagu tersebut.

 

Sesekali mereka saling melempar pandangan, diam-diam tanpa suara yang berarti. Sebagai seorang wanita yang normal dan muda, tentu bukan hal aneh apabila Hee-Ra masih memiliki sisa rasa terpesona akan ketampanan Se-Hun hari ini, belum lagi ditambah dengan manisnya perbuatan sang kakak. Kalau saja mereka bukan saudara dan Se-Hun tidak pernah melakukan kesalahan masa lalunya, Hee-Ra berani menjamin akan jatuh dalam pelukan pria itu saat ini juga.

 

Menikmati hidangan yang enak, musik romantis dan pasangan yang tampan adalah impian semua gadis di dunia, kan? Begitupula Hee-Ra. Yah, mungkin ia harus melupakan kenyataan untuk sejenak dan menjelma menjadi pasangan kencan Se-Hun malam ini—kalau pria itu juga menganggapnya demikian.

 

Mereka menyelesaikan makanan inti dan penutup dalam beberapa puluh menit berikutnya. Setelah cukup untuk memberikan waktu bagi makanan tersebut tercerna, Se-Hun kembali meraih tangan Hee-Ra, mengajaknya berkendara ke tujuan berikutnya.

 

“Kita mau ke mana?” Lagi-lagi Hee-Ra bertanya.

 

“Ke tampat yang indah.”

 

Hee-Ra mengerutkan keningnya. Tempat yang mereka datangi daritadi selalu indah baginya. “Ke mana?”

 

Se-Hun menaikkan kedua pundaknya bersamaan. “Kau akan tahu nanti,” balasnya diselingi senyum misterius yang tak Hee-Ra ketahui artinya.

 

Mereka berhenti di dekat dermaga yang semakin membuat Hee-Ra bertanya-tanya. Se-Hun tidak akan mengajaknya untuk melompat ke air dan bunuh diri bersama, kan?

 

Belum sempat bertanya, Se-Hun sudah lebih dulu berdiri di belakang Hee-Ra dan menutup kedua mata gadis itu dengan sapu tangan, cukup membuat Hee-Ra terkejut dan panik. Namun cepat-cepat Se-Hun menenangkan. “Tenanglah, Shin Hee-Ra. Kau tidak perlu takut, aku berjanji akan membawamu ke tempat yang indah,” ujarnya.

 

Hee-Ra menurut, ia membiarkan Se-Hun menuntunnya ke tempat tujuan. Beberapa kali pria itu memperingatkan Hee-Ra untuk melebarkan langkahnya entah karena apa, sungguh, mereka tidak sedang menuju ke tempat tinggi, kan? Maksudku, Se-Hun tidak akan mengajaknya untuk benar-benar melompat seperti yang terngiang dalam pikiran Hee-Ra tadi, kan?

 

Ia merasakan lantai di bawahnya bergerak, mungkinkah gempa bumi?

 

“Tenanglah, kau aman bersamaku.” Se-Hun cepat-cepat menenangkan, ia mencengkeram kedua lengan Hee-Ra dari belakang. Lalu, secara perlahan Se-Hun mulai membuka sapu tangan yang menutupi kedua mata Hee-Ra.

 

Seketika ia mengerjap tak percaya, kedua matanya dimanjakan dengan pemandangan laut lepas bertaburkan bintang. Hee-Ra menengok ke bawah dan menyadari mereka sedang berdiri di atas kapal.

 

Serius! Se-Hun menyewa kapal ini?

 

“Kita punya waktu satu jam untuk menikmatinya,” gumam Se-Hun tanpa mengalihkan pandangannya dari laut lepas.

 

Hee-Ra tak bisa menutupi kebahagiaannya, ia tanpa paksaan dan entah atas dorongan apa, langsung memeluk Se-Hun sambil mengucapkan terima kasih berkali-kali. Tentu hal barusan cukup membuat Se-Hun terkejut dan merasa seperti mimpi.

 

Untuk pertama kalinya dalam dua puluh empat tahun—atau seumur hidup—Hee-Ra memeluknya dengan suka rela!

 

Setelah menikmati hangatnya pelukan Hee-Ra, Se-Hun menjentikkan jarinya dan seorang pelayan berseragam hitam-putih datang sambil membawa sebuah kotak besar dan memberikannya pada Se-Hun.

 

“Kotak ini berisi hadiah-hadiah yang kau tolak sejak tiga tahun lalu,” ujarnya sambil membuka tutup kotak tersebut lalu memberikannya pada Hee-Ra. “Aku ingin kau menyimpannya, semua ini milikmu.”

 

Ia tahu kalau menolak apa yang diberikan Se-Hun saat ini pasti akan melukai pria itu, sehingga mau tak mau Hee-Ra menerima uluran kotak dari Se-Hun dan melihat isinya perlahan.

 

Sebuah tiket pertunjukan balet yang sudah tak bisa digunakan karena tanggalnya sudah lewat, sepasang sneakers bewarna abu-abu dan sebuah boneka Sally.

 

“Tiga tahun lalu kau bilang ingin menonton pertunjukan tapi kehabisan tiket, jadi aku berusaha mendapatkan tiket yang kau mau dan memberikannya sebagai hadiah ulang tahun tapi kau menolaknya,” jelas Se-Hun.

 

Ya, Hee-Ra ingat saat dengan dinginnya menolak pemberian Se-Hun tanpa menatap pria itu sedikitpun. Hee-Ra bahkan tidak sudi meliahat apa yang ada di tangan Se-Hun dulu.

 

“Lalu, dua tahun lalu kau bilang menginginkan sneakers edisi terbatas tapi kehabisan, aku mencoba mencari sneakers tersebut tapi kau lagi-lagi menolaknya.” Se-Hun tersenyum pahit mengingat kejadian dua tahun lalu tersebut.

 

Hatinya tercelos mendengar penjelasan Se-Hun, Hee-Ra ingin menangis, menyesali perbuatannya selama ini. Kalau sudah dijabarkan, sebenarnya Hee-Ra juga jahat, ia tidak ada bedanya dengan Se-Hun, kan?

 

“Dan yang terakhir boneka Sally. Kau menyukainya sejak lama, kan? Sejak SMA aku sudah tahu karena kau selalu membawa boneka seperti itu, dan tahun lalu kau menolaknya.”

 

Ia menyadari dan mengingat kekejamannya pada Se-Hun selama ini, air mata yang sudah ditahannya daritadi akhirnya keluar tanpa mau diatur. Memang Hee-Ra tak terisak, ia hanya mengeluarkan air mata tanpa tahu harus bagaimana.

 

Ingin sekali Hee-Ra meminta maaf pada Se-Hun, ingin sekali ia berlutut di depan pria itu, tapi sekali lagi kenyataan menamparnya dengan keras. Hee-Ra harus ingat kalau Se-Hun adalah pembunuh, dan itu membuatnya kembali menarik diri.

 

Menyadari kalau Hee-Ra tengah menangis, Se-Hun langsung menangkup kedua pipi gadis itu dan menghapus air matanya pelan. “Jangan menangis, kau tidak bersalah, Shin Hee-Ra. Aku tahu kau memiliki rasa takut padaku.”

 

Untuk mencairkan suasana, Se-Hun berjalan ke belakang Hee-Ra dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya, kemudian memakaikan benda tersebut di leher Hee-Ra. “Dan ini adalah hadiah untuk ulang tahunmu yang ke dua puluh dua.”

 

Sebuah kalung perak dengan liontin berbentuk butiran salju, di pinggirannya dihiasi batu safir kecil dan berujung pada emas putih yang begitu indah.

 

“Sekali lagi, selamat ulang tahun, Shin Hee-Ra.”

 

Hee-Ra tak bisa menahannya lagi, ia berbalik dan kembali menenggelamkan diri dalam pelukan Se-Hun. Untuk sekejap saja biarkan Hee-Ra menikmati perasaan hangat dan menyenangkan ini. Lagipula sebagai kakak-adik, berpelukan tidak salah, kan?

 

“Terima kasih…terima kasih atas semua yang telah kau berikan padaku..”

 

“Shin Hee-Ra?”

 

Hee-Ra mendongak. “Ya?”

 

Se-Hun tersenyum. “Ini pertama kalinya dalam empat tahun kau mengucapkan terima kasih padaku.”

 

Hee-Ra merasa malu. Dalam empat tahun belakangan sudah banyak yang dilakukan Se-Hun untuknya, tapi ia tak pernah mengucapkan terima kasih sama sekali.

 

Se-Hun tak suka Hee-Ra menangis. Ia harus berusaha membuat gadis itu menghentikan air matanya untuk tetap keluar.

 

Berpikir sebentar, akhirnya Se-Hun melonggarkan pelukan Hee-Ra dan menghampiri seorang pelayan, mereka berbincang beberapa saat sampai kemudian Se-Hun kembali menghampiri Hee-Ra.

 

“Mau berdansa?” Tangannya terulur menanti balasan Hee-Ra, saat itu pula sang pelayan memutar lagu milik Iron & Wine – Flightless Bird, American Mouth. Liriknya tidak romantis memang, tapi nadanya benar-benar merasuk di jiwa.

 

 

 

Hee-Ra menyambut tangan Se-Hun, ia mengulurkan kedua lengannya di leher pria itu, dan Se-Hun memeluk longgar pinggangnya. Ah, rasanya seperti dejavu. Beberapa tahun lalu saat mereka masih SMA, keduanya pernah berdansa bersama waktu prom.

 

Baru beberapa menit berlalu, Hee-Ra kembali dikejutkan dengan suara berisik dari sisi kirinya. Ia langsung menengok dan terkejut kala melihat kembang api.

 

Mungkinkah Se-Hun?

 

Ia membatin dalam hati, bertanya-tanya apakah kembang api barusan juga masuk dalam rencana Se-Hun, dan bingo! Rupanya ia benar.

 

“Kau menyukainya?” Se-Hun mengeluarkan suara lalu memutar badan Hee-Ra agar berdiri menghadap ke kembang api.

 

Ia bisa melihat kapal lain yang lebih kecil di tengah sana, merekalah yang menyalakan kembang api. “Semua ini rencanamu?”

 

“Yah..begitulah,” Se-Hun mengangguk-anggukkan kepalanya.

 

Matanya berbinar-binar, hatinya berbunga dan tak bisa dibendung lagi. Hee-Ra membiarkan Se-Hun menggenggam tangannya karena terlalu fokus pada kembang api, ia juga tak protes saat Se-Hun tiba-tiba memegang kedua pundaknya dan menuntun agar mereka saling berhadapan. Ia tak masalah dan tak keberatan sama sekali.

 

“Shin Hee-Ra?”

 

“Ya?”

 

Se-Hun menggigiti bibir bawahnya sebentar, cemas kalau Hee-Ra akan menolaknya. “Bolehkah…bolehkah aku mencium keningmu?”

 

Ia menatap intens kedua mata Hee-Ra, berusaha mencari kejujuran di sana. Kejujuran yang tak terlihat dan begitu semu. Awalnya Se-Hun berniat memukul dirinya sendiri kalau Hee-Ra menolak, tapi jawaban gadis itu benar-benar di luar dugaan.

 

“Aku…aku mengizinkanmu.”

 

Mendapatkan izin dari Hee-Ra berhasil meningkatkan kebahagiaan Se-Hun. Ia hampir melompat sambil mengatakan ‘yes’ namun ditahan dengan kuat karena tak ingin kelihatan memalukan di depan gadisnya.

 

Sebelum memberikan kecupan hangat pada kening Hee-Ra, Se-Hun menutup matanya sejenak dan berdoa semoga setelah ini segalanya membaik. Bukan cuma hubungannya dengan Hee-Ra, tapi mencakup kehidupan juga sifatnya.

 

Perlahan Se-Hun mendekatkan bibirnya ke kening Hee-Ra, ia berbisik sebentar, mengatakan sesuatu sangat pelan dan lebih di arahkan pada dirinya sendiri.

 

“Aku mencintaimu, Shin Hee-Ra,” bisiknya parau dan terputus-putus. Lalu sedetik kemudian bibirnya telah menempel sempurna di kening Hee-Ra, memberikan sensasi hangat yang menjalar di seluruh tubuh keduanya.

 

 

 

 

 

 

Bruce hendak tidur ketika pelayannya tiba-tiba mengetuk pintu. Siapa yang berani mengganggunya malam-malam begini?

 

Ia segera bangkit dan menali piyamanya, lalu keluar. “Ada apa?” tanyanya datar.

 

“Maafkan saya, Mr,” terdapat ketakutan dalam suaranya, “Miss. Rochester…dia…dia mencari anda dan kelihatan sangat marah,” lanjutnya dengan suara terputus-putus.

 

Jasmine mendatangi kediamannya malam-malam dengan keadaan marah? Pasti ada hubungannya dengan Se-Hun.

 

Bruce segera melangkah ke ruang tengah, mendapati Jasmine tengah duduk cemas di sofa. Wajahnya merah padam seperti api yang membara.

 

“Di mana dia, Bruce?”

 

Suara dingin milik Jasmine langsung menerjang begitu Bruce memasuki ruangan. Ia mendesah berat dan berdiri di samping Jasmine. “Siapa?” tanyanya seolah tak mengerti.

 

Bukan Jasmine namanya bila termakan oleh kebohongan Bruce. “Aku tahu kau mengerti.” Ia berhenti sejenak dan melemparkan pandangan kesal ke arah Bruce. “Jangan menutup-nutupinya dariku, Bruce. Kau pasti tahu dia ada di mana sekarang.”

 

“Ah..” Bruce mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kenapa kau tidak menghubungi dan bertanya dia ada di mana?”

 

Jasmine mendecak. “Kalau dia menerima panggilanku, aku tidak mungkin pergi ke rumahmu malam-malam begini.” Ia bangkit dan mengeluarkan pistol, lalu mengarahakannya ke jantung Bruce. “Katakan padaku dia ada di mana.”

 

Sontak Bruce tertawa. Ini lucu, bagaimana mungkin muridnya berani mengancam seperti ini? Bruce-lah yang mengajarinya menembak, Bruce-lah yang mengajarinya membunuh orang. Lalu dengan mudahnya Jasmine mengancam Bruce? Benar-benar lucu.

 

Ah..” Bruce mengangkat kedua tangannya di depan dada. “Baiklah kalau kau memang mau tahu.” Ia berhenti sebentar dan membuang napas pasrah. “Se-Hun berada di Venice bersama keluarganya.”

Advertisements

69 responses to “[CHAPTER 12] SALTED WOUND BY HEENA PARK

  1. Huaaa…. terlalu manis, terlalu romantis, terlalu membahagiakan, dan terlalu terlena!!! ga nyangka Sehun bisa jadi cowok tipe romantis yg kaya gini.. aduuh… smpe2 sepanjangan ceritanya cuma bs senyum sepanjang kata2.. 🙂 bisa banget bayangin betapa bahagianya Heera.. I Love U Sehun__ I love U author Heena… haha 😀 Thankz bwt update cpt.. nan jeongmal gamsahamnida.. 😉

  2. Omooo sehun romantis bangeettt 😍😍😍
    Pengen cepet2 bongkarin smuanya ke heera biar dia tauu klo sehun itu baik sebenernya huhu 😭, Ditunggu next chap nya thor,
    FIGHTING!👍

  3. aigo aigoo jinjaaaa ahhhh this is too much sweet ahhh gilaa sehun niat bngt bikin suprise buat heera dan semua kejutan sehun bikin heera melongo semua good joob hun semoga aja dngn ini heera luluh hatinya wkksss

  4. Hueee. Romantis bgt. Bisa nggk punya 1 yg kek Sehun gt:( wkw. Heera beruntung bgt, walaupun Sehun pny sisi gelap tp Sehun ngejaga Heera bgt. Yaaah, baru kmrn nanyain si Jazmine kmn. Eh skrg udh dateng aja, pst mau ngerusuh-_- btw keren kak, suka sm jalan cerita, sm video2nya jg. Dtgg next chptnya. Smgt^^

  5. Aahhh ini romantistisss!! Masih penasaran apa sih ulah Sehun sampai Heera segitu bencinyaa. Ditunggu kelanjutannyaaa, semangattt

  6. eh eh itu siapa yg tanya keberadaan sehun? jasmine? waahh mau apa dia tidaakk jangan aahh seru ngeri tegang aw greget akunya… well kayanya heera udah mulai jatuh hati sama sehun noo noo heera, tak boleh seperti itu😭😭😭 eh ko jadi aku yg baper sih:v Semangat untuk chapter selanjutnya ya kakak author aku tunggu 😰😰😰

  7. Aaahh sehun bikin melting as sweet as his act 😍😍 andai aja mereka bukan adik kakak mungkin heera mau deh tu sama sehun hihi eh tapi emang kayaknya bukan saudara kan ya(?) penasaran deh. Hwaiting authornim!

  8. The sweetest scene HunRa^^ duhhh ampe posthink mulu tuh saking nikmatin perlakuan manisnya Sehun wkwk ngiler ajibbb!!!
    Semakin baik hubungannya HeeRa ama Sehun ko gue malah makin deg2an ya bayangin hal kedepannya, lebih waspada ama Sehun takutnya tar kalo Jasmine marah Sehun yg bakal kena getahnya paling banyak gegara ngelindungin HeeRa pastinya huhuu makin miris dah idup Sehun, sakit liat Sehun sakit huhuu
    Okay ditunggu next part ya ka! Tengkyu + Semangat!!! Jaga kesehatan jan lupa ka^^

  9. Ngefly, sumpah ngefly sama perlakuan Sehun. Berharap banget Sehun ngelakuin itu ke aku ~~. Yak, udh Heera buka hatinya ke Sehun. Jasmine jangan ganggu Sehun-Heera dulu lah, ini kan awal yang baik buat Sehun sama Heera

  10. Huaaaa…. Udah sii kalian pacran ajaa, udah cocok bangett kokk. Yag satu ganteng yag satunya cantik, cocoklahh. Jangan bilang jasmine mau nyusul sehun ke venice lagii? Ohh noo, dia bakalan ngrusak suasana romantis sehun heera nanti.

  11. Kalo aku jadi heera bukan nangis mungkin sudah pingsan. Sehun kamu romantis sekali walaupun sudah ditolak berkali-kali tapi gak pernah nyerah dan enak banget kalo jadi heera. Sepertinya heera udah mulai suka sama sehun walaupun selalu ditutup-tutupin. Semoga akhir kisah mereka bahagia dan gak tragis

  12. ahhh sweet bgttt, feelnya dpet bgt apalg di kasih backsoundnya aihhh jdi melting klo gni caranya sih si heera bakalan jatuh cinta lg sma sehun apalg dia udh mulai ngebuka hatinya sedikit demi sedikit buat sehun, kai siap” kehilangan heera ya wkwk

  13. Ahhh manis banget si sehun 😚 sehun treat heera so well sekali 😂😂 coba aja sehun ga jadi kk kk bohongan nya heera 😅 aduh itu jasmine pliss deh, mau apaa dia sama sehun? Duh jadi gregetan sendiri deh 😆 moga sehun sama heera makin baik yaa hubungannya

  14. sehun so sweet deh mau dong digituin sm sehun ….hah trus si jasmine mau ngapain coba,yeoja ga tau diri banget si….udah sis sehun biarin sama hee ra aj,wah….seneng banget deh,nan jeongmal joah sma authornimx,jeongmal gamsamnida sama sehun juga sama authornim kami y satu ini

  15. sehun so sweet deh mau dong digituin sm sehun ….hah trus si jasmine mau ngapain coba,yeoja ga tau diri banget si….udah si sehun biarin sama hee ra aj,wah….seneng banget deh kalo bisa liat heera ga senis gini sama Oppanya,nan jeongmal joah sma authornimx,jeongmal gamsamnida sama sehun juga sama authornim kami y satu ini juga dong tentunya

  16. Ahh romantis y jadi pingin 😙😙😘😘😗😗😗
    Jadi penasaran ama selanjutnya….
    Next thor

  17. Yatuhan romantis bgt sih sehun TTTT gue ya kalo jadi hee-ra biarpun kakak adek pasti mau lah jd pacarnya sehun wkwk tapi ada si pengganggu jasmine

  18. Hell!!! Romantis banget sehun 😭😭 jadi mau dibegitukan olehmu….
    Si jasmine mau ngapain lagi nih?? Dasar perusak suasana ><

  19. Ooh. Yaampun,
    aku ngerasa sedih waktu sehun nunjukin hadiah yg di tolong hee ra. Apalagi yg hadiah tiket. 😦
    hadiah yang lain masih bisa diterima walapun udah berlalu beberapa tahun. Tapi hadiah tiket yg butuh perjuangan untuk dapetin itu, ditolak tanpa di lirik sedikitpun. 😥

    rasanya pengen nangis baca.a,. :,(

    jasmine bener2 pengganggu, dia bener2 masalah besar,. >_<

  20. THOOOR AHH PARAH INI KEREN ABISS APALAGI BG MUSIK YG DIREKOMENDASIIN JUGA MENDUKUNG SUASANA. LOVE ITT, AKU MASUKKIN KE PLAYLIST FAVORIT AKUU WKWK. sumpah. melting bacanya. apalagi smbil dibayangin. oh se hun:((
    si wanita ular jasmine kkeojyo juseyo:))

  21. Sumpah kerwn bgt kejutan yg dikasih sehun ke heera semoga habis ini hatinya heera terbuka untuk bisa nerima sehun
    Tapi belum bisa nebak nih akhirnya heera sama sehun apa sama jongin

  22. Chapter ini sukses bikin baper deh. Sedih senang semuanya campur aduk bahkan senyum senyum sendiri bayangin adegan romantis mereka. Semiga aja Hee ra menyadari ketulusan sehun selama ini

  23. Bruce 😤😤‼‼ Kenapa gasih tau Jasmine, sih? Masa karena gitu aja takut.. Klu Jasmine buat Hee-Ra sakit, gimana… Dia pasti bakal ngacauin moment Sehun sama Hee-Ra 😫😫..
    BTW, Hee-Ra blm tau ya, kalau Sehun cuma modus? Uuuuh makin penasaraan…
    Aku next baca ya, Kak Authooor…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s