[Ficlet] Taeyong the Fortune Teller by ShanShoo

marktaeyong

♦  Taeyong the Fortune Teller ♦

NCT’s Taeyong and Mark

family, slight!comedy // ficlet // teenager

ShanShoo’s present

“Seharusnya peramal sepertimu memakai jubah ala Fortune Teller di USA.”

 

Related story : a Simple Advice

-o-

Mark Lee membuka mata dengan terpaksa, begitu mendengar Taeyong membuka pintu kamarnya dan mengguncang bahunya sekeras mungkin. Tak hanya itu, Mark juga merasa terganggu dengan suara Taeyong yang begitu keras, sampai-sampai Mark meringis dan berusaha untuk menjauhi kakak laki-lakinya tersebut.

“Bangun, Mark! Kau sudah berjanji padaku untuk menemaniku pergi membeli sepatu!”

Ah, benar juga. Mark ingat kalau kemarin malam, ia sempat mengiakan permintaan Taeyong untuk menemaninya ke sana dengan dalih sepatu sekolahnya yang tak layak pakai. Padahal, tak layak pakai bagaimana? Tidak ada satu celah pun yang tercipta pada setiap tepian solnya, well, itupun setahu Mark.

Hyung, sebentar lagi, oke?” pinta Mark begitu ia sadar kalau matahari masih jauh menapak di atas langit. Baru saja ia hendak menarik selimutnya, kalau Taeyong tak mencegahnya dan kembali merengek. “Apa lagi?” Mark mendesah kesal.

“Apa kau lupa?” Taeyong menyisiri rambutnya dengan jari jemari. “Kalau terlambat sebentar saja, toko sepatunya akan penuh! Hari ini, kan, hari libur.” Keluhnya, kemudian memosisikan tubuhnya untuk duduk dengan benar.

“Aku tahu itu,” Mark masih merasa kesal lantaran sosok kakak kandungnya ini terasa semakin mengganggunya. “Tapi aku kekurangan tidur karena Yeri―”

“O, berhentilah membahas Kim Yeri-mu itu, Bocah!” tanpa asa, Taeyong menjitak keras kepala sang adik, membuatnya meringis pelan. “Sebentar lagi juga pacarmu itu akan kembali menghubungi dan meminta maaf padamu.”

“Sok tahu,” cibir Mark. “Memangnya kau itu peramal, huh? Kau bahkan tidak tahu bagaimana menyeramkannya Yeri ketika dia sedang marah―”

Kalimat Mark sempat terpotong, ketika ponselnya yang diletakkan di atas nakas samping tempat tidurnya menderingkan pesan LINE yang masuk. Mark lantas meraih ponsel pintarnya, melupakan keinginannya untuk kembali memejamkan mata barang sebentar demi mengetahui siapa sang pengirim pesan itu.

“Yeri?!” pekik Mark dengan suara parau khas seseorang yang baru bangun. Maniknya berbinar cerah begitu mendapati nama Kim Yeri muncul di layar ponsel dengan background wallpaper dirinya dan gadis itu.

“Yeri?” Taeyong berseru tak percaya. Selagi Mark membuka pesan itu, Taeyong ikut memerhatikannya untuk mengetahui apa yang telah Yeri kirimkan pada adiknya.

Mark, kau sudah bangun?

Pesan itu telah terbaca, tiga detik setelahnya, Yeri kembali mengirim pesan.

Maaf untuk yang kemarin, Mark. Aku enggak bermaksud marah padamu. Aku hanya … merasa kesal karena kau lebih mementingkan basket dibandingkan aku.

Pesan itu terbaca lagi, disusul dengan stiker berbayar koin yang tengah menangis kencang.

Mark hendak membalas, dan lagi-lagi Yeri mengirim pesan. Membuat sesuatu bergejolak dalam perut Mark, sehingga cowok bermata sipit itu tak mampu menahan senyuman lebar.

Nanti malam kita jalan, yuk! ^^

Belum ada frasa yang terlontar dari bibir Mark, tetapi Taeyong yang bersuara dengan nada bangga. “Nah, kubilang juga apa? Yeri pasti―”

Hyung, aku akan menemanimu pergi membeli sepatu.” Mark memotong perkataan Taeyong sembari duduk berhadapan dengannya. Maniknya masih terlihat berbinar. “Asal kau mau membantuku memilihkan pakaian yang cocok untuk pergi berkencan dengan Yeri.”

Taeyong menatap wajah sayu sang adik. Rambut cokelat terangnya memang berantakan. Tapi sungguh, deh, Taeyong mengakui kalau Mark Lee memang sangat tampan. Tak peduli dengan keadaannya yang sekarang, atau bahkan ketika ia tak sengaja mendengar Mark mendengkur cukup keras. O, tolong abaikan pernyataan Taeyong yang terakhir, oke?

“Jadi ceritanya kau meminta imbalan, begitu?” tanya Taeyong seraya menaikkan sebelah alisnya. “Kaupikir semudah itu aku mengiakan permintaanmu?” lanjutnya, kini dengan melipat kedua tangan di depan dada.

Mendengar pertanyaan Taeyong, Mark malah menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Tiba-tiba ia merasa bingung harus menjawab apa. Pokoknya, Mark paling anti terhadap pertanyaan Taeyong yang menurutnya menyudutkan dirinya. Sementara itu, meski Mark menampakkan wajah bingung, Taeyong malah memperlihatkan seringaian kecil di bibirnya.

“Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu.” Pada akhirnya, Taeyong menjawab demikian. Dan beberapa detik setelahnya ia menangkap adanya binaran itu lagi. Tak segan, Mark menarik Taeyong ke dalam pelukannya dan mengucapkan kata terima kasih berulang kali.

“Berlebihan,” Taeyong mencibir di balik bahu sang adik. “Bagaimana bisa bocah sepertimu tahu apa itu kencan?”

“Umurku sudah tujuh belas tahun.” Kata Mark begitu ia melepas pelukannya. “Dan aku bukan bocah lagi. Kaupaham, Hyung?”

Ada kekeh pelan yang terkuar dari bibir Taeyong, manakala ucapan Mark terasa menggelitik perutnya. “Terserah kau saja.” Katanya. “Sekarang, cepatlah mandi. Aku menunggumu di bawah.”

Mark mengangguk mengiakan. “Jangan lupa untuk membantuku nanti malam, Hyung.”

Yeah, I know, My Little Brother!”

Thanks, My Brother!”

Yeah, anyway.

“O, ya, Hyung!” panggil Mark di saat Taeyong sudah mencapai pintu kamar. Taeyong menoleh menatapnya heran. “Seharusnya peramal sepertimu memakai jubah ala Fortune Teller di USA.” Lanjutnya, disusul dengan gelak tawa yang menguar kala Mark mulai memikirkan penampilan Taeyong jika memakai jubah seperti itu.

Sialan kau, Bocah!”

Ha-ha! Skor kita seimbang, Hyung!” Taeyong mengerutkan kening mendengarnya, lantas Mark memberi penjelasan. “Satu sama!”

“O, terserah!” gelengan kepala serta kekeh kecil menjadi akhir dari perbincangan manis di antara kakak beradik itu. Taeyong lantas keluar dari kamar Mark dan menutupnya dalam sekali sentakan. Meninggalkan Mark dengan tawa renyahnya yang masih mengudara.

Lagi pula, siapa sangka menjahili kakak kandungnya itu bisa jadi semenyenangkan ini?

-end

Personal blog? Click here!

Advertisements

6 responses to “[Ficlet] Taeyong the Fortune Teller by ShanShoo

  1. Jiaah, yang sok2an jadi peramal niehh.. 😀 udah kece kok tulisannya, ya kalau buat cerita2 gini sih, memang pantes tulisannya kaya gini. Kalau terlalu baku sih agak aneh ya/menurut aty/entahlah kalau kata orang lain. Yang penting kakak harus semangat, jangan peduliin kata2 orang yang bisa bikin kakak drop 😉 semangat!! 😀 love you ❤ ❤ ❤ ❤

    • hihi iya gapapa arty, apa yang dikatakan pembaca tentang fanfiksi yang kakak buat juga bisa jadi penyemangat kakak. bahkan untuk ejekan sekalipun, bisa untuk mengoreksi apa kesalahan di dalam ff kakak. sekali lagi makasih ya ty selalu support kakak ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s