Between Us – “Meet Again” | QueenX

Between US

Meet Again

poster

Author

QUEENX

 

 

Genre : ROMANCE, FLUFF, SCHOOL LIFE

 

 

Main Cast :

OH SEHUN

KIM YOOJUNG (OC)

 

Length : Chaptered (Less than 3k Words)

 

Rating : PG

 

Sebelumnya di BETWEEN US

 

 

.

 

***

All in Author’s POV

.

“Padahal kalau ia disini denganku, dia bisa melihat dengan jelas novelis idolanya.” Ucap Sehun lagi.

“Kau sedang berbicara dengan siapa?”

Sehun tiba-tiba saja terkejut saat mendengar suara seorang perempuan di depannya. Ia semakin terkejut saat menyadari jika gadis yang sedang diteriaki banyak orang sekarang berdiri di hadapannya dan melemparkan senyum padanya. Kepalanya otomatis berbalik pada Yoojung yang melambai padanya kemudian memberikan dua jempol untuknya. Apa maksud dari dua jempol yang Yoojung arahkan padanya?

“Hey, aku tidak sedang berbicara dengan tembok, kan!?” gadis itu kemudian mengayunkan salah satu tangannya ke depan wajah Sehun.

Dengan kasar Sehun mendorong tangan gadis tersebut, “Tidak perlu berlagak seolah kita saling mengenal, nona.” Balas Sehun kasar.

Gadis itu terdiam, “Maafkan aku.” Ucapnya kemudian lalu tersenyum dan menunduk.

“Aku bahkan tidak membutuhkan senyum darimu. Kau berikan saja senyumanmu pada mereka yang sudah menunggumu sejak lama itu.” Balas Sehun lalu berdiri dari duduknya dan berjalan pergi.

“Ayo sayang, mereka sudah menunggumu. Kau sedang melihat apa?” tiba-tiba muncul ibu tiri Monalisa dari dalam café sambil membawakan segelas minuman hangat untuk putrinya.

“Bu.” Panggil gadis itu, masih mengikuti arah pandangannya sambil tersenyum kecil.

“Ya?”

“Sepertinya aku ingin ice cappuccino di hari yang panas ini.”

“Kau tidak boleh mengonsumsi banyak es, Lisa.” Tegur sang ibu.

“Bu, kumohon. Kali ini saja.”

“Mengapa tiba-tiba saja kau ingin minum es? Tidak biasanya. Kau sangat menjaga pola makan dan minummu biasanya.”

“Aku harus mencoba hal yang baru. Sesuatu yang dingin sepertinya bisa sedikit menyegarkanku.” Ucapnya lalu tersenyum pada ibu tirinya.

*

“Ya ampun, Sehun! Tadi bukan hanya aku yang melihat kau mengacuhkan Monalisa, tetapi seisi toko buku juga! Itu tidak sopan, Hun. Apalagi dia novelis terkenal.” Yoojung terus mengomeli Sehun sepanjang perjalanan pulang dari toko buku. Membuat Sehun gemas dan langsung menyodorkan minuman dingin di tangannya pada Yoojung.

“Kau tidak lelah mengoceh terus sejak tadi? Ini, minumlah dulu.” Ucapnya. Yoojung yang tadinya sedikit kesal pada sikap kasar Sehun pada Monalisa, langsung tersenyum dan mengambil minuman faforitnya dari tangan Sehun.

“Terima kasih.” Tuturnya.

“Oh ya, aku tadi sudah menyampaikan permintaan maafmu pada Monalisa.”

“Aku?” tanya Sehun dengan suara yang agak meninggi.

“Iya, aku yang minta maaf, atas namamu.”

“Apa!?”

FLASHBACK

“Hai, siapa namamu?”

“Aku, Kim Yoojung.”

“Baik, terima kasih ya sudah membeli novel ketigaku.”

“Aku sangat mengidolakanmu Monalisa!”

“Oh ya? Terima kasih.”

“Emm, tentang kejadian tadi di café…”

“Kejadian apa? Oh…kau melihatnya? Ah, sangat memalukan, bukan?”

“Aku minta maaf atas nama Oh Sehun.”

“Oh Sehun? Itu nama pria tadi?”

“Iya. Dia…dia kekasihku.”

“Ke-kekasihmu? O-oh…tidak masalah. Lagipula aku yang salah, aku menyapanya saat ia bahkan tak melihat padaku. Maaf kalau aku bertingkah tidak sopan di depan kekasihmu.”

“Tidak apa-apa. Sehun memang terkadang seperti itu. Aku akan memperingatinya nanti untuk bersikap lebih sopan lagi padamu juga pada orang lain.”

“Baiklah, sampaikan salam dan permintaan maafku untuknya.”

*

IKLAN LEWAT!!!

Jika sempat, kunjungi COF untuk mengikuti ‘event’ pertamanya ya

klik di bawah ini

CAFETARIA OF FANFICTION 1st Mini Contest

*

“Kau? Aish, harusnya kau tidak perlu sampai minta maaf segala. Memang seharusnya gadis itulah yang minta maaf padaku.” Ucap Sehun.

“Padahal jelas-jelas kau yang kasar padanya. Dasar Oh Sehun.”

*

“Bagaimana dengan hari pertama penjualan novel ketigamu?”

“Seperti biasa. Ramai sekali.”

“Sombong sekali ya penulis besar satu ini.”

“Kakak bisa saja, oh ya kak, tadi aku bertemu dengan seorang pria yang dingin seperti es batu, tapi ia juga lucu.”

“Kau sedang jatuh cinta, ya?”

“Apa maksud kakak?”

“Ini pertama kalinya aku mendengarmu menceritakan seorang pria lucu selain diriku.”

“Apakah kakak lucu?”

“Tentu saja! Siapa yang paling sering membuatmu tertawa di rumah selain aku? Tidak ada, kan? Ah, tapi sepertinya posisiku akan tergeser dari pria lucu yang kau temui itu.”

“Tentu saja itu tidak akan terjadi kak, kau tetap kakak terbaik dan terlucu yang pernah aku miliki. Bagaimana kalau pulang nanti kita makan malam bersama?”

“Aku ingin sekali, sayangnya masih ada pekerjaan di kantor yang harus aku selesaikan.”

“Ah, kakak…sudah seminggu kita tidak makan malam bersama.”

“Ucapanmu itu seolah aku adalah kekasih yang sudah lama mengabaikanmu saja.”

“Memang kenyataannya begitu, kan? Kakak selalu sibuk dengan pekerjaan kakak. Aku marah! Sudah dulu, bye!”

Monalisa kemudian tertawa kecil dan menutup panggilan dari kakaknya. Sementara ibu tirinya hanya bisa menggeleng melihat tingkah anak gadisnya itu.

*

“Hey Kim Yoojung!” panggil salah seorang siswa ketika Yoojung melewati depan kelasnya.

Yoojung langsung menghentikan langkahnya dan mencari si pemilik suara yang memanggil namanya.

“Kau Yoojung, kan? Kekasih dari Oh Sehun?” tiba-tiba ada seorang pria yang berjalan menghampirinya.

Yoojung diam saja dan menganggukkan kepalanya. Pria itu adalah Kim Myungsoo. Teman sekelas Sehun.

“Kemana perginya Sehun? Kau tidak datang bersamanya? Ia…tak menunggumu di depan gerbang?”

Yoojung menggeleng, “Hari ini aku berangkat lebih dulu karena aku ada janji dengan guru Lee.” Ucapnya formal.

Sementara pria yang memiliki marga yang sama dengannya menertawai cara berbicara Yoojung padanya.

“Bisakah kau berbicara dengan normal saja? Tidak perlu formal begitu, aku adalah teman Sehun, itu tandanya aku juga temanmu. Mengapa kau kaku sekali pada orang lain selain pada Sehun, huh? Apakah kau menderita penyakit antisosial?” ejek Myungsoo.

“Ah, lupakan. Jangan masukkan ke dalam hatimu, bisa habis nyawaku kalau kau mengadukan ucapanku barusan pada Sehun.”

Yoojung tersenyum kecil, mungkin beginilah cara berbicara Myungsoo, sedikit tajam namun tidak berarti dia pria yang menyeramkan. Yoojung memang seorang antisosial. Ia hanya bergaul dengan orang tertentu yang sama tertutupnya dengan dirinya. Sejak mengenal Sehun ia menjadi sedikit terbuka pada orang lain, meski ia akan bersikap formal dengan orang tersebut.

“Aku tidak akan mengadukannya.” Ucap Yoojung kemudian.

“Bagus kalau begitu, itu tandanya mulai sekarang kita berte—”

“Hey! Hey! Hey! Buaya darat Kim, apa yang sedang kau lakukan, huh? Menggoda kekasih orang? Dasar tidak tahu malu!” tiba-tiba saja hadir Byun Baekhyun diantara Myungsoo dan Yoojung, di belakang Baekhyun, berdiri Sehun yang menatap sekilas pada Myungsoo lalu terkejut melihat Yoojung berada diantara dua biang onar di kelasnya.

“Kau?”

Yoojung tersenyum pada Sehun lalu melambai dan meninggalkan Sehun untuk segera pergi menemui guru Lee.

“Ia bilang ia akan menemui guru Lee, mengapa ia malah—”

“Menemuiku? Memang, sepertinya gadismu itu mulai genit padaku Sehun-ah. Tolong jaga dia baik-ba—YAAAK! Byun Baekhyun! Mengapa kau memukul kepalaku!? Dasar pendek!” Myungsoo yang memotong ucapan Sehun langsung mendapat pukulan kuat di kepalanya oleh Baekhyun.

“Itu pukulan selamat pagi dariku. Jangan dengarkan dia Hun-ah. Kau tahu kalau pria satu ini memang suka menebar pesonanya di depan banyak gadis. Bahkan kekasih temanmu sendiri.”

“Hey! Hey! Jangan asal menuduhku, ya!” protes Myungsoo yang kemudian menggeret Baekhyun masuk ke dalam kelas sementara Sehun hanya bisa menggeleng melihat tingkah kekanakan dua teman sekelasnya itu.

*

“Hey! Jung-ah! Masih lama?” panggil Sehun kemudian mengetuk pintu kamar mandi Yoojung.

“S-sepertinya begitu.” Jawab Yoojung.

“Ada apa? Kau kenapa?”

“A-aku…”

“Yoojung-ah! Jawab aku!” tiba-tiba suara Sehun terdengar panik.

Sudah lebih dari sepuluh menit Yoojung tak keluar dari kamar mandi di sekolahnya. Hari sudah sore dan kawasan sekolah juga mulai sepi. Keduanya baru akan kembali ketika Yoojung menghampiri Sehun di lapangan basket namun tiba-tiba saja Yoojung meminta tolong Sehun memegang tasnya sebentar karena ia ingin pergi ke kamar mandi.

“Sehun-ah…bisakah aku meminta tolong padamu?”

“Apa? Minta tolong apa?”

“Maukah kau membelikanku sesuatu di minimarket di depan sekolah kita?”

“Membelikanmu apa? Sebenarnya apa yang terjadi dengan dirimu?”

“A-aku…”

“Kau kenapa Yoojung-ah? Buka dulu pintunya!”

“Tidak bisa Sehuuun!”

“Mengapa tidak bisa? Kuncinya rusak?”

“Bukan itu masalahnya!”

“Lalu apa? Jangan membuatku khawatir.”

“A-aku…kau tahu kan seorang perempuan setiap bulannya mengalami emm.”

“Apa? Mengalami apa? Aku tid—tunggu dulu. K-kau berdarah?”

“I-iya.”

Sehun menggigit bibirnya panik, ibunya beberapa tahun yang lalu juga mengalami hal itu, setiap bulan ia akan merasakan sakit yang luar biasa di perutnya karena mengalami siklus menstruasi, Sehun yangsaat itu tidak mengerti karena ia juga belum mendapatkan materi tersebut di kelas Biologi hanya bisa memandang khawatir ibunya sambil mengusap puncak kepala ibunya.

Dan hal itu terjadi pada kekasihnya. Membuatnya bingung tidak tahu harus bersikap apa, ia nyaris akan menghubungi Myungsoo atau Baekhyun untuk bertanya apa yang mereka lakukan saat saudara perempuan mereka mengalami menstruasi namun tiba-tiba saja pintu kamar mandi yang Yoojung masuki terbuka sedikit.

“T-tolong, belikan aku sebungkus pe-pembalut, ya?”

“A-apa?”

“Kumohon Sehun-ah. Ah aku juga pinjam jaketmu, ya? Na-nanti akan kucuci sampai bersih ketikan sampai di rumah, se-sepertinya darahnya c-cukup ba—”

“Baiklah. Pakailah ini. A-aku akan segera kembali. Kau tunggu disini, jangan kemana-mana.” Tanpa menunggu Yoojung melanjutkan ucapannya, Sehun mengambil jerseynya lalu menyerahkannya pada Yoojung kemudian berlari secepat mungkin menuju minimarket di depan sekolahnya.

*

“Bolehkah aku ke minimarket itu?”

“Kau membutuhkan sesuatu? Biar ibu saja yang turun dan membelikannya untukmu.”

“Tidak perlu, bu. Aku bisa pergi sendiri.”

“Baiklah, jangan lama-lama berada di dalam sana.”

“Baik, bu.”

Monalisa turun dari dalam mobilnya dan berjalan menuju ke minimarket ketika tiba-tiba saja ada seorang pria yang berlari dan menyenggolnya. Untungnya Monalisa tidak terjatuh, ia hanya cukup terkejut dengan kedatangan pria tersebut yang langsung menyerobot masuk ke dalam minimarket.

“Ada apa dengan pria itu?” gumamnya lalu berjalan masuk ke dalam minimarket.

Ketika ia melintasi rak bagian kebutuhan perempuan, ia melihat sosok pria yang tak asing di matanya. Seperti pernah bertemu sebelumnya. Pria tersebut sedang sibuk mencari-cari sesuatu di deretan pembalut wanita. Beberapa wanita yang lewat di dekatnya ada yang berbisik dan juga tertawa.

“Hey, ada yang bisa kubantu?” tiba-tiba datang keberanian dari diri Monalisa untuk menghampirinya dan menyapa pria tersebut.

“Tidak ada.” Jawabnya singkat.

Monalisa memperhatikan pria tinggi di hadapannya dari atas sampai ke bawah, keringat mengalir di sisi keningnya dan ia masih berseragam lengkap. Ia melihat name tag bertuliskan Oh Sehun yang terpampang di atas saku seragam pria tersebut.

“Oh Sehun?” gumamnya.

“Apa?” tiba-tiba pria itu berbalik dan sedikit terkejut melihat gadis di sebelahnya.

“Kau?”

“Ah, ya. Pantas saja aku tidak merasa asing dengan wajahmu, kita bertemu la—”

“Permisi, aku harus segera pergi.” Sehun mengambil asal merk pembalut yang ada di hadapannya dan berjalan pergi dari hadapan Monalisa.

Gadis itu terdiam untuk beberapa saat, kemudian senyum kecil mengembang di bibirnya. Ini kali kedua ia bertemu dengan pria tersebut. Pria yang membuatnya penasaran dengan sikap dinginnya sejak awal bertemu. Ia melupakan tujuannya mencari tissue basah di minimarket dan mengambil asal benda di sekitarnya dan membawanya segera ke meja kasir untuk menyapa kembali pria tersebut.

Ketika Monalisa sampai di meja kasir, ia tidak menemukan pria bername tag Oh Sehun disana.

“Nona.”

“Ah, ya?”

“A-apakah kau yakin kau membeli…ini?” tanya sang kasir hati-hati lalu menunjukkan sekotak celana dalam pria yang Monalisa bawa ke meja kasir. Monalisa langsung terkejut dan menggeleng cepat.

“Ma-maafkan aku. A-aku benar-benar sedang tidak, maaf, aku salah mengambil apa yang ingin kubeli. Tu-tunggu sebentar. Maaf, sekali lagi maaf.”

Monalisa menahan rasa malunya dan segera merebut kotak celana dalam itu dari tangan penjaga meja kasir dan mengembalikannya ke tempatnya berada.

“Perempuan itu ada-ada saja.” Gumam sang penjaga meja kasir lalu melayani antrian selanjutnya.

*

“Terima kasih banyak ya, Hun! Kau memang penyelamat.” Ucap Yoojung setelah berhasil terbebas dari kekhawatirannya. Ia sempat berpikir mungkin Sehun meninggalkannya sendirian di sekolah karena Sehun lama sekali kembali dari minimarket.

“Kupikir kau akan meninggalkanku.”

“Dan membiarkanmu terkurung di dalam kamar mandi sampai besok pagi? Apakah aku terlihat seperti kekasih yang sadis di matamu?” balas Sehun.

“Hehe, tidak…Sehun adalah kekasih yang superrr baik. Beruntung sekali istrimu nanti, dia harus bangga memiliki suami siaga seperti dirimu.” Ujar Yoojung lalu melingkarkan tangannya di lengan Sehun.

“Istriku? Apakah kau sedang membayangkan kita menjadi sepasang suami istri di beberapa tahun yang akan datang?” goda Sehun.

“Ti-tidak. K-kan kita belum tentu akan menikah. Ma-maksudku jodoh siapa yang tahu selain Tuhan.” Ucap Yoojung terbata.

“Kau tidak mau menjadi istriku memangnya?”

“B-bukan begitu, m-maksudku—”

“Ah, berarti kau membayangkan aku menjadi suami siagamu, kan?” goda Sehun lagi.

Pipi Yoojung yang terlanjur memerah sudah jelas menjadi bukti bahwa apa yang Sehun ucapkan memang benar adanya, Yoojung hanya bisa menunduk malu dan mencubit lengan Sehun dengan gemas.

“Jangan menggodaku terus, Oh Sehun!”

Yoojung yang masih menunduk malu dan Sehun yang mengacak gemas poni Yoojung menjadi pemandangan yang tak biasa di depan mata Monalisa yang melintas di sebelah mereka dengan mobilnya. Ia kemudian teringat pada seorang gadis yang pernah meminta maaf padanya atas nama Sehun di event penjualan novel ketiganya di toko buku Alice.

Apakah gadis di sebelah pria itu adalah gadis itu?—batin Monalisa.

“Dia bisa tersenyum sehangat dan semanis itu pada gadis di sebelahnya tapi dia berubah menjadi pria yang sangat dingin saat bertemu denganku barusan.” Gumamnya.

“Ada apa sayang? Kau berbicara dengan siapa?”

“Ah, tidak bu.”

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya~~~

.

.

Salam Alay as alwayssss

.

QueenX

Advertisements

26 responses to “Between Us – “Meet Again” | QueenX

  1. ouwhhh…oh Sehun…tipe pacar idaman bgt, thanks buat author-nim yg bkinin karakter oh Sehun d ff ini yg bner2 bkin melted….ia bgtu hangat dg yoojung tpi brbah dingin saat brsma org lain….suka bgt ama krkter Sehun…

  2. OSH memang pacar n suami idaman. Sweet bgt sm yoojung. Sejung couple masuk list terfavorit
    penasaran sm karakter monalisa, apa dia jahat?? Atau baik?

  3. Asli, berasa kaya keju yg melted alias meleleh gegara ngebayangin punya suami siap siaga kaya sehun XD
    Karakternya juga aku suka. Dingin ke orang lain, tp hangat ke pacar… Asal jangan sampe kepincut yeoja lain aja XD aku mulai jd sejung shipper nihh

  4. uunncchh sehun huhu baru aja kemarin cerita cerita tentang cowk yang beliin pembalut buat cewenya eh si oh sehun juga di sini beli pembalut, aaaa monalisa jangan ganggu sehun sama yoojung.

  5. Pingback: Between Us – “Nice Guy” | QueenX | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. semoga monalisa memang bkan batu kerikil tajam yh soal hubungan Sehun Yoojung… soalnya aq lagi butuh crta happy hahahhaahha
    aq jg sdkit truma sma y namanya tikung2an apapun alasanya hahhahaah sadissss
    keren fik spt biasaaaaaaa

  7. Sehun benar-benar calon suami idaman 😍 ..secara sekarang jarang ada cowok yg mau disruh beli pembalut kkkk
    mulai khawatir soalx monalisa kykx udh jatuh pd pesona oh sehun
    please sehun jgn goyah 😟 *alaymodeon*

  8. Sehun tipe pacara idaman banget yaampunn😍😍😍 suka bngt sm cowok kyk gini ketemu cewek lain sikapnya dingin tapi sm pacar sendiri sweet bangett😋😋

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s