[Here I am Series] 03. Between by ShanShoo

cover

Yesung – Here I am Album (Fanfiction Series)

03. Between

ShanShoo’s present

Taehyung x OC

friendship, fluff, slight!sad // tracklist-fic series // teenager

-o-

What are we?

I don’t wanna be just friends

I don’t wanna be in front, I wanna be next to you

I wanna be much closer to you than where we are now

-o-

Tracklist before : 02. Spring in Me

Salah satu cangkir moka panas di genggamannya Taehyung alihkan pada Alice. Gadis bersurai auburn itu menerimanya dengan senyuman kelewat lebar, dan Taehyung mengartikan senyuman itu sebagai mentari yang mampu menghangatkan sekujur tubuhnya. Dinginnya udara musim dingin di luar sana membuat keduanya menginginkan secangkir moka panas itu, lewat Taehyung sebagai sang pembuat―lebih tepatnya, Taehyung terlampau mahir membuat minuman tersebut.

“Konser musik kemarin berjalan dengan lancar, kan?” tanya Alice, begitu Kim Taehyung memosisikan duduknya di samping Alice, sementara pandangannya tertuju pada layar televisi yang berjarak cukup jauh di hadapan mereka.

“Mm,” gumam Taehyung, merespons. Ia meletakkan cangkirnya di atas meja kaca, kemudian melarikan pandangan pada Alice yang sampai sekarang masih menatap Taehyung penuh minat. “Aku bahkan kebanjiran bunga mawar di atas panggungku.” Lanjutnya, ketika dirasa Alice memang membutuhkan penjelasan lebih.

“Wow, itu bagus.” Alice tersenyum senang, sebelum ia menyesap mokanya perlahan. “Selamat atas konsermu, Tae,” katanya, lantas mengerling jenaka pada sang laki-laki yang mulai tersipu malu mendengar pujiannya.

“Oh, berlebihan,” sahut Taehyung sambil mengibaskan sebelah tangannya, seakan menolak pujian sang teman. “Lagi pula, jika kau tidak terus mendukungku, aku mungkin tidak akan berhasil.”

“Nah, yang itu baru berlebihan.” Alice tertawa kecil sekarang. “Mm, tapi kalau memang itu karena diriku … bukankah kau harus mentraktirku membeli sesuatu?”

Kini, Taehyung terdiam selama beberapa saat. Maniknya berpaling menatap dinding di hadapannya, sementara bibir bawahnya ia gigiti perlahan. Jujur saja, kendati Alice tak memintanya untuk membeli sesuatu seperti apa yang gadis itu inginkan, Taehyung pasti akan melakukannya. Hanya saja, ia belum terlalu berani untuk membelikan sesuatu untuk gadis itu karena … well, karena ia merasa tidak berada dalam posisi yang ia inginkan.

Seperti pacar, misal?

“Memangnya, kau ingin dibelikan apa?” Taehyung malah bertanya, sembari hati berharap kalau Alice menginginkan sesuatu yang memang hendak Taehyung berikan padanya.

“Yah, mungkin seperti …” Alice Nam menggumam sebentar. “… satu paket cokelat kacang?” katanya, dan Alice tertawa geli mendengar permintaannya sendiri. Sekalipun Taehyung tahu kalau gadis itu memang pecinta cokelat. Dan anehnya, Taehyung tak pernah mendapati berat badan itu bertambah, atau setidaknya melihat kedua pipi gadis itu yang sedikit berisi dibanding sebelumnya.

“Cokelat kacang?” sebelah alis Taehyung terangkat, jenaka. “Apa kau ingin jerawat muncul di wajahmu dan kau akan merengek padaku nantinya? Oh, jangan sampai.” Sahut Taehyung dengan nada separuh mengejek. Tetapi Alice tak mengacuhkannya sama sekali.

“Memangnya kalau aku tak mengatakan keinginanku, kau mau memberiku apa?” Alice bertanya pada detik Taehyung tertawa singkat. Laki-laki itu menaruh perhatiannya pada sang gadis, sementara gadis dengan manik sewarna madu terang itu menatapnya antusias.

“Mungkin …” giliran Taehyung yang menggumam, selagi berupaya untuk menetralkan debaran jantungnya yang terlampau kencang. “… aku akan memberikanmu―”

“Oh, tunggu sebentar,” sela Alice cepat, pun merogoh ponselnya yang ia letakkan di tas tangannya. Ekspresi wajahnya berubah semakin ceria dan hangat, manakala maniknya membaca satu pesan singkat di layar ponselnya, lalu mengalihkan perhatiannya pada Taehyung selama tiga detik. “Park Jimin mengajakku pergi makan malam!”

Kim Taehyung merasa jantungnya akan terlepas dari soketnya. Dan kini, Taehyung berupaya menetralisir keadaan jantungnya sekarang dengan cara menyesap kopi mokanya hingga tandas.

“Kau tahu kalau aku sudah lama naksir Jimin, kan?” Alice Nam terlihat tak mengacuhkan perubahan sikap Taehyung yang secara mendadak itu. Maniknya malah menatap Taehyung dengan pancaran binar terang yang kentara. “Kurasa, inilah saatnya bagiku untuk mengakhiri masa lajangku dengan Park Jimin.” Lanjutnya kemudian.

Yeah, kurasa itu bagus,” sahut Taehyung ringkas, menatap sekilas pada Alice seraya tersenyum samar.

“Baiklah, aku harus segera bersiap. Dia akan menjemputku tiga puluh menit lagi,” kata Alice, lalu menyesap kopinya sampai habis dan meletakkannya kembali di atas meja kaca. Gadis itu beranjak dari posisi duduknya, membiarkan Taehyung duduk di sana tanpa berniat untuk menanyakan apa yang terjadi padanya.

“Dia benar-benar mengajakmu makan malam sekarang?” tanya Taehyung tanpa menatap Alice sedikit pun. “Lalu, bagaimana denganku?”

Ucapan itu sontak menghentikan tangan Alice yang tengah merapikan pakaian hangatnya. Ia melirik ke arah Taehyung lalu tertawa kecil. “Kita, kan, bisa makan malam besok. Kita punya banyak waktu.” Taehyung hendak menyela, namun Alice tak mengizinkannya. “Sampai bertemu besok, dan terima kasih untuk kopinya.”

Alice Nam mulai merajut langkah ke arah pintu rumah Taehyung. Teman satu kelas di SMA-nya itu menatap punggung Alice dengan tatapan yang sukar diartikan. Memang benar, bahwa Alice adalah teman terdekatnya. Taehyung menyukai bagaimana cara Alice tersenyum padanya, tertawa riang, bahkan menunjukan muka menggemaskan yang membuat Taehyung tak tahan untuk menjawil kedua pipi Alice. Akan tetapi, Taehyung juga menyukai hal lain.

Taehyung menyukai Alice. Seutuhnya.

“Alice Nam.” Panggil Taehyung seraya berdiri di tempatnya, sementara Alice baru saja menyentuh kenop pintu rumahnya. Lekas, Alice menoleh dan memberikan tatapan bertanya.

“Tentang kau dan aku …” Taehyung tak sadar menggigiti bibir bawahnya keras-keras. “Tidak. lupakan.”

“Oh, tidak, Taehyung. Ada apa? Tentang aku dan kau … lalu apa?” Alice mengerang kecil dan menghadapkan tubuh sepenuhnya pada Kim Taehyung.

“Maksudku, kau tak akan melupakan waktu makan malam kita besok, kan?” Taehyung melontarkan pertanyaan tak terpikirkan itu, sementara jauh dalam dirinya, ia merutuki kebodohannya sendiri.

“Oh, tentu, tentu.” Sahut Alice senang. “Pastikan kau mentraktirku makanan yang super enak, oke?” katanya.

“Y-ya, tentu.” Taehyung memaksakan diri untuk mengulas senyum lebar. “Akan kupersiapkan segalanya besok malam.”

“Baiklah.” Alice memberi Taehyung senyuman cerah, sebelum akhirnya ia membuka pintu dan keluar dengan ekspresi hangat yang Taehyung sukai.

Gadis Nam itu telah meninggalkan kediamannya beberapa saat yang lalu, sementara Taehyung masih berada di posisinya, menatap pintu yang telah gadis itu tutup kembali dengan sempurna.

Kim Taehyung mendesahkan napas panjang, lantas menjatuhkan tubuhnya ke atas kursi sofa panjang. Pandangannya menerawang pada langit-langit rumahnya yang sepi penghuni, berhubung kedua orang tuanya sedang sibuk pergi keluar kota untuk mendaftarkan anak laki-lakinya itu ke universitas ternama jurusan seni musik.

Tentang gadis itu … entahlah, Taehyung selalu tak dapat berbuat apa-apa ketika Alice tertawa senang lantaran laki-laki yang disukainya menghubunginya, bahkan mengajaknya pergi ke suatu tempat. Bukankah itu berarti Park Jimin―atau siapapun― sedang melakukan pendekatan dengan Alice Nam?

Kenapa Taehyung merasa dadanya dibakar oleh api?

Oh, Tuhan, yang benar saja.

Lalu, bukankah Taehyung mengatakan pada gadis itu bahwa ia akan mempersiapkan segalanya untuk makan malam besok?

Apakah sebuah pernyataan cinta pada gadis itu juga termasuk ke dalam persiapannya?

Tidak, tidak.

Tidak.

Taehyung tidak tahu. Tapi, tak apa, kan, kalau Taehyung melakukannya?

Well, selama si laki-laki Park itu belum memiliki hati sang gadis yang selama ini diincarnya, tentu.

-end

ShanShoo’s note :

  • Akan di-update setiap hari (jika memungkinkan).
  • Usahakan untuk meninggalkan jejaknya di setiap Series ini sampai tracklist terakhir 🙂
  • Well, Isan gak bakal lupa buat ngucapin terima kasih bagi kalian yang udah baca dan memberikan komentarnya 🙂
  • Credit lyric by kpop-lyrics.com/
  • Last, go follow wordpress : ShanShoo and wattpad : ShanShoo
  • Thanks for your attention! 🙂

 

Advertisements

6 responses to “[Here I am Series] 03. Between by ShanShoo

  1. Oh ya ampuun kasian taehyung, cepat ungkapkan tae keburu alice diduluin orng loh, mudah2’an aja pas mkan malam sma jimin, jiminnya ga menyatakan perasaannya sma alice, kan kasian nanti tae..

  2. Tae, sama aku aja ya? Kan aku juga cantik, senyuman aku hangat dan inda/PD/ daripada tersakiti, lebih baik lupain alice. Cintai cewek lain. Karena, mencintai secara sepihak hanyalah akan menyakiti/jiah, sok bijak/ oke, aty tunggu lanjutannya 😉 ❤

  3. Pingback: [Here I am Series] 04. We by ShanShoo | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s