LO(st)VE [3rd] —ARLENE P.

75585-lost-love

Cr. image Google

LO(st)VE

I Miss You ]

.

.: The Other Slice :.

Nightmare | Promises

.

.

“I can’t get you out of my brain and it’s such a shame.

.

.

Ilana Kim (28 y.o)

11137772_904121046297952_1134843479_n

.

Oh Sehun (30 y.o)

sehun-pf-1

.

Evelyn Oh (25 y.o)

1173086_1541790346114894_1196820828_n

.

Romance — Hurt — Angst — Drama

Alternate Universe ¶ Ficlet

PG-17

.

.

Sepi yang mendominasi serta cahaya minor membuat segalanya terasa canggung. Gerak bibir pun terkunci lantaran kedua pemeran utama lupa caranya berinteraksi. Hanya bersitatap di antara himpunan kata yang terbunuh masa, sesekali mengalah pada rayuan oksigen. Cukup lama tertegun, berusaha selaras dengan segala bentuk perubahan yang membelenggu rindu. Diam-diam menjerit pilu, teringat kenangan masa silam. Betapa mereka pernah sedekat nadi, namun kini sekarat paska disayat jarak.

How are you?” Yang muda memberanikan diri memulai. Tindakan sederhana yang lebih dari cukup untuk mendorong peranan lainnya memasuki putaran film hitam-putih mereka dalam memori—lebih jauh. Saling mengiringi tanpa kuasa bertaut, sampai akhirnya vokal kembali terbuang demi memenuhi tuntutan realita. “We were so close at the past. Don’t you miss the old of us?”

Yang ditanya pun tak langsung menjawab. Alih-alih bersuara, wanita ini memilih untuk bangkit dari duduknya seraya mendengus samar. “Kau masih suka kopi, kan?” Dan seakan tuli, Ilana memutar topik pembicaraan. Membawa langkah menuju dapur tanpa memedulikan raut gemas Evelyn. “I’m thirsty,” tambahnya, kentara defensif hingga sang lawan tak kuasa memberi sanggahan.

I always love it,” Evelyn mendesah panjang sebagai jeda, “sama seperti Sehun.”

Hening.

Rupanya Ilana enggan memberi respon, meski telinganya menangkap jelas seluruh kalimat Evelyn. Mencoba untuk tak ambil pusing ketika perempuan bermarga Oh itu mendengus kian keras. Takaran kopi dan gula dalam cangkir pun dijadikannya dalih, walau tetap saja frekuensi suara yang dilantunkan udara kembali dengan mudah mengusiknya.

“Aku tahu kakakku sudah berani menemuimu lagi, La.”

Denting sendok yang beradu dengan lingkar cangkir tak lagi terdengar. Bukan karena Ilana telah selesai meracik larutan hitam pekat kesukaannya, melainkan fokusnya telah lebih dulu terbagi hingga hilang arah. Membuatnya kesulitan bernapas akibat tersiksa sesaknya rindu yang menggumpal di dada. Tubuh bergetarnya pun tak mampu menolak kehangatan yang ditawarkan Evelyn tanpa aliansi. Alih-alih meronta, Ilana justru terkulai dalam pelukan sepihak Si Gadis Oh. Menangis tanpa suara begitu merasakan halus pipi keduanya beradu.

Mereka memang terlalu indah untuk sekadar menjadi orang asing.

We miss you so much, La. You’ve known it.

Lamat-lamat Ilana menggigit bibir bawah. “Mervyn dan Shayla jelas merindukanku. Dan sekarang, aku tahu kau juga merindukanku. Tapi Sehun tidak, Eve,” berat hati Wanita Kim menyanggah. “He never told me that he miss me. Aku tak mungkin kembali pada orang yang tak benar-benar menginginkan kepulanganku. Dia sudah terlalu jauh dan aku sudah nyaman dengan hidupku yang sekarang.”

It’s a big lie! Kau sama sekali tidak bahagia, Ilana!” tukas Evelyn. “Karena ini—” Dihapusnya air mata yang menggenang di sudut mata Ilana, “—jelas tidak menunjukkan adanya kebahagiaan.”

Cepat-cepat Ilana membebaskan diri. Mengambil jarak sebelum bertukar pandang dengan Evelyn. “Bahagia atau tidak juga percuma. Hubunganku dan Sehun sudah berakhir lama sekali, kan? Dia membuangku tanpa memberiku kesempatan untuk menjelaskan. Dia mengingkari semua janjinya tanpa merasa berdosa. Seolah lupa bagaimana kerasnya dia meyakinkanku di masa lalu. Kakakmu terlalu brengsek untuk menerima maaf dariku. Biarkan saja dia bahagia dengan perempuan baru pilihannya. Aku tidak peduli. Sama sekali tidak peduli. Lebih baik kau—”

“Lebih baik aku apa, La? Kau ingin aku pergi dari sini? Iya?” sergah Evelyn meninggi, kentara ikut terbawa emosi. “Kalau bukan karena Baekhyun yang meyakinkanku bahwa semuanya masih bisa diperbaiki, aku takkan pernah berani muncul di hadapanmu seperti ini. Aku sudah lelah berpura-pura. Aku tidak bisa terus membohongi kedua keponakanku bahwa orang tua mereka masih baik-baik saja.

Tapi setelah mendengar kalimatmu tadi, harus kuakui bahwa kakakku memang brengsek, La. Dia ingkar, dia keras kepala, dia bodoh, dia egois, dia terlalu cepat menyimpulkan tanpa coba memahami posisimu waktu itu, dan dia sama sekali tidak pantas bagimu. Tidak seharusnya aku datang kemari—”

“Dia seburuk itu dan aku masih bisa mencintainya, Eve,” lirih Ilana mengejutkan, memutus pembenaran Evelyn yang terasa melukai. Tak berselang lama tubuh kurusnya jatuh terduduk, kehilangan pertahanan. Air matanya sudah tak lagi mengalir meski hatinya terkoyak lebih parah. “Dan dirimu yang terlalu mengenalku ini sungguh membuatku benci. Karena aku tahu, sekeras apa pun aku berusaha berbohong, jatuhnya akan percuma. Kau benar sekali, aku masih mencintai kakakmu.”

“Kalau begitu temui dia.”

Sontak Ilana tersenyum sinis. “Temui dia di mana? Di rumah yang katanya dia bangun untukku tapi belum lama ini dikenalkannya juga kepada Jennie?” balasnya penuh sarkasme, kemudian.

Mendengarnya, Evelyn pun menggeleng cepat. “Sehun ada di sini, La.”

“Kau bercanda ya?”

“Tidak sama sekali.” Dengan terlatih Evelyn membantu Ilana agar kembali tegak berdiri. “Kumohon temui dia dan aku berjanji akan menjaga kebenarannya, La. Dia tidak akan tahu bahwa kau masih mencintainya sampai kau sendiri yang mengatakannya. Oke?”

“Aku …” Ilana meragu. Iris violetnya kontan mengerjap, merasa gugup tanpa bisa dicegah. “Penampilanku sekarang tidak terlihat buruk, kan?”

Seketika Evelyn tertawa lepas. Gemas setengah mati hingga tergerak untuk menjawil ujung hidung bangir Ilana. Kepalanya lekas dianggukkan dua kali, sebelum memberi jawaban lisan, “Bahkan sekacau apa pun penampilanmu, kau akan tetap terlihat cantik bagi Sehun, La. Jennie saja lewat. Aku berani jamin.”

“Cih!” Ilana berdesis sebal, meski kenyataannya melambung. “Sok tahu.”

“Maafkan sikapku tempo hari.”

“Hm.”

Tidak. Ini melenceng terlalu jauh dari naskah yang disusun Sehun semalam suntuk. Balasan yang diberi Ilana terlalu singkat hingga meregas habis akal Si Pria Oh. Membekukannya dalam hening, sukses membuat lidahnya kelu. Sebagai distraksi, diedarkannya pandangan. Mencari topik baru guna mencairkan suasana, sampai fokusnya jatuh pada secangkir kopi hitam di atas meja. Disesapnya perlahan dengan iris terpejam, menikmati.

“Rasa kopi buatanmu tidak pernah berubah. Selalu enak.”

“Tadinya itu untuk Eve.”

“La—”

Menyadari nada jengkel dalam kalimat Sehun, Ilana pun bergegas menyergah, “Apa? Sikapku membuatmu tidak nyaman ya? Kalau begitu kau bisa pergi sekarang.” Dengan kepala terangkat tinggi Ilana menunjuk pintu utama yang letaknya cukup dekat dengan sofa panjang hunian Sehun. “Jalan keluarnya sebelah sana kalau perlu kuingatkan.”

“Kau benar-benar membenciku ya?”

“Menurutmu?”

“Aku serius, Ilana Kim!”

“Aku juga.”

Setengah geram, Sehun menatap pintu keluar yang sempat ditunjuk Ilana, kemudian bertanya penuh penekanan, “Kau ingin aku pergi?” Dua detik setelahnya tubuh jangkung Sehun bangkit berdiri, tapi bukannya mengambil langkah berlalu, pria itu justru mengampiri Ilana. Memapas jarak yang ada, lalu membungkuk dan mengungkung tubuh mantan istrinya dalam kuasa. 

“Mau apa kau, Oh Sehun gila?!”

Sehun terkekeh mendengar makian Ilana di pengujung kalimat. Merasa lucu saat dirinya sama sekali tidak merasa terhina dan justru berbahagia. “Aku gila karena merindukanmu, Kim.”

Ilana mendengus kasar. “Bukan urusanku!”

“Persetan!” Belum sempat Ilana menggalakkan aksi protes lebih jauh, Sehun sudah lebih dulu mengumpat. Mengunci vokal mantan wanitanya tersebut dengan cara yang sudah lama ia tinggalkan. Meski begitu, kedua tangannya masih teramat piawai dalam menghalau segala bentuk penolakan yang ada. Menyisakan Ilana yang kembali terpenjara jeruji rindu. Hingga dengan kesadaran penuh membalas perlakuan Sehun.

Semuanya terasa manis selama beberapa saat sampai Ilana memutus kontak secara mengejutkan. Mendorong kedua bahu Sehun ke belakang, meski hanya menyisakan sedikit jarak. Diam-diam menikmati keindahan sepasang obsidian pria tersebut di balik raut menantang yang kini ia tunjukkan. “Untuk menemukan pintu keluar saja kau perlu bantuan ya?”

“Aku tidak akan pergi sampai kau mau pulang bersamaku.”

“Ini rumahku, Oh Sehun,” balas Ilana datar. “Bukankah kau sudah punya Jennie untuk kau bawa pulang ke rumahmu sesuka hati?”

Terlanjur kesal, Sehun pun menarik paksa tubuh ramping Ilana guna menyejajarkan posisi. Meruntuhkan seluruh batasan yang sejak awal tercipta meski tak kasat mata. “Kau tinggal sendiri di sini, kan?” Sehun bertanya dengan sorot elangnya yang menyambar tepat di violet Ilana. Membuat perempuan cantik itu meremang, menyadari tanda bahaya di setiap sentuhan Sehun. “Tidak masalah kalau kau tidak mau ikut. Aku akan dengan senang hati menemanimu di ru-mah-mu ini.”

Tak tanggung-tanggung, Sehun kian mengintimidasi melalui deru napasnya yang menyapu setiap inci wajah merona Ilana secara intim. “Itu menguntungkan bagiku. Aku jadi bebas melakukan apa saja karena kita hanya berdua di sini.”

“Jangan gila!”

“Bagaimana tidak gila kalau heroinku sendiri yang meninggalkanku, huh?”

“Jangan bodoh, Oh Sehun!”

“Kalau begitu ajari aku supaya pintar, Ilana Kim.”

Ilana mengentak brutal demi meraih kembali kebebasannya. Segera kedua kakinya melesat ke dalam kamar dan membanting pintu. Meninggalkan Sehun yang tersenyum menang tanpa sedikit pun niat untuk benar-benar beranjak. Lebih memilih untuk membuka jas hitam beserta kemeja yang membalut tubuh, lantas bertelanjang dada. Sedikit gusar, sebelum memutuskan untuk merebahkan diri di sofa.

Salahkan otak sinting Sehun yang sempat berharap sebelum terlelap; bahwa keesokan hari dirinya akan terbangun dengan ciuman selamat pagi sebagai bayaran. Tidak harus panas, tapi sedikit lebih manis dari pertautan mereka beberapa saat lalu. Anggap saja untuk membayar pegal di tubuhnya karena harus tidur di ruang tamu.

Sehun memang sinting, tapi Ilana sudah jauh lebih gila. Di kamarnya, wanita ini bergerak tak tentu arah. Merutuki keputusannya meski terlambat. Karena faktanya, mengizinkan Sehun menginjak kediamannya ini sama saja menenggelamkan diri dalam kekalahan.

“Dasar egois!” Merasa buntu, Ilana pun mengempas kasar tubuhnya ke ranjang. Kelima jemarinya dengan nakal menyapu permukaan bibir, mencoba merasakan jejak Sehun yang tertinggal di sana. “Lebih baik aku tidur.” Setelahnya Ilana tercenung pada ruang kosong di ranjangnya yang terbilang luas. “Tapi saat tahu Sehun begitu dekat, aku jadi semakin rindu tidur dalam pelukannya.”

Nah, kan. Ilana pasti sudah gila sungguhan. “Uh, sialan!”

.

.

-fin

.

.

.

Rindu aku enggak? Rindulah. Sehun Ilana aja udah saling merindu tuh. Btw, mari ucapkan terimakasih kepada Evelyn si kesayangannya Baekhyun. Kalo gak ada dia, part ini pasti masih mendung kayak kemaren. Soal part Ilana-Eve itu rada suram dikit sih, tapi yang namanya udah deket, sahabatan, sehati, sekesel-keselnya juga pasti akur lagi. Nah, itu yang berlaku sama mereka.

Pokoknya mah aku sayang Eve—lebih sayang kalian ding. Sampe ketemu di part selanjutnya. Plis, kangenin aku biar aku selalu punya alasan buat pulang ke sini ya? :’) Saranghae, uri cims

.

Sincerely,

Arlene P.

Advertisements

94 responses to “LO(st)VE [3rd] —ARLENE P.

  1. kembali lagii akhirnya mereka berdua, msh sma” suka tpi benci mendominasi tpi ahh makin seruu, ditunggu next chapnya😍

  2. duuuuh rindu couple Sehun-Ilana, Authornya juga deng hehe
    mereka benci tapi rindu,tapi cinta juga hihi
    ditunggu bnaget ya next part nya…

  3. Ish ish aku lupa part dua nya belom ke baca apa udah ya???
    Astagaa ini makin menarik,
    Feel nya ke rasa bgt ya,
    Ho ho kalo gk di bantu evelyn mungkin gak ketemu ketemu mereka, gegara ego sehun ilana.
    Pokok nya di tunggu kelanjutannya,

  4. Author nya kemana aja wahhhh
    Ku mah rela menunggu author walau lama tak ada kabar
    (Jangan tanya dimana ada reader seperti ini)
    Next chapter ditunggu thor

  5. Yeah!!
    Thankyousomuch, Eve.
    Beruntung sekali Bacon mendapatkan mu 😘

    Ilana emang selalu begitu.
    Harga diri terlalu tinggi.
    Ego nya juga.
    Padahal masih cinta.

    Ah, finally~
    Meskipun masih begini, udah seneng banget kok.
    Setidaknya ada kemajuan.
    Tinggal nunggu mereka sekeluarga bersatu.

    Btw, jangan sampai udah bahagia.
    Eh, tau2 nya jennie malah ngerusak
    Jangan yaaaaaaa

  6. Jadi yg ninggalin ilana itu sehun??? Rujuk lagi giihh masih sama” suka juga kan? Masih sama” kangen juga kan?? Masih sama” sayang juga kan?? Udah ahh ego nya di ilangin dulu, chap selanjutnya panjangin lg ya kak, fighting kak arlene^^

  7. Damn u kakk !!!
    Ku mention di twitter dahulu kala, akhirnya kambek walau bukan PF yang nongol :’)
    Gwechana, ini cinta :’)
    Ku tungguu yg laen yee ka

  8. Cieelah di Korea ada rujukan juga? Wkwk
    Btw ko gada part baby Oh sii? Ditunggu banget padahal huhuu
    Yaudahla buat pasangan yg baru rujukan monggo dinikmatin momentnya hihiii
    Thanks ka + semangadd for next!!!^^

  9. Kangen banget sama merekaaaaaa~~~ kangen juga sama penulisnya ding. Akhirnya kamu bangkit juga Lene! Hahaha.. setelah sekian lama–gak inget kapan tepatnya. Finally, kisah Sehun-Ilana ada lagi 😉 walau ceritanya emang suram tapi tetep aja jadi dambaan. Heuheu…

  10. Goda hun goda aja ilana trus.. Samkin ilana di goda kita pun ikut trgoda.. Wuhuiiii… Keren bgt.. #apaanini…
    Hallooooo k … Apa kbar mu.. Aku juga mrindukan mu, rindu sehun-ilana, rindu PF, rindu JTD.. Cepat back ya k..

  11. Mereka itu msih bsa lovey dovey gtu tp knpa hrus pisah sih -=-
    apaan lgi ada Jennie sgala -_-
    Sehun uda gila ya, uda ada Mervyn ama Shaila jg msih nakal gtu hadeh,,
    yuk mereka rujuk aja, Jennie nmpang lewat aja :v
    makasih jg ama Baek yg uda ngeyakinin Eve buat bntu Sehun-Ilana,, kangen kog Lene, cpetan balik yaa :* fighting!!! :* :*

  12. KA SUMPAH AKU TUH HARUS GIMANA YA. ABIS DIJATUHIN TERUS DITERBANGIN. ALAMAK JANG. GEMES BANGET BACA PART INI HHHH. AKU SUKA SEHUNKU YANG AGRESIF. AKU SUKA. AYO DONG CEPET BIKIN MEREKA BERBAHAGIA??? AKU GA TEGA LIAT SEHUN ILANA BERSEDIH HATI. UUUW MAKASIH JUGA BUAT EVELYN YANG UDAH BIKIN MEREKA BERDUA BISA BERLOVEY-DOVEY SEPERTI ITU. LOVE!

    P.s : I miss you so much, Ka Lene! ❤

  13. rindu kok, banget malah
    semendung-mendungnya part kemaren, tetep aja notif di email dibuka trus dibaca dari awal sampe abis kak
    sekarang apalagih, udah nggak mendung lagi
    ya meskipun tetep aja si ilana blm mau nyerah sama sehun

    btw, aku lebih kangen sama marvyn & shayla wkkwkkw
    part selanjutnya tolong hadirkan mereka ya kak tengkyu and sorry baru sempet baca sekarang hihi

  14. Kaaann.. gue ketinggalan kaan wwkwkwkwk yang ke-2 aja baru baca barusan hahaha maap ya kak, saya begitu telat, saya khilaf hahaha
    Rindu banget deh ama ilana sehun huhuhu… Pengen mereka balikan terus peluk-pelukan huhuhu pada egois siiihh… Lagian mbok ya cepet balikan lagi aja napa sih, kan kasian anak2nya huhuhu.. Ilana jg knp pake sok2an gak pengen balikan sama sehun lagi siihh, jadi gedeg kan gue bacanya wkwkwk
    Eh, cepetan pulang kesini ya kaaakk, banyak yang rindu noohh ama kakak, termasuk gue hahaha..
    See you next time ya~~ 😊

  15. Pingback: LO(st)VE [4th] —ARLENE P. | SAY KOREAN FANFICTION·

  16. Aku udah baca yang chap 1 2 tapi ga komen. Hehe. Sorry. Kasian si Mervyn sama Shayla. Kapan nih rujuk?
    Ilana. Udah nasib kalo elu dibikin ngenes terus sama jalan cerita cinta antara lu sama Sehun. Kkkkk

  17. Karena aku lupa udah baca+komen belum di part ini, jadi aku baca aja. hehe

    Aku juga lupa cerita awalnya TTTT Cerita kenapa Sehun-Ilana bisa cerai.
    Tapi tadi aku baca ada nama Jennie Jennie gitu. Oh mungkin karena sesuatu kali ya.

    Bisa dilihat juga yaa kalo Sehun-Ilana tuh masih saling cinta. Tapi mungkin Ilana nya yang gamau ngerasain sakit hati lagi jadi susah untuk nerima Sehun lagi.

  18. IT’S BEEN A LONG TIMEEEE. Dan parahnya aku baru baca sekarang sumpah sumpah udah mikir yang engga engga aja takut Ilana terlalu keras kepala nantinya eh tapi dikasih moment kaya gini huhuhuhu beneran udah ga mendung lagi ini mah. Btw kangeeeeeen kak!!!!!!!!!!!!! huhuhuhu kangeeeeeen bgt. kangen kamunyaaa, kangen karyanya ya pokoknya semuanyaaaa. stay healthy💕💕💕

  19. iya kk aku rindu bangeeet sm ilana sehun wkwk enggak deng sama kak arlene jugaak wakss
    yaelah sebentar tapi bikin ser ser wkwk

  20. Aku ketinggalan ceritanya, udh ngaret beberapa bulan dari pas di post ya sampe lupa awal ceritanya kaya gimana, aku baca dari part awal lg deh hehehe
    Ka mereka mau dibikin balikan lg ga ya? Hehehe
    Gemes juga, ilana msh cinta tp blm bisa maafin, dan aku penasaran apa yg bikin mereka sampe pisah dulu nya ?
    Semangat ka, ditungguin cerita2 baru nya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s