[Here I am Series] 06. Confession by ShanShoo

cover

Yesung – Here I am Album (Fanfiction Series)

06. Confession

ShanShoo’s present

Sehun x OC

fluff, friendship, school-life // tracklist-fic series // teenager

-o-

I want to hold your empty hand

And confess my love to you with courage

 

-o-

Tracklist before : 05. Your Echo

“Aku lebih suka angin musim semi daripada musim salju,” ungkap Eunhee ketika Sehun menanyakan tentang musim mana yang ia sukai. Eunhee menoleh menatap Sehun yang tengah tersenyum kecil setelah mendengar jawabannya. Gadis itu lalu ikut tersenyum, menyiku lengan Sehun dan melanjutkan, “Bagaimana denganmu?”

“Mm,” Sehun menggumam pelan, sementara maniknya beralih memandangi rintikan salju yang turun dari balik jendela kelasnya yang mulai sunyi senyap. Hampir sebagian teman sekelasnya memutuskan untuk pergi ke kantin, dan sebagian kecilnya memilih untuk pergi ke taman, atau ke perpustakaan, atau … ke manapun. Tetapi ia dan Eunhee lebih memilih untuk duduk pada meja salah seorang temannya yang kosong, tepat di samping jendela, sehingga mereka bisa melihat berbagai macam aktivitas kecil yang ada di luar sana. “Sejauh ini, aku suka semua musim.”

“Oh, ya?” seketika, mata teman satu kelasnya itu membulat, dan menatap Sehun penuh ketertarikan. Jarang sekali ada laki-laki yang menyukai semua musim seperti Oh Sehun.

“Ya.” Sehun kembali melarikan pandangannya pada Eunhee disertai kekehan ringan. “Tidak usah menatapku seperti itu, Nona.”

Eunhee tertawa mendengar ucapan Sehun. Kedua tangannya kini sibuk merapikan syal hangat di lehernya, lalu, “Apa yang sering kaulakukan di musim salju ini?”

“Apa, ya?” Sehun menggumam lagi, seperti sedang memikirkan jawabannya padahal laki-laki itu telah memilikinya. “Membuat boneka salju di halaman rumah? Oh, kenapa kau menatapku seperti itu―oh, ya ampun, tertawa saja, Park Eunhee. Tak perlu kau menahannya.” Jawab Sehun setengah ketus, namun sesaat setelahnya ia ikut tertawa.

“Membuat boneka salju? Yang benar saja? Memangnya kau ini perempuannya, ya? Atau jangan-jangan―”

“Aku laki-laki tulen, oke?” sergah Sehun sebelum Eunhee menyelesaikan ucapannya.

“Tapi―o-oke. Aku tidak akan banyak bicara lagi.” Eunhee membentuk gestur menyerah, sementara maniknya masih menatap geli pada Sehun.

Sehun tak kembali berbicara. Sebelah tangannya terangkat dan mengusak gemas surai gadis di sampingnya sambil tersenyum lebar.

Merasakan tangan Sehun yang mengusak rambutnya, membuat Eunhee jadi salah tingkah. Dan untungnya Sehun tak menyadari hal itu karena ia keburu menaruh atensi ke depan jendela lagi. Berdeham samar, Eunhee melontarkan tanya yang sama, “Jadi, kau sering … melakukan kegiatan apa saja selama musim salju?” Kali ini nadanya terdengar lebih gugup, tidak seperti awalnya yang terdengar santai, khas Eunhee sekali.

“Apa saja,” Sehun mengangkat sebelah bahunya sekilas. “Seperti …” pandangannya mulai menatap Eunhee intens, membuat kadar kegugupan gadis itu semakin meningkat. “… memerhatikanmu saat pelajaran sedang berlangsung.”

Entah ini benar atau tidak, tapi Eunhee merasa kalau kedua pipinya memanas, menghantarkan berbagai gejolak perasaan ke dalam perutnya dan hal itu terasa menyenangkan. Segera gadis itu tertawa tanpa minat, menepuk bahu Sehun sekali lalu membuang pandangan ke arah lain. “Apa, sih, maksudmu? Aku tidak mengerti,”

Sehun tidak ikut tertawa seperti sebelumnya. Malah, ia menatap Eunhee dengan satu senyuman manis yang tidak gadis itu ketahui. Tangan yang terletak di samping sang gadis kembali terangkat dan mencubit besar pipi gadis itu. “Payah. Yang begitu saja kau tidak mengerti. Katanya perempuan itu peka?” ujarnya, setengah mengejek. Yang langsung disambut Eunhee dengan delikan matanya.

“Kau ini bicara apa, Sehun?” tanyanya lagi.

“Sudah ah, lagi pula susah juga berbicara dengan perempuan tidak peka sepertimu.” Sehun mendengus. Lantas beranjak dari duduknya lalu melangkah ke bangkunya sendiri, namun belum sempat laki-laki itu sampai ke bangkunya, Eunhee lebih dulu mencekal tangannya sembari tertawa.

“Jadi ceritanya kau kesal, nih?” tanya Eunhee di balik punggung Sehun. Sementara Sehun terdiam dan mencoba untuk menahan senyuman.

“Masih belum peka juga?” Sehun balik bertanya, memutar tubuhnya menghadap Eunhee dan memerhatikan wajah gadis itu yang dihiasi semburat kemerahan.

“Kalau aku pura-pura tidak peka, tidak apa-apa, kan?” nada bicaranya begitu menggemaskan. Dan Sehun menanggapinya dengan senyuman lebar yang terlihat menawan.

“Dasar, kau ini!” kata Sehun. “Aku itu menyukaimu. Sungguh. Tapi kau tidak pernah menyadarinya.”

Untuk ukuran ‘seseorang yang sedang menyatakan perasaannya pada sang terkasih’, Sehun malah terdengar seperti ‘seseorang yang sedang melontarkan ucapan santai namun efeknya luar biasa pada sang terkasih’. Tidak ada roman serius, sungguh. Hanya ada wajah penuh santai seperti yang Sehun perlihatkan pada umumnya.

Mendengarnya, Eunhee terdiam sejenak. Bola matanya mulai bergulir ke sana kemari, berusaha menghindari tatapan Sehun. Namun percuma saja, pada akhirnya Sehun mengarahkan manik gadis itu padanya dan berujar, “Aku serius, loh. Kau tidak percaya padaku?”

Eunhee masih saja diam.

“Aku sudah lama menyukaimu, Park Eunhee.” Nah, kali ini ucapan Sehun terdengar serius, jauh dari nada santai seperti tadi.

“Yang benar―”

“Iya. Memangnya aku terlihat sedang bercanda, ya?”

Semburat merah itu terasa menjalar ke seluruh permukaan wajah Eunhee. Ia menekan kedua belah bibirnya ke dalam, berusaha menahan senyuman lebar.

“Aku menyukaimu. Dan aku ingin kau menjadi pacarku.” Ujar Sehun, sembari sebelah tangan meraih dan menggenggam lembut tangan Eunhee.

Selesai mengucapkan itu, bel tanda masuk berdering keras. Kedua mulai terlihat salah tingkah, terlebih setelah kalimat itu terlontar secara jelas dari mulut Sehun. Baik Eunhee maupun Sehun, keduanya tak bisa menahan senyuman lebar lebih lama lagi. Memang belum terdengar jawaban dari gadis yang selama ini mencuri perhatiannya, tetapi bisikan kalimat yang Eunhee berikan di telinganya sudah cukup untuk mewakilkan kata ‘ya’ yang belum terealisasikan.

“Aku juga suka padamu.”

-end

ShanShoo’s note :

  • Satu tracklist lagi dan Album Series ini akan selesai :”)
  • Usahakan untuk meninggalkan jejaknya di setiap Series ini sampai tracklist terakhir 🙂
  • Well, Isan gak bakal lupa buat ngucapin terima kasih bagi kalian yang udah baca dan memberikan komentarnya 🙂
  • Credit lyric by kpop-lyrics.com/
  • Last, go follow wordpress : ShanShoo and wattpad : ShanShoo
  • Thanks for your attention! 🙂
Advertisements

3 responses to “[Here I am Series] 06. Confession by ShanShoo

  1. Pingback: [Here I am Series] 07. My Dear by ShanShoo | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. Ahay, senyum sendiri deh bacanya 😀 . Kalau ada kata ‘fluf’ sebagai pembuka, pasti semangat bacanya. Aduh, kakak jagonya bikin fluf, romance atau semacamnya. Okeh, semangat bikin ff lain nya ya? Babay 😀 😀 :-* ❤ ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s