Between US – “A Gap” | QueenX

Between US

“A Gap”

poster

Author

QUEENX

 

 

Genre : ROMANCE, FLUFF, SCHOOL LIFE

 

 

Main Cast :

OH SEHUN

KIM YOOJUNG (OC)

 

Length : Chaptered (Less than 3k Words)

 

Rating : PG

 

Sebelumnya di BETWEEN US

 

 

.

 

***.

All in Author’s POV

.

Hoseok tak bisa berhenti memikirkan Yoojung, begitupula dengan Monalisa yang tak bisa melupakan sikap dingin Sehun padanya juga kakaknya beberapa saat yang lalu saat mereka lagi-lagi tak sengaja bertemu di café.

“Kak.” Panggil Monalisa saat keduanya turun dari mobil berjalan masuk ke dalam rumah.

“Hm?”

“Kau percaya tidak pada mitos pertemuan tidak disengaja antara seorang perempuan yang seorang laki-laki yang terjadi lebih dari tiga kali adalah petanda bahwa mereka adalah jodoh?”

Hoseok mengerutkan keningnya, lalu tersenyum dan mengusap puncak kepala adik tirinya.

“Apakah kau sedang mengalaminya sekarang?” tanyanya.

Monalisa hanya tersenyum, “Aku…berharap itu terjadi padaku, kak.”

“Jika hal itu terjadi padaku, mungkin aku akan mulai percaya pada mitos sejak detik itu juga.” Ucap Hoseok lalu melangkah masuk duluan ke dalam rumah.

“Aku sudah mengalami hal itu, kak. Tapi aku tidak tahu, itu akan menjadi kenyataan untukku atau hanya mitos semata.” Gumam Monalisa lalu menyusul langkah kakaknya.

*

“Tidakkah kau merasa Monalisa sangatlah cantik? Begitupula dengan pria tampan emm maksudku pria baik hati itu juga lumayan tampan. Mereka pasti bisa menjadi pasangan yang serasi.” Ujar Yoojung tak henti-hentinya membahas tentang Monalisa dan pria baik hati yang memberinya pinjaman payung sepulang dari café yang mereka datangi.

Sehun memutar kedua bola matanya jengah, “Jung-ah.”

“Ya?”

“Bolehkah aku meminta satu hal padamu?”

“Apa?”

Sehun kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Yoojung, seketika membuat Yoojung salah tingkah dan menutup matanya. Sehun menahan tawa melihat Yoojung yang mungkin mengira permintaan Sehun adalah sebuah ciuman. Namun ia langsung menyentil kening Yoojung dan membuat Yoojung membuka kedua bola matanya sambil mengaduh.

“Kumohon, jangan bahas pria atau wanita yang asing di mataku saat kita sedang berdua, kau paham?”

“Maksudmu…pria tam—ee Monalisa dan pria itu?”

Sehun mengangguk, “Dan berhentilah menyebutnya pria tampan karena sekali lagi, aku masih jauh lebih tampan darinya.” Tutur Sehun yang membuat Yoojung tertawa dan kembali menggandeng tangan Sehun melanjutkan perjalanan pulang mereka.

“Lihat! Itu busnya! Ayo, cepat Hun-ah! Sebelum ketinggalan!”

*

“Kau sudah membaca novelnya sampai habis?” tanya Hani tidak percaya saat mengunjungi kediaman keluarga Kim.

Yoojung mengangguk lalu menyerahkan novel di tangannya pada tetangga merangkap sahabatnya itu.

“Jangan sampai hilang, ya! Itu satu-satunya novelku yang ada tanda tangan dari Monalisa langsung.” Ujar Yoojung mengingatkan.

“Iya, iya, astaga…kau bahkan lebih menyayangi novel ini daripada buku pelajaranmu yang tak sengaja kutinggalkan di loker kelasku.” Cibir Hani.

“Oh iya, bagaimana dengan kencanmu dan Sehun hari ini?” tanya Hani antusias.

Yoojung tersenyum lebar, “Ah, kau tahu tidak?”

“Tidak. Kau kan belum cerita.” Balas Hani cepat yang langsung dihadiahi pukulan pelan di lengannya oleh Yoojung.

“Aku bertemu dengan Monalisa di café tempat aku dan Sehun berkencan.”

“Benarkah?” Hani langsung menarik tangan Yoojung untuk duduk di kursi santai di teras rumah Yoojung.

“Ceritakan lagi! Pasti…Sehun terpesona oleh kecantikan Monalisa, kan?”

Yoojung langsung mengerucutkan bibirnya dan menggeleng.

“Tidak? Sama sekali tidak?” tanya Hani tidak percaya.

“Aku juga tidak mengerti dengannya. Ia bahkan bersikap sedikit tidak sopan dengan mengacuhkan Monalisa. Aneh sekali, kan?”

“Iya sih, tapi itu bagus, Jung-ah. Itu tandanya Sehun adalah pria yang sangat setia. Pantas saja banyak yang iri kau bisa menjadi kekasih dari Sehun si es dari kutub utara itu.”

“Tapi…dia tidak pernah bersikap dingin padaku. Ia bahkan selalu menunjukkan rasa cemburu dan manjanya jika bersama denganku.”

“Tentu saja Kim Yoojung, dia kan kekasihmu! Mana mungkin ia malah bersikap manja di depanku? Itu kan aneh namanya.”

Yoojung meringis mendengar celotehan Hani.

“Oh ya, tadi Monalisa bertemu dengan seorang pria di café. Dan pria itu sempat bertemu denganku sebelumnya. Dia meminjamkanku payungnya saat aku menunggu kedatangan Sehun di halte bus. Kau tahu Hani-ya, jika Sehun mendapat posisi pria tampan nomor satu di mataku, maka pria baik hati itu mendapatkan posisi kedua.” Cerita Yoojung panjang lebar.

“Ah, kurasa dia kekasih dari Monalisa. Wajar saja Monalisa bisa mendapatkan pria setampan itu, dia saja secantik boneka Barbie. Aku masih tidak percaya kalau ia cantik alami tanpa operasi plastik dimanapun.” Ucap Hani.

“Iya, ya. Siapa juga pria yang tidak jatuh dalam pesona gadis secantik dan secerdas Monalisa. Dia benar-benar penulis yang sangat aku idolakan.” Puji Yoojung lagi.

“Kau bertanya siapa pria yang tak jatuh dalam pesonanya? Ada, Yoojung-ah. Dan dia kekasihmu sendiri, Oh Sehun.” Cibir Hani lagi yang mendapatkan cengiran malu-malu dari Yoojung.

*

Yoojung merapatkan jaket yang ia kenakan, sepertinya musim gugur akan tiba tidak lama lagi karena cuaca di kota Seoul yang selalu dingin di pagi hari. Beberapa dedaunan di sekitar jalan yang Yoojung lewati juga mulai berguguran. Langkah Yoojung terhenti ketika ia melihat sosok yang ia kenal melambaikan tangannya dari arah halte bus. Dengan segera ia berlari untuk menghampiri orang tersebut.

“Mengapa kau bisa ada disini?” tanya Yoojung heran.

“Jangan berlari seperti itu lagi, kalau kau jatuh bagaimana? Jalanannya masih basah karena hujan kemarin.” Ucap Sehun yang kemudian menarik tangan Yoojung agar berdiri di sebelahnya.

“Mengapa menunggu bus disini?” Yoojung tidak menggubris ucapan Sehun dan kembali menanyakan pertanyaannya yang belum dijawab oleh kekasihnya itu.

“Tadi aku turun dari bus yang sebelumnya. Karena sesak dan penuh sekali. Aku berniat sekalian menunggumu saja karena kau bilang kau baru keluar dari rumah menuju halte.”

“Bohong, kan? Kau pasti merindukanku? Makanya sengaja turun disini agar bisa berangkat ke sekolah bersama denganku. Iya, kan?” goda Yoojung, Sehun tertawa dan mencubit kedua sisi pipi Yoojung.

“Iya, terserah padamu saja. Puas?”

Yoojung ikut tertawa lalu mengangguk.

*

Monalisa sudah memasuki mobil van milik ibunya bersama dengan sopir dan dua pengawalnya. Dia bahkan sudah harus menghadiri event fansign sepagi itu. Sebenarnya acaranya akan dilaksanakan tiga jam lagi, tetapi ia harus menempuh perjalanan cukup jauh dari rumahnya menuju tempat acaranya, makanya ibunya sudah membangunkannya pagi-pagi sekali untuk segera bersiap-siap.

Dalam perjalanan menuju tempat acaranya, Monalisa memandang kosong ke pinggir jalan, terkadang senyumnya mengembang saat melihat beberapa siswa menaiki scooter, sepeda bahkan berjalan di trotoar dengan seragam sekolah mereka untuk pergi ke sekolah. Ia juga membuka jendelanya untuk merasakan dinginnya angin musim gugur yang menerpa wajahnya.

“Tutup jendelanya, sayang.”

“Sebentar lagi, bu.”

“Ah, aku lupa hari ini kau harus bertemu dengan Kang Seulgi.” Ujar sang ibu sambil memperhatikan tab di tangannya.

“Tidak apa-apa, bu. Besok aku bisa menemuinya.”

“Tapi besok jadwalmu lebih padat dari hari ini, bagaimana kalau nanti malam, huh? Akan kuminta Seulgi menyempatkan waktunya untuk datang ke rumah.”

“Baiklah, terserah pada ibu saja.” Jawab Monalisa kembali menatap ke jalan raya.

Tiba-tiba saja tatapannya tertumbuk pada dua pasangan yang tidak asing lagi di depan matanya. Keduanya tertawa bahagia bersama dengan tangan si perempuan yang merangkul lengan sang kekasih dan si pria yang mengacak poni kekasihnya.

Senyuman Monalisa memudar seketika, ia langsung menutup kaca jendela mobilnya dan menatap lurus ke depan. Ini kesekian kalinya ia merasa ada yang aneh pada dirinya setiap melihat kedua pasangan tersebut. Terlebihnya pria yang beberapa kali ia temui secara tidak sengaja di tempat yang tak terduga. Oh Sehun.

*

Kepulan asap dari gelas kedua orang yang duduk berhadapan dalam diam itu mulai menghilang. Mungkin minuman mereka juga sudah tidak sepanas saat datang tadi. Pancake yang ada di hadapan perempuan dengan rambut gelombang yang ia biarkan terurai itu belum disentuhnya sama sekali. Fokusnya masih tertuju pada pria di hadapannya yang malah sibuk mengamati keadaan lalu lintas dari jendela kedai kopi pagi itu.

Gadis itu menghela napasnya, ia kemudian mengambil gelas kopinya dan mulai meneguknya perlahan agar membasahi kerongkongannya.

Pria di depannya kemudian mengalihkan perhatian pada dirinya. Membuatnya seketika menghentikan kegiatan menyesap minumannya yang baru ia lakukan beberapa saat yang lalu.

“Sebenarnya ada keperluan apa kau mengajakku bertemu?” tanya pria tersebut.

“Aku…hanya merasa rindu.”

“Rindu katamu?” tanya pria tersebut dengan nada yang sedikit tinggi, gadis di depannya mengangguk.

“Kemana perginya rasa rindumu saat kita masih menjalin hubungan dulu?” tanya pria itu lagi.

“Tidak bisakah kita melupakan masa lalu kita dan memulai hubungan baru?”

Pria itu mendecih lalu menyesap minumannya.

“Kudengar dari adik tirimu, kau akhir-akhir ini melewatkan makan siangmu kalau ia tidak mengingatkanmu, kau tidak pernah begitu saat kita—”

“Tidak ada lagi kata kita antara kau dan aku.” Tegas pria tersebut lalu berdiri dari duduknya dan meninggalkan gadis di hadapannya dalam diam.

*

“Belakangan ini bagaimana kondisi tubuhmu? Apakah masih timbul gejala-gejala seperti yang kau rasakan beberapa bulan yang lalu?” tanya Seulgi sambil menyuntikkan cairan ke dalam tubuh Monalisa.

“Tidak ada, kurasa obat yang kau berikan cukup manjur untuk mencegah penyakitnya datang.”

“Hanya mencegah Lisa, tidak untuk menyembuhkanmu. Kau tahu kan satu-satunya penyembuhan dari penyakit ini adalah menemukan pendonor yang tepat untuk dirimu?”

Monalisa tersenyum kecil dan mengangguk.

“Apakah kakakmu sudah pulang? Ini pertama kalinya aku datang ke rumahmu, aku tidak tahu kalau aku hampir masuk ke kamar yang salah andai kau tak segera memanggilku. Rumahmu sepertinya lebih luas daripada lapangan sepak bola.” Ujar Seulgi sambil menggelengkan kepalanya.

“Hahaha, kau bisa saja, kak. Kak Hoseok sepertinya belum pulang, sudah kukatakan, bukan? Sejak ia dan kau tidak menjadi sepasang kekasih lagi, ia tidak memiliki kepentingan lain selain pekerjaannya. Aku saja sering ia abaikan belakangan ini.”

Seulgi tersenyum lalu membelai rambut Monalisa, “Setidaknya kau masih bisa bertemu dengannya di rumah. Jelas kau jauh lebih beruntung dariku, Lisa.”

“Kak, mengapa kau dan Kak Hoseok tidak kembali bersama lagi? Aku selalu merasa kalau kalian berdua pasangan paling serasi di dunia ini.” Puji Monalisa.

“Benarkah?”

“Adikku Monalis—oh, kau datang?” tiba-tiba saja Hoseok terkejut dengan keberadaan Seulgi di dalam kamar adik tirinya.

“Masuklah, kak. Kami baru saja membicarakan tentang dirimu.” Panggil Monalisa.

“Nanti saja kalau begitu, aku akan masuk setelah—”

“Tidak apa-apa, aku sudah selesai mengecek kesehatan adikmu, aku akan pulang sekarang, besok aku harus berangkat pagi menuju klinikku.” Ucap Seulgi lalu berdiri dari duduknya.

“Mengapa terburu-buru sekali, kak?” tanya Monalisa dengan raut wajah sedih.

“Maafkan aku Lisa, jika ada kesempatan dan waktu kosong, aku akan menghabiskan waktu sedikit lebih lama lagi disini, oke? Jangan lupa minum obatmu dan telepon aku lagi untuk pengecekan selanjutnya.” Ucap Seulgi lalu berjalan keluar dari kamar Monalisa.

Sementara Hoseok hanya berdiri di depan pintu sambil melemparkan senyuman kecil pada Seulgi yang melintas di depannya.

“Kakak!” panggil Monalisa pada Hoseok.

“Apa?”

“Setidaknya kau antar dia sampai di pintu keluar!” ujar Monalisa gemas.

“Mengapa harus aku? Pasiennya kan—”

“Oh, ayolah kak. Hanya mengantarkannya, tidak lebih.”

“Baiklah nona cerewet, aku pergi.” Balas Hoseok lalu menutup pintu kamar Monalisa. Melihat sikap kakaknya yang kesal atas perintah darinya, membuat Monalisa tertawa.

*

“Ujian semester tidak lama lagi akan datang, kau harus mulai mengurangi kesibukanmu dengan olahraga basketmu, Hun.” Tutur Yoojung.

“Iya.”

“Kau juga harus banyak latihan soal-soal ujian. Nilaimu saat kenaikan kelas kemarin tidak begitu bagus, itu akan menyusahkanmu untuk ujian masuk perguruan tinggi nanti.” Ucap Yoojung lagi.

“Iya, Kim Yoojungku yang cerewet.” Balas Sehun lalu mencubit pipi gadisnya.

“Bila perlu, aku yang akan menjadi tutormu selama ujian nanti. Kita akan selalu belajar bersama untuk memperbaiki nilaimu.”

“Astaga, kau bahkan lebih menyeramkan dari orang tuaku sekarang.”

Ih, ini juga demi kebaikanmu, memangnya mau sampai kapan kau hanya membanggakan orang tuamu dengan prestasi di bidang olahraga saja?”

“Kau juga, mau sampai kapan kau berkutat dengan buku-buku itu dan mengabaikan kekasihmu disini, huh?”

Yoojung seketika tertawa, ia kemudian menutup buku tebal di hadapannya, melepas kacamatanya dan menggeser posisinya agar lebih dekat dengan Sehun.

“Kau itu, tidakkah kau sadar? Kau terlalu cemburu pada benda mati di hadapanku ini, Oh Sehun.”

“Kau juga Kim Yoojung, kau malah lebih tidak masuk akal karena cemburu pada sebuah bola basket.” Balas Sehun kemudian.

“Oh astaga, baru kutinggal sebentar dan kalian sudah selengket lem dengan perangko seperti ini.”

Tiba-tiba saja suara Nyonya Kim mengacaukan suasana romantis yang baru saja tercipta antara Sehun dan Yoojung.

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya~~~

.

.

Salam Alay as alwayssss

.

QueenX

Advertisements

31 responses to “Between US – “A Gap” | QueenX

  1. Oohhhh sehun dingin bgt ma monalisa…hehehehe…bgs donk..dia cma care ma yoojung adja.. so sweet dech mereka

  2. kok aku jd gak suka sama lisa yaa disini , perasaan mngatakan nanti yoojung ngalah relain sehun buat lisa karna penyakitnya oh so hard ceilahhh .
    ah tau ahh pokoknya apapun yg trjadi sehun hrus ama yoojung suka2 author lah caranya gimana wkwkkwkwkwkwk , next chap fighting keep writing ..

  3. Ya ampun ibunya yoojung datang nggak tepat waktu nih.
    trnyata dokternya monalisan mantannya kakanya lisa. Jangan sampe karena sakitnya nanti monalisa minta sehun lagi. Nggak mauuuuuu

  4. Si lisa ini ko katanya terobsesi banget sama sehun sii? Dia sakit lagi, jangan sampe ini ngaruh sama hubungan sehun-yoojung couple lagi 🙄 ga relaaa wkwk pokoknya sejung harus tetap bersama wkwk
    Next eonni

  5. Aku takut Sehun berpaling ke Monalisa… wlaupun dia kayak cinta mati sama Yoojung tp hati siapa yg tau…

  6. Emangnya si Lisa sakitnya parah banget ya,ampe harus nunggu donor dulu biar bisa sembuh????

    wah aku ga mau sampe karna sakitnya lisa membuat yoojung melepaskan sehun buat lisa.

    Nh tu kan bener kata aku kalau namja kaya sehun itu tipekal namja setia,yoojung ini aneh harusnya kamu seneng dong punya namja yang ga kegatelan sama Yeoj lain,Yoojung Aneh…..
    Hah aku ga rela kalo Couple y satu ini hrus dipisahkan walaupun hanya untuk sesaat saja,mereka itu Couple y sweet,dan Couple yang paling Gila plus Golik….Ada-ada aja y dibahas Couple y satu ini

  7. Jangan sampe gara2 penyakitnya die mau ngerusak hub sehun sama yoojung, ga reka pokoknya,, semoga die ga licik buat dapetin sehun … kalau sampe terjadi sumpah ga rela.. yoojung jan sampe lu relain sehun sma orng lain biar pun die sakit parah, lu berhak bahagia jan lepasin sehun..
    Njir gue yang jadinya kesel sama lisa..
    Semoga ga mengecewakan kmi yang ngeship yoojung sama sehun ya thor😁😁

  8. ntah kenapa aku kurang suka sama Monalisa disini. Dia itu tadi kaya cemburu gitu liat Se-Jung Couple? Aneh emang. Semoga ga sad ending dimana SeJung gak bersatu lagi😢

  9. Jangan bilang nanti yoojung yg bakalan donorin sesuatu ke monalisa….sejung couple itu udh pas….jangan di gantii😭😭😭

  10. Pingback: Between US – “Hatred” | QueenX | SAY KOREAN FANFICTION·

  11. Mbak lisa gosah terobesi ngemilikin sehun dih
    Sehun buat jung♡♡
    Pokoknya jangan renggang ewww
    baikbaik ewww

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s