Love Match (Chapter 6) – jungnayoon

lovematchff.jpg

Title : Love Match

Author : jungnayoon (@sehunnbaby)

Cast : Byun Baekhyun, Jung Mida(OC), Kim Jongin, Kim Hyuri, Amora Kim

Rating : PG-17

Lenght : Chapter

Genre : Romance, AU, Fluff

Disclaimer : This fanfic is pure mine, don’t dare you to plagiarism.

Summary : Semuanya terjadi karena kecerobohan, bukan hanya itu, mungkin bisa juga dikaitkan dengan adanya takdir. Takdir yang muncul karena adanya kecerobohan.

Previous Chapter

Prolog | CHAPTER 1 | CHAPTER 2 | CHAPTER 3 | CHAPTER 4 | CHAPTER 5 |

CHAPTER 6 – OFFICIALLY?

“Apa maksudmu? Kau tidak berniat pulang?” Baekhyun mengalihkan pembicaraan. Mida yang mendengarnya sekejap merasa dipermainkan. Mengapa Baekhyun tidak menjawab pertanyaannya. Hal itu benar-benar membuat Mida kesal sekaligus malu. Ia baru saja menyatakan perasaan dan DITOLAK? Mida menatap nanar Baekhyun, sebenarnya apa yang Baekhyun inginkan? Kalau memang ia tidak ingin menerima Mida, mengapa ia harus memberi harapan pada Mida. Baekhyun memang brengsek.

“Kau sedang mengalihkan pembicaraan bukan? Byun Baekhyun! Apa kau tidak berniat menjawab pertanyaanku?” Mida merasa kesal sekaligus bodoh disini. Ia merasa bodoh karena begitu mudah dipermalukan.

“Kalau kau tidak ingin pulang bersamaku, aku akan pulang sendiri” Baekhyun dengan wajah dingin melangkah meninggalkan Mida. Mida hanya terdiam, tidak berniat mengikuti langkah Baekhyun.

Baekhyun yang merasa Mida tidak mengikutinya hanya bisa menghela napas kasar, lalu kembali ke dalam kedai untuk menyeret Mida agar ikut bersamanya.

Baekhyun bisa melihat bahwa sekarang ini mata Mida berkaca-kaca. Tidak bisa dipungkiri ada perasaan menyesal menyelimuti hatinya. Tapi ia juga tidak mengerti mengapa ia tidak bisa dengan mudah menerima Mida. Mungkin karena trauma? Atau memang ia tidak menyukai Mida? Tapi mengapa ia menginginkan Mida terus berada di sisinya? Bukankah itu egois? Tidak menyukai tapi seakan ingin memiliki? Baekhyun tidak mengerti dengan perasaannya. Sangat sulit baginya untuk mengutarakan perasaannya sendiri pada Mida bahkan untuk mendeskripsikan bagaimana perasaanya pun sulit. Ia tidak ingin berlarut-larut dalam penyesaan karena menolak Mida, namun bagaimana ia harus memperlakukan Mida, ia masih merasa ia belum bisa menerima Mida.

Baekhyun menarik pergelangan tangan Mida, Mida hanya menurut dan tidak memberikan perlawanan. Baekhyun dan Mida pun hanya terdiam, tidak ada di antara mereka yang berniat membuka percakapan. Mida hanya terdiam namun ia berpikir keras, apa Baekhyun memang sengaja melakukan semua ini? Memberi wanita harapan lalu menghancurkannya. Ia masih belum mengerti bagaimana Baekhyun yang sebenarnya, namun ia ingin sekali mengerti Baekhyun dengan sebenar-benarnya.

Sesampainya di depan rumah Mida mereka berdua tekejut melihat ada sebuah mobil mewah terparkir di garasi rumah Mida dan ternyata kedua orang tua Mida pulang ke rumah Mida tanpa sepengetahuan Mida. Mida segera berlari dan memeluk kedua orang tuanya. Baekhyun berjalan perlahan menuju mereka dan menunduk hormat memberikan salam selamat datang setelah Mida melepaskan pelukannya.

“Ooh kau Nak Baekhyun. Kami mendengar banyak tentangmu. Terima kasih telah menjaga Mida dengan baik.” Mereka hanya tidak tahu bagaimana sikap Baekhyun pada Mida. Mida menatap Baekhyun tajam namun Baekhyun mengerti apa arti tatapan Mida ‘mati kau, aku akan melaporkan semuanya’. Baekhyun mendelik kesal pada Mida, Mida hanya membalasnya dengan menjulurkan lidah meledek Baekhyun. Mida ternyata lebih menyebalkan ketika ia bersama kedua orang tuanya.

“Nak Baekhyun bagaimana kalau kita masuk”.

Baekhyun hanya tersenyum menolak tawaran mereka dengan halus dan mengatakan bahwa ia memiliki urusan.

Mida segera menggandeng kedua orang tuanya masuk sebelum mereka berbicara banyak pada Baekhyun.

“Apakah Baekhyun merawat mu dengan baik, dia tampan benar-benar tipemu”. Ibu Mida tidak akan menyangka apabila Mida mengatakan sebenarnya kalau ia baru saja ditolak.

“Yahhh… Dia memang tampan, tapi dia sedikit menyebalkan. Dia selalu—” Mida menghentikan ucapannya, ia berpikir apa ibunya akan percaya apabila Mida menceritakan semua kebusukan Baekhyun. Apalagi orang tua Baekhyun yang notabenenya pengamat telah menceritakan semua sikap Baekhyun yang begitu baik pada Mida. Sial! Mida menyesal mengapa ia harus bersikap seolah-olah Baekhyun selalu berbuat baik padanya di depan kedua orang tua Baekhyun. Akhirnya Mida mengurungkan niatnya untuk melaporkan kelakuan Baekhyun yang menyebalkan kepada kedua orang tuanya.

“Ada apa?” tentu saja ibu Mida bingung karena anaknya tiba-tiba menghentikan ucapannya.

“Tidak apa-apa, tidak penting juga untuk diceritakan” Mida mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Baiklah, okaa-san akan bersih-bersih dulu. Kau istirahat ya sayang” Ibu Mida mencium kening anaknya dan meninggalkan Mida. Tak lama setelah ibu Mida pergi, ponsel Mida berdering, begitu melihat ada nama Baekhyun si brengsek di layar ponselnya Mida mendadak mual. Ingin sekali Mida membanting ponselnya karena ada nama Baekhyun di layarnya. Begitu memalukan ia baru saja ditolak oleh Baekhyun. Mida tidak bisa membiarkannya begitu saja. Mida ragu-ragu menerima panggilan itu, bisa saja Baekhyun berubah pikiran dan menerimanya. Akhirnya Mida menerima panggilan Baekhyun.

“Halo?” tanya Mida. Baekhyun hanya menjawabnya dengan dehaman. Sial, mengapa Mida yang menyapa terlebih dulu? Mengapa ia tidak bisa menahan harga dirinya dan membiarkan Baekhyun berbicara terlebih dulu?

Akhirnya keduanya terdiam. Namun sepertinya Baekhyun tak tahan, dalam beberapa menit terdiam, akhirnya Baekhyun berbicara juga.

“Ibu menyuruhku untuk bicara padamu, nanti malam kau dan keluargamu diundang untuk makan malam dirumahku” Baekhyun mengatakan dengan singkat, padat dan jelas. Tanpa penambahan yang berlebih. Sial! Mida tertipu. Mengapa ia harus menerima panggilan Baekhyun kalau yang Baekhyun katakan hanya hal tidak penting seperti itu.

“Katakan saja sendiri. Aku tidak sudi hadir di makan malam nanti” Mida dengan kasar menutup panggilan lalu dengan kesal ia membanting ponselnya ke kasur.

‘Sial kau Byun Baek! Tidak bisakah kau menerimaku? Ini pertama kalinya aku menyatakan perasaanku’ Mida menggeram kesal. Mida tidak ingin terlalu memiikirkannya, mungkin tidur adalah solusi terbaik. Ia juga tidak berniat sama sekali menyampaikan pesan Baekhyun pada kedua orang tuanya. Air mata Mida mengalir begitu saja seiring ia memejamkan matanya. Sungguh ia tidak bisa menahan tangisnya, ia merasa dipermainkan.

“Sayang… Kau belum bangun huh? Ayo bersiap, kita diundang untuk makan malam di rumah keluarga Byun” samar-samar Mida mendengar perkataan ibunya, namun ia masih belum berniat bangun dari tidur indahnya.

“Hei sayang, ayo bangun, mandi dan ganti baju yang bagus. Ini sudah malam sayang. Okaa-san tunggu di bawah, cepat bersiap yaa” Ibu Mida menepuk lengan putrinya. Namun Mida masih saja meringkuk dan malas untuk bangun.

“Pergilah sendiri dengan Otou-san. Aku sedang malas. Dan bilang saja pada ibu Baekhyun kalau aku sedang tidak enak badan” Mida mencoba menolak. Namun sepertinya ibunya tidak ingin Mida tidak menghandiri makan malam ini.

“Tidak bisa sayang, kau tidak boleh malas seperti itu, itu tidak sopan, lagi pula ini pesta penyambutan kita, kita akan menjadi tetangga baru mereka. Kau harus bersiap dan ikut” Ibu Mida mencoba memaksa putrinya yang keras kepala itu, namun sepertinya sia-sia. Mida tidak berniat sedikitpun, Mida malas sekali harus berhadapan dengan Baekhyun.

“Sudahlah Okaa-san… Jangan memaksaku. Aku tidak akan pergi” Mida bangun dan mencoba mengusir lembut ibunya.

“Mida sayang. Kalau begitu baiklah. Kami akan mengatakan pada mereka kalau kau tidak sedang dalam kondisi sehat” Dan akhirnya ibu Mida tak lagi memaksa Mida. Mida kembali merebahkan tubuhnya begitu ibunya pergi. Tak tahu sampai kapan lagi ia bisa menjauhi Baekhyun. Ia hanya tidak ingin kembali jatuh dalam pesona Baekhyun.

Mida menggeram kesal, dan kembali berusaha untuk tidur.

Ibu dan Ayah Mida tiba di kediaman keluarga Byun, dan menceritakan ketidakdatangan Mida. Bukan hanya keluarga Mida dan keluarga Byun yang ada di tempat itu, tatapan ibu Mida terpaku pada sesosok gadis mungil yang cantik di samping Baekhyun. Sepertinya ibu Mida belum pernah melihatnya. Nyonya Byun tahu apa arti tatapan ibu Mida, dan sesegera mungkin Nyonya Byun memperkenalkan gadis mungil itu pada mereka.

“Ahh.. ini anak dari adikku, namanya Amora Kim, dia akan berlibur di sini selama musim panas. Kupikir dia bisa menjadi teman Mida nantinya” Nyonya Byun memperkenalkan gadis mungil yang bernama Amora itu. Amora pun menunduk hormat pada Tuan dan Nyonya Jung, sepertinya Amora gadis yang baik.

Baekhyun merasa tidak enak hati begitu melihat ketidakhadiran Mida. Ia pun berniat untuk menyusul Mida.

“Ahjumma, apa Mida ada di kamarnya?” tanya Baekhyun to the point.

“Ah iya… Mungkin kau bisa membujuknya. Gadis itu benar-benar keras kepala. Apa kalian sedang bertengkar sehingga Mida tidak mau pergi kemari?” Ibu Mida mulai menerka-nerka, namun Baekhyun hanya tersenyum dan mengangguk menjawab pertanyaan ibu Mida.

“Kalau begitu kau bisa menemuinya” ibu Mida pun mengijinkan Baekhyun untuk menemui Mida.

Baekhyun mengetuk pintu kamar Mida berkali-kali, Baekhyun bisa mendengar Mida sedang mengerang kesal karena istirahatnya diganggu.

“Okaa-san, kumohon aku tidak ingin pergi. Mengapa kalian terus saja memaksaku?” Mida berteriak kesal. Baekhyun bisa mendengar suara langkah kaki mendekati pintu, sepertinya Mida akan membuka pintunya.

Tatapan Mida terkunci sejenak begitu ia membuka penuh pintunya. Baekhyun segera merangsek maju sebelum Mida menutup kembali pintunya. Mida mendelik begitu Baekhyun memasuki kamarnya dan melangkah semakin mendekatinya. Mida melangkah mundur seiring Baekhyun melangkah maju mendekatinya. Dan di saat seperti ini yang sangat dibenci Mida, ia sudah tak bisa melangkah kemanapun, tubuhnya menabrak tembok di belakangnya. Dan kedua tangan Baekhyun dengan beraninya mengunci pergerakan Mida. Mida memberanikan diri menatap Baekhyun dengan tatapan tajam. Namun tatapan tajam Mida tidak berpengaruh sama sekali pada Baekhyun, Baekhyun berbalik menatap tajam Mida. Dan kini Midalah yang menciut. Ia tidak bisa melakukan apapun ketika ia berada di sekitar Baekhyun. Ia merasa lemah, dan selalu menjadi korban di setiap keadaan.

“Mengapa kau begitu kekanakan? Kau marah karena kejadian tadi siang?” Baekhyun bertanya dengan nada tajam.

“Kau yang kekanakan! Sifatmu berubah-ubah. Kadang kau perhatian padaku, tapi kadang juga kau bersikap buruk padaku. Kau tahu, aku bukan mainanmu. Jadi kumohon, kalau kau memang tidak memiliki perasaan padaku, jangan memberi harapan padaku, jangan memberikan perhatian berlebih padaku” Mida terisak mengatakannya, entah mengapa ia merasa sesak begitu ia mengatakannya.

“Mungkin kau yang salah paham, apa memberikan perhatian itu berarti aku menyukaimu? Bisa saja aku memberikan perhatian karena aku memang bertanggung jawab padamu” Baekhyun mengatakannya dengan mudah tanpa beban apapun, seolah ia tidak peduli apabila kata-katanya itu akan menyakiti hati Mida.

“Lalu mengapa kau selalu menciumku?” Mida tak bisa lagi menahan air matanya. Air matanya menetes begitu saja, benar-benar membuatnya terlihat lemah.

“Selalu menciummu?—” Baekhyun menyeringai, dan mendengus mendengar pertanyaan polos Mida.

“—Aku mencium semua wanita yang kuanggap manis” Baekhyun benar-benar tenang saat mengucapkannya. Seolah ia memang biasa mengatakannya setiap saat.

“Jadi benar kalau kau memang mempermainkanku? Kau tidak pernah memiliki perasaan padaku?” Mida benar-benar menangis saat ini. Jujur ia tidak ingin menangis di depan Baekhyun. Tapi saat Baekhyun dengan mudah mengatakan kata-kata menyakitkan itu padanya, ia tidak bisa menahan tangisnya.

“Kau benar-benar bajingan brengsek menjijikkan! Kau menyedihkan! Mengapa kau tak biarkan aku mendekati Kai, mencium Kai dan menjadi kekasih Kai? Kai seratus kali lebih baik darimu. Mengapa justru aku memilihmu hanya karena kau terlihat cemburu ketika aku bersama Kai? Mengapa? Ku kira kau menyukaiku. Mengapa aku bodoh? Mengapa aku selalu berekspektasi dan membuatku terlihat menyedihkan?” Baekhyun tidak bisa lagi melihat Mida meneriakinya seperti itu. Ia juga tidak mengerti dengan perasaannya, apa ia juga menyukai Mida atau hanya ingin mempermainkan Mida.

Mida terus memukul dada bidang Baekhyun, mencoba meluapkan kekesalannya pada Baekhyun. Baekhyun membiarkan Mida melakukan apapun semau gadis itu. Baekhyun tidak akan melarangnya.

“Kalau begitu, bisakah kau meninggalkanku? Bisakah kau menjauhiku? Bisakah kau membiarkanku mendekati Kai?” Mida tidak mengerti mengapa ia mengatakan hal sedemikian. Bisa saja Baekhyun menganggapnya tidak berpendirian, Baekhyun bisa saja berpikir ia tidak bisa mempertahankan perasaannya. Dasar Mida bodoh! Seharusnya kau tidak berbicara tentang Kai sekarang. Dan kalaupun Mida ingin membuat Kai sebagai pemicu, setidaknya ia harus meminta persetujuan dari Kai, dan tidak bertindak seperti ini. Kalau Kai mengetahui semua ini, Kai bisa saja sakit hati.

Baekhyun masih saja tidak menjawab pertanyaan Mida. Ia hanya terdiam sambil menatap dalam Mida.

“Kalau kau memang berniat menyakitiku, bisakah aku mengetahui alasannya? Apa aku pernah melakukan kesalahan padamu sehingga kau memperlakukanku seperti ini? Apa menurutmu aku pantas menerima perlakuanmu yang seperti ini? Kalau memang iya, lakukan apa yang menurutmu benar, kau boleh menyakitiku sepuasmu. Tapi jangan salahkan aku apabila aku membencimu” Mida mencoba menghentikan tangisannya, ia rasa ia tak pantas menangis hanya untuk orang brengsek seperti Baekhyun.

“Jadi apa maumu?” Akhirnya Baekhyun membuka mulutnya. Mida terperangah tak percaya dengan pertanyaan Baekhyun. Apa Baekhyun tadi tidak mendengar semua ucapan panjang Mida, apa yang dikatakan Mida tadi hanya omong kosong yang sia-sia? Sial! Mida semakin kesal.

“Kau! Kau pikir tadi apa yang kukatakan???” Mida menjerit. Ia tak bisa lagi menahan semua gejolak yang ada di hatinya dan pikirannya. Ia tak peduli kalaupun jeritannya didengar banyak orang. Ia hanya ingin mengeluarkan semua emosinya.

Mida kembali menangis. Sambil kembali memukul dada Baekhyun.

Baekhyun menangkap kedua pergelangan Mida, menahan Mida agar tidak memukuli dadanya kembali.

“Apa kau mau aku menciummu?” tanya Baekhyun dengan wajah tak berdosa. Mida mendengus.

“Apa kau mau aku memaksakan perasaanku, lalu menerimamu?” ucap Baekhyun setengah hati. Ia tidak yakin terhadap ucapannya. Baekhyun masih belum bisa menetapkan hatinya. Ia hanya ingin Mida tidak meninggalkannya, hanya itu.

“Jadi kau benar-benar tidak menyukaiku?” Mida mengatakannya dengan nada lemah. Bukan hanya nada bicaranya saja, ia rasa seluruh saraf tubuhnya juga melemah begitu mendengar pernyataan Baekhyun. Mida tidak ingin Baekhyun memaksakan perasaan pria itu. Tapi ia juga tidak ingin Baekhyun terus menerus bersikap egois dan mempermainkannya.

“Kalau begitu, jauhi aku. Aku tidak ingin kau memaksakan perasaanmu. Aku akan berusaha melupakanmu asal kau tidak muncul di hadapanku. Kembalilah pada aktivitasmu dengan para pelacur itu. Aku akan mencoba untuk tidak peduli lagi padamu” Mida tidak yakin dengan apa yang ia ucapkan. Ia hanya merasa ia harus mengatakannya. Dan berusaha untuk melupakan Baekhyun, agar tidak memberatkan Baekhyun dengan perasaannya.

Baekhyun meremas pelan kedua pergelangan tangan Mida, Mida bisa merasakannya. Mida juga bisa merasakan nafas Baekhyun yang menerpa kulit wajahnya. Tunggu! Sejak kapan wajah Baekhyun berada pada jarak yang begitu dekat dengan wajahnya seperti ini? Sejak kapan Baekhyun memajukan wajahnya.

Tak lama kemudian, sekitar beberapa detik setelah Mida menyadari wajah Baekhyun yang berada pada jarak yang dekat sekali dengan wajahnya, tiba-tiba saja ia sudah merasakan bibir Baekhyun yang menempel sukses tepat di bibirnya. Ia tak tahu mengapa respon otaknya begitu lambat sehingga ia tidak bisa membaca pergerakan Baekhyun yang begitu cepat?

Mida mendelik, apa lagi yang Baekhyun lakukan???

Ciuman itu hanya berlangsung beberapa Baekhyun. Dan ciuman itu terlepas beberapa detik setelah Mida menyadarinya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan otak Mida, bisakah Mida bisa menyadari dengan cepat, sehingga ia bisa mendorong Baekhyun sekuat mungkin sebelum Baekhyun berhasil melepas ciuman mereka?

“Aku akan mencoba” Baekhyun mengatakan dengan lembut.

Sebenarnya apa yang ada di pikiran Baekhyun? Apa Baekhyun akan mencoba untuk menjauhi Mida, atau mencoba untuk bersama Mida?

“Uh?” Mida mencoba mengklarifikasi apa yang dimaksud Baekhyun. Baekhyun menghela napas. Lalu menangkup wajah mungil Mida.

“Aku akan mencoba untuk menjadi kekasihmu” Mida melongo mendengar penyataan Baekhyun. Apa Baekhyun sungguh-sungguh?

“Sudah aku bilang, aku akan mencoba menjadi kekasihmu. Apa itu kurang jelas? Jadi kumohon jangan pasang wajah menyedihkan seperti itu. Sekarang bersiaplah, keluargaku dan kedua orang tuamu sedang menunggumu” Baekhyun memang jujur mengatakan hal itu. Ia rasa tidak ada salahnya mencoba untuk menjadi kekasih Mida. Ia hanya merasa tidak ingin Mida terus bersedih dan yang terparah menyebut nama Kai, Baekhyun benci itu.

Mida tersenyum, apa Baekhyun benar-benar berniat menyukainya. Apa ia harus bersyukur?

“Kau tidak akan mempermainkanku bukan?” Mida masih tidak yakin dengan keputusan Baekhyun.

“Aku menyukaimu Jung Mida” Baekhyun menghela napas setelah mengatakannya, semoga ia tidak salah memilih, semoga yang dikatakan hatinya benar.

“Jadi? Hari ini kita resmi?” Mida bertanya dengan tatapan cerah. Bahkan bekas air matanya yang tadi samar-samar terlihat sekarang menghilang begitu saja.

Baekhyun mengangguk mantap, lalu menggenggam tangan Mida.

“Kau bisa percaya padaku” Baekhyun meyakinkan Mida agar Mida merasa tenang.

“Kalau begitu kau mau bersiap kan? Semua orang menunggumu” Mida masih berpikir, ia sepertinya masih malas untuk pergi kemanapun.

Mida berjalan menuju ranjangnya dan duduk manis.

“Kau tidak ingin?” Baekhyun menghela napas, ia pikir ia sudah berusaha hingga sejauh ini, mengapa Mida masih saja keras kepala?

Terbesit ide di pikiran Baekhyun, kali ini Mida pasti tidak bisa mengelak. Baekhyun mendekat ke arah Mida dan duduk tepat di samping Mida. Mida menatap bingung Baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum misterius, lalu menggerakkan tangannya menuju kancing teratas kemeja Mida.

“Ap-apa yang akan kau lakukan Byun Baek?” Jujur Mida gugup saat ini, apa yang sedang Baekhyun coba untuk lakukan?

“Kalau kau tidak ingin bersiap, aku akan membantumu” Mida segera mencengkram pergelangan tangan Baekhyun, lalu tanpa babibu ia segera melesat memasuki kamar mandi. Gila apa? Baekhyun ingin menelanjanginya?

“Kau tidak perlu mandi, kau akan menghabiskan waktu” Baekhyun berteriak begitu Mida memasuki kamar mandi. Baekhyun ingin sekali tertawa melihat wajah pucat Mida saat Baekhyun berhasil melepas kancing teratas kemeja Mida. Baekhyun bisa merasakan kegugupan luar biasa pada Mida, bahkan Baekhyun menyadari Mida kesulitan menelan ludahnya sendiri.

“Aku bisa bersiap secepat mungkin” Mida berteriak dari dalam kamar mandi, sungguh kelakuan Mida saat ini membuat Baekhyun mau tidak mau tersenyum, ia harap ia tidak salah memilih Mida untuk mengobati hatinya.

Belum lama Mida masuk ke kamar mandi, Mida sudah keluar begitu saja hanya dengan menggunakan handuk untuk membungkus tubuhnya. Kalian bisa menyebut Mida gila saat ini, tapi ia tidak ingin menghabiskan waktu, ia harus begerak cepat. Bahkan Baekhyun belum sempat keluar dari kamar Mida, Mida ternyata bisa mandi dengan cepat tak seperti gadis biasanya yang butuh dua jam penuh di kamar mandi hanya untuk mandi.

“Kau bisa keluar kan? Aku akan bersiap secepat mungkin” ucap Mida sambil memilah beberapa pakaian di almarinya,  Baekhyun juga tanpa penolakan ia segera beranjak meninggalkan kamar Mida. Mida segera memakai pakaiannya, dan menggerai rambutnya, merapikan rambutnya, lalu memakai sedikit make-up untuk menutupi wajahnya yang membengkak karena terlalu banyak menangis tadi siang.

Sepuluh menit sudah Baekhyun menunggu di depan kamar Mida, dan Mida pun keluar dengan penampilan yang luar biasa cantik untuk ukuran dandan cepat.

“Kau cepat juga” Baekhyun terkekeh, Mida hanya menunduk malu.

“Jadi, kita berangkat sekarang?” Mida bergerak mendekati Baekhyun lalu mengaitkan jemari mereka. Baekhyun menatap pautan jemari mereka, ia hanya tersenyum.

“Apa kau ingin menunjukkan pada keluarga kita kalau kita itu berkencan?” Baekhyun menatap Mida dengan tatapan datar seperti biasanya.

“Mengapa tidak” Mida menjawab seadanya, sembari menguatkan genggamannya. Baekhyun hanya tersenyum dan melakukan hal yang sama mengaitkan erat genggamannya.

Begitu mata Nyonya Byun bertemu dengan sosok Mida di rumah mereka, senyum cerah terpancar di wajah wanita itu.

“Mida-ya… Akhirnya kamu datang juga sayang” Semua orang menghentikan kegiatan makan mereka dan mengalihkan perhatian mereka pada orang yang baru saja datang. Ibu dan Ayah Mida hanya menghela napas lega.

Mida melihat kejanggalan di sana, ada orang lain di tempat itu, yang Mida rasa asing.

“Siapa gadis itu? Jangan-jangan gadis itu gadis yang akan dijodohkan denganmu? Dan apa kau menerimaku hanya untuk membatalkan perjodohanmu?” Mida berbisik pada Baekhyun. Mida merangkai cerita di imajinasinya, mengapa gadis itu suka sekali mengada-ada. Baekhyun hampir saja meledakkan tawanya. Sungguh Mida gadis yang bodoh.

Baekhyun memberikan pukulan kecil ke kening Mida dan tersenyum  tak percaya.

“Dia sepupuku bodoh. Namanya Amora. Kau pintar sekali merangkai cerita ya?” Dan setelah itu Baekhyun menarik Mida untuk duduk di kursinya. Lalu Baekhyun menarik kursi di samping sepupunya dan bukan di samping Mida. Mida mendelik menatap Baekhyun. Baekhyun mengerti arti tatapan Mida, seolah Mida mengatakan ‘mengapa-kau-tidak-duduk-di-sampingku-bodoh’ namun Baekhyun hanya menatap seolah memberi jawaban ‘jangan-kekanakan’. Mida mendengus tidak percaya lalu mencoba mengalihkannya dengan berbincang dengan Nyonya Byun.

“Mida sayang, kenalkan ini Amora Kim sepupu Baekhyun, semoga kalian bisa berteman” Nyonya Byun memperkenalkan gadis kecil tadi pada Mida. Mida pun tersenyum lalu mengulurkan tangannya, mengajak gadis kecil itu berkenalan.

“Aku Mida, senang berkenalan denganmu” Amora balik membalas uluran tangan Mida sembari tersenyum.

“Senang berkenalan denganmu juga, apa kau kekasih oppa? Tadi aku melihat kalian bergandengan kemari” Amora ternyata gadis yang peka. Mida terhenyak, namun ia tersenyum lalu mengangguk. Amora hanya tersenyum lalu memperhatikan Baekhyun yang sibuk dengan makanannya.

“Jadi kalian berpacaran?” Nyonya Byun menutup mulutnya tak percaya, ia cukup sennag mendengar kabar ini. Ia tidak menyangka mereka bisa dekat dalam waktu yang sempit. Nyonya Byun tersenyum penuh misteri ke arah Nyonya Jung. Mereka berdua pastinya senang mendengar kabar ini.

“Jadi makan malam ini bukan hanya untuk penyambutan kalian sebagai tetangga baru kami, tapi juga untuk merayakan hubungan Mida dan Baekhyun. Semoga hubungan kalian bertahan lama ya sayang” Nyonya Byun yang sedang berbunga-bunga tidak bisa menghentikan senyumannya. Mida pun demikian. Hanya saja Baekhyun, ia bersikap seperti biasanya, seolah tidak ada ada sesuatu yang spesial. Amora pun juga menyadarinya.

Seperti biasa, hari ini Mida ada kelas, dan Baekhyun bertugas mengantarnya. Sebenarnya hari ini Baekhyun juga mempunyai kelas, namun ia merasa malas untuk menghadiri kelasnya hari ini, ia hanya berniat berkumpul bersama teman-temannya.

Mida menautkan jemarinya dengan milik Baekhyun, Baekhyun mendelik lalu dengan paksa melepaskannya. Mida tidak terima, apa yang Baekhyun lakukan?

“Kau gila? Disini kau itu adikku. Kalau kau tidak ingin mendapat masalah, sebaiknya kau menurut padaku” Baekhyun mengatakannya dengan jelas, agar Mida menurutinya, akan terjadi hal yang gawat apabila Mida tetap bersikeras mempublikasi hubungan mereka.

“Ohhh.. Baiklah” Mida mengerucutkan bibirnya kesal. Ia lupa tentang tentang posisi ‘adik Baekhyun’ di kampus.

“Selamat pagi Baekhyun oppa” tiba-tiba seseorang mengucapkan salam pada Baekhyun, Mida segera menoleh dan memberikan tatapan mengerikan ke arah gadis yang menyapa Baekhyun tersebut, namun tentu saja gadis itu tak menganggap keberadaan Mida, ia hanya menatap Baekhyun dengan senyum berseri-seri. Mida segera mengalihkan tatapannya ke arah Baekhyun yang sedang tersenyum manis ke arah gadis itu. Mida mendelik kesal, apa-apaan pria brengsek di sampingnya itu.

“Oppa, mengapa kau tidak terlihat di pub akhir-akhir ini? Kami merindukan kehadiranmu. Pub terasa sepi saat kau tidak ada” ucap gadis itu dengan intonasi manja. Ugh… benar-benar menggelikan, Mida rasa ia ingin menampar keras wajah gadis itu, beraninya ia berbicara dengan intonasi menggelikan itu pada kekasihnya. Dan apa? Pub terasa sepi? Apa dia gila? Sejak kapan tempat ramai dan berisik seperti itu ia bilang sepi, dasar gila. Lagipula sebentar lagi Baekhyun tidak akan menginjakkan kakinya kembali ke tempat menjijikkan itu, Mida menyeringai dalam hati.

Sekarang gadis itu berusaha menggeser posisi Mida dan berdiri di tepat di samping Baekhyun, bergelayut manja di lengan Baekhyun. Mida mendengus tak percaya. Dan apa yang di lakukan Baekhyun, Baekhyun hanya diam, dan menatap gadis itu.

“Oppa, nanti malam aku tunggu di pub biasanya, mari kita bersenang-senang” gadis itu berbisik manja pada Baekhyun, Mida bisa mendengar dengan jelas apa yang di ucapkan gadis itu, walaupun gadis itu mengucapkannya dengan berbisik. Mida merasa seolah daya dengar telinganya meningkat ketika mendengar bisikan setan seperti ini.

Mida mengepalkan tangannya kuat-kuat, siap melepaskannya kapan saja. Baekhyun menyadari itu, Baekhyun hanya tersenyum lalu melepaskan lilitan tangan gadis itu pada lengannya.

“Minhee-ya, kapan-kapan ya bersenang-senangnya, akhir-akhir ini aku sibuk” tolak Baekhyun dengan nada manis. Mida melongo, mengapa Baekhyun memperlakukan gadis itu seperti itu, mengapa Baekhyun tidak mendorongnya dan menolak mentah-mentah ajakan gadis itu. Sial! Mengapa sifat playboy Baekhyun masih menempel pada pria itu walaupun ia sudah memiliki kekasih?

“Ahh… Baiklah oppa, kalau begitu aku pergi, aku akan menelponmu nanti malam” Gadis itu mengecup bibir Baekhyun sejenak sebelum ia pergi. Mida yang melihat kejadis itu mendidih. ‘What a fxxk’ Mida merutuk dalam hati, ia tidak bisa menahan amarahnya kali ini.

‘Dasar brengsek, playboy menjijikkan,!@#$%^&*()_asdfghjkl;, mengapa aku harus menyukai orang sepertimu?’ Mida mengumpat sebanyak-banyaknya dalam hati sembari menatap Baekhyun dengan tatapan tajam menusuk setelah gadis itu pergi.

Merasa ada hawa-hawa tidak menyenangkan di sekitarnya, bulu kuduk Baekhyun berdiri. Baekhyun mengusap tengkuknya yang terasa berat tiba-tiba. Lalu beberapa detik kemudian ia merasakan pukulan bertubi-tubi di seluruh tubuhnya, Mida memukul Baekhyun menggunakan tasnya dengan cara brutal. Sungguh, Mida tidak peduli apabila nanti tubuh Baekhyun di penuhi lebam-lebam.

“Yakk! Apa yang kau lakukan???” Baekhyun berteriak pada Mida sambil melindungi tubuhnya dari pukulan Mida.

Mida menghentikan serangannya pada Baekhyun. Dan kembali menatap tajam Baekhyun.

“Bisakah kau berubah, dan menghilangkan sifat playboymu itu?” Mida berteriak ke arah Baekhyun.

“Selamat pagi Baekhyun” Tiba-tiba ada gadis yang menyapa Baekhyun lagi. Baekhyun tercekat, itu Han Jieun salah satu gadis yang sering bersamanya. Sial! Mida pasti akan membunuhnya.

Baekhyun tidak membalas sapaan Jieun.

“Kau tahu aku merindukanmu” Jieun langsung  memeluk Baekhyun. Namun Baekhyun segera melepaskan diri, ia akan mati kalau Jieun masih disini. Tidak bukan hanya Baekhyun, bahkan Jieun juga akan mati di tempat.

“Jieun-ah, aku sedang ada urusan, bisakah kau pergi?” Baekhyun mencoba mengusir Jieun dengan cara halus.

“Begitukah? Kalau begitu aku pergi. Aku akan menghubungimu nanti” Jieun tersenyum manis lalu menggerakkan tubuhnya untuk mencium Baekhyun. Namun Baekhyun menahannya, sehingga Jieun tak bisa menciumnya.

“Eoh, kau bisa pergi sekarang” Baekhyun kembali mengusir Jieun. Jieun hanya memberengut kesal. Apa yang terjadi dengan Baekhyun.

“Ada apa denganmu?” tanya Jieun bingung dengan sikap Baekhyun. Baekhyun hanya menggeleng, lalu menggiring Jieun agar pergi dari tempat itu.

Mida mencoba mengehela napas kasar beberapa kali. Baekhyun meringis menatap Mida.  Mida melemparkan jaket yang ia pakai ke wajah Baekhyun.

“Bisakah kau menutupi wajahmu sehingga pacar-pacarmu itu tidak mengenalimu? Dan bisakah kau jaga mata Baekhyun!!! Aku kekasihmu, apa kau menganggapku sama seperti mereka?” Mida tak habis pikir, kalau-kalau ia juga salah satu gadis mainan Baekhyun.

“Jangan marah, tenanglah, kau berbeda dengan mereka” Baekhyun mencoba menenangkan Mida, Mida selalu saja berprasangka buruk, padahal Baekhyun tidak pernah berpikir seperti itu, walaupun Baekhyun belum yakin sendiri terhadap perasaannya. Tapi setidaknya ia akan berusaha menyakinkan dirinya sendiri, dan tidak mempermainkan Mida.

“Ayo” Baekhyun menyampirkan jaket yang Mida lempar tadi ke bahu Mida, Mida melebarkan senyumnya. Baekhyun memberikan sentuhan kecil di puncak kepala Mida, Baekhyun mengusap pelan puncak kepala Mida dan tersenyum manis, Mida pun juga membalas senyuman Baekhyun dengan senyuman yang tak kalah manis. Mungkin Mida tidak akan berhenti tersenyum bahkan saat Baekhyun sudah pergi.

“Ugh… Pemandangan macam apa ini?” Tiba-tiba seseorang mengganggu kegiatan Mida dan Baekhyun. Bukan, bukan seseorang tepatnya dua orang, yaitu Dahye dan Yoomi. Dahye bahkan mendramatisirnya dengan menutup kedua matanya seolah ia jijik melihat pemandangan di hadapannya.

Baekhyun segera menurunkan tangannya yang ada di puncak kepala Mida, dan bersikap seolah tidak terjadi sesuatu. Mida pun juga memalingkan pandangannya dan berpura-pura tidak terjadi sesuatu.

“Heyy.. heyy… Kami melihat semuanya, kalian jangan berdalih” Yoomi memutar bola matanya malas. Mida hanya meringis melihat Yoomi, sdangkan Baekhyun pergi begitu saja setelah berbisik pada Mida.

Baekhyun pergi, menyisakan Mida yang di tatap kedua temannya dengan tatapan horror. Mida bersikap seoalah-olah ia tolol dan dengan tatapan tak bersalah ia tersenyum lalu melangkah meninggalkan Dahye dan Yoomi.

“Jangan berpura-pura bodoh” Dahye memukul punggung Mida.

“Akhhh… Sakit. Apa-apaan kalian??” Mida meringis, Dahye memukul punggungnya cukup keras.

“Kau ini yang apa-apaan?? Apa kau menyukai Baekhyun? Apa kau punya hubungan khusus dengan si brengsek satu itu?” Dahye bertanya dengan meledak-ledak.

“Heii… Jangan sebut dia brengsek lagi” Yoomi menggumam. Tentu saja Dahye dan Yoomi mendengarnya, mereka berdua tidak habis pikir apa yang ada di pikiran Mida.

“Mengapa kau membelanya, apa kau kekasihnya?” Dahye terkekeh atas apa yang ia ucapkan, candaan yang bodoh. Namun kekehannya terhenti  begitu saja saat Mida dengan polosnya mengangguk. Kini mata Dahye dan Yoomi membelalak kaget, apa Mida gila? Bukankah Yoomi dan Dahye sudah pernah mengingatkan Mida betapa buruknya sifat Baekhyun? Mengapa Mida masih saja bodoh dan menjadi salah satu gadis mainan Baekhyun.

“Kau gila, kau bersedia menjadi salah satu mainan Baekhyun?” Dahye  masih saja tak percaya.

“Tapi Baekhyun mengatakan bahwa aku berbeda, jadi sudah kuputuskan untuk membuat Baekhyun berubah” Mida yakin dengan apa yang diucapkannya. Yoomi dan Dahye hanya menatap Mida tidak yakin. Apa Mida sungguh-sungguh? Baekhyun itu adalah player sejati.

“Sudahlah, percaya padaku. Aku yang akan menanggung semua resikonya, ini adalah keputusanku” Mida mencoba meyakinkan Yoomi dan Dahye bahwa ia memang sungguh-sungguh dengan keputusannya.

“Baiklah kalau itu keputusanmu, kami berdua akan mendukungmu dan selalu ada untukmu” Yoomi bersikap dewasa dan menerima keputusan Mida, Dahye masih saja merasa tak percaya, namun ia memilih untuk diam kali ini.

Setelah kelas Mida selesai, Dahye dan Yoomi menunggunya di depan kelasnya.

“Ada apa?” Mida cukup terkejut dengan kedataangan dua temannya itu.

“Ayo kita makan bersama, di sana juga ada Baekhyun dan teman-temannya” Dahye dengan semangat mengatakannya. Sebenarnya ia hanya ingin bertemu dengan Baekhyun dan ingin mengklarifikasi hubungan laki-laki itu dengan Mida. Bagaimana nanti kalau Baekhyun tidak mengakui hubungan mereka? Secara, Baekhyun memiliki banyak wanita di sekitarnya.

Sesampainya di kafetaria, Mida tersenyum ketika melihat Baekhyun ada di tempat itu. Baekhyun sebenarnya sedikit merasa ada yang aneh begitu ia melihat senyuman Mida, ia merasa nyaman, ingin selalu melihat senyuman itu.

Mida juga melihat keberadaan Hyuri di tempat itu, namun sepertinya keberadaan Hyuri tidak terlalu berpengaruh lagi baginya. Selama Baekhyun berstatus sebagai kekasihnya, Mida bisa menjamin Baekhyun tidak akan mendekati gadis lain selain dirinya. Walaupun Mida tahu apa arti setiap tatapan Hyuri pada Baekhyun, tatapan Hyuri tak jauh berbeda dengan tatapan Mida terhadap Baekhyun. Namun selalu saja tersirat kekecewaan yang kentara di wajah Hyuri, mungkin Hyuri masih keberataan atas kepergian Baekhyun.

“Oh, kau anj—” ucapan Luhan terhenti seketika, karena Baekhyun menyelanya.

“Kau yang anjing hyung” Baekhyun tahu apa yang akan Luhan katakan pada Mida, pasti Luhan akan menyebut Mida sebagai anjing rumahan seperti sebelumnya, namun kali ini tidak akan Baekhyun biarkan, karena Mida bukan anjing rumahan seperti yang Luhan katakan.

“Apa kau bilang, apa kau tidak tahu bahwa kau sedang mengolok hyungmu?” Luhan tidak terima dengan perkataan Baekhyun, dan Baekhyun pun tidak terima juga dengan apa yang akan di ucapkan Luhan tadi pada Mida. Luhan boleh saja dulu mengatakan Mida sebagai anjing rumahan, tapi tidak untuk sekarang. Mida adalah kekasih Baekhyun jadi Baekhyun tidak akan membiarkan siapapun mengolok Mida.

Mida menatap Baekhyun kagum, ternyata Baekhyun bisa bersikap gentle juga. Baekhyun yang dipandangi Mida dengan pandangan terpana pun hanya bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia tidak ingin Mida melihat wajah merahnya. Jujur Baekhyun hanya tidak terima dengan perkataan Luhan, namun ketika perhatian Mida tertuju ke arahnya ia merasa tak sanggup, tak sanggup menahan gemuruh di dadanya, semakin dilihat senyum Mida semakin membuatnya terpesona.

“Sepertinya ada pasangan baru di antara kita” Dahye segera mencairkan suasana dengan menyeletuk asal. Dan kini perhatian yang lain pun tertuju pada Dahye, Dahye hanya merespon pandangan yang tertuju padanya itu dengan melirik kearah Baekhyun dan Mida secara bergantian. Yoomi yang sudah mengetahuinya hanya tersenyum geli melihat kegugupan Mida dan Baekhyun.

“Tunggu! Kalian sudah resmi berpacaran?” Sehun bertanya dengan nada bingung sekaligus tidak percaya. Bukankah Baekhyun hanya menganggap Mida sebagai gadis mainannya seperti yang lain?

“Kau benar-benar berpacaran dengannya? Kau tidak berniat mempermainkannya kan?” Chanyeol kini berdiri dan memborbardir Baekhyun dengan pertanyaan menuntutnya.

“Aku tidak percaya ini semua” Luhan hanya melongo, ia kini tahu mengapa Baekhyun tidak membiarkannya memperlakukan Mida seperti saat ia pertama kali bertemu dengan Mida. Jadi karena Mida sudah menjadi kekasihnya. Tapi Baekhyun tidak pernah menganggap seseorang sebagai kekasihnya setelah ia putus dengan Hyuri. Orang lain hanya mengklaim gadis yang di bawa Baekhyun adalah kekasih lelaki itu. Tapi Baekhyun sama sekali tidak mengakui gadis itu, Baekhyun tidak pernah menjalin hubungan serius dengan wanita setelah ia putus dari Hyuri. Tapi apa kini Baekhyun sudah berubah pikiran dan ingin mencoba menjalin hubungan serius dengan Mida?

“Jadi Baekhyun lebih baik kau mengatakan yang sejujurnya pada kami, kau benar-benar berpacaran dengan Mida atau kau hanya mempermainkan Mida?” Yoomi bertanya sambil sedikit melirik ke arah Hyuri yang hanya diam menunduk. Yoomi sebenarnya merasa tidak enak hati, namun Hyuri juga harus mengetahui bahwa Baekhyun sudah memiliki wanita lain yang mengisi hatinya. Jadi Hyuri tidak perlu lagi mencoba untuk kembali ke sisi Baekhyun.

Baekhyun menghela napas kasar, ia benar-benar terpojok kali ini. Tapi memang benar adanya kalau ia sedang berpacaran dengan Mida. Ia sedang mencoba untuk menyembuhkan luka di hatinya dengan bantuan Mida.

“Ya, aku berpacaran dengan Mida” Mida tersenyum mendengar pengakuan Baekhyun. Mida berpikir jalannya kini terbuka lebar dengan pengakuan Baekhyun kepada teman-temannya. Mida tidak bisa melepas tatapannya dari Baekhyun, memperhatikan sikap kikuk Baekhyun. Baekhyun benar-benar terlihat malu-malu dan itu sangat menggemaskan.

“Hohoho…. Berarti makan siang kita kali ini gratis. Pasangan baru ini yang akan membayar semua makanan kita!!!” Luhan segera membuat pengumuman hebat hingga orang satu kafetaria bersorak girang, karena mereka akan mendapat makan siang gratis.

“Terserah kalian saja. Makanlah apapun sesuka kalian” Baekhyun memutar bola matanya malas. Sepertinya ia harus mengosongkan tabungannya hanya untuk ini.

“Hoho… Dia mengatakan beli apapun sesuka kalian. Semua gratis!” Luhan sangat heboh lalu memesan apa yang ia inginkan. Sehun dan yang lainpun juga melakukan hal yang sama, mereka juga memesan makanan lebih dari biasanya.

Jujur mereka senang Baekhyun kini menambatkan hatinya pada seorang wanita. Padahal sebelumnya Dahye sudah mempersiapkan tinjuannya apabila Baekhyun berniat mempermainkan Mida. Dan syukurlah Baekhyun tidak lagi seperti bagaimana yang mereka pikirkan.

“Selamat atas hubungan kalian” Kali ini Hyuri angkat bicara, suasana di meja yang sebelumnya riuh kini sepi. Semua yang ada di meja itu bungkam, lupakan meja lain yang masih ramai. Suasana di meja itu mendadak suram begitu Hyuri membuka mulutnya. Luhan berdehem untuk menghentikan kecanggungan. Namun semua perhatian hanya tertuju pada Hyuri yang kini sedang tersenyum manis ke arah Mida dan Baekhyun. Yoomi, Dahye dan yang lainnya pasti berpikir bahwa Hyuri tidak sadar sepenuhnya saat mengatakan itu. Mereka pasti belum yakin kalau Hyuri sudah bena-benar merelakan Baekhyun. Yoomi dan Dahye sebagai sesama wanita merasa agak berat melihat pemandangan itu. Mereka tahu pasti Hyuri merasa sakit ketika mengatakan itu. Baekhyun menatap Hyuri dengan tatapan terkejut begitu pula Mida, namun Baekhyun mencoba mengontrol ekspresinya sebisa mungkin.

Baekhyun menatap Hyuri dengan tenang. Dan mengucapkan terima kasih. Mida pun akhirnya melakukan hal sama.

Mida sebenarnya tak enak hati sangat tak enak hati. Mida masih sangat yakin bahwa Hyuri masih belum bisa melupakan Baekhyun. Merelakan orang yang disayangi itu bukan hal mudah, hanya orang hebat yang bisa melakukannya. Dan Mida akui Hyuri adalah wanita hebat. Bahkan Mida melihat ketulusan di mata Hyuri, sepertinya Hyuri memang sudah menyerah pada Baekhyun. Walaupun terpaksa, Hyuri terlihat begitu tenang dan tulus. Mida rasa ia harus berterima kasih secara pribadi. Dan mungkin ia harus menyatakan pertemanan dengan Hyuri.

“Kalau begitu makan yang banyak Hyuri-ya, kau semakin kurus. Dan satu lagi, ini gratis, jadi jangan malu-malu untuk memesan apapun” Luhan menyodorkan tteokbokki pada Hyuri. Hyuri hanya tersenyum dan perlahan memakan tteokbokki yang disodorkan oleh Luhan.

“Oh ya… Aku ingin memberi tahu kalian. Kalau Amora berada di Korea, aku hanya memberi tahu kalian. Lagi pula sebentar lagi ia akan menyelenggarakan ulang tahunnya di rumahku. Mungkin Amora berpikir untuk mengundang kalian” Baekhyun mengatakannya dengan nada santai. Hyuri yang mendengar nama itu hampir saja tersedak.

Semua pun cukup terkejut dengan berita yang di katakan oleh Baekhyun. Apa-apaan Baekhyun, mengatakannya di depan Hyuri? Apa Baekhyun tidak memiliki perasaan lagi? Apa ia tidak bisa memikirkan bagaimana perasaan Hyuri mendengar nama itu muncul kembali setelah sekian lama?

Yoomi menatap Hyuri yang kini gugup karena berita itu. Ia tidak tahu mengapa setiap ia mendengar nama itu, ia merasa terintimidasi.

“Kalau begitu kami akan datang” Sehun dengan santai menjawab undangan Baekhyun. Sedangkan Yoomi dan Dahye tak enak menerima undangan itu di depan Hyuri.

‘Amora kembali di saat Baekhyun memiliki kekasih?’ Hyuri tersenyum menanggapi kata hatinya.

TBC

 

Halo halo semua, aku kembali lagi. Maaf setelah sekian lama aku hilang ㅠㅠ. Ada tokoh baru di chap ini, jadi hubungan Amora sama Baek-Hyuri itu apa ya??

Tunggu chap selanjutnya yaa, chap selanjutnya aku usahain deh gak bakal lama banget.

Selamat tahun baru Imlek semuaaa.. Sekian dan terima kasih atas support kalian. Maaf kalau ada salah kata, dan harap meninggalkan jejak ^^

With Love,

jungnayoon

 

Advertisements

13 responses to “Love Match (Chapter 6) – jungnayoon

  1. Kangen kim kaiiiiiiiii
    Amora kok hm?? Mencurigakan..
    Wah baekhyun,,, sempet bikin males karena terlalu bertele tele. Udah suka bilang enggak bilang. And finally >< mereka pacaran huwowwwww
    Btw, gong xi fa cai juga kak author 🙇🏼‍♀️

  2. Wahhh…daebakk thor ff nya!!Aku brhrp baek benar2 serius dg mida,,,tpi knpa kaya ada yg janggal trus apa maksudnya ‘Amora kembali di saat Baekhyun memiliki kekasih?’apakah Amora suka sma sepupunya sndiri?? Membingungkan, lanjutkan thor tpi ngaretnya jngan lama2 yahh, kasian readernya lumutan 😀

  3. mida malu2in nangis dpn baekhyun. mending stay cool aja deketin kai. paling ntr baek nyesel sndr. tpi kok hyuri kaget bgt pas denger nama amora.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s