[Ficlet] Her Tears by ShanShoo

large

Her Tears

ShanShooβ€˜s present

Starring [SEVENTEEN] Joshua, [OC] Heyool & mentioned!Mingyu

fluff, friendship, hurt/comfort, slice of life | ficlet +800ws | T

Disclaimer : I just own the plot!

Note : ff ini cukup banyak mengandung percakapan sehari-hari (tidak terlalu baku) πŸ™‚

Personal blog : ShanShoo

-o-

Tak apa, tanpa lisan pun, Joshua tahu alasannya.

Kalau Heyool butuh ketenangan saat ini.

-o-

Sore itu, Joshua mendapati Heyool duduk merengkuh lutut di atas bangku panjang yang disediakan di bagian atap sekolah. Jari jemarinya saling mengerat, selagi bahunya bergerak naik turun tak beraturan.

Gadis itu terdiam di tempat, tak ada pergerakan atau memutar tubuhnya kala Joshua berada tak jauh di belakangnya.

Tak apa, tanpa lisan pun, Joshua tahu alasannya.

Kalau Heyool butuh ketenangan saat ini.

Maka, ketika kedua sudut bibirnya berjungkit naik, mengukir senyum mengerti, Joshua melangkah mendekati Heyool lalu duduk di sampingnya tanpa permisi. Gadis itu segera menurunkan kedua kakinya, menatap Joshua sedikit kaget.

β€œUdaranya dingin,” Joshua memulai konversasi. Kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana seragam, selagi manik memerhatikan gurat oranye yang terukir indah di atas langit sore. β€œKenapa tidak pakai jaket?” Tanyanya kemudian, tepat ketika manik mereka bersirobok.

Heyool mengedip satu dua kali, lantas memberengut kesal seraya mengusap kasar jejak-jejak air matanya. β€œGak usah sok perhatian, deh!” balasnya, ketus. Namun Joshua hanya menanggapinya dengan kekehan pelan.

β€œGalak banget.” menghela napas, Joshua mengusak ringan puncak kepala gadis itu. β€œKalau galak terus nantinya cepat tua, loh!”

β€œMasa bodoh!” Heyool menepis tangan teman satu bangkunya itu, lalu menatapnya sinis. β€œLagi pula, sedang apa kamu di sini? Kenapa belum pulang?” tanyanya, acuh tak acuh, lalu menarik ingusnya dua kali. Ah, sepertinya gadis itu menangis cukup lama. Bahkan Joshua sempat mendapati wajah Heyool yang benar-benar sembab.

β€œAku belum pulang karena kamu masih di sini.” Sahut Joshua, santai. β€œAku, kan, mau mengantarmu pulang.”

β€œNggak usah.” Heyool mendengus. β€œAku bisa pulang sendiri.”

β€œEh? Dengan keadaan kamu sekarang? Mana bisa?” Joshua mengedip tak percaya. β€œAku yakin, kamu pasti lupa jalan pulang.” Ucap laki-laki itu sarkastis.

β€œJoshua!” Pekik Heyool kesal. β€œBisa gak, sih, kamu diam? Jangan bikin emosiku naik!”

Ucapan Heyool membuat Joshua terkekeh lagi. Rupanya menggoda Shin Heyool yang tengah dilanda emosi terasa begitu menyeramkan. Tapi entah mengapa, Joshua merasa senang menggodanya.

β€œMemangnya siapa yang punya niat buat naikin emosi kamu?” katanya, pura-pura heran.

Dan Heyool hanya meresponnya dengan desisan sebal.

β€œKamu emosi juga bukan karena aku, kan?”

Heyool masih saja diam, namun dalam hatinya, ia membenarkan ucapan Joshua.

β€œPasti karena—”

β€œJangan sebut namanya!” Heyool refleks memukul lengan kiri Joshua, seraya menatapnya tajam. β€œAwas saja kalau kamu menyebut nama sialan itu!”

Tiba-tiba saja, Joshua tertawa renyah, pun menatap Heyool dengan kedua mata yang kian menyipit. β€œKenapa? Kenapa gak mau disebut? Apa karena dia itu—”

β€œJoshua Hong!”

Detik setelah pekikan itu terdengar, semuanya terasa hening. Joshua pun tak lagi memamerkan senyum dan menyuarakan tawanya. Tidak setelah ia mendapati Heyool yang kembali menangis tersedu.

β€œKamu tahu gak, Josh, kalau aku sedang malas menanggapi candaan kamu?!”

β€œKamu gak lihat bagaimana keadaan aku sekarang?!”

β€œKenapa, sih, kamu gak bisa ngerti?”

Rentetan kalimat itu meluncur dari bibir Heyool yang bergetar. Tak ubahnya patung, Joshua hanya memaku pandang pada gadis itu. Menatapnya sendu, dalam diam yang kian mengukung.

β€œHarusnya kamu—”

Ucapan Heyool terhenti di saat Joshua menepuk bahunya sendiri di samping Heyool, menatapnya lekat diiringi senyuman menenangkan. Membuat Heyool tertegun, tak mengerti.

β€œSini. Bersandar di bahuku.”

Tak ada jawaban.

β€œBukannya kamu bilang, kalau seharusnya aku bisa lihat dan mengerti keadaanmu sekarang?” Joshua kembali menepuk bahunya. β€œSini, akan kuberitahu padamu, kalau aku bisa melakukan dua hal itu.”

Bibir Heyool benar-benar bungkam. Hanya kedua matanya yang bergerak gusar. Antara tak percaya dan takjub. Karena ini adalah kali pertama Joshua melakukan hal tersebut padanya.

β€œAku serius, loh, Yool.”

β€œJ-Josh—”

β€œAduh, tinggal bersandar saja apa susahnya?” Memotong ucapan Heyoolβ€”lagi, Joshua lekas menyandarkan kepala gadis itu ke bahunya yang tegap. Bersamaan dengan embusan napasnya yang terkuar lambat, Joshua berkata, β€œMaafkan aku.”

Heyool menarik napas pelan. β€œKenapa kamu minta maaf?” Tanyanya di tengah rasa kikuk yang membuncah.

β€œMaaf karena aku terlambat β€˜menyelamatkanmu’.”

β€œEh?”

β€œSoal Mingyu, aku tahu semuanya.” Joshua menoleh menatap puncak kepala gadis itu. β€œKamu menyukai Mingyu, dan sakit hati gara-gara lihat dia jalan sama gadis lain, kan?”

Heyool menelan pahit ludahnya. Hendak menjawab namun Joshua menyela, β€œGak dijawab juga aku sudah tahu jawabannya, kok.”

β€œBahkan aku juga tahu kalau tadi kamu lihat Mingyu sama siswi lain sedang jalan-jalan di koridor.”

β€œKok bisa?”

Joshua membalasnya dengan kedikan sebelah bahunya yang bebas, lalu tertawa kecil. β€œKarena… aku mengikutimu?”

β€œApa?”

β€œIya, aku mengikutimu. Soalnya aku sudah menebak kalau kamu bakal nangis setelah lihat semua itu.”

Heyool mengangkat kepalanya, kembali bersitatap dengan laki-laki itu. β€œKurang kerjaan.” Desisnya sebal, lantas melipat tangan di depan dada.

β€œMemang kurang kerjaan,” satu kedikan bahu lagi, dan Joshua melanjutkan. β€œTapi aku, kan, jadi punya alasan buat memukul Mingyu keras-keras.”

Ucapan itu dihadiahi dengan tatapan terkejut milik Heyool. Apa katanya tadi? Memukul Mingyu?!

Hening sesaat, membiarkan semilir angin sore menyapa rambut mereka. Pun mengizinkan Joshua untuk mengukir senyum tanpa dosa di bibirnya.

.

.

.

β€œAku cuma bercanda, Yool.”

β€œAish! Bercanda terus!”

β€œHabisnya aku gak mau lihat kamu sedih terus.”

β€œβ€¦.”

β€œNah, kamu senyum lagi, kan? Kan? Kan?”

β€œJoshua Hong!”

.

.

.

Fin.

Thanks for reading πŸ™‚

Don’t forget to visit my personal blog : ShanShoo and follow my Wattpad : ShanShoo ❀

 

Advertisements

2 responses to “[Ficlet] Her Tears by ShanShoo

  1. Udah2… Jadian aja sama joshuaaa gak usah sama mingyuu. Belum apa2 udah baik, kalau pas pacaran aty gak tau πŸ˜€ πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s