Paramour (Teaser+1)

Tittle : Paramour (The Lovers)

Cast : Oh Sehun, Sora

Genre : Fantasy

Rating : PG17

Author : J

 “The lovers know each other and they have to survive together. If one dies, the other dies too.” That’s why he doesnt kill her…yet.

Teaser

Adalah Oh Sehun, si brengsek paling egois di muka bumi. He is two faced, always pretend like a good guy. Tidak seorangpun tahu sebajingan apa dia yang sebenarnya, kecuali saudara-saudaranya.

Tapi, seorang peramal palsu mengetahui Sehun lebih dari siapapun. Dia pantas untuk mati, seperti domba lainya, benar? Sayangnya, Sehun tidak dapat membunuhnya. Karena mereka berdua terkena kutukan, apabila salah satunya mati, yang lain ikut mati.

Oh Sehun

Dia layaknya tidak memiliki kelemahan apapun, sampai Cupid memberikannya kutukan 'The Lovers'

Dia layaknya tidak memiliki kelemahan apapun, sampai Cupid memberikannya kutukan ‘The Lovers’. Dan sejak dia menyadari itu, dia menjadi semakin bengis.

Sora

Tidak seperti makhluk lainnya di negeri itu, satu-satunya kekuatan yang dia miliki adalah kecerdikannya

Tidak seperti makhluk lainnya di negeri itu, satu-satunya kekuatan yang dia miliki adalah kecerdikannya. Dia menjadi peramal palsu untuk mendapat uang dan bertahan hidup.

***

(1)

“Apakah kau percaya bahwa manusia bukan satu-satunya makhluk berakal yang ada di bumi?” Sora memulai pertanyaannya teruntuk lelaki tampan berumur 20an tahun awal yang sedang duduk manis didepannya “alien dan makhluk supranatural seperti Vampire, Peri, Penyihir, Manusia Serigala, Monster, Siluman, Dewa-Dewi betulan ada, mereka hidup bersama kita, disekitar kita.” Lanjutnya dengan nada suara serius, menatap tajam kearah mata lelaki berkulit tan yang berada dihadapannya. “Dan bisa jadi tanpa kau sadari, kau merupakan salah satu dari mereka.” Gadis berkulit putih pucat itu mengucapkan kalimat terakhir dengan nada suara lebih insten. “Aku bisa melihat masa depan dan jati di…”

“YA PENIPU! KEMBALIKAN UANGKU!” Belum sempat dia melanjutkan kalimatnya, seseorang membuka paksa tenda tempat dia bekerja dan masuk ke dalam. Lelaki tampan yang menjadi pelanggannya mengeluarkan ekspresi terganggu, menatap kearahnya dan gantian ke perempuan tua yang siap mengeluarkan omelan lebih panjang. “Jangan mempercayainya! Dia adalah penipu!” si perempuan tua mengatakan kepada lelaki itu, menunjuk muka Sora bak dia merupakan gadis rendahan. “Apapun yang dikatakan jalang ini malah membuat nasibku semakin sial! Lebih baik kau pulang saja sebelum menjadi korban berikutnya!” lanjutnya dengan nada suara kesal yang kentara.

Si lelaki dengan senang hati berdiri, langsung beranjak keluar sebelum Sora sempat menahannya. Sial! Rutuknya dalam hati. Lelaki itu memakai jam tangan Rolex, dia yakin sekali kalau pria itu merupakan anak orang kaya yang bisa dia poroti tanpa rasa bersalah menghantui. Dia sama sekali tidak punya pelanggan yang datang selain pria ini.

“Aku bukan penipu. Aku tahu kau bukan manusia biasa.” Dia mencoba menghentikan si pria yang sayangnya tidak mau berbalik. Langkahnya kepalang mencapai luar. Pupus sudah harapannya untuk mendapatkan uang hari ini.

“Bukan manusia biasa kepalamu! Kembalikan uangku, jalang!!!” perempuan tua itu mulai menjambak rambut panjang Sora, terbawa emosi mengingat uang 100 ribu wonnya yang melayang begitu saja karena kelicikan gadis ini.

“Ya! Aku pasti bisa mengembalikan uangmu kalau kau tidak membuatnya pergi.” Dia membalas sembari tangannya menahan rambutnya agar tidak terasa semakin sakit. well, dia bisa saja mendorong perempuan tua ini sampai jatuh agar menjauh, tenaganya cukup kuat. Sayangnya, dia menyadari kalau perempuan ini sudah tua. Sora mana tega melukai orang tua.

“Dasar jalang tidak tahu malu! Kau lebih baik menjadi pelacur daripada menipu orang tua miskin sepertiku.” Sindirnya kasar untuk gadis yang tengah menahan sakit itu.

“Aku akan mengembalikan uangmu!” Sora mengatakan dengan nada suara memohon untuk dilepaskan. Miskin darimana? Setahu Sora, perempuan ini termasuk saudagar terkaya di pasar ini. Dia akhirnya rela melepaskan Sora, memasang tampang menagih yang tidak sabaran. “Tapi jangan sekarang, adik-adikku bisa kelaparan kalau aku mengembalikannya sekarang.” Gadis cantik itu masih mencoba bernegoisasi.

“Aku tidak peduli! Mau kalian mati-pun aku tidak peduli. Kembalikan saja uangku sebelum aku menghancurkan tendamu!”

Dia mulai mengobrak-abrik meja yang diatasnya terdapat kartu tarot milik Sora, mencari uang yang entah diselipkan dimana oleh gadis itu. Yang dia tahu, dia tengah membuat ruangan kecil itu bak kandang ayam. “Ya! Aku akan memukulmu kalau kau tidak menyerahkan uangnya sekarang!”

Dengan hembusan napas panjang petanda menyerah, Sora mengeluarkan uangnya yang menjadi sisa dari balik bajunya, “aku hanya punya segini. Sisanya akan kukembalikan besok. Jika kau menyentuhku lagi sedikit saja, aku akan melaporkanmu ke polisi. Jangan lupakan kalau masih ada hukum di dunia ini!” dia berkata tidak kalah sinis dari nada suara si perempuan tua yang tengah mencoba menenangkan diri. Sementara Sora memberikan cibirannya, dia tahu apa yang ditakuti oleh Ibu-Ibu lentenir seperti ini.

“Jika kau tidak membawa 60 ribu won kepadaku besok, kupastikan akan kubakar tendamu.”

Untungnya, perempuan itu mau beranjak pergi setelah mengancam begitu dan menginjak salah satu kartu tarot Sora.

Sora merapikan rambutnya yang khusus sembari menghembuskan napas berat yang terkesan frustasi. “Aku juga tidak akan mau datang lagi kemari.” Keluhnya. Baiklah, perempuan itu bukan orang pertama yang datang kepadanya dengan marah-marah dan menyebutnya penipu. Dia memang penipu, bagaimanapun, mengaku-aku menjadi keturunan penyihir yang bisa meramal dan melihat nasib. Tapi, baru perempuan tua itu yang begitu tega sampai menyakitinya hanya demi uang seratus ribu won kembali. Kebanyakkan hanya mencaci-makinya dengan kata-kata jahat.

Dia kemudian meratapi hidupnya yang semakin tidak jelas. 40 ribu won sudah dibawa pergi oleh perempuan itu, artinya, dia hanya memiliki sisa 10 ribu untuk makan 4 adik angkatnya . Uang segitu dapat apa di zaman sekarang? Dia menghembuskan napas berat sekali lagi, teringat perkataan perempuan tua sialan itu mengenai lebih baik menjadi pelacur daripada penipu. Yeah, menjadi pelacur adalah cara gampang lainnya untuk mendapati banyak uang dengan cara simpel, dia masih bisa kuliah pagi dan siang harinya. Lagipula, tidak sedikit lelaki hidung belang disekitar sini yang menawarinya untuk dijadikan simpanan.

“Enak saja! Memangnya aku semurahan itu?” dia mencibir sendiri. “Andai aku betulan penyihir dan bisa menyihir uang.” Gumamnya mulai berkhayal.

Bibirnya tidak berhenti berkata sendiri sampai akhirnya mengeluarkan teriakkan terkejut, “Ya! Sejak kapan kau berada disini?” tanyanya. Lelaki tampan ber-jam tangan rolex itu sudah duduk manis lagi dihadapannya, tampak risih karena suasana yang berantahkan.

“Barusan.” Jawabnya kalem. “Tadi kau mengatakan bahwa aku bukan manusia biasa. Kau tahu siapa aku sebenarnya?” Sora ingin sekali mengeluarkan tawanya mendengar pertanyaan lucu dari bibir pria tampan berkulit tan ini. Karena Sora belum juga menjawab, pria itu melanjutkan, “aku akan memberikanmu 2 juta won kalau kau bisa mengatakan yang sebenarnya tentangku.”

“Werewolf?” balasnya asal, tanpa berpikir. Sora yakin kalau 2 juta won yang ditawarinya adalah omong kosong. Lagipula, pria ini sudah tahu kalau Sora penipu. Gadis itu dengan tidak peduli mulai merapikan kartu tarotnya yang berserakan, dia menatap sedih salah-satu kartunya yang kotor karena diinjak oleh perempuan tua tadi. Sembari memungut dan melihat gambarnya, Sora melanjutkan, tidak kalah asal dari sebelumnya, “mungkin sesuatu yang lebih kuat dari itu.”

“Jadi, bisakah kau memberitahuku masa depanku?”

Sora mendongak, menatap heran kearah pria yang ternyata tengah memperhatikan tiap gerak-geriknya. “Kau serius ingin kuramal setelah mendengar testimoni perempuan tadi?”

Si pria memberikan anggukan mantap.

“Tapi kau harus membayarku 100 ribu won, benar atau tidak ramalanku.”

“Aku sudah berjanji memberikanmu 2 juta won.”

Sora memutar bola matanya, “baiklah, aku akan mengambil berapapun uang di dompetmu setelah ini.” Ancamnya tidak serius. Gadis yang mengenakan gaun hitam itu mulai mengocok kartu tarot yang sudah dia susun rapi. Membaginya menjadi 6 bagian dan meminta lelaki dihadapannya memilih enam kartu dari tiap bagian. Setelah itu, dia membuka satu persatu kartu dan mulai mengarang bebas.

“Bagaimana? Apakah kau sanggup membayarku 2 juta won?”

Pria yang daritadi sibuk memperhatikan Sora dengan seksama mengeluarkan senyum tipisnya. “tentu saja.” Dia mengeluarkan dompetnya beserta isi uang di dalamnya, meletakkannya di sebelah bola ramal milik Sora. “Itu dua juta won, kupastikan tidak kurang.” Ucapnya santai.

Sementara Sora menatap apa yang didepan matanya tidak percaya. Ayolah, sejak kapan dewi keberuntungan berpihak kepadanya?

“Itu…uang asli, kan?” tanyanya ragu, masih meragukan rezekinya yang berada di depan mata.

“Apakah aku seperti penipu?” tanya pria itu mecibir. Sora menggeleng, satu-satunya yang jelas penipu adalah dirinya. Dia langsung memegang uangnya dan menatap berbinar ke arah kertas digenggamannya. Sora merasa bahwa dia tidak pernah seberuntung ini dalam hidupnya, jadi ini terasa seperti mimpi.

“Kuharap kau kembali lagi.” Tidak, Sora malah mendoakan sebaliknya karena dia meyakini dengan sangat, apabila pria ini bertemu dengannya lagi, dia pasti meminta uangnya kembali.

“Tenang saja, aku akan datang lagi kepadamu.” Ucapnya berjanji.

“Boleh aku tahu namamu?”

“Kai.”

“Terimakasih banyak karena mau mampir kemari, Kai.”

Dan memberikanku uang, yang terpenting.

***
Sora keluar dari kamar setelah menceritakan cerita horror untuk 4 anak yang sudah dia anggap adik sendiri. Mengingat bagaimana ekspresi ketakutan mereka tadi, Sora merasa bahwa dia memang pantas menjadi pengarang dan penipu. Itu adalah satu-satunya bakat yang dia miliki.

Gadis itu melihat siluet dari arah dapur dan langsung berjalan kesana. “Dorr!” teriaknya mengjutkan.

“Aku tidak terkejut.” Lelaki yang tengah memasak mie instan itu menjawab datar, membuat Sora menampakkan raut kesalnya. “Cerita mengenai Vampire yang kau temui di kampusmu menarik juga. Aku bahkan sempat percaya.”

Sora tertawa, dia tahu kalau Moon Taeil, lelaki yang 2 tahun lebih tua darinya ini tengah menghiburnya. “Tapi, di kampusku benar-benar ada lelaki sumper tampan jurusan Kedokteran, namanya Lee Taeyong. Karena ketampanannya yang tidak manusiawi, aku dan teman-temanku berpikir kalau dia Vampire. Bisa jadi, kan?”

Taeil hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Gadis ini memang gadis paling aneh yang pernah dia temui, mengingatkannya pada Luna Lovegood dari serian Harry Potter, tapi versi cerewet dan brengsek.

“Ya.” Jawab Taeil malas-malasan.

“Aku tidak percaya makhluk seperti itu ada. Tapi, ingat ceritaku mengenai lelaki yang memberikanku uang 2 juta won bulan lalu? Dia mengatakan akan memberikanku 2 juta won apabila aku bisa menebak yang sebenarnya. Lalu dia memberikanku 2 juta won dan itu uang asli.”

“Aku belum lupa karena kau menceritakan hal yang sama tiap kali aku pulang.”

“Menurutmu, kenapa dia memberikanku 2 juta won?”

“Karena dia tidak tahu mau buang uang-nya yang kebanyakkan kemana lagi.” Jawab pria itu santai sambil menyedu Mie-nya yang sudah matang. “itu alasan yang terpikirkan olehmu selama ini dan aku setuju.”

Sora masih memasang tampang kesalnya, “bagaimana kalau dia Werewolf betulan?”

Taeil tertawa, menganggap Sora masih bercanda, “aku sering mimpi buruk sejak kejadian itu. Dan tadi siang, aku bertemu dengan lelaki yang ketampannya melebihi pria itu dan Lee Taeyong, bahkan lebih indah dari Draco Malfoy dan Edmund Pevensie. He is too surreal. Aku benar-benar merasa kalau dia bukan manusia.”

“Karena dia tak bisa kau gapai?”

Sora menggeleng, yeah, Taeil hapal betul kalau Sora mengkategorikan lelaki tampan dan keren yang biasa ia lihat di layar TV bukan manusia karena tidak tergapai olehnya. Lelaki yang baru saja dideskripskan Sora pasti termasuk kategori itu. “Dia menatapku seperti ingin memakanku hidu-hidup. Untuk apa lelaki sesempurna itu memandang kearahku dalam jangka waktu yang lama?”

“Itu bukan alasan untuk menganggapnya bukan manusia.” Taeil mengomentari, mie yang dia makan sudah hampir habis karena Sora ikut memakannya juga. “Bisa jadi dia memandang seseorang disebelahmu atau dia merupakan anak dari si perempuan tua yang masih menagih 60 ribu wonnya.”

“Aku sendirian, mana mungkin perempuan jahat itu memiliki anak yang ketampanannya tidak manusiawi?” Sora memperjelas. “Dia nyaris menghampiriku kalau aku tidak berlari ke ruang dosen.” Gadis itu kemudian menghela napas kecewa. “Kenapa aku harus berlari ketika dihampiri lelaki setampan itu? Seharusnya aku menggodanya, kan?”

Taeil memutar bola matanya malas. Tapi, raut wajah Sora saat ini menunjukkan keseriusan. “Jadi, apa yang membutmu berpikir kalau dia bukan manusia selain ketampanannya yang menurutmu berlebihan?”

“Feeling-ku mengatakan begitu.”

“Feeling-mu nyaris tidak pernah benar, tahu.”

“Tapi…” gadis itu tercekat, dia tidak bisa memberikan alasan lanjutan yang memang tidak masuk akal, tentang bagaimana pria itu tidak pernah absen muncul dalam mimpinya.

“Hampiri saja dia kalau kau menemuinya lagi, kau tidak mau terus-menerus penasaran, kan? ” Taeil memberikan saran final.

***

Sora tidak tahu kenapa dia selalu mendengar saran yang keluar dari bibir Taeil. Seminggu setelah dia menceritakan tentang lelaki surreal yang pernah dilihatnya di dekat kampus, dia melihat lelaki itu lagi, dari jarak yang lebih dekat dari sebelumnya. Entah karena angin apa, malam ini dia mengikuti teman kampusnya untuk mengunjungi club malam.

Lelaki itu tengah duduk di kursi bar dengan segelas sampanye ditangannya. Dia menggunakan kemeja putih, celana hitam, sepatu ket dan juga jam tangan yang terlihat mahal. Tanpa pikir panjang, Sora langsung berjalan kearah sana, mumpung gadis cantik yang berada disebelah pria itu tadi sedang beranjak ke kamar mandi.

“Hey.” Sapanya sopan. Pria itu langsung berbalik kearahnya. Sumpah, dia jauh lebih tampan dilihat dari jarak dekat. Sayangnya, nyali Sora langsung kembali ciut ketika pria itu memberikannya tatapan datar dan tajam yang terkesan tak suka. Dengan bodohnya, gadis itu langsung berkilah, “maaf aku salah orang. Kupikir kau temanku.” Dia langsung berbalik untuk berjalan menjauh. Tiba-tiba, dia mendapati sinyal bahaya dari tatapan pria itu, bagaimana kalau pria ini adalah pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk membunuhnya? Auranya terkesan lebih menyeramkan dari pembunuh bayaran. Ah, memangnya siapa Sora sampai ada yang ingin membunuhnya dengan menyewa pembunuh bayaran? Dia bukan orang kaya, berkuasa apalagi terkenal.

Lelaki itu menahan tangan Sora, tidak membiarkannya kabur, menariknya kasar hingga gadis yang mengenakan gaun floral itu terjatuh diatas pangkuannya. Lelaki itu mendekatkan kepalanya ke telinga gadis itu dan berbisik. “Kau gadis peramal itu, kan?” Sora tidak menjawab. Lebih tepatnya, dia tidak memiliki kemampuan untuk menjawab. “Saudaraku bilang kalau kau bisa menebak jati diri seseorang yang sebenarnya. Apakah kau tahu aku?”

Sora sontak menggeleng. “Aku baru melihatmu hari ini.”

“Kau melihatku satu minggu yang lalu.” Sanggahnya.

“Aku sama sekali tidak mengenalmu.” Jawab gadis itu yakin. Dia memang sering muncul di mimpi Sora hampir tiap malam. Namanya Sehun, Sora tidak ingat lagi hal lain selain itu. Otaknya terasa pening dan dia tidak dapat berpikir dengan semestinya, apalagi ketika si lelaki menariknya paksa menuju lantai atas dan memasuki salah satu kamar disana. Dia mendorong Sora masuk hingga gadis itu terjatuh ke lantai. Sumpah, ini kali pertama dia diperlakukan seburuk ini oleh lelaki. Bahkan, lelaki hidung belang yang sering mengganggunya pun tidak pernah bertindak sejauh ini. “Aku benar-benar tidak mengenalmu!” ungkapnya lagi. “Biarkan aku pergi dari sini. Kau mungkin salah orang!”

“Aku tidak pernah salah orang!” balasnya dingin. “How can you find me first?”

“Aku tidak tahu apa-apa, sungguh!” ungkapnya dengan perasaan frustasi, hampir menangis. Sora tidak mengerti kenapa teman-temannya yang melihat dia diseret paksa oleh pria ini tidak berniat menolongnya. Apakah mereka yang menjebaknya?

“Kau tahu.” Tekannya. Sehun berjalan mendekat, membuat kehorroran yang dirasakan Sora semakin menjadi. “That’s why you must die.” Dia berdesis tajam. “But I would like to torture you first.” Auranya terasa semakin menakutkan karena mengucapkan itu dengan suara santai.

“Tolong jangan bunuh aku!” Mohonnya. Tapi pria itu masih menunjukkan ketidakpedulinnya, tampak begitu serius dengan niat buruknya terhadap Sora. Gadis itu sama sekali tidak tahu apa salahnya hingga orang ini terlihat begitu membencinya. Sora dapat mewajarkan apabila dia salah satu dari korban penipuannya. Sayangnya, dia yakin sekali kalau baru sekali berbicara langsung dengannya.

“Aku penasaran apakah kau masih mau hidup setelah melihat yang kutunjukkan?” Lelaki itu memegang dagu Sora, memaksa agar gadis itu memandang kearah matanya. 3 menit berlalu, Sora merasa kalau lelaki sinting didekatnya ini mulai melemah. Dia lekas mengambil kesempatan untuk menggigit tangannya sekuat mungkin, membuat pria itu berteriak kesakitan dan mengeluarkan berbagai serapah untuk Sora. Gadis itu kemudian berlari keluar, meskipun otaknya memberikan perasaan bersalah karena baru saja melukai pria itu.

Sementara Sehun masih tidak percaya apapun yang terjadi dihadapannya barusan. Dia baru menyadari kalau sihirnya tidak ada yang mempan untuk gadis itu. Pantas dia tidak memberikan reaksi yang pasti tiap kali Sehun menatapnya. Bagaimana bisa? Seharusnya gadis itu ketakutan bukan main dan berpikir kalau kematian adalah hal terbaik untuknnya

Sehun tidak mau repot-repot berpikir panjang lebar mengenai hal-hal apa saja yang menyebabkan gadis itu tidak mempan dengan sihirnya. Yang lebih ia pentingkan adalah, bagaimana caranya menemui gadis itu lagi dan menghabisinya? Dia sama sekali tidak sabar untuk segera memberikan kematian paling mengerikan untuk gadis itu.

**

test drive. also posted on : https://www.wattpad.com/user/jongchansshi

Advertisements

65 responses to “Paramour (Teaser+1)

  1. Waah sehun serem amat
    Kyk malaikat pencabut nyawa hahahaa
    Btw sebenernya saya kurang suka cerita yg bergenre fantasi tp karna alur ceritanya bagus dan yg buat salah satu author favorit juga jd g masalah hehehe

  2. Akhirnya setelah sekian lamaa ketemu juga ff fantasy yg feel nya dapet bgttttt. Suka kakkk aku penasaran sehun ini sebenarnya apa?!!! Izin baca yg part 2 ya thor

  3. Wahhhh, seru bgt ceritanya. Aku pengen baca nextnya cepat2. Kak yg Love Means Evil gak ada di post di wordpress? Wattpad aku agak bermasalah, susah comment. Gak pengen jadi siders kak. Seru dan keren, masih Penasaran Sehun knp kok mau bunuh Sora?

  4. what the…
    aku ternyata ketinggalan banyak huhu
    cuma mantengin yg di blog eh ternyata malah up date disini..
    siap2 maraton hha
    nih ff top bgt pokoknyaaa

  5. Bagussss T.T udh lama w nyari2 FF sehun yg bergenre kyk gini :”) semangat lanjutin un! :3

  6. wowowowowowowww….
    kerreeennn banget kakkkk!! #labay #enggaksih
    ide cerita nya bagus kak,suka banget..feel nya.. 😀
    kakak kok bisa menghasilkan karya bagus gini kak? di khayalkan dulu ya kak..? bagus banget pokoknya kyaaa~~ meleleh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s