Hello School Girl [Chapter 2] ~ohnajla

hello-school-girl-aka-ma-beautiful-boy

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1 || Chapter 2

**

SMA Bangtan adalah SMA asrama. Semua siswanya tinggal di asrama entah rumah mereka dekat atau jauh. Pokok ketentuannya asrama ya asrama, Bang PD-nim selaku kepala sekolah tidak bisa diganggu gugat. Itulah kenapa Sena yang rumahnya hanya berjarak beberapa kaki dari sekolah juga terpaksa berada di asrama. Tidak bayar memang, tapi kalau makan bayar.

Satu kamar diisi dua orang siswa. Sejak tahun lalu Sena sendirian karena teman sekamarnya pindah sekolah ke Busan. Satu kamar sendirian membuatnya merasa spesial. Dia merasa sangat bebas. Mau jemur pakaian dalam di mana-mana juga bebas, tidak akan ada yang melarangnya apalagi melihatnya. Selera baju dalamnya itu nyeleneh, sport bra dan underware gaya laki. Jadi dia tidak berani menjemur dalamannya sembarangan, apalagi teman sekamarnya dulu itu ibarat ember bocor.

Tapi hari ini, dia akan punya teman sekamar lagi. Cukup deg degan sebenarnya mendapat berita itu dari ibu asrama. Baru pulang sudah dapat pengumuman seperti itu. Haduh … mana dia lupa belum membereskan kamar. Pasti cewek yang akan sekamar dengannya terkejut melihat dalaman di mana-mana. Oh shit, salah ibu asrama juga kenapa harus memberitahunya sekarang.

Sambil bersungut-sungut dia pergi menuju kamarnya. Semoga dia tidak keduluan roommate barunya. Langkah kakinya semakin cepat, begitu sampai dan membuka pintu.

“HEUP!” Napasnya langsung tercekat. Mampus, di dalam sudah ada orang.

Cewek itu membelakang pintu masuk. Dia sedang duduk di tempat tidurnya sendiri sambil mengeluarkan baju-baju dari koper. Sena masih membungkam mulutnya, menutup pintu pelan, lalu masuk sambil berjinjit-jinjit menghampiri gantungan dalamannya yang berjejer ke bawah di dinding-dinding. Berusaha tidak menarik perhatian cewek itu, yang ada kakinya tersandung meja dan “KYAAAK!!”

Dalaman yang sudah dia selamatkan sekarang berantakan di lantai, juga dia yang guling-guling sambil memegangi kakinya yang nyut-nyutan. Roommate-nya langsung datang, berlutut di sebelahnya dengan wajah cemas.

Gwaenchana?”

Tampang Sena langsung horor begitu dia tahu siapa cewek yang menjadi roommate-nya. “KAU?!”

.

.

.

“Aku tidak mengerti kenapa harus kau yang menjadi roommate baruku. Dulu Kim Saeron yang tukang gossip sekarang kau, si murid baru yang sok centil. Tidak bisakah kau bertukar dengan yang lain?”

Min Yoonji, roommate baru Sena hanya duduk di tepi tempat tidurnya sambil melihat Sena yang mondar-mandir menyelamatkan dalaman sambil mengomel. “Aku disuruh datang ke sini, jadi ya sudah aku ke sini.”

“Lalu kenapa kau dengan begitu mudahnya mau?!” tanya Sena sewot. Dia kini berjalan menuju lemari baju mereka. Menyimpan semua dalaman itu di sana.

Yoonji menggendikkan bahu. “Aku sendiri juga tidak tahu kalau kaulah roommate-ku. Ngomong-ngomong, seleramu boleh juga.”

Sena langsung membanting pintu lemari bajunya. Melotot pada Yoonji. “Tidak usah pedulikan urusan orang lain! Urus dirimu sendiri saja!”

Yoonji tersenyum aneh lalu bangkit sambil membawa baju-bajunya. Dia membuka pintu lemari sisi yang lain dan memasukkan semua bajunya ke sana termasuk dalaman juga. Sena sebenarnya tak mau peduli, tapi dia juga tidak bisa menahan diri untuk melihat dalaman cewek itu. Eh ternyata, dalaman mereka sama anehnya.

Y-yaa, kau memakai celana dalam pria?”

Yoonji menoleh sambil menyeringai. “Memang kenapa? Bukannya kau juga sama saja.”

Sena langsung bungkam. Aish, iya juga sih. Ya sudahlah.

Setelah Yoonji selesai dengan beres-beresnya, mereka pun duduk di ranjang masing-masing sambil berhadap-hadapan. Sena memandang Yoonji penuh intimidasi sambil melipat kedua tangan di depan dada. Yoonji tampak risih dipandang seperti itu. Dia menggaruk tengkuknya salah tingkah.

“Kenapa melihatku seperti itu?”

Sena menghela napas. “Sekarang ayo kita buat kesepakatan.”

“Kesepakatan?” Salah satu alis Yoonji terangkat.

Sena mengangguk membenarkan. “Ya, kesepakatan. Jujur ya, aku itu terlalu benci padamu, nona. Entahlah kenapa. Aku tahu kau tidak melakukan apa pun padaku tapi … melihatmu saja sudah membuatku kesal setengah mati. Pokoknya aku benci padamu, titik.”

Yoonji mengangguk kecil-kecil. “Oke lalu?”

“Karena itu mari kita buat kesepakatan. Aku paling tidak suka orang lain menyentuh barang-barangku, apalagi merusak, mengotori termasuk mengomentari. Jadi, aku akan membuat larangan-larangan untukmu agar kau tidak dengan seenaknya mencekcoki benda-benda milikku.”

Sepertinya Yoonji tidak keberatan. “Oke, silahkan saja.”

Sena pun beranjak menuju meja belajarnya untuk mengambil beberapa lembar kertas HVS dan spidol. Dia menggunakan buku sketsanya sebagai landasan kertas HVS itu. Dia membuka spidol dengan menggigit bagian tutupnya.

“Yang pertama. Dilarang menyentuh benda milik yang lain tanpa seizin yang punya. Kedua. Dilarang saling mengomentari satu sama lain kecuali dibutuhkan. Ketiga. Dilarang mengganggu privasi satu sama lain. Keempat. Dilarang menggunakan peralatan mandi milik yang lain tanpa seizin yang punya. Kelima. Harus ada di asrama sebelum pukul 12 malam, dalam kata lain tidak boleh saling menyusahkan satu sama lain.”

“Tunggu sebentar. Harus ada di asrama sebelum pukul 12 malam?”

Eo. Wae? Kau keberatan? Apa kau tidak tahu peraturan di asrama ini? Kau memang boleh pergi KENCAN dengan siapa pun sepulang sekolah. Tapi kau harus sudah ada di asrama sebelum pukul 12 untuk absen.” Sena menekan kata ‘kencan’ karena pikirnya Yoonji pasti akan sangat sibuk setelah hari ini untuk memenuhi ajakan kencan dari mantan fans-nya. Cih, tidak aneh sih. Pasti di Amerika sana gadis itu bahkan tidak pulang ke rumah sampai pagi untuk kencan.

Tapi sebenarnya bukan itu maksud Yoonji. But, ya sudahlah. Dia memberikan sinyal pada Sena untuk melanjutkan kembali kegiatannya.

“Lalu yang keenam, membersihkan tempat tidur masing-masing sebelum berangkat sekolah atau pergi kemana pun. Ketujuh … hm … apalagi ya?”

“Buang sampah pada tempatnya,” sahut Yoonji yang niatnya membantu tapi yang ada dia justru mendapat tatapan menyelidik.

“Maksudmu aku tidak membuang sampah pada tempatnya?”

“Aku tidak bicara begitu.”

“Tapi maksudmu begitu!”

Heol, cewek ini, batin Yoonji yang akhirnya menyerah untuk tidak bicara lagi.

Setelah peraturan selesai dibuat, kertas itu pun ditempel di dinding yang kosong yang memisahkan ranjang mereka. Rupanya drama tidak selesai sampai di situ. Tiba-tiba saja Sena sudah memegang sebuah selotip besar berwarna hijau yang lalu menempelnya di lantai dari titik dinding itu sampai ke pintu masuk. Terbentuklah dua sisi di kamar itu. Yaitu sisi barat (kanan) milik Sena dan sisi timur (kiri) milik Yoonji. Hanya jalan ke kamar mandi saja yang tidak diberi selotip berwarna cerah ceria itu.

“Peraturan ketiga. Dilarang mengganggu privasi yang lain. Jadi kau tidak boleh menginjakkan kaki di wilayahku, begitu juga aku yang tidak akan pernah sekalipun menginjakkan kaki di wilayahmu.”

Yoonji mengangguk paham. “Oke. Gampang.”

“Kalau kau berani melanggar satu dari semua peraturan itu, kau harus pindah dari kamar ini.”

“Dan kalau itu kau yang melanggar, kaulah yang harus keluar dari kamar ini,” balas Yoonji tak mau kalah.

“Oke, siapa takut. Kita lihat siapa yang lebih dulu melanggar.”

Yoonji menyeringai.

TBC

Advertisements

29 responses to “Hello School Girl [Chapter 2] ~ohnajla

  1. yoongi kencan sama mantan fansnya sena?
    membayangkan yoongi kencan sama jimin aaaak
    my yoonmin feels
    kamu pasti geleng2 kepala kaaan tengah malam ketemunya aku, pagi ini aku lagi, nih aku UDAH KOMEN, udah ninggalin jejak nih (tapi gajanji ya chapter selanjutnya ninggalin jejak *ehh)
    daaah ditnggu yang ke3. lafyuuh :* (maaf centil dan SKSD, udah kebiasaan, gak bisa diubah, mendarah daging, wkwk)

  2. Pingback: Hello School Girl [Chapter 3] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Pingback: Hello School Girl [Chapter 4] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: Hello School Girl [Chapter 5] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: Hello School Girl [Chapter 6] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. Pingback: Hello School Girl [Chapter 7] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. Pingback: Hello School Girl [Chapter 8] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Pingback: Hello School Girl [Chapter 9] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Pingback: Hello School Girl [Chapter 10] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Pingback: Hello School Girl [Chapter 11] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  11. Pingback: Hello School Girl [Chapter 12] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  12. Pingback: Helo School Girl [Chapter 13] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  13. Pingback: Hello School Girl [Chapter 14] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  14. Pingback: Hello School Girl [Chapter 15] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  15. ko ngakak ya wkwk itu gimana cerita nya sih suga bisa jadi cewe gitu :v mana sekamar sama sena lagi ga kebayang mereka nanti gimana :v

  16. Halohaa 😀
    Sebenernya ya aku udah baca sampe Chap. 24. Terus knp aku balik lagi? /kalo ada yg tanya/ ya karena waktu kemaren2 aku dichapter ini mau komen itu susah banget suer. Dan alasan aku kesini karena mau meninggalkan jejak tak berfaedah ini. See? Aku baik bukan haha 😀 Abis serasa jadi reader yang jahat kalo gagini wkw
    See u on the top

    • wkwkw sebenernya ngga usah sih ngga apa 😀 yang penting ninggalin jejak di chapter lain. itu jauh lebih baik daripada yang ngga ninggalin jejak sama sekali #kodekeras

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s