Between US – “Fake Smile” | QueenX

Between US

“Fake Smile”

poster

Author

QUEENX

 

 

Genre : ROMANCE, FLUFF, SCHOOL LIFE

 

 

Main Cast :

OH SEHUN

KIM YOOJUNG (OC)

 

Length : Chaptered (Less than 3k Words)

 

Rating : PG

 

Sebelumnya di BETWEEN US

 

 

Setibanya di dalam ruang rawat inapnya, Monalisa masih diam seribu bahasa. Ia bahkan sama sekali tidak menggubris kakaknya yang sedang menceritakan sesuatu padanya.

“Lisa…halo? Kau masih sadar, kan?” panggil Hoseok memastikan.

“I-iya kak, ada apa?”

“Astaga, sejak tadi aku mengoceh panjang lebar dan ternyata kau malah melamun. Apa yang sedang dilamunkan oleh adikku yang cantik ini, huh?” goda Hoseok.

“Kak, aku sedang tidak ingin bercanda.” Balas Monalisa.

“Baiklah, maafkan aku. Sebenarnya apa yang kau pikirkan sejak tadi, huh?”

“Bisakah aku keluar dari sini secepatnya?” pinta Monalisa.

“Jadi kau sedang memikirkan kapan kau akan bisa dipulangkan?”

“Aku bosan, kak. Ayah tidak mungkin datang, ibu juga mengurusi urusannya, kau…kau hanya datang sebentar lalu pergi lagi mengurus pekerjaanmu. Setidaknya kalau di rumah aku bisa melukis atau sekedar mengetikkan sesuatu di depan laptopku untuk kuposting di dalam blog milikku.” Keluh Monalisa.

“Baiklah, aku akan membawamu pulang secepatnya. Tapi sekarang, sudah saatnya kau untuk istira—”

“Aku ingin pulang, kak! Aku bisa istirahat di rumah nanti.” Rengek Monalisa.

“Iya, kau akan pulang secepatnya. Tapi bukan hari ini juga. Bahkan baru kemarin malam kau masuk rumah sakit, mana mungkin kau diizinkan pulang secepat itu.” Balas Hoseok.

“Kak…” Monalisa masih merengek.

“Jangan membuatku kesal, Lisa. Kumohon, kali ini saja, istirahatlah disini. Aku berjanji, besok atau lusa kau sudah kembali ke rumahmu, oke?”

#

“Kau bahkan menghabiskan separuh jjampong di mangkukku dan perutmu masih muat kau isi dengan patbingsu dan tteokbokki? Itu perut atau karung, huh?” sindir Sehun melihat Yoojung yang sedang melahap piring kedua tteokbokkinya.

“Aku lapar sekali, Hun. Aku tidak sarapan dan hanya meminum jus buatan ibu. Ibu menyuruhku untuk diet, padahal aku kan tidak gemuk sama sekali.”

“Ah, ya badanmu memang seringan kapas, tapi berkacalah dan lihatlah pipimu, nyaris seperti balon udara yang barusan kita lihat membumbung tinggi di langit sore ini.” Ejek Sehun yang langsung mendapatkan cubitan gemas dari Yoojung.

Keduanya kemudian tertawa bersama. Namun tiba-tiba saja Yoojung menghentikan suapan di mulutnya dan menatap Sehun dalam.

“Apa?” tanya Sehun kemudian.

“Kau…sebelum aku datang menghampirimu tadi di taman rumah sakit, apakah kau sudah bersama dengan Hoseok dan Monalisa?”

“Kau mengenal pria itu? Ah, tentu saja, kau bertemu dengannya di minimarket, kan? Apakah kau berencana untuk selingkuh dengan pria itu setelah mengetahui namanya?” selidik Sehun. Membuat Yoojung memajukan bibirnya sambil menatap sinis pada Sehun.

“Kau saja yang sering bertemu Monalisa tidak pernah kucurigai sampai seperti itu.” Balas Yoojung.

“Sering katamu? Aku bahkan sejujurnya sangat menghindari gadis itu.”

“Mengapa memangnya? Takut jatuh dalam pesonanya, ya?”

“Entahlah, sejak pertama kali melihatnya, aku sudah bisa menebak dia gadis yang hidup dalam kepalsuan. Tidakkah kau merasa senyumnya itu hanya dibuat-buat?”

“Menurutmuuuu? Sebenarnya dia tokoh antagonis begitu? Kau ini, selalu berprasangka buruk pada orang lain.”

“Aku tidak berprasangka buruk. Orang cerdas pasti juga akan setuju dengan ucapanku.”

“Oh, oh, oh…jadi kau menganggap aku tidak cerdas begitu dengan mengira Monalisa adalah gadis yang baik? Dengar, ya Oh Sehun. Kalau kau menghina Monalisa lagi di hadapanku, maka hubungan kita berada dalam masalah juga. Aku ini pecinta karya Monalisa, jadi aku juga harus mencintai Mon—”

“Bicara omong kosong apa kau ini? Lagipula aku tidak menghinanya, aku tidak suka saja setiap kali bertemu dengannya, ia memasang senyum seolah dia itu gadis yang ramah pada semua orang.”

“Sehun! Monalisa bukan orang yang seperti itu!”

“Ya, ya, bela saja terus idolamu. Kau tahu, menggilai seseorang itu boleh, asal jangan berlebihan. Sebab jika suatu saat ia membuatmu terluka, kau akan berubah menjadi sangat membenci dirinya.”

“Astaga, dan sekarang kau tiba-tiba saja menjadi sok bijak begini. Baiklah, terima kasih atas saran yang kau berikan Tuan Oh Sehun.”

#

“Maaf.” Tiba-tiba saja Monalisa menghentikan penjelasan materi dari guru home schoolingnya.

“Ya?”

“Bisakah kita akhiri kelasnya sampai disini saja? Aku merasa—”

“Nona, kau baik-baik saja, kan?”

Monalisa tersenyum kecil lalu mengangguk, “Aku hanya butuh istirahat. Sepertinya, aku merasa tubuhku sangat lelah hari ini. Maafkan aku.”

“Baiklah, tidak apa-apa. Kesehatan nona lebih penting dari apapun saat ini. Jika kau sudah merasa baikan, hubungi kembali aku. Apa perlu kupanggilkan ibumu kemari?”

Monalisa buru-buru menggeleng, “Tidak perlu. Aku hanya butuh istirahat. Sendiri saja.” Sergahnya.

“Baiklah kalau begitu, oh iya, jika besok kau sudah mulai merasa sedikit baikan, carilah beberapa referensi mengenai frasa, kita akan mendalami lebih banyak frasa pada pertemuan berikutnya.”

Monalisa hanya mengangguk dan menutup bukunya.

“Oh iya, Bu Haneul, emm bolehkah kau menolongku untuk meminta sopir Nam datang ke kamarku?”

Wanita yang dimintai tolong oleh Monalisa tersenyum lalu mengangguk. Tak lama setelah itu, sopir Nam datang menghampiri Monalisa.

“Ada yang bisa saya bantu, nona?”

“Dimana ibu?”

“Nyonya sedang menemani Tuan makan siang bersama rekan bisnisnya, nona.”

Monalisa tersenyum kecil, “Apakah kak Hoseok belum pulang?”

“Belum nona, hari ini Tuan Muda memiliki jadwal yang padat. Tuan Muda berpesan padaku untuk memenuhi seluruh kebutuhanmu sebelum dia kembali, nona. Apakah ada yang kau butuhkan?”

“Bisakah kau menemaniku pergi keluar sebentar?” pinta Monalisa.

“Tapi nona, nyonya melarangku untuk membawamu pergi keluar.”

“Ayolah Pak Nam, kumohon. Ah, kudengar dari ibu, istrimu sedang sakit keras, dan biaya pengobatan rumah sakitnya cukup mahal. Bagaimana jika kita membuat kesepakatan kecil untuk itu?”

“M-maksud nona?”

“Aku akan membantu separuh biaya rumah sakit istrimu. Dengan syarat kau bersedia mengantarkanku kemanapun aku pergi hari ini dan merahasiakan ini dari ayah dan ibuku. Terutama kakakku, bagaimana?”

Sopir pribadi Monalisa tampak berpikir keras, sementara Monalisa sangat berharap keinginannya bisa dikabulkan oleh sopirnya karena ia benar-benar merasa bosan terkurung di dalam rumah selama beberapa hari ini.

“Ah, dan juga…aku akan membiayai sekolah putrimu selama satu semester ini. Bukankah ini sedikit lebih memudahkanmu dengan hanya membayar separuh sisa pengobatan istrimu saja?”

“Maafkan saya nona, tapi—”

“Astaga, kesempatan ini hanya akan kugunakan saat aku tidak berada di bawah pengawasan kedua orang tuaku juga kakakku. Paling-paling juga aku hanya bebas dari pengawasan mereka seminggu sekali atau malah sebulan sekali. Kau mau, kan?”

“Hah…baiklah kalau begitu nona. Tapi, jika suatu saat hal ini diketahui oleh nyonya—”

“Tenang saja, aku yang akan menjamin kau tidak dipecat olehnya. Nah, kau tunggu diluar, aku akan mengganti pakaianku dulu.” Ucap Monalisa antusias.

#

Untuk pertama kalinya, Monalisa terlepas dari pengawasan ibunya yang selalu mendampinginya kemanapun ia pergi. Ia tersenyum senang saat sopir Nam membawanya keluar dan mengantarkannya ke Sungai Han. Meski sopir Nam selalu mengkhawatirkan kondisinya, ia memastikan sopir Nam untuk tidak perlu khawatir dan cukup memandanginya dari jauh tanpa harus berjalan di dekatnya. Itu sama saja sopir Nam akan seperti Hoseok yang sama protektifnya dengan ibu tirinya kepada dirinya.

“Kau tunggu saja disini, aku tidak akan pergi jauh-jauh. Jika aku sudah puas menikmati pemandangan disini, aku akan kembali ke mobil.”

“T-tapi nona—”

“Sudahlah, masuk saja ke dalam, cepat!” paksa Monalisa pada sopir Nam.

Setelah memotret indahnya pemandangan di sekitar Sungai Han, Monalisa melanjutkan perjalanannya menuju ke pusat perbelanjaan. Tidak seperti perempuan kebanyakan atau saat bersama dengan ibunya, Monalisa kesana hanya sekedar untuk membeli es krim dan berjalan-jalan mengelilingi pusat perbelanjaan tersebut. Terkadang perjalanannya terganggu dengan kehadiran beberapa gadis dan pria seusianya yang mengenalnya dan mengajaknya berfoto bersama. Satu hal yang tidak boleh dilupakan olehnya yaitu ia adalah seorang penulis yang mulai dikenal sejak novel-novel karyanya laris dijual di pasaran.

Monalisa melihat beberapa anak sekolah yang masih mengenakan seragam mereka melintas di hadapannya. Ia terdiam sejenak lalu tersenyum saat teringat sesuatu.

“Ayo nona, kita harus segera kembali ke ru—”

“Satu tempat lagi, setelah itu kita pulang, oke?” pinta Monalisa memotong ucapan sopir Nam.

Sopir Nam yang tahu sikap keras kepala Monalisa bila keinginannya tidak terpenuhi, akhirnya mengangguk pasrah lalu mengendarai mobilnya menuju tempat terakhir yang akan dituju oleh Monalisa hari ini.

#

Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, Sehun masih berada di sekolah bersama dengan tim basketnya. Mereka harus berlatih cukup keras karena tidak lama lagi akan diadakan turnamen antar-sekolah setelah ujian semester berlangsung.

“Hari ini cukup sampai disini latihannya.” Ujar sang pelatih.

“Ah, Oh Sehun dan Kim Myungsoo, kalian tinggal sebentar, yang lain boleh langsung kembali ke rumah kalian masing-masing. Dan kau Tuan Byun, hari ini adalah jadwalmu membereskan kekacauan di ruang tim basket. Jangan coba-coba untuk kabur lagi.” Sambung sang pelatih.

Myungsoo dan Sehun tertawa, sementara Baekhyun hanya bisa mengumpat di dalam hati mendengar penuturan pelatihnya.

“Aku akan kembali lima belas menit lagi. Tunggu disini.” Ucap sang pelatih pada Myungsoo dan Sehun kemudian berlari keluar lapangan.

“Kau!” Baekhyun langsung menarik leher Myungsoo.

“Yaaak! Lepaskan!”

“Kau harus membantuku kali ini! Kau sudah berjanti padaku!” pekik Baekhyun.

“Hey! Hey! Kapan aku mengatakan hal itu, huh!?”

“Kau yang mengajakku kabur kemarin! Kau harus membantuku hari ini, cepat!”

“Arrgh! Waaa! Oh Sehun tolong akuuu!” rengek Myungsoo namun Sehun tidak mempedulikannya. Ia semakin tertawa dan melambai pada Myungsoo yang sudah diseret oleh Baekhyun menuju ruangan tim basket.

Sehun kemudian berjalan menuju ke kursi panjang di dekat ring basket dan mendudukkan dirinya disana. Ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan mendapati tiga pesan singkat dari Yoojung.

(04.30 p.m.) From  : My Kim Jung

Sudah selesai?

 

(04.55 p.m.) From  : My Kim Jung

Apakah masih belum selesai juga?

 

(05.10 p.m.) From  : My Kim Jung

Kalau sudah selesai telepon aku, ya!

“Tch, ada apa dengannya? Merindukanku?” gumam Sehun lalu memencet nomor ponsel Yoojung.

Ketika Sehun akan melakukan panggilan, tangannya terhenti karena tiba-tiba saja ada seseorang yang duduk di sebelahnya. Membuatnya terkejut dan langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.

“Kau!?” ucapnya terkejut.

“Hai!”

“Sedang apa kau disini?” Sehun terkejut melihat kehadiran Monalisa di sisinya. Lebih tepatnya di sekolahnya.

“Tidak boleh?”

“Kau bukan murid di sekolah ini. Bagaimana bisa kau masuk seenaknya?” tanya Sehun.

“Aku menggunakan kepopuleranku untuk—”

“Hanya seorang penulis novel saja sudah menganggap dirinya populer.” Cibir Sehun dan terdengar oleh Monalisa. Membuat Monalisa tersenyum kecil.

“Kau sendiri saja disini?” tanya Monalisa.

“Bukan urusanmu.” Sehun kembali dingin seperti biasanya.

“Dimana kekasihmu? Biasanya kalian lengket seperti—”

“Itu juga bukan urusanmu!” tandas Sehun.

“Apakah kalian sedang bertengkar?”

“Apa pedulimu?”

Monalisa terdiam, dalam hati kecilnya ia berharap itu benar terjadi.

“Aku tidak sengaja melintas di depan sekolahmu tadi dan—”

“Pergilah, jika kau ingin menemui Yoojung, ia sudah pulang sejak tadi, lain kali saja kalian bertemu.” Potong Sehun.

“Tidak, aku tidak berniat untuk bertemu dengannya.”

Sehun kemudian menatap Monalisa, begitupula sebaliknya.

“Mau tahu sesuatu?” tanya Sehun.

“Apa?”

“Tidak apa-apa kan jika itu menyakitkan?”

Monalisa mengangguk dan tersenyum.

“Sejak pertama kali kita bertemu secara tidak sengaja di café toko buku itu. Aku sudah merasakan keanehan ini. Keanehan yang mengarah pada rasa benci. Rasa benciku melihat senyumanmu itu. Senyuman yang penuh dengan kepalsuan.” Tutur Sehun.

“P-palsu?” Monalisa tak bisa berkata apa-apa lagi.

Rasanya ia seperti baru saja disiram dengan seember penuh air es dan membuatnya membeku di tempat. Ini pertama kalinya ada orang yang berkata seperti itu terhadap dirinya. Membuatnya terlihat sangat menyedihkan karena hidupnya seperti penuh dengan kepalsuan.

Sehun berdiri dari duduknya, ia berjalan meninggalkan Monalisa beberapa langkah namun kemudian ia berbalik lagi, “Aku bisa melihatnya. Kau berlagak seolah hidupmu sangat sempurna dan baik-baik saja padahal kenyataannya tidak seperti itu. Sebenarnya sangat menyedihkan, mengapa Yoojung harus mengidolakan wanita yang penuh dengan kepalsuan seperti dirimu.” Tandasnya kemudian.

“Dia benar-benar membuatku terlihat sangat menyedihkan.” Gumam Monalisa setelah tidak lagi melihat sosok Sehun di lapangan basket tersebut.

#

Monalisa menatap bayangannya di dalam cermin.

“Aku bisa melihatnya. Kau berlagak seolah hidupmu sangat sempurna dan baik-baik saja padahal kenyataannya tidak seperti itu.”

“Cih.” Desis Monalisa.

“Aku sudah merasakan keanehan ini. Keanehan yang mengarah pada rasa benci. Rasa benciku melihat senyumanmu itu. Senyuman yang penuh dengan kepalsuan.”

“Jadi hanya aku sendiri yang merasakan perasaan ini?” ucapnya pada bayangannya sendiri.

“Ah, tentu saja…dia sudah memiliki gadis bernama Kim Yoojung itu, untuk apa ia memiliki perasaan itu pada gadis lain lagi.” Tuturnya lagi.

“Bukankah benci akan berbuah menjadi cinta? Dan cinta…bisa saja berubah menjadi rasa benci. Mengapa tidak? Akan kupastikan, akan kupastikan ia akan merasakannya. Dan aku…aku tidak akan merasakan perasaan ini sendiri. Ia akan merasakannya, tidak lama lagi. Akan kubuat cerita bahagia mereka menjadi milikku. Karena aku, hanya aku, Monalisa, gadis yang pantas menerima segala kebahagiaan di dunia.” Ucapnya lalu mengusap kasar darah yang mengalir dari hidungnya.

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

 

Advertisements

41 responses to “Between US – “Fake Smile” | QueenX

  1. sehun blak blakan sekali. tau rasa aja kalo sehun kena jatuh cinta ke lisa. tapi jgn sampe laah yaaa huhuhu. dan ngeri sekali omongannya lisa. duh sejung jgn putus please.. lisa pleasee……. author please…..

  2. woah!! woah!! Sehun…that’s right my babe..sikapmu ke monalisa tu smga trus brthan ya…oh sehun hanya milik yoojung…tapi psti monalisa merencanakan sesuatu buat ngehancurin hubungan sehun-yoojung..d tunggu next chapternya…hwaitinggg

  3. Naahh kan bner… mulai benci monalisa laahh..
    Udh sakit ga sadar juga mw rebut2 punya org…
    Yojung juga sii.. ga menghargai yg dya punya..
    Msa ga brasa it sii monalisa mulai dketin sehun..
    Jgn sampai lha sehun kepincut it cwek.. menyebalkan

  4. Jangan sampe sehun jatuh cinta sama lisa itu ga rela ,,, cukup yoojung aja jangan sampe sehun sama yoojung berantem gara2 lisa sialan itu,, kaga suka sama lisa maksa bnget suka sama sehun wkwkwk

  5. “…ia berjalan meninggalkan Monalisa beberapa langkah namun kemudian ia berbalik lagi,…”
    aku langsung ngeh sama kalimat ini. ini kalimat aku butuhkan banget waktu nulis untuk jelasin kalo orang itu udah beranjak tp tiba2 balik(?)
    alah kmu paling ga paham maksudku. Pokoknya gitu deh. makasih ya :v

  6. Setuju bangt sama sehun!! Monalisa itu alsu bangettttttt. Duh jadi sebel sendiri ngekuat kelakuan nya lisa. Aduh jangan sampe dia nyakitin yoojung. Sehun jangan sampe jatuh ke monalisa kmvrt yakin wkwk najreng banget ada cwe yg jahat kaya monalisa sumpah 🙄 wkwk yoojung cepetan sadar deh, jauh jauh dari lisa. Moha hubungan sehun yoojung baik baik aja 😂

  7. Kok monalisa jahat?????? Sehun-ah hati” jgn samapi kamu berpaling dr yoojung. Monalisa makin terobsesi sama sehun. Ya iyalah, sehun kan gantengnya nagih *emang makanan*.

  8. Huhh…si monalisa mau ngerusak hubungan sejung couple….jgn biarkan itu terjadiiiii yya unnniiiii….
    Smoga aja sikapnya sehun k monalisa ttap dingin kyak gitu haha😁
    Next yya unni^^
    FIGHTING….!

  9. Cih.. Aku benci liat monalisa,jadi orang kok pendendam amat ya? Padahal ketemu nya aja gak sengaja,ehh malah mau merampas punya orang lain
    Sehun sama yoojung yang kuat ya,jangan sampe pisah gegara cewek satu ini

  10. Dih yang jahat sehun masa menurut gue. Ko pada nyalahin monalisa :(. Bagus molisa, selama janur kuning belum melengkung hajar aja wkwkw, tapi gajadi deh jangan, Sehun bukan orang yg baik hhhh!!! Tapi serius itu sehun jahat banget, send hate ke orang lain itu gaboleh guys, alasan gabolehnya banyak. Salah satunya, krn kita gatau apa dampaknya ke orang tsb

    Lagipula kita kan gatau kenapa seseorang menampilkan fake smile, hih apalagi sehun bisa nebak kalau aslinya hidup monalisa itu menyedihkan, artinyakan monalisa gamau orang tau kehidupan aslinya dia yg menyedihkan itu. Orangmah bukannya dijadiin kawan eh malah dibenci gimanasih

    Sip gue ceramah

  11. Sambungan….
    Opini si opini hun. Tapi entah mengapa menurut gue pernyataan lu termasuk hate speech hun #mungkingueygbaper
    It’s perfectly fine to form an opinion, but it isn’t always okay to express that opinion. TAPI tadi kan sehun nanya dulu ya ke monalisa, eh monalisanya malah ngangguk. Terus gimana dong gue bingung, au deh. Maap ya nyampah wkwkkwkw abis sehun pedes amat mulutnya.

    • kamu si pecinta couple hun-lisa garis keras ya? haha
      paling nunggu deh komentar kamu karna beda dari yang lain
      ya mau gimana lagi, sehun emang suka jahat sama orang yg ga dia kenal~ maklum ya, udah bawaan sejak lahir hahahaha

  12. Kok jadi kesel ya sama si monalisa itu,hidupnya jadi gajelas kesel deh pokonya
    Awas aja ngusik-ngusik hubungan orang.udah sakit malah jahat.gak bakal sembuh tuuuh
    Untung sehun peka orangnya kalau ada orang yg deket” ama dia

  13. Bian telat,wah….daebak,lisa mau merusak hubungan sehun sama yoojung tuh,wah ANDWAE……..aku udah cinta mati banget ama psngn in

  14. Nah itu yg ditakutin, takutnya Sehun tar jatuh cinta ama Lisa-_- tau sendiri kebusukannya kek gimana
    Lebih takut lg kalo nantinya ada yg harus Yoojung korbanin demi Lisa, yg malahan bikin Sehun cinta ama Lisa, alalaaa terlalu khayal banget gue wkwk
    Yaudala ditunggu next part ka, tengkyuu~

  15. njirrrrr si monalisa kek nya bakalan ngerusak hubungan sejung couple, gue udah makin ngha suka sama si monalisa

  16. fix fix benci gua sma lisa , yaa kasian emang dianya lg sakit tp ya gk harus punya niat ngrusak hubungan orang donk .
    emang dia siapa sampai yg harus bahagia cuma dia doank dasar egois ..
    prtahankan sikapmu itu sehun , yoojung juga sih terlalu baik jd orang huh ..
    . sehun please , author please happy ending aku sejung shipper nget nget nget lohh ..

  17. Entah kenapa klo baca ff sehun×oc sama antagonis banyak irene sma lisa :v

    Itu gimana kelanjutannya? Klo diliat mah lisa orangnya keras kepala, tapi semoga dia gak ganggu hubungan couple seyoo

  18. Pingback: Between US – “New Student” | QueenX | SAY KOREAN FANFICTION·

  19. Ni hape kalo dibanting author mo tanggung jawab))); bodo amatt
    MBAKMON GOSAH ANEH2 ANJIR PHO AMAT
    SESUATU YANG DIPASTIKAN AKAN SANGAT MENYAKITKAN RASAIN SENDIRI DAH
    Sebell batt sama elu gua eneggg begeteee astatank

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s