Hello School Girl [Chapter 4] ~ohnajla

 

yoonji

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4

**

Masih ada waktu 6 jam sampai waktu pengabsenan malam. Tanpa membuat izin pada roommate-nya, usai mengganti seragam dengan baju bebas, Yoonji pun pergi ke suatu tempat dengan taksi. Memakan waktu 30 menit untuk sampai di tempat tujuan. Begitu sampai dia pun membayar dengan kartu transportasinya dan masuk ke dalam gedung apartemen itu.

Di sanalah dia tinggal, di kompleks apartemen mewah yang ada di kawasan Seoul forest dan berdekatan dengan Sungai Han di lantai 20. Sebut saja apartemen itu adalah apartemen paling elit di Korea Selatan karena disanalah artis-artis Korea tinggal, contohnya saja GDragon Big Bang dan aktor Kim Soo Hyun. Ngomong-ngomong, seorang rapper muda asal Korea yang kini debut di Amerika juga dirumorkan tinggal di sana. Tapi entahlah apakah rumor itu benar atau tidak.

Yoonji pun masuk ke sebuah unit di lantai 20. Melepas sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah, lalu menyeret kaki dan membanting tubuh di atas sofa.

“Akhirnya! Comeback home!” teriaknya lantang sambil merentangkan kedua tangan tinggi-tinggi.

Puas bersantai-santai, dia pun duduk, lalu melepas rambut pendeknya, memperlihatkan rambut hitamnya dengan highlight navy blue di bagian poni. Tidak sampai di situ, dia juga melepas blouse berwarna baby pink yang dia pakai, sampai bagian atas tubuhnya tidak memakai sehelai kain pun. Hanya tersisa otot lengannya yang besar, dada yang bidang dan perut sixpack. Dengan langkah malas dia berjalan memasuki sebuah ruangan.

KLIK

Begitu lampu dinyalakan, ruangan dengan aroma maskulin pun tampak di sejauh mata memandang. Warna didominasi dengan hitam dan putih. Di dindingnya penuh dengan foto seorang lelaki yang kebanyakan sedang memegang mic atau berdiri di atas panggung. Di seberang pintu, terdapat sebuah jendela berkaca transparan yang langsung menembus ke pemandangan Sungai Han. Ia menyalakan audio system-nya yang ada di atas meja kerja. Musik bergenre Hip Hop yang sejak kemarin tidak didengarnya pun berbunyi dengan merdu.

13129380_509083312625538_246324810_n

13183337_579358188897296_94537113_n

1e34a052493798340ec129266efe9154

5cb61533312c957e8f901d732f210863

7dyc8ya

2016-1

657584f7b32b6271f85416b7b8c075f3

Ia memasuki ruang pakaiannya yang menjadi sub ruang kamarnya. Pakaian formal berbagai merek, semi formal berbagai bentuk, non formal berbagai warna, semua tersedia di sejauh mata memandang. Tepat di buffet bawah baju-bajunya, terdapat berbagai jenis aksesoris pria seperti jam tangan Rolex, gelang, kalung, cincin, anting, choker, rantai sampai bandana. Lalu di sudut lain terlihat berbagai jenis sepatu yang ditata rapi sesuai dengan bentuknya. Tersedia juga berbagai jenis tas dan topi yang tertata rapi di dalam sebuah lemari kaca. Dan jangan lupa berbagai produk parfum yang ada di sebuah buffet. Sempurna.

Diambilnya satu set baju non formal berwarna hitam dan beberapa aksesoris lalu memakainya di ruang ganti yang tersedia. Sambil menghadap cermin seukuran tubuhnya, dia memakai baju itu lengkap dengan aksesoris-aksesorisnya. Bayangan seorang pria tampan dengan mata tajam menyorot kini terpantul dari cermin tersebut. Ia tersenyum tipis. Puas dengan dandanannya, ia pun pergi dari ruang tersebut.

A to the G to the U to the STD

I’m D boy because I’m from D

I’m the crazy guy, the lunatic on beat

Sending listeners to Hong Kong with my rap my tongue technology

Tanpa berminat mematikan lagunya, dia keluar dari kamarnya setelah mengambil sebuah kunci mobil dari mejanya. Saat ini dia sudah berada di area parkir apartemen. Menghampiri sebuah mobil berjenis Lamborghini Verneno yang berada di ujung area parkir. Mobil itu berkedip-kedip saat dia membuka kuncinya secara otomatis. Kemudian dia pun masuk, dan membawa mobil itu keluar dari apartemen.

Lagi-lagi lagu yang sama dia mainkan di dalam mobilnya. Yeah … itu terserah dia ‘kan. Memang apa salahnya kalau dia mendengarkan lagunya sendiri?

Saat ini dia sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat, alasan kenapa dia harus keluar dari asrama untuk sesaat. Tidak jauh sebenarnya, beberapa menit kemudian mobilnya sudah berhenti lagi di area parkir sebuah gedung raksasa. Big Hit entertainment.

Usai mengunci mobilnya dia pun melenggang dengan santainya memasuki gedung. Orang-orang yang lalu lalang tampak menyapanya, yang dia balas dengan sapaan juga. Langkahnya pun sampai di sebuah ruangan bertuliskan Genius Agust D room.

Begitu dia membukanya, seorang pria berbadan tambun sudah ada di sana. Sepertinya memang sengaja di sana untuk menunggunya.

“Oh, wasseo?” tanya pria itu lalu menyilahkan dia untuk duduk di depannya.

Tanpa banyak bicara dia pun duduk di hadapan pria itu. “Kenapa PD-nim memanggilku?”

“Bagaimana sekolahmu?”

“Yah … tidak buruk.”

“Tidak ada yang mengetahui identitas aslimu ‘kan?”

Dia mengangguk. “Mereka mengenalku sebagai Yoonji, bukan Agust D.”

“Bagus. Sebisa mungkin jangan biarkan anak-anak di sana mengetahui identitasmu. Kau harus menutupi identitas aslimu sampai waktunya ditentukan olehku.”

“Tidak masalah,” jawabnya enteng.

“Oh ya, aku menyuruhmu datang ke sini untuk membicarakan tentang konsermu nanti di Chicago. Sudah kutentukan kalau konsermu akan digelar pada pertengahan bulan Mei selama dua hari dua malam. Jadi beberapa minggu sebelum itu, aku akan meminta izin pada kepala sekolahmu untuk memberimu libur.”

Yoonji atau boleh kita sapa Agust D mengangguk mengerti.

“Kau tidak perlu cemas pada publik. Semua itu akan menjadi urusanku. Yang penting sekarang, kau harus belajar dengan baik di sana dan jangan sampai orang-orang tahu tentang identitas aslimu. Dan satu lagi, agar fans-mu tidak mencarimu, usahakan kau harus sering online di akun sns-mu. Entah itu memposting foto selca, musik baru, atau apalah, yang pasti jangan membuat dirimu benar-benar tenggelam dari publik. Mengerti?”

“Ya, aku mengerti.”

“Hanya itu yang ingin kukatakan padamu. Ada yang ingin kau tanyakan?”

“Sepertinya tidak.”

“Baiklah, kau bisa kembali ke asrama.”

“Eum. Sepertinya aku akan di sini sebentar untuk membuat musik.”

“Ya sudah terserah.”

Setelah menepuk pundaknya, pria berbadan tambun itu yang tak lain adalah CEO perusahaan itu, atau dalam kata lain saudara kandung dari kepala sekolah SMA Bangtan pergi meninggalkannya sendirian.

Agust D terdiam sebentar di kursinya. Kemudian dia pun beranjak menghampiri meja kerjanya, menyalakan komputer dan mulai membuat musik.

Pukul 11 lebih 50 menit, Sena sudah mondar-mandir tak jelas di wilayah kekuasaannya sambil gigit jari. Sebenarnya kemana perginya si cabe cilik itu? Kenapa sampai sekarang belum kembali?

TING TONG! TING TONG!

Pengeras suara yang ada di kamarnya tiba-tiba berbunyi. Nyaris saja dia mengumpat karena suara itu sangat mengagetkannya. Setelah itu, terdengar suara ibu asrama yang sepertinya sudah direkam dari jauh-jauh hari.

Mohon perhatian! Mohon perhatian! Sepuluh menit lagi, pengabsenan malam akan segera dilakukan. Semua siswi diharapkan untuk bersiap di depan kamar masing-masing. Bagi siswi yang belum datang sampai pukul 12, maka hukuman akan diberlakukan bagi kamar yang bersangkutan. Untuk itu, diharap memberitahu temannya yang belum datang untuk segera datang selambat-lambatnya sembilan menit dari sekarang. Terima kasih.

Sena menjambak rambutnya frustasi. Aish!! Kemana sebenarnya si cabe cilik itu?!! Bukankah kemarin sudah dia peringatkan kalau dia harus segera datang sebelum pukul 12 malam?! Bahkan asrama pria pun harus melakukan pengabsenan pukul 12 malam. Sinting! Apa mungkin gadis itu berkencan dengan pria dari luar sekolah?

“Akh! Harusnya aku sadar sejak kemarin.” Gadis itu berjongkok di sebelah tempat tidurnya, menutup wajahnya yang frustasi. “Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus menghubunginya.”

Merasa telah menemukan pencerahan, sayangnya dia terlalu lambat untuk menyadari bahwa mereka belum pernah bertukar nomor ponsel. “Argh!!! Aku bisa gilaaa!!”

Di tengah-tengah kegundahannya itu, tiba-tiba saja pintu kamarnya dibuka. Melihat siapa yang muncul, tanpa pikir panjang dia langsung menerjang orang itu.

“HEI CABE! KEMANA SAJA KAU HAH?! KAU HAMPIR MEMBUATKU GILA, BODOH! KALAU KAU MAU PERGI KABARI AKU! BAGAIMANA KALAU KAU DATANG TERLAMBAT DAN KITA DAPAT HUKUMAN?!!! KAU MAU MEMBERSIHKAN TOILET MALAM-MALAM!”

Yoonji terbatuk-batuk karena Sena mencekik lehernya dengan kekuatan super. Dia memukul-mukul lengan kecil gadis itu sampai lehernya pun bebas.

“Uhuk uhuk. Kalau aku sampai mati, aku akan menghantui dirimu seumur hidup.”

“Masa bodoh. Sekarang juga cepat simpan tasmu dan ikut aku berdiri di depan kamar.” Setelah bicara begitu, Sena mendorong Yoonji untuk menyingkir dari jalannya dan keluar dari kamar.

“Gadis sialan. Tch, kenapa juga tadi aku sampai ketiduran? Geblek. Untung masih ada sedikit waktu,” gumamnya sebelum beranjak menuju wilayahnya untuk menyimpan tas. Kemudian dia keluar untuk melakukan pengabsenan malam.

.

.

.

Kembali ke kamar setelah pengabsenan, jam malam pun diberlakukan. Yoonji aka Agust D, sebenarnya sudah tidur di ruang kerjanya di Big Hit gara-gara ketiduran. Kalau saja tadi Slow Rabbit tidak masuk ke ruangannya untuk membangunkannya, mungkin dia tidak akan kembali ke asrama sampai pagi. Beruntunglah Slow Rabbit hyung membangunkannya pukul 11 sehingga dia masih punya waktu untuk bertransformasi menjadi Yoonji sebelum akhirnya memaksa ahjussi yang mengemudikan taxi untuk mengemudi gila-gilaan ke sekolah.

Gara-gara sudah tidur, sekarang Yoonji jadi sulit tidur. Dia memang sudah berusaha. Sudah memakai penutup mata segala. Tapi yang ada pikirannya malah makin banyak dan akhirnya dia pun menyerah. Ditariknya penutup mata itu ke atas, lalu menoleh ke tempat tidur Sena yang sudah damai. Baguslah, gadis itu sudah tidur.

Dengan hati-hati, dia pun menarik ranselnya, mengeluarkan sebuah laptop dan headset. Daripada memaksa tidur tapi tidak tidur-tidur, lebih baik dia pergunakan waktunya untuk membuat musik. Bagusnya, suasana sangat mendukung. Dengan begini tidak akan ada orang yang mengganggu dan mungkin satu lagu barunya akan lahir malam ini juga.

“Ngh….”

Reflek ia pun menoleh. Menghela napas lega karena gadis itu hanya bergerak sedikit. Tapi dia melihat sesuatu yang cukup aneh dan memutuskan untuk menajamkan mata.

Omo!” gumamnya sambil menutup mulut. Tanpa banyak pertimbangan lagi dia langsung membuang pandangan. Ah sial! Kenapa gadis itu hanya memakai dalaman saja di dalam kimono tidurnya? Goblok! Dia juga kenapa sampai tidak sadar kalau Sena melihatnya sebagai wanita juga? Pasti Sena berpikir kalau memakai baju seperti itu adalah hal yang biasa, makanya dia melakukan itu. Tch, haruskah dia menuntut CEO-nya karena sudah menjebaknya dalam situasi ini?

“Memalukan,” batinnya sembari melirik gadis itu lagi. Oh shit! Oke, dia mengaku kalah. Wajahnya tahu-tahu sudah merona dan pikirannya sudah tak lagi berkutat pada musiknya. Bagus, sampai kapan pemandangan seperti ini akan terpampang di depan matanya?

Sekali lagi dia melirik gadis itu.

“Tch, ternyata dia hanyalah babi.” Lalu menyeringai.

TBC

Advertisements

22 responses to “Hello School Girl [Chapter 4] ~ohnajla

  1. Omooo!!!
    Ternyata dia adalah babi. 😂😂😂😂
    Oemji oemjii oemjiii..ngakak baca nya.
    Keren kak. Dilanjut kaaaak. Semaaangaaat…!!

  2. Pingback: Hello School Girl [Chapter 5] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Pingback: Hello School Girl [Chapter 6] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: Hello School Girl [Chapter 7] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: Hello School Girl [Chapter 8] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. Pingback: Hello School Girl [Chapter 9] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. Pingback: Hello School Girl [Chapter 10] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Pingback: Hello School Girl [Chapter 11] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Pingback: Hello School Girl [Chapter 12] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Pingback: Helo School Girl [Chapter 13] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  11. Pingback: Hello School Girl [Chapter 14] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  12. Pingback: Hello School Girl [Chapter 15] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  13. oh jadi karena itu dia nyamar jadi cewe, tapi kenapa ga sebagai Agust D aja kan gabakalan ribet harus jadi cewe :3 tapi keren bikin penasaran lanjutannya

  14. OMG beneran deh itu yoonji aka agust cabe cilik(?) jadi-jadian ternyata, dia nyamar jd perempuan karena itu, dia mau mau aja di suruh jadi cabe jadi(?) eh cewe #KomenTeuNyambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s