Hello School Girl [Chapter 5] ~ohnajla

c36jiwsumai6mjg

ohnajla || romance, schoollife || Teen || Chaptered ||

Min Yoonji aka Agust D aka Suga BTS

BTS members

Oh Sena (OC)

other cameo

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5

**

Baru tidur pukul 4 pagi, membuat Yoonji telat bangun. Mampus. Dia sudah melewatkan empat jam pelajaran hari ini gara-gara kekuatan molornya yang sudah seperti kerbau. Tanpa pikir panjang lagi dia langsung berlarian ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan menyikat gigi. Boro-boro mandi, itu akan memakan waktu banyak karena dia harus melepas rambut palsunya. Alhasil dia pergi ke sekolah setelah menyemprotkan hampir setengah body mist yang dia beli jauh-jauh hari.

Lorong-lorong sekolah tampak sepi. Yang benar saja, bel sudah berbunyi sejak tadi dan sebentar lagi bel istirahat akan berbunyi. Dia berlarian di lorong yang sepi itu dengan kekuatan super. Tiga menit kemudian, akhirnya dia sampai juga di teras kelasnya. Dia berhenti sebentar, mengatur napas, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, lalu berjalan dengan anggun mendekati pintu masuk. Tapi belum-belum, Jimin tiba-tiba muncul.

“Oh? Yoonji-a?” Jimin menoleh ke belakang sebentar, lantas menarik Yoonji untuk bersembunyi di balik dinding. Setelah yakin tidak ada yang melihat mereka, dia pun berbicara pada Yoonji.

“Kenapa kau baru datang sekarang? Kau bangun kesiangan?”

Eo. Roommate-ku tidak membangunkanku,” jawab Yoonji singkat sambil menatap Jimin dengan ekspresi minta dikasihani.

“Aish, jahat sekali. Siapa roommate-mu?”

“Oh Sena.”

“Haish, gadis itu. Ya sudah, sekarang akan kubantu kau masuk kelas tanpa dihukum seonsaengnim. Hari ini waktunya pelajaran Sejarah, kalau kau ketahuan terlambat, kau akan dihukum. Mm … jadi, begini, kau berpura-puralah sedang sakit, dan berikan tasmu padaku biar aku yang bawa.”

Tanpa banyak protes Yoonji langsung memberikan ranselnya ke tangan Jimin. “Memangnya yang seperti ini akan berhasil?”

Jimin mengangguk pasti. “Berhasil. Aku pernah mencoba mempraktekannya dengan Taehyung.”

Yoonji mengernyit sedikit tak percaya, tapi ya sudahlah.

Sesuai dengan rencana Jimin, mereka pun masuk bersama-sama. Jimin berjalan di depan sambil menggandeng tangan Yoonji. Saat pintu diketuk, semua perhatian pun teralih pada mereka.

“Maaf ssaem, Yoonji baru saja datang.”

Guru Sejarah yang merupakan pria berusia 40 tahun bernama Park Taejun itu menurunkan kacamatanya untuk melihat gadis yang ada di belakang Jimin. “Kenapa baru datang?”

“Uhuk uhuk.” Permainan peran pun dimulai. Yoonji mengusap-usap lehernya yang sebenarnya tidak kenapa-napa.

Jimin memandangnya prihatin –tapi bohong. “Dia sakit ssaem, radang tenggorokkannya kumat katanya.”

Yoonji maunya protes tapi yah … terserah sajalah.

“Kalau sakit kenapa tidak istirahat di asrama saja?”

“Boleh, ssaem?” tanya Yoonji dengan polosnya. Entah polos atau memang goblok.

“Boleh. Tapi bohong. Sekarang juga kalian berdua berdiri di sana sambil angkat kedua tangan kalian sampai jam saya selesai. Kalau sampai—”

KRIIIIING!!!

“Eh, sudah selesai,” celetuk Yoonji yang entah kenapa bisa membuat ledakan tawa di kelas tapi justru membuat pak guru menjadi kesal kuadrat.

“Pergi ke ruang detensi. SEKARANG!”

Sena yang sejak tadi menonton obrolan antara si cabe cilik dengan pak guru tampak sedang tersenyum-senyum menang. Rasakan. Memangnya enak masuk ruang detensi, siswa baru pula. Hu hu!!

Ruang Detensi

Selama 22 tahun hidupnya, ini adalah pertama kalinya Agust D aka Yoonji masuk ke ruang detensi. Dulu, lebih tepatnya 6 tahun yang lalu, dia itu adalah siswa teladan di SMA-nya. Di kelas 2 terpilih sebagai ketua dewan ketertiban siswa. Keren ‘kan? Tapi karena dia memilih untuk fokus sebagai trainee untuk mempersiapkan diri menjadi rapper, akhirnya dia memutuskan berhenti sekolah. Padahal karirnya di sekolah sedang gemilang-gemilangnya.

Ah entahlah, itu sudah berlalu lama sekali. Lagipula karirnya makin gemilang sebagai rapper. Kalau bukan karena rumor soal dia yang disebut-sebut tidak lulus SMA, dia sudah pasti tidak akan kembali ke sekolah.

Konyolnya dia harus kembali ke sekolah di bawah identitas wanita.

Dia tidak habis pikir kenapa Bang PD-nim memaksanya untuk belajar memakai make up dan membiasakan diri memakai wig.

Padahal dia bisa saja ‘kan datang ke sekolah dengan identitas sebagai Agust D?

Tapi kenapa harus dibuat rumit seperti ini?

Sigh

“Apa yang sedang kau pikirkan, Yoonji-a?”

Yoonji pun menoleh ke asal suara. Baru sadar kalau sejak tadi Jimin duduk di sampingnya sambil memperhatikannya. “Tidak ada.”

“Benar?”

“Eum,” balasnya cuek.

“Pasti kau kaget karena dihukum di ruang detensi ‘kan?” tebak Jimin berusaha memperpanjang obrolan mereka.

“Tidak juga.” Lagi-lagi dijawab tak acuh.

“Lalu kenapa kau sejak tadi hanya diam saja?”

Anak ini banyak bicara sekali sih, pikir Yoonji sambil membenarkan letak duduknya. “Hanya ingin.”

“Oh. Ngomong-ngomong … kau ini memang agak cuek ya?”

Ssh, kalau sudah tahu kenapa masih tanya. “Yah … kira-kira begitu.”

“Tapi gadis yang cuek itu pasti akan berubah kalau sudah punya namjachingu.” Entah kenapa pipi gembul Jimin memerah. Sepertinya dia bicara begitu dengan membawa maksud lain.

“Oh ya?” Pertanyaan yang sebenarnya tidak wajib untuk ditanyakan itu keluar begitu saja dari bibir tipis Yoonji yang hanya diberi lip balm. Mau tetap cuek kek, berubah kek, aku tidak akan pernah berpacaran dengan pria.

“Ya, aku membaca itu di sebuah website. Gadis yang cuek itu sebenarnya tidak cuek. Dia hanya terlalu malu saja untuk bicara jadi tanpa sadar dia jadi cuek—”

Yoonji memutar bola matanya bosan. Oh god, dia harus bisa bertahan mendengar ocehan laki-laki itu selama satu jam ke depan. Tch, ini semua karena Oh Sena. Gadis itu pasti sengaja untuk tidak membangunkannya dan mungkin sekarang tertawa-tawa setan begitu tahu kalau dia dihukum. Hish … awas saja gadis itu nanti, dia pasti akan membalasnya.

.

.

.

Yoonji benar, sekarang Sena tampak sangat bahagia sekali karena orang yang dibencinya berhasil masuk ke ruang detensi. Wajah cerianya sampai membuat Irene bertanya-tanya. Kemarin murung setengah mati karena cowok-cowok lebih memperhatikan Yoonji, eh sekarang sudah cerah ceria seperti baru saja berfotosintesis. Aneh memang gadis satu bernama Oh Sena itu. Alien versi cewek kalau di kelas 3-1 –alien cowoknya sebut saja Taehyung.

“Hei, kenapa sih senyum-senyum terus sejak tadi?” tegur Irene yang sudah bosan melihat senyum-senyum aneh yang muncul tiap detik di wajah Sena.

Sena meliriknya. “Memang tidak boleh? Kau mau aku menangis seharian?”

“Tidak, maksudku … senyummu ini tidak wajar. Apa yang bisa membuatmu sesenang ini, huh?”

“Ada deh, mau tahu saja sih,” balas Sena yang membuat Irene mengepalkan tangan kesal.

“Ya sudah, terus saja tersenyum seperti itu, sampai kau jadi gila.”

Sena hanya tertawa. Ya, mungkin Irene benar. Sebentar lagi mungkin dia akan jadi gila sungguhan.

.

.

.

“Hei babi, bisakah kau berjalan sedikit lebih cepat?”

Sena yang merasa diajak bicara otomatis menoleh. Wajahnya langsung kecut melihat siapa yang bicara. “Babi babi. Kau itu yang babi. Kenapa kau mengikutiku, hah?”

“Siapa juga yang mengikutimu?” balas Yoonji tak kalah sengitnya. “Minggir kau, jalanmu lambat sekali, babi.”

Sena menjerit saat bahu Yoonji menabrak bahunya dengan kuat. Aish, makan apa dia sampai bisa sekuat ini.

“Beraninya kau memanggil Oh Sena yang cantik berbadan S-line ini babi! Mau kemana kau?! Yaa! Tunggu aku!”

Mereka memasuki asrama. Sudah banyak siswi yang sampai di asrama sebenarnya, tapi suasananya hanya ramai karena suara Sena yang lantang bak toa. Yoonji yang diikutinya hanya diam saja tanpa sekalipun berminat untuk membalas kata-kata provokatif Sena. Biarlah babi menggonggong, Yoonji tetap berlalu.

Sesampai di kamar mereka, Sena masih saja mengocehkan hal-hal yang sangat tidak penting. Yoonji meletakkan ranselnya di atas ranjang, mengeluarkan ponselnya, lalu menurunkan ranselnya di dekat buffet. Masih tak mengacuhkan Sena, dia berbalik menuju lemari baju, mengambil sepasang pakaian bebas lalu beranjak memasuki kamar mandi.

Saat akan menutup pintu….

Yaa, kau juga mau masuk? Mau pesta sabun bersamaku?”

Otomatis mulut Sena berhenti mengoceh. Sontak dia mundur dua langkah. “Gila ya! Untuk apa juga aku mandi bersamamu! Hish!”

Yoonji menyunggingkan senyum miringnya. Lalu menutup pintu.

Sena yang masih berdiri di sana memonyongkan bibir kesal. Dasar cabe cilik. Sekali cabe selamanya tetap cabe.

TBC

Advertisements

20 responses to “Hello School Girl [Chapter 5] ~ohnajla

  1. Pesta sabun bareng yoongi. Boleh juga. #mesum mode on 😂😂😂
    Ditunggu next nya lagi kak. 😄😄😄
    Fighting!!!

  2. Kurang panjang thor ceritanya:p tp lucu juga sena sama yoonji/yoongi…aneh yoongi manggil sena babi,apa dia sudah naksir sm sena!!!!……ditunggu cerita selanjutnya…

  3. Pingback: Hello School Girl [Chapter 6] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: Hello School Girl [Chapter 7] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: Hello School Girl [Chapter 8] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. Pingback: Hello School Girl [Chapter 9] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. Pingback: Hello School Girl [Chapter 10] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Pingback: Hello School Girl [Chapter 11] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Pingback: Hello School Girl [Chapter 12] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Pingback: Helo School Girl [Chapter 13] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  11. Pingback: Hello School Girl [Chapter 14] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  12. Pingback: Hello School Girl [Chapter 15] ~ohnajla | SAY KOREAN FANFICTION·

  13. eh buset pesta sabun(?) aku ga kebayang suga kan nyamar cewe terus suara nya gimana? ngakak ih dari chapter awal :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s